Minggu, 19 November 2017
Kisah sahabat Thulaib bin Umair RA
Thulaib bin Umair masih saudara sepupu Nabi SAW, ia memeluk Islam ketika Nabi SAW masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi di Darul Arqam, sehingga bisa dikatakan ia sebagai kelompok as Sabiqunal Awwalin. Setelah keislamannya, ia menemui ibunya, Arwa binti Abdul Muthalib, dan mengatakan kalau dirinya telah menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW dan berserah diri kepada Allah. Menanggapi pengakuannya tersebut, sang ibu berkata, "Sesungguhnya yang lebih berhak kamu bantu adalah anak pamanmu itu (Muhammad SAW), demi Allah jika kami mampu melakukan seperti yang dilakukan oleh kaum lelaki, sudah pasti aku akan mengikuti dan melindunginya."
Saat itu Nabi SAW memang banyak mengalami halangan, cacian dan penyiksaan dalam mendakwahkan Islam. Mendengar jawaban ibunya tersebut, Thulaib berkata, "Apakah yang menghalangi ibu mengikutinya, padahal saudara laki-laki ibu, Hamzah, telah memeluk Islam?"
"Aku akan menunggu apa yang dilakukan oleh saudara-saudara perempuanku, kemudian aku akan menjadi seperti mereka," Kata Arwa.
Tetapi Thulaib tidak puas dengan jawaban ibunya ini, ia terus mendesak dan berkata, "Sesungguhnya aku meminta dengan nama Allah, agar ibu menemuinya (yakni Nabi SAW), mengucapkan salam dan membenarkannya, dan mengucapkan kesaksian kepadanya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah."
Melihat tekad dan kesungguhan Thulaib dalam mengajaknya kepada Islam, akhirnya Arwa luluh juga. Pada dasarnya ia memang ingin membela Nabi SAW yang masih keponakannya sendiri, ketika begitu banyak orang yang memusuhi dan menyakitinya. Ia akhirnya berkata, "Jika memang begitu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah pesuruh-Nya."
Thulaib merasa gembira dengan keputusan ibunya, apalagi ia selalu didorong untuk membantu Nabi SAW dan juga menyiapkan kebutuhan Nabi SAW dalam perjuangannya.
Kisah Sahabat Hakam bin Kaisan RA
Dalam Perang Badar, Hakam bin Kaisan yang berperang di pihak kaum kafir Quraisy ditawan oleh Miqdad bin Amr. Pimpinan Miqdad ingin memenggal kepala Hakam, tetapi Miqdad memutuskan untuk menyerahkannya pada Rasullullah SAW. Beliau mengajak Hakam untuk memeluk Islam, tetapi Umar bin Khaththab yang saat itu bersama Rasullulah pun pesimis akan Islamnya Hakam, melihat bagaimana kerasnya permusuhannya kepada Islam selama ini. Karena itu ia juga menyarankan untuk membunuh Hakam saja.
Tetapi Nabi SAW, dengan pandangan beliau yang jauh menembus waktu dan tempat, mengabaikan saran Umar tersebut. Dengan sabar beliau menjelaskan tentang Islam, dan akhirnya Hakam masuk Islam. Maka Rasulullah bersabda, "Kalau saja aku memenuhi keinginan kalian beberapa saat yang lalu, tentu ia masuk neraka!"
Itulah salah satu bentuk kecintaan Rasulullah SAW kepada umat beliau, jauh lebih besar daripada kecintaan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri. Hakam pun selalu memperbaiki keislamannya, sehingga akhirnya ia menjadi salah satu sahabat yang hafal Al Qur'an.
Waktupun berlalu, suatu ketika datang seseorang bernama Abu Bara' Amir bin Malik ke Madinah, Nabi SAW menyerunya untuk masuk Islam tetapi ia menolak. Namun demikian dia menyarankan Nabi SAW mengirim rombongan dakwah ke daerah Najd untuk menyeru kepada Islam. Tetapi Nabi khawatir akan keselamatan mereka karena daerah tersebut memang masih sangat rawan kejahatan. Tetapi Abu Bara' meyakinkan beliau, dan dengan segala pengaruhnya di sana, ia akan menjamin keselamatan rombongan dakwah tersebut. Karena itu beliau mengirim tujuhpuluh orang sahabat pilihan penghafal Qur'an dipimpin oleh Mundzir bin Amr, dan salah satunya adalah Hakam bin Kaisan.
Rombongan ini kemudian dikhianati dan dibantai oleh Amir bin Thufail dan sekutunya di Bi'r Ma'unah tanpa tersisa, termasuk Hakam bin Kaisan, kecuali satu orang, Ka'ab bin Zaid bin An Najjar yang pura-pura mati walau terluka terkena tombak.
Sungguh beruntung nasib Hakam bin Kaisan, dari calon penduduk neraka karena melawan Nabi SAW di Perang Badar, kemudian menjadi penduduk surga karena syahid di Bi’r Ma’unah.
Sumber link asli di sini
Jumat, 17 November 2017
Amalan Batin Ketika Waktu Berwudhu
بسم الله الرحمن الرحيم.قال المصنف رضى الله تعالى عنه ونفعنا به:
(فائدة) قال القيصرى :ينبغى للمتطهر أن ينوي مع غسل كفيه تطهيرهما من تناول ما يبعده عن الله تعالى ونفضهما مما يشغله عنه….إلخ(إعانة الطالبين 1/54-55)
*Berkata Sayyid Muhammad Syatho ra dlm ktb nya I’anatuttholibin juz:1,Hal:54-55:
“FAEDATUN/INI SUATU FAEDAH”
*Berkata Syeikh Al-Qoeishory ra:
Hendaklah bagi orgyg berWUDHU berniat ia (menghadirkan dlm hati) di ketika:
1.MEMBASUH KEDUA TELAPAK TANGAN NYA,Berniat:Mensucikan nya drpd bekas mengambil/menyentuh sesuatu(drpd dunia,yg haram,mubah,syubhat&yg tdk bermanfaat) yg mengakibatkan semakin jauh hubungan nya dgn Tuhan nya dan sgl yg mengganggu ibadahnya,sprt bekas membuka FB yg tdk bermanfaat,dll.
2.WKT BERKUMUR-KUMUR: (berniat) Mensucikan MULUT nya drpd bekas berkata-kata yg kotor dan buruk.
3. WKT ISTINSYAQ(Memasukan air kehidung): Berniat Mengeluarkan bekas mencium bau2 yg disukai drpd mata benda duniawi.
4. WKT MENYELAT-NYELATI (MENYAPU) RAMBUT: Berniat Mencabutnya dr kekuasaan sesuatu yg memilikinya dan menggugurkan nya dari tmpt yg paling tinggi kpd tmpt yg paling rendah.Yakni berniat minta peliharakan diri drpd terjerumus ke dlm neraka.
5. WKT MEMBASUH MUKA: Berniat Mensucikannya drpd bekas:
-Menghadap kpd mengikutkan hawa nafsu dan
-Mencari pangkat kemuliaan yg hina disisi manusia,dan
-bekas khusuk nya yg bukan khusuk karena Allah ta’ala.
6. WKT MEMBASUH HIDUNG(Ketika basuh muka): Berniat Mensucikan nya dari rasa besar hidung/Sombong.
7. WKT MEMBASUH MATA (ketika membasuh muka) : Berniat Mensucikan nya dari bekas melihat sgl yg di benci menurut syariat dan memandang sgl sesuatu yang bukan KARENA ALLAH(lupa Allah) baik yg bermanfaat maupun yg memudhorrotkan.
8. WKT MEMBASUH KEDUA TANGAN: Berniat Mensucikannya drpd bekas mengambil/menyentuh sesuatu yg menyebabkan nya jauh dgn Tuhan (Lalai).
9. WKT MEMBASUH KEDUA TELINGA: Berniat mensucikan keduanya drpd bekas mendengarkan sgl sesuatu yang melalaikan nya dan yg di haramkan.
10. WKT MENYAPU KEPALA: Berniat Menghilangkan suka mengepalai dan suka meatasi(jadi pemimpin) yg mengakibatkan sombong.
11. WKT MEMBASUH KEDUA KAKI: Berniat Mensucikan keduanya drpd bekas suka bergegas kpd melanggar sgl apa2 yg di perintahkan Tuhan dan drpd mengikutkan hawa nafsu.
* Berkata lg Mushonnif ra:
وبما ذكر يصلح الجسد للوقوف بين يدي الله تعالى الملك القدوس:
“Sgl apa2 yg telah di sebutkan itu (drpd amaliyah bathin wkt berwudhu) sgt membantu sekali utk membaguskan jasad kita diketika wuquf(berdiri di tmpt sholat) di hadapan Allah ta’ala Tuhan yg di sembah”.
Demikianlah apa yg telah disebutkn dlm itu ktb,Mudh2n kita semua dapat meamalkan nya sdkt demi sdkt,sehingga air wudhu kita itu benar2 memberi bekas ke dlm hati kita,yakni kita suci jhohir&bathin.Aamiiin
Kerjakan 10 Perkara di Waktu subuh
Kita sebagai umat Rasulullah ﷺ diberi banyak keistimewaan dengan ganjaran pahala yang tidak diberikan kepada umat terdahulu…betapa besarnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita.
Waktu subuh mempunyai ganjaran yang begitu besar jika seseorang itu mengetahui kelebihannya. Kita wajib mensyukuri dan akan ketahui akan nikmatnya ketika menutup mata, berada di Padang Mahsyar dan di hari Kiamat kelak.
JANGAN TINGGALKAN 10 PERKARA….
1. Solat sunat sebelum subuh (selepas fajar sadiq).
Rasulullah ﷺ bersabda yang bermaksud: “Dua rakaat fajar (solat sunat sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(Riwayat Abu Daud, Muslim dan al-Nasa’i)
Malah disebabkan nilainya yang begitu tinggi, disunatkan mengqada solat sunat fajar itu sekiranya terlewat waktunya, sama ada setelah selesai solat Subuh atau setelah terbit matahari.
2. Ketika solat sunat fajar isi dengan bacaan surah. Saiyidina Umar ketika bertamu di rumah Rasulullah ﷺ “aku selalu mendengar Rasulullah ﷺ membaca surah al Kafirun (rakaat pertama) dan al-Ikhlas (rakaat ke-2). Surah ini berkaitan dengan aqidah, maka hendaklah dipasakkan dalam diri agar dapat mengukuhkan keimanan kita.
Di samping itu, boleh juga baca surah al Insyirah dan al Fiil sebab ulama berkata “tidak akan terkena padanya yang menyakitinya hari itu.” Membaca kedua-dua surah tersebut sebagai pendinding di awal pagi.
3. Solat subuh (samada berjemaah atau tidak).
Rasulullah ﷺ bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang solat pada dua waktu yang dingin, maka dia akan masuk syurga.” (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan Ibn Hibban). Dua waktu yang dingin yang dimaksudkan dalam hadis itu ialah solat Subuh dan Asar.
4. Sesiapa yang solat Isyak berjemaah ( sekurangnya 2 orang) baginya pahala seumpama membangunkan ibadah separuh malam.
Diriwayatkan dari Uthman bin Affan r.anhu bahawasanya Nabi ﷺ bersabda:
“ Sesiapa yang solat Isyak secara berjemaah akan mendapat pahala seolah-olah bangun separuh malam dan sesiapa yang solat subuh berjemaah akan mendapat pahala bangun sepenuh malam.[ HR Imam Muslim]
5. Sesiapa yang solat Subuh berjemaah kemudian berdoa,
اللهم زقنا الإستقامة
“Allahumma zugna istiqamah”
Ya Allah rezekikan kami istiqamah
Umpama beribadah sepenuh malam mulai daripada waktu Maghrib hingga Subuh.
5. Selepas memberi salam solat Subuh, jangan dirongkai kaki (duduk tawaruk) dan jangan bercakap lalu membaca zikir tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda, sesiapa yang membaca zikir berikut 10 kali sesudah solat Maghrib dan Subuh:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ
يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Tiada Tuhan melainkan Allah yang tunggal tiada sekutu bagi-Nya,
Bagi-Nyalah kerajaan dan puji-pujian, ditangan-Nya kebaikan,
Yang menghidupkan dan mematikan serta Dia berkuasa membuat segala sesuatu.
Maka akan dicatat baginya ganjaran untuk setiap kali bacaan 10 pahala, dihapuskan 10 dosa, diangkat 10 darjatnya, di samping itu menjadi perlindungan dari syaitan.
6. Jangan tinggalkan membaca:
اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ (×7)
Siapa yang selesai solat Subuh dan Maghrib lalu membaca “Allahumma ajirna minannar (Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka)” 7 kali, jika meninggal pada malam itu nescaya Allah menulis baginya perlindungan dari api neraka.”
(HR Nasa’i dan Abu Dawud dari al Harist bin Muslim)
Dengan membaca doa ini, api neraka akan berkata kepada Allah, “Ya Allah, jauhilah orang itu daripada aku Ya Allah.”
7. Sebelum ke masjid/surau, selepas solat sunat Subuh, rebahkan badan di rusuk sebelah kanan lalu baca doa “Allahumma robba Jibril wa robba Mikail wa robba Israfil wa robba Muhammad, ajirna minnar ”
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ …اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, Israfil dan Muhammad, lindungilah kami dari api neraka.”
**Perbuatan merebahkan badan sebagai
1. Sunnah Nabi
2. Kedudukan badan dalam kubur
3. Kedudukan jantung
4. Menunjukkan betapa lemahnya kita –
tidak mampu melakukan apapun tanpa kekuatan dari Allah.
8. Jangan lupa bawa dan masukkan duit dalam tabung masjid/surau. Jika tidak sempat sediakan “Tabung Subuh” di rumah, dikumpulkan setiap hari dan disedekahkan kepada masjid/surau.
Dari Abu Hurairah, dia berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada orang yang suka berinfak.” Malaikat yang kedua berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
9. Jangan tinggal selepas solat Subuh membaca zikir ini dengan ucapan “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhoka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi ” (HR Muslim).
Maknanya: Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar redha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya,dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (HR Muslim)
10. Baca ” …innama sana’uu kaidu saahir wa ka yuflihus saahiru haithu ataa”
Surah Taha: 69
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا
إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ
“Dan campakkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia menelan segala (benda-benda sihir) yang mereka lakukan, kerana sesungguhnya apa yang mereka lakukan itu hanyalah tipu daya ahli sihir; sedang ahli sihir itu tidak akan beroleh kejayaan, di mana sahaja ia berada”.
Semoga kita tergolong dalam kalangan orang yang memuliakan waktu Subuh..
Rabu, 15 November 2017
Kisah Sahabat Barra bin Malik RA
Barra bin Malik adalah seorang sahabat Anshar yang kurus dan bermata cekung. Ia masih saudara tua Anas bin Malik, sahabat sekaligus pelayan Nabi SAW yang banyak meriwayatkan hadits-hadist Nabi SAW. Barra bin Malik memiliki keberanian dan semangat juang sangat tinggi, kontras sekali dengan penampilan tubuhnya yang kurus kecil. Ia tidak takut kepada musuh apapun dan selalu merindukan untuk mati syahid. Karena itu ketika menjadi khalifah, Umar bin Khaththab pernah menulis surat pada wakil-wakilnya untuk tidak menjadikan Barra sebagai komandan pasukan, dikhawatirkan ia akan membawa pasukannya kepada kemusnahan, walau memang mati syahid, karena semangat jihadnya yang terlalu tinggi.
Pasukan yang dibentuk Khalifah Abu Bakar RA untuk menumpas pasukan Nabi Palsu Musailamah al Kadzab di Yamamah, pertama kali dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, tetapi dapat dipukul mundur pasukan Musailamah. Pasukan kedua yang dipimpin oleh Khalid bin Walid juga sempat kocar-kacir, sebelum akhirnya Khalid merubah strategi dengan mengelompokkan pasukan sesuai kabilah dan golongannya, Barra diserahi untuk memimpin kaum Anshar. Riwayat lainnya menyebutkan dipimpin oleh Tsabit bin Qais bin Syammas, yang tidak lain masih pamannya sendiri. Atau bisa jadi, Barra sebagai komandannya dan Tsabit sebagai pembawa panji dari kelompok Anshar.
Dengan strategi ini pasukan Musailamah dipukul mundur dan berlindung dalam bentengnya yang kokoh, pasukan muslim sempat kesulitan menembus benteng karena dikelilingi tembok yang tinggi dan pintu yang terkunci rapat, sementara itu panah-panah menghujani mereka dari atas. Barra mengambil inisiatif beresiko tinggi untuk menjebol kebuntuan tersebut. Di dekat pintu gerbang benteng, ia duduk di atas sebuah perisai dan berkata kepada pasukannya, "Lemparkanlah aku ke dalam benteng dengan perisai ini, aku akan syahid, atau aku akan membukakan pintu gerbang ini untuk kalian!"
Sepuluh orang memegang perisai tersebut kemudian melemparkan Barra ke atas benteng. Tubuhnya yang kurus kecil dengan mudah melampaui dinding benteng, dan dengan pedang terhunus ia jatuh dikumpulan pasukan musuh yang menjaga pintu gerbang. Dengan semangat tinggi Barra menyerang mereka dan setelah melumpuhkan sepuluh orang, ia berhasil membuka pintu gerbang benteng dan membuka jalan bagi pasukan muslim memasukinya.
Akhirnya Pasukan Musailamah dan Bani Hanifah dapat dikalahkan dan nabi palsu itu terbunuh oleh tombak Wahsyi bin Harb, tombak yang sama yang telah mengantarkan Hamzah kepada syahidnya di Perang Uhud. Sungguh suatu tebusan yang setimpal. Dalam pertempuran Yamamah ini, Barra berhasil membunuh seorang tokoh kepercayaan Musailamah yang dikenal sebagai Muhkam al Yamamah, atau Kaldai Yamamah, seorang lelaki tinggi besar dengan pedang berwarna putih. Atau mungkin juga mereka dua orang yang berbeda, yang keduanya dibunuh oleh Barra.
Ketika kembali ke kemahnya, Barra mengalami delapanpuluh lebih luka tusukan pedang dan anak panah. Namun dengan ijin Allah luka-luka itu akhirnya sembuh dalam waktu satu bulan.
Semangat Barra untuk memperoleh syahid terus berkobar, karena itu pertempuran demi pertempuran diikutinya. Tibalah pertempuran melawan tentara Persia di Tustar dimana ia juga terjun di dalamnya. Pasukan muslim berhasil memukul mundur pasukan Persia dan mengepung benteng kota Tustar, benteng pertahanan terakhir mereka.
Pasukan Persia bertahan dengan mengulurkan rantai--rantai besi panas yang ujungnya diberi pengait untuk menghalau pengepungnya, layaknya sedang memancing ikan. Mereka yang terkena kaitan dan ditarik ke atas benteng, nasibnya tidak akan beda jauh dengan ikan yang terkena pancingan nelayan. Beberapa orang muslim terkena kaitan dan ditarik ke atas, salah satunya adalah Anas bin Malik, saudara Barra bin Malik.
Melihat hal itu, Barra bergerak cepat untuk menyelamatkan saudaranya. Ia mencoba melompat dan memegang rantai besi tetapi tangannya jadi terbakar dan melepuh, namun demikian ia tidak berhenti berusaha sehingga akhirnya ia berhasil menaiki tembok dan memotong tali di atas rantai sehingga Anas bisa selamat.
Nabi SAW pernah bersabda, bahwa kadang-kadang ada orang yang berpakaian dua kain lusuh dan tidak diperdulikan (karena remeh keadaannya), tetapi jika dia bersumpah dengan nama Allah, maka Dia akan mengabulkannya, di antara mereka ini adalah Barra bin Malik.
Begitu kuatnya pertahanan benteng Tustar, kalau terus berlarut-larut seperti itu, bisa-bisa tentara muslim akan kalah, maka beberapa sahabat yang menjadi saksi akan sabda Nabi SAW tersebut, segera meminta agar Barra berdoa dan bersumpah untuk kemenangan kaum muslimin. Barra memenuhi permintaan mereka ini. Ia berdoa, "Aku bersumpah kepadaMu, wahai Rabbku, berikanlah tengkuk-tengkuk mereka kepada kami, dan pertemukanlah aku dengan NabiMu…!”
Usai berdoa, bersama beberapa pasukan muslim lainnya, ia berusaha menyerang dan merusak pintu gerbang benteng yang begitu kokoh. Dan dengan pertolongan Allah mereka bisa menjebol benteng pertahanan Tustar, kemudian menyerang dan memporak-porandakan pasukan Persia. Barra sendiri berhasil berhadapan dengan Marzaban az Zarih, seorang pembesar dan pahlawan Persia yang telah terkenal, dan akhirnya ia berhasil membunuhnya. Tetapi keadaan Barra sendiri juga terluka parah, dan seperti permintaan doanya, ia gugur sebagai syahid dalam pertempuran ini.
Peristiwa ini terjadi di masa khalifah Umar bin Khaththa
Kisah Sahabat Qatadah bin Nu'man
Nabi SAW pernah diberi hadiah sebuah busur panah, kemudian beliau memberikan busur itu kepada Qatadah bin Nu'man. Dengan busur itulah Qatadah berjuang di perang Uhud. Ketika posisi pasukan muslimin berbalik dari kemenangan menjadi kekalahan, Nabi SAW dalam keadaan terkepung dan dihujani anak panah, tanpa keraguan Qatadah “pasang badan” untuk melindungi beliau dari depan sambil terus menyerang dengan panahnya, bahkan ia melindungi wajah beliau dengan wajahnya sendiri. Satu anak panah tepat mengenai matanya sehingga bola matanya lepas dan jatuh di telapak tangannya.
Nabi SAW menangis ketika melihat keadaannya, dan beliau berdoa, "Ya Allah, Sesungguhnya Qatadah telah melindungi wajah NabiMu dengan wajahnya sendiri. Maka jadikanlah matanya yang rusak itu lebih baik dan lebih tajam penglihatannya daripada mata satunya….!"
Setelah itu Nabi SAW mengambil bola mata tersebut dari tangan Qatadah dan meletakkannya di tempatnya, dan sungguh suatu mu'jizat, seketika mata Qatadah sembuh dan lebih baik keadaannya dari mata satunya. Setelah sembuh, Qatadah kembali menerjunkan diri ke medan pertempuran.
Selasa, 14 November 2017
Kisah Sahabat Rafi' bin Amirah bin Jabir RA
Rafi' bin Amirah bin Jabir tengah mengembalakan kambing, ketika seekor serigala berhasil menerkam salah satu kambing gembalaannya yang paling besar. Rafi' pun berjuang melepaskan kambingnya dari terkaman serigala tersebut, sambil berkata, "Mengherankan, bagaimana mungkin serigala mau membawa buruan yang lebih besar dari dirinya sendiri?"
Setelah berhasil membebaskan kambing tersebut dari cengkeraman serigala, tanpa disangka serigala itu berkata, "Lebih mengherankan lagi kamu, kau ambil dariku rezeki yang ditakdirkan Allah untukku."
Ibnu Amirah sangat terkejut dan berkata, "Sungguh mengherankan serigala bisa berbicara."
Ternyata serigala itupun masih berbicara lagi, "Lebih mengherankan lagi orang yang keluar dari Tihamah, ia mengajak kalian ke surga namun kalian enggan, justru kalin ingin masuk neraka."
Rafi' bin Amirah memang telah mendengat tentang risalah agama baru, yakni Islam yang dibawa Nabi SAW. Karena itu begitu mengalami peristiwa mengherankan dimana serigala bisa berbicara, bahkan membenarkan kenabian Nabi Muhammad SAW, segera ia datang kepada beliau. Sementara Nabi SAW telah memperoleh berita tentang Ibnu Amirah tersebut dari Jibril AS. Karena itu, begitu Rafi' tiba di hadapan Nabi SAW dan belum sempat menceritakan apa yang dialaminya, beliau telah mendahului menceritakan pengalamannya dengan serigala yang berbicara tersebut, sehingga tanpa keraguan lagi, ia pun membenarkan Rasulullah SAW dan masuk Islam
Langganan:
Postingan (Atom)





