Tampilkan postingan dengan label Auliya Allah SWT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Auliya Allah SWT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2018

Mabuk Cinta Kepada Allah SWT



Nabi Isa Ruhullah 'Alaihissalam pernah berjumpa dengan seorang pemuda yang meminta doa kepada beliau agar di hatinya tertanam cinta kepada Allah meski seberat biji zarrah. Nabi Isa berkata; Engkau tidak akan kuat. Pemuda itu memohon lagi; Doakanlah separuh biji zarrah. Maka Nabi Isa mendoakannya.

Setelah lama berlalu, Nabi Isa bermaksud menemui pemuda tadi. Namun orang-orang berkata bahwa ia telah gila dan tinggal di puncak gunung. Ketika Nabi Isa menemuinya, Nabi Isa berkata; Aku adalah Isa. Namun pemuda tersebut tidak mengenal Nabi Isa bahkan tidak menjawab salamnya.

Allah kemudian berfirman; Wahai Isa, seseorang yang di dalam hatinya telah tertanam cinta kepada-Ku meski seberat separuh biji zarrah, takkan mungkin mendengar lagi manusia. Demi Keagungan dan Kebesaran-Ku, seandainya engkau potong tubuhnya dengan gergaji, maka ia takkan merasakannya saking nikmatnya merasan cinta kepada-Ku.

Kitab Mukasyafatul Qulub bab X hal. 81
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali



Foto : Habib Syeikhon bin Mustafa Al-Bahar (depan) dan Habib Abu Bakar bin Seggaf Assegaf. Keduanya termasuk Wali Jadzab yang sepanjang waktu dimabuk cinta kepada Allah, sehingga tak ada lagi tempat untuk manusia dan dunia di hatinya. Sedikit uraiain Habib Abu Bakar, beliau adalah putra Habib Seggaf yang juga seorang Jadzab dan senang bermain gambus, bahkan gitar gambus beliau sering memetikan senarnya sendiri. Habib Seggaf ini putra dari Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Quthub Akbar di wilayah timur pada masanya.

Bagi yang tidak memiliki wawasan tentang Kewalian, jangan sekali-kali mencibir keadaan mereka, karena hakikat para Wali Jadzab serendah-rendahnya hanya bisa ditakar dengan prasangka baik.

Senin, 12 Februari 2018

Akhlaqul kharimah Imam Alhaddad



Diceritakan suatu saat tatkala mendekati waktu Idul Adha berkata ayah kepada seorang anaknya, “Bawalah pisau kita ini ke tukang besi untuk diasah?! (Namun, anak ini rupanya agak sedikit bodoh! Sebab, tatkala mendengar "Haddad" yang dipikirannya hanya teringat Imam Abdullah ibn Alwi Al Haddad). Kemudian dibawanya pisau tadi itu kerumah Imam Al Haddad. Tatkala sampai disana, Si Anak ini bersalam kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad dan berkata, “Ayahku bilang pisau ini tolong diasahkan dan perbaikilah karena Hari Ied sudah dekat?!” Kata Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad, “Marhaba/Baiklah.” (Sebenarnya Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad sudah faham apa maksud ayah Si Anak ini menyuruh agar pergi ke Haddad, yaitu tukang besi dipasar yang memang sudah terbiasa bekerja mengasah besi). Namun demikian kata Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad, “Taruhlah (pisaunya) disitu, besok engkau datang kemari lagi.” Si Anak itu pun pergi meninggalkan kediaman habib.

Selang beberapa saat Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad memanggil seorang temannya dan berkata, “Bawalah pisau ini ketukang besi dipasar, tolong mintakan untuk diperbaiki dan pertajamlah, setelah itu engkau bawakan pisau ini kemari lagi.” Akhirnya pisau itu pun diperbaiki dan diserahkan kembali kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad. Kemudian, keesokan harinya datang Si Anak tersebut. Lalu Si Anak ini pun berkata, “Berapakah ongkosnya?” Kata Habib, “Katakanlah pada ayahmu tidak ada ongkosnya?! Kalau dengan kami tidak pakai ongkos!? Ambillah, ini sudah siap?!” Maka Si Anak tersebut pun pulang ke rumahnya. Lalu Si Anak ini berkata kepada ayahnya,



“Haddad/tukang besi itu tidak mau dibayar?” Ayahnya ini kaget, “Hhaa.. siapa Haddad yang tidak mau dibayar? Memangnya dimana dia?” Kata Si Anak, “Di Alhawi.” Si Ayah berkata, “Alhawi mana?? Apa daerah tempat tinggal Imam Haddad?? Kalau Haddad itu ya dipasar sini dekat kita!!!

Mendengar hal tersebut, sebenarnya Ayahnya ini agak marah, “Bagaimana bisa di Alhawi???” Kata Si Anak, “Al Haddad !! Yaa, Abdullah ibn Alwi Al Haddad.”

Serentak ayahnya berkata, “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun??? Emangnya Engkau ini pergi kemana? Jawab Si Anak, “Ke Haddad.” Kata Si Ayah, “Lalu engkau serahkan ke siapa?” Jawab Si Anak, “Aku serahkan sendiri.” Kata Si Ayah, “Siapa yang menerimanya?” Jawab Si Anak, “Dia sendiri yang menerimanya dan katanya kembali lagi besok hari.” Lalu Si Ayah berkata, “Alangkah bodohnya kamu nak !! Kau pergi ke orang yang Alim, yang Sholeh, lalu kau minta perbaiki pisau ??? Akhirnya, Si Ayah anak ini pergi ke Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad untuk meminta maaf. Kemudian Imam Haddad berkata kepada Si Ayah anak tersebut, “Tidak apa-apa, jangan engkau masukkan ke dalam hati. Jika tahun ini kalian bener-bener berkurban kami pun akan ikut mendapatkan pahala lantaran sebab anak ini.” MasyaAllah!

Kamis, 21 Desember 2017

Berkat Sang Waliyullah



Dikisahkan Ada suatu kaum yang daerah tempat mereka tinggal tidak turun hujan hingga bertahun-tahun.

Karena begitu keringnya sampai banyak di antara penduduknya yang meninggal kehausan.

Shalat Istisqa’ dilakukan berkali-kali, tetapi hujan tidak kunjung datang.

Kemudian ada seorang yang dianggap awam, memasuki daerah tersebut dan berkata: “Wahai hadirin. Apa yang kalian lakukan?”

“kami melaksanakan shalat Istisqa’, minta hujan”, jawab mereka.

“Bolehkah saya membantu berdoa agar hujan turun?”

“kami ini orang sedesa sudah doa dan istisqa’ belum juga turun hujan, kok kamu aneh berani menawarkan diri untuk berdoa turun hujan?”



“Mungkin doa saya diterima oleh Allah SWT.”

“Ya sudah kalau begitu, silakan berdoa sesuka hatimu.” jawabnya.

Kemudian orang asing tersebut mengangkat tangan ke langit seraya berdoa:
“Ya Allah, berkat orang yang telah dilihat mataku ini, tolong turunkan untuk mereka hujan ya Allah.”

Tidak lebih dari 10 menit langit mendung. Tidak sampai setengah jam kemudian turunlah hujan.

Mereka bertanya: “Apa doa yang kau lakukan?”

“Saya hanya tawasul dengan amal saya.”

“Apa amalan yang kamu kerjakan ?”

“Saya hanya tawasul dengan mata saya yang pernah memandang seorang wali dan ulama, bernama Abu Yazid al-Busthami."

Subhanallah.

Begitu hebat barokah seorang wali - wali Allah SWT di dalam kepentingan hidup kita baik dalam urusan dunia maupun akherat.

Mudah - mudahan kita selalu mendapatkan sirr dan barokah daripada wali - wali Allah SWT.

Dan dikumpulkan nanti bersama mereka semua.

Semoga ALLAH سبحانه و تعالى melimpahkan keberkahan kepada kita semua dalam hidup dan mati dalam membawa iman serta termasuk di dalam fadhilah hadits ini, Rasulullah saw bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلىَ خَيْرٍفَلَهُ مِثْلُ أَجْرِفَاعِلِهِ

Artinya : Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya. (HR.Muslim).

Selasa, 21 November 2017

Cucunya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani



Dengan melihat wajah Assayyid Syaikh Muhammad Shobah Al Jailani cucu dari Sulthanul Aulia Syaikh Abdul Qadir Al Jailani ini, Beliau adalah yang memiliki rupa dan bentuk wajah yang paling mirip dengan jiddinya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.

Wajah ulama dan wali Allah.. Sheikh Sayyid Muhammad Sobah Al Jailani Al Pakistani (ulama pakistan).. Dari namanya saja sudah dapat diketahui beliau ulama sufi dan tasawuf dan beliau keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidina Hasan.

Ulas balik buka kitab Syamail Muhammadiah, ada disebutkan bahwa kulit Nabi adalah warnanya putih kemerah merahan.. ini(syaikh shobah) warna kulit wajahnya putih kemerah-kemerahan

Bayangkan wajah Nabi yang disebutkan umpama cahaya bulan yang memancar alam.
Syeikh ini keturunan yang jauh beribu tahun, apa lagi wajah anak-anak Nabi dan cucu-cucu Nabi sewaktu zaman Nabi masih hidup tampan dan gagahnya masyaAllah.. wajah Nabi Yusuf bagaimana pula? Sampai terpotong jari-jari wanita zamannya melihat rupa parasnya... sedangkan ketampanan Nabi Yusuf hanyalah setitik dari Nabi Muhammad SAW.


Selasa, 29 Agustus 2017

Memulikan dan Menghormati Para Habaib



Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?

“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,

Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”

Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.

Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?

“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,


Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”

Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.

Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?

“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,

Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”

Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.

Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?

“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,

Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”

Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.

Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “

Senin, 01 Mei 2017

Wali Tanpa Nama Dan Tanpa Gelar



Suatu hari aku bertemu dengan orang gila ( Al-majnuni Murokab )tak jauh dari makam seorang wali, ia ngoceh ga jelas seperti sedang bicara dengan seseorang, dia berbicara seperti ini:
.
"andaikan mereka tahu bahwa ada wali "tanpa nama tanpa gelar" yang memiliki kemampuan seperti wali qutb niscaya mereka akan datang berbondong-bondong mencium tangan wali tanpa nama tanpa gelar tersebut minta di do'akan hajatnya, jika wali tanpa nama tanpa gelar itu telah wafat niscaya mereka akan berlama-lama dipekuburannya berdzikir, berdo'a dan bermuhasabah diri meminta ampun kepada ALLAHU MAHA PENGAMPUN atas dosa-dosa mereka selama ini Andaikan mereka tahu jika mereka sami'na wa athona kepada wali tanpa nama tanpa gelar niscaya ALLAHU SWT akan angkat derajatnya, Namun sayang sekali karena wali tersebut tanpa nama dan tanpa gelar kewalian maka ia seringkali dilupakan dan diabaikan setiap orang" aku yang dengar ocehannya kaget dam bergumam "hahhh??? ada wali tanpa nama tanpa gelar yang kemampuannya seperti wali qutb? Siapakah wali tersebut?"
.
dengan sedikit rasa takut-takut aku dekati dia karena penasaran ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelar tersebut?
.
lalu terjadi dialog:
.
Aku : maaf mbah tadi saya dengar mbah ada mengoceh panjang lebar dan berbicara tentang wali tanpa nama tanpa gelar, siapakah sebenarnya wali tersebut mbah? mengapa sedemikian hebatnya wali tanpa nama tanpa gelar tersebut hingga kemampuan dan derajatnya hampir menyamai wali qutb?
.
Orang gila tersebut menoleh kearahku dan matanya sedikit melotot lalu berkata :
.
"sampeyan siapa? kamu nguping omonganku yach? Apa pentingnya kamu perlu merasa tahu tentang wali tanpa nama?"
.
Ucapnya dengan nada agak tinggi, Mendengar ucapan suaranya yang agak bernada tinggi terkesan kasar membuat aku sedikit takut dan gentar, lalu berkata :
.
"maaf mbah, bukan maksud saya menyinggung mbah, nama saya Bolank saya seorang muhibbun pecinta para wali-wali ALLAHU, kadang-kadang saya dan teman-teman sprti M Darjo Huda Naja Suluk Ahmad Nawan Nyel berziarah ke makam para wali, saya penasaran dan tertarik dengan wali tanpa nama tanpa gelar yang mbah sebutkan, kalau boleh tahu siapakah wali tersebut mbah?"
.
Orang gila itu tertawa terbahak-bahak dan berkata: "HA HA HA HA HA HAA ..... dasar bocah goblog, namanya juga wali tanpa nama tanpa gelar, tentu saja aku tidak tahu nama wali tersebut dan apa gelar kewaliannya, kamu ini tampang keliatan pintar tapi ternyata goblog yach, HA HA HA HA HA"
.
JLEEB, terasa menusuk sekali perkataannya dia menyebut aku anak bodoh dan goblog, wajahku merah padam menahan sedikit emosi, sepertinya aku salah sangka kukira orang gila tersebut orang yang bisa diajak dialog, tapi nyatanya dia sebut aku bocah goblog, yach aku memang goblog namanya juga wali tanpa nama tanpa gelar jadi siapa yang tahu nama wali tersebut? siapa yang tahu gelar wali tersebut sedangkan wali tersebut tanpa gelar?, ach sudahlah sebaiknya kutinggalkan saja dia, aku pun mulai membalikkan badan dan membuang muka dengan wajah masam hendak meninggalkan orang gila tersebut,
.
"Hai fikri mau kemana sampeyan, sampeyan ini bagaimana sudah datang tidak mengucapkan salam, malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, baru diejek begitu saja sudah bermuka masam, apakah mursyidmu yang seorang wali qutb tidak mengajarkanmu untuk mengucapkan salam saat datang dan pergi? apakah mursyidmu yang seorang wali tidak mengajarkanmu untuk bisa bersabar menahan celaan dan hina an?"
.
langkahku terhenti, astaghfirullah .... betul sekali, aku tadi lupa mengucapkan salam sebelum memulai obrolan dan aku juga pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, dan tak kusangka dia menyebut mursyidku seorang wali qutb, sepertinya dia mengenal mursyidku
.
kemudian aku kembali menghampirinya dan berkata "assalammu' alaikum wr. wb. mbah, mohon maaf mbah atas kelancangan saya karena datang dan pergi tanpa mengucapkan salam, sekali lagi saya mohon maaf" (sambil mencoba meraih tangannya untuk menyalami dan mencium tangannya), orang gila itu menepis tanganku seraya berkata "wiss sudah , cukup bilang minta maaf dan tak perlu cium tangan segala"
.
aku jadi salah tingkah, tiba-tiba suasana hening sejenak beberapa menit, aku diam dan diapun diam suasana serasa seperti di kuburan
.
"ngapain kamu masih disini?"
.
tiba -tiba suaranya memecah keheningan, aku agak kaget lalu berkata :
.
"maaf.. anu mbah ... anu" , orang gila itu menyela kalimatku "anu ... anu .... anu-anu apa? ngomong yang jelas jangan ngomong jorok, itu anumu ada disitu, mau pamer dan adu anu? ayo sini aku ladenin, mana anumu? ayo tunjukkan"
.
annnnccur ... mukaku rasanya merah padam, merasa salah tingkah dan bodoh dihadapan orang gila tersebut,
dengan rasa sedikit menahan malu aku tetap memberanikan diri untuk bertanya :
.
"maksud saya bukan anu mbah , maksud saya adalah ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelar yang mbah katakan saat saya mencuri dengar"
.
orang gila bertanya "kamu ini ga pinter pinter juga, sudah berapa lama kamu belajar tassawwuf/spritual?"
.
aku menjawab "sudah sekitar hampir 7 tahun, mbah"
lalu orang gila itu berkata sambil menepuk pahanya :
.
"sudah 7 tahun masa kamu ora mudeng dan tidak tahu wali tanpa nama dan tanpa gelar, memangnya gurumu tidak mengasih tahu?"
.
aku menjawab "saya sering membaca dan mendengar suhbah dari guru saya mbah, tapi saya belum tahu dan belum pernah dengar ada wali tanpa nama dan tanpa gelar, dan guru sayapun tidak pernah menyebutkan siapa wali tersebut?"
.
orang gila itu tertawa terkekeh-kekeh lalu berkata "sebenarnya gurumu ada menyebutkannya bahkan berulang-ulang kali menyebutkannya hanya saja kamu aja yang ga faham-faham dengan maksud gurumu, lagipula sebutannya wali tanpa nama dan tanpa gelar jelas gurumu tidak tahu nama wali tersebut dan tidak tahu gelar wali tersebut tapi kamu sendiri tahu siapa wali tersebut, bahkan wali tersebut begitu dekat denganmu"
.
aku bergumam dalam hati "apaaa?? aku mengenal wali tersebut? siapa dia?", aku tambah penasaran siapakah wali tersebut yang dimaksud orang gila tersebut lalu aku bertanya :
" maaf mbah , siapakah yang mbah maksud? mbah katakan aku mengenal wali tanpa nama dan tanpa gelar tersebut, bahkan mbah mengatakan wali tersebut dekat denganku , siapakah yang mbah maksud??"
.


orang gila itu tertawa terkekeh-kekeh "he .. he ... he ... wali tanpa nama dan tanpa gelar itu adalah orangtuamu sendiri, nah sekarang aku tanya kamu memangnya aku kenal siapa nama orangtuamu dan gelar orangtuamu? yach aku mana tahu"
.
aku jadi tambah bingung lalu semakin bertanya-tanya
.
"orangtuaku? maksud mbah orangtuaku adalah wali tanpa nama dan tanpa gelar? mengapa bisa begitu mbah?"
.
orang gila itu mulai menatap mataku dengan tajam , lalu bangkit dari duduknya lalu berkata :
"apakah kau tidak tahu tentang uwaisy al qarni, salah satu sahabat yang tidak pernah bertemu NABI secara fisik dan juga seorang wali? apa yang menyebabkan dia memiliki derajat yang begitu agung hingga namanya terkenal di langit walau dibumi tak ada seorangpun mengenalnya? kau tahu??!! sahabat uwaisy al qarni berkata bahwa ibunya pernah berkata dan mendo'akannya "anakku uwaisy aku tahu hatimu begitu sangat mencintai dan menginginkan dapat bertemu NABI MUHAMMAD SAW, namun kini kau datang padaku dengan wajah dirundung sedih karena tak berhasil menemui RASULULLAH SAW dan kau memilih segera pulang karena memikirkan dan mengkhawatirkan aku ibumu ini nak , dan aku ridho padamu, YA ALLAHU kau MAHA TAHU, saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah ridho pada anakku, maka terimalah ridho ku ya ALLAHU dan ridhoilah anakku uwaisy",
dan apa kau tidak kau tahu bahwa SHULTANUL AWLIYA SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI , dimasa kecilnya ketika dirampok malah berkata jujur tentang kantung emas yang ia bawa, perampok itu heran mengapa ia malah jujur mengatakan kantung emas yang dibawanya padahal setiap orang yang mereka rampok selalu berbohong tentang bawaannya dan berusaha menyembunyikannya dari mereka, lalu kau tahu apa kata SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI? beliau berkata "ketika aku hendak bepergian menuntut ilmu ibuku berpesan "anakku .. bila engkau bertemu dengan siapapun maka jujurlah jangan berbohong, sungguh ibu lebih ridho bila engkau jujur sekalipun engkau harus kehilangan harta dan perbekalanmu daripada kau
harus kehilangan kejujuranmu"
.
aku tersentak kaget, wajahku mulai pucat pasi, teringat olehku salah satu hadist yang menyatakan bahwa kita harus berbuat baik dan berbakti pada orangtua kita sendiri, bahkan RASULULLAH SAW sampai 3 kali menyebut kata "ibumu, ibumu ,ibumu .. lalu ayahmu" , tak kusangka ternyata aku tertipu oleh nafsu dan egoku sendiri, hingga aku tak tahu bahwa selama ini wali tanpa nama yang memiliki kemampuan layaknya wali quthb adalah orangtuaku sendiri ....
.
lalu orang gila berkata kembali :
.
" lihatlah ibumu, berapa lama dia menanggung dirimu dalam perutnya? apakah kau sanggup menahan perih dan pedih seperti dirinya hanya untuk menginginkan kau lahir di dunia hingga bertaruh nyawa agar kau terlahir sehat dan selamat?? bahkan ketika dalam kondisi darurat ia lebih rela menerima kematian agar kau tetap hidup ... apakah kau pernah memikirkan hal ini ?? kekuatan apa yang membuat ibumu sekuat dan setabah itu sebagaimana kekuatan awliya yang sanggup menerima dan menanggung beban yang berat? itu kekuatan ALLAHU SWT yang dianugerahkan kepada ibumu melalui RAHMAN dan RAHIM NYA , ini adalah sumber kekuatan para AWLIYA"
.
aku diam seribu bahasa rasa hati ini ingin menangis sejadi-jadinya, aku serasa dihakimi dalam hari perhitungan ...
lalu orang gila itu berkata lagi "kau bangga dan takjub dengan karomah para wali tapi pernahkah kau banggakan dan takjub dengan karomah ibumu yang ALLAHU SWT anugerahkan kepadamu? pernahkah kau bangga dan takjub dengan karomah ibumu yang mengajarkan berkata-kata ketika masih bayi? tidurnya sedikit karena kau selalu nangis dan rewel sebagaimana para AWLIYA yang tidurnya sedikit karena memikirkan ummat NABI MUHAMMAD SAW yang banyak berkeluh kesah dan merengek .... air susunya seakan akan tak pernah habis setiap kali kau merengek ingin netek , apakah kau tak tahu kalau itu adalah bukti karomah ibumu?, tidakkah kau pernah mendengar kalimat ini
.
"ridho orangtua adalah ridho nya ALLAHU , para awliya mereka menjadi wali quthb dikarenakan ridho dari orangtua mereka, tidakkah kau sadar bahwa do'a dan harapan kedua orangtuamu hampir setara dengan wali quthb?"
.
astaghfirullah ... ampuuunnn .... mendengar celotehan orang gila tersebut seakan petir menyambar seluruh tubuhku, badanku rasanya hancur binasa ... ingin sekali aku rasanya menangis sekuat-kuatnya ...
.
orang gila itu berdiri lalu berkata sambil menunjuk kearahku "lihat dirimu, kelak kau akan jadi seorang bapak, apakah kau tahu karomah bapakmu selama ini? lihat tangannya, lihat punggungnya lihat kulitnya, setiap hari ia membanting tulang agar kau tetap bisa makan, tetap bisa tertawa , tetap tersenyum , bekerja siang dan malam hanya untuk mengabulkan segala macam pinta dan rengekmu, ketika kau kecil dirimu melakukan kesalahan dialah orang yang paling depan membelamu, ketika kau dalam bahaya dia rela menghadapi bahaya itu untuk menyelamatkanmu, dia tanggung bebanmu dan ibumu dipundaknya walau kian rapuh dia tetap berusaha menopang , tidakkah kau sadari bahwa bapakmu itu seorang MUJAHID FISABILILLAH ? yang setiap hari dia berjuang menafkahi kehidupanmu bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, dia bapakmu adalah MUJAHIDIN kebanggaanmu"
.
ya RABB , aku seperti hancur lebur mendengar ocehan orang gila tersebut, bahkan ternyata selama ini aku yang gila bukan dia, aku melupakan siapa sesungguhnya orangtuaku sendiri, aku melupakan semua yang mereka beri padaku, bahkan aku sering takjub akan pesona dan karomah wali tapi aku tak pernah sadar dengan orangtuaku sendiri yang merupakan wali tanpa nama dan tanpa gelar kewalian, ...
.
sesaat kemudian orang gila itu berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun .... aku mengikuti dia dari belakang ingin tahu kemana dia pergi ... ternyata dia mendatangi 2 gundukan tanah, dan dia duduk disana .... mulutnya komat kamit seperti orang yang berdialog dan berbicara, namun karena dia menggunakan bahasa daerah yang tidak kumengerti aku tidak tahu apa yang dia ucapkan, lalu sesaat kemudian dia tertawa kebahak-bahak sambil senyam senyum dihadapan 2 gundukan tanah yang ternyata itu tanah kuburan, tapi aku tak tahu kuburan siapa itu namun aku berhusnudzon mungkin itu kuburan seorang wali besar, karena dari celoteh orang gila itu sepertinya dia tahu betul tentang wali jadi aku pikir itu kuburan seorang wali .... tiba-tiba setelah selesai dia tertawa , dia diam .... suasana menjadi hening .... kemudian kulihat dia mulai menangis meneteskan airmata dengan suara terisak-isak, tangisan begitu pilu sampai serasa menyayat hatiku untuk turut menangis ... aku tak tahu apa yang diucapkannya dalam logat daerah, ucapannya seperti sedang curhat pada kuburan tersebut sambil tangannya mengelus - elus kuburan itu, tangisan kian jadi bahkan meraung, aku sedih bercampur bingung karena tak mengerti dengan bahasa yang diucapkannya ... namun akhirnya aku mengerti mengapa dia meraung-raung menangis dikuburan yang kusangkakan seorang wali , ditengah isak tangisnya aku mendengar dia mengucapkan kalimat "mbok ... " , lalu pada kuburan yang sebelahnya dia berkata "mbah ... " , aku jadi ingin menangis sejadi-jadinya .... ternyata itu kuburan orangtuanya , ternyata itu kuburan seorang wali tanpa nama tanpa gelar ... kini aku baru faham mengapa orang-orang mulai menganggap gila, sebab dia sering tertawa, menangis meraung, dan bercakap - cakap sendiri di kuburan ... seandainya aku jadi dia mungkin aku akan sama dengannya menjadi gila karena ditinggal pergi oleh kedua orang paling yang disayangi ...
aku membalikkan badanku ... bergegas ingin pulang kerumah untuk menemui kedua orangtuaku yang masih hidup ... aku merasa beruntung masih memiliki wali tanpa nama tanpa gelar yang masih hidup ....
.
sepanjang jalan aku berdo'a
allahumma firlana dzunubanna waliwalidayya warhamhumma kama robbaya nishagiro ...
.
nb : aku pernah bertengkar dan melawan kepada kedua orangtuaku dulu, tapi ketika aku sadar mereka berdua adalah wali tanpa nama tanpa gelar aku akhirnya sadar merekalah yang selama ini yang melindungi, mengawasi, membimbing, dan berusaha memenuhi kebutuhanku, tanpa mereka aku bukan siapa siapa dan bukan apa-apa, aku bersyukur kesadaranku datang sebelum mereka meninggalkanku, buat teman teman fb ku jika "wali tanpa nama tanpa gelar" mu telah tiada kunjungilah mereka , kunjungi .. dan datanglah pada mereka, bawalah hadiah berupa do'a dan hadiah pahala bacaan ALQUR'AN , orang tua kita mungkin bukanlah sosok ternama dan tidak dikenal, mungkin tak pernah sekolah dan tak punya gelar namun mereka adalah wali kalian "wali tanpa nama dan tanpa gelar".

Senin, 29 Agustus 2016

Kisah Lucu Pribadi Guru H. Zuhdi Banjarmasin


1.Aku(Abah Haji Guru Zuhdi) bejalan ke warung muka handak nungkar rokok. Waktu itu aku pakai kupiah haji baju kaos dalaman putih memakai selawar. Pas aku di tengah jalan bepapasan lawan urang tuha betakun lawan aku. Ujar sidin ne ,Maaf lah pian tahu lah rumah guru Zuhdi yg rancak bebacaan tu. Lalu ujar Aku,inggih tahu lun,pian lurus aja kaena di ujung jalan yg buntu ini di pehabisan jalan disitu rumah sidin(padahal nang di cari sidin yg menunjukan jalan)
Lalu urang tuha ini betakun lagi,Guru nya ada ja kah. Aku jawab inshaa Allah ada ja sidin pian datangi ja kesana.
Lalu sidin kesana,aku betarus ke warung menungkar rokok. Rupanya urang tuha ini ketemu bini ku dan di suruh nya mehadangi duduk di pelataran.
Aku bulik kerumah aku lihat sidin duduk di bangku di pelataran. Aku takuni sidin nya,jar Ku adakah Guru Zuhdi nya,dijawab sidin Guru nya lagi kemuka lun di suruh bini guru mehadangi di sini. Lalu keluar bini ku sambil baucap,nah ini urang yg pian cari sambil menunjuk lwn Aku. Maka takajut urang tuha tadi sambil baucap,oh pian kah Guru. Han ky itu pang jd kd pinandu lwn guru ujar beliau dan jemaah pun tertawa.
2. Aku(Abah Haji Guru Zuhdi) biasa kalo ada kebakaran turun langsung. Pakaian ku lengkap jua mun turun ke tempat kebakaran. Pakai helm pakai jaket kebakaran tu lwn pakai sepatu bot lawan jua kd ketinggalan bw rokok beberapa bungkus. Kaena ku bagi gasan petugas pemadam yg lain himung inya di bari rokok. Waktu habis memadam kan kebakaran lalu besesimpun nai,aku jua rasa panas jd aku buka helm yg kupakai. Lalu ada petugas pemadam kebakaran lain dr majta tp dari personel lain maitihi banar lawan aku sambil baucap,Pian ne mirip banar lawan guru zuhdi yg bebacaan di mesjid jami sei jingah tu,tapi rasa kd mungkin pulang ujar urg tu smbl janak maitihi ku. Aku bediam haja. Lalu urang itu baucap lagi,pian ne ading nya Guru Zuhdi kah. Aku iih kan nai. Lalu inya baucap lagi titip salam lah lawan Guru zuhdi dari ulun. Lalu aku jawab,inggih kaena aku sampai kan salam dari pian lawan guru Zuhdi. Han jar Aku bebila bila kah aku baisi ading nang muha nya mirip aku,jemaah pun tertawa.
3. Waktu Aku(Abah Haji Guru Zuhdi) tulak utk tugas pemadaman aku umpat di mobil majta. Nah waktu tuntung pemadaman dan handak bulik aku cari mobil pemadam dari Majta sdh kdd lagi. Berati aku di tinggalkan nya bedahulu rupanya supir nya kd tahu kalau aku tadi umpat di mobil.
Mobil yg lain sdh kddan lagi jua jadi aku mencari ojek bulik.
Dapat ojek,betakun tukang ojek nya handak minta antarkan kemana. Ujar ku antarkan ke jalan yg di belakang mesjid jami sungai jingah. Lalu tukang ojek nya menjawab tahu ae ulun yg parak rumah guru zuhdi tu kalo. Aku jawab inggih jar ku.
4.Waktu ada api gonol maka aku meingkuti selang jua handak menyemprot api nya,petugas yg lain kaya itu jua menyemprot. Tanpa sengaja ada petugas krn panik menyemprot maka banyu nya kena kepala aku sampai tekipai kupiah haji ku. Wkt itu ada petugas yg lain sangit lwn petugas ini,jar ku kd papa krn inya panik jua jd kd melihati ada aku di muka nya. Tapi aneh nya waktu kupiah haji ku kena semprot melayang pas kena rumah yg tebakar,langsung pajah api nya. Jadi jar ku beapuah jua kupiah haji ku ne lngsng pajah api nya. Jadi tuntung apinya kw di padamkan aku kesitu lagi mengikih ngikih mencari kupiah ku,tuhuk mencari kdd lg kupiah nya. Padahal jaka dapat kw tu mun ada kebakaran rumah ku timbai ja kupiah nya pajah api nya kd repot menyemprot lg,tapi kd dapat aku mencari kupiah nya tuhuk sudah mengikih.
Jadi kaena amun ada kebakaran dan pian lihat disitu ada yg mirip Abah Haji Guru Zuhdi mk itu lain ading nya Guru Zuhdi tapi Guru zuhdi sendiri.
Guru Zuhdi baucap, aku kalo api yg gonol banar biasa nya aku turun langsung kesana umpat memadam kan.
Ampun maaf ulun

sumber : Pecinta Waliyullah

Sabtu, 21 Mei 2016

Habib Lutfi : kemasyuran dan keterkenalan Merupakan Cobaan Dan Azab


Kepentingan thoriqoh itu ternyata sangat penting sekali karena yang di maksud thoriqoh bukan hanya sekedar berjalan di atas air,terus itu di sebut thoriqoh atau orang thoriqoh di tembak tidak mempan itu namanya toriqoh,keliru smuanya.lalu masuk toriqoh supaya mendapatkan pangkat atau rizki yang luar biasa atau masuk toriqoh untuk menjadi wali,supaya diangkat menjadi auliyaulloh sebab ada firman Alloh taala

الا ان اولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا و كانوا يتقون


Masuk toriqoh yang demikianpun salah malah bisa jadi sesat,kerena apa? Kerena semua niatnya begitu maka orang tersebut bermain dalam fitnah,sadar atau tidak sadar.fitnah untuk dirinya sendiri yang tidak akan membawa kemaslahatan malah justru membawa kemafsadatan dan bisa merendahkan dirinya disisi Alloh taala.

Lalu toriqoh itu bagaimana? Toriqoh adalah yang pertama untuk meningkatkan kesadaranya sebagai hamba dihadapan Alloh artinya di dalam pandangan Alloh swt bukan sisi bima'na istilahi,kita masuk toriqoh untuk meningkatkan kesadaran kita sebagai hamba,kesadaran kita dalam bertuhan, apa kewajiban kita kepada Alloh? lalu kalau kita sudah sadar sebagai hambanya Alloh kita akan mengetahui penyakit penyakit yang bisa menyebabkn fitnah untuk dirinya.

dalam dunia mutashowwifin orang yang berusaha untuk tasfiyatul qulub wa tazkiyatunnufus memang bahasa tashowwuf itu terlalu tinggi tapi kalo kita jabarkan sebenarnya tidak,mengaoa tadi saya sebutkan fitnah? Contohnya diri saya tidak usah jauh jauh orang seperti saya itu dikira senang,ingat bukan permenit lagi tapi per scond,scond ini luar biasa mungkin lebih cepat daripada detik scond itu perdetik 60 scond, klo kita bentengnya tidak kuat kita akan bobol,contohnya saya duduk diatas ini pakai jubah pakai kerudung di rubung banyak orang kalo pengajian kliwonan banyak orang yang liat wah luar biasa sekali habib lutfi,tapi bagi saya kalo ga kebetulan itu azab,fitnah.dimana letak azab dan fitnahnya?azab yang pertama klo berjalan kemanapun selalu diiringi siapa saja,mungkin ada yang salaman cium tangan adapula yang tidak,dalam hatinya berkata belum kenal lu siapa gue? Itu sudah fitnah begitu pengajianya tambah besar hatinya berkata habib lutfi yang ga knal siapa?
 Ini fitnah(cobaan) lagi,apalagi nanti klo habis pengajian amplop datang banyak sekali dalam hatinya berkata enak yaa jdi habib! Ini penyakit penyakit yang luar biasa yg mengotori setiap detik,klo ga kuat kita bobol,akhirnya apa? Kita tertipu oleh perasaan perasaan yang dmikian,itu termasuk azab.

Penyakit penyakit yg dmikian klo tdk dibentengi bagaimna caranya spaya menuju ikhlas supaya tidak ria supaya tidak sirik itu sulit sekali. disinilah peranan peranan thoriqoh untuk menepis segala macam bentuk penyakit hati,jangan sampai penyakit penyakit yang seperti itu menghinggapi dihati kita itupun terkadang msih kebobolan, gembar gembor sirik tapi terkadang tidak sadar bahwa mereka sendiri terjerumus dalam kesirikan,dan syirik itu ada yang namanya syirik hofi paling merasa bnar sendiri paling top sndiri,itu sudah penyakit hati,ini letaknya bukan di mulut,mulutkan hanya penyambung lidah.siapa sih orang yang tidak ingin bersih hatinya? Klo di dlm dunia ingin Ketenangan hati yg di peroleh dri buhnya berdzikir,utk mencapai di akhirat nanti

الا بذكر الله تطمئن القلوب
يوم لا ينفع مال ولا بنون الا من آتي الله بقلب سليم

Hari dimana tdk akn berguna harta dn anak laki laki kecuali org yang datang kepada Alloh dengan hati yg bersih.lalu bagaimna bsa mencapai قلب سليم  ( hati
yg bersih,klo di dunia saja tidak tdk meraihnya

Rabu, 18 Mei 2016

Mengapa Kita Bertawasul Kepada Para Auliya Allah


Dikisahkan ada seorang mursyid tarekat syadzaliyah namanya syeh Muhammad hanafi (yang dimaksud syeh hanafi disini adalah bukan imam hanafi /imam salah satu empat madzhab tapi bliau adalah salah satu wali besar yang sudah di ramal jauh2 hari oleh sulthonil aulia syeh Abil Hasan Assyadzili.

dimana telah di sebutkan dalam kitab jamiul usul fil aulia halaman 148 dan juga disebut dalam kitab mafakhirul aliyah halaman 17 bahwasanya Syeh Abil Hasan Assyadzili mengatakan akan lahir seorang lelaki dari kota mesir yang dikenal dengan nama Syekh Muhammad Syamsuddin Alhanafi yang akan menjadi kholifah kelima sesudahku dan akan menjadi terkenal di masanya dan juga memiliki kedudukan yg tinggi.

dikisahkan bahwa beliau membentangkan sejadahnya di atas lautan dan beliau berkta kepada muridnya wahai anakku ucapkanlah ya hanafi lalu berjalanlah maka sang muridpun berjalan diatas air dibelakang gurunya setelah beberapa waktu kemudian terlintas dihati si murid kenapa mesti q harus menyebut ya hanafi tidak skalian aja langsung menyebut Ya Alloh,maka setelah simurid menyebut ya Alloh dia langsung tenggelam dan dengan cepat sang guru langsung menolng dengan tanganya,dan sang gurupun langsung menjelaskan kepada mridnya mengenai ucapan yang diperintah oleh gurunya.

wahai anakku engkau dengan hanafi sudah mengenalnya tapi bagaimna dengan Alloh apa kamu sudah mengenalnya? dan apabila kamu sudah mengenalnya maka ucpkanlah ya Alloh.
kisah ini menunjukan btapa pentingnya tawassul kepada para Aulya.
Dinuqil dri ktab sawahidul khaq karangan syeh yusuf bin ismail annabhani halaman 447


Sabtu, 14 Mei 2016

Perbanyaklah Membaca Shalawat Kepada Nabi Kerena Nabi akan Membalas Shalawat dari Pembacanya


“Abu Hurairah r.a.berkata:Rasulullah Saw bersabda :
"Tiada seseorang yang mengucapkan salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku hingga aku dapat menjawab salamnya”.(HR. abu Daud)

Berkata Sech Umar Hamdan al Mahrasi.....
Sewaktu Aku i'tikab di Mesjid Nabawi di hadapan kubur Rasulallah,Aku bersandar di tiang,kerena mata mengantuk aku tertidur. Dan saat bangun, hari pukul 3 subuh, Aku kaget kerena aku sendirian di dalam Mesjid Nabawi terkunci di dalam kerena Askar tidak tau Aku ada disitu. Aku sendiri di hadapan kubur Rasulullah, aku ketakutan bukan kerena aku sendiri tapi aku takut klo tiba2 Rasulullah muncul dan bagaimana adab ku kepada Rasulullah, aku takut suul adab degan Rasulullah SAW.

Dan tepat pukul 4..tiba2 aku lihat kubur Rasulullah terbuka dan Rasulullah keluar dan bangkit berdiri,aku hanya diam kerena aku tidak tau bagaimana adab ku kepada Rasulullah. Lalu Aku lihat Rasulullah menyebut nama orang dengan mengucapkan salam untuk mu wahai fulan bin fulan. Rasulullah terus menyebut satu persatu dan aku hitung jumlah nya ada 11 nama yang di sebut Rasulullah SAW.

Setelah itu Rasulullah pun masuk kembali ke dalam kubur dan kubur itu menutup, bertepatan dengan itu pintu Mesjid Nabawi terbuka dari luar, dan Askar masuk kaget melihat ada aku di dalam terkunci.
Di luar aku lihat ada rombongan yang sdh hendak masuk dan salah satu dari mereka memanggil temannya dengan nama yang di sebut Rasulullah tadi.Aku kaget mendengar nama yang di panggil, aku pun berkata adakah di antara kalian yang namanya si fulan bin si fulan,salah satu angkat tangan,fulan bin si fulan,angkat tangan lagi sampai Aku menyebutkan semua nama yang di sebut Rasulullah td.Lalu aku tanya bukan kah jumlah kalian 11,mana yang satu nya,kerena yang ada di depan pintu gerbang hanya 10 org, Lalu mereka menyahut,wahai Syech teman saya tadi disini tapi dia lagi meninggalkn tempat sebentar, tadi dia juga bersholawat kepada Rasulullah lalu meninggalkan tempat ini sebentar nanti kembali lagi kesini.

Lalu Aku bertanya,sebelum nya apa yg kalian lakukan tadi,mereka menjawab kami memberi sholawat dan salam kpd Rasulullah.Maka Syech Umar Hamdan menangis,mereka heran lalu bertanya,ya Syech kenapa engkau menangis,
Syech Umar Hamdan berkata,tahu kah kalian semua nama kalian di sebut Rasulullah,semua nama kalian disebut Rasulallah,semua nama kalian di sebut Rasulallah.

Maka mereka yag hadir pun ikut menangis karena merasa begitu bahagia nama mereka di sebut Rasulullah ,mereka ikut menangis sambil bersholawat kepada Rasulallah SAW

(Cerita ini di kisah kan oleh Allahyarham K.H Adnan Iskandar beliau murid dari Syech Umar Hamdan Mekah wkt beliau belajar di Mekah)
Apabila ingin nama kita selalu di sebut Rasulullah perbanyak lah baca sholawat kepada Rasulullah SAW.
sumber : Yusrie Salman Alaydrus


Sabtu, 07 Mei 2016

Orang Kalimantan Wajib Tau ini Peninggalan Bersejarah Datu Kelampayan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari


Jika kalian orang Banjar atau orang kalimantan sudah pasti tau siapa Datu kelampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Albanjari, ya setiap orang kalimantan pastilah tau, bahkan beliau juga dikenal diluar kalimantan, jawa,sumatra dan seentero nusantara bahkan luar negri sperti negri jiran Malaysia singapura philipina dll serta negri Arab.

Beliau adalah salah seorang ulama banjar yang telah menjayakan islam di tanah banjar dan sekitarnya
ulama yang kharismatik dan yang penuh dengan wibawa. jika kalian ingin mengetahui pilosofi atau Menaqib Syekh Muhammad Arsyad Albanjari klik disini Syekh Muhammad Arsyad Albanjari ( Datu Kelampayan ).

Baiklah disini saya akan menulis artikel tentang peninggalan baranng bersejarah milik datu kelampayan baik dipakai setiap hari maupun dipakai sewaktu2. artikel ini saya buat hanya semata2 untuk mengambil berkat dan Tabarruk kepada beliau agar generasi yang muda ini bisa mengingat akan kehidupan beliau dimasa lalu.
baiklah kita Mulai saja dengan dibawah ini...

1. Alquran, yang di tulis dengan tangan beliau sendiri.


2. Kitab "Hidayatur Rasyidin"
    Kitab tauhid yg di karang dan di Tulis Langsung Oleh datuk kalampayan ketika di mekkah.


3.kitab sabilal Muhtadin
kitab Sabilal Muhtadin inilah kitab beliau yang paling masyhur,kemasyhuran kitab ini menjadi khasanah di beberapa perpustakaan besar yaitu di Mekkah,Mesir,Turki,dan Beirut.kitab ini amat pepoler di seluruh nusantara yang merangkumi  Indonesia,Malaysia,Singapura,Thailand,kamboja dan brunai darussalam.kitab ini merupakan kitab fiqih melayu tersebar luas diseluruh alam melayu,terdapat didalam 2 jili.jilid pertama mempunyai 252 halaman dan jilid kedua 272 halaman.perbincangan dalam kitab ini meliputi dalam persoalan ibadah yang menyentuh thaharah,sholat,puasa,zakat,haji,akikah,korban,dll.


4. Tasbih Datu Kelampayan.
    tasbih ini di perkirakan berumur ratusan tahun kurang lebih 256 tahun.


5. Baju Rumpi 
baju Rumpi atau baju rajahan ini adalah baju pelindung diri yang dipakai oleh beliau sebagai pelindung diri dari segala macam serangan, konon jika memakai baju rumpi dalam masyarakat banjar, senjata tajam atau peluru tembakan tidak dapat menembus badan pemakainya.


6, Keris Atau belati
 salah satu senjata yang pernah di gunakan Datu kelampayan 


7. Mandau kesultanan banjar.
Mandau ini mempunyai 72 pasak amas,Yg di berikan kepada datuk kalampayan.
Dan sekarang Mandau ini di rawat oleh seorang Juriat Datu Kelampayan di kota Palangkaraya.


8. Arit Yang sering digunakan oleh Datu Kelampayan.


9. Kopiah dan Surban Datu Kelampayan.


10. Baju yang di pakai Datu Kelampayan


11. Tongkat Datu Kelampayan,


13. Piring Datu Kelampayan.
Ini adalah piring makan maulana muhammad arsyad albanjari. Konon ini piring langsung di datangkan langsung dari china. Kebetulan istri maulana ada yg bersuku china, yaitu tuan Goat, atau Hwu Gowat Neon Ralat nama yang benar dari istri Datu Kelampayan adalah Go Hwat Nio .


12. Cermin Datu Kelampayan.


13. Ranjang kelambu Datu Kelampayan.


14. Tempat Penginangan Datu Kelampayan.


sampai disini yang bisa saya informasikan tentang barang berharga peninggalan bersejarah dari datu kita Syekh Muhammad Arsyad Albanjari . semoga menambah kecintaan kita Terhadap Waliyullah dan para Alim Ulama khususnya  Datu Kita Semua Syekh Muhammad Arsyad Albanjari.
Sumber foto Sebagian di ambil di page Muhibbin Bani Arsyadi Al-Banjari


Senin, 04 April 2016

Kisah Nabi Sulaiman : Semut dan Cacing Buta


Suatu hari Nabi Sulaiman A.S sedang duduk di pinggir danau, dan secara tidak sengaja beliau melihat seekor semut dengan membawa biji gandum yang melebihi ukuran tubuhnya.
Nabi Sulaiman penasaran dengan apa yang dilakukan oleh semut tersebut dan terus memperhatikan kemana semut tersebut membawa biji gandum itu. Sambil terseok-seok semut tersebut mengangkat biji gandum itu hingga sampai pada tepi danau.

Tiba-tiba muncul seekor katak yang keluar dari air danau, lalu sang katak membuka mulutnya. Diluar dugaan sang semut justru berjalan masuk kedalam mulut katak yang kemudian sang katak menutup mulutnya dan kembali menyelam kedalam danau..

Nabi Sulaiman A.S mengira sang semut telah mati, meskipun demikian Nabi Sulaiman masih penasaran dengan apa yang dilakukan oleh sang semut yang masuk kedalam mulut katak tersebut..
Beberapa saat kemudian sang katak tadi keluar dari air danau lalu kembali membuka mulutnya.
Tidak disangka Nabi Sulaiman, ternyata Sang semut berjalan keluar dari mulut sang Katak.
Nabi Sulaiman melihat sang semut berjalan keluar dari mulut tanpa membawa biji gandum yang ia bawa tadi.

Lalu karena kuasa Allah SWT, Sang Nabi Sulaiman memanggil sang semut dan menanyakan apa yang dilakukannya,“Wahai semut, apa yang sedang engkau lakukan di dalam mulut katak tadi?”.
Dijawab oleh sang semut :“Wahai Nabiyullah, sesungguhnya di dalam danau ini terdapat batu cekung, berongga, dan didalamnya terdapat seekor cacing buta. Cacing itu tidak kuasa keluar dari cekungan batu untuk mencari penghidupannya. Dan sesungguhnya Allah SWT telah mempercayakan kepadaku urusan rezekinya”.Nabi Sulaiman A.S lalu bertanya lagi :“Apakah kamu mendengar suara tasbih dari sang cacing itu?”Dijawab oleh sang semut :“Ya Nabiyullah”. Cacing tersebut berdoa :
""Wahai Dzat yang tidak melupakan aku di dalam danau yang dalam ini dengan rezeki-Mu, Janganlah Engkau melupakan hamba-hambaMu yang beriman dengan Rahmat-Mu’.
Subhanallah..! Allah SWT mengabulkan do'a sang cacing yang buta tersebut.

★ Maha Besar Allah SWT dengan segala rezekinya sebagaimana tertulis dalam surat Hud ayat 6 :
”Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannnya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Selasa, 16 Februari 2016

Rumah Kenangan Waktu Kecil Abah Guru Sekumpul

Ini adalah rumah Abah Guru yang waktu dalam keadaan susah , sedikit berubah atapnya dulu dari atap rumbia

Lokasi tidak jauh dengan kubah orang tua Abah Guru ( Haji abdul Ghani Bin Abdul Manaf ) Dekat Mushalla Darul Aman Martapura

Di rumah ini Abah Guru sekeluarga dengan sabar atas ujian dari Allah , kurang lebih 11 tahun makan gedabung pisang ( bagian tengah batang pisang ) setelah sedikit ada rezeki makan dari nasi bungkus sehari dibagi 4 org ( org tua , adiknya dan abah guru , adik yg paling kecil wafat waktu kecil )

Dirumah ini juga , Abah Guru hanya punya selembar baju dan sarung , kalau di cuci terpaksa tidak pakai baju , kalau mau seperti disetrika ditaruh dibawah tikar tempat tidur , dan karena jarang mencuci waktu sekolah di darussalam sering diejek teman sampai dibilang bau tahi ( moga diampuni Allah yg mengejeknya ) , namun dalam kesusahannya beliau tetap rajin menuntut ilmu walaupun dengan berjalan kaki dan baju selembar dibadan

Di rumah ini juga , abah guru waktu kecil dapat ujian sakit ambiyen , dlm pengajiannya abah bisa bercerita " begitu sakitnya sakit ambiyen waktu mau buang air besar , pernah sampai ambiyennya keluar mau buang air besar dipatok ayam .. Allah yarham

Dahulu rumah beliau beratapkan daun rumbia , kalau kebetulan musim hujan tidak bisa tidur kerena tembus air hujan .
dulu memang kita juga belum tahu , kebetulan waktu santri ziarah bersama teman yang tahu , lalu jdi tahu , klau habis ziarah ke kuitan kubah guru , biasa mampir sebentar memandang rumah ini mengingat kisah abah waktu susah dgn penuh sabar , setelah abah jadi guru di darussalam dan hasil menjual intan yg keluarga menitip intan kepada orang tua Abah Guru lalu intan itu dihadiahkan dan dijual , baru bisa pindah ke rumah yg di tempat tinggali skrg alhmarhum Guru Supian.

Luar biasa ujian para org sholeh untuk mencapai maqom kewaliannya

Mudahan kita dapat mentauladani kesabaran abah guru .. Aamiin

Jumat, 05 Februari 2016

Pandangan 4 Mahzab tentang Hadiah bacaan Alquran,tahlil,dan shodaqah kepada mayyit.



Sampaikah bacaan alquran,sholawat,tahlil,tahmid,takbir,tasbeh,shodaqah makanan
Yang di hadiahkan untuk almarhum orang tua kita,guru2 kita,sanak keluarga kita,
Jawaban nya Semuanya SAMPAI dan pahalanya di terima oleh si mayit,

Jadi orang yang mengadakan tahlilan,haulan besar2n itu tdk sia2,
Kerena sudah ijma ulama dari 4 mazhab.bahwa semua amal shodaqah,bacaan,sholat hadiah itu sanmpai,

Di awali mazhab hanafi dulu,

Imam 'alauddin abu bakar bin mas'ud alhanafi wafat tahun 587 h.berkata dalam kitab nya

بدائع الصنائع في ترتيب الشرائع من صام أو صلى أو تصدق وجعل ثوابه لغيره من الأموات أو الأحياء جاز ويصل ثوابها إليهم عند أهل السنة والجماعة وقد صح عن رسول الله أنه ضحى بكبشين أملحين أحدهما عن نفسه والآخر عن أمته ممن آمن بوحدانيت الله وبرسالته

Barangsiapa puasa,atau sholat atau bershodaqah dan ia jadikan pahalanya untuk orang yag mati atau yang hidup,maka boleh dan smpai pahalanya itu kepada mereka,di sisi ulama ahlis sunnah waljamaah,
Telah sahih riwayat dari rasulullah,bahwa beliau menyembelih 2 kambing kibasy,salah satunya pahalanya dperuntukkan untuk beliau, dan yang satunya untuk semua ummatnya yang beriman kepada tuhan yang maha esa,dan kerasulan beliau


Dari mazhab maliki,

Dalam kitab hasyiah dasuqi ala syarhil kabirisyekh dardir,
Imam muhammad bin ahmad addasuqi almaliki wafat tahun 1230 h.

قال ابن رشد : وإن قرأ الرجل وأهدى ثواب قراءته للميت جاز ذلك وحصل للميت أجره

Ibnu rusydi berpendapat,jika seseorang membaca alquran, dan ia hadiahkan pahalanya untuk mayit,maka boleh itu dan smpai pahalanya untuk si mayit

وذهب إليه غير واحد من أئمتنا الأندلسيين أن الميت ينتفع بقراءة القرآن الكريم ويصل إليه نفعه ويحصل له أجره إذا وهب القارئ ثوابه له

Dan mengikut fatwa ibnu rusydi tadi beberapa ulama dari andalus spanyol,bahwa mayit bisa mendapatkan manfaat dengan bacaan alquran, dan sampai manfaatnya kepada nya, dan bisa hasil pahalanya itu jika si pembaca meniatkan memberikan pahala bacaan nya untuk mayit itu

لحديث النسائي عن النبي صلى الله عليه وسلم : من دخل مقبرة وقرأ قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وأهدى ثوابها لهم كتب الله له من الحسنات بعدد من دفن فيها

Ada hadist drwayatkn imam nasa-i,dr nabi kita bersabda : barangsiapa masuk pekuburan,dan membaca surah al ikhlas 11x, dan ia hadiahkan pahalanya untk orang2 di perkuburan itu,maka Allah tulis beberapa kebaikan untuk pembaca td sebilangan manusia yg dikuburkan dsana

Imam abu abdillah almaliki dalam kitabnya syarah mukhtashor khalil berkata,

فينبغي للإنسان أن لا يتركه فلعل الحق هو الوصول فإنه مغيب وكذا التهليل الذي اعتاد الناس ينبغي عمله والاعتماد على فضل الله

Maka sepantasnya bagi orang2,agar jgn meninggalkan menghadiahi mayit,barangkali yg benarnya adalah pahalanya memang SAMPAI,kerana itu masalah gaib,begitu juga jangan ditinggalkan TAHLILAN yang sering dlakukan masyrakat,sepatutnya itu terus di amalkan dan berpegang atas kelebihan pemberian Allah

قال ابن العربي : أوصيك بالمحافظة على شراء نفسك من الله تعالى بأن تقول لا إله إلا الله سبعين ألفا فإن الله تبارك وتعالى يعتقك ويعتق من تقولها عنه من النار

Ibnul arabi berkata : aku wasiati kamu dgn slalu menebus dirimu dr Allah,dgn slalu membaca tahlil 70rb kali,krn Allah akan membebaskan kamu dan orang yang di hadiahi tahlil 70rb kali tadi dari api neraka

Dari mazhab syafi'i

Imam nawawi wafat tahun 676 h. dalam majmu nya meriwayatkan

أخبرنا الربيع بن سليمان قال حدثنا الشافعي إملاء قال : يلحق الميت من فعل غيره وعمله ثلاث : حج يؤدى عنه ومال يتصدق به عنه ودعاء

Imam syafi'i berkata : mayit bisa mendapat pahala dari perbuatan dan amal orang lain ada 3,
1.haji yg dlaksanakan dari nya
2.harta yg dshadaqahkan dgn harta itu untuk nya
3.doa untuk nya

Dalam kitab mugnil muhtaj oleh imam khatib syarbaini wafat tahun 977 h,
Dan kitab i'aanah tholibin oleh imam bakri bin m.syatho wafat tahun 1202 h

وقال ابن عبد السلام في بعض فتاويه : لا يجوز أن يجعل ثواب القراءة للميت لأنه تصرف في الثواب من غير إذن الشارع

Imam ibnu abdissalam dalam sbagian fatwanya berfatwa: tdk boleh menjadikan pahala bcaan alquran untuk mayit,krn memperlakukan pahala dgn tanpa izin syari'at,

وحكى القرطبي في التذكرة أنه رئي في المنام بعد وفاته فسئل عن ذلك فقال : كنت أقول ذلك في الدنيا والآن بان لي أن ثواب القراءة يصل إلى الميت

Imam qurtubi dalam kitab tazkirahnya menceritakan, bhw dperlihatkan dalam mimpi,setelah ibnu abdissalam nya wafat,lalu di tanya tentang fatwanya itu yg mengatakan tidak boleh menghadiahkan bacaan quran,lalu ibnu abd salam menjawab :dahulu aku memfatwakan itu di dunia,sekarang nyata bagi ku,bhw bacaan alquran itu ternyata sampai ke mayit

وحكى النووي في شرح المسلم والأذكار وجها أن ثواب القراءة يصل إلى الميت كمذهب الأئمة الثلاثة

Imam nawawi dalam syarah muslim dan azkarnya satu wajah menyebut bhw pahala bcaan quran itu smpy ke mayit spt pendapat mazhab hanafi,maliki,hanbali,

واختاره جماعة من الأصحاب منهم ابن الصلاح والمحب الطبري وابن أبي الدم وابن أبي عصرون وعليه عمل الناس

Dan memilih sampai nya bacaan itu kemayit beberapa kumpulan ulama,diantaranya,ibnu sholah,muhibbu thobari,ibnu abiddam,ibnu abi ashrun,dan atas ini lah sekarang banyak orang mengamalkan nya

وما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن

Dan apa saja yg dipandangan ulama2 itu bagus,maka bagus juga di sisi Allah

قوله لا يصل ثوابها إلى الميت ضعيف

Perkataan imam syafi'i tdk sampai pahalanya ke mayit itu DHOIF,

وقوله وقال بعض أصحابنا يصل معتمد

yang MU'TAMAD nya adalah qaul beberapa ashhab yaitu pahalanya SAMPAI

Dari mazhab hanbali

وحكي عن أحمد بن حنبل : أنه قال : يلحق الميت ثواب ما يفعل عنه من الصلاة والقراءة والذكر

Di riwayatkan dari imam ahmad bin hanbal,bahwa beliau berkata :mayit bisa  mendapat pahala yang dkerjakan untuk dia dari sholat,bacaan Quran dan Zikir2,

Dari mazhab hambali aku khususkan ckp pendapat ibnu taimiyah saja, Inilah kumpulan jawaban sekaligus fatwa ahmad bin abdul halim yang masyhur dengan ibnu taimiyah alharani alhanbali wafat tahun 728 h,

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪﺑﺎﺗﻔﺎﻕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ

 Adapun shodaqah yang dkeluarkan untuk mayit,itu bermanfaat,dengan ittifaq para imam

ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻻﻧﻔﺲ ﺍﻟﻌﻤﻞ

Bahwasanya yg sampay kepada mayit itu hanya pahala amal itu,bukan zat amal itu

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﺇﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻫﺪﺍﺀ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﻤﺎﻟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺒﺪﻧﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﻮﺗﻰﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻲ
ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺎﻟﻚﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻫﺪﻱ ﻟﻤﻴﺖ ﺛﻮﺍﺏ ﺻﻴﺎﻡﺃﻭ ﺻﻼﺓ ﺃﻭ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺟﺎﺯ ﺫﻟﻚ

Para ulama ijma,bhw boleh nya menghadiahkan pahala ibadah shodaqoh dan pahala ibadah badan kepada mayit yang islam,seperti itu mazhab ahmad,abu hanifah,maliki dan syafi'i,jd apabila mayit di hadiahkan pahala puasa,sholat,danbcaan,maka boleh itu Ibnu taimyah ditanya lagi masalah tahlil,

ﺇﺫﺍ ﻫﻠﻞ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻫﻜﺬﺍ ﺳﺒﻌﻮﻥ ﺃﻟﻔﺎ ﺃﻭﺃﻗﻞ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ ﻭﺃﻫﺪﻳﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﻧﻔﻌﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺬﺍﻟﻚ

Jika para manusia bertahlil 70rb kali atau kurang dari itu, atau lebih, lalu di hadiahkan kepada mayit,maka Allah beri manfaat kpd mayit itu dengan sebab tahlilan tadi,

ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﻬﻢ ﻭﺗﻜﺒﻴﺮﻫﻢ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺫﻛﺮﻫﻢ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺫﺍﺃﻫﺪﻭﻩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ

Bacaan alquran ,tasbih,takbir,dansmua zikir itu, bila dihadiahkan kpd mayit,maka Sampai kepada mayit pahalanya

ﺃﻣﺎ ﻭﺻﻮﻝ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺒﺪﻧﻴﺔﻛﺎﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺼﻮﻡ ﻓﻤﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺼﻞ

Ittifaq imam 4 mazhab bahwa pahala ibadah badaniah itu sampai, seperti membaca alquran,sholat hadiah,puasa,
Karena itu saya himbau kpd teman2 smua agar selalu tahlilan dan berhadiah pahala untuk saudara muslim kita yg telah mendahului kita.

semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua...Aamiiiinnn