Minggu, 06 Oktober 2013

Sejarah Pembangunan Komplek Sekumpul


 Foto Abah Guru Sekumpul pada saat membuka komplek perumahan Sekumpul

Kelurahan Sekumpul merupakan pemekaran dari kelurahan induk, yakni Jawa. Secara geografis, Sekumpul berlokasi di pertigaan Jalan Ahmad Yani Km 38 samping Masjid Syi’aarush Shaalihiin, masuk sekitar 800 meter, lantas belok kanan (jika dari arah Banjarmasin), di sanalah Mushalla Ar Raudhah berdiri megah.
Berbentuk kotak-kotak paduan semen dan keramik kombinasi hitam, putih, hijau dan biru, menjadikan kubah serta menara mushalla ini sebagai model bangunan pertama di Kalsel. Sepintas, menara dan kubah mushalla mirip masjid terbesar di Jawa Timur, Masjid Agung Al Akbar, Surabaya. Di samping mushalla, terdapat kediaman Guru Sekumpul yang diapit dua rumah berarsitektur sejenis yang ditempati ibu, saudara dan keponakan. Belakangan, rumah di samping kiri Guru direnovasi total.

Pada Agustus 2004, rampunglah rumah megah berlantai dua bergaya Spanyol dengan aksen Mediterania. Sungguh membuat kagum dan nyaman mata memandang. Rumah itu kini menjadi kediaman dua putera Guru, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Angka 17 menjadi hitungan tersendiri dalam Kompleks Ar Raudhah atau biasa disebut dalam regol. Di samping mushalla berderet tujuh rumah dan di seberangnya juga tujuh unit rumah. Ditambah rumah Guru Sekumpul dan dua yang mengapit, jumlahnya klop dengan angka keramat: 17. Menariknya, rumah itu memiliki ciri khas yang relatif tidak berubah sampai detik ini; beratap genteng hijau tua dan teras ukuran persegi panjang dengan atap cor beton bercat putih.

Di sekeliling kompleks mushalla, nyaris tidak ada lahan kosong. Ratusan rumah menyemut hingga menjadikan Kompleks Sekumpul perkampungan perkotaan yang elit, mewah namun memancarkan kedamaian. Ini sangat berbeda jauh dengan kondisi pada tahun 1980-an. Kawasan itu ibarat hutan belantara yang penuh semak belukar pohon karamunting. Hanya satu-dua rumah yang tampak. Barangkali tidak seorang pun menyangka kondisi itu berubah 180 derajat.

Sekitar tahun 1987, di sekitar kawasan tersebut, hanya ada satu-dua rumah yang berdiri. Sedang sisanya cuma hutan belantara dan lahan melompong bertebaran tanah merah.
Pada dekade 1980-an, pengajian masih digelar di Mushalla Darul Aman, Jalan Sasaran, Kelurahan Keraton, Martapura. Baru pada awal 1989, pengajian pindah ke lokasi baru sekaligus menandai era baru dunia syiar Islam di Martapura.
Perubahan terjadi dalam penyebutan kawasan itu. Semula, sekitar hutan karamunting masyhur dengan sebutan Sungai Kacang. Ketika pengajian hijrah, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani memopulerkan nama baru: Sekumpul.

Memang, sejak pertengahan 1970-an, kawasan itu sebagian ada yang menamakan Sekumpul. Namun, panggilan tersebut tidak populer dan banyak orang yang justru tidak kenal serta masih menyebutnya Sungai Kacang. Lebih dari itu, hingga 1980-an, di ujung jalan yang bermuara di Jalan A Yani, terpampang plang nama Jalan Sungai Kacang. Ketika Guru pindah, terminologi Sekumpul mulai dikenal orang.
Perubahan nama juga menjadi awal dari pergantian sapaan akrab ulama kelahiran 11 Februari 1942/27 Muharram 1361 H ini. Di tempat lama, panggilan sang kiai cenderung beragam. Ada yang menyapa Guru Zaini, Guru Izai, hingga Guru Keraton. Ketika hijrah ke Sungai Kacang itulah dia populer dengan nama baru: Guru Sekumpul.

Cuma, tak semua warga memberi sapaan senada. Ada yang masih memanggil dengan sebutan lama. Tapi, bagi sebagian warga Martapura, terutama warga asli, sapaan Guru Izai terasa agak “kasar”. Karenanya, mereka relatif memakai sapaan Guru Sekumpul atau Abah Guru. Konon, tinggallah kini warga bukan asli Martapura yang masih menggunakan sapaan semisal Guru Izai.

Penyebutan nama Guru Sekumpul ikut menghiasi pemberitaan koran lokal. Sebelumnya, jika tema Sekumpul dimuat di koran, nama yang ditulis pasti Guru Izai atau Guru Zaini. Tapi, sejak akhir 1999, ketika memuat berita di Kalimantan Post, saya selalu menulis sebutan Guru Sekumpul.

Alhasil, sejak saat itu setiap pemberitaan di Kalimantan Post, selalu ditulis sebutan Guru Sekumpul. Tidak lagi Guru Zaini apalagi Guru Izai. Koran lain pun sebagian besar mulai menulis sapaan itu. Ini semua demi penghormatan, meski Guru sendiri tidak mempersoalkan. Setidaknya, Kalimantan Post ikut andil memopulerkan penulisan nama baru tadi dan berupaya menyamakan penyeragaman sebutan untuk pemberitaan media massa lokal lainnya.

Perkembangan kawasan Sekumpul juga diiringi meroketnya harga tanah. Dahulu, harga per meter persegi hanya berkisar puluhan ribu rupiah. Tapi sekarang, puluhan juta per meter, itu pun lahannya nyaris tidak ada lagi. Harga tertinggi dipegang lahan sekitar Kompleks Ar Raudhah, dekat kediaman Guru. Banyak orang kaya mendadak dari bisnis jual beli tanah di sekitar Sekumpul.

Lahan kosong yang semula untuk tempat parkir di sekitar Kompleks, banyak yang berganti hutan beton. Kalau terus dibiarkan dan ditata seadanya, tidak mustahil rimbunnya hutan karamunting hanya tinggal kenangan. Rimbunnya belantara beton setidaknya turut menguatkan argumen bahwa Sekumpul mencatat inflasi tertinggi di Kabupaten Banjar.

Minggu, 08 September 2013

SANAD DAN IJAZAH MUSHAFAHAH, MUSYABAKAH, MU'ANAQAH, MUNAWALATUSSUBHAH SERTA ILBASUTTHAQIAH

Masih Dari Kutipan Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAZAH"
Oleh K.H. M. ZAINI BIN ABDUL GHANI.

Ini sesuatu yang sangat mencengangkan sekaligus mengaggumkan dan membanggakan.

SANAD DAN IJAZAH MUSHAFAHAH, MUSYABAKAH, MU'ANAQAH,
MUNAWALATUSSUBHAH SERTA ILBASUTTHAQIAH (Bersalaman, Berasuk tangan /
panca, Cipika Cipiki, Memberikan Tasbih, serta Memakaikan Surban).

1. Abah Guru Sekumpul
2. Syeikh Yasin Al-Fadany
3. Syeikh Ahmad bin Abu Bakr Al-Fasy
4. Syeikh Sayyid Muhammad bin Ja'far bin Idris Al-Kattany Al-Fasy
5. Syeikh Sayyid Ahmad bin Hasan Al-'Atthas "YAQAZHATAN WA MANAMA" kepada
6. Nabi MUHAMMAD Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Alhamdulillah atas segala Ni'matnya.
Jika terdapat kesalahan, mohon koreksi.
 
Sumber : Ka bayu >  https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

SANAD DAN IJAZAH MAULID HABSYI

 
SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN AL-HABIB 'ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSY.

1. Abah Guru
2. Habib Muhammad Anis bin 'Alwy Al-Habsy
3. Habib 'Alwy bin 'Ali Al-Habsy
4. Habib 'Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsy

Mohon Koreksi Apabila Ada Terdapat Kesalahan.
 

SANAD DAN IJAZAH MAULID ADDAIBA'I.


Kutipan Dari Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAAZAH" Oleh KH MUHAMMAD ZAINI BIN ABDUL GHANI.

SANAD DAN IJAZAH MAULID ADDAIBA'I.

1. Abah Guru Sekumpul
2. Guru Anang Sya'rani 'Arif
3. Abdul Baqy
4. Shalih bin Abdullah Asshunnary
5. Muhammad bin Nashir
6. Muhammad 'Abid Azzabidy Al-Yamany
7. Ahmad Hajjam Al-Yamany
8. Abdul Khaliq Al-Mazjaji
9. Yahya bin 'Umar Al-Ahdal
10. Abu Bakr bin 'Ali Al-Batthah
11. Sayyid Yusuf bin Muhammad
12. Al-Hafiz Atthahir bin Husein
13. Wajihuddin 'Abdurrahaman bin 'Ali Addaiba'
14. 'Ali bin Daiba'
 

SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN IMAM ABDULLAH AL-HADDAD.


SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN IMAM ABDULLAH AL-HADDAD.

1. Abah Guru
2. Sayyid Muhammad Amin Al-Kutby
3. Sayyid Husein 'Aidid
4. Sayyid 'Aidrus bin 'Umar
5. Sayyid 'Abdullah bin Husein bin Thahir
6. Sayyid Thahir bin Husein
7. Sayyid 'Umar bin Saggaf
8. Sayyid Husein bin 'Abdullah Al-Haddad
9. Al-Imam Assayyid 'Abdullah Al-Haddad
Sumber : Ka bayu >  https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

SANAD IJAZAH BURDATUL MUKHTAR.



Kutipan Dari Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAAZAH" Oleh KH MUHAMMAD ZAINI BIN ABDUL GHANI.

C. SANAD IJAZAH BURDATUL MUKHTAR.

1. Abah Guru Sekumpul
2. Guru Semman
3. Guru Kasyful Anwar
4. Syeikh Muhammad Yahya bin Abi Sulaiman
5. Sayyid Muhammad bin Ahmad Arrasyidi
6. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Banna
7. Al-Allamah Muhammad Al-Amirul Kabir
8. Syekh Ali bin Ahmad Asha'idi
9. Muhammad bin 'Uqailah
10. Al-Hasan Al-'Ujaimy
11. Muhammad Al-Babily
12. Salim Assanhury
13. Syamsyuddin Al-'Alqamy
14. Imam Jalaluddin Assayuthi
15. Al-'Allamah Assyamny
16. Ali bin Abdullah Al-Hambaly
17. Syaikhul Islam 'Izzuddin Abdul 'Aziz ibnu Jama'at Annabulsy
18. Muallif Muhammad bin Sa'id Al-Bushiry
Sumber : ka Bayu > https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

Sanad DALAILUL KHAIRAT DAN TALQIN ZIKIR

 
A. Sanad DALAILUL KHAIRAT yg mana DARI NO 2 Perawinya berada diMasjid Nabawi sewaktu mengambil Ijazah.

1. KH. M ZAINI (Abah Guru Sekumpul)
2. GURU SEMMAN MULYA
3. SAYYID AHMAD
4. SAYYID ABBAS RIDWAN
5. SAYYID MUHAMMAD ALMADANI
6. SYEIKH ALI BIN YUSUF ALMADANI
7. SAYYID MUHAMMAD BIN AHMAD ALMADGHARI
8. SYEIKH MUHAMMAD BIN AHMAD ALMUTSANNNA
9. SYEIKH AHMAD BIN ALHAJ
10. SYEIKH ABDUL QADIR ALFASI
11. SYEIKH AHMAD ALMUQRI
12. SYEIKH AHMAD BIN ABIL ABBAS ASSHUMMA'I
13. SYEIKH AHMAD BIN MUSA ASSAMLALI
14. SYEIKH ABDUL AZIZ ATTUBA'
15. SAYYID MUHAMMAD SULAIMAN ALJAZULI.

B. Sanad DALAILUL KHAIRAT DAN TALQIN ZIKIR yang semua perawinya WALI QUTUB.

1. KH. M ZAINI (Abah Guru Sekumpul)
2. SAYYID MUHAMMAD AMIN AL-KUTBI
3. SAYYID ABDUL HAYY AL-KATTANI
4. SYEIKH HUSEIN
5. SAYYID MUHAMMAD AL-KUTBI
6. ALQUTHB MUHAMMAD AL-AMIRUL KABIR
7. ALQUTHB AHMAD BIN AL-HASAN AL-JAUHARY
8. ALQUTHB MUHAMMAD ATTHAYYIB
9. AQUTHB AHMAD ATTIHAMI
10. ALQUTHB ABDULLAH (Pemegang Wali Quthb 32 tahun)
11. ALQUTHB ALI BIN AHMAD AL-ANJURY
12. ALQUTHB ISA BIN HASAN AL-MISHBAHI
13. ALQUTHB MUHAMMAD ATTHALIB
14. ALQUTHB ABDULLAH AL-GAZWANI
15. ALQUTHB ABDUL 'AZIZ ATTUBBA'
16. ALQUTHB MUHAMMAD BIN SULAIMAN AL-JAZULI

17. ALQUTHB MUHAMMAD AMFAR
18. ALQUTHB SA'ID AL-HARNASANI
19. ALQUTHB ABDURRAHMAN ARRAJRAJI
20. ALQUTHB ABIL FATH AL-HINDY
21. ALQUTHB UNUS ALBADAWY
22. ALQUTHB ALQIRAFI
23. ALQUTHB ABI ABDILLAH ALMAGRIBI
24. ABIL AQTHAB AL-IMAM ASSYAZILI
25. ALQUTHB ABDUSSALAM AL-MASYIS
26. ALQUTHB ABDURRAHMAN AL-MADANI
27. ALQUTHB ABDULLAH ATTANAYIRI
28. AL-IMAM ASSYIBLY
29. AL-IMAM JUNAIDI ALBAGDADI
30. AL-IMAM ASSIRRI
31. MA'RUF AL-KURKHI
32. DAUD ATTHA'I
33. HABIB AL-AJAMI
34. AL-IMAM HASAN AL-BASHRY
35. SAYYINA HASAN ASSIBTH
36. SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB
37. SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM.

Mohon koreksi kalau terdapat kesalahan
Sumber : Ka Bayu >> https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/