Jumat, 27 Juli 2018

Jiwa Yang Mengikuti Ruh



Siang itu beberapa orang sedang mengikuti Alhabib Umar bin Hafidz yang tengah berjalan kaki menuju maqam Sunan Ampel Surabaya.alfaqir yang sudah agak jauh cuma bisa mengikutinya dari belakang,YaAllah hamba baru tahu begitu cepat jalan beliau hingga banyak sandal mereka yang ikut dibelakangnya copot pula.. BAGAIMANA PARA WALI DAPAT BERJALAN CEPAT?? ( Dikisahkan oleh Al Habib Ali Habsyi /Shohibul Maulid Simtuddhuror ). Ahmad bin Thaha bertanya, "Bagaimana para wali dapat berjalan cepat, apakah itu bumi yang dilipat bagi mereka, atau
bagaimana?

Al Habib Ali Habsyi berkata, "Tidak, itu adalah jasad yang mengikuti ruh. Alam jasmani itu terikat oleh sebab-sebab. Jika kau ingin ke Mekah, kau harus menyiapkan kendaraan, bekal, atau perahu dan lain-lain. Kau tidak akan bisa sampai kesana kecuali dengan susah payah. Namun bila jasmani ringan (dari dosa) maka ia akan mengikuti ruh.

Jika terlintas keinginan di hatimu untuk pergi ke Mekkah, maka, saat itu juga kau akan sampai ke Mekkah: kau akan bertawaf, berziarah ke Nabi Saw dan kembali saat itu juga sebagaimana yang terjadi pada Syeikh Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saggaf.



Suatu hari teman-temannya mendengar suara-suara (aneh). Mereka bertanya: ”Apa itu?” Syekh Abu bakar berkata, “Shafra binti Khathlin datang dari India bersama 30 wali wanita ke kota ini.

Mereka hendak berziarah makam Nabi Hud As, Anaknya yang ditinggalkan di India menangis. Lalu ia menggoyangkan mainan anaknya yang gemerincing, untuk menenangkan anaknya”. Demikian pula yang terjadi dengan Sya’rani, ia berkata: “Datang kepadaku 7 orang dari India mereka berkata: “Kami berangkat semalam dari India. Kami umrah,menziarahi Nabi Saw
pergi ke Bait al-Maqdis dan pagi ini kami bersamamu”. 'Abdul Qadir bin Ahmad bin Thahir bercerita bahwa Habib
Abu Bakar berkata; ”Ketahuilah Nak. (dari Huraidhah) aku pergi ke Syibam ke tempat Habib Ahmad bin Umar bin Smith kemudian ke Masileh, ke rumah syeikh, lalu berziarah kepada Habib Thahir dan Habib Abdullah, kemudian aku kembali lagi ke Huraidhah.

Semua ini berlangsung selama bacaan Fatihah”., Subhanallah
Sholu Alan Nabi.....

Rabu, 25 Juli 2018

Jangan Terbujuk Dengan Godaan Dunia



Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad berkata:
“Sungguh mengherankan seseorang yang mencari kehidupan dunia padahal ia belum tentu memperolehnya. Bahkan, meski ia sudah meraihnya, belum tentu ia bisa memanfaatkannya. Yang pasti terjadi adalah, bahwa ia akan keluar meninggalkan dunia ini”.

Tidak ada fitnah yang paling membahayakan bagi umat Muhammad seperti halnya dunia, momok menakutkan yang mesti dipandang dan diposisikan dengan cerdas dan bijak.

Rasulullah bersabda : “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang kutakutkan atas diri kalian tapi ku takut dunia dibentangkan untuk kalian seperti kepada umat terdahulu. Sehingga, kalian berlomba-lomba dalam mengejar-ngejar dunia sebagaimana umat terdahulu melakukannya yang pada akhirnya mencelakakan kalian seperti mencelakan mereka dulunya.”

Kekhawatiran Rasul tidak berlebihan. Banyak di antara kita yang terbujuk oleh rayuan dunia hingga menghalalkan segala cara demi merengkuh kebahagiaan semu dan fana`.

Dalam sabda lainnya, Rasul berkata : “Setiap umat memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta (dunia).”



Fitnah yang bisa berarti cobaan, aib, atau bujuk rayu inilah yang banyak memperdaya manusia sehingga tidak sedikit di antara mereka yang keluar dari agama disebabkan harta dunia. Bila umat Nabi Musa as. keluar dari agama tauhid karena menyembah patung anak sapi, maka umat Rasul SAW banyak yang menyimpang dari agama sebab silau akan gemerincing uang,kemilau harta, tahta dan kedudukan.

“Setiap umat memiliki “anak sapi”, dan “anak sapi” umatku adalah Dinar dan Dirham”. Hadits Nabi tersebut menganalogikan keadaan umat Musa dengan umat beliau SAW. Sebagaimana umat Musa tertipu oleh patung anak sapi, seperti itulah umat masa sekarang yang tenggelam dalam lautan dunia dengan segala gelombang yang menghanyutkan.

Semoga Allah selamatkan kita semua dari fitnah dunia & akhirat...

Janganlah Menyakiti Umat Rasulullah SAW



Suatu hari di masa muda imam Ibnu A’rabi
pernah memukul mulut seseorang yang
menghina gurunya.

Kemudian di malam harinya beliau bermimpi
bertemu Rasulullah SAW.
Rasul pun Bertanya, "engkau telah menyakiti seorang dari umatku."
Ia(ibnu 'Arabi)menjawab: "karena dia menghina guruku."

kemudian tanya Rasul : "mulia manakah gurumu
atau aku ?, mulut yang menghina gurumu itu
juga telah membaca shalawat untukku, tidak kah
engkau memaafkan dia ?"

Sejak saat itu imam Ibnu A’rabi berjanji untuk
tidak menyakiti siapapun dari umat Rasulullah SAW Jangan menyakiti orang lain terlebih dia masih sesama muslim /ummat nabi Muhammad ..

Janganlah Meninggalkan Majelis Ilmu



Nikmatilah kebodohanmu dan kesengsaraanmu, jika engkau melupakan gurumu

Jangan terpedaya oleh tempat tinggi yang bisa kau capai dengan mudah, jika jalan yang harus kau lalui saat turun berbahaya

Dengan kita hadir dimajelis ilmu, beruntunglah kita karena kebaikan tersebut telah ada di diri kita, pertahankan sampai wafat usia, karena kebaikan, kemanfaatan, keberuntungan seperti awan, selagi masih tampak bergegaslah ada ditempat tersebut, agar selamat dalam hidup

Robbi Fanfa'na Bibarkatim. Wahdinal Husna Bihurmatihin, Wa amitna Fi Thoriqotihim, Wa Mu'afatin Minal Fitani

Marilah kamu semua duduk di Majelis Ilmu, Agar tidak Tertipu dalam Dunia Semu, Selagi masih Banyak nya Waktu, Wajiblah kamu Menuntut Agama-Mu sampai habis waktu-Mu "


Janganlah Menentang Para Ulama Sufi



Al-Allamah al-Hafidz al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami رحمة الله تعالى berkata :
“ Berhati-hatilah kamu dari menentang para ulama sufi. Dan sebaiknya bagi manusia sebisa mungkin untuk tidak menentang para ulama sufi, semoga Allah memberi manfaat kepada kita dengan ma’rifat-ma’rifat mereka dan melimpahkan apa yang Allah limpahkan kepada orang-orang khususnya dengan perantara kecintaan kami pada mereka, menetapkan kita pada jalan pengikut mereka dan mencurahkan kita curahan-curahan ilmu ma’rifat mereka. Hendaknya manusia menyerahkan apa yang mereka lihat dari keadaan para ulama sufi dengan kemungkinan-kemungkinan baik yang dapat mengeluarkan mereka dari melakukan perbuatan haram.



Kami sungguh telah menyaksikan orang yang sangat menentang ulama sufi, mereka para penentang itu mendapatkan ujian dari Allah dengan pencabutan derajatnya, dan Allah menghilangkan curahan kelembutan-Nya dan rahasia-rahasia kehadiran-Nya. Kemudian Allah menimpakan para penentang itu dengan kehinaan dan kerendahan dan mengembalikan mereka pada derajat terendah. Allah telah menguji mereka dengan semua penyakit dan cobaan. Maka kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari hantaman-hantaman yang kami tidak sanggup menahannya dan dari tuduhan-tuduhan yang membinasakan.

Dan kami memohon agar Engkau menetapi kami jalan mereka yang kuat, dan Engkau anugerahkan kami apa yang telah Engkau anugerahkan pada mereka sehingga kami menjadi orang yang mengenal Allah dan Imam yang mujtahid, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu dan Maha Layak untuk mengabulkan permohonan"

[ Al-Fatawa Al-Haditsiyyah : 113, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami رحمة الله تعالى ]

Jangan Khawatir Akan Perihal Rezeki



Sesungguhnya rezeki kita ini sudah diatur dan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Maka janganlah khawatir akan perihal rezeki, walaupun begitu hendaknya tetap kita berikhtiar.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
(HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al (Ash

Dalam hadits lainnya disebutkan,
"Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah 'arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, "Tulislah". Pena berkata, "Apa yang harus aku tulis". Allah berfirman, "Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya."
(HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Ibnul Qayyim berkata, "Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat...

Mutiara dari kota Tarim Alhabib Alwi bin Syahab ulama kota Tarim



Mutiara dari kota Tarim Alhabib Alwi bin Syahab ulama kota Tarim berkata :

"Jangan ada di antara kalian ada yang tertipu dengan merasa sombong mengatakan aku ada di kota Tarim."

"Coba kalian lihat Nabi Adam dulu ada di Surga akan tetapi bermaksiat sehingga Allah turunkan ke bumi."



"Jangan kalian merasa sombong dengan ilmu Coba kalian lihat Bal'am bin Ba'uroh dahulu orang yang sangat alim akan tetapi tidak memberikan manfaat ilmunya."

"Jangan kalian merasa sombong dengan garis keturunan Coba kalian lihat putera Nabi Nuh celaka sedangkan ia adalah anak seorang Nabi."

"Jangan juga engkau sombong karena pernah melihat orang sholeh Karena Abu Jahal dan Abu Lahab mereka melihat Nabi ﷺ akan tetapi tidak memberikan manfaat bagi mereka."

"Jangan sekali-kali kalian tertipu dengan banyaknya ibadah Karena iblis tidak pernah melewatkan sejengkal dari bumi kecuali pernah ia gunakan untuk bersujud, akan tetapi tidak memberikan manfaat atasnya."

Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita di golongkan dengan orang-orang sholeh..