Tampilkan postingan dengan label Rasulullah SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah SAW. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juni 2023

Meneladani Akhlak Rasulullah


Selamat datang di blog kami yang mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah". Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai umat Muslim, kita memiliki contoh yang sempurna dalam sosok Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah utusan Allah yang telah menunjukkan akhlak dan perilaku yang mulia, menjadi teladan bagi umatnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab: 21)

Dalam blog ini, kami akan membahas beberapa aspek penting dari akhlak Rasulullah yang dapat kita teladani. Mari kita simak beberapa di antaranya:

Kejujuran: Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang sangat jujur. Beliau selalu berpegang teguh pada kebenaran dan tidak pernah berbohong dalam perkataan maupun perbuatan. Kita bisa meneladani kejujuran beliau dalam setiap aspek kehidupan kita, baik itu dalam berbicara, berbisnis, maupun dalam menjalankan amanah.

Kesabaran: Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup. Beliau tetap tenang dan tabah dalam menghadapi kesulitan, serta tidak mudah putus asa. Meneladani kesabaran Rasulullah dapat membantu kita mengatasi berbagai tantangan hidup dengan sikap yang positif dan penuh keyakinan.

Kemurahan Hati: Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Rasulullah SAW sering memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk materi maupun nasihat. Kita dapat meniru sifat kemurahan hati beliau dengan saling membantu dan memberikan kebaikan kepada orang lain di sekitar kita.

Kesederhanaan: Rasulullah SAW hidup dengan sederhana meski beliau memiliki otoritas dan kekuasaan. Beliau tidak tergoda oleh harta dan kemewahan dunia. Meneladani kesederhanaan Nabi Muhammad SAW dapat membantu kita menghindari sikap riya' (pamer) dan keinginan berlebihan yang tidak bermanfaat.

Pengampunan: Rasulullah SAW selalu mengampuni kesalahan orang lain dan tidak pernah menyimpan dendam. Beliau menunjukkan kasih sayang dan kelembutan dalam berinteraksi dengan semua orang. Meneladani sikap pengampunan Rasulullah dapat membantu kita menciptakan keharmonisan dan persaudaraan di antara umat manusia.

Itulah beberapa aspek akhlak Rasulullah yang dapat kita teladani. Dengan mengamalkan dan mempraktikkan akhlak tersebut, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan menjadi panutan bagi orang lain.

Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Semoga tulisan-tulisan di sini dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam meningkatkan akhlak kita sesuai dengan contoh terbaik yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Mari bersama-sama meneladani akhlak Rasulullah demi kebaikan dunia dan akhirat.

Kamis, 01 Juni 2023

Sahabat Nabi: Jaminan Masuk Surga

Salah satu aspek yang sangat penting dalam agama Islam adalah pentingnya hubungan dengan sahabat Nabi Muhammad SAW. Para sahabat adalah orang-orang yang hidup bersama Nabi, belajar darinya, dan mendedikasikan hidup mereka untuk menyebarkan ajaran Islam. Sahabat Nabi bukan hanya sekadar teman, tetapi mereka juga memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi keutamaan sahabat Nabi dan mengapa mereka dijamin masuk surga.

Keutamaan Sahabat Nabi:

Sahabat Nabi adalah generasi terbaik setelah para nabi. Mereka memiliki keutamaan yang luar biasa karena mereka telah dipilih oleh Allah untuk berinteraksi langsung dengan Nabi Muhammad SAW. Beberapa sahabat yang paling terkenal adalah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Uthman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, namun jumlah sahabat secara keseluruhan sangat banyak.

Hubungan dengan Nabi Muhammad SAW:

Sahabat Nabi memiliki kehormatan yang luar biasa karena mereka hidup bersama dan belajar langsung dari Nabi Muhammad SAW. Mereka menyaksikan kebaikan, ketulusan, dan kebijaksanaan Nabi dalam setiap tindakan dan perkataannya. Mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan Nabi dan sangat mencintainya.

Pengorbanan dan Dedikasi:

Sahabat Nabi tidak hanya mengikuti ajaran Islam secara penuh, tetapi juga mengorbankan harta, waktu, dan nyawa mereka untuk menyebarkan agama ini. Mereka menghadapi tantangan dan cobaan yang berat, termasuk penindasan dan penganiayaan, namun tetap teguh dalam keyakinan mereka. Dedikasi mereka kepada Islam adalah inspirasi bagi umat Islam hingga saat ini.

Kesaksian Nabi tentang Surga bagi Sahabatnya:

Nabi Muhammad SAW memberikan kesaksian tentang keselamatan dan kebahagiaan abadi bagi para sahabatnya. Beliau bersabda bahwa 70.000 sahabat pertama yang masuk Islam akan masuk surga tanpa hisab (penghisaban). Selain itu, ada banyak hadis yang menyebutkan pujian dan janji kebaikan Allah bagi sahabat Nabi.

Teladan untuk Umat Islam:

Sahabat Nabi adalah teladan utama bagi umat Islam. Mereka menunjukkan keikhlasan, keberanian, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan terhadap agama dan Rasulullah. Mengikuti jejak mereka dalam berakhlak, beribadah, dan berbuat kebaikan akan membawa keberkahan dan memperkuat ikatan dengan Allah SWT.

Kesimpulan:

Sahabat Nabi adalah individu yang luar biasa dalam sejarah Islam. Mereka memiliki kedudukan yang istimewa karena hubungan mereka dengan Nabi Muhammad SAW dan dedikasi mereka kepada agama. Dengan pengorbanan dan ketekunan mereka, mereka telah mendapatkan jaminan masuk surga.


Jumat, 24 Agustus 2018

Kelebihan Rasulullah SAW


Katakan adakah seseorang yang lebih hebat dari Rasulullah SAW?
Yang Allah membagi padanya rahmat untuk dia bagikan semesta yang jutaan malaikat kepadanya tak berhenti bersholawat, matahari karena doanya tenggelam terlambat, bulan terbelah dan pepohonan sujud padanya.

Katakanlah adakah yang lebih indah dari Rasulullah SAW?
Jika Nabi Yusuf mendapat separuh ketampanan, maka Rasulullah SAW telah diberi ketampanan yang sempurna.

Adakah yang lebih indah dari Rasulullah SAW?
Ditangannya ada berkah, dihatinya ada cinta, dimatanya ada telaga, didalamnya kita bisa berenang dalam sejuk kasihnya.

Katakanlah siapa yang lebih baik dari Rasulullah SAW?
Kasihnya dirasa hingga bahkan oleh si kafir yang durhaka, dermawannya tak pernah takut kefakiran mendera, tawadhu, sabar, syukur, ikhlas, berlapang dada, dan senyum dari bibirnya tak pernah sirnah.

Katakanlah adakah selain Rasulullah SAW yang sempurna?
Rasulullah SAW mengingat Allah disetiap waktunya. Memberi syafa'at hingga selamat umatnya dari siksa neraka, dan berkorban bahkan dengan darah dan air mata.

Wahai... Yang kami inginkan darimu, adalah bisa bersama denganmu Ya Rasulullah SAW

Kekhususan Nabi Muhammad SAW



قال الإمام السيوطي رحمه الله في كتابه الخصائص الكُبرى :
Berkata Al-Imam As-Suyuthi Ra didalam kitabnya Al-Khosooisul Kubro

" ما أُوتي نبي معجزة ولا فضيلة إلا ولنَبِيِّنا مُحمد ﷺ نظيرها أو أعظم منها ".
Tidak diberikan kepada seorang Nabi,suatu mu'jizat,tidak pula keutamaan kecuali mu'jizat yang diberikan kepada Nabi kita Muhammad Saw mampu menandingi-nya,bahkan lebih besar lagi atas mu'jizat yang diberikan ALLAH kepada Nabi kita Muhammad Saw

١- من خصائصه ﷺ أن الله أراه جبريل عليه السلام في صورته الحقيقية .
1.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya beliau melihat malaikat Jibril As didalam bentuk aslinya

٢- من خصائصه ﷺ شَق صدره ، وجَعْل خاتم النبوة بين كتفيه .
2.Dan dari kekhususan Nabi Saw, dibelah dada beliau & dijadikan tanda ke-Nabi-an antara kedua pundak beliau

٣- من خصائصه ﷺ أن الله خَفَّف العذاب عن عمِّه أبي طالب بشفاعته ﷺ .
3.Dan dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH meringankan adzab dari paman-nya karena sebab syafa'at Nabi Saw

٤- من خصائصه ﷺ رحلة الإسراء والمعراج .
4.Dan dari kekhususan Nabi Saw, diperjalankan atas beliau isra'&mi'raj

٥- من خصائصه ﷺ صلاته إماماً بالأنبياء والمرسلين في بيت المقدس في رحلة الإسراء والمعراج
5.Dan dari kekhususan Nabi Saw, beliau menjadi imam ketika sholat bersama para Nabi & para Rosul di Baitul Maqdis ketika perjalanan isra'&mi'raj

٦- من خصائصه ﷺ القرآن الكريم
6.Dari kekhususan beliau Saw,diturunkannya Al-Qur-an

٧- من خصائصه ﷺ أن معجزته - وهي القرآن الكريم - مستمرة إلى يوم القيامة
7.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya mu'jizat beliau yaitu Al-Qur'an akan selalu langgeng, ada sampai hari qiamat

٨- من خصائصه ﷺ أنه أوتي الكتاب وهو أُمي لا يقرأ ولا يكتب
8.Dan dari kekhususan Nabi Saw,diberikan Al-Qur-an sedangkan beliau dalam keadaan ummi tidak membaca tidak menulis

٩- من خصائصه ﷺ أن في كتابه الناسخ والمنسوخ
9.Dan dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya didalam al-qur'an terdapat yang menghapus dan yang terhapus

١٠- من خصائصه ﷺ أنه خاتم النبيين وآخرهم بعثاً
10.Dari kekhususan Nabi Saw,beliau sebagai penutup para Nabi&Nabi paling akhir didalam peng-utusan.

١١- من خصائصه ﷺ أن شرعه مُؤبّد إلى يوم القيامة ، وناسخ لجميع الشرائع قبله .
11.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya syariat beliau akan selamanya sampai hari qiamat & syariat beliau menghapus seluruh syariat-syatiat sebelumnya

١٢- من خصائصه ﷺ أنه أُعطي خواتيم سورة البقرة من كنز تحت العرش .
12.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya diberikan kepada beliau ayat-ayat penutup dari surat Al-Baqarah, dari simpanan dibawah Arsy ALLAH SWT

١٣- من خصائصه ﷺ إيتاؤه سورة الفاتحة .
13.Dari kekhususan Nabi Saw, pemberian kepada Beliau surat Al-Fatihah

١٤- من خصائصه ﷺ عموم دعوته للناس كافة .
14.Dari kekhususan Nabi Saw, dakwah beliau untuk seluruh manusia

١٥- من خصائصه ﷺ أنه أكثر الأنبياء تابعاً .
15.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya Beliau adalah seorang Nabi yang paling banyak pengikutnya.

١٦- من خصائصه ﷺ أنه غُفر له ماتقدم من ذنبه وما تأخر .
16.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya beliau diampuni kekurangan (meskipun beliau tidak ada kekurangannya) yang akan datang atau yang telah lalu

١٧- من خصائصه ﷺ أن الله أعطاه نهر الكوثر .
17.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH memberikan kepada Beliau telaga Kautsar

١٨- من خصائصه ﷺ أنه مُرسل إلى الجن بالإجماع .
18.Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya Beliau diutus kepada jin & ini adalah pendapat yang telah disepakati

١٩- من خصائصه ﷺ أن نهره الكوثر أعظم حياض الأنبياء .
19.Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya telaga Kautsar adalah telaga terbesar dari telaga-telaga milik para Nabi

٢٠- من خصائصه ﷺ أن الله أمدَّه بالملائكة في غزواته
20.Dan dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya ALLAH memberikan bantuan para malaikat didalam pertempuran-pertempuran Beliau Saw.

٢١- من خصائصه ﷺ إعطاؤه المقام المحمود ، وهي الشفاعة العُظمى لبدء الحساب
21.Dari kekhususan Nabi Saw...pemberian kepada Beliau kedudukan yang terpuji yaitu syafa'at terbesar ketika permulaan perhitungan(hisab)

٢٢- من خصائصه ﷺ أنه أول من تنشق عنه الأرض يوم القيامة
22.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya Beliau makhluk pertama kali yang terbelah kuburan-nya dihari kiamat

٢٣- من خصائصه ﷺ أنه يُعطى لواء الحمد يوم القيامة
23.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya Beliau diberikan bendera pujian di hari kiamat

٢٤- من خصائصه ﷺ أنه أول من يدخل الجنة
24.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya Beliau-lah yang pertama kali masuk syurga

٢٥- من خصائصه ﷺ إقسام الله تعالى بحياته في كتابه الكريم
25.Dari kekhususan Nabi Saw...ALLAH bersumpah demi kehidupan Beliau didalam Al-Qur'an..."Demi umurmu (Nabi Muhammad sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".surat Al-Hijr;72.

٢٦- من خصائصه ﷺ كونه رحمة للعالمين حتى للكفار بتأخير العذاب ، ولم يُعاجلوا بالعقوبة كسائر الأمم
26.Dari kekhususan Nabi Saw, Beliau adalah rahmat bagi seluruhnya sampai-sampai pada orang kafir sekalipun berupa pengakhiran adzab atas mereka, mereka tidaklah dipercepat adzabnya (tidak diadzab didunia) seperti yang terjadi pada umat-umat yang terdahulu

٢٧- من خصائصه ﷺ إسلام قرينه .
27.Dari kekhususan Nabi Saw, Islamnya orang-orang yang dekat dengan beliau

٢٨- من خصائصه ﷺ أن الله لم يُنادِهِ بالقرآن باسمه تشريفاً وتعظيماً له .
28.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH tidak menyebut nama Beliau langsung didalam Al-Qur'an sebagia bentuk pemulyaan & peng-agungan kepada Beliau

٢٩- من خصائصه ﷺ تحريم ندائه باسمه ﷺ على الأُمة .
29.Dari kekhususan Nabi Saw, pengharaman pemanggilan nama beliau langsung atas umat ini (jika langsung bertemu dengan Nabi Saw)

٣٠- من خصائصه ﷺ أن الميت يُسأل عنه في قبره .
30.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya mayit dikuburnya akan ditanya tentang pengikutan kepada Beliau

٣١- من خصائصه ﷺ أن الله أخبره بالأمور الغيبية المستقبلية .
31.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH mengabarkan kepada Beliau tentang urusan-urusan yang ghaib yang terjadi pada zaman yang akan datang

٣٢- من خصائصه ﷺ تحريم نكاح أزواجه من بعده أبداً.
32.Dari kekhususan Nabi Saw,pengharaman menikahi istri-istri Beliau selamanya setelah wafatnya Beliau

٣٣- من خصائصه ﷺ أن الله تولى تبرئته عما يَنسِب إليه أعداؤه.
33.Dari pengkhususan Nabi Saw, ALLAH yang langsung menghadapi, membantah segala cacian yang dilontarkan musuh-musuh Beliau

٣٤- من خصائصه ﷺ أن الله أطلعه على الجنة والنار .
34.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH SWT menampakkan kepada beliau surga&neraka

٣٥- من خصائصه ﷺ أنه يَرى مَن خلفه في الصلاة .
35.Dari kekhususan Nabi Saw, beliau dapat melihat dari belakang(tanpa menoleh) ketika Beliau tengah sholat.

٣٦- من خصائصه ﷺ إيتاؤه جوامع الكلم
36.Dari kekhususan Nabi Saw, Beliau diberikan kemampuan didalam sedikit lafadz bicaranya tetapi mengandung banyak makna

٣٧- من خصائصه إيتاؤه مفاتيح خزائن الأرض
37.Dari kekhususan Nabi Saw Beliau diberikan kunci-kunci simpanan-simpanan harta dibumi

٣٨- من خصائصه اختصاصه بشرح الصدر ، ووضع الوزر ، ورفع الذكر
38.Dari kekhususan Nabi Saw,ALLAH melapangkan dada(hati) Beliau, dihilangkan segala kekurangan & diangkatnya nama Beliau

٣٩- من خصائصه ﷺ أنه أكرم الخلق على الله
39.Dari kekhususan Beliau Saw sesungguhnya Beliau paling mulia-nya makhluk disisi ALLAH SWT

٤٠- من خصائصه ﷺ أن كل نسب منقطع يوم القيامة إلا نسبه ﷺ
40.Dari kekhususan Beliau Saw,sesungguhnya seluruh nasab terputus dihari kiamat kecuali nasab yang bersambung dengan Beliau Saw

٤١- من خصائصه ﷺ تفضيل أصحابه على جميع العالمين سِوى الأنبياء والمرسلين
41.Dari kekhususan Beliau Saw, keutamaan para sahabat Beliau dari makhluk yang lainnya kecuali para Nabi & para Rasul

٤٢- من خصائصه ﷺ أن الله جمع له كل مراتب الوحي
42.Dari kekhususan Beliau Saw, sesungguhnya ALLAH SWT mengumpulkan untuk Beliau segala kedudukan didalam penyampaian wahyu

٤٣- من خصائصه ﷺ تسميته أحمد
43.Dari kekhususan Nabi Saw, penama-an Beliau dengan nama Ahmad

٤٤- من خصائصه ﷺ أنه بُيِّن له في أمر الدَجَّال مالم يُبين لنبي قبله
44.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya Beliau telah dijelaskan tentang dajjal yang tidak pernah dijelaskan untuk Nabi sebelum Beliau



٤٥- من خصائصه ﷺ أن الله أخبره بالمغفرة وهو حي
45.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya ALLAH mengabari Beliau dengan mendapatkan pengampunan pada saat Beliau masih hidup.

٤٦- من خصائصه ﷺ تفضيل بلده مكة على سائر البلاد
46.Dari kekhususan Nabi saw peng-utama-an daerah asal Nabi yaitu Mekah daripada daerah yang lain

٤٧- من خصائصه ﷺ أن الصلاة في مسجده النبوي أفضل من ألف صلاة فيما سواه من المساجد إلا المسجد الحرام
47.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya sholat dimasjid Nabawi lebih utama dari 1000x sholat di masjid yang lain kecuali Masjidil Harom Mekkah

٤٨- من خصائصه ﷺ أن الدَجَّال لا يدخل بلديه مكة والمدينة
48.Dari kekhususan Nabi Saw sesunnguhnya dajjal tidak akan masuk 2 daerah Beliau,Mekah&Madinah

٤٩- من خصائصه ﷺ أن الطاعون لا يدخل مدينته
49.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya wabah penyakit tidak akan masuk kota Madinah

٥٠- من خصائصه ﷺ تَكفَّل الله سبحانه بإظهار دينه على جميع الأديان
50.Dari kekhususan Nabi Saw, ALLAH yang langsung menampak-kan agama Islam daripada agama yang lain(dari syariat Nabi yang terdahulu)

٥١- من خصائصه ﷺ أن الإيمان يرجع إلى مدينته في آخر الزمان
51.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya keimanan akan hanya didapatkan di Madinah pada akahir zaman

٥٢- من خصائصه ﷺ أن مابين بيته ومنبره روضة من رياض الجنة
52.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya antara rumah Beliau&mimbar Beliau adalah salah satu kebun dari kebun-kebun surga

٥٣- من خصائصه ﷺ أن منبره على حوضه يوم القيامة
53.Dari kekhususan Beliau Saw, sesungguhnya mimbar Beliau berada diatas telaga Beliau di hari kiamat

٥٤- من خصائصه ﷺ أن صحبته تثبت بنظرة واحدة له مع الإيمان به ، أما غيره من الناس فلا تثبت صحبتهم لبعض إلا بالمعاشرة الطويلة
54.Dari kekhususan Nabi Saw, sesungguhnya yang dikatakan sebagai sahabat Beliau hanya cukup dengan pandangan kepada Beliau walau sesaat&dengan perasaan iman percaya kepada Beliau,sedangkan pada manusia yang lain,tidak dikatakan sahabatnya kecuali apabila bersama dalam waktu yang lama

٥٥- من خصائصه ﷺ أن المصلي يُخاطبه وهو في صلاته - وذلك في التحيات في الصلاة
55.Dari kekhususan Nabi Saw,sesunnguhnya orang yang sholat ber-interaksi berbicara dengan Beliau pada saat tengah sholatnya&itu terjadi ketika duduk didalam tahyat

٥٦- من خصائصه ﷺ وجوب محبته ﷺ
56.Dari kekhususan Nabi Saw,wajibnya cinta kepada Beliau

٥٧- من خصائصه ﷺ أن الله ذكر أعضاءه في كتابه الكريم فذكر :
57.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya ALLAH SWT, sesungguhnya ALLAH menyebutkan anggota tubuh Beliau didalam kitabNya(yang terdahulu)yang mulia,maka ALLAH menyebutkan;
١- وجهه
1.Wajah Beliau
٢- لسانه
2.Lisan Beliau
٣- عينيه
3.Kedua mata Beliau
٤- يده
4.Tangan Beliau
٥- عنقه
5.Leher Beliau
٦- صدره
6.Dada Beliau
٧- ظهره
7.Punggung Beliau
٨- قلبه
8.Hati Beliau

٥٨- من خصائصه ﷺ أنه معصوم من الشيطان في جميع أقواله وأفعاله
58.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya Beliau terjaga dari setan disemua perkataan-perkataan&perbuatan-perbuatan Beliau saw.

٥٩- من خصائصه ﷺ زواجه أكثر من أربع
59.Dari kekhususan Nabi Saw,pernikahan Beliau lebih dari 4

٦٠- من خصائصه ﷺ أن من رآه في المنام فقد رآه ، فإن الشيطان لا يتمثل به ﷺ
60.Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya barangsiapa yang mimpi Nabi Saw,maka memang benar-benar dia melihat NabiSaw karena setan tidak akan mampu menyerupa bentuk dengan Nabi Saw.

٦١- من خصائصه ﷺ أن الله وعده بالعصمة من الناس
61-Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya ALLAH menjanjikan-nya dengan penjagaan dari manusia

٦٢- من خصائصه ﷺ أن الكذب عليه ليس مثل الكذب على غيره
62.Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya berbohong atas nama Nabi tidak-lah sama dosanya dengan berbohong atas selain Beliau

٦٣- من خصائصه ﷺ تحريم رفع الصوت فوق صوته ﷺ حياً وميتا
ً63.Dari kekhususan Nabi Saw pengharaman pengangkatan suara diatas suara Beliau Saw baik ketika hidup atau ketika wafat Beliau Saw

٦٤- من خصائصه ﷺ أن مَن حلف عند منبره كاذباً دخل النار
64.Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya barangsiapa yang bersumpah palsu ketika berada di mimbar Beliau saw,masuk neraka

٦٥- من خصائصه ﷺ طيب عرقه ، وريحه ، ولين ملمسه
65-Dari kekhususan Nabi Saw wangi keringatnya&aroma tubuhnya serta lembut ketika disentuh

٦٦- من خصائصه ﷺ أن تطوعه في الصلاة قاعداً كتطوعه قائما
ً66-Dari kekhususan Nabi Saw,sesungguhnya sholat sunnah Beliau didalam duduk seperti sholat sunnah Beliau dalam keadaan berdiri

٦٧- من خصائصه ﷺ أن الصدقة لا تَحلّ له ولا لأهل بيته
67-Dari kekhususan Nabi Saw sesungguhnya shodaqoh tidak diperbolehkan bagi Beliau beserta Ahlu Bait-nya.

Minggu, 17 Desember 2017

Kemuliaan Dan Cinta Nabi Muhammad Kepada Sayyidah Aisyah



Didalam sebuah riwayat di ceritakan...

suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dalam sebuah ruangan bersama Sayyidatuna Aisyah Ra. sambil memperbaiki sepatunya.  Dan sayyidah Aisyah memandangi wajah Rasul yang bercahaya, penuh keberkahan, dan dilihatnya air peluh nampak keluar dari dahinya.

Maka sayyidah Aisyah merasa takjub dengan keagungan beliau sehingga dia pun menatapnya begitu lama hingga akhirnya Rasul menyadari akan hal itu.

Sehingga beliau bertanya pada sayyidah Aisyah, “Ada apa ya aisyah?”
Maka Sayyidah aisyah menjawab, “ ya Rasulallah, sungguh Jika Abu Bukair Al-Huthali sang penyair melihatmu maka niscaya dia akan segera tahu bahwa puisi yang ditulisnya itu pasti untukmu”

Rasulullah SAW bertanya “Apa yang dia katakan?”
Sayyidah Aisyah pun menjawab, “Abu Bukair mengatakan bahwa jika kamu melihat keindahan rembulan, ia terang benderang dan menerangi dunia bagi semua orang yang melihatnya”.

Kemudian Rasulullah SAW bangkit dan berjalan menuju sayyidah Aisyah dan mengecup dahinya dan berkata, “Demi Allah yaa Aisyah, demikian juga kamu, seperti itu bagiku dan bahkan lebih…. ”

(Diriwayatkan dalam Al-Dala’el Nubuwa oleh Imam Abu Nu’aim dengan sanad dari Imam Bukhari dan Imam Ibnu Khuzaina).

Rasulullah juga memberikan nama kesayangan pada Sayyidatuna Aisyah, Ra. Hummaira (yang kemerah-merahan), dan selain itu beliau juga memiliki julukan yang tak kalah bagusnya yaitu habibah habibAllah (yang terkasih dari kekasih Allah) ataupun Siddiqah bint Ash-Shiddiq, gelar yang diturunkan dari Ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dari Ibnu ‘Assakir meriwayatkan Sayyidatuna Aisyah Ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengatakan kepadanya. “Aku tidak takut untuk mati, (karena) tahu bahwa kamulah isteriku di surga”.
Maka Bayangkan kebahagiaan sayyidah Aisyah saat itu, setelah mendengar kata-kata yang menjamin keamanan, cinta dan kedamaiannya dalam kehidupan ini dan di akhirat kelak.

Suatu ketika Sayyidatuna Aisyah Ra. bertanya pada Rasulullah SAW, “Seperti apa cintamu untukku?” "Seperti simpul tali”, jawabnya yang berarti bahwa cinta beliau pada sayyidah Aisyah kuat dan aman.

Dalam banyak kesempatan setelah itu, sayyidah Aisyah bertanya lagi pada Rasulullah, “Bagaimana simpul talinya? ” dan Rasulullah SAW pun selalu menjawab, “Ala haaliha, yang artinya masih sama seperti biasanya!”

Di beberapa negara Muslim, bahkan sampai saat ini, sepasang kekasih membuat simpul tali sebagai simbol dari cinta dan kesetiaan manakala mereka harus terpisah jarak dan waktu.

Ini sedikit dari kemuliaan beliau sayyidah Aisyah, dan sedikit gambaran dari cinta Nabi kepada istrinya, Maka siapa lagi jika bukan Rasulullah SAW sebaik-baik contoh dàn tauladan dàlam cinta bagi kita umat Beliau.

Senin, 20 November 2017

Dajjal Menurut Nabi Muhammad SAW



Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”

“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.



“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.

Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”

Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”

Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”

Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita. Wallahu A'lam.

Kamis, 09 November 2017

Candanya Rasulullah SAW



TIDAK dapat dipungkiri bahwa tersenyum bahkan tertawa merupakan salah satu kegiatan yang mewarnai aktifitas manusia sehari-hari. Tertawa banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan diantaranya dapat mengendurkan urat-urat syaraf, membuat tubuh terasa bugar, dan dapat menghilangkan lelah tentunya dengan tertawa yang tidak berlebihan.

Tertawa salah-satunya diakibatkan dari candaan. Sebagaimana contohnya para pelawak di televisi suka membuat candaan yang berlebihan, bahkan tak sedikit dari mereka rela berpenampilan seperti banci agar membuat penonton tertawa. Padahal jelas sekali hal itu melanggar syari’at karena laki-laki telah mnyerupai perempuan.

Lantas, bolehkah kita bercanda?

Rasulullah SAW adalah orang yang humoris. Beliau bersenda gurau dengan istri-isti dan para sahabatnya untuk merekatkan kasih sayang dan membuat mereka gembira. Tetapi, cara bercanda beliau tetap ada batasan dan tentunya tidak berlebihan, tidak tertawa terbahak-bahak, dan tidak pernah berkata bohong.



Sebagaimana dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah ra, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam sebuah riwayat, ada seorang wanita tua mendatangi Rasulullah SAW da nbertany tentang surga.“Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab,:“Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Mendengar itu, wanita tua tersebut menangis tersedu-sedu karena ia tidak akan masuk ke surga. Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan “ [QS. Al-Waaqi’ah : 35-36]. Dan Rasul menjelaskan bahwa di dalam surga, wanita tua itu tidak akan terlihat seperti sekarang melainkan berubah menjadi lebih cantik dan muda kembali. Lalu, wanita tua tersebut kembali tersenyum bahagia.

Jadi, kita boleh bercanda sebagaimana Rasulpun bercanda tentunya dengan beberapa kriteria:
1. Meluruskan tujuan bercanda hanya untuk sekedar hiburan ringan pelepas lelah
2. Jangan melewati batas
3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda
4. Jangan bercanda dalam perkara-perkarayang serius
5. Dilarang bercanda pada tempat yang tidak pantas dipakai untuk bercanda
6. Dilarang menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda, misalnya dengan mencuri barang miliknya meskipun hanya bercanda
7. Tidak boleh berdusta saat bercanda
8. Jangan sekali-kali melecehkan sekelompok orang tertentu
9. Hindari candaan yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain
10. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk
11. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda, seperti mengubah ayat Al-Qur’an agar terdengar lucu
12. Jangan banyak tertawa sebagaimana Rasulullah SAW telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa. []

Jumat, 03 November 2017

Para Istri Rasulullah SAW



Saya sungguh sangat terkejut mengetahui bahawa banyak dari kaum kita yang tidak mengenal dengan baik latar belakang Rasullullah. Mengapa banyak dari kita yang sepertinya tidak ambil kisah dengan sejarah Rasul.

Salah satu yang sering sekali kita lupakan adalah juga termasuk tentang isteri-isteri beliau. Untuk sekadar menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada Rasullullah, berikut ini saya berikan nama-nama isteri Nabi yang tercatat dan sejarah singkat pernikahannya.
nuffnang promoted content

 1. Khadijah

Khadijah yang menikahi Nabi (25 tahun) saat dia sudah berusia 40 tahun. Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita pedagang yang mulia dan kaya raya. Nabi adalah seorang pemuda miskin yang hanya sekadar penggembala.

Selama hidup dengan Khadijah, Nabi hanya mempunyai seorang isteri saja sampai akhirnya Khadijah wafat.

Pernikahan Nabi dan Khadijah berlangsung 25 thn setelah kepulangan beliau dari Syam.


2. Aisha

Aisha RA adalah anak perempuan Abu Bakar yang dinikahi oleh Nabi saat berusia sekitar 7-9 tahun m. Tetapi kerana usia yang masih terlalu muda, Nabi hanya mula tidur dengan Aisha ketika berusia 9 tahun. Sewaktu menikahi Aisha, usia Nabi saat itu sekitar 50 tahun. Tentang umur perkahwinan Aisha ini masih menimbulkan kontroversi, akan kita dibincangkan di posting berikutnya.

Pernikahan ini diperkitakan terjadi pada tahun 620 M, beberapa bulan selepas kematian Khadijah, isteri pertama Nabi.

Ia hidup sampai akhir hayat Nabi. Ketika Nabi wafat, dia berumur 18 tahun, ia meninggal diumur 57 tahun.


3. Hafsah

Hafsah adalah putri dari Umar. Sebelum berkahwin dengan Nabi, Hafsah sebelumnya telah berkahwin dengan Khunais yang gugur ketika perang Uhud. Pernikahan dengan Nabi dilakukan sekitar 7 bulan selepas Hafsah menjanda.

Khunais gugur sebagai pahlawan syuhada dalam perang Uhud, maka tinggallah Hafsah sebagai janda mujahidin dalam usia 18 tahun.

Hafsa dinikahi Nabi di tahun 625, 3 bulan selepas penghijrahan ke Madinah. Dia berumur 19 tahun dan Nabi berumur 55 tahun ketika berkahwin. Dia hidup bersama Nabi selama 8 tahun sampai akhirnya Nabi meninggal pada tahun 669 pada umur 63.


4. Zainab bint Jash

Sebelum berkahwin dengan Nabi, Zainab adalah bekas menantu Nabi dari anak angkat, Zaid bin Haritha. Zainab adalah satu-satunya isteri Nabi yang langsung dijodohkan oleh Allah SWT kepada Nabi serta membukukannya dalam Al-Qur'an.

Nabi saat menikah dengan Zainab berusia 58 tahun, Zainab berusia sekitar 35 tahun. Zainab meninggal tahun 641 setelah wafatnya Nabi.



5. Safiah

Dalam peperangan di Khaibar, pasukan Rasullullah menakluk kaum Yahudi Khaibar. Akibat peperangan tersebut Safiah yang baru berusia 17 tahun kehilangan suaminya yang bernama Kinanah yang baru menikahinya 1 bulan. Safiah yang cantik jelita kemudian diambil sebagai isteri oleh Nabi.

Safiah sebelumnya hendak diambil oleh Dihyah, namun setelah Rasul mengetahui betapa Safiyah hanya layak bagi Rasul, maka Rasul memutuskan untuk menikahi Safiyah. Sebagai gantinya, Rasul memerintahkan Dihyah untuk menikahi tawanan wanita yang lain.

Safiyah dinikahi oleh Rasul ketika dia berumur 17 tahun dan Nabi waktu itu berusia 58 tahun. Pernikahan dilangsungkan pada hari yang sama setelah ayah dan suaminya wafat dalam pertempuran. Dia hidup bersama Nabi selama 4 tahun, dan berumur 21 ketika Nabi wafat.

Safiyah wafat pada tahun 673 pada umur 60 tahun.


6. Juwariya

Dalam salah satu peperangannya, pasukan Rasul berjaya mengalahkan suku Mustaliq yang dipimpin oleh Harith, anaknya yang bernama Juwariya menjadi tawanan. Dalam salah satu kesempatan Juwariya ingin menemui Nabi untuk membicarakan pembebasannya. Saat itu Nabi sedang berada di rumah Aisah dan penyelesaian yang diajukan Nabi untuk melindunginya adalah dengan menikahinya.

Nabi menikahinya pada tahun 628, ketika Nabi berusia 58 tahun dan Juwairiah 20 tahun. Juwariya berkahwin dengan Nabi selama 4 tahun sampai Nabi wafat.


7. Maria Qibtidaiya

Maria adalah seorang budak wanita yang diberi sebagai hadiah untuk mengikat tali shilaturahmi dari seorang gabenor Mesir kepada Nabi. Maria Qibtidaiya adalah seorang wanita yang cantik.

Tidak ada catatan rasmi tentang status pernikahan ini tentang berapa usianya saat dinikahi, namun ada yang menyebutkan bahawa usia Maria waktu dinikahi Rasul adalah sekitar 20 tahun.

Maria meninggal lima tahun selepas meninggalnya Nabi SAW.

Dianggarkan perkahwinan Maria dan Nabi terjadi pada sekitar tahun 7/8 H. Maria melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Ibrahim tetapi anak lelaki satu-satunya ini meninggal pada tahun 10 H.


8. Hindun binti Abu Umaiyah / Ummu Salamah

Hindun adalah janda dari Abu Salmah yang mempunyai 4 oang anak. Abu Salmah sendiri meninggal di tahun 4 H. Setelah menjanda banyak lelaki yang ingin meminang Hindun diantaranya adalah Abu Bakar dan Umar. Namun pinangan kedua lelaki ini ditolak oleh Hindun. Kemudian barulah Nabi mengajukan pinangan yang diterima oleh Hindun. Pernikahan dilaksanakan tahun 4 H bulan Syawal. Hindun meninggal sekitar tahun 59 H dalam usia 84 tahun.

Hindun dinikahi Nabi ditahun 4 H, ketika Hindun berusia sekitar 30 tahun, dan Nabi 56 tahun.


9. Raihana

Dalam perang melawan kaum Yahudi bani Quraiza, pasukan Rasul berjaya mengalahkan pasukan musuh. Akibat dari perang ini, maka banyaklah janda-janda yang memerlukan perlindungan. Satu dari wanita yang menjadi janda adalah Raihana yang sangat cantik.

Tidak jelas berapa usia Raihana saat menikahi dengan Nabi.


10. Saudah

Tidak ada data yang tepat tentang usia Saudah saat menikah dengan Nabi. Saudah meninggal tahun 54 H dalam usia sangat banyak yang bererti 44 tahun sudah nabi wafat. Saudah sendiri diceritakan sebagai wanita yang tidak menarik dan digambarkan sebagai wanita yang amat besar, lebih tinggi di antara wanita, dan dia tidak dapat menyembunyikan dirinya dari sesiapa yang telah mengenalinya.

Diriwayatkan oleh Aisha: Manakala Rasulullah ingin berpergian, dia akan mengundi siapa isterinya yang akan menemani dia. Dia akan membawa isteri yang namanya terundi. Dia biasanya menetapkan kepada setiap dari mereka satu hari dan satu malam. Tetapi Sauda bint Zam'a melepaskan (gilirannya) siang dan malam dia kepada Aisha, isteri Nabi, demi untuk mencari kesenangan Rasulullah (dengan perbuatan demikian)


11. Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah (bukan binti Jash) adalah janda dari Ubaid bin Haris yang meninggal ketika perang Uhud. Pergaulan rumah tangga Rasulullah dengan Zainab tidaklah berlansung lama. Setengah riwayat mengatakan hanya selama 8 bulan, ada pula yang menyampaikan sekitar 4 bulan saja. Para sejarawan mengatakan bahawa Zainab meninggal dalam usia 30 tahun pada tahun ke 4 hijrah. Tidak ada catatan rasmi tentang mengapa Zainab meninggal di usia yang begitu muda.


12. Ramlah binti Abu Sufyan / Ummu Habibah

Ramlah adalah anak Abu Sufyan yang dinikahkan dengan Abdullah bin Jahasy yang dikurniakan seorang anak perempuan. Mereka termasuk golongan yang ikut hijrah ke Habasyah (Ethopia). Namun di Habsyah Abdullah bin Jahasy pindah agama menjadi Nasrani dan jadilah Ramlah hidup sendiri. Oleh kerana Rasul menolong Ramlah dengan cara menikahinya pada tahun 7 H, saat itu Ramlah telah berusia 40 tahun.


13. Maimunah

Maimunah adalah isteri terakhir Nabi SAW. Berasal dari keluarga bangsawan Quraish. Saat Nabi SAW melakukan ibadah haji pada tahun 7 H, maka oleh bapa saudaranya yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib dicadangkan agar Nabi menikahi Maimunah yang akan menguatkan ikatan persaudaraan. Nabi bersetuju dan perkahwinan dilakukan di Saraf sektiar 10 km dari Mekah. Usia Maimunah saat itu sekitar 30 tahun.

Maimunah adalah janda dari Aba Rahim bin Abdi I'zzi.

7 Hari Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW



Minggu, 4 Rabi'ul Awwal 11 H (Seminggu sebelum wafat)

Rasulullah baru saja kembali dari ziarah maqam para sahabat (baqi '), ketika Jibril menemui Beliau dan mengajukan dua pilihan. Apakah Rasulullah menginginkan dunia dan segala isi kandungannya, atau bertemu Allah SWT? Dan Rasulullah Saw memilih pilihan kedua.

Setibanya di rumah, Aisyah ra. menyambut Rasulullah seraya berkata: "Wahai Rasul, kepalaku pusing". Rasulullah-pun tersenyum, "Demi Allah wahai isteriku, kepalaku juga pusing sekali". Lalu Rasulullah bertanya kepada Aisyah sambil bersendagurau, "Apa yang menjadi beban fikiran, bila engkau meninggal duluan sebelum aku?"
Sambil bersenda mesra Aisyah menjawab, "Demi Allah, jika demikian wahai Rasulullah, Engkau tinggal kembali ke isteri-isterimu yang lain". Rasulullah tersenyum mendengar jawapan Aisyah, dan Beliau tidur pada malam itu dalam keadaan sakit. Inilah permulaan sakit Rasulullah yang menyebabkan wafatnya beliau.


Rabu, 7 Rabi'ul Awwal 11 H (Lima hari sebelum wafat)

Seperti biasa Rasulullah mengunjungi isteri-isterinya secara bergilir. Dan setibanya di rumah Maimunah ra, sakit Beliau tiba-tiba bertambah parah. Lalu Rasulullah memanggil isteri-isterinya untuk berkumpul, lalu meminta izin agar boleh dirawat di rumah Aisyah ra. Keadaan Rasulullah semakin parah, beliau terpaksa dipapah oleh Fadhil bin 'Abbas dan Ali bin Abi Talib menuju ke rumah Aisyah, sedang kedua kaki Beliau sudah tidak boleh menapak tanah.


Khamis, 8 Rabi'ul Awwal 11 H (Empat hari sebelum wafat)

Rasulullah meminta dibawakan untuknya tujuh bejana berisi air dari tujuh telaga yang berbeza. Dalam posisi duduk, Rasulullah dimandikan dengan air tersebut. Kerana merasa pusingnya agak berkurang, Rasulullah keluar dan berkhutbah di hadapan umatnya. Dan pada hari itu juga, Rasulullah masih sempat solat maghrib berjamaah bersama para sahabat.

Itu merupakan khutbah terakhir Rasulullah, dan solat terakhir beliau bersama para sahabat dan pengikutnya.


Minggu, 11 Rabi'ul Awwal 11 H (Satu hari menjelang wafat)

Rasulullah membebaskan semua hamba sahayanya, dan menghebahkan seluruh peralatan perangnya kepada kaum muslimin. Tidak ada yang tersisa dari harta Beliau kecuali disedekahkan semuanya.



Isnin pagi, 12 Rabi'ul Awwal 11 H (Hari wafatnya Rasulullah)

Ketika kaum muslimin sedang menunaikan solat subuh berjemaah, dan Abu Bakar ra bertindak sebagai imam. Rasulullah membuka pintu rumahnya yang bersebelahan dengan jamaah solat. Rasulullah tersenyum melihat para sahabatnya mendirikan solat. Beliau teringat perjuangan menyebarkan Islam yang telah beliau tempuh bersama para sahabatnya itu selama 23 tahun.

Abu Bakar dan sebahagian jamaah sedar kalau Rasulullah sedang memperhatikan mereka di depan pintu rumahnya. Nyaris saja Abu Bakar melangkah mundur sebagai isyarat agar Rasulullah mengimami mereka, namun Rasulullah berkata, "Teruskan solat kalian .." Rasulullah tersenyum dan menutup kembali pintu rumahnya.

Itu adalah kali terakhir para sahabat melihat Rasulullah sebelum beliau wafat. Dan juga kali terakhir Rasulullah melihat para sahabat, dan saat itu mereka dalam keadaan sedang solat.


Isnin, waktu dhuha, 12 Rabi'ul Awwal 11 H (Hari wafatnya Rasulullah)

Fatimah ra., Puteri Rasulullah saw mendatangi beliau, dan duduk di sebelah kanan Rasulullah. "Selamat datang wahai puteriku" Sapa Rasulullah. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepada Fatimah, seketika Fatimah menangis. Rasulullah membisikkan untuk kedua kalinya, dan seketika itu pula Fatimah tertawa.

"Apa yang dikatakan Rasulullah saw kepada kamu?" Tanya Aisyah ra.

"Pertama, Rasulullah membisikkan kepadaku; 'Bahawa Malaikat Jibril biasanya menemuinya sekali dalam setahun untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Namun, tahun ini Jibril dua kali menemuinya. Ini mungkin petanda ajalnya sudah dekat '. Makanya aku menangis ". Jawab Fatimah Ra.

Lalu Fatimah melanjutkan, "Yang kedua, Rasulullah menanyakan, 'Apa kamu bersedia menjadi yang pertama dari keluargaku yang akan melanjutkan perjuanganku? Atau bersediakah engkau menjadi 'Ibu bagi orang-orang yang beriman' (ummahatulmukminin)? '. Dan aku tertawa haru mendengar soalan itu ", tuntas Fatimah ra.

Ini adalah dialog terakhir antara Rasulullah dengan putri tercintanya Fatimah Ra.


Isnin, saat-saat wafatnya Rasulullah, 12 Rabi'ul Awwal 11 H

Di saat-saat terakhir, datang Abdurrahman bin Abu Bakar (Abang dari Aisyah ra) dan ia membawa siwak (kayu yang biasa digunakan untuk membersihkan gigi). Aisyah melihat Rasulullah memperhatikan siwak tersebut, dan lewat isyarat isterinya tahu Beliau seperti ingin bersiwak ketika itu. Lalu Rasulullah duduk bersandar di pangkuan Abdul Rahman. Aisyah ra. langsung tanggap dan meminta siwak dari Abdurrahman agar diberikan kepada Rasulullah, dan bersiwak adalah pekerjaan Rasulullah yang terakhir sebelum menemui ajal.

Setelah selesai bersugi, Rasulullah memandang ke atas, dan bibir beliau berkomat-kamit pelan hingga Aisyah ra mendekatkan wajahnya dan mendengar Rasulullah berdo'a;


مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين, أللهم اغفرلي وارحمني والحقني بالرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى ..


Ertinya:

"Sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dari golongan para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada dan para shalihin. Wahai Allah, ampunilah dosaku, sayangilah aku, dan pertemukan aku dengan-Mu (Kekasihku Yang Maha Tinggi). Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi ..

Setelah membaca kalimat di atas, Rasulullah membasuh wajahnya dengan air yang terdapat di sisi beliau, dan kembali melafadhkan;


إن للموت لسكرات .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى ..


Ertinya:

"Sesungguhnya kematian itu akan menghadapi 'sakaratulmaut', Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. "

Pada saat malaikat ingin mencabut nyawa Baginda, Baginda masih memikirkan umat-umatnya. Ummati! Ummati! Sampai begitu sekali sayang Rasulullah pada kita.
Lalu Rasululllah-pun menghembuskan nafas terakhirnya ..


Anas bin Malik mengisahkan, "Tiada hari yang paling indah dan cerah selain hari kedatangan Rasulullah saw. ke Madinah. Dan tiada hari yang lebih mendung dan muram daripada hari ketika Rasulullah saw. wafat di Madinah "

Rabu, 25 Oktober 2017

Rasulullah, Sosok Sederhana Dan Bersahaja



Rasulullah ﷺ adalah sosok yang lengkap. Bukan hanya dari sisi akhlak dan karakternya, tapi juga dari sisi perjalanan hidupnya. Beliau pernah mengalami kemiskinan. Tapi kekayaan juga pernah beliau rasakan. Beliau miskin dengan keridhaan dan kaya dengan rasa syukur. Beliau tidak pernah bersedih dengan dunia yang hilang darinya. Dan beliau tidak berbangga dengan belimpahnya dunia.

Beliau pernah mendermakan kambing sepenuh lembah. Ya, beliau memiliki kambing sepenuh lembah, kemudian beliau berikan hanya kepada satu orang. Di lain hari, di rumahnya tak ada sesuatu untuk dimakan. Beliau zuhud, sederhana, dan bersahaja.



Apa Hakikat Dunia?

Rasulullah ﷺ adalah seorang pendidik yang baik. Beliau akrab dengan para sahabatnya dan sering memberi pemahaman kepada mereka dengan menggunakan media. Suatu hari, beliau ﷺ hendak mengajarkan kepada para sahabatnya dan tentu juga kepada kita tentang nilai dunia di sisi Allah ﷻ. Beliau berikan perumpamaan dengan media sebuah bangkai kambing yang cacat.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah ﷺ penah melewati pasar bersama para sahabatnya. Kemudian beliau melihat ada bangkai kambing yang kecil kupingnya (cacat). Beliau kepit telinga kambing itu dengan jarinya dan bersabda,

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ

“Siapa yang mau membelinya seharga satu dirham?”

“Kami sama sekali tidak tertarik. Apa yang bisa diperbuat dengannya?” kata para sahabat menjawab tawaran beliau ﷺ.

أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ

“Mau tidak kalau ini jadi milik kalian?” Rasulullah menawarkannya dengan cuma-cuma.

“Demi Allah, seandainya kambing itu hidup, ia pun cacat. Apalagi sekarang dia sudah mati”, para sahabat tetap enggan memilikinya.

فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada pendapat kalian tentang anak kambing ini.” (HR. Muslim, 2957 dan Ahmad, 14402).



Inilah arti dunia di sisi Allah ﷻ, dan juga bagi Rasulullah ﷺ. Kemudian para sahabatnya pun menjadi sosok yang menaruh dunia hanya di tangan mereka, tidak masuk ke dalam hati mereka.



Kumpulkan Untukku di Akhirat

Dari Khaitsamah, dikatakan kepada Nabi ﷺ, “Jika engkau mau, akan kami berikan perbendaharaan dunia dan kunci-kuncinya, sesuatu yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, dan seorang pun setelahmu. Kami tidak akan mengurangi jatahmu di sisi Allah”. Beliau ﷺ menjawab, “Kumpulkan itu semua untukku di akhirat”.

Kemudian Allah ﷻ menurunkan ayat,

تَبَارَكَ الَّذِي إِنْ شَاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَيَجْعَلْ لَكَ قُصُورًا

“Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.” (QS:Al-Furqaan | Ayat: 10).

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha,

وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِىٍّ بِثَلاَثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ– صلى الله عليه وسلم –  تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ

“Ketika Rasulullah ﷺ wafat, baju besi beliau tergadaikan pada orang Yahudi sebagai jaminan untuk 30 sha’ gandum (yang beliau beli secara tidak tunai).” (HR. Bukhari no. 2916) (Ibnu Katsir, Tafsir al-Quran al-Azhim, 6/95).

Sembilan Mimpi Rasulullah SAW



"Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan ... ... .."

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.



6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadaan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang - benderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru k epada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Telah bersabda Rasulullah SAW
BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"
Maka, berusaha la untuk menyampaikan atau mengingatkan saudara-sudara kita tentang pesanan Rasulullah walau hanya sepotong ayat. Nescaya kita akan mendapat ganjaran pahala yang besar dan InsyaAllah keredhaan Allah SWT.

Selasa, 24 Oktober 2017

Putra Putri Rasulullah SAW



Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)

Saat beliau mengucapkan kalimat ini, beliau belum menikah dengan Maria al-Qibtiyah.

Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Putri-putri Rasulullah

Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.



Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah  bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.

Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam sabdanya,

فاطمة بضعة منى -جزء مِني- فمن أغضبها أغضبني” رواه البخاري

“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,

أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد، ومريم بنت عمران، وآسية بنت مُزاحمٍ امرأة فرعون” رواه الإمام أحمد

“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.

Putra-putra Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري

“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).

Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..

Sumber: Islamweb.net

Pasukan Pertama Umat Islam


Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu adalah paman Nabi ﷺ. Ia juga menjadi saudara sepersusuan Nabi karena sama-sama disusui oleh Tsuwaibah, budak dari Abu Lahab bin Abdul Muthalib. Kemudian di masa Islam, Hamzah memimpin pasukan pertama kaum muslimin menuju wilayah Saef al-Bahr.

Izin Berperang

Merupakan kebiasaan orang-orang Quraisy bertandang ke Syam untuk melakukan perdagangan. Dalam perjalanan pulang-pergi ke Syam, kafilah Quraisy membawa serta tokoh-tokoh dan sebagian pasukan untuk menjaga mereka. Siapa sangka, jalur dagang menuju Syam yang biasa mereka lewati sekarang telah menjadi negeri hijrahnya Muhammad ﷺ dan sahabat-sahabatnya. Tentu Nabi ﷺ dan para sahabat punya urusan tersendiri dengan mereka.

Nabi ﷺ memandang ini adalah sebuah kesempatan. Beliau berencana mencegat mereka. Menyita barang-barang dagang berharga yang mereka bawa. Melemahkan dan menghinakan mereka. Sebagai balasan atas permusuhan dan peperangan yang mereka kobarkan sejak di Mekah. Mereka mengeluarkan umat Islam dari sana. Merampas harta dan rumah-rumah yang dimiliki kaum muslimin. Serta mencegah Nabi ﷺ menyebarkan Islam, risalah yang Allah ﷻ perintahkan. Nabi ﷺ pun memohon kepada Allah ﷻ agar diberikan izin untuk berperang (Muhammad Abu Syuhbah dalam as-Sirah an-Nabawiyah ‘ala Dhaw’i al-Quran wa as-Sunnah, 2/67).

Allah ﷻ pun menurunakn firman-Nya,

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS:Al-Hajj | Ayat: 39).



Diutusnya Pasukan

Atas izin Allah ﷻ pasukan iman berangkat menggetarkan barisan shaf kaum musyrikin. Rasulullah tahu, kafilah Quraisy membawa harta dan barang dagang yang banyak dalam perjalanan pulang dari Syam menuju Mekah. Kafilah ini dijaga oleh 300 orang pasukan berkuda Quraisy. Dan dipimpin oleh Abu Jahal bin Hisyam. Rasulullah ﷺ mengutus 30 orang mujahid yang dipimpin oleh Singa Allah, Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu. Tak ada seorang pun dari kalangan Anshar dalam pasukan tersebut. Semuanya dari Muhajirin.

Pada Bulan Ramadhan, tahun pertama hijrah, pasukan pertama itu berangkat.  Atas perintah Nabi ﷺ mereka berjihad di jalan Allah. Kaum muslimin mengibarkan bendera putih yang dibawa oleh Abu Murstid Kinaz bin al-Hushain al-Ghanawy radhiallahu ‘anhu.

Pasukan ini bergerak cepat menuju tepi Laut Merah. Kemudian, dua pasukan bertemu di daerah Kabilah Juhainah. Saat mereka tengah berhadap-hadapan dan bersiap untuk perang, salah seorang tokoh kabilah Juhainah mendamaikan kedua pasukan tersebut.

Hasil Pencegatan

Meskipun tidak terjadi kontak senjata, tapi aksi militer yang dilakukan kaum muslimin berhasil mengirimkan sinyal kepada orang-orang musyrik Mekah. Dan ini sangat penting bagi negara baru Madinah. Orang-orang Quraisy mulai merasakan cemas. Mata mereka menyaksikan sendiri bahaya yang menghadang di jalur dagang mereka. Dan tentu sangat membahayakan perekonomian mereka.

Sementara bagi umat Islam, mereka mendapatkan hasil yang positif. Moral mereka meningkat. Muncul rasa percaya diri setelah berhasil menimbulkan luka psikologis terhadap musuh. Inilah kali pertama mereka berhadap-hadapan dengan orang-orang musyrik Mekah yang dulu menindas mereka.

Ketika tiba di Mekah, Abu Jahal mengatakan, “Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah sampai di Yatsrib (Madinah) dan telah mengirimkan sinyalnya. Ia ingin agar kalian ditimpa suatu hal. Hati-hatilah kalian melintasi jalannya (wilayahnya). Jangan kalian dekati, karena dia bagaikan singa yang berbahaya. Dia sangat mara pada kalian. Menjauhlah sebagaimana onta takut digigit dhab. Demi Allah, sungguh dia punya sihir. Aku tidak melihatnya dan para sahabatnya kecuali disertai setan-setan. Kalian tahu sendiri bagaimana permusuhan Ibni Qilah (kiasan untuk Aus dan Khazraj). Ia adalah musuh yang meminta tolong pada musuh.”

Saat dialog mereka ini sampai ke telinga Rasulullah ﷺ, beliau membantah ucapan keji Abu Jahal itu. beliau ﷺ mengatakan, “Demi  Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku akan memerangi mereka, akan menguasai mereka, dan mendakwahi mereka. Sesungguhnya aku ini adalah rahmat dari Allah ﷻ. Aku tidak akan wafat sampai Allah menangkat agama ini. Aku memiliki lima nama. Aku adalah Muhammad, Ahmad. Aku adalah al-Mahi (penghapus) yang dengan perantara diriku Allah hapus kekufuran. Aku adalah al-Hasyir (pengumpul). Nanti manusia dikumpulkan di hadapanku. Dan aku adalah al-‘Aqib.” (HR. Muslim).

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07

Artikel www.KisahMuslim.com

Minggu, 22 Oktober 2017

Kemuliaan Ummul Mukminin Aisyah Istri Rasulullah SAW



Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun. Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435). Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.

Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjaid pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))

Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.

KEDUDUKAN AISYAH DI SISI RASULULLAH

Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))

CANDA NABI KEPADA AISYAH

Aisyah bercerita, “Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, “Apa ini wahai Aisyah.” Lalu aku katakan, “Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238))

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN AISYAH

Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya:

“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))

Beberapa kemuliaan itu di antaranya:
Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda.

Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnhya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilhairkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengna ampunan dan rezeki yang mulia.” (Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))

Kedua: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita.

Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))




Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah.

Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))

Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))

Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.”

Keempat: Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya.

Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044))

Kelima: Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain mengikuti pilihan-pilihannya.

Keenam: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.

Berkata Usaid bin Khudair, “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.” (HR. Bukhari (334))

Ketujuh: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.

Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.

Namun, karena ketawadhu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tetnangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari (4141))

Oleh karenanya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan, “Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.”

Kedelapan: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.

Kesembilan: Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.

Kesepuluh: Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah.

Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil, “Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidhah padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka…?!!”

Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin.

Mutiara Teladan
Beberapa teladan yang telah dicontohkan Aisyah kepada kita di antaranya:

Perlakuan baik seorang istri dapat membekas pada diri suami dan hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang suami yang akan selalu ia kenang hingga ajal menjemputnya.
Hendaklah para wanita menjaga mahkota dan kesuciannya, karena kecantikan dan keelokan itu adalah amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus senantiasa ia jaga dan tidaklah boleh dia peruntukkan kecuali kepada yang berhak atasnya.
Hendaklah para istri mereka belajar dan mencontoh keShalihan suaminya. Istri, pada hakikatnya adalah pemimpin yang di tangannya ada tanggung jawab besar tentang pendidikan anak dan akhlaknya, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Wallahu A’lam.

Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 06 Tahun kiadhan 1427 H / Oktober 2006

Read more http://kisahmuslim.com/1738-kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah.html

Sabtu, 21 Oktober 2017

Rindu Rasulullah Kepada Umatnya



Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.

Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.

"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara:

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."