Tampilkan postingan dengan label Abah Guru Sekumpul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abah Guru Sekumpul. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Januari 2019
06 januari Milad H. Muhammad Amin Badali
Tanggal 06 Januari Milad yang ke-24 H.Muhammad Amin Badali Putera Pertama Dari K.H.Muhammad Zaini(Alhm.Guru DiSekumpuL).
06 Januari 1995 - 06 Januari 2019
Sedikit Kisah H.Muhammad Amin Badali Sewaktu Masih Didalam Perut Ibunya Hj.NoorLaila binti H.Abdul Mu'in dan Sewaktu Kecilnya Yang aLFaqir(Zein)Dengar Dari Alhm.Guru DiSekumpuL.
H.Muhammad Amin Badali Adalah Putera Pertama Dari Pasangan K.H.Muhammad Zaini Bersama Hj.NoorLaila.
Semasa 6 Bulan Didalam Perut Ibunya,Alhm.Guru DiSekumpuL Selalu Didatangi Rasulullah saw Bahwa Anak Ini Menjadi Anak Yang Bakti Kepada Orang Tuanya dan Menjadi Anak Yang Sholeh.
Dan Ketika 7 Bulan Didalam Kandungan Ibunya,Datu Kalampayan(Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari)Juga Sering Datang Kepada Alhm.Guru DiSekumpuL.
Diantara Yang aLFaqir(Zein)Dengar Dari Beberapa Perkataan Guru,,
1-Kata Alhm.Guru Hudhari Bahwasanya Muhammad Amin Ketika Umur 4 Tahun Sudah Diberikan Allah Kasyaf Yaitu Dibukakan Hijab Oleh Allah Melihat Seluruh Alam.
2-Kata Alhm.Guru DiSekumpuL Bahwasanya Muhammad Amin Sering Didatangi Oleh Rasulullah Yaqozatan Saat Umurnya 5 Tahun.
3-Kata Alhm.Guru Syarwani Kastan Bahwasanya Muhammad Amin Ini Adalah Khalifah Ayahnya Nanti.
4-Kata Ayah(Alhm.Guru Syukur)Bahwasanya Muhammad Amin Sewaktu Kecil Sering Didatangi Cucu Rasulullah(Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein).
Sumber @zein__ahbab
Mudah2an H.Muhammad Amin Badali Dipanjangkan Umur dan Disehatkan Badan.
Ied Milad dan Mabruk Alfa Mabruk Wahai Anak Sang Guru Tercinta Kami.
Do'akan Kami Semoga Kami Terkumpul Bersama Engkau dan Ayah Engkau Nanti Diakhirat,,Aamiin...!!!
#H.Muhammad Amin Badali bin K.H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani(Alhm.Guru DiSekumpuL).
sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1538169712970102&id=100003312635437
Jumat, 06 April 2018
Pengalaman Seorang Santri Dengan abah Guru Sekumpul Sewaktu Mondok Di Darussalam Martapura
Oh ya, ada satu yang mengganjal dalam fikiran saya.
Saat nyantri di Darussalam, Abah Guru Sekumpul sudah jarang aktif ngajar di Pesantren,
beliau lebih fokus di Majelis.
Angkatan sebelum saya, tidak ada satu hari pun Abah Guru Sekumpul masuk mengajar.
Padahal, kepingin sekali saya merasakan bagaimana rasanya belajar dengan Abah Guru di Darussalam.
Apakah cara mengajar dan bahasa yang disampaikan sama dengan di Majelis atau berbeda..??
Waktu berlalu, saya pun duduk di kelas III Ulya (Tingkat Atas),
kelas terakhir di Darussalam. Di kelas III Ulya, saya ditempatkan di lokal B.
Guru-guru yang mengajar di tingkat ini adalah para kyai senior,
di antaranya Syaikh Muhammad Rosyad
(mufassir... masih ingat dibenak saat test baca tafsir Marah al-Labid
karya Syaikh Nawawi Banten beliau bilang “Ikam bagus baca kitab”.
Narsis banget ya... hehe yg jelas saya berusaha jujur)
dan Syaikh Muhammad Syukeri Unus
(Ahli Ilmu Alat dan Tashawwuf, pengasuh Majelis Ta’lim Sabilul Anwar).
Nah, sebagai pengajar akhlak (kitab Minhajul Abidin Imam al-Ghazali)
di kelas III Ulya dijadwalkan Abah Guru Sekumpul.
Apakah tahun ini Abah Guru yang jadwalnya begitu padat
dan terkadang sakit punya waktu untuk mengajar di Darussalam,
sedangkan angkatan sebelumnya beliau tidak ada satu hari pun masuk..?
Wallahu A’lam, kami hanya bisa berharap dan berdo’a.
Lagipula Abah Guru tidak terikat dengan Darussalam,
beliau tidak mau menerima gaji dari Darussalam.
Belum lagi kalau mengingat jadwal yang ditetapkan untuk Abah Guru adalah hari Rabu jam terakhir.
Artinya setelah selesai di Darussalam beliau mesti bersiap untuk memimpin
Sholat Zhuhur, kemudian memberi pengajian di Majelis ar-Raudhah dan
malamnya Ba’da Maghrib memimpin Majelis Menaqib dan Tarekat.
Kapan beliau istirahat..?
Allah Maha Tahu apa yang ada dibenak kami
dan inilah Keajaiban Sekumpul lagi-lagi saya rasakan.
Hari Rabu pertama di tahun ajaran waktu itu, kami harap-harap cemas.
Lonceng tanda jam pelajaran sudah berbunyi.
Sebagian kawan-kawan yang merasa tidak mungkin Abah Guru punya waktu untuk mengajar di Darussalam
(sebagaimana angkatan sebelum kami) memilih untuk tidak masuk kelas,
karena ditahun-tahun sebelumnya tidak ada kyai yang berani menggantikan
posisi (mewakili) Abah Guru dalam mengajar akhlak.
Tidak berapa lama, ada becak berhenti di depan Darussalam
dan seorang laki-laki dengan baju koko dan sarung plus peci putih turun dari becak.
Apakah itu Abah Guru Sekumpul..?? Memang mirip...
Namun, meragukan. Karena biasanya dalam majelis ta’lim beliau mengenakan gamis dan jubah,
juga serban melilit di kepala. Pula jarak antara rumah beliau di Komplek ar-Raudhah
dengan Darussalam lumayan jauh. Kalau memang itu Abah Guru Sekumpul,
kenapa tidak menggunakan Mercedes Benz keluaran terbaru yang ada di garasi beliau..?
Hai... Ternyata beliau memang benar Abah Guru Sekumpul, dengan tampilan yang sederhana.
Kebahagiaan yang tidak terperi menyelimuti hati kami.
Kami punya kesempatan belajar di kelas, yang tentu suasananya berbeda dengan di majelis.
Apakah ini sebuah keajaiban..?? Entah menurut anda,
menurut saya sih iya dan ini tidak perlu kita persoalkan.
Kenapa Abah Guru naik becak..??
entahlah, mungkin beliau lama ga naik becak.. hehhe.. untuk menghemat bensin..??
Ga juga, karena abang penarik becak menurut kabar
yang saya dengar waktu itu beliau kasih Rp.50.000,-
(pecahan terbesar waktu itu dan nilainya sangat besar.
Ingat, kejadian ini sebelum krismon, dimana nilai USD hanya sekitar RP.2.500,-).
Apa Mungkin beliau bermaksud menjaga hati kami,
yang sebagai santri dan belum memiliki penghasilan
tentu akan terbelalak bahkan mungkin menetes air liur melihat Baby Benz,
karena jangankan untuk beli, mengkhayalkan numpang saja ga berani.
Entahlah.. Hanya beliau yang tahu.
Yang jelas, beliau mampu menciptakan kharisma diri dan menebarkan kesejukan bagi kami.
Bandingkan dengan para pejabat atau wakil rakyat
(entah rakyat mana yang diwakilinya)
yang dengan seenaknya menggunakan mobil mewah (parahnya lagi, mobil dinas)
dan dengan pongahnya melewati kerumunan rakyat jelata.
Wajar (menurut saya) bila Abah Guru sukses membuat manusia lain mencintainya
dan para pejabat atau wakil rakyat tersebut sukses membuat manusia muak.
Apakah ini karomah..?? Entahlah.
Sumber :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1188540721230684&set=t.100005668984538&type=3&theater
Rabu, 28 Maret 2018
Benci Menjadi Cinta Berkah Abah Guru Sekumpul
Kisah Ini Nyata Dan Langsung aLfaqir Saksinya.
Kemarin Ada Seorang Jama'ah Haul Yang Datang Dari Sulawesi Tepatnya Dimakassar.
Beliau Datang ke Martapura Bersama Anak Dan Isteri Beliau.
Dulunya Beliau Adalah Pegawai Disalah Satu Bank Dimakassar Tapi Sekarang Beliau Menjadi Orang Yang Berada.Beliau Mempunyai Rumah Makan Dan Mempunyai 3 Cabang Dimakassar.
Kata Beliau,,"Ditahun 2014 Saat Itu Aku Sering Buka Facebook.Saat Itu Aku Masih Sendiri Belum Punya Isteri.Dan Saat Itu Juga Aku Masih Menjadi Seorang Pegawai Bank.
Setiap Hari Aku Buka Facebook Namun Diberandaku Selalu Ada Postingan Tentang Guru Sekumpul.Aku Sering Membaca Tentang Postingan Foto Dan Video Guru Sekumpul Di Fb.Saat Itu Hatiku Tidak Percaya Bahwa Guru Sekumpul Itu Adalah Wali.Bahkan Hatiku Sering Berbicara Guru Sekumpul Itu Adalah Ulama Palsu Dan Ajarannya Menyesatkan.
Ditahun 2015 Aku Dipecat Dari Pekerjaanku Karena Ada Suatu Kesalahan Yang Ku Perbuat.
Kemudian Aku Nganggur Dirumah Beberapa Bulan.
Setiap Hari Aku Buka FB Yang Selalu Ada Diberandaku Adalah Guru Sekumpul.
Aku Berusaha Mencari Pekerjaan Namun Tidak Ada Yang Menerima Aku.
Kemudian Hati Kecilku Merasa Aku Ada Salah Sama Allah Dan Dosaku Sangat Amat Banyak.
Akhirnya Aku Ingin Shalat Tahajjud Minta Kepada Allah Agar Jalan Hidupku Bermanfaat.
Kemudian Sesudah Shalat Tahajjud Aku Ketiduran Diatas Sajadah.Tapi Aku Bermimpi Ada Seorang Ulama Yang Bergamis Putih Dan Berbolang Persis Seperti Guru Sekumpul Yang Aku Lihat Diberanda Fbku.
Didalam Mimpiku Itu Guru Sekumpul Mendo'akan Aku Agar Aku Menjadi Orang yang Sholeh Dan Mendapatkan Isteri dan Dzurriyat Yang Sholeh Sholehah.
Tak Lama Kemudian Aku Terbangun Dan Terkejut Kalau Aku Bermimpi Orang Yang Persis Dengan Guru Sekumpul.
Akhirnya Hatiku Percaya Dan Sangat Membenarkan Kalau Guru Sekumpul Itu Adalah Wali.
Dan Aku Bernadzar Kalau Do'a Beliau Didalam Mimpi Itu Terkabul Maka Aku Akan Ziaroh Kesekumpul.
Tak Lama Kemudian Cuma Beberapa Hari Aku Mendapatkan Isteri Yang Sholehah Dan Isteriku Itu Adalah Salah Seorang Pecinta Guru Sekumpul.
Dia mengajarkan Aku Tentang Guru Sekumpul.
Diakhir Tahun 2015 Aku Menikah Dengan Dia.
Alhamdulillah Hatiku Menjadi Cinta Dengan Guru Sekumpul.Semenjak Hatiku Percaya Kalau Guru Sekumpul Itu Wali Sejak Itulah Rezekiku Lancar Sehingga Aku Bisa Buka Usaha Rumah Makan Dan Mendapatkan Isteri Dan Anak Yang Sholeh Dan Sholehah.
Sekarang Aku Punya 1 Orang Anak Dan Saat Ini Isteriku Mengandung 2 Bulan.
Itulah Kisah Beliau Yang Pada Awalnya Beliau Sangat Benci Kepada Guru Sekumpul Tapi Akhirnya Benci Itu Menjadi Cinta.
Kata Beliau,Semua Ini Berkah Dari Guru Sekumpul Dan Aku Selalu Bertawasshul Kepada Guru Sekumpul Kalau Aku Ada Masalah.
Dan Lagi Kata Beliau,Aku Selalu Berdo'a Dan Sangat Berharap Aku Terkumpul Bersama Guru Sekumpul Diakhirat Berkat Aku Cinta Kepada Beliau
Kisah Ini Adalah Bukti Allah Kepada Hambanya Bahwa Allah Mampu Dan Kuasa Membolak Balikkan Hati Hambanya.Dan Juga Kisah Ini Membuktikan Kalau Alhm.Guru Disekumpul Memang Betul2 Walinya Allah Ta'ala.Serta Kisah Ini Menambah Nambah Cinta Kita Kepada Alhm.Guru Disekumpul.
Mudah2an Berkat Kita Cinta Kepada Beliau Kita Selalu Mendapatkan Keberkahan Dari Beliau.
Mudah2an Berkat Beliau Segala Dosa2 Kita Diampuni Allah Ta'ala.
Dan Mudah2an Berkat Beliau,Qobul Segala Hajat Selamat Dunia Akhirat,Dan Terkumpul Didalam Surga Bighoiri Hisaab,,Aamiin...!!!
Benarkah KIta Sudah Cinta Kepada Abah Guru Sekumpul..?
Saya adalah orang awam yang tak pantas berbicara apapun. Namun, jiwa ini merasa perlu untuk mengutarakan sisi lain dari sebuah pemikiran kebanyakan.
Saat ini, H-1 acara haul terbesar di Asia akan diselenggarakan. Puluhan ribu relawan siap dikerahkan untuk membantu acara. Tidak ada unsur politik, tidak ada bagi-bagi kursi ulama, tidak ada saracen ataupun cebong-cebong nakal yang menghasut para jemaah agar go to Sekumpul. Ini murni acara haul, sebuah acara peringatan meninggalnya seorang Waliyullah, Syaikh Zaini Abdul Ghani atau lebih akrab disapa dengan sebutan Abah Guru, Guru Sekumpul atau Guru Ijay. Guru yang ketampanan, kesolehan dan kemasyhurannya yang luar biasa. Buya Yahya mengagumi, Ustadz Abdul Shomad juga mengagumi, bahkan Ustadz Arifin Ilham juga akan berhadir di acara haul 2018 ini.
MasyaAllah, siapa yang tak kenal beliau? Seorang ulama yang diberi gelar wali kutub yang masyhur di tanah Kalimantan Selatan. Banyak kalangan pejabat dari tahun bahuela yang datang ke tempat beliau. Seperti Gusdur, dll. Dan, terakhir mungkin Pak Jokowi di acara haul ke -13 ini, sungguh tak di luar dugaan.
Jamaah Haul, saudara saudari yang saya cintai...
Kita adalah jamaah...
Mungkin benar kita pernah duduk di majelis beliau, atau kita hanya sempat menonton beliau di acara televisi atau cuma pernah mendengarkan ceramah beliau di radio, atau kita hanya diceritakan oleh orangtua kita bahwa ada ulama yang menawan, pintar, qonaah dan terkenal yakni Abah Guru Sekumpul.
Lantas, kita menjadi cinta karena kisah, kita menjadi cinta karena mendengarkan beliau ceramah, atau menjadi cinta karena tabarruk bahwa guru kita cinta, atau kita menjadi cinta karena banyak tulisan orang lain di facebook yang mengatakan CINTA.
Marilah.. Kita renungi kembali... Apakah betul kita cinta dengan Abah Guru? Apakah hanya euforia semata? Temen berangkat, kita berangkat. Temen aplut foto, kita juga tak mau kalah, ikut-ikutan aplut foto.
Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billaah...
Banyak saya menyaksikan, para jemaah yang tersebar di seantero negeri, dari kota terdekat di Martapura, hingga ke Mancanegara saling lempar foto. Ada foto selfie dengan kendaraan, selfie di dalam pesawat, dan lain-lain.
Gembira? Tentu kita sangat gembira sebab karomah Waliyullah Guru kita tercinta dipancarkan melalui cahaya cinta jamaahnya. Siapa yang tidak gembira jika Umat Islam dikumpulkan dengan begitu mudahnya pada acara haul akbar ini? Siapa yang tidak gembira, banyak para pedagang, tukang pentol, tukang galon, dan penjual baju koko gamis seperti saya jadi terciprat berkah rejekinya? Siapa yang tidak gembira jika dengan acara ini, banyak keluarga bertolak ke Martapura padahal sebelumnya berkumpul di rumah saja susah bukan main? Siapa yang tidak berbahagia?
Tetapi, setiap kolam ikan pasti ada ikan yang mati. Begitulah juga dalam perayaan haul guru kita ini. Tiada ada yang sempurna. Tetapi, tugas kita adalah bagaimana mengurangi ketidaksempurnaan.
Hal itu sudah dapat dibuktikan oleh Bupati, Pemerintah dan para relawan. Jika dahulu, acara haul membuat jalan menjadi macet total, sehingga banyak pengguna jalan lain yang tidak mengikuti acara haul menjadi tertanggu, sekarang pelaksanaannya tidak semacet dahulu. Jika dahulu angka kecelakaan banyak, mungkin sekarang bisa sedikit atau tidak sama sekali. Saya ucapkan terimakasih pada semua yang berkontribusi.
Saya bertanya lagi, apakah memang benar kita cinta dengan Abah Guru?
Kita mengaku cinta, tetapi posting foto yang memperlihatkan aurat kita?
Kita mengaku cinta, tetapi banyak wanita yang tidak risih aurotnya dilihat lelaki saat berwudhu di tempat acar?
Kita mengaku cinta, tetapi saat di acara merokok sana merokok sini bahkan asapnya terkena balita.
Kita mengaku cinta? Tetapi bukannya asyik zikir, kita malah foto foto, rekam aplut instastory mengabarkan aktivitas ibadah kita.
Kita mengaku cinta? Tapi berangkat ke acara haul naik ojek sama pacar, pelukan, gandengan tak ada rasa "supan"??
Kita mengaku cinta? Bahkan, berangkat ke acara haul pun tak sedikit pun berizin kepada ibu dan ayah, apalagi berlutut di pangkuannya.
Saudara saudariku..
Bukankah yang membuat kita kagum adalah kewalian beliau? Kewalian beliau yang terpancar melalui keilmuan beliau?
Beliau yang selalu mengajak kita kepada kebaikan? Selalu mengajak kita pada sunah Nabi? Selalu mengajak kita untuk mencintai Allah dan RasulNya melebihi cinta kita pada manusia?
Tentu, Abah Guru tak suka dipuja-puji berlebihan. Abah Guru mungkin tak perlu pujian berlebihan. Tetapi beliau perlu bukti bahwa jamaahnya cinta pada beliau. Apa buktinya? Adalah rasa takut, cinta dan harap pada Allah dan RasulNya melebihi pada sesiapa saja. Konkritnya? Ibadah makin kenceng, sedekah makin banyak, sholat makin rajin, riya semakin hilang, ke pengajian makin sering, zikir makin banyak, sholawat makin mantap, dan sebagainya yang Abah Guru pesankan.
MasyaAllah.. Semoga niat kita diluruskan kembali. Sikap kita diperhatikan kembali.
Jangan sampai niat kita beribadah membaca sholawat dalam acara haul, sholat berjamaah dengan jutaan jamaah, adalah hanya karena ikut ikutan sahaja, hanya untuk abadikan momen lalu aplut dan kejar eksis semata.
Kalau memang benar kita cinta? Janganlah membuat Guru Sekumpul ditanya tentang sikap-sikap para jemaahnya yang ghuluw atau mungkin hanya ngikut tren saja. Saya yakin, Abah Guru akan senang dan ditambah pahalanya dan kenikmatannya ketika kita para jamaahnya kerjakan amal sholeh karena beliau sebagai wasilahnya, sehingga amal jariyah mengucur pada guru kita tercinta. Aamiin Allahummaa Amiin...
Akhirul kalam.
Afwan, dari pecinta Abah Guru
Selvia Stiphanie (Penulis buku Perempuan Kertas, Sahabat Surgaku, 7 Rahasia Cinta, Roman Hamidi dari Kalimantan Selatan)
sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1706759376052390&set=a.397729793622028.89864.100001550338426&type=3&theater
Selasa, 23 Januari 2018
Ahklak Abah Guru Sekumpul Yang Di Ceritakan Oleh Guru Zuhdi
Catatan Menuju Haul Syaikhona Abah Guru Sekumpul.
Berkata Abah Haji Guru Zuhdi...
Kita semua berakhlak karena guru yg memberi bimbingan,tanpa guru yg mencontohkan mana mungkin kita bisa berakhlak.
Mula mula Abah Guru sekumpul bebacaan di keraton dan menyiarkan lwt radio dan saat itu ada yg merasa terganggu krn frekuensi mengganggu jalur orari sehingga Abah Guru berhenti menyiarkan lwt radio.
Mendengar Guru Ibad(Guru Badarudin) pengajian tdk di siarkan lg di radio,beliau marah karena kata Guru Ibad,beliau tdk bisa hadir di majelis itu shg mendengar lwt radio sambil membuka Kitab shg beliau msh tetap belajar dgn Abah Guru.
Guru Ibad meminta Abah guru melanjutkan menyiarkan lwt radio akan tetapi akhalk Abah Guru yg sk mengalah tdk mau lg menyiarkan nya.
Saat masa mudanya banyak yg iri dgn Abah Guru Sekumpul sampai beliau di keroyok dan di pukuli oleh beberapa org. Abah guru menangkis dgn tangan org yg menyerang dgn senjata tajam,akan tetapi orang yg memukul dgn tangan kosong di biarkan Abah Guru(di sandang) mengenai tangan dan badan beliau.
Beliau pulang kerumah dlm keadaan bengkak badan,tangan dan beliau diam tnp mengadu kpd keluarga .
Karena orang tua beliau pernah berkata apabila memberitahu(mengeluh) kpd makhluk mk kafir lah engkau. Dan nasehat ini di jalankan Abah Guru dgn tdk pernah mengadu kpd makhluk.
Nenek melihat badan Abah Guru bengkak lalu di kasi minyak urut dan bau minyak urut sampai tercium oleh Ayah dr Abah Guru tp Ayah dr Abah guru hnya diam krn ingin mendidik anak agar tdk mengadu kpd makhluk.
Akhlak Abah guru diam(beranai)
Saat Maulid memakai terbang ada yg tdk suka sehingga Abah Guru mengalah dgn Maulitan hanya memakai terbang saat Asrokal. Walau begitu beliau sekali menyampaikan dalil beterbang yaitu kata beliau
1.Kitab yg di jadikan Dalil karangan Sech Ahmad Zaini Dahlan Mufti Mekah wali qutub. Sech Ahmad Zaini Dahlan berkata memukul terbang saat acara qosidah hukum nya Sunat.
Dan walau ada Dalil nya tetap Abah Guru mengalah tdk lg memakai terbang,itu lah Akhlak mengalah Abah Guru.
Aku(Abah Guru Zuhdi) saat bertamu Abah Guru Sekumpul.
Kata Abah Guru sekumpul,Aku saat mau ke toilet di depan pintu toilet ada yg mendorong aku dgn sangat keras nya sambil Abah Guru menunjukan tempat nya kpd Abah Guru Zuhdi. Dan Aku(Abah Guru Sekumpul) jatuh hampir kepala ku mengenai toilet nya. Dan Abah Guru tahu siapa yg mendorong yaitu Jin,dan untung nya Datu Bedok(jin) datang yg memegang dan menahan kepala Abah Guru shg kepala Abah Guru tdk sampai kena pinggir toilet . Dan kata Datu Bedok apakah mau di hajar yg mendorong Abah Guru td. Datu Bedok adalah jin murid nya dr Datu Kelampayan yg berjanji akan menjaga juriat Datu kelampayan. Lalu apa yg di ucapkan Abah Guru kpd Datu Bedok. Abah Guru berkata tdk usah di hajar. Padahal jika tdk di tahan Datu Bedok mk kepala Abah Guru akan pecah kena pinggir toilet itu. Dan Abah Guru tdk membalas malah memaafkan.
Dan saat di tanya kepada Abah Guru .. kemana pian sampai basah gamis lalu di jawab Abah Guru Sekumpul aku td menolong org yg lg tenggelam di laut. Berkata Abah Haji tdk mungkin beliau berdusta mengatakan hal itu.
Berkata Abah Guru Zuhdi... kaya ini Akhlak Abah Guru Sekumpul tdk melawan susah mencari org dgn akhlak sprt ini,100 tahun belum tentu ada ganti nya org seperti ini.
Dan itu kisah perguruan dan kita pelan pelan mengikut sprt itu.
Guru ulun di kampung ulun, saat membaca kan Kitab Hidayatul Salikin di Musholla dan pada bab Adab adab, beliau sempat terdiam sambil air mata beliau menetes dan beliau berucap..
Kami yang lulusan Darussalam ne, jaka kd Abah guru sekumpul, kami kada tahu kaya apa Adab kami saat di majelis, kaya apa adab kami saat di masyarakat, kaya apa adab kami saat dgn org tua, kaya apa adab kami dgn guru guru kami, kaya apa adab kami dgn bini dan anak. Abah guru yg selalu mengajarkan dan mempraktekan nya langsung kata beliau.
Dari Abah Guru kami tahu harus bagaimana beradab, jaka kd Abah guru, kami pasti jadi sambatan urang krn kurangnya adab
Beliau pun berucap smbl air mata menetes, terima kasih Abah sudah mengajarkan kami bagaimana menjadi org yg punya adab dan akhlak.
Kami pun semua menitikan air mata di majelis itu.
Ampun maaf ulun puun
Sumber : Artikel Asli
Kamis, 18 Januari 2018
Mengikuti Akhlak Abah Guru Sekumpul
CATATAN MENUJU HAUL ABAH GURU SEKUMPUL
Allahyarham Allimul K.H Ahmad Bakrie Gambut(Guru Bakrie) pernah berkata saat di majelis ilmu.
Kami dulu wkt belajar dgn Abah Guru Sekumpul di rumah beliau,belajar dari jam 9 pagi sampai Zuhur. Kemudian kami istirahat dengan sholat Zuhur berjamaah. Selesai Sholat Zuhur,Abah Guru Sekumpul memberi makan kami semua setelah selesai menuntut ilmu dgn beliau.
Setelah kami selesai makan,Abah Guru Sekumpul berkata...ini ikam semua lihati nah ky apa aku mengajar,aku membari makan urg nang belajaran ilmu,ikam pang kaena ky apa mengajar sama kd lwn aku mengajar memakani urang nang belajar lwn ikam(Lihat aku bagaimana mengajar kan ilmu,aku beri makan org yg belajar ilmu,bagaimana nanti kalian mengajar,apa sama dgn aku memberi makan yg belajar dgn kalian). Kemudian Allahyarham Guru Bakrie berkata,jadi klo benar murid Abah Guru Sekumpul mk pasti akan mengikut akhlak perguruan memberi makan murid,tdk malah yg meminta duit dan fasilitas dgn murid.
Lalu bagaimana akhlak kita yg menuntut ilmu bkn sebagai guru tp sebagai penuntut ilmu yg ingin mengikut akhlak peguruan Abah Guru Sekumpul.
Allahyarham K.H Ahmad Bakrie Gambut(Guru Bakrie) pernah berkata,apabila kalian menuntut ilmu dgn pakai kendaraan,jgn sampai kendaraan itu kosong di belakang nya. Ajak siapa yg mau ikut menuntut ilmu. Atau klo kalian lihat ada yg jalan kaki maka ajak utk bonceng dgn kalian. Dan apabila kalian menuntut ilmu dgn membawa kawan,ajak lah makan setelah kalian pulang dr majelis ilmu tdk harus sering sering tapi dalam seminggu ada kalian ajak makan walau cuma makan kue atau sekadar minum.
Karena memberi makan org yg menuntut ilmu sangat besar pahala nya dan makanan itu tdk akan di hisab di akhirat.
Apabila kita mampu melakukan itu maka kita mengikut akhlak peguruan(Abah Guru Sekumpul) yg memberi makan penuntut ilmu walau kita sbg penuntut ilmu.
Mudahan kita sebagai penuntut ilmu dapat mengamalkan nya.
Abah Guru Sekumpul berkata tanda cinta dgn guru dgn sll mendengarkan ucapan guru dan mengikut (mutabaah) akan akhlak dan perbuatan guru itu.
Rasulallah bersabda"Seseorang akan di kumpulkan dgn org yg di cinta nya"
Amin ya robbal a'lamin.
Ampun maaf ulun.
Senin, 25 Desember 2017
Foto Abah Guru Sekumpul Di Sudan
Foto Guru Sekumpul di Padang Pasir Sudan Bikin takjub
MARTAPURA - Foto Ulama kharismatik Sekumpul Martapura KH Zaini Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan Guru Sekumpul diserahkan seorang tentara pasukan perdamaian PBB kepada Rakyat Sudan, Afrika.
Momen itu jadi potret mengharukan dirasakan warga Banua khususnya pengguna instagram.
Hingga berita ini diturunkan foto yang diunggah akun instagram @instakalsel itu sudah disukai lebih dari 2.326 netizen.
Pada foto tampak seorang berpakaian militer dengan ciri khas baret biru. Memegang foto Guru sekumpul menghadap kamera.
Saat yang sama ulama setempat menerima foto Guru sekumpul, sosok ulama kharismatik yang asal Martapura, Kalimantan Selatan tersebut.
Keduanya duduk diantara personil militer setempat pada sebuah gubuk. Pasir gurun terlihat jelas pada foto itu.
Berikut kutipan yang tertulis pada unggahan foto itu :
"Dapat kiriman photo dari om tentara paling gagah eranni ganteng perkasa, Arie Ma'ruf'. Penyerahkan photo kenang-kenangan dari pecinta Abah Guru untuk rakyat Sudan, Afrika.
Diwakili syeikh disana bermazhab maliky, yang katanya sudah hafal Alquran sejak usia empat tahun.
Padahal kehidpan masyarakatnya jauh dibawah standar kita, dan sangat memprihatinkan.
Ditanya " siapa beliau yang diphoto ini" dijawab " beliau syeikh kami di Indonesia," maka makin kagum serta takjub lah syeikh itu terhadap Bangsa Indonesia.
Semoga Indonesia semakin harum namanya di Internasional dengan ulama-ulamanya.
Komentar takjub terus mengalir mengapresiasi momen tersebut.
"Terharu ulun membacanya muudahan semuua saudara disana selamat selalu dalam perlindungan Allah. Amin," tulis akun instagram @eza_navarin.
"Ya Allah ulun sayang Guru Sekumpul, walau ulun kada sempat bertemu beliau atau jadi murid sidin. Tapi ulun merasakan kegembiraan bila ulun melihat foto sidin," tulis akun erwintonyy.
Foto itupuun jadi viral, terus repost oleh banyak akun itu di Instagram maupun di Facebook. (*)
Sumber : BANJARMASINPOST.CO.ID
Jumat, 24 November 2017
Mengingat Kembali Pepadah Abah Guru Sekumpul
Jadi kita ini ungut-ungut mentafakkurkan diri ini. Masalah sembahyang ja kita banyak yang tetinggal, waktu lagi muda-muda kita sembahyang sekehandak, sekarang sudah tuha, alangkah bagusnya waktu siang dan malam yang kosong di-isi'i dengan meng-QODHO sembahyang, dari mulai Subuh Zhohor Ashar Maghrib Isya, tinggalkanlah Qobliyah Ba'diyah, sebab banyak sholat-sholat kita itu yang kada soh, ada kalanya karena wudhunya kada bagus bahari, ada kalanya karena bacaan kurang fasih bahari, ada kalanya karena thuma'ninah ketinggalan sembahyang yang bahari, ada kalanya karena kurang khusyu atau tidak khusuyu sama sekali. Ini menghajatkan taubat, yaitu di Qodho sembahyang-sembahyang yang dahulu itu tadi.
Demikian puasa, banyak puasa kita yang rusak dengan mengupat orang dan sebagainya. Seyogyanya taubatnya itu, walaupun puasa jua tiap bulan, tapi hendaklah kita itu bayar fidyah 1 harinya selitar baras diserahkan kepada jiran yang susah untuk kifarat daripada puasa kita yang tidak sempurna itu.
Ini sangat penting kepada kita, sebab kita ini hidup kada belawasan, memarai kubur, nang anum-nang tuha sama nang dimarai kubur. Biar beundur bejalan tetap bemara jua, bemara ke kubur, nang penting itu kita ini beusaha karena diberi akal untuk menyelamatkan masing-masing diri kita.
Kalau dosa terhadap makhluk : minta halal minta maaf minta ridho, minta ampun, artinya mengaku salah kemudian jangan lagi banyak bergaul, harus luzumul-buyuut (banyak dirumah, admin), kecuali perlu baru keluar rumah karena taubatnya memang benar. Tetapi kalau taubatnya tetaubatan, itu masih seimbang antara dirumah dengan keluar dari rumah. Kalau seimbang, keluar rumah 12 jam-dirumah 12 jam-itu belum sempurna taubatnya, apalagi 20 jam bergaul+4jam ja dirumah sudah kada seimbang.
Urang nang bertaubat daripada dosa dipergaulan, caranya melepas akan tempat dosanya itu, yaitu digaulan tadi, harus menjauhi gaulan, kepada orang lain JANGANLAH JAHAT SANGKA, bahkan hendaklah mendoakan kepada orang itu supaya taubatnya itu diterima oleh Allah, karena dia sudah sadar bahwa selama bergaul menambah dosa. Jalannya mengurangi majlis-majlis dosa tadi, pergaulan td
Sumber :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1657310974333780&set=ms.c.eJwFwYENACAMArCPDIiA~_~%3B~_xtYwrYvok9eMwTs2gvYKxchcGrw~-~-.bps.a.1574517439279801.1073741856.100001646798783&type=3&theater
Kamis, 09 November 2017
Mutolaah Pengajian Abah Guru Sekumpul
Tujuan kita berkumis dan berjenggot krn Allah itu indah dan suka keindahan dan juga pembeda antara laki laki dan perempuan.
Tentunya kumis dan jenggot yg rapi, dan apabila tdk berjenggot serta tdk berkumis pun tdk apa apa, krn Guru Guru yg nahap ilmunya seperti Guru Anang Syakrani, Guru Husin Kadri, Habib Kubah Basirih,tdk memelihara jenggot dan kumis krn memang daerah nya sprt itu.
Mengaji bepicik artinya kita mengaji dgn guru sambil memijit(memicik) guru, sambil guru itu menerangkan ilmu nya.
Sedang kita yg mengaji di tengah org banyak maka itu namanya mengaji umum.
Biasanya org yg mengaji bapicik itu akan keluar ilmu yg hebat hebat dan waktu bepicik(memijit) itu berkat.
Apabila mengaji umum akan dapat ilmu.
Apabila mengamalkan wirid akan di beri Kasyap itu namanya Nurul Aurad yaitu cahaya wiridan dmn melihat yg gaib.
Apabila jadi Khodam(pelayan) peguruan maka akan di beri Keramat dan Berkat.
Jadi apabila menuntut ilmu maka dpt ilmu dan apabila tdk menuntut ilmu dan datang kerumah guru utk meminta wiridan kemudian mengamalkan wiridan itu akan dpt kasyap.
Apabila kita menuntut ilmu td tdk di amalkan, dan tdk juga punya wiridan dari guru akan tetapi kita berkhodam dgn guru jadi suruhan guru maka akan berkeramat dan beberkat. Dan apabila ketiga nya di dapat, menuntut ilmu, mengamalkan wiridan dr guru dan jd khodam guru mk namanya kukut darau(berlimpah keberkahan).
Guru Bangil jadi Tuan Guru Besar karena berkhodam dgn Syed Amin Qutbhi, Guru Anang Syakrani Berkhodam dgn Syed Umar Hamdan, Syech Yasin berkhodam dgn Syech Isa, Guru Saman berkhodam dgn Guru Saifullah Turki, Guru Husin Kadri berkhodam dgn kakek beliau Guru Adu shg mereka semua jadi bekeramat.
Dan semua itu dasar nya hanya satu yaitu iklas. Iklas harus kuat karena itu pondasi.
Iklas penting, walau beramal sedikit tp iklas maka itu cukup artinya selamat.
Apabila iklas maka akan jd wali.
Iblis hanya satu penyakit nya yaitu iri dengki. Apabila kita berbuat baik kpd org dan tdk di balas budi mk jangan marah krn itu tdk iklas krn minta balas.
Tuhuk nya nyawa unda lajari kenapa kd mencium tangan unda, itu minta balas tdk iklas. Kebaikan sendiri minta balas krn merasa diri yg punya kebaikan. Apabila merasa tdk punya kebaikan tdk akan minta balas.
Apabila takdir datang apabisa kita jd Tuhan apabila tdk bisa, maka kita bukan Tuhan tp di hati ada keinginan utk merubah takdir yg sdh di tentukan maka itu kita bodoh.
Pertama kita tahu bahwa kita tdk bisa merubah takdir dan yg kedua tetap kita paksa, shg timbul hati sangkal dan marah akibat tdk ridho dgn Qodo dan Qodar.
Padahal kita hendak hidup dan mati dlm keadaan beriman dan penentuan itu dgn menerima Qodo dan Qodar dr Allah.
Misal berdagang rugi mk bagaimana hati kita. Iman penentuan nya apakah menerima dgn inggih kpd Allah atau tdk menerima dgn sangkal.
Apabila serumahan hilang Iman mk tdk akan nyaman di dlm rmh.
Orang yg tersinggung pasti di hatinya ada marah. Kita punya tuhan Allah yg paling bagus, kata Habib Ali kita punya Tuhan Allah yg paling bagus, kita punya Nabi yg paling bagus, kita punya Kitab yg paling bagus, kita punya Islam yg paling bagus.
Apabila hendak Rahasia Rasulallah maka baca lah Kitab dari Hadramaut.
Mengerja sesuatu pekerjaan Rasulallah tapi hati nya tdk ingat kpd Rasulallah maka org itu hanya mengerja zohir dan di namakan ulama zohir.
Apabila org itu mengerja pekerjaan Rasulallah dan zohir nya pas dgn Rasulallah serta hati nya ingat dan terbayang dgn Rasulallah maka di namakan ulama zohir dan batin atau wal syariah wal hakikah. Ini adalah hasil kaji bapicik.
Sebab sebab usaha yg menambah cinta kpd Allah. Guru guru selalu berpesan jgn lah meninggal kecuali saat cinta kpd Allah sangat lah tinggi. Karena saat kita meninggal cinta kpd Allah maka Allah pun menyambut ruh itu dgn cinta juga.
Arti akhirat yaitu mendatangi Allah.
Allah itu Arrahman dan Arrahim. Allah yg maha pengasih dan penyayang memanggil kita dgn tanda tanda, dan hati harus gembira dgn jalan mencari kawan yg bisa menggembirakan hati bukan kawan yg bisa membuat kita pusang.
Kita semua akan mati dan bagaimana dlm keadaan hendak mati, hati kita gembira dgn cinta yg kuat kpd Allah.
Orang yg paling beruntung di akhirat yaitu org yg memandang Allah terus menerus yaitu org yg di dunia ini begitu kuat cinta nya kpd Allah.
Manusia ada 2 macam.
1. Golongan yg cintanya kpd Allah kurang maka bahagianya kurang dan ini golongan yg banyak.
2. Golongan yg cintanya sempurna kpd Allah dan golongan ini sedikit maka kebahagian nya dr dunia dan di akhirat.
Untuk mendapatkan cinta yg kuat kpd Allah di dunia ada 2.
1.Berhenti mengurusi dunia yg mengganggu ibadah. Apabila dunia tdk mengganggu ibadah mk jgn di buang, tp kalo menggangu mk berhenti meurusi hal yg mengganggu itu.
Istri apabila mengganggu ibadah kpd Allah mk jgn di urusi.
Apabila usaha(dunia) mengganggu dgn ibadah maka bealih(pindah) kpd usaha yg tdk mengganggu dlm ibadah walau gaji nya banyak. Misal kita punya pangkat shg amalan terganggu mk silahkan serahkan pangkat itu kpd yg lain. Dan ini hanya sedikit yg mampu krn sedikit inilah kubur nya akan luas.
2. Meletakan yg lain dari Allah di luar hati.
Istri di luar hati, Duit di luar hati.
Letakan yg lain dr Allah di luar hati.
Seperti kursi di letakan di luar, lemari di luar mk akan lapang rumah itu shg bernapas pun tdk sesak. Maka sesuatu yg letak nya di luar letakan di luar dan sesuatu yg letak nya di dalam letakan di dlm. Pokok nya hati tdk boleh ada yg masuk kecuali yg berkepntingan. Dan ini sedikit yg bisa mengamalkan.
Istri di luar, keluarga di luar, kawan di luar, rumah di luar, ibadah di luar. Apabila ibadah masuk kedalam hati maka akan jd riya dan ujub. Islam itu di luar dan iman yg di dalam.
Semua itu menghajat kan pimpinan(ada yg memimpin), Dan yg di pimpin hrs berserah sebagaimana berserah nya mayat di tangan tukang pemandian.
Kata Guru Bangil (wkt di zaman beliau) yg bisa memimpin seperti ini di jawa hanya ada 2 yaitu kyai Maksum lasam dan Kyai Hamid pasuruan. Berdua inilah kata Guru Bangil yg Murobbi Mursyd.
Allah menjadikan hati hanya satu yg tdk bisa bercampur dgn apapun. Apabila di hati cinta Allah dan keluarga mk akan bercampur cinta nya tdk lg cinta nya hanya satu kpd Allah.
Ampun maaf ulun
Sumber : https://web.facebook.com/yusrie.aydrus/posts/1937860346537073
Sabtu, 28 Oktober 2017
Mutolaah Pengajian Abah Guru Sekumpul
Tujuan kita berkumis dan berjenggot krn Allah itu indah dan suka keindahan dan juga pembeda antara laki laki dan perempuan.
Tentunya kumis dan jenggot yg rapi, dan apabila tdk berjenggot serta tdk berkumis pun tdk apa apa, krn Guru Guru yg nahap ilmunya seperti Guru Anang Syakrani, Guru Husin Kadri, Habib Kubah Basirih,tdk memelihara jenggot dan kumis krn memang daerah nya sprt itu.
Mengaji bepicik artinya kita mengaji dgn guru sambil memijit(memicik) guru, sambil guru itu menerangkan ilmu nya.
Sedang kita yg mengaji di tengah org banyak maka itu namanya mengaji umum.
Biasanya org yg mengaji bapicik itu akan keluar ilmu yg hebat hebat dan waktu bepicik(memijit) itu berkat.
Apabila mengaji umum akan dapat ilmu.
Apabila mengamalkan wirid akan di beri Kasyap itu namanya Nurul Aurad yaitu cahaya wiridan dmn melihat yg gaib.
Apabila jadi Khodam(pelayan) peguruan maka akan di beri Keramat dan Berkat.
Jadi apabila menuntut ilmu maka dpt ilmu dan apabila tdk menuntut ilmu dan datang kerumah guru utk meminta wiridan kemudian mengamalkan wiridan itu akan dpt kasyap.
Apabila kita menuntut ilmu td tdk di amalkan, dan tdk juga punya wiridan dari guru akan tetapi kita berkhodam dgn guru jadi suruhan guru maka akan berkeramat dan beberkat. Dan apabila ketiga nya di dapat, menuntut ilmu, mengamalkan wiridan dr guru dan jd khodam guru mk namanya kukut darau(berlimpah keberkahan).
Guru Bangil jadi Tuan Guru Besar karena berkhodam dgn Syed Amin Qutbhi, Guru Anang Syakrani Berkhodam dgn Syed Umar Hamdan, Syech Yasin berkhodam dgn Syech Isa, Guru Saman berkhodam dgn Guru Saifullah Turki, Guru Husin Kadri berkhodam dgn kakek beliau Guru Adu shg mereka semua jadi bekeramat.
Dan semua itu dasar nya hanya satu yaitu iklas. Iklas harus kuat karena itu pondasi.
Iklas penting, walau beramal sedikit tp iklas maka itu cukup artinya selamat.
Apabila iklas maka akan jd wali.
Iblis hanya satu penyakit nya yaitu iri dengki. Apabila kita berbuat baik kpd org dan tdk di balas budi mk jangan marah krn itu tdk iklas krn minta balas.
Tuhuk nya nyawa unda lajari kenapa kd mencium tangan unda, itu minta balas tdk iklas. Kebaikan sendiri minta balas krn merasa diri yg punya kebaikan. Apabila merasa tdk punya kebaikan tdk akan minta balas.
Apabila takdir datang apabisa kita jd Tuhan apabila tdk bisa, maka kita bukan Tuhan tp di hati ada keinginan utk merubah takdir yg sdh di tentukan maka itu kita bodoh.
Pertama kita tahu bahwa kita tdk bisa merubah takdir dan yg kedua tetap kita paksa, shg timbul hati sangkal dan marah akibat tdk ridho dgn Qodo dan Qodar.
Padahal kita hendak hidup dan mati dlm keadaan beriman dan penentuan itu dgn menerima Qodo dan Qodar dr Allah.
Misal berdagang rugi mk bagaimana hati kita. Iman penentuan nya apakah menerima dgn inggih kpd Allah atau tdk menerima dgn sangkal.
Apabila serumahan hilang Iman mk tdk akan nyaman di dlm rmh.
Orang yg tersinggung pasti di hatinya ada marah. Kita punya tuhan Allah yg paling bagus, kata Habib Ali kita punya Tuhan Allah yg paling bagus, kita punya Nabi yg paling bagus, kita punya Kitab yg paling bagus, kita punya Islam yg paling bagus.
Apabila hendak Rahasia Rasulallah maka baca lah Kitab dari Hadramaut.
Mengerja sesuatu pekerjaan Rasulallah tapi hati nya tdk ingat kpd Rasulallah maka org itu hanya mengerja zohir dan di namakan ulama zohir.
Apabila org itu mengerja pekerjaan Rasulallah dan zohir nya pas dgn Rasulallah serta hati nya ingat dan terbayang dgn Rasulallah maka di namakan ulama zohir dan batin atau wal syariah wal hakikah. Ini adalah hasil kaji bapicik.
Sebab sebab usaha yg menambah cinta kpd Allah. Guru guru selalu berpesan jgn lah meninggal kecuali saat cinta kpd Allah sangat lah tinggi. Karena saat kita meninggal cinta kpd Allah maka Allah pun menyambut ruh itu dgn cinta juga.
Arti akhirat yaitu mendatangi Allah.
Allah itu Arrahman dan Arrahim. Allah yg maha pengasih dan penyayang memanggil kita dgn tanda tanda, dan hati harus gembira dgn jalan mencari kawan yg bisa menggembirakan hati bukan kawan yg bisa membuat kita pusang.
Kita semua akan mati dan bagaimana dlm keadaan hendak mati, hati kita gembira dgn cinta yg kuat kpd Allah.
Orang yg paling beruntung di akhirat yaitu org yg memandang Allah terus menerus yaitu org yg di dunia ini begitu kuat cinta nya kpd Allah.
Manusia ada 2 macam.
1. Golongan yg cintanya kpd Allah kurang maka bahagianya kurang dan ini golongan yg banyak.
2. Golongan yg cintanya sempurna kpd Allah dan golongan ini sedikit maka kebahagian nya dr dunia dan di akhirat.
Untuk mendapatkan cinta yg kuat kpd Allah di dunia ada 2.
1.Berhenti mengurusi dunia yg mengganggu ibadah. Apabila dunia tdk mengganggu ibadah mk jgn di buang, tp kalo menggangu mk berhenti meurusi hal yg mengganggu itu.
Istri apabila mengganggu ibadah kpd Allah mk jgn di urusi.
Apabila usaha(dunia) mengganggu dgn ibadah maka bealih(pindah) kpd usaha yg tdk mengganggu dlm ibadah walau gaji nya banyak. Misal kita punya pangkat shg amalan terganggu mk silahkan serahkan pangkat itu kpd yg lain. Dan ini hanya sedikit yg mampu krn sedikit inilah kubur nya akan luas.
2. Meletakan yg lain dari Allah di luar hati.
Istri di luar hati, Duit di luar hati.
Letakan yg lain dr Allah di luar hati.
Seperti kursi di letakan di luar, lemari di luar mk akan lapang rumah itu shg bernapas pun tdk sesak. Maka sesuatu yg letak nya di luar letakan di luar dan sesuatu yg letak nya di dalam letakan di dlm. Pokok nya hati tdk boleh ada yg masuk kecuali yg berkepntingan. Dan ini sedikit yg bisa mengamalkan.
Istri di luar, keluarga di luar, kawan di luar, rumah di luar, ibadah di luar. Apabila ibadah masuk kedalam hati maka akan jd riya dan ujub. Islam itu di luar dan iman yg di dalam.
Semua itu menghajat kan pimpinan(ada yg memimpin), Dan yg di pimpin hrs berserah sebagaimana berserah nya mayat di tangan tukang pemandian.
Kata Guru Bangil (wkt di zaman beliau) yg bisa memimpin seperti ini di jawa hanya ada 2 yaitu kyai Maksum lasam dan Kyai Hamid pasuruan. Berdua inilah kata Guru Bangil yg Murobbi Mursyd.
Allah menjadikan hati hanya satu yg tdk bisa bercampur dgn apapun. Apabila di hati cinta Allah dan keluarga mk akan bercampur cinta nya tdk lg cinta nya hanya satu kpd Allah.
https://web.facebook.com/yusrie.aydrus/posts/1937860346537073
Selasa, 24 Oktober 2017
Perjuangan Abah Guru Sekumpul Menuntut 'Ilmu Agama Kepada 'Al Alamah AL-'Arif Billah Al-Muhaddist KH. M. Sya'rani Arif - Kampun Melayu
★ catatan : Mohon maaf, saat ini kami hanya menuliskannya dalam Bahasa Banjar saja. Insya Allah untuk tulisan dalam Bahasa Indonesia akan menyusul dituliskan. (ttd : Aulia Rahman )
Kalam Abah Guru Sekumpul di pengajian sidin, Tahun 2002 :
Bahari, Abah mengaji tangan 10...Di kampung Melayu 4 tahun...2 tahun bejalan batis, 2 tahun besepeda. Sepedanya sepeda "hema", sepeda urang bejual baras, kuat sepedanya, tahan di hampas. Tiap habis sholat Ashar, bejalan batis ke kampung Melayu...Sampai di gudang di depan rumah, ambil kitab, kitab sidin ( Guru Anang Sya'rani ). Dibawa kitab itu bejalan, dimana ada ka Anang Sya'rani,
disitu kita membaca. Sidin kada tentu ada di rumah...Ditakuni, adakah sidin dirumah...( dijawab ) kadeda, ditakuni lagi oleh Abah Guru...Dimana sidin? dijawab oleh urang dirumah Guru Anang Sya'rani : WaLLahu a'Lam...( lalu ) Abah guru bejalan, sekalinya ada ( Guru Anang Sya'rani ) di tumpakan, ujar Guru Anang : Jaaaaii...( dijawab oleh Abah Guru ) : Puuun?.
Adakah bawa kitab?....( dijawab oleh Abah Guru ) ada...Baca! ( ujar Guru Anang Sya'rani. ditumpakan membaca kitab....Sidin sambil belelihat haja, belelihat urang naik jukung, belelihat urang bejalan batis...( ujar Abah Guru ) sorang bacaa aja.
Kena pulang di tumpakan kededa pulang, lalu Abah Guru bejalan....( sekalinya Guru Anang ) ada di hadapan rumah urang, sidin lagi beduduk. ( ujar Guru Anang Sya'rani ) : Jaaaaaiii....( dijawab oleh Abah Guru ) : Puuuun? Adakah membawa kitab? ( dijawab oleh Abah Guru ) : Ada....( ujar Abah Guru Anang Sya'rani ) : Baca!...Di pelatar rumah urang membaca kitab, ujar Abah Guru. Dimana ada sidin, disitu membaca kitab. Kitabnya pun sidin ( Guru Anang Sya'rani ).
Akhirnya Abah Guru bisi sepeda...( wah, ini...ini kisah besepeda pulang) Besepeda...( Abah Guru betakun ) Adakah dirumah?...Ujar urang rumah : kededa...Lalu Abah Guru meneruskan mengayuh sepeda sidin....Di tumpakan kededa, di hilir kededa, di tengah kededa jua, bulang bulik Abah Guru mencarii Guru Anang Sya'rani...Tetamu Abah Guru lawan tukang kayuh Guru Anang Sya'rani...( ujar tukang kayuh jukung Guru Anang Sya'rani ) : Beapa? mencari Abah Anang kah?...( dijawab oleh Abah Guru ) : Iya...( ujar tukang kayuh ) : itu, sidin di kubah...( dijawab oleh Abah Guru ) : Kubah dimana sidin?...( ujar tukang kayuh ) : Kubah seberang, Kubah Guru Kasyful Anwar...
Lalu Abah Guru melanjutkan mengayuh sepeda, sampai sidin di jembatan, lalu menyeberang...( ujar Abah Guru ) Kubah kan disana, ( bahari ) ini kan Kubah ( sidin mencontohkan dengan tangan, kepada Jamaah di Majelis sidin di Musholla Ar-Raudhah Sekumpul ), disini kan padang...Imbah tu tumpakan, imbah tumpakan, sungai...Kita di seberang sini. Diseberang besepeda, di tumpakan ( lalu Guru Anang Sya'rani mengiau Abah Guru ) : Jaaaaii...( dijawab oleh Abah Guru ) : Puuun?...Adakah membawa kitab?...Ada, ujar Abah Guru Sekumpul.
Lalu turun Guru Anang Sya'rani, behayau di padang ( Kampung Melayu adalah kebanyakan rawa ) sampai di tumpakan, ujar Guru Anang Sya'rani : Hadangilah di subarang...Lalu dijawab oleh Abah Guru : Nggeh....ditunjul jukung di padang tadi oleh Guru Anang dengan sekali tunjulan/dorongan, sampai jukung itu ke seberang sungai di wadah Abah Guru mehadang...Lalu di pingkuti Abah Guru jukungnya. Lalu abah Guru keingatan sepeda sidin, ujar Abah Guru : Dimapa sepeda?...( lalu Abah Guru dapat jalan keluarnya ) Faham!...Ikat dulu jukung, sepeda dimapa, kuncinya kededa...Nah, ini kekurangan ( ujar Abah Guru ) [ sidin be'mantiq ]....Ancak kededa ( lalu Abah Guru be'ucap )...( pantun ) : Dibari be'ancak, gasan membuat gandak...Ujar Abah Guru, kita kada wani begandak ( senyum ). Lalu tetawaan Jamaa'ah.
Dimapa akal...Rumput kan tinggi-tinggi, disisih rumput, rabah'akan sepeda, lalu tukupi lawan rumput lagi diatasnya...( ujar Abah Guru ) Yang kasihan samut, apa ini? ujar samut...Kededa napa-napa, timbul tepisah samut dua laki bini, imbah kita meharu nintu ( ujar Abah Guru ) tehambur inya samut kada tahu kesah...Ujar Abah Guru, yang penting dulu sepeda selamat ujar sidin. Jangan ketahuan urang, hilang ni ( sepeda ) ujar sidin. Bahari bemaling ujar Abah Guru....Tediam Abah, imbah itu beucap sidin : Eh, sampai wahini ae lah be'maling ( senyum ) lalu tetawaan Jamaah Pengajian....
( lalu ujar Abah Guru ) : Arwah ka Anang kada mehadangi, sidin bebulik ke Kubah ( Kubah Guru Kasyful Anwar ). Waktu itu Guru Anang kada be sorban, sidin bebaju Kaos putih, bekupiah, betapih, bepanding/sabuk hijau bahari...( lalu Abah Guru beucap ) macam apa...Jukungnya kededa kayuhnya?....Tangan, jar sidin. Tangan Abah Guru dijadikan gasan kayuhnya, Kitab diandak sidin di atas paha, sambil bekayuh sidin ke seberang...
*SubhanaLLah ( rasa sedih ulun membayang'akan betapa sangat ber'Khaddamnya Abah Guru kepada Tuan Guru KH Anang Sya'rani Arif hanya untuk belajar kitab lawan sidin ) Masya Allah...!!! rasa kededa apa-apanya diri ini..
Akhirnya sampai Abah Guru di seberang, di ikat Abah Guru jukungnya...Lalu bejalan ae Abah Guru sampai ke Kubah Guru Kasyful...Sampai Abah Guru di Kubah, Baca! : Ujar alm Guru Anang Sya'rani, lalu Abah Guru membaca kitab di Kubah....Tuntung membaca kitab lalu Guru Anang Sya'rani lawan Abah Guru menuju jukung, Guru Anang Sya'rani langsung duduk di jukung sidin. ( Ujar Abah Guru ) : Kaya apa kededa bepengayuh, mau kada mau ae tangan dijadikan pengayuh ujar sidin...
Akhirnya sampai sidin di seberang, tepikir'akan oleh Abah Guru, kaya apa ujar sidin handak membawa Guru Anang Sya'rani bulik? sepeda kededa ancaknya ujar sidin ( kada kawa handak membonceng'akan Guru Anang Sya'rani Arif )....Kada lawas, datang tukang kayuh Guru Anang....Sekalinya, ujar Abah guru : Si tukang kayuh itu tadi, izin lawan Guru Anang handak meharagu itik, lalu di izinkan oleh Guru Anang Sya'rani, si tukang kayuh tadi sudah bejanji jam anu ulun datang lagi, ujarnya...( sesuai janji, tukang kayuh jukung Guru Anang datang )
Lalu Guru Anang naik jukung, Abah Guru bekayuh sepeda...
Ujar Guru Anang : Jaaaii....( dijawab oleh Abah Guru ) : Puun?...Malam ini datanglah ke acara saruan, ujar Guru Anang : Kitab dibawa...Dijawab oleh Abah Guru : Nggeh...
Be'maghrib Abah Guru lawan Guru Anang, habis tuntung be'Isya, langsung menuju ke saruan. Sampai di acara saruan, lalu Guru Anang memimpin tahlil...Kada lawas Guru Anang be'tahlil ( Ujar Abah Guru, Guru Anang kada pernah lawas be'tahlil mun beacaraan membaca tahlil ini, do'a pun, kada pernah panjang sidin membacanya ujar Abah Guru ).
Jaai, Ujar Guru Anang Sya'rani, Puun? : dijawab Abah Guru...Baca kitab!...Lalu dibaca Abah Guru Kitab. tuntung Abah Guru membaca, lalu Guru Anang Sya'rani memimpin do'a, lalu makanan. kada lawas keluar minuman kopi...Jaaaai : ujar Guru Anang, baca Kitab!...Lalu di baca lagi oleh Abah Guru Sekumpul. tuntung membaca kitab, bulikan Abah Guru Lawan Guru Anang Sya'rani...
Ujar Guru Anang Sya'rani : Naikan dulu kerumah, dijawab oleh Abah Guru : Nggeh...Ujar Guru Anang : Baca!...Ujar Abah Guru :"Nggeh...
Iya pulang, ujar Abah Guru ( bepander lawan Jamaah ), membaca pulang sidin lawan kitab. Sampai pukul 01.00...Ujar Guru Anang Sya'rani : Hadangilah...Dijawab oleh Abah Guru : Nggeh...Kada lawas datang Guru Anang membawa nasi, iwaknya iwak karing, nasinya nasi samin...Ujar Abah Guru seandainya kada beiwak tetap nyaman jua jer sidin, soalnya nasi saminnya dasar nyaman bedahulu ( senyum ). Makannya dimana, diatas tilam ujar Abah Guru, tilam urang kampung Melayu bahari tinggi-tinggi...( lalu Abah Guru bekisah ) Ujar ka Aluh ( bini oleh Guru Anang Sya'rani ) : Beeh...Iya banar nengkaya urang laki bini jer sidin ( senyum ) lalu ujar Abah Guru menggayai sidin : Behiri kah ( abah Guru senyum ) Jama'ah tetawaan.
Ujar Abah Guru : Ka anang be'ucap, ujar urang bahari kada boleh makan diatas tilam. lalu disambung lagi oleh Guru Anang Sya'rani : Kada tahu bagus kada ae ujar sidin, yang penting nyaman ( senyum ). Ujar sidin, asal jangan rigat...Imbah itu lanjut sidin be'2 makanan...Jam 2, hanyar Abah Guru bulik, diantar'akan oleh Guru Anang ke simpangan, imbah sampai di simpangan, lalu bepisah Abah Guru lawan Guru Anang, Guru Anang bebulik menuju arah ke rumah sidin...
Kitab tadi di tinggal oleh Abah Guru seperti biasa di tempat Guru Anang Sya'rani ( tangan 10 bulik : artinya kededa membawa apa-apa ). Esoknya datang lagi Abah Guru kerumah Guru Anang, ambil kitab, baca pulang...Ujar Abah Guru, sekali kejadian dirumah sidin tu nah, Guru Anang Sya'rani keuyuhan mungkin, ujar Abah Guru...Guru Anang memacul kupiah Sidin, bebaju kaos haja sidin, betapih behunjur...Abah Guru melihat Guru Anang Sya'rani behunjur, befikir bahwa Guru Anang Sya'rani panat, lalu waktu itu jua Abah Guru tanpa disuruh oleh Guru Anang Sya'rani langsung me'uruti batis Guru Anang sya'rani...Tangan kiri meingkut kitab, tangan kanan sambil meuruti peguruan...
Pina di lihat Abah Guru, Guru Anang Sya'rani pina teguring sudah mengaruh...Lalu Abah Guru handak mencobai melingkah bacaan, 10 lembar Abah Guru meangkat kertas kitab, hanyar sedikit teangkat, langsung ditagur oleh Guru Anang Sya'rani...Naah, ujar Abah Guru, Guru Anang teguring, tapi masih kawa meminandui aku kalau aku melingkah bacaan ( senyum ) lalu dibulik'akan sidin ke bacaan awal sidin sebelumnya... Masya Allah!
Ujar Abah Guru : Rosulullah itu kalau guring, bangun...( bahasa kitanya )
Selama 4 tahun mengaji kitab lawan Guru Anang Sya'rani sangat banyak 'ilmu yang didapat oleh Abah Guru Sekumpul dari sidin. ( 4 tahun disini berarti setiap hari sidin belajar, bukan seminggu sekali / seminggu beberapa kali )
*Kalam Abah Guru Sekumpul : Mengaji lawan Guru Anang Sya'rani harus tamat mulai lembar awal sampai lembar akhir kitab, karena apabila khattam membaca kitab belajar dengan Guru Anang Sya'rani, akan mendapatkan keberkatan si pengarang Kitab yang dibaca itu ujar Abah Guru Sekumpul.
*Kalau Guru Bangil lain lagi, ujar Abah Guru...Kalau di piciki aja, sidin kada berasa...Guru Bangil minta dijajak. Jadi waktu Guru Sekumpul belajar kitab lawan Guru Bangil sambil sidin meurut ( menjajaki awak Guru Bangil yg sedang betiharap ) sambil tangan sebelah meingkut Kitab, tangan sebelahnya sambil beingkut ke dinding. Abah Guru tetap membaca kitab, walaupun Guru Bangil sudah teguring....Masya Allah!
*Kalam Abah Guru :
"BERKHADDAM ITU LEBIH PENTING DARIPADA MENGAJI" - "BERKAT ITU DATANGNYA SAAT BERKHADDAM, BUKAN DI PENGAJIAN" - "DISINI KITA BANYAK KEKURANGAN".
WaLlahu a'Lam.
Semoga ada barokahnya dari kita membaca sebahagian dari riwayat Guru Kita, bukan hanya dibaca, tetapi semoga kita bisa mencontoh beliau, mencontoh Akhlaknya beliau, mencontoh semangat beliau dalam menuntut 'ilmu Agama...
Aamiin Allohumma Aamiin
Aulia Rahman
Abah Guru Sekumpul Pergi Berhaji
Pada tahun ini perjalanan haji dari Indonesia ditempuh dengan jalur udara dan jalur laut. Namun, perjalanan dengan menggunakan kapal laut merupakan hal yang lebih banyak dipilih, ini selain alasan ekonomi juga dengan cara ini jika beruntung mereka dapat tinggal lebih lama di Makkah, karena kapal laut biasanya berlayar jauh hari sebelum musim haji tiba, berkisar 1 ½ bulan, sebab mempertimbangkan halangan-halangan yang mungkin timbul selama perjalanan. Dengan pertimbangan ini pulalah kemudian Guru Zaini memutuskan bahwa keberangkatannya akan ditempuh lewat jalur laut.
Hari Rabu tanggal 22 Desember 1971 bertolaklah rombongan Guru Zaini dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan kapal “Lehapre Abeto”. Keberangkatan yang dilepas dengan pandangan haru dari al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan beserta kerabatnya. Sebelumnya beliau juga telah menitip salam dan surat untuk Guru beliau Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi al-Makki dan Habib Hasan Fad’aq.
Bulan telah memasuki musim penghujan namun hari itu langit terang, hanya terlihat beberapa awan tipis di angkasa yang menari-nari ditiup angin Desember. Dari dek pertama terlihat Guru Zaini melambaikan tangannya, wajah yang sumringah, yang terbayang di kalbunya hanyalah pertemuan dengan manusia yang selama ini selalu mengisi relung batinnya yang terdalam, yang namanya selalu ia ulang-ulang di kala jaga, yang selalu mengisi mimpi-mimpinya, manusia yang telah mengubah wajah dunia dengan ajaran rohaninya, Muhammad Sang Rasul, Kekasih Allah.
Moga dengan menceritakan para Aulia Allah kita mendapatkan Rahmat Allah SWT … Aamiin Allahumma Aamiin
Perawat Gigi Abah Guru Sekumpul
Pernah ulun takuni kaya'pa gigi Sidin (Abah Guru), luar biasa, jar Bu Ita, gigi Sidin rapi banar susunannya, iya banar biji jagung, rata, kededa sulang sulait, bersih, dan putih untuk ukuran orang yang belum pernah memeriksakan giginya ke Dokter.
Awalnya bu Ita ini, sidin sekedar mengawani Dr Gigi di Bjb (Banjar Baru), yang dikiau Abah Guru kerumah untuk memeriksa gigi Sidin, karena Bu Ita ini supel, bepender seadanya tapi lucu menghibur, akhirnya Bu Ita yang paling rancak dikiau Sidin (untuk beperiksa gigi sidin)
Bermula akrab, hanya skitar 2 bulanan kenal lawan Abah Guru, Abahnya Bu Ita meninggal dunia, hari itu jua Bu Ita menghadap Abah Guru, bepadah sidin lawan Abah Guru :
"Bah, abah ulun meninggal" (sidin) sambil menangis..
Dijawab oleh Abah Guru, kadapapa nak'ai, masih ada Abah lagi disni, abah ikam kubur'akan (makamkan) di Alkah Muhibbin, kena Aku nang menalqinkan'nya.
Kejadian itu cukup membuat penasaran warga di Sekumpul, siapa gerang yang meninggal ini..???
Jadi sampai Abah Guru turun menalqinkan sidin. Dan, kaplingan-kaplingan Alkah yang dilalui pijakan langkah Abah Guru yang belum ada ampun'nya, berabut urang handak menukari (tabarrukan), walau dengan harga sedikit terangkat dari harga pasaran, karena memang letak kubur Abahnya Bu Ita bekedalam sedikit.
Suatu waktu Bu Ita dijamu makan beimbai lawan Abah Guru sekeluargaan Sidin. Pas ketika Abah Guru handak menyuap, Bu Ita baucap :
"Sini nah Bah, ulun aja menyuapi pian" (tabarrukan) mau ai Sidin disuapi.
Bu Ita termasuk urang nang diperbolehkan membawa siapa aja untuk bertamu, walaupun kada sekaligus jua. Mulai Mama sidin, dingsanak, sepupu, bahkan urang-urang dikampung asal Bu Ita, Birayang Barabai.
Sidin ini menjadi perawat Gigi Abah Guru dari tahun 2001 sampai tahun 2002'an, hingga sekarang masih merawat Gigi Ibu-ibu kita (Istri Abah Guru) dan Dua Anak Sidin (Muhammad Amin Badali & Ahmad Hafi Badali)
Oleh : @Ka Bayu.
Senin, 23 Oktober 2017
Tahukah Anda Siapa itu Hadrotussyaikh
Kalau ditelinga orang banjar sosok seorang guru ini tidak lah asing lagi, apalagi dikalangan seluruh santri khususnya SANTRI darussalam martapura, karena hampir 100% ulama-ulama di tanah banjar yang tersebar di seluruh indonesia pasti bersambung silsilah sanad ilmu kepada beliau (Allah yarham), maka dari itu jasa beliau sangatlah luar biasa untuk kuatnya ISLAM AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH (ASWAJA) di tanah banjar ini,,, ke ilmu'an & ke aliman beliau sudah tidak di ragukan lagi, .
Kata Syaikh Muhammad Zaini (abah guru sekumpul) : Guru Kasyful Anwar itu Alim di seluruh fan ilmu agama, Bahkan Lauhul Mahfuz itu tembus di mata beliau (beliau Mampu melihat lauhul mahfuz kalau menengedahkan ke atas langit) .
Kemudian abah Guru sekumpul berkata lagi : GURU KASYFUL ANWAR itu TERMASUK ORANG YANG HANYA ADA SATU ORANG, DI SETIAP 100 TAHUN, (jadi Kalau ingin melihat keilmuan & ke aliman dan pangkat kewalian yg tinggi seperti beliau tunggu 100 tahun lagi, baru akan muncul yg seperti itu) .
Minggu, 22 Oktober 2017
Inilah Sebab Kenapa Guru Bakeri Suka Berlucu-lucuan Di Majelis Pengajian
Dikisahkan Abah Guru Banjar Indah (KH Syaifuddin Dzuhri)
___________________________
Sewaktu Guru Bakrie (KH Ahmad Bakrie, pendiri & pengasuh Ponpes Al-Mursyidul Amin, Gambut, Kab Banjar, Kalsel) ) masih belajar di pondok pesantren Darussalam Martapura, tepatnya di kelas 3 Ulya, kebetulan wali kelasnya adalah Abah Guru Sekumpul sendiri.
Hari itu Abah Guru memberikan PR kepada semua santri di kelas itu dengan pelajaran tasawuf melalui kitab Minhajul Abidin. Kemudian Abah Guru Sekumpul memberikan soal2 kepada para santri, kata Abah Guru, besok dikumpul tugasnya. Tiba2 Guru Bakrie menjawab langsung dengan lisan kepada Abah Guru tanpa melihat ke kitab.
Abah Guru pun tersenyum dan berkata, "Bakrie kada usah lagi digawe tugasnya karena sudah dijawab lisan." Hal inilah yg menjadi sebab kenapa Guru Bakrie jadi murid kesayangan Abah Guru di kelas. Sejak mondok Guru Bakrie memang sudah menunjukkan kecerdasannya. Beliau selalu menjadi juara kelas dan santri teladan.
Pada tahun 1993 saat Guru Bakrie ‘mangaji baduduk’ di rumah Abah Guru di Sekumpul, pada waktu itu, turut mengaji bersama beliau adalah Guru Sufiannur dan Guru Usuf.
Ketika Abah Guru hendak memulai belajaran, beliau sambil bercanda berpesan lawan Guru Bakrie, "Lamun nyawa Bakrie'ae malajari murid, baiknya tu dilucu2i, supaya murid nyawa lakas paham.”
Pesan Abah Guru ini diingat bujur oleh Guru Bakrie. Makanya dari itu, di setiap pengajian di mana saja, Guru Bakrie selalu saja ada baisi kisah2 nang lucu2 dengan niat tiada lain supaya orang yang mendengarkan bisa cepat paham, dan nang jelas itu atas suruhan Abah Guru Sekumpul. Abah Guru memang kasyaf, menyadari bahwa Guru Bakrie bakal menjadi salah satu ulama besar di Banua ini.
Akhirnya, cara Guru Bakrie mengajar dan berceramah di depan Jemaah, dengan melontarkan kisah dan joke2 lucu menjadi ciri khas dia. Dan itu didukung oleh dialek pahuluan yg kental sehingga suasana jadi cair dan gampang diterima umat. Dan itu dikatujui banyak orang Banua.
Cara pengajian Guru Bakrie persis sama dengan apa nang dilakukan oleh Abah Guru Sekumpul.
KH Ahmad Bakrie (akrab dipanggil Guru Bakrie atau Abah Guru Gambut) lahir tahun 1956 di Amuntai (Kab Hulu Sungai Utara, Kalsel) dan wafat pada tanggal 1 Februari 2013 / 20 Robi'ul Awwal 1434 H. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin, Gambut. Pondok pesantren beliau di jalan Beringin, Desa Makmur, Kec Gambut, Kab Banjar, Kalsel, hingga kini diteruskan oleh para murid beliau dan aktif mendidik para santri meneruskan ajaran pendirinya bersambung kpd Abah Guru Sekumpul.
Mudahan anak cucu juriat kita bisa menjadi alim dan sugih ilmu kaya Guru Bakrie, disenangi banyak urang dan dikatujui paguruan. Takumpul wan buhan auwlia Allah di akhirat kaena. Aamiiin ya Allah….. Al Fatihan gasan Abah Guru Gambut.
FOTO: (Alm) Guru Bakrie & Abah Guru Sekumpul.
______________
Sumber akun FB Ahbab Muhammad (Zein Elreal)
Jumat, 20 Oktober 2017
Kedatangan Pemuda Dari Batam Yang Sudah Ditunggu Abah Guru Sekumpul
Suatu hari ada seorang pemuda datang ber'ziaroh ke kubah Kelampayan (Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan zurriyat beliau), pemuda itu terlihat bingung, kemudian di tanya oleh penunggu kubah, ternyata dia dari batam dan baru sekali ke Martapura.
Dia mengaku di suruh oleh ayah angkatnya yaitu guru dimyati untuk datang ke Martapura dan mendatangi/berziaroh kedua tempat, pertama ke Kelampayan dan yang kedua kekediaman abah guru sekumpul, namun katanya pemuda tersebut :
"Saya bingung karna baru sekali kesini dan lebih bingung lagi karena ongkos sudah habis sejak turun dari Bandara..."
Akhirnya ringkas cerita, penunggu kubah menyarankan kepada tukang ojek supaya mengantar orang tersebut ke Sekumpul, tukang ojek nya juga bingung..
Kata nya: "bagaimana bisa ketemu sama Abah Guru, kebetulan tukang ojeknya cara berpakaiannya agak gaya anak muda, kendaraan di pretelnya, lalu kata penunggu kubah:
"Kalian yakinkan aja kalau memang di perintah Guru Dimyati insya Allah, Abah Guru pasti sudah menunggu..."
Berangkat lah tukang ojek bersama pemuda tadi yang bergelar pancar sembilan dari batam.
Tiga hari kemudian tukang ojek tadi datang lagi ke Kelampayan mencari penunggu kubah tersebut dan akhirnya ketemu, lalu ia bercerita, bahwa ketika mereka sampai di Sekumpul Abah Guru sudah menunggu mereka dimuka rumah beliau, kemudian mereka berdua di suruh masuk, pemuda dari batam tersebut di suruh mandi dan lalu di beri pakaian serba selembar kemudian mereka makan bersama, lalu di beri masing-masing satu amplop kata tukang ojek tadi.
Jadi ulun (saya) mancari pian (anda) ini sekarang hendak berbagi rezeki katanya tukang ojek tersebut kepada penunggu kubah Kelampayan, amplop ulun (saya) isinya 5 juta rupiah dan ulun (saya) memberi pian (anda) 5 ratus ribu katanya.
Adapun pemuda batam tadi, kembali pulang ke Batam. Amplopnya wallohu a'lam berapa.
Subnallah..!!!
Dari kesah (hikayat) ini bisa kita ambil pelajaran, bahwa Abah Guru Sekumpul, beliau kasyaf...Beliau menunggu tamu tersebut datang.
Dan akhlak beliau luar biasa memuliakan tamu, yang walaupun hanya seorang pemuda dan tukang ojek sahaja.
Beliau sangat pemurah dengan hartanya. Itu lah akhlak Wali allah ta'ala. ( pemurah dan tidak pemarah )
Dan kesah (hikayat) ini tidak terlepas dari bekah A-Mukarrom Guru Idam/Dimyathi Al-Banjari yang menyuruh anak angkat beliau datang ke Sekumpul. ( beliau mengetahui lebih dahulu keadaan anak angkatnya tersebut )
Mudah-mudaan kita dapat keberkahan Wali-wali-Nya Allah Ta'ala, dengan berkat menceritakan dan membacanya kembali akan cerita ini... Aamiin Allohumma aamiin.
Salah khilaf mohon ma'af, sumber cerita adalah penunggu kubah Datu Kelampayan. Wassalam.
Aulia Rahman
Selasa, 17 Oktober 2017
Karomah Abah GUru Sekumpul, Wali Songo
Dulu ada khadam Abah Guru sekumpul hendak ziarah wali songo, lalu sowan kerumah Abah Guru hendak minta izin untuk berangkat.
Lalu di ruang tamu bertemu dengan Abah Guru “bah,ulun minta ijin handak berangkat ziarah wali songo”
Abah menjawabnya dengan senyum dan berkata “handak kah betamu dengan wali songo?” bertanya kepada khadam tadi,
Khadam tadi langsung bingung dengan pertanyaan Abah Guru tadi.
Lalu Abah Guru berdiri dan berjalan menuju kamar dan membukakan pintu kamar
Setelah terbuka ada 9 orang duduk berbaris seperti posisi santri ingin mengaji,
Dan satu tempat kosong yaitu tempat guru nya mengajar
Lalu berkata Abah Guru Kepada khadam tadi ” ini wali songo nya lagi belajar dengan ku”
Menangis langsung khadam yang ingin berangkat ziarah wali songo tadi dan malu
Lalu khadam tadi batal berangkat karena dengan mata kepala nya sendiri wali songo mengaji dengan abah guru,
Meliat wali songo belajar di kamar Abah Guru.
——
” Orang yang masih ada hubbud dunya di hati tidak bakal tahu tentang Khususiat seorang wali, Wali itu bisa apa saja atas izin Allah.
Hanya orang bodoh dan sombong yang tidak mempercayai Kekuasaan Allah lewat seorang WaliNya “
Sabtu, 07 Oktober 2017
Cerita Guru Kholil Akhlak Abah Guru Sekumpul
"Akhlak Abah Guru Sekumpul".
Diceritakan oleh Tuan Guru Kholilurrahman bin Syeikh Salim Ma'ruf pemimpin Pondok Pesantren Darussalam, ketika pengajian beliau pada malam Rabu di masjid Al-Karomah Martapura bercerita bahwa suatu hari beliau bertemu dengan Abah Guru Sekumpul. Beliau berjabat tangan dengan Abah Guru Sekumpul. Namun tak disangka, Abah Guru Sekumpul mencium tangan beliau. Terkejutlah Beliau, dan berkata, "Aku malu sekali" karena tangan beliau dicium oleh Abah Guru Sekumpul. Kemudian beliau bertanya kepada Abah Guru Sekumpul, "Kenapa jadi pian(anda) mencium tangan ulun(saya) ?".
Dijawab Abah Guru Sekumpul, "Ayahmu kan Guru saya".
Iya betul, Syeikh Salim Ma'ruf adalah salah satu guru dari Abah Guru Sekumpul. Begitulah penghormatan Abah Guru Sekumpul terhadap guru beliau, sampai anak-anak mereka pun beliau junjung tinggi walaupun beliau sudah menjadi tokoh besar.
Subhanallah, inilah akhlak Rasulallah. Semoga kita bisa meneladani perbuatan beliau, suka menghormati dan memuliakan guru-guru kita. Karena guru adalah orang tua kita, beliau yang mengajarkan bagaimana mencintai Allah dan Rasulallah, ilmu yang disampaikan adalah makanan rohani kita, agar hati ini tetap hidup dan tidak mati. Dan mudah-mudahan kita diberi kemudahan dalam menuntut ilmu, mati beriman sempurna dan terkumpul dalam surga firdaus bighairi hisaab karena berkat cinta Allah, Rasulallah dan Waliyullah. Amiin Ya Robbal 'Alamiin.
Al-fatihah buat Abah Guru Sekumpul. Lahul Fatihah....
Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1567914529928389&set=a.130391657014024.34420.100001295715922&type=3&theater
Minggu, 01 Oktober 2017
Mengenang kembali tentang Majelis Sekumpul
Saat itu utk bisa keMajelis sekumpul ada 3 cara,Mereka yg punya kendaraan sendiri mk ke Sekumpul menggunakan kendaraan sendiri,pd saat itu kendaraan tdk sebanyak sprt sekarang sehingga jemaah lebih banyak menggunakan taksi Martapura utk berangkat ke sekempul dari pal 6 atau menunggu di pinggir jalan taksi martapuranya,dan ada juga carter taksi kuning lngsng ke sekumpul.Dan disini yg membedakan Majelis Sekumpul dgn Majelis yg lain yaitu mrk termasuk ulun yg pny duit pas pasan utk Kesekumpul mk menunggu mobil yg mau membawa keMartapura.Kami menunggu di Km 2 di seberang jalan kolonel sugiono.
Disana sdh berjejer jemaah di pinggir jalan.Dan ini bukti karomah Abah guru akan Majelis Sekumpul dimana setiap mobil yg tujuan nya ke Martapura dan dlm keadaan msh kosong mk mereka semua akan singgah di Km 2.utk membawa jemaah Sekumpul wlw mrk tdk ke Majelis Sekumpul.Shg saat mobil itu berhenti maka para jemaah pun berlarian menuju mobil itu.Disini solidaritas
diperlihatkn,dmn saat mobil itu hny bs menampung 5org sedang yg menuju ke mobil ada 7 mk jemaah saling menyuruh satu sm lain utk ikut dan saling mengalah agar yg teman aja yg ikut di mobil bkn malah saling sikut agr ikut di mobil.Sehingga setiap minggu pun jemaah merasakan semua mobil utk ke sekumpul,mulai dr mobil sedan,mobil avanza,mobil colt,mobil pemadam kebakaran sampai berdesakan di mobil pick up(Rindu saat saat itu.)
Sampai di Majelis sekumpul maka setiap gang menuju musholla Ar Raudah di penuhi yg jual minyak wangi.Disini terlihat lg kelebihan org yg jual minyak wangi di Majelis Sekumpul yaitu tradisi memalit minyak wangi,dimana para pedagang minyak wangi ini berdiri di pinggir jalan smbl memalitkan minyak wangi ketangan jemaah.Shg apabila dlm satu gang itu ada yg jual minyak wangi 5 org mk baju atau tangan kita di penuhi 5 wangi minyak wangi yg di culitkn pedagang itu kpd jemaah dan ini berlangsung smp Majelis selesai shg jgn heran bila kita lwt gang itu lg kita di palit minyak wangi lg oleh org yg td sdh memalitkn minyak wangi ketangan kita.Sekarang tradisi memalitkn minyak wangi kpd jemaah sdh tdk ada lg wlw saat haul Abah guru di sekumpul.
Kemudian yg paling khas adalah Azan di Sekumpul yg tdk pernah berubah dr saat Majelis Abah Guru smp sekarang Abah guru tdk ada lg,dan Azan itu lah pengobat kerinduan kami kpd Abah Guru yg sll mengingatkn kami kpd Abah guru mrs Abah Guru msh ada ,sprt Azan nya Bilal yg mengingatkn sahabat kpd Rasulallah.
Setelah hbs Ashar Abah Guru akan membaca kitab,dan disini tampak kesederhanaan Abah Guru dimana beliau memakai gamis putih dgn sorban dgn sering juga hny dgn peci putih.Dan di tengah2 pengajian pembacaan kitab,jemaah di suguhi kopi pakai jahe dlm cangkir yg kecil.
Saat hbs magrib pembacaan Sintu Duror atau maulid al habsy,mk akan kelihatan lh ketampanan,kegagahan,Abah guru krn beliau memakai gamis2 yg sngt indah,dimana di padu dgn jubah2 berwarna warni diserati selendang di bahu kanan dan terlihat sngt tampan,apabila ada tamu baik dr luar negeri atau dr indonesia, akan ikut dgn Abah guru saat pembacaan Maulid Al habsy.
Dan utk tahu betapa berharganya air kencing kita yaitu saat Abah Guru selesai pembacaan kitab mk jemaah menyerbu Wc,dgn ada 10 wc berjejer dn dlm 1 wc di tunggu 10 org jd kesabaran sngt terlihat disini wlw sabar menunggu smbl menahan pengen kencing tp antriannya tertib,bhkn solidaritas kelihatan lagi dmn apabila sdh tdk tahan lg mk jemaah yg giliran ke wc memberikan gilirannya kpd jemaah yg sdh kebelet itu.
Sumber : Pecinta Waliyullah
Senin, 28 Agustus 2017
Keutamaan Kitab Dalailul khoirot
Berkata Alm Guru Hudhari,,semua shalawat itu bagus,tapi ada shalawat yang spesial yang bisa mendatangkan bau harum surga didunia ini,yaitu Dalail Khairot.Kata beliau lagi,,aku ini nak ya tahun 1960 waktu Guru Ijay umur 18 tahun,kami baca Dalail Khoirot dirumah Guru Semman Mulya didaerah keraton.
waktu itu berkumpul Habib Zein AlHabsy,Guru Syarwani (Guru Bangil),Guru Semman Mulya,Guru Salman Jalil dan Guru Ibad…..Guru Ijay yang mimpin baca Dalail Khoirot kata Guru Hudhari.Setelah selesai membaca Dalail Khoirot tiba2 saja ada bau harum yang harumnya sama dengan harum misik abidh (kasturi putih) tapi harumnya menyengat sekali.
jadi aku tanyakan ke Guru Bangil,bau apa ini guru???Kata Guru Bangil “ini salah satu fadhilah membaca Dalail Khoirot..ini bau syurga Ma’wa yang datang kesini berkat kita membaca Dalail Khoirot yang dipimpin langsung wali Qutub muda (Guru Ijay/Guru Zaini sekumpul)”.
Kata Alm Guru Hudhari ,Guru Ijay mulai umur 13 tahun sampai akhir hayatnya selalu mengamalkan Dalail Khoirot sehari khatam setiap hari.Mudahan kita bisa mengamalkan Dalail Khoirot biar sehari satu hizib tidak mengapa,jangan sampai khatam dalam sehari asal setiap hari membaca secara istiqomah.Karena shalawat Dalail Khoirot kata Guru Hudhari adalah shalawat yang paling spesial/utama yg bisa mendatangkan wangi syurga ma’wa kedunia.
shalawat adalah memuji Rosululloh SAW dengan berharap beliau memberi kita syafa’at..berkat kita membaca shalawat kpd beliau SAW siapa tau dosa kita diampuni oleh Alloh SWT.
Mudahan berkat shalawat,qobul segala hajat slamat dunia akhiray husnul khotimah ‘indal maut masuk surga bighoiri hisab,terkunpul didlm syurga bersama Rosululloh SAW,bersama Datu Arsyad Kalampayan (Syeikh Arsyad AlBanjary),bersama abah Zaini sekumpul didlm istana beliau yg beliau bangun untuk kita,,,Aamiin!!!
Langganan:
Postingan (Atom)






















