Senin, 05 Februari 2018

Kisah Sahabat Suraqah bin Malik bin Ju'syum RA


Suraqah bin Malik bin Ju’syum merupakan seorang tokoh terkemuka di daerah Najd yang berasal dari Bani Kinanah, dan sangat dihargai oleh kaum Quraisy Makkah. Karena itulah ketika Iblis ingin tampil sebagai manusia dalam mendukung permusuhannya kepada Nabi SAW, ia mewujudkan diri sebagai Suraqah bin Malik

Dua kali iblis muncul dalam wujud sahabat ini, pertama saat kaum Quraisy bermusyawarah di Darun Nadwah, saat itu ia mendukung dan menguatkan pendapat Abu Jahal untuk membunuh Nabi SAW. Kedua pada saat perang Badar. Ketika pasukan kafir Quraisy ragu-ragu untuk meneruskan pertempuran, sekali lagi Iblis dalam bentuk Suraqah ini mendukung dan menguatkan mereka. Tetapi ketika iblis melihat pasukan malaikat yang dipimpin Malaikat Jibril, ia segera berlari terbirit-birit. Harits bin Hisyam sempat memegang tangannya dan berkata, “Wahai Suraqah, bukankah engkau berkata akan mendukung kami dan tidak akan meninggalkan kami!!”

Tentu saja Harits mengira dia adalah benar-benar adalah Suraqah bin Malik. Iblis memukul dada Harits hingga ia terjengkang, dan berkata, “Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, siksaan Allah benar-benar sangat pedih…!!”

Sebagai hasil kesepakatan dari pertemuan kaum Quraisy di Darun Nadwah, para pemuda dari beberapa suku Arab berkumpul di depan pintu rumah Nabi SAW dengan satu tujuan,  membunuh beliau. Tetapi tentu saja dengan mudah Allah menyelamatkan Nabi SAW, beliau melewati mereka, bahkan sempat menaburkan pasir di setiap kepala mereka tanpa mereka menyadarinya (sebagian riwayat menyebutkan mereka tertidur), kemudian beliau berangkat hijrah bersama Abu Bakar.
Tetapi kegagalan tersebut tidak menyurutkan maksud kaum kafir Quraisy untuk menghabisi Nabi SAW. Mereka terus melakukan pencarian dan bahkan mengadakan sayembara, siapapun yang bisa membawa atau menunjukkan keberadaan Nabi SAW akan memperoleh hadiah 200 ekor unta.



Salah seorang yang berhasil menelusuri jejak perjalanan Nabi SAW adalah Suraqah bin Malik. Ia memperoleh informasi salah seorang dari kaumnya, Bani Mudlij, yang melihat sekelompok orang berjalan di pesisir, yang dikiranya adalah rombongan Nabi SAW yang dicari-cari kaum Quraisy. Suraqah membenarkan dalam hatinya, tetapi karena tidak ingin kedahuluan orang lain untuk memperoleh hadiah yang dijanjikan, ia berkata kepada orang itu, "Bukan, mereka adalah Fulan bin Fulan yang pergi karena tidak ingin kita lihat."

Tetapi diam-diam ia menyuruh pembantunya untuk menyiapkan kuda dan perlengkapannya. Ketika tidak ada orang yang melihatnya, ia segera memacu kendaraannya ke pesisir yang ditunjukkan orang tersebut. Suraqah mengendarai kuda yang cepat, sehingga ia bisa mengejar rombongan hijrah Nabi SAW tersebut dan jaraknya semakin dekat. Nabi Saw tetap tenang, sementara Abu Bakar yang duduk di boncengan unta Nabi SAW, terlihat cemas dan berkali-kali melihat ke belakang.

Setelah jarak makin dekat, tiba-tiba kuda Suraqah terjerembab jatuh, Nabi SAW terus saja berjalan tanpa memperdulikan Suraqah yang mengejarnya. Setelah berhasil mendekati lagi, Suraqah menyiapkan anak panahnya, tetapi lagi-lagi kudanya terjerembab, sementara Nabi SAW terus berjalan. Masih juga penasaran, setelah berhasil membebaskan kudanya, ia mengejar lagi, tetapi untuk ketiga kalinya, kudanya terjerembab dan kali ini diikuti dengan debu yang bertaburan di udara. Sadarlah Suraqah bahwa orang yang dikejarnya bukanlah orang sembarangan.

Setelah berhasil membebaskan kudanya dan tidak ada lagi niat untuk menangkap atau membunuh Nabi SAW, ia berhasil mendekati rombongan beliau dan memanggilnya. Setelah berhadapan dengan Nabi SAW, ia meminta maaf dan memohon untuk tidak diapa-apakan. Ia juga menawarkan untuk memberikan perbekalan yang dibawanya. Nabi SAW memaafkannya tetapi menolak pemberiannya, hanya saja beliau meminta untuk merahasiakan pertemuannya itu.

Suraqah meminta jaminan keamanan dari Nabi SAW, dan beliau menyuruh Amir bin Fuhairah untuk menuliskannya di sebuah kulit, dan menyerahkannya kepada Suraqah. Sesaat kemudian Rasulullah SAW berkata pada Suraqah, "Wahai Suraqah, bagaimana perasaanmu jika engkau memakai dua gelang Kisra?"

            "Kisra bin Hurmuz?" Suraqah tercengang tak mengerti.                                                                    Nabi SAW tersenyum memandang ekspresi Suraqah, tetapi beliau tidak menjelaskan lebih lanjut. Kemudian beliau meninggalkannya meneruskan perjalanan hijrah.     
Begitulah waktu berlalu, di masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, datang ghanimah dari Persia yang telah dikalahkan pasukan muslim. Umar teringat akan kisah Rasulullah SAW bersama Suraqah, ia mencari dua gelang Kisra di antara tumpukan ghanimah. Setelah ditemukan, Umar memanggil Suraqah dan berkata, "Pakailah dua gelang ini, naiklah ke mimbar dan angkat tanganmu, lalu katakan, : Mahabenar Allah dan RasulNya."   

Suraqah maju ke mimbar, ia melakukan apa yang diperintahkan Khalifah Umar dengan penuh haru. Terbayang di matanya apa yang dikatakan Nabi SAW bertahun yang lalu ketika beliau hijrah. Sungguh sangat tidak terbayangkan saat itu, bahwa orang-orang muslim akan mampu mengalahkan dan menghancurkan imperium besar yang telah berusia ratusan tahun, Kerajaan Persia.

Tidak ada kejelasan riwayat, apakah Suraqah memeluk Islam saat bertemu dengan Nabi SAW di perjalanan hijrah tersebut atau waktu lainnya. Sebagian riwayat menyebutkan ia memeluk Islam ketika Nabi SAW kembali dari Haji Wada’ ketika beliau berada di Ji’ranah. Tetapi yang jelas pada akhirnya  ia memeluk Islam telah menjadi saksi dari kebenaran "ramalan" beliau SAW.

Selasa, 23 Januari 2018

Ahklak Abah Guru Sekumpul Yang Di Ceritakan Oleh Guru Zuhdi



Catatan Menuju Haul Syaikhona Abah Guru Sekumpul.

Berkata Abah Haji Guru Zuhdi...
Kita semua berakhlak karena guru yg memberi bimbingan,tanpa guru yg mencontohkan mana mungkin kita bisa berakhlak.
Mula mula Abah Guru sekumpul bebacaan di keraton dan menyiarkan lwt radio dan saat itu ada yg merasa terganggu krn frekuensi mengganggu jalur orari sehingga Abah Guru berhenti menyiarkan lwt radio.
Mendengar Guru Ibad(Guru Badarudin) pengajian tdk di siarkan lg di radio,beliau marah karena kata Guru Ibad,beliau tdk bisa hadir di majelis itu shg mendengar lwt radio sambil membuka Kitab shg beliau msh tetap belajar dgn Abah Guru.
Guru Ibad meminta Abah guru melanjutkan menyiarkan lwt radio akan tetapi akhalk Abah Guru yg sk mengalah tdk mau lg menyiarkan nya.

Saat masa mudanya banyak yg iri dgn Abah Guru Sekumpul sampai beliau di keroyok dan di pukuli oleh beberapa org. Abah guru menangkis dgn tangan org yg menyerang dgn senjata tajam,akan tetapi orang yg memukul dgn tangan kosong di biarkan Abah Guru(di sandang) mengenai tangan dan badan beliau.
Beliau pulang kerumah dlm keadaan bengkak badan,tangan dan beliau diam tnp mengadu kpd keluarga .
Karena orang tua beliau pernah berkata apabila memberitahu(mengeluh) kpd makhluk mk kafir lah engkau. Dan nasehat ini di jalankan Abah Guru dgn tdk pernah mengadu kpd makhluk.
Nenek melihat badan Abah Guru bengkak lalu di kasi minyak urut dan bau minyak urut sampai tercium oleh Ayah dr Abah Guru tp Ayah dr Abah guru hnya diam krn ingin mendidik anak agar tdk mengadu kpd makhluk.
Akhlak Abah guru diam(beranai)



Saat Maulid memakai terbang ada yg tdk suka sehingga Abah Guru mengalah dgn Maulitan hanya memakai terbang saat Asrokal. Walau begitu beliau sekali menyampaikan dalil beterbang yaitu kata beliau
1.Kitab yg di jadikan Dalil karangan Sech Ahmad Zaini Dahlan Mufti Mekah wali qutub. Sech Ahmad Zaini Dahlan berkata memukul terbang saat acara qosidah hukum nya Sunat.
Dan walau ada Dalil nya tetap Abah Guru mengalah tdk lg memakai terbang,itu lah Akhlak mengalah Abah Guru.

Aku(Abah Guru Zuhdi) saat bertamu Abah Guru Sekumpul.
Kata Abah Guru sekumpul,Aku saat mau ke toilet di depan pintu toilet ada yg mendorong aku dgn sangat keras nya sambil Abah Guru menunjukan tempat nya kpd Abah Guru Zuhdi. Dan Aku(Abah Guru Sekumpul) jatuh hampir kepala ku mengenai toilet nya. Dan Abah Guru tahu siapa yg mendorong yaitu Jin,dan untung nya Datu Bedok(jin) datang yg memegang dan menahan kepala Abah Guru shg kepala Abah Guru tdk sampai kena pinggir toilet . Dan kata Datu Bedok apakah mau di hajar yg mendorong Abah Guru td. Datu Bedok adalah jin murid nya dr Datu Kelampayan yg berjanji akan menjaga juriat Datu kelampayan. Lalu apa yg di ucapkan Abah Guru kpd Datu Bedok. Abah Guru berkata tdk usah di hajar. Padahal jika tdk di tahan Datu Bedok mk kepala Abah Guru akan pecah kena pinggir toilet itu. Dan Abah Guru tdk membalas malah memaafkan.

Dan saat di tanya kepada Abah Guru .. kemana pian sampai basah gamis lalu di jawab Abah Guru Sekumpul aku td menolong org yg lg tenggelam di laut. Berkata Abah Haji tdk mungkin beliau berdusta mengatakan hal itu.

Berkata Abah Guru Zuhdi... kaya ini Akhlak Abah Guru Sekumpul tdk melawan susah mencari org dgn akhlak sprt ini,100 tahun belum tentu ada ganti nya org seperti ini.
Dan itu kisah perguruan dan kita pelan pelan mengikut sprt itu.

Guru ulun di kampung ulun, saat membaca kan Kitab Hidayatul Salikin di Musholla dan pada bab Adab adab, beliau sempat terdiam sambil air mata beliau menetes dan beliau berucap..
Kami yang lulusan Darussalam ne, jaka kd Abah guru sekumpul, kami kada tahu kaya apa Adab kami saat di majelis, kaya apa adab kami saat di masyarakat, kaya apa adab kami saat dgn org tua, kaya apa adab kami dgn guru guru kami, kaya apa adab kami dgn bini dan anak. Abah guru yg selalu mengajarkan dan mempraktekan nya langsung kata beliau.
Dari Abah Guru kami tahu harus bagaimana beradab, jaka kd Abah guru, kami pasti jadi sambatan urang krn kurangnya adab
Beliau pun berucap smbl air mata menetes, terima kasih Abah sudah mengajarkan kami bagaimana menjadi org yg punya adab dan akhlak.
Kami pun semua menitikan air mata di majelis itu.

Ampun maaf ulun puun

Sumber : Artikel Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Mengikuti Akhlak Abah Guru Sekumpul



CATATAN MENUJU HAUL ABAH GURU SEKUMPUL

Allahyarham Allimul K.H Ahmad Bakrie Gambut(Guru Bakrie) pernah berkata saat di majelis ilmu.
Kami dulu wkt belajar dgn Abah Guru Sekumpul di rumah beliau,belajar dari jam 9 pagi sampai Zuhur. Kemudian kami istirahat dengan sholat Zuhur berjamaah. Selesai Sholat Zuhur,Abah Guru Sekumpul memberi makan kami semua setelah selesai menuntut ilmu dgn beliau.

Setelah kami selesai makan,Abah Guru Sekumpul berkata...ini ikam semua lihati nah ky apa aku mengajar,aku membari makan urg nang belajaran ilmu,ikam pang kaena ky apa mengajar sama kd lwn aku mengajar memakani urang nang belajar lwn ikam(Lihat aku bagaimana mengajar kan ilmu,aku beri makan org yg belajar ilmu,bagaimana nanti kalian mengajar,apa sama dgn aku memberi makan yg belajar dgn kalian). Kemudian Allahyarham Guru Bakrie berkata,jadi klo benar murid Abah Guru Sekumpul mk pasti akan mengikut akhlak perguruan memberi makan murid,tdk malah yg meminta duit dan fasilitas dgn murid.



Lalu bagaimana akhlak kita yg menuntut ilmu bkn sebagai guru tp sebagai penuntut ilmu yg ingin mengikut akhlak peguruan Abah Guru Sekumpul.
Allahyarham K.H Ahmad Bakrie Gambut(Guru Bakrie) pernah berkata,apabila kalian menuntut ilmu dgn pakai kendaraan,jgn sampai kendaraan itu kosong di belakang nya. Ajak siapa yg mau ikut menuntut ilmu. Atau klo kalian lihat ada yg jalan kaki maka ajak utk bonceng dgn kalian. Dan apabila kalian menuntut ilmu dgn membawa kawan,ajak lah makan setelah kalian pulang dr majelis ilmu tdk harus sering sering tapi dalam seminggu ada kalian ajak makan walau cuma makan kue atau sekadar minum.

Karena memberi makan org yg menuntut ilmu sangat besar pahala nya dan makanan itu tdk akan di hisab di akhirat.

Apabila kita mampu melakukan itu maka kita mengikut akhlak peguruan(Abah Guru Sekumpul) yg memberi makan penuntut ilmu walau kita sbg penuntut ilmu.
Mudahan kita sebagai penuntut ilmu dapat mengamalkan nya.

Abah Guru Sekumpul berkata tanda cinta dgn guru dgn sll mendengarkan ucapan guru dan mengikut (mutabaah) akan akhlak dan perbuatan guru itu.
Rasulallah bersabda"Seseorang akan di kumpulkan dgn org yg di cinta nya"
Amin ya robbal a'lamin.

Ampun maaf ulun.

Taukah Anda Ada Jin Pendamping Di Diri Kita



Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam "Al-Inqadz":

Tidak ada seorang muslimpun Kecuali Memiliki Pendamping Kafir Dari Kalangan Jin Yang Selalu Bersamanya

Termasuk perkara yang wajib diketahui oleh kaum muslimin baik lelakinya ataupun wanitanya, bahawa Allah menguji mereka dengan adanya pengaruh pendamping dari kalangan jin. Maka tidak ada seorang muslimpun kecuali dia memiliki pendamping yang kafir dari kalangan jin. Imam Muslim meriwayatkan no. 2814 dari hadits Abdullah bin Mas'ud berkata: Rasulullah bersabda,

ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن, قالوا: وإياك يا رسول الله, قال: وإياى إلا أن الله أعاننى عليه فأسلم فلا يأمرنى إلا بخير

"Tidaklah seorang dari kalian kecuali telah diwakilkan kepada keluarga, dari kalangan jin." Mereka berkata: "Engkau juga wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Dan juga aku, hanya saja Allah telah menolongku atasnya dan pendampingku itu masuk islam sehingga tidaklah memerintahkan kepadaku kecuali dengan kebaikan. "
Yang dimaksudkan pendamping di sini adalah yang terus-menerus bersamanya. Pendamping dari kalangan jin ini terus-menerus menyertai seorang muslim untuk menyesatkan dan menyimpangkannya. Dia menggunakan segala cara yang dia mampu dengannya untuk menyesatkan dan mengeluarkan kita dari islam. Bahkan pendamping dari jin ini membantu rakan-rakannya dari syaitan untuk menguasai kita. Betapa banyak dia telah memberi jalan pada syaitan, betapa banyak bantuannya kepada syaitan untuk mewujudkan keinginan mereka berupa penimpaan kepada kita perkara kejelekan dan ujian. Bahkan dia berkomplot dengan syaitan dari kalangan manusia mulai dari tukang sihir dan selain mereka untuk menambah gencar pemusnahan agama kaum muslimin dan dunia mereka.

Tidakkah engkau khuatir atas dirimu wahai hamba Allah dari musuh ini, tidakkah engkau bersiap untuk memeranginya dengan senjata syari'at sebelum dia menyerang dengan pelbagai serangan dan mendatangkan kepadamu segala kehancuran?

Tidak ada seorang muslimpun Kecuali Memiliki Pendamping Dari Malaikat Yang Mengilhamkan Pada Kebaikan



Merupakan rahmat Allah kepada kaaum muslimin adalah Allah menjadikan bagi mereka pendamping dari malaikat yang menyeru ada kalbu mereka berbagai kebaikan dan sebab-sebab kebaikan.

Diriwayatkan oleh Muslim no. 2814 dari Abdullah bin Mas'ud bahawa Rasulullah bersabda,

ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن

"Tidaklah seorang dari kalian kecuali telah diwakilkan kepada keluarga, dari kalangan jin."

Dan dari hadits Abdullah bin Mas'ud juga, beliau bersabda,

إن للملك لمة وللشيطان لمة, فلمة الملك إيعاد بالخير وتصديق بالحق

"Sesungguhnya malaikat mempunyai bisikan dan syaitan juga mempunyai bisikan, maka bisikan malaikat menjajikan kebaikan dan membenarkan al-haq."

Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam At-Tafsir (1/109) dan Ibnu Jarir dalam "At-Tafsir" (3/88) dan sanadnya sahih mauquf pada Ibnu Mas'ud dan riwayat tersebut mempunyai hukum marfu '. Dan telah diriwayatkan dengan sanad yang marfu 'oleh At-Tirmidzy dalam "Jami'" nya no. 2988, Abu Ya'la no. 4999 dan Ibnu Hibban akan tetapi riwayat tersebut lemah, kerana orang menjadikannya marfu 'adalah' Ata 'bin As-Sa'ib dan dia rawi yang tercampur hafalannya, dan rawi yang meriwayatkan darinya adalah Abul Ahwash, dan Abul Ahwash meriwayatkan dari' Atha 'selepas terjadinya tercampur hafalannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam "Majmu 'Al-Fatawa" (4/34) yang berkaitan dengan bisikan yang telah disebutkan: "Maka prinsip ilmu yang benar dan keinginan yang soleh adalah bisikan malaikat".

Maka semangatlah wahai kaum muslimin untuk tidak menerima semua perkara yang terbetik dalam kalbumu kecuali perkara yang berupa kebaikan, maka jika datang was-was kejelekan jauhilah!!

Rabu, 27 Desember 2017

Dosa Yang Lebih Dasyat Daripada Zina



Sesungguhnya meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras, Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.

Ibnu Abbas r.a berkata: "Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, "Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah."



Dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah sebagai berikut:

1. Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan 60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan shalat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.

2. Meninggalkan satu kali shalat duhur, sama dosanya dengan dosa membunuh 1.000 umat islam.

3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan ka'bah.

4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)

5. Satu kali meninggalkan shalat isya', tidak akan di ridhai oleh  Allah untuk tinggal di bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.

Semoga kita menjadi orang-orangyang senantiasa mendirikan shalat, melaksanakannya tepat waktu, serta mampu mengajak keluarga lainnya untuk shalat tepat waktu.

Tanah Dapat Mensterilkan Kuman Liur Anjing



Saintis membuktikan jika virus anjing itu sangat halus dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil saiz mikroorganisma, ia akan semakin efektif untuk melekat dan melekat pada dinding sebuah bekas.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperanan sebagai penyerap virus yang melekat dengan lembut pada bekas.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya 7 x, salah satunya dengan menggunakan TANAH.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat bekas seseorang, maka kikislah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)



Tanah, menurut ilmu perubatan moden diketahui mengandungi dua bahan-bahan yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesis menjelaskan bahawa tanah merupakan unsur yang berkesan dalam membunuh kuman. Anda juga yang terkejut apabila mengetahui tanah kubur orang yang meninggal kerana sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman kerana penyakitnya itu, ternyata para penyelidik tidak termasuk bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahawa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga memudahkan dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandungi bahan-bahan yang boleh mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.

Para doktor mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar kerana perbezaan dalam daya tekan pada kawasan antara cecair (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir mengatakan anjing boleh menularkan virus tocks characins, virus ini boleh menyebabkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Senin, 25 Desember 2017

Foto Abah Guru Sekumpul Di Sudan

Foto Guru Sekumpul di Padang Pasir Sudan Bikin takjub

MARTAPURA - Foto Ulama kharismatik Sekumpul Martapura KH Zaini Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan Guru Sekumpul diserahkan seorang tentara pasukan perdamaian PBB kepada Rakyat Sudan, Afrika.

Momen itu jadi potret mengharukan dirasakan warga Banua khususnya pengguna instagram.
Hingga berita ini diturunkan foto yang diunggah akun instagram @instakalsel itu sudah disukai lebih dari 2.326 netizen.

Pada foto tampak seorang berpakaian militer dengan ciri khas baret biru. Memegang foto Guru sekumpul menghadap kamera.

Saat yang sama ulama setempat menerima foto Guru sekumpul, sosok ulama kharismatik yang asal Martapura, Kalimantan Selatan tersebut.

Keduanya duduk diantara personil militer setempat pada sebuah gubuk. Pasir gurun terlihat jelas pada foto itu.



Berikut kutipan yang tertulis pada unggahan foto itu :

"Dapat kiriman photo dari om tentara paling gagah eranni ganteng perkasa, Arie Ma'ruf'. Penyerahkan photo kenang-kenangan dari pecinta Abah Guru untuk rakyat Sudan, Afrika.
Diwakili syeikh disana bermazhab maliky, yang katanya sudah hafal Alquran sejak usia empat tahun.
Padahal kehidpan masyarakatnya jauh dibawah standar kita, dan sangat memprihatinkan.
Ditanya " siapa beliau yang diphoto ini" dijawab " beliau syeikh kami di Indonesia," maka makin kagum serta takjub lah syeikh itu terhadap Bangsa Indonesia.

Semoga Indonesia semakin harum namanya di Internasional dengan ulama-ulamanya.
Komentar takjub terus mengalir mengapresiasi momen tersebut.
"Terharu ulun membacanya muudahan semuua saudara disana selamat selalu dalam perlindungan Allah. Amin," tulis akun instagram @eza_navarin.

"Ya Allah ulun sayang Guru Sekumpul, walau ulun kada sempat bertemu beliau atau jadi murid sidin. Tapi ulun merasakan kegembiraan bila ulun melihat foto sidin," tulis akun erwintonyy.
Foto itupuun jadi viral, terus repost oleh banyak akun itu di Instagram maupun di Facebook. (*)

Sumber : BANJARMASINPOST.CO.ID