Tampilkan postingan dengan label Ulama dan Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama dan Habaib. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Mei 2018
Hadits Bab Ilmu Dari Kitab Thariqah Alawiyah
1. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dunia itu terlaknat. Terlaknat segala yang berada di dalamnya, kecuali berzikir kepada Allah dan yang terkait dengannya, orang alim, serta orang yang mempelajari ilmu.” (Di-Takhrij-kan oleh At-Tirmidzi (2322) dan Ibnu Majah (4112) dari hadits Abu Hurairah ra. At-Tirmidzi mengatakan , ‘Hadits ini Hasan gharib.’)
2. Mu’awiyah mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan maka dia dijadikan-Nya paham tentang agama.’” (Di-Takhrij-kan oleh Al-Bukhari (71), Muslim (1037), dan lain-lain.)
3. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang lebih utama untuk digunakan dalam beribadah daripada memahami agama.” (Di-Takhrij-kan oleh Al-Baihaqi dalam syu’ab al-iman (1583) dengan sanad dhaif dan beliau mengatakan, “Pendapat yang lebih terjaga mengatakan bahwa ucapan ini berasal dari perkataan Az-Zuhri yang berasal dari Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 3:365)
4. Rasulullah SAW bersabda: “Satu orang faqih lebih ditakuti oleh setan daripada seribu orang abid (Ahli ibadah). (Di-Takhrij-kan oleh At-Tirmidzi (2681), Ibnu Majah (222), dan lain-lain dari hadits Ibnu ‘Abbas.)
5. Abu Darda mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda ‘Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat menghamparkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu karena senang dengan yang dilakukannya. Dan sesungguhnya mahluk yang berada di langit dan di bumi, bahkan sampai ikan-ikan di air, memintakan ampun bagi seorang alim. Dan keutamaan seorang alim di banding seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan planet-planet lain. Dan sesungguhnya para ulama pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, melainkan hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti dia telah mengambil keuntungan yang besar.” (Di-Takhrij-kan oleh Abu Daud (3641), at-Tirdmidzi, Ibnu Majah (223), semuanya dari hadits Abu ad-Darda. Bagian awal dari hadits ini di-Takhrij-kan oleh Muslim (2699) dari hadits Abu Hurairah.)
6. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Para ulama adalah warisan para Nabi. Mereka dicintai mahkhluk yang berada di langit dan dimintakan ampunan oleh ikan-ikan di laut sampai hari kiamat.” (Di-Takhrij-kan oleh Abu Nu’aim, ad-Dailami, Ibn an-Najjar, dan lain-lain. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini memiliki beberapa jalur dan bukti yang dapat diketahui dengannya baha hadits ini ada asalnya. Demikian keterangan dalam al-Faidh al-Qadir karya al-Manawi 4:385.)
7. Dari Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pelajarilah ilmu karena mempelajarinya karena Allah dapat menimbulkan ketundukan, mencarinya adalah ibadah, mengulang-ulangnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, pengorbanan untuk ahlinya merupakan pendekatan kepada Allah, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah. Karena ilmu merupakan rambu-rambu halal dan haram, penerang jalan para ahli surga, penghibur dalam kemurungan, sahabat dalam keterasingan, teman bicara daam kesendirian, petunjuk dalam kelapangan dan kesempitan, senjata menghadapi lawan, dan kebaikan di sisi sahabat. Dengannya Allah mengangkat derajat beberapa kaum, sehingga menjadikan mereka para pemimpin dalam kebaikan dan imam-imam yang diikuti jejaknya, diteladani perbuatannya, dan dijadikan rujukan pendapatnya. Para malaikat ingin bersahabat dengan mereka. Setiap yang basah dan yang kering, ikan dan hewan-hewan kecil (plankton) di laut, serta binatang buas dan hewan-hewan ternak di darat memintakan ampun bagi mereka. Karena ilmu merupakan kehidupan bagi hati dari kejahilan dan pelita bagi pandangan dalam kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan orang-orang baik dan derajat yang sangat tinggi di dunia dan akhirat. Memikirkan ilmu setara dengan puasa, mengajinya seimbang dengan bangun malam. Dengannya terjalin silaturahmi, dan dengannya pula diketahui yang halal dari yang haram. Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal mengikutinya. Orang-orang bahagia (su’ada) diilhami dengannya, sedangkan orang-orang celaka diharamkan atasnya.” (Di-Takhrij-kan oleh Ibnu Abdil-Barr dalam Jami’ Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih (1:54) dan beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan tetapi tidak memiliki sanad yang kuat. Hadits ini juga diriwayatkan dari banyak jalur yang mauquf. Di-Takhrij-kan sebagai hadits yang mauquf pada Mu’adz oleh Abu Nu’aim juga dalam Hilyah al-Awliya 1:239.)
8. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang baik di masa jahiliyah adalah orang yang baik di masa Islam bila mereka memiliki pemahaman.” (Di-Takhrij-kan oleh al-Bukhari (3353), Muslim (2378), dan sebagainya)
9. Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang memberikan syafaat di hari Kiamat, yaitu para Nabi, kemudian para ulama, kemudian para syuhada.” (Di-Takhrij-kan oleh Ibnu Majah)
Kalam Habib Umar bin Hafidz
قال الحبيب عمر بن حفيظ :
Habib Umar bin Hafidz berkata:
١- أعلى معاني الحياة لم توهٓب لأحد من الخلق كما وُهِبت للنبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم ، ولا يزال يرتقي فيها عليه الصلاة والسلام.
1. Paling tingginya makna-makna kehidupan tidaklah diberikan pada seseorang dari makhluk sebagaimana diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sampai sekarang ini terangkat didalam makna-makna hidupnya beliau, atasnya sholawat dan salam.
وحياته في البرزخ لا تماثلها حياة
Dan kehidupan beliau di barzakh yang tidak ada kehidupan (apapun) yang menyamainya
٢- من الخطأ حصر المحبة في الاتباع فقط، بل هي أيضا شوق ووجدان وذوق يأخذ الشعور والأحاسيس كلها
2. Dari bentuk kesalahan pembatasan arti kecintaan didalam pengikutan saja. Tetapi yang namanya kecintaan juga adalah kerinduan dan kekuatan bathin dan rasa yang mengambil seluruh perasaan secara keseluruhan.
٣- من المهم الاعتناء بدوام الحضور مع الله، ويثمر ضبط الأحوال والأقوال والأفعال، وتحري طلب رضوان الله عز وجل
3. Dari sesuatu yang penting, perhatian dengan terus menerus perasaan hadir bersama ALLAH dan membuahkan penstabilan keadaan-keadaan, ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan (perhatian) didalam pencarian keridhoan ALLAH yang maha mulia dan maha agung.
٤- أساس التصوف قائم على العلم والعمل والاتباع والذوق، وصفاء القلب عما سوى الله
4. Asas tasawwuf pelaksanaan atas ilmu, amal, pengikutan, perasaan, dan suci hati dari apa-apa selain ALLAH.
مع خشية وورع وإخلاص العمل لوجه الله الكريم
Bersama perasaan takut, penjagaan diri, dan ikhlas amal perbuatan karena Dzat-Nya ALLAH yang maha mulia.
٥- من تواضع لله رفعه الله، ومن رأى لنفسه قدراً فلا قدر له
5. Barangsiapa yang merendahkan diri karena ALLAH, maka ALLAH akan mengangkat (derajat)nya. Dan barangsiapa yang melihat kepada dirinya memiliki kemuliaan, maka (hakekatnya) tidak ada kemuliaan untuknya.
Jumat, 04 Mei 2018
Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Di Hadapan Ibunya
Salah satu yang membuat al-Habib Ali menjadi besar maqom beliau
adalah kuatnya kebaktian Serta hormat beliau kepada sang ibu,
bahkan beliau tidak meresa memiliki harta ataupun barang yang berharga
selagi ibu beliau masih hidup padahal al-Habib Ali memiliki harta
yang barokah dan melimpah, semua yang beliau miliki di manfaatkan
untuk membuat sang ibu ridha dan gembira
قال الحبيب علي الحبشي : ما أحسب انا معي شيئ او أملك شيئ وأمي في قيد الحياه فما املك كله حقها
Al-Habib Ali al-Habsyi berkata: "Aku tidak merasa memiliki sesuatu atau merasa mempunyai hak atas diriku selagi ibu masih hidup, karena yang aku miliki semuanya adalah milik ibuku."
Sebuah pelajaran yang berharga,
di zaman ini banyak anak-anak yang sangat pelit terhadap orang tuanya dan merasa berat jika ingin memberikan sebagian uangnya atau sesuatu,
tapi jika ia memberi teman dekat atau istrinya ia tanpa perhitungan.
Ketahuilah bahwa apa yang kita berikan kepada orang tua adalah hutang
yang akan Allah Ta'ala bayar berlipat ganda apalagi
ketika orang tua kita telah tiada..
Bahkan Allah Ta'ala akan mempersiapkan anak-anak kita yang
akan berbakti pada kita
Berbakti itu adalah laksana hutang, sebagai mana engkau mengutangi maka dengan hal itu engkau akan di bayar.
Jika memberi hutang kebaikan maka akan di bayar kebaikan yang lebih.
Jika kau meberikan kejelekan pada orang tua maka hutang kejelekan dan
rasa pelit itu akan di bayarkan padamu oleh anak-anakmu.
Apakah kita tidak takut di masa kita tua & lemah serta tidak mampu
melakukan apa apa,
kemudian datang anak anak kita dengan sifat yang jelek
dan mencemoohkan kita,
tidak mau meleyani kita,
tidak mau memberikan sedikit uang nya pada kita yang lemah dan
sangat perlu bantuan, atau
tidak kah kita takut jika anak anak kita memberi kita uang yang sangat sedikit dengan lisan yang selalu mencelah kita dan mengatakan kepada kita.
Yakinlah. Kebahagian anda dunia akherat atas kadar memasrahkannya
semua yang kita miliki pada orang tua maka atas kadar itu juga
derajat kita di sisi Allah Ta'ala.
Al-Habib Ali al-Habsyi memasrahkan jiwa dan raganya untuk sang ibu,
beliau berkata : "Jika ibuku membawaku kepasar dan berkata ini adalah budak ku dan aku akan menjualnya.. maka aku ( kata habib Ali ) tidak akan memungkiri di depan orang kalau aku adalah budaknya.."
Sabtu, 04 November 2017
Profil Dr. Zakir Naik
Dalam artikel biografi kali ini, profil yang akan dibahas adalah biografi dari Dr. Zakir Naik. Siapa dia? Beliau merupakan salah satu pembicara muslim yang berasal dari India dan juga merupakan ahli perbandingan agama. Salah satu tokoh paling berpengaruh di India.
Selain itu beliau juga merupakan seorang penulis yang banyak menulis buku mengenai islam dan perbandingannya dengan agama lain. Nama lengkapnya adalah Zakir Abdul Karim Naik. Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Kota Mumbai, India.
Ayahnya bernama abdul Karim naik. Zakir memulai pendidikannya dengan bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota kelahirannya yaitu Mumbai. Dari sana ia kemudian masuk di Kishinchand Chellaram College dan kemudian ke Topiwala National Medical College, di sekolah tersebut, ia banyak mempelajari mengenai ilmu kesehatan.
Dari Seorang Dokter Menjadi Pendakwah
Zakir Naik kemudian melanjutkan kuliahnya di University of Mumbai, India di jurusan Ilmu Kedokteran dan memperoleh gelar MBBS (Bachelor of Medicine Bachelor Of Surgery) setelah itu ia bekerja sebagai dokter di kota Mumbai.
Namun kemudian pada tahun 1991, ia mengambil keputusan dengan berhenti sebagai dokter medis dan kemudian beralih menjadi seorang pendakwah Islam. Keputusannya menjadi seorang pendakwah terinspirasi dari Ahmed Deedat yang merupakan seorang pendakwah Islam yang aktif melakukan dakwah selama 40 tahun lebih.
Biografi Dr. Zakir Naik - Biodata dan Profil Lengkapnya'
Selain itu tujuan dari dakwah yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik adalah untuk menghilangkan pandangan negatif tentang islam oleh banyak orang anti-islam setelah tragedi serangan 11 september 2001 yang terjadi di Amerika Serikat.
Selama aktif menjadi seorang pendakwah, Dr Zakir Naik sudah banyak berkeliling dunia mengunjungi banyak negara selama menjadi pendakwah. Dalam perjalanannya sebagai seorang pendakwah, debat atau ceramahnya paling banyak dilakukan di India dan rata-rata di hadiri oleh puluhan ribu orang dalam setiap ceramahnya.
Ia sudah banyak mengadakan ceramah dan debat mengenai agama di banyak negara di dunia, dan ia biasa mengadakan ceramah atau debat di kota kelahirannya, Kota Mumbai, India. Acaranya tidak hanya dihadiri oleh kaum muslim saja tetapi ada juga dari kristen, Hindu hingga Atheis yang ingin bertanya kepada Zakir Naik.
Sejak Zakir Naik aktif mengadakan ceramah dan debat, banyak jurnalis dari India dan luar India yang menulis mengenai Dr. Zakir Naik, rata-rata mereka menulis kata-kata yang biasa dikeluarkan oleh Dr. Zakir Naik seringkali 'kejam', ada juga yag mengatakan bahwa Zakir Naik terkadang sering mencerca kepercayaan lain dan dunia barat secara umum.
Namun sejak aktif melakukan dakwah, Dr. Zakir Naik sudah banyak mengislamkan ribuan orang dengan dakwahnya. Rata-rata mereka masuk islam setelah mendengar ceramah dan juga
Advertisement
selesai melakukan debat dengan mengajukan pertanyaan kepada Zakir Naik dan di jawab dengan luar biasa sesuai dengan logika oleh Zakir Naik dan terkadang penonton banyak memberi tepuk tangan atas jawaban Dr, Zakir Naik.
Pada tanggal 1 April 2004, Dr. Zakir naik sempat melakukan debat publik dengan William Campbell dengan topik 'Islam dan kristen dalam Ilmu pengetahuan'. Keduanya membicarakan mengenai kesalahan-kesalahan ilmiah yang terdapat di dalam kitab suci.
Dr. Zakir Naik juga pernah menantang Sri Paus untuk melakukan debat publik namun sampai sekarang belum pernah ada respon dari vatikan mengenai debat tersebut. Zakir Naik juga banyak menulis artikel mengenai Islam banyak dipublikan di banyak majalah di India salah satunya adalah Islamic Voice.
Hafalan Al Quran dan Hadist Serta Pemahaman Kuat Terhadap Kitab-Kitab Agama Lain
Biografi Dr. Zakir Naik - Biodata dan Profil Lengkapnya
Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh Dr. Zakir Naik dalam melakukan dakwahnya adalah ia ingatannya yang kuat (hafalan) tentang alquran dan hadist bukhari muslim. Ia juga memiliki hafalan yang kuat terhadap kitab-kitab agama lain seperti kitab injil, weda, tripitaka, bhagavad gita.
Bahkan dalam banyak videonya di Youtube, Dr Zakir Naik terkadang mengoreksi kutipan dalam Injil atau Bibel yang biasa diajukan oleh penonton yang menghadiri ketika sesi bertanya. Dalam hal ini beliau juga memiliki pengetahuan atau hafalan yang baik terhadap kitab Injil.
Surat kabar Indian Express bahkan memasukkan nama Dr Zakir Naik kedalam daftar '100 orang India terkuat 2009'. Ia juga masuk dalam daftar '10 guru spiritual terbaik di India' dimana ia satu-satunya muslim dalam daftar tersebut.
Beliau menikah dengan perempuan bernama Farhat Naik dan dari pernikahannya tersebut, beliau dikarunia dua orang anak bernama Fariq Zakir Naik dan Rushda Naik. Ia juga dikenal presiden dari Islamic Research Foundation dan juga pendiri Peace TV, Peace TV Bangla dan Peace TV Urdu.
Dr Zakir Naik berkunjung ke Indonesia pada pada tanggal 31 maret hingga 9 april 2017. Ia mengadakan kunjungan ke pesantren serta ceramah di beberapa universitas di Indonesia, selain itu ia juga bertemu dengan sejumlah ulama serta tokoh islam di Indonesia.
Biodata Lengkap Dr. Zakir Naik
Nama Lengkap : Dr. Zakir Abdul Karim Naik
Lahir: 18 Oktober 1965 di kota Mumbai, India
Orang Tua : Abdul Karim Naik
Istri : Farhat Naik
Anak : Fariq Zakir Naik, Rushda Naik
Pendidikan: St. Peter's High School (ICSE), Kishinchand Chellaram College, Topiwala National Medical College,University of Mumbai (Bachelor of Medicine Bachelor of Surgery)
Pekerjaan : Dokter, Penulis, Pembicara Publik (Dakwah)
Jabatan : President of Islamic Research Foundation, Pendiri Peace TV, Peace TV Bangla dan Peace TV Urdu
Penghargaan : King Faisal International Prize for Service to Islam tahun 2015,10 Guru Spiritual Terbaik di India,100 Orang India Terkuat 2009.
Itulah sedikit informasi mengenai Biografi Dr. Zakir Naik, semoga profil dan biodata lengkapnya dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca biografiku.com sekalian. Semoga bermanfaat :)
Sabtu, 21 Oktober 2017
Menangis Kerena 3 Hari Tidak Bermimpi Rasulullah SAW
Dahulu Al Habib Umar punya kebiasaan di musim dingin atau musim panas supaya anak-anak ada refresing sedikit dengan membawa para santri ke ribat yang ada di kota sihr di mukala.
suatu malam saya mencari-cari akhina Habib Munzir hingga ke kamarnya pun tidak ada , maka saya naik ke lantai atas dan saya dapati beliau duduk di pojok sendirian padahal malam itu betul- betul dingin dan ada rintikan hujan, dilihatnya beliau memegang tasbih maka saya mendekat dan berkata “masuk ya habib istirahat ‘’ dan saya melihat beliau menangis ‘’ kenapa engkau menangis ada apa ? Maka Habib munzir mengatakan ‘’ saya sudah 3 hari tidak bermimpi Rasulullah Saw ‘’
Maka Habib Umar Bin Idrus Bin Sahab mengatakan banyak ya Habib orang berbulan –bulan tidak mimpi bertemu Rasulullah Saw walaupun dia tolabul ilim , dia orang Alim , namun dia tidak menangis sepertimu yang hanya 3 hari tidak bermimpi Rasulullah saw.
Maka beliau Habib Munzir mengatakan ‘’ saya takut ada dosa yang menghijab saya untuk bertemu dengan Rasulullah Saw ‘’
Dan beliau Habib Munzir Mengatakan ‘’ wahai akhina Umar asal engkau tau puncak keinginan ku datang ke tarim ini yaitu untuk aku selalu bisa bersambung dengan baginda Rasulullah Saw dengan berkat bersambung dengan Rasulullah itu lah yang menyambungkan aku dengan guru –guru kita.
Lihat bagaimana kecintaan dari pada Habib Munzir kepada Rasulullah SAW perhatian beliau pada adab yang beliau ambil dari guru –guru beliau
Jumat, 20 Oktober 2017
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen (meninggal 8 Desember 1986) adalah seorang guru Sufi yang berbahasa Tamil dari pulau Sri Lanka yang pertama kali datang ke Amerika Serikat pada tanggal 11
Oktober 1971da
n mendirikan Bawa Muhaiyaddeen Fellowship di Philadelphia. Dari Philadelphia, dengan sekitar 1.000 pengikutnya, cabang Fellowship telah menyebar di seluruh Amerika Serikat dan Kanada, serta Australia dan Inggris. Masyarakat pengikut sudah ada di Jaffna dan Kolombo, Sri Lanka sebelum kedatangannya di Amerika Serikat.
Sangat sedikit yang diketahui tentang beliau pada periode sebelum itu. Sedikit sepihan data mengenai beliau yang berhasil diperoleh adalah bahwa beliau datang ke Sri Lanka pada tahun 1884—yang ketika itu disebut dengan Ceylon—dari perjalanannya berkelana di seputar India, kemudian ke Baghdad, Yerusalem, Madinah, Mesir, Roma, dan kemudian kembali lagi ke Ceylon untuk menetap. Data lainnya yang berhasil didapatkan adalah bahwa pada tahun 1930-an ia pindah ke Jaffna, dan kemudian pada tahun 1960-an ia tinggal di Colombo, Sri Lanka.
Beliau sendiri tidak pernah mengatakan berapa usianya sebenarnya. Ia telah melewatkan seluruh umurnya untuk mempelajari pelbagai agama yang ada di dunia, dan sebagai pengamat rahasia-rahasia paling tersembunyi dari pelbagai ciptaan Tuhan. Jika ditanya tentang dirinya, ia hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia kecil (manusia semua, ant man) yang hanya menjalankan tugas yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa perihal mengenai dirinya tidaklah penting untuk diketahui, dan hanya pertanyaan tentang Allah-lah yang lebih layak untuk diketahui.
Sejak masih tinggal di hutan-hutan Ceylon, nama beliau telah dikenal masyarakat kota maupun pedesaan sebagai seorang Guru yang kata-katanya memberikan ‘pencerahan’ dan mampu menjawab segala macam persoalan orang-orang yang datang kepadanya. Ia membantu segala macam manusia yang datang menemuinya, dari segala macam bangsa maupun derajat, menjawab segala macam pertanyaan mereka tentang kehidupan maupun persoalan mereka, menyembuhkan penyakit mereka, bahkan hingga membantu membuka hutan dan membajak ladang mereka, serta memberikan saran-saran pertanian.
Nama ‘Muhaiyaddeen’ secara harfiah berarti ‘yang menghidupkan kembali Ad-Diin,’ dan memang, selama sisa hidupnya itu Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral. mengabdikan dirinya untuk membangkitkan kembali keyakinan akan Tuhan di dalam kalbu orang-orang yang datang kepadanya.
Sebagai seorang guru sufi, beliau memiliki kemampuan yang unik, yaitu kemampuan memurnikan esensi kebenaran dari semua agama.Selama lima puluh tahun terakhir kehidupannya, beliau membagi pengalaman-pengalamannya ini kepada ribuan orang dari seluruh dunia. Walaupun beliau memberikan pelajarannya dalam kerangka sufistik Islam, orang-orang dari agama Kristiani, Yahudi, Buddha, maupun Hindu, tetap datang kepadanya dan duduk bersama-sama, selama berjam-jam, di dalam majelisnya untuk mencari secercah pemahaman akan Kebenaran. Beliau sangat dihormati para akademisi, juga para pemikir filsafat maupun pemimpin serta kelompok-kelompok spiritual tradisional karena kemampuannya memperbarui keyakinan di dalam hati manusia yang datang kepadanya.
Kehidupan awalMenurut Sri Lanka siswa yang lebih tua, Bawa Muhaiyaddeen muncul dari hutan negara itu pada awal 1940-an dan bertemu peziarah yang mengunjungi tempat ibadah di utara. Laporan dari mimpi atau pertemuan mistik yang mendahului sebuah ‘fisik’ pertemuan oleh siswa awal tidak lazim
Menurut perkiraan dari tahun 1940-an, Bawa Muhaiyaddeen telah menghabiskan waktu di ‘Kataragama’, sebuah pertapaan hutan di selatan. pulau, dan dalam lembaga ‘Jailani’, sebuah pesulukan tebing yang didedikasikan untuk Syeikh Abd al-Qadir al-Jilani di Baghdad. Hubungannya dengan Syaikh menunjukkan bahwa ia memiliki koneksi silsilah Sthariqah dengan Qodoriyah.
Banyak. Pengikutnya yang tinggal di sekitar kota utara Jaffna, disana banyak orang-orang Hindu yang memandangnya sebagai guru suci. Perannya sering sebagai penyembuh dari penyakit medis dan spiritual, termasuk menyembuhkan kerasukan setan.
Akhirnya sebuah tempat pendidikan Sufi dibentuk di Jaffna, dan aktivitas pertanian dimulai selatan kota itu. Setelah para pebisnis pelancong dari selatan negara itu bertemu Bawa Muhaiyaddeen, mereka mengundang dia untuk mengunjungi di Columbo, ibukota Sri Lanka. Pada tahun 1967, ‘Serendib Sufi Studi Circle’ dibentuk oleh para mahasiswa Colombo yang didominasi Muslim. Sebelumnya pada tahun 1955, Bawa Muhaiyaddeen telah menetapkan dasar-dasar untuk sebuah ‘Rumah Allah’ atau masjid di kota Mankumban, di pantai utara.
Ini adalah hasil pertemuan spiritual dengan Mariam, ibunda Nabi Isa as. Setelah dua dekade,. Gedung ini selesai dibangun oleh mahasiswa dari Amerika Serikat yang mengunjungi pesulukan Jaffna . Ini secara resmi dibuka dan dibaktikani pada 17 Februari 1975.
Bawa Muhaiyaddeen sering mengajar melalui penggunaan dongeng. Ini mencerminkan latar belakang pelajar atau pendengar dan termasuk para pendengarnya adalah orang-orang Hindu, Kristen, dan ummat Islam tradisional. Ia menyambut orang-orang dari semua tradisi dan latar belakang
Di Amerika Serikat Bawa Muhaiyaddeen FellowshipPada tahun 1971, Bawa Muhaiyaddeen menerima undangan dari seorang wanita Amerika untuk mengunjunginya di Philadelphia. Dia telah merasakan kesesuaian dengan dia setelah diperkenalkan oleh seorang mahasiswa dari Sri Lanka. Dia dan rekan-rekannya membuat pengaturan untuk perjalanan ke Amerika Serikat dan untuk tinggal di Philadelphia. Pada 1973., sekelompok pengikutnya membentuk Bawa Muhaiyaddeen Fellowship, yang menjadi tuan rumah pertemuan yang menawarkan beberapa pertemuan publik seminggu sekali.
Seperti sebelumnya di Sri Lanka, orang-orang dari semua latar belakang agama, sosial dan etnis akan bergabung untuk mendengar dia berbicara. Di seluruh Amerika Serikat, Kanada dan Inggris, ia mendapatkan pengakuan dari ulama, wartawan, pendidik dan pemimpin dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa Asisten Sekretaris Jenderal, Robert Muller, meminta bimbingan Bawa Muhaiyaddeen atas nama seluruh umat manusia selama wawancara pada tahun 1974.
Selama tahun 1978-1980 ketika krisis sandera Iran terjadi, ia menulis surat kepada para pemimpin dunia seperti Khomeini, Perdana Menteri Begin, Presiden Sadat dan Presiden Carter untuk mendorong resolusi damai untuk konflik di wilayah tersebut.
Majalah Time, selama krisis tahun 1980., mengutip pandangannya yang mengatakan bahwa ketika Iran memahami Al Qur’an “mereka akan merilis kondisi para sandera secepatnya”. Wawancara muncul dalam Psychology Today, Harvard Divinity Bulletin, dan di Philadelphia Inquirer dan surat kabar Pittsburgh Press. Ia melanjutkan pengajarannya dan bimbingan pribadi untuk murid-muridnya serta para tamu, hingga wafatnya tanggal 8 Desember 1986.
WarisanPada bulan Mei, 1984, Masjid Syaikh MR Bawa Muhaiyaddeen diselesaikan atas dasar Bawa Muhaiyaddeen Fellowship, 5820 Overbrook Avenue, Philadelphia. Bangunan masjid diseselaikan dalam waktu 6 bulan dan hampir semua pekerjaan dilakukan oleh anggota Bawa Muhaiyaddeen Fellowship di bawah arahan Bawa Muhaiyaddeen.
The Bawa Muhaiyaddeen Fellowship Farm memiki area 100 hektar (0,40 km2) lahan pertanian yang terletak di Chester County, Pennsylvania tepat di sebelah selatan kota kecil Coatesville pada 99 Fellowship Drive. Titik pusat peternakan adalah makam Bawa Muhaiyaddeen atau Mazar. Hal itu dimulai segera setelah kematiannya dan diselesaikan pada tahun 1987. Ini adalah tempat ziarah bagi sufi dan Syaikh mereka, serta sebagai Muslim dan pengikut bahkan ada pengikut agama lain.Bawa Muhaiyaddeen didirikan vegetarianisme sebagai norma bagi masyarakat dan produk daging tidak diizinkan di pusat Fellowship di Philadelphia atau di Farm Fellowship.
Dia adalah seorang seniman, sebuah lukisan dibuat dan gambar yang melambangkan hubungan antara manusia dan Allah. Dia menggambarkan karya seni sebagai “pekerjaan jantung.” Dua contoh yang direproduksi dalam bukunya berjudul Kebijaksanaan Manusia dan lain adalah sampul depan buku Empat Langkah Menuju Iman Sejati. Pada 1976, Bawa Muhaiyadeen album dzikr kontemplasi direkam dan dirilis, pada Folkways Records berjudul, Into the Secret of the Heart by Guru Bawa MuhaiyaddeenBawa Muhaiyaddeen menulis lebih dari 25 buku. Kitab-kitab ini dibuat lebih dari 10.000 jam transkripsi rekaman audio dan video dari wacana dan lagu-lagu di Amerika Serikat 1971-1986. Beberapa judul berasal dari Sri Lanka sebelum kedatangannya di AS dan kemudian ditranskrip. The Bawa Muhaiyaddeen Fellowship terus mengajarkan dan menyebarkan repositori ajarannya ini,i tidak menunjuk pemimpin baru atau Syekh untuk menggantikan perannya sebagai guru dan panduan pribadi.
Gelar kehormatanBawa Muhaiyaddeen disebut sebagai Guru atau Swami atau Syeikh atau ‘His Holiness’, tergantung pada latar belakang pembicara atau penulis. Dia juga sebagai ‘Bawangal’ oleh orang-orang Tamil yang dekat dengan dia dan yang ingin menggunakan tanda hormat. Ia sering menyebut dirinya sebagai ‘manusia semut’, karena saking kecilnya dalam kehidupan semesta ciptaan Allah swt.
Setelah kedatangannya di Amerika Serikat pada tahun 1971, ia paling sering dipanggil dengan Guru Bawa dan ia mendirikan Guru Bawa Fellowship. Pada tahun 1976, ia merasa bahwa istilah ‘guru’ telah disalahgunakan oleh orang lain yang belum guru sejati dalam estimasi-nya. Pada tahun itu, ia memutuskan untuk membuang nama Guru dalam organisasinya, dan hanya menjadi nama Bawa Muhaiyaddeen Fellowship saja. Sebagian besar mahasiswa Amerikanya menggunakan nama akrab ‘Bawa’ ketika berbicara tentang dia.
Makam Syaikh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
Pada tahun 2007, sebuah kehormatan baru, namun gelar ini dari para muridnya sebagai Quthb, telah digunakan oleh murid-muridnya dalam publikasi pembicaraan Bawa Muhaiyaddeen’s . Quthb secara harfiah berarti tiang atau sumbu., Dan menandakan pusat spiritual yang menjelaskan dan mengungkapkan melalui kebijaksanaan Ilahi hakikat manusia. Nama Muhaiyaddeen itu sendiri berarti ‘pemberi hidup untuk keyakinan agama’ dan telah dikaitkan dengan Qutbs sebelumnya.. Dengan menggunakan judul yang tinggi, murid-muridnya sedang melakukan presentasi dia sebagai seorang guru universal untuk era ini.
Diantara kata-katanya
“Doa yang Anda lakukan, tugas yang Anda lakukan, amal dan cinta yang Anda berikan adalah sama hanya satu tetes. Tetapi jika Anda menggunakan satu tetes, terus melakukan tugas Anda, dan terus menggali dalam, maka musim semi Rahmat Allah swt, dan sifat-sifat-Nya akan mengalir dalam kelimpahan.”
"Orang dengan kebijaksanaan akan tahu bahwa penting untuk memperbaiki kesalahan mereka sendiri, sementara orang tanpa kebijaksanaan merasa perlu untuk menunjukkan kesalahan orang lain. Orang dengan iman yang kuat tahu bahwa penting untuk membersihkan hati mereka sendiri, sedangkan mereka yang goyah iman berusaha untuk menemukan kesalahan dalam hati dan kesalahan ibadah orang lain. Ini menjadi kebiasaan dalam hidup mereka.. Tetapi mereka yang berdoa kepada Allah swt, dengan iman, tekad, dan kepastian, akan mengetahui bahwa hal yang paling penting dalam hidup adalah menyerahkan hati mereka kepada Allah swt. "
"Hal-hal yang senantiasa berubah ini bukanlah kehidupan nyata kita. Di luar diri kita ada satu sosok lain dan keindahan lain yang selalu dipancari cahaya abadi yang tidak pernah berubah.. Kita harus menemukan cara untuk berpadu dengan keabadian itu dan menjadi satu dengan yang hal yang tidak berubah. Kami harus menyadari dan memahami hal ini sebagai harta karun kebenaran Itulah sebabnya kami datang ke dunia ini.. "
"Cintaku pada Anda sekalian, anak-anakku. Sangat sedikit orang yang akan menerima obat kebijaksanaan Pikirannya masih menolak kebijaksanaan.. Tetapi jika Anda setuju untuk menerimanya, Anda akan menerima rahmat, dan ketika Anda menerima rahmat itu, Anda akan memiliki derajat yang baik. Bila Anda mendapatkan kualitas yang baik, Anda akan tahu cinta sejati, dan ketika Anda menerima cinta, Anda akan melihat cahaya Ketika Anda menerima cahaya, Anda akan melihat kemegahan itu,. dan ketika Anda menerima bahwa kemegahan hakiki, kekayaan dari tiga dunia akan lengkap di dalam diri Anda Dengan kelengkapan ini, Anda akan menerima Kerajaan Allah, dan Anda akan mengenal Sang Raja. Bila Anda melihat Sang Rajamu, semua koneksi Anda ke karma, kelaparan, penyakit, usia tua akan meninggalkan dirimu”
Cucuku sekalian…. inilah cara yang sebenarnya. Kita harus melakukan segala sesuatu dengan cinta dalam hati kita. Allah adalah milik semua orang. Dia telah memberi persemakmuran untuk semua ciptaan-Nya, dan kita tidak harus untuk diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengambil lebih dari bagian kami. Hati kita harus meleleh dengan kasih, kita harus berbagi segalanya dengan orang lain, dan kita harus memberikan kasih untuk membuat orang lain damai. Kemudian kita akan memenangkan keindahan kita yang sebenarnya dan pembebasan jiwa kita. Silakan berpikir tentang hal ini. Berdoalah, tingkatkan kualitas yaqin pada Allah swt, bertindaklah untuk Allah swt, dan berimanlah pada Allah swt, dan beribadahlah pada Allah swt, karena ibadah itu kasih karuniaNya padamu. Jika Anda memiliki ini, Allah swt, akan menjadi milikmu dan kesejahteraan yang datang akan menjadi milikmu.
Wahai cucu-cucuku, sadari hal ini dalam hidup Anda. Pertimbangkan hidup Anda, carilah kebijaksanaan, carilah pengetahuan, dan carilah rahmat Allah swt, yang di dalamnya ada pengetahuan Ilahi, dan carilah derajat dari-Nya, kasih-Nya, dan tindakan-Nya. Itu akan bagus. Amin. Ya Rabbal-'alamin. Ijabahilah wahai Robbul Alamin. Semoga Allah swt memberi semua ini padamu. "
Literatur dan Buku yang diterbitkan murid-muridnya
Sejumlah buku telah diterbitkan oleh murid-murid Bawa Muhaiyaddeen yang isinya adalah eksplorasi ajarannya, dari sudut pandang dan pemahaman mereka, telah memberi pengaruh positif bagi kehidupan mereka.Antara lain:
Owner's Manual for the Human Being by Mitch Gilbert, One Light Press publisher, 2005, ISBN 0-9771267-0-6The Illuminated Prayer: The Five-Times Prayer of the Sufis by Coleman Barks and Michael Green, Ballantine Wellspring publisher, 2000, ISBN 0-345-43545-1
Menurut penerbit, buku tersebut "menawarkan pengenalan menarik untuk kebijaksanaan dan ajaran kontemporer tercinta master sufi Bawa Muhaiyaddeen, yang membawa kehidupan baru ke tradisi sufistik dengan membuka jalan ke yang paling dalam, realitas universal itu. Pecinta hasil karya dari dua mahasiswa Bawa paling terkenal, Coleman Barks dan Michael Green, yang juga mengarang buku, The Illuminated Rumi. "
One Song: A New Illuminated Rumi by Michael Green, Running Press publisher, 2005, ISBN 0-7624-2087-1My Years with the Qutb: A Walk in Paradise by Professor Sharon Marcus, Sufi Press publisher, 2007, ISBN 0-9737534-0-4
THE MIRROR Photographs and Reflections on Life with M.R. Bawa Muhaiyaddeen (Ral.) by Chloë Le Pichon and Dwaraka Ganesan and Saburah Posner and Sulaiha Schwartz, published privately by Chloë Le Pichon, 2010, ISBN 0-6153-3211-0
Terdiri 237 halaman format besar kompilasi fotografi dengan komentar oleh 78 kontributor.Coleman Barks, seorang penyair dan penerjemah ke dalam bahasa Inggris karya-karya dari penyair sufi abad ke-13 Jalal ad-Din Muhammad Rumi, menggambarkan bagaimana ia bertemu Bawa Muhaiyaddeen dalam mimpi pada tanggal 2 Mei 1977. Sebagai hasil dari pertemuan mimpi itu, ia mulai menerjemahkan puisi Rumi. Coleman akhirnya bertemu Bawa Muhaiyaddeen secara pribadi pada bulan September, 1978 dan terus memiliki impian di mana ia akan menerima ajaran. Dalam perkiraan Coleman, Bawa Muhaiyaddeen berada pada tingkat pencerahan yang sama seperti Rumi dan Shams Tabrizi, pendamping Rumi.
Sumber: Sufinews.com dan lainnya
Kamis, 19 Oktober 2017
Sheikh As-Syarif Al-Imam Yusuf Muhyiddin Riq El-Bakhur Al-Hasani.
KELAHIRAN DAN KEHIDUPAN BELIAU:
Beliau berketurunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein r.a., kedua-dua cucu kesayangan Rasulullah s.a.w. Beliau dilahirkan di Aka, Lubnan. Kini, beliau tinggal di Lubnan dan Kanada.
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN BELIAU:
Pada awalnya, beliau menuntut di Lubnan. Seterusnya, beliau melanjutkan pengajiannya di Institut Fiqh (Islamic Study) pada tahun 1974 dalam bidang Ijazah Sarjana Muda. Beliau juga turut mengambil pengajian Sarjana Muda di Al-Azhar dan tamat pada tahun yang sama, dalam bidang Al-Syariah wa Al-Qonun. Beliau melanjutkan Ijazah Sarjana di Al-Azhar dalam bidang Al-Syariah wa Al-Qonun dan tamat pada tahun 1989. Seterusnya, beliau dianugerahkan ijazah Kedoktoran (Ph.D) Kerhormat daripada Universiti Islam Lubnan pada tahun 1991.
ANTARA GURU-GURU BELIAU:
Beliau mengambil tarbiah sufiyah secara khusus dari As-Sheikh Al-Mursyid Sidi Abdul Qadir Isa r.a. yang merupakan mursyid bagi Tarikat As-Syazuliyah Ad-Darqowiyah. Setelah dilihat kelayakan Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani, dalam memikul tugas sebagai mursyid, maka Sidi Sheikh Abdul Qadir Isa r.a. memberi izin wirid ‘am dan khas tarikat As-Syazuliyah dan izin irsyad dan tarbiah kepada beliau. Sheikh Yusuf merupakan khalifah Sheikh Abdul Qadir Isa r.a. yang termuda dari kalangan keempat-empat khalifah beliau. Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani pernah dibawa oleh Sheikh Abdul Qadir Isa r.a. untuk bertemu dengan guru beliau sendiri iaitu Sheikh Muhammad Al-Hasyimi. Sheikh Muhammad Al-Hasyimi turut memberi izin wirid am dan khas tarikat As-Syazuliyah kepada Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani r.a.. Sheikhuna Yusuf Al-Hasani bersahabat dengan Sheikh Abdul Qadir Isa sehinggalah ke hujung hayat Sheikh Abdul Qadir Isa r.a.. Setelah kewafatan Sheikh Abdul Qadir Isa r.a., Sheikhuna Yusuf juga turut mencari mursyid lain sebagai tabarruk dan merasakan diri masih lagi memerlukan tarbiah dari seorang mursyid, walaupun pada ketika itu, beliau sudahpun mendapat izin sebagai seorang mursyid. Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani mengambil bai’ah tabarruk dari Sheikh Sa’duddin Murod, yang merupakan khalifah utama Sheikh Abdul Qadir Isa r.a.. Sheikh Sa’duddin Murod turut memberikan kepada Shiekh Yusuf Al-Hasani izin tarbiah khalwah dan izin wirid am dan khas tarikat As-Syazuliyah. Bukan sekadar itu sahaja, malah Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani turut menemui Sheikh Al-Habib Abdul Qadir As-Saggaf untuk mengambil bai’ah tarikat daripada beliau seterusnya menjadi murid beliau. Sheikh Abdul Qadir As-Saggaf lantas memberi kepada Sheikhuna Yusuf Al-Hasani, izin irsyad tarikat As-Syazuliyah, kerana melihat keahlian yang dimiliki oleh Sheikhuna Yusuf. Di samping itu juga, Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani mengambil bai’ah tarikat daripada beberapa mursyid tarikat berlainan lantaran itu, turut menerima izin irsyad dari mursyid-mursyid tarikat tersebut. Antara mursyid-mursyd tersebut adalah:
1. Sheikh Soleh Farfur (tarikat As-Syazuliyah juga)
2. Sheikh Sayyid Muhammad bin Sayyid ‘Alawi Al-Maliki (tarikat Alawiyah)
3. Sheikh Uthman Sirajuddin An-Naqsyabandi (tarikat An-Naqsyabandiyah)
4. Sheikh Muhammad Na’im Al-Jailani Al-Asyarafi (tarikat Al-Qadiriyah)
5. Sheikh Muhammad Zaki Ad-Din Ibrahim (tarikat Asyirah Muhammadyah)
6. Sheikhuna Sidi Yusuf Al-Hasani juga meriwayatkan hadis-hadis musalsal dan sanad-sanad hadis dan ilmu agama secara umum dari Sheikh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki r.a. dan Sheikh Muhammad Zaki Ibrahim.
AKTIVITI-AKTIVITI BELIAU:
*Pengarah Yayasan Islam Kanada, di Hamilton, Kanada pada tahun 1981 sehingga hari ini.
*Pensyarah di Universiti Islam Lubnan.
*Ahli JawatanKuasa Majlis Fatwa Lubnan.
*Anggota Majlis Ulama’ di Syria.
*Seorang pendakwah peringkat antarabangsa (Syam, Kanada, Mesir, Jepun dan AsiaTenggara).
*Mursyid atau Sheikh Tarikat Al-Asyirah Al-Muhammadiyah di Hamiton, Kanada.
*Murobbi Tasauf khususnya dalam Tarikat Syazuliyah, Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Darqowiyah, Alawiyah dan sebagainya.
*Pengasas Dar El-Hasani Center, iaitu tempat perhimpunan anak-anak murid beliau di Mesir.
*Penasihat Kehormat Institut Pengajian Ar-Razi, Pulau Pinang, Malaysia
Kewargaan: Libanon
T. Tgl Lahir: Libanon pada Tahun 1948.
Pendidikan:
*Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Atas di Libanon 1967 M
*Menyelesaikan Pendidikan pada Institut Hukum Islam di Fakulti Syariah Islam di Universiti Islam Syria 1974 M
*Menyelesaikan Pendidikan Hukum Islam dan Hukum Sivil internasional pada Fakulti Syari’ah Islam dan Hukum Universiti Al-Azhar 1989 M
Jabatan :
*Terpilih sebagai Guru Besar sekaligus wakil Mufti pada Lembaga Fatwa di Libanon 1975 – 1982 M
*Imam Masjid di Hamilton Canada Amerika Utara 1982 -1986 M
*Pembimbing Spiritual (Murobi) pada 2 Masjid Bosnia & Hamilton di Toronto, di samping pada berbagai Komuniti Muslim di Amerika Utara 1992 M
Jabatan lainnya :
*Terpilih sebagai da’i kehormatan dan Penasihat umum dalam bidang hukum agama dan moral Islam di seluruh komuniti muslim di Amerika Utara.
*Diangkat sebagai khotib Besar di Masjid Agung di Beirut Libanon.
*Pensyarah Fikih Ushul Fikih di Universiti Al-Azhar.
*Penasihat dan Pembimbing spiritual Tasawwuf dan Studi Islam di Universiti Al Razi Malaysia.
*Da’i kehormatan negara-negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Japan dan lain-lain.
*Pimpinan Umum Persatuan Da’i Tasawuf internasional.
Lain-lain:
*Pakar bidang studi perbandingan antara fikih Hanafiah dan madzhab-mdzhab lain, serta pemikiran Islam.
posting ulang : ( Habib Ahmad bin faqih Basyaiban & Abi Husein al Adamy Yuliansyah Riffa'i )
http://myhassani.wordpress.com/biodata-syeikh/
Manaqib Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, Cirebon
Suatu hari, rumah Habib Alwi, ayah Habib Anis Solo, di datangi Habib Syekh Cirebon atau yang akrab disapa “Abah Syekh”. Habib Alwi menyambut dengan hangat, soerang santri kemudian disuruh untuk menyiapkan jamuan. Entah mengapa selama membawa dan menyiapkan jamuan santri tersebut menundukkan kepala. Si santri rupanya mengenal baik tamu itu dan berharap tamu itu tidak sampai mengenalinya.
Setelah berbincang ringan dan saling bertukar kabar, Abah Syekh kemudian menjelaskan maksud kedatangannya, ia ingin mejenguk putranya. Habib Alwi tampak heran, karena ia tak tahu ada putra Abah Syekh nyantri di sini. Kemudian Habib Alwi bertanya siapa yang dimaksud. Dengan tenang Abah menjawab, “itu yang sedang menuangkan air”, ini putraku. Tentunya Habib Alwi terkejut ternyata santri yang hampir dua tahun mengerjakan tugas rumah ternyata putra Habib Syekh, Ulama besar Cirebon. Padahal jika ditanya putra siapa, sang santri tadi menjawab aku putra “Abdullah si tukang air”, tentunya sang santri tidak mau berbohong dan identitasnya diketahui karena dulu Ayah beliau “Abdullah : Hamba Allah” sempat berdagang air ketika menimba ilmu dan menetap di Makkah. Begitulah kebiasaan Habib Muhammad bin Yahya supaya perlakuannya disamakan dengan santri lainnya. Setelah latar belakangnya terungkap kemudian ia meminta izin ke Habib Alwi untuk berguru di tempat lain.
Menyamar merupakan kebiasaan dalam menuntut ilmu sewaktu muda sebagai sifat mujahadahnya bahkan setelah beliau menjadi ulama besar di Cirebon. Pernah suatu saat “Kang Ayip Muh” sapaan akrab orang Cirebon, mengunjungi salah satu cucu keponakannya yang sedang kuliah di Malang. Beliau minta pada cucu nya untuk mengantar keliling kampong untuk berkunjung ke Kyai setempat, tanpa ragu dan segan Kang Ayip Muh mendatangi mereka layaknya orang biasa yang minta didoakan, dinasehati, bahkan beliau duduk sangat khusyu mendengarkan wejangan dari Kyai yang beliau temui. Dan di saat pamitan, beliau dengan tawadhu nya mencium tangan sang Kyai bolak-balik, demikianlah ke Tawadhuan beliau. Tentunya sang cucu bingung meliat kejadian ini, sebelum berangkat ia dipesan untuk tidak komentar dan hanya mengantar saja.
Beliau pun sering memakai nama samara jika masuk rumah sakit di Cirebon ketika sakait, karena tidak inggin merepotkan dan di perlakukan khusus di sana. Bahkan keluarga beliau sampai tidak tahu tentang hal ini, sampai tidak jarang beliau “menghilang” beberapa hari, sampai keluarganya harus mencari di setiap rumah sakit untuk mencarinya.
Ilmu Dunia dan Akhirat
Abdul Qodir, demikianlah Ayah beliau memberikan nama sewaktu kecil, saat lahir 15 Juli 1932. Namun seorang sahabat, Habib Abdullah Assegaf, ayah Ustadz Shaleh Assegaf Kebon syarif Cirebon, malah menamainya “Muhammad”, dan Abah Syekh menerimanya. Dalam rujukan kitab nasab Alawiyyin namanya tertera sebagai Muhammad Abdul Qodir.
Kang Ayip Muh kecil memang anak yang cerdik sewaktu kecilnya, senang bercanda, dan pandai membuat suasana gembira. Namun beliau lebih mementingkan urusan belajarnya, sehingga beliau terkenal dengan kesukaannya berburu ilmu. Sambil menekuni berguru kepada ayahnya sendiri, beliau awali dengan pendidikan formalnya di MI Persatuan Umat Islam hingga kelas 3, kemudian dilanjutkan ke jami’iyyah Ta’limiyyah atau Madrasah Darul Hikam sekarang. Selepas dari sana kemudian dilanjutkan mondok ke Kyai Sanusi di Pesantren Babakan Ciwaringin. Selain nyantri beliau juga rajin mendatangi ulama untk menimba ilmu dari mereka. Diantaranya Habib Ahmad bin Ismail bin Yahya Arjawinangun, Kyai Idris Pesantren Kempek, Kyai Ridhwan Pesantren Buntet, Pesantren Benda, dan Pesantren Galagamba.
Saking gemarnya berburu ilmu sampai-sampai ilmu kanuraggan pun beliau pelajari, tidak main-main beliau berguru ke Kyai Tarmidi Kebon Gedang, salah satu Kyai Cirebon yang terkenal ilmu kanuranggan dan kesaktiannya. Namun keahlian yang pernah dipelajari ini tidak pernah beliau tampakkan. Lalu pendidikannya beliau lanjukan ke Jakarta di Jamiat Kheir, lembaga pendidikan terkemuka saat itu, dan beliau juga sempatkan mengaji ke Habib Salim bin Jindan, semua ulama pun beliau datangi untuk sekedar bertabaruk dan meminta ijazah. Setelah di Jakarta beliau melanjutkan mondoknya ke Jawa Tengah tepatnya di Ponpes Kaliwungu asuhan Kyai Ru’yat, sambil melanjutkan pendidikan SLTP di Semarang, kemudian melanjutkan SLTA nya ke Solo dan mukim dan mengaji di Habib Alwi al Habsyi selama dua tahun. Kemudian dilanjutkan ke Ponpes Jamsaren di Solo asuhan Kyai Abu Ammar.
Setelah berkelana di jawa tengah, pemuda yang haus ilmu ini lanjutkan mondoknya di Jawa Timur. Di awali masuk ke Ponpes Darul Hadist dan belajar kepada Habib Abdul Qodir bin ahmad Bilfagih. Setiap kali mondok beliau selalu memanfaatkan waktu untuk belajar, dan bukan hanya belajar di Kyai pengasuh pesantren saja, beliau sempat pesankan, “Lamon mondok sing akeh gurune” atau kata lain, kalo belajar harus punya banyak guru. Pendidikan formalnya bahkakn berlanjut hingga tingkat akademi jurnalistik, Yogya, tapi setiap kali beliau ditanya mengenai perihal itu, dengan entengnya beliau katakan “semuanya hilang”.
Pada akhirnya beliau kembali ke tanah Cirebon untuk berkhidmat ke Ponpes Jagastru, beliau juga menimba ilmu kembali ke sang Ayah, abah Syekh yang telah lama menimba ilmu di tanah suci, tentunya dengan bingkai birrul walidain. Kecintaan akan ilmu tak trehenti sampai di situ bukan hanya pergi ke Kyai sepuh, beliau juga sempatkan menimba ilmu ke teman sejawat beliau, guru sekaligus teman seperjuangan Ustadz Shaleh Assegaf.
Berdakwah dan Bermanfaat
Sejak kecil kang Ayip Muh senang mengajak teman-temannya untuk mengaji, di waktu yang sama ketikan masa kolonial beliau tidak tega melihat penderitaan, beliau sempatkan member bantuan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi. Ya, kedua sifat inilah yang selalu melekkat dalam pribadi beliau,
pertama, berdakwah, menyampaikan ilmu, dan bertutur bijak kepada masyarakat luas.
Kedua, berpikir, berbuat, dan menebar manfaat dengan penuh rasa ikhlas.
Dalam berdakwah semua orang tahu, beliau orang yang tegas. Sampai beliau pernah difitnah dan di bui dan tentunya dengan menerima berbagai deraan. Sampai kaki beliau diikat ke atas sementara kepalanya menggantung ke bawah. Di saat yang sama kepala beliau dihajar dengan dengan batang senapan sampai berdarah, sampai kemudian tali penggantungnya putus, sehingga kepalanya terbentur keras di lantai. Aneh bin ajaib tidak keluar suara apapun dari mulut beliau yang menadakan kesakitan, pas sudah sadar, beliau pun ditanya oleh kawan-kawannya yang juga turut di siksa, “tadi sakit kang..?”. Beliau katakan, “tidak, Alhamdulillah pas saya tadi dipukuli saya tidur pulas, makannya saya tak merasakan apa-apa, emang tadi bagaimana..?” beliau malah tanya balik. Mendengar jawab itu, kawan-kawannya keheranan bukan main.
Konon singkat cerita orang-orang yang dulunya menganiaya beliau, setelah mereka taubat dan pensiun, malah datang ngaji ke beliau, dan diterima dengan baik seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Beliau maafkan dan melupakan kejadian itu dan tak menceritakan ke orang lain sewaktu beliau hidup. Pola pikirnya selalu dilandaskan dengan prasangka baik, membuat ulama yang berjiwa besar ini menjadi panutan yang menghargai perbedaan dan tak suka menyalahkan upaya dakwah pihak lain. Bahkan kepada pemabuk pun beliau masih berahlak, beliau awalnya mengingatkan kalau mabuk yang teratur janagn di sudut jalan, jangan meminta paksa ke jamaah yang berkunjung, sampai beliau pun sempatkan member uang ke mereka, “nih untuk kalian”. Dengan kemuliaan hati, banyak diantara mereka yang sadar dan kembali ke jalan yang benar. Pesan beliau “Orangnya jangan dibenci tapii becilah perbuatannya, setiap kondisi harus dipilah berdasarkan kondisi dan porsinya”. Jangan heran waktu itu di Tahun 2003 Cirebon bergejolak Kang Ayip Muh, langsung turun memimpin ribuan warga dan santrinya untuk mendesak pemerintah setempat untuk mengesahkan RUU Anti Miras dan Perjudian, akhirnya Alhamdulillah tuntutan itu dipenuhi.
Waktu Padat Demi Umat
Sehari – hari Kang Ayip hampir tidak punya waktu luang untuk urusan pribadi, maklum karena banyak warga Cirebon dan sekitar nya berebut meminta beliau ceramah, menikahkan, atau hanya sekedar hadir di acara tertentu. Sebelum azan subuh, sudah ada tamu yang menjemputnya, pulang saat menjelang dhuhur, siangnya ada yang menjemput lagi, setelah rehat sebentar beliau lannjutkan sholat ashar, setelahnya mengajari santrinya, setelah itu sudah banyak tamu yang menunggu di beranda pesantren untuk bersilaturahim, beliau buang jauh rasa penat dan lelah, dengan selalu ceria dihadapan para tamu, antara maghrib dan isya beliau mengajar santrinya kembali, stelah sholat isya lagi-lagi sudah ada yang menjemputnya di teras rumah. Seringkali jarak yang ditempuh sangat jauh, sampai beliau sering pulang larut malam, tak sempat bertukar baju beliau sudah terlanjur tidur.
Hari-hari Kang Ayip bukan hanya sibuk, tapi berkah, bayangkan selain mengurusi pesantren, menjadi Ketua MUI kodya Cirebon selama dua periode, sudah hamper semua tamu bisa mengambil berkah, bertemu dengan beliau. Namun dibalik kacamata beliau, terlihat mata yang agak merah berair seperti ada masalah besar yang beliau pikirkan atau rasakan, namun beliau pendam dalam-dalam. Sesekali air matanya tertetes ketika mengajar, membuat uraiannya terhenti sejenak. Di luar itu, bukan hanya sesekali orang mendapati beliau menangis di keheningan malam ditempat yang sunyi, sendirian. Di belakang rumah, di balik pepohonan, di pinggir sungai dekat pesantren, dan di tempat lainnya. Bahkan malam sebelum Tsunami di Aceh, seorang muridnya mendapati beliau tengah menagis seorang diri, di sisi pantai Pulau Jawa yang sepi. Ketika ditanya, beliau justru minta untuk jangan dilanjutkan pertanyaan itu, dan diminta untuk meniggalkan dirinya. Esoknya, entah ada hubungannya atau tidak, terjadilah bencana Tsunami terbesar yang memilukan itu.
Serba Indah dan Payung Kota Cirebon
Potret kehidupan Kang Ayip adalah cerminan ahlakul karimah dan contoh yang baik, dibalut kesederhanaan dan ketawwadhuan, banyak orang dekat yang mendengar langsung kisah beliau, tapi minta jangan disebarkan, kecuali sudah wafat. Rupanya beliau inginkan orang lain bisa memetik hikmah dari kisahnya, namun risih jika orang lain menganggapnya lebih. Jarang beliau mengenakan imamah layaknya yang seperti kita lihat, kecuali di saat beliau mengisi majelis Ahad Pagi, Kajian Tafsir Jalalain. Beliau selalu tampil bersahaja, zuhud dan wara’ dalam urusan dunia, ucapannya selalu ditunggu orang, dalam berbagai kesempatan, ketika mengajar, ceramah, diskusi berat dan lain sebagainya, kata-kata beliau selalu melekat di pribadi masing-masing yang mendengarkannya, bahkan bercanda nya pun sarat makna, jika disimak dengan baik. Pernah di waktu santai bersama keluarga, beliau minta di pijat, di sela obrolannya beliau pesankan “Saya malu orang lain saya ajari tapi anak sendiri tidak”. Rumah beliau tak pernah sepi dari tamu, bahkan dari luar negeri, semua kalangan nusantara. Ada sisi lain dari Kang Ayip, beliau selalu fasih berbahasa tergantung tamu yang datang, arab, sunda, jawa, melayu, bahkan inggris. Beliau juga tidak segan duduk ngobrol ngopi bersama tukan becak, buruh kasar, tukang sayur, dan lainnya, cara beliau berinteraksi sangat memukau di semua kalangan sampai yang mereka rasakan adalah dirinya teramat diperhatikan dan dekat dengan Kang Ayip.
Meski tak berminat di bidang politik, tapi beliau tak menjauhi mereka, beliau menerima kalau mereka sowan ke kediaman beliau dengan baik. Di mata Kang Ayip semuanya semata lahan dakwah, tak ada yang lain, ia sangat menghargai perbedaan, sampai jika ada pihak yang berselisih paham, bertikai dan sebagainya pertemuan itu harus diadakan di Jagastru, kediaman beliau. Sempat terjadi konflik di area keraton Cirebon, dan Kang Ayip lah yang membantu manjadi penengahnya, kharismanya begitu kuat, sampai akhirnya merekan sepakat untuk Islah, berdamai. Begitu banyak sifat dan kepribadian beliau jika kita ungkap atau tulis semuanya, menggambarkan beliau secara total mengikuti datuknya Sayyidina Muhammad Saw, total dalam berdakwah dan maslahat bagi umat.
Wafat Ketika Duduk Tahiyyat, Lautan Manusia Mengantarkan Beliau
Beberapa tahun terakhir dalam kehidupan Kang Ayip, keluarga sebenarnya sudah mengetahui bahwa beliau mengidap penyakit dalam, namun mereka sepakat untuk tidak mencemaskan di hadapan beliau, selanjutnya perjalanan hidup beliau di dunia ini terhenti, Selasa menjelang Magrib 26 Desember 2006 tepat di tanggal peristiwa Tsunami, Jagat Cirebon seakan kelabu dan bergetar, Kang Ayip Muh wafat. Dalam waktu yang singkat, awan kesedihan menggelayuti Cirebon dan sekitarnya, kabar ini terhitung mengejutkan karena beberapa hari sebelumnya kesehatan beliau terpantau sehat, Ahad sebelumnya masih mengisi Ta’lim seperti biasa, siang nya masih menghadiri acara dari parpol Islam, bahkan sorenya masih menerima tamu.
Saat berbincang dengan tamu di bangku teras rumahnya, beliau izin pamit sebentar untuk menunaikan sholat ashar, mereka paham kalau sedang sholat memakan waktu yang lama, namun kala itu lain dari biasanya, hingga salah seorang menantunya masuk ke kamar beliau untuk membawakan teh hangat ke beliau. Namun di saat itulah didapati tubuh Kang Ayip sudah tak bergerak sama sekali. Beliau wafat dengan posisi duduk tahiyyat akhir dengan telunjuk masih menghadap ke Ka’bah. Pertanda seorang hamba yang total dengan kesaksian bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah Ta’ala. Allah juga yang menetapkan waktu istirahat panjangnya kepada Kang Ayip setelah sekian lama berjuang di jalan – Nya. Sejenak kemudian Ponpes Jagastaru berubah menjadi lautan manusia, setelah dimandikan dan di sholati sekitar jam 21.00 WIB, ribuan penta’ziyah silih berganti mensholati beliau sampai pagi harinya. Rabu siang iringan manusia mengantarkan beliau seperti lautan manusia, belum lagi warga yang berdiri di sepanjang jalan penuh dengan kesedihan, meneteslah air mata dengan tanpa sengaja, mengingat kemuliaan beliau sewaktu hidupnya. Ini sama dengan kejadian dulu waktu wafatnya Abah Syekh, hampir sama. Sesuai dengan pepatah “Ma fil aba fil abna” seperti halnya seorang ayah, demikian pula anaknya. Suasana pemakaman di Jabang Bayi Cirebon tidak jauh berbeda, sejak pagi ribuan jamaah mendatangi lokasi itu, meraka tak sabar untuk mengantar Kang Ayip untuk terakhir kalinya, semua elemen bangsa turut hadir, dan mngamankan prosesi pemakaman. Pagi itu Cirebon menangis, mentari seolah tak berani menampakkan keceriannya, hilang sudah sosok yang selalu memperhatikan umat, membimbing dan meneladani setiap ahlakul karimah. Sesuai amanah beliau, Kang Ayip dimakamkan di samping makam Abahnya, seperti yang kita ketahui pemakaman Jabang Bayi adalah pemakaman umum, beliau di akhir hayatnya pun ingin selalu dekat dengan rakyat biasa ia cintai, tanda kesejukan dan kesederhanaan begitu juga makam beliau, layaknya makam orang biasa, inilah Totalitas Seorang Hamba.
Ditulis Ulang: Aby Husein Yuliansyah Riffa'i
Inspired by Majalah Al-Kisah Edisi 7-20 Maret 2011.
Manakib Imam Muhammad Maula Dawilah
Imam muhammad maula dawilah lahir di tarim. Beliau tumbuh dan dibesarkan di sana. Ketika ayahnya meninggal ia masih kecil dan selanjutnya beliau diasuh dan dididik oleh pamannya syaikh abdullah. Imam muhammad maula dawilah belajar kepada kaum ulama al-arifin , para fuqaha di makkah dan madinah.
Berkata syaikh muhammad bin hasan al-mualim: "saya menyaksikan bahwa syaikh muhammad maula dawilah berada dalam kasih sayang allah swt setelah wafatnya". Suatu hari syaikh muhammad maula dawilah hadir bersama paman dan gurunya syaikh abdullah ba'alawi. Ketika datang waktu shalat, beliau langsung menunaikan shalat tanpa terlebih dahulu mengambil wudhu' dan ketika ditanya kepadanya, syaikh muhammad maula dawilah berkata: "demi allah swt, sesungguhnya saya telah minum dan berwudhu' dengan air di telaga kautsar". Kemudian beliau menggerakkan jenggotnya, maka meneteslah air dari jenggotnya itu. Telaga kautsar adalah salah satu telaga yang berada di surga.
Al-faqih ali bin silim meriwayatkan: pada suatu hari syaikh muhammad maula dawilah datang ke rumahnya dan memegang rumah tersebut dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata kepada penghuni rumah tersebut: keluarlah kamu sekalian wahai penghuni rumah. Maka keluar semua yang ada di dalam rumah tersebut. Setelah itu beliau melepaskan tangannya dan menjauh dari rumah itu, maka tidak lama kemudian rumah itu roboh dan semua penghuni rumah tersebut selamat.
Berkata syaikh abdurahman assaqqaf: "ayahku berkata kepadaku: ketika aku sedang sakit datang dua orang malaikat dengan sebuah bejana dan di dalamnya terdapat sesuatu yang berwarna putih seperti susu, maka aku minum apa yang ada dalam bejana itu sampai habis, rasa cairan yang aku minum lebih manis dari madu. Maka beliau berkata: dari mana cairan ini? Malaikat tersebut menjawab: dari mata air salsabila.
Sesungguhnya syaikh muhammad maula dawilah jika sedang membaca alquran tentang ayat-ayat yang berisi berita peringatan, maka kaku lidahnya, cemas dan terlihat di kedua bibirnya seperti terbakar dan beliau selama dua puluh tahun melaksanakan shalat subuh dengan wudhu' isya. Ketika merasa sesaat lagi akan wafat, beliau melihat rasulullah saw memakaikannya jubah.
Imam muhammad maula dawilah wafat pada hari senin tanggal sepuluh bulan sya'ban tahun 765 hijriyah.
( Ahmad bin Faqih Basyaiban ( Chemot Marley ) .dikutip dari buku Menelusuri Jejak Suci Bani Alawi.Pasuruan.06 Oktober 2013 )
foto:komplek pemakaman Aulia di Zanbal
http://aladamyarrantawie.blogspot.com/
http://www.facebook.com/Kisah.Para.DatudanUlama.Kalimantan
http://www.facebook.com/Para.Pecinta.Habaib.dan.Ulama
Selasa, 26 September 2017
Nasihat Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri
Mungkin ada yang berulang-ulang kali membaca Nasehat ini, tetapi saya tak bosan-bosannya untuk selalu mengulang-ulang kembali sebuah Nasehat Berharga dari
" HABIB ALI ZAINAL ABIDIN AL-JUFRI "
Dengan harapan semoga ini menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat,dan semoga slalu menjadi pengingat kita didalam mengarungi perjalanan kehidupan kita didunia ini, dan semoga Allah selamatkan kita sampai di akhirat kelak. aamiin
===========================================
"JGN MEMANDANG SEBELAH MATA ORG YG BERBUAT MAKSIAT. JGN MERASA KITA LEBIH BERMARTABAT DIBANDINGKAN DGN MEREKA.
KITA CELA PERBUATAN MAKSIAT MEREKA, BUKAN ORANGNYA. MEREKA TIDAK BOLEH KITA ANGGAP RENDAH DAN TERCELA, KITA JUGA TIDAK BOLEH SOMBONG KPD MEREKA. BOLEH JADI, SUATU MALAM IA DILIHAT ALLAH, LALU MENJADI SEORANG WALI YG DICINTAI ALLAH. SEMENTARA AMALMU YG TIDAK SEBERAPA, KERANA ENGKAU SOMBONGKAN, DIHAPUS ALLAH DAN ENGKAU JADI TAK PUNYA APA-APA. BAHKAN, BOLEH JADI IMANMU DICABUT, DAN ENGKAU TIDAK DITERIMA LAGI UNTUK MENGHADAP-NYA.
" NAU'ZUBILLAH MIN ZALIK.
=============================================
Saudaraku....
Sebuah nasehat yang luar biasa, yang mengingatkan kepada kita untuk lebih bersikap tawadlu' kepada siapapun, karena mungkin seringkali kita merasa lebih baik dari orang yang bermaksiat, padahal diri kita inipun juga sering melakukan kemaksiatan yang tanpa kita sadari.
bukan semestinya bagi kita untuk memvonis orang yang bermaksiat dengan berangapan AHLI MAKSIAT dan jelas masuk NERAKA,bukankah mereka juga masih punya peluang untuk menjadi baik???
dan sebaliknya kita yang saat ini mungkin dalam keadaan melaksanakan ketaataan, bukannya tidak mungkin kita masih terpeleset kedalam kubangan Dosaaa?????
Saudaraku......
menghina orang bermaksiat dengan perkataan Ahli maksiat/menghujat mereka bukanlah solusi terbaik untuk merubahnya menjadi sadar, tetapi mendoakan kepada mereka,agar allah memberikan Hidayah itu justru lebih baik daripada kita mencaci maki mereka.
Kita sendiri tidak pernah tau akan akhir hayat kita sendiri, apakah HUSNUL KHOTIMAH/ SU'UL KHOTIMAH
Mudah-mudahan kita semua meninggal dalam HUSNUL KHOTIMAH
Aamiin......
Selasa, 29 Agustus 2017
Memulikan dan Menghormati Para Habaib
Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?
“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,
Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”
Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.
Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?
“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,
Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”
Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.
Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?
“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,
Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”
Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.
Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “Menghormati Habaib adalah “warisan” yg wajib kita lestarikan.Tempoe doeloe di kota Khoribah Hadhramaut.Seseorang mengetuk pintu rumah Abdullah Basaudan,salah satu dari 7 Kiai paling Alim dan paling berpengaruh di Hadhramaut kala itu.Si Kiai bergegas membuka pintu,tampak seorang awam dgn penampilan primitif layaknya orang-orang baduwi(pedesaan)Hadhramaut,tampak juga seekor Himar(keledai)diparkir disebelahnya.”Afwan anda siapa ya.. ?”.”Ana fulan Bin fulan Al… “Sang kiai tampak kaget,MendengarNamanya,ia taubahwa tamunya ini adalah seorang sayyid keturunan Rasulullah Saw,tanpa basa-basi,segera ia mempersilahkan si tamu untuk masuk.Hari itu ia begitu sibuk,ia bagaikan sedang dikunjungi seorang presiden,belasan macam hidangan ia suguhkan untuk Si Habib,Kamar PalingVIP juga sudah ia siapkan.Rupa-rupanya Habib yg bertamu ke rumahnya adalah orang yg Majdzub,prilakunya serba nyeleneh,ia menghujani Kiai Abdullah Basaudan dgn pelbagai permintaan.”Eh.. Ana capek banget nih,ente bisa nggak mijetin kaki ana..?”Dgn senang hati ia memijati kaki sang tamu,Statusnya sbg ulama besar tak membuatnya gengsi untuk melakukan itu.Belum cukup disitu,si Habib meminta lagi.”Eh.. Kasian keledai ana kyknya dia kecapeaan juga,bisa dipijietin juga gak ?”Sam’an wa tho’atan ia langsung beranjak ke bawahuntuk memijat kaki Himar(bkn Hummer)si Habib,murid-muridnya yg menyaksikan pemandangan unik itu tentu merasa heran.”kiai lagi ngapain ya? Kaki keledai kok pakek dipijet segala.. ?
“Karena sibuk mengurusi sang tamu seharian,akhirnya kiai Abdullah lelah dan terlelap,dalam mimpinya ia melihat Rasulullah Saw mengunjungi rumahnya,beliauter senyum dgn senyuman yg begitu indah,
Rasulullah Saw berkata padanya :”Aku bahagia sekali melihat apa yg kau lakukan untuk cucuku di hari ini..”Senyuman dan sabda Rasulullah Saw dlm mimpinya itu seakan membuat lelah letihnya selama seharian sirna..”
Cerita dgn tokoh utama Syaikh Abdullah Bin Ahmad Basaudan ini selalu mengigatkan saya akan Akhlak Ulama-Ulama Nusantra yg begitu memuliakan keturunan Rasulullah Saw dari dulu hingga skrng,Mulai dari Syaikhina Kholil Bangkalan,Kiai Hamid Pasuruan sampai Mbah Yai Maimun Zubair,semuanyamemiliki rasa ta’dhim super kpd para Habaib,tanpa membedakan siapa,darimana dan seperti apa mereka,oleh krn itu KH.Said Agil Siradj waktu itu menegaskan bahwa memuliakan Habaib bagi kaum Nahdliyyin adalah sebuah kewajiban.
Menghormati keturunan Rasulullah Saw seakan sudah menjadi Fithrah dalam diri kita sbg muslimin Nusantara,jika kepada Cucu Kiai-Kiai kita saja kita begitu ta’dhim meski ia adalah keturunan keseribu,apalagi Kpd Cucu Nabi Besar Kita ?kita ndak perlu pakek dalil-dalilan dlm masalah ini kan.?Jadi miris rasanya,jika akhir-akhir ini di sosmedia mulai banyak orang yg tdk tau,lupa(atau pura-pura lupa) akan Akhlak yg diwariskan oleh Kiai-kiai kita ini,mulai mengingkari Fithrah asli mereka sebagai penghormat sejati,imbasnya Banyak Habaib yg mereka komentari,mulai dari Habib Lutfhi Bin Yahya,Habib Quraish Bin Syihab,Habib Riziq Bin Syihab,sampek-sampek Habib Syekhan yg majdzub itu juga tak luput dari cibiran dan gunjingan mereka (entahlah,mungkin mereka punya cara lain dlm mengekpresikan rasa hormat dan Ta’dhim mereka,mungkin..)
Kita boleh berbeda pendapat dgn mereka para habaib dalam beberapa persoalan,Tapi jika perbedaan kita dgn mereka mulai menimbulkan kebencian,mulai menggoda kita untuk mengirim cibiran,cukuplah sejenak mengingat bahwa mereka adalah darah daging Rasulullah Saw,sosok paling berjasa dalam kehidupan kita fiddunya wal akhiroh,yg belas asih dan syafaatnya akan kita harap kelak fi yaumil qiyamah.Betul mereka tdk luput dari salah dan dosa,mereka tdklah ma’shum seperti Datuk mereka,Tapi seandainya mereka mempunyai sejuta kesalahanpun,tak akan merubah status mereka sebagai dzurryah Nabi bukan?
toh menghormati bukan berarti harus mengikuti kok,bkn juga harus membenarkan kesalahan atau menshahihkan kebathilan Saya teringat pesan Guru saya, GrandMufti Tarim Habib Ali AlMasyhur,sebuah pesan yg Insyaallah akan saya pertahankan sampai Allah takdirkan diri ini untuk bertemu Baginda Nabi Kelak(Aamiin) :”Hormati dan cintai keturunan Rasulullah Saw,bukan krn kealimannya,bukan krn prilakunya,tapi krn darah Rasulullah Saw yg mengalir dlm diri mereka.. “
Kamis, 25 Mei 2017
Mengenal ulama KH. Mahmud Romli (1866-1959)
KH Mahmud romliAsal usul ulama kelahiran daerah Menteng yang sering dipanggil Guru Mahmud ini tidak terlalu jelas. Tradisi penghormatan kepada Guru yang demikian kuat telah menghalangi para muridnya, bahkan anak-anaknya sendiri untuk menanyakan langsung riwayat hidup Guru Mahmud kepada yang bersangkutan. Adalah tidak sopan atau su’ul adab untuk menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi kepada Guru, kecuali apa yang dituturkan sendiri oleh sang Guru tanpa diminta oleh muridnya. Terlebih lagi Guru Mahmud dikenal tidak suka banyak bicara, sehingga sangat sedikit informasi yang diperoleh mengenai kehidupan masa kecil dan remajanya.
Hanya sedikit saja informasi yang dapat diketahui mengenai dirinya semasa masih remaja. Guru Mahmud berangkat ke tanah suci bersama orang tua dan ketiga saudaranya. Namun, semua anggota keluarga ini meninggal di tanah suci, kecuali Guru Mahmud seorang, ia kemudian mengembara di Jazirah Arabia oorang diri selama hampir 17 tahun. Untuk mempertahankan hidup, ia pernah bekerja sebagai anggota satuan pengaman kafilah dagang yang melintas gurun-gurun Saudi. Beberapa kebiasaan selama di sana rupanya masih terbawa hingga kembali ke tanah air, seperti kesukaannya menunggang kuda dan tidak banyak bicara. Untuk nafkah hidup sekembali di tanah air, ia berdagang burung dan batu-batuan. Meskipun terbuka kesempatan menjadi penghulu, ia menolak bekerja dan ia hanya mengharapkan “gaji dari Tuhan saja”
Guru Mahmud mempunyai banyak hobi. Di antaranya adalah memelihara burung. Ia juga ahli dalam melatih kuda-kuda yang masih liar untuk dijadikan kuda penarik delman. Ia juga pedagang yang menjual balsem, keris, burung hingga batu cincin.
Kehidupan sehari-harinya, Guru Mahmud tidak menampakkan kealimannya. Cara berpakaiannya sangat sederhana dan membuat orang yang tidak mengenalnya tidak mengetahui bahwa ia seorang ulama. Ia biasa memakai kaos dengan bercelana pangsi dan sering duduk-duduk bersama dengan tukang-tukang batu cincin, tukang loak, tukang gado-gado dan sebagainya. Hal ini yang membuat orang awam sangat dekat dan tidak sungkan bercanda dengannya. Tetapi para ulama sangat menghormatinya karena kedalaman ilmunya.
Guru Mahmud dikenal sebagai “jagoan” yang tegas. Postur tubuhnya yang besar menunjang keberaniaannya terhadap siapapun. Tetapi ia juga terkenal sebagai ulama Tafsir, yang di mata muridnya tampak kikuk apabila tiba waktu ngaji ia kelihatan masih mengurusi burung-burungnya. Para murid hasil didikannya yang menjadi ulama antara lain Muallim Thabrani Paseban, KH. Abdul Hadi Pisangan, KH Muhammad (Muallim Muhammad) dari Cakung, Muallim Syafrie dari Kemayoran dan KH. Abdullah Syafi’i, KH. Fathullah Harun dan KH Syafi’i Hadzami.
Semasa hidupnya, Guru Mahmud mendirikan Madrasah Muawanatul Ikhwan di Menteng dan pernah menjadi Ketua Masjid Tangkuban Perahu sejak 1908 sampai meninggal dunia. Masjid tersebut awalnya bernama Masjid Shihabudin yang didirikan di daerah Menteng sekitar tahun 1870-an oleh Sayid Ahmad bin Muhammad bin Shahab. Ketika tempat tersebut akan dibangun Tangsi Militer, Masjid Shihabudin pada tahun 1912 dipindahkan ke Jl. Tangkuban Perahu, Guntur Setia Budi Jakarta Selatan
Guru Mahmud wafat pada 27 Ramadhan atau sekitar tahun 1959 M dalam usia 93 tahun. Awalnya ia dimakamkan di Karet kemudian dipindah ke TPU Jagakarsa Jakarta Selatan.
http://daarussalafie.org/ulama-betawi-abad-19-3/#more-1241
https://www.facebook.com/SYAFAAH.dan.BAROKAH
Mengenal KH. Ma'mun Ahmad Kudus
Mbah Ma'mun adalah nama akrab sapaan KH Ma'mun Ahmad Langgar Dalem Kudus, Putra dari pasangan KH Ahmad dan Nyai Hj Suparmi, beliau putra ke empat dari empat bersaudara yaitu: Ibu Muslimatun, Ibu Malihah, H Abdul Muhid dan H Ma'mun.
Masa Kecil Beliau dilahirkan dari keluarga yang memegang teguh nilai-nilai pesantren, ketika beliau masih kecil, beliau berguru kepada KH R Asnawi (Pendiri NU) dan KH Arwani Amin dalam belajar dan mengaji beliau termasuk santri yang cerdas, dan beliau menjadi santri kinasih hingga suatu saat beliau ketika masih usia enam tahun mondok di pondok pesantren yang diasuh oleh KH R Asnawi dan diajak oleh KH R Asnawi dalam pengajian berjanji keliling kota Kudus-Pati dan setelah acara tiba-tiba beliau disuruh berdo'a sehingga menimbulkan pertanyaan oleh masyarakat, kenapa anak kecil yang berdo'a, kemudian dijawab oleh KH R Asnawi "anak kecil itu belum banyak dosanya sehingga do'anya dikabulkan oleh Allah SWT."
Jenjang Pendidikan Selain belajar kepada KHR Asnawi dan KH Arwani Amin beliau juga diajari oleh orang tuanya sendiri yaitu KH Ahmad, hingga pada suatu saat beliau bertemu dengan Mbah Soleh Tayu-Pati (Ayahanda KH Amin Sholeh) ketika berkunjung ke ndalemnya KHR Asnawi bertemu dengan beliau dan mengajaknya ke Pati untuk diasuh dan dijadikan santri. beberapa tahun selanjutnya bersama Mbah Sholeh melanjutkan mondok ke KH Dimyati Termas Pacitan Jawa Timur.
dalam perjalanan ke Termas beliau menghafalkan kitab alfiyyah ibnu malik sampai benar-benar hafal, di termas beliau termasuk santri kesayangan dan bahkan beliau akan dijadikan menantunya.selain nyanti kepada KH Dimyati Termas, beliau juga nyantri kepada Sayid Ali Tuban dan usia muda beliau dihabiskan untuk mencari ilmu sampai usia 35 tahun.
Sifat dan Kepribadian Mbah Ma'mun adalah peribadi yang bersahaja (Zuhud) bahkan dalam sepanjang hayatnya beliau tidak memikirkan tentang kebendaan (duniawi)dan kata beliau "masalah rizqi semua makhluk kabeh wes ono sing ngatur, " masalah riqi semua makhluk semua sudah ditentukan sama Allah SWT. namun dibalik kesederhanaannya beliau mempunyai sifat sosial yang tinggi sehingga beliau dikenal sebagai sosok yang dermawan, selain itu beliau terkenal dengan sifat disiplin dan tegas sehingga pada waktu beliau menjadi Direktur Utama Madrasah TBS Kudus beliau sering keliling kelas dengan mengecek kondisi setiap kelas di TBS dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah I'dadiyah (MPTs), Madrasah Tsanawiyah (MTs)hingga Madrasah Aliyah (MA)agar selalu menghadap kiblat ketika pembelajaran. selain itu keihlasan dalam mengamalkan ilmu juga menjadi semangat beliau dalam mengajarkan pelajaran kepada santri-santrinya, semangat untuk terus mengajar sampai akhir hayat juga menjadi spirit beliau sehingga pada suatu ketika beliau sakit dan tak mampu berdiri,beliau masih ingin mengamalkan Ilmunya sehingga siswa-siswa TBS yang hadir di ndalem beliau. salah satu sifat beliau adalah sifat selalu berperasangka baik (husnudzon) kepada Allah SWT sehingga pada suatu ketika beliau sakit panas dan disuruh memijat salah satu santrinya beliau selalu mengucapkan hamdalah berulang-ulang dan ketika santrinya bertanya "Mbah Yai sakit kok malah mengucapkan hamdalah" Mbah Ma'mun Ahmad Menjawab "alhamdulillah badan saya panas jadi tidak usah repot-repot memasak air panas karena telah dikasih oleh Allah" dan ketika beliau kedinginan beliau berkata"alhamdulillah saya kedinginan jadi tidak usah membeli es" hemat kata itu merupakan ungkapan hati seorang yang selalu ridlo dengan takdir-Nya. sehingga apapun yang terjadi pada diri manusia kalau tahu semua datangnya dari Allah maka yang pahit akan berubah menjadi manis, ujian dan cobaan dianggap sebagai kenikmatan. beliau juga terkenal dengan kezuhudannya dan menjahui barang-barang syubhat (tidak jelas halal-haramnya), sehingga sampai sekarang ajaran beliau diterapkan di Pon Pes TBS dan Madrasah TBS bahwa tidak mau menerima bantuan dari pemerintah(syubhat). Mbah Ma'mun juga mempunyai kebun dan pertanian yang luas yang hasilnya antara lain:padi, cengkeh, tebu, kelapa dll.sehingga tiap tahunnya beliau menerima hasil dari sawah dan kebunnya tersebut, akan tetapi sebelum menerima beliau selalu bertanya kepada pengelolanya, apakah hasil dari pertanian dan perkebunan sudah dikurangi untuk zakat? jika belum maka beliau tidak mau menerima hasil dari pertanian dan perkebunan tersebut, bahkan beliau sering menyuruh untuk mengambil labih dari apa yang semstinya diberikan (1 nisab), karena beliau tidak mau hasil pertanian dan perkebunannya tercampur dengan hak milik orang lain jadi dikatakan "tompo resik tanpo ono reget" (menerima dengan bersih tanpa adanya cacat suatu apapun).beliau juga terkenal dengan sifat wira'inya sehingga jika ada perbedaan pendapat ulama' maka beliau akan memilih yang lebih berat (lilihtiyat).
Perjuangan Beliau Beliau adalah pengasuh pondok TBS Balaitengahan Kudus dan juga pernah menjadi Direktur Utama Madrasah TBS Kudus, Selain mengajar di Madrasah TBS dan Pon-Pes TBS, beliau juga mengajar di Madrasah NU Banat Kudus, Madrasah Diniyyah NU Putra Kradenan yang dulu di Kwanaran bersama KH Hambali(alm). selain itu beliau juga mengajar di Muawanatul Muslimin Kenepan Menara Kudus, beliau juga termasuk pendiri dan pengajar di Madrasah Diniyah Putri (MADIPU)TBS Kudus.
Prinsip perjuangan beliau adalah menjalankan dakwah dengan penuh keihlasan tanpa pamrih, walau dalam keadaan sakit masih mengajar, demikianlah keihlasan beliau dalam mengajarkan ilmu agama tanpa mengenal lelah, salah satu kebiasan beliau juga setiap hari jum'at menjalankan sholat jum'at keliling hingga kepelosok-pelosok desa di Kabupaten Kudus, kebiasaan ini dimaksudkan untuk mengecek apakah di desa-desa imam masjid sudah membaca al Qur'an sesuai tajwid dan masih menjalankan nilai-nilai ahlusunnah waljama'ah? kebiasaan tersebut melanjutkan seperti kebiasaan sang gurunya (KH Arwani Amin).
Pondok Pesantren dan Madrasah NU Kudus Setelah beberapa tahun belajar kepada Syekh Dimyati Termas, beliau pulang ke Kudus untuk membantu mengajar di Pon-Pes TBS Kudus yang didirikan oleh kakek beliau KH Abdul Lathif, didirikannya Pon-Pes TBS adalah sebagai wahana pembelajaean agama Islam ala Ahlusunnah waljama'ah.
Berawal dari Pon-Pes TBS berkembang ide berdirinya Madrasah NU TBS Kudus dari Kiyai Muhith (Kakak beliau) sebagai lembaga pendidikan formal, karena pesatnya pertumbuhan santri yang mengaji gagasan pendirian pondok TBS mendapatkan banyak dukungan dari para ulama dan masyarakat sebagai upaya untuk mendidik generasi penerus yang cerdas dan berakhlakul karimah. Sebagai tindak lanjut untuk mendirikan Madrasah TBS Kudus diperlukan persiapan sarana dan prasarana, maka diadakanlah musyawarah yang dipimpin oleh Kiyai Muhith dengan mengundang ulama' dan tokoh masyarakat.
Dari musyawarah tersebut terbentuklah suatu kepengurusan yang akan mengelola dan mengurus Madrasah TBS Kudus yaitu:(1)Bp. Kromo Wijoyo;(2)Bp. Asrurun; (3)H. Nur Syahid;(4)Bp. Chadziq; (5)Bp. Nur Khudrin;(6)H. Toyyib;(7)Bp. Muqsith; (8)Bp. H. Haris dan beliau sendiri.setelah terbentuk kepengurusan maka atas berkah rahmat dari Allah Madrasah TBS berdiri pada tanggal 7 Jumadil Akhiroh 1347H/21 November 1928. pertama kalinya nama TBS adalah "Tasywiquth Thullab Kudus" kemudian berubah oleh KH Abdul Jalil menjadi "Tasywiquth Thullab School" (Pada zaman penjajahan) dan oleh KH. Turaichan Adjuri dirubah menjadi "Tasywiquth Tullab Salafiyah" dengan singkatan TBS.
Berpulang kerahmatullah KH Ma'mun Ahmad meninggal dunia pada hari Ahad Legi, 22 Shafar 1423H/5 Mei 2002 dalam usia 87 tahun. sepanjang hayat dihabiskan untuk mengabdi di Pon-Pes TBS dan Madrasah TBS serta Madrasah-Madrasah lainnya di daerah Kudus, beliau juga banyak andil di masyarakat dan sosial dan hasil anak didik beliau sekarang banyak bermunculan sebagai ulama'-ulama' besar di Kudus seperti KH. Ma'ruf Irsyad (Rois Syuriyah PC NU Kab. Kudus), KH. Ahmad Basyir Jekulo (Mustasyar PC. NU Kudus), KH. Mohammad Mansur (Ketua Pengurus TBS Kudus), KH. Imam Sofwan (Ketua Umum PC NU Kab. Pati), KH. Abdulloh Sa'ad (Da'i dan Pengrus PC NU Kota Solo), dll. beliau selalu berpesan "ati-ati zaman wea eker (lebih dari akhir) sakiki akeh wong ngelakoni duso tapi ura rumongso koyo wong kesandung roto kebentus awang-awang" hati-hati zaman sudah akhir sekarang banyak orang melakukan dosa tapi tidak terasa seperti orang yang tersandung jalan yang rata dan kebentur langit. semoga kita sebagai santri bisa
meniru teladan-teladan beliau. wallahua'lam bissowab
sumber:http://masngabehi2013.blogspot.com/2013/05/sosok-ulama-kharismatik-dari-kudus.html dan diolah dari berbagai sumber.
https://www.facebook.com/SYAFAAH.dan.BAROKAH
Langganan:
Postingan (Atom)












