Tampilkan postingan dengan label Kajian ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian ilmu. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 April 2023

6 Keutamaan Puasa Syawal

 6 Keutamaan Puasa Syawal, Dapat Pahala Puasa Satu Tahun hingga Menyempurnakan Ibadah



 Setelah umat muslim menjalankan puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri, maka dianjurkan untuk berpuasa Syawal.

Puasa Syawal memiliki berbagai keutamaan, hukum melaksanakannya adalah sunah. Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Puasa Syawal lebih baik dilakukan selama enam hari berturut-turut mulai dari 2-7 Syawal atau 23-28 April 2023.

Namun, puasa Syawal juga boleh dilakukan tidak berurutan misalnya setiap hari Senin dan Kamis atau yang lainnya selama masih berada di bulan Syawal.

Berikut keutamaan puasa Syawal:

1. Pahala puasa satu tahun

Melansir laman Kemenag.go.id, Minggu (23/4/2023), seorang muslim yang melaksanakan puasa Syawal maka sama seperti puasa satu tahun penuh. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa satu tahun." (HR. Muslim). 

2. Menyempurnakan puasa Ramadan

Selain pahalanya sama dengan puasa satu tahun, puasa Syawal juga memiliki keutamaan seperti salat sunah rawatib. Fungsinya untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam salat wajib. 

Oleh karena itu, puasa Syawal dapat menyempurnakan ibadah puasa Ramadan yang mungkin sempat dilewatkan.

3. Tanda ibadah Ramadan diterima

Dengan puasa enam hari pada bulan Syawal di antara ciri puasa Ramadannya diterima oleh Allah.

Sebab, apabila Allah menerima amal ibadah seseorang, Allah akan memudahkan orang tersebut untuk melakukan amal shaleh lainnya. 

Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya:

"Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya."

"Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama."

"Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.).

4. Sunah Nabi

Rasulullah SAW sendiri sangat aktif melaksanakan puasa ini, bahkan dalam beberapa hadis dinyatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan puasa Syawal kecuali karena sakit atau keperluan lain yang penting.

5. Kesehatan

Puasa Syawal juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh kita.

Dalam beberapa penelitian, puasa intermiten yang dilakukan selama beberapa hari dalam sebulan telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan menurunkan risiko penyakit.

Sehingga, berpuasa Syawal dapat memberikan manfaat serupa bagi kesehatan kita.

6. Mendapat pahala

Puasa Syawal juga memberikan kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia telah memperoleh pahala puasa .

Bolehkah Puasa Syawal tapi Belum Bayar Utang Puasa?

Terkait hal ini ada perbedaan pendapat dari para ulama yang bisa diambil salah satu manfaatnya.

Melansir MUI, sebagian ulama berpendapat, menqada puasa lebih utama didahulukan daripada puasa Syawal, sebab amalan sunah tidak akan diterima jika amalan wajib belum ditunaikan. 

Bagi mereka yang kuat berpuasa dan tidak punya halangan syar’i seperti sakit, musafir atau haid sebaiknya melakukan pandangan pertama ini.

Kedua, boleh mendahulukan Syawal daripada qada Puasa. Sebab sekalipun puasa qada hukumnya wajib, namun dari segi waktu sifatnya muwassa’ (fleksibel) hingga Ramadan berikut.

Sementara puasa Syawal sifatnya mudhayyaq (terbatas) di Bulan Syawal saja. Bagi mereka yang khawatir pada dirinya ada halangan Syar’I seperti musafir, haid, sakit, atau bahkan pekerjaan berat, sementara ia tidak mau menggabungkannya, maka boleh mendahulukan puasa Syawal daripada puasa qada.

Ketiga, boleh menggabungkan niat dua puasa yang nilai hukumnya berbeda yakni wajib dan sunah. Jadi puasa Syawal diikutkan dalam niat puasa qada. 

Artinya puasa qadha dilakukan di bulan Syawal dengan mengharap pahala bulan Syawal sebagaimana yang tersebut dalam Hadis tentang keutamaan Bulan Syawal. 


Jumat, 24 Agustus 2018

Kelompok Yang Selamat Di Akhir Zaman



Dengan semakin jauhnya zaman kita saat ini dengan zamannya baginda Nabi Muhammad SAW & para sahabat, & juga seiring dengan perkembangan dinamika masyarakat, maka dewasa ini sering kita lihat perselisihan di antara kaum muslimin sendiri. Terhadap permasalahan ini, Baginda Rasulullah SAW sudah memberikan pedoman bagi kita agar mengikuti as-sawaad al-a’zhom (jama’ah kaum muslimin yang terbanyak), karena kesepakatan mereka (as-sawaad al-a’zhom) mendekati ijma’, sehingga kemungkinan keliru sangatlah kecil.

حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي . حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”
[HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih].

Al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan kata As-sawadul A’zhom sebagai sekelompok (jamaah) manusia yang terbanyak, yang bersatu dalam satu titian manhaj yang lurus. [Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283]. Menurut al-Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad Al-A’zhom merupakan mayoritas umat Islam.



Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna kata “jamaah” dalam hadits Bukhari yang berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”, beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-A’zhom.” [Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37]. Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai “Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom (mayoritas umat Islam).

Hadits di atas juga senada dengan hadits yang masyhur dan shohih berikut ini

اختلفت اليهود على إحدى وسبعين فرقة سبعين من النار وواحدة في الجنة واختلفت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة إحدى وسبعون فرقة في النار وواحدة في الجنة وتختلف هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة اثنتان وسبعون في النار وواحدة في الجنة فقلنا : انعتهم لنا قال : السواد الأعظم

“Umat Yahudi terpecah menjadi 71 firqoh, 70 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga. Umat Nashoro terpecah menjadi 72 firqoh , 71 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga. Umat ini akan terpecah menjadi 73 firqoh, 72 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga.” Kami (para sahabat) bertanya, “Tunjukkan sifatnya untuk kami.” Beliau menjawab, “As-Sawad Al-A’zhom.” [Ath-Thabrani, Al-Kabir juz 8 hal. 273 nomor 8.051].

Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi secara ringkas. Juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan rijalnya tsiqoh.” [Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 350 nomor 10.436]. Begitu juga senada dg hadits shohih berikut ini

لا يجمع الله أمر أمتى على ضلالة أبدا اتبعوا السواد الأعظم يد الله على الجماعة من شذ شذ فى النار
“Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyendiri/menyempal, ia akan menyendiri/menyempal di dalam neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas juz 1 hal. 202 nomor 398 dan dari Ibnu Umar juz 1 hal. 199 nomor 391 [Jami’ul Ahadits: 17.515]

Demikianlah nasehat Rasulullah SAW kepada kita, agar kita mengikuti mayoritas umat Islam dan jangan menyendiri/menyempal, karena ancamannya neraka. Rasulullah Shollallaah SAW telah menjamin bahwa mayoritas umat Islam tidak mungkin berada dalam kesesatan, sebagai umat Islam sudah pasti kita wajib iman/percaya dan tidak ada keragu-raguan setitikpun pada beliau.

Semoga kita semua tergolong dalam kelompok As-Sawad Al-A’zhom (mayoritas umat Islam) yaitu kaum ahlussunnah wal jama’ah yang selalu berpedoman kepada Al-Qur’an, al-Hadits, al-Ijma’ wa al-Qiyas, yang kemudian pengamalan syari’atnya/fiqhnya berdasarkan salah satu dari 4 madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali), aqidahnya berdasarkan faham Asy’ariyah-Maturidiyah, dan ihsannya mengikuti Syekh Imam Abu Qosim Al-Junaidi Al-Baghdadi.

Keistimewaan 10 Rajab


Syiakina KH Maimoen Zubair pernah Dawuh :
.
"dalam bulan Rajab sebenarnya ada dua peristiwa besar, yakni Isra' Mi'raj dan pindahnya Nur Nabi Muhammad SAW dari punggung Sayyidina Abdullah bin Abdul Mutholib ke rahim Sayyidah Aminah binti Wahab atau disebut wiladah pertama .

Hal ini bertepatan dengan tanggal 10 Rajab. Karena itu disunnahkan berpuasa untuk menghormati berpindahnya nur itu. Disamping itu karena ada hadits juga .

Peristiwa Isra' Mi'raj, banyak orang yang tahu, bahkan banyak juga yang memperingatinya secara besar-besaran. Namun untuk peristiwa kedua (wiladah pertama) hanya orang khowas yang tahu .



Memperingatinya pun tidak boleh dibesar besarkan, cukup dengan berpuasa sebagai rasa syukur. Wiladah pertama ini yang disebut dengan wiladah haqiqiyyah. Maka dalam kitab al-Barzanji disebutkan banyak kejadian-kejadian besar yang terjadi bersamaan dengan peristiwa itu". .

Penjelasan Syaikhina diatas disampaikan kepada santr Madrasah Ghozaliyah Syafi'iyah (MGS) Sarang, kabupaten Rembang. .

Ini termasuk yang melatarbelakangi mengapa Syaikhina menganggap bahwa al Barzanji lebih ilmiah daripada yang lain .

Salah satu santri Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang, juga pernah mengungkapkan, biasanya KH Maimoen Zubair melakukan puasa setiap tanggal 10 Rajab .

Kemulian Mencintai Ulama Pewaris Nabi



Riwayat Ka’ab bin Al-Ahbar r.a berkata : "Pada hari hisab Allah akan menghitung amalan para hambanya, dan mereka yang memiliki amalan buruk akan pergi ke neraka, dan mereka yang memiliki amalan baik pergi ke surga, dan diriwayatkan ada seorang hamba yang saat itu diputuskan untuk pergi ke neraka.

kemudian Allah memerintahkan malaikat Jibril AS. untuk segera menghadang dan mendatanginya dalam perjalanannya menuju neraka dan kemudian menanyainya apakah pernah datang ke majelis seorang ulama agar dapat diampuni dosa-dosanya, maka malaikat Jibril bertanya "wahai si fulan apakah engkau pernah mendatangi majeis seorang Ulama?" maka si fulan menjawab "tidak pernah" mendapatkan jawaban tidak, malaikat Jibril kembali ke hadapan Allah dengan memberikan jawaban tersebut.



maka disuruhlah kembali oleh Allah untuk menanyainya lagi apakah hamba tersebut pernah mencintai seorang ulama, maka malaikat Jibril kembali lagi menanyai si fulan dan mendapatkan jawaban tidak.

maka Allah menyuruh malaikat Jibril untuk menanyakan lagi apakah dia pernah duduk dan makan ditempat yang dihadiri oleh seorang ulama, maka malaikat Jibril kembali menanyai lagi dan jawabannya tetap sama yaitu tidak,

kemudian Allah menyuruh malaikat Jibril untuk bertanya lagi, apakah dia pernah tinggal di sebuah tempat yang terdapat Ulamanya di daerah tersebut, maka jawabannya juga tidak,

Allah tetap memerintahkan malaikat Jibril untuk tetap menanyainya apakah namanya sama dengan nama salah seorang Ulama, maka malaikat Jibril tetap mendapatkan jawaban tidak, kemudian Allah menyuruh malaikat Jibril untuk bertanya kembali apakah dia pernah mencintai seorang yang orang dicintainya tersebut pernah mencintai seorang ulama?, barulah malaikat Jibril mendapatkan jawaban iya untuk dilaporkan kepada Allah SWT.

Maka Allah berfirman kepada Malaikat Jibril “Tariklah tangan hamba itu dan tuntunlah ke surga, sesungguhnya aku telah mengampuninya, karena dia mencintai seorang yang pernah cinta kepada Ulama.”

Jumat, 27 Juli 2018

Kalam Nasehat Prof. DR. Al Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih



"Landasan yang paling ampuh dan sangat kuat adalah rasa iman kepada Allah dan Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam."

"Yang disebut Wali adalah seseorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya."

"Jadilah orang yang shaleh, karena orang-orang yang shaleh akan bahagia di dunia dan di akherat. Dan jadilah orang yang benar, jangan menjadi orang yang pintar, karena orang yang pintar belum tentu benar, tetapi orang yang benar sudah pasti pintar."

"Ilmu itu membutuhkan amal, sedangkan amal membutuhkan keikhlasan dan keikhlasan tersebut membutuhkan cahaya."

"Bukan di namakan hidup bagi seseorang yang tidak mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul Nya, serta tidak pula mengenal ajarannya."

"Ilmu tidak akan berguna bagi murid pembohong." Maksudnya gemar membohongi Allah SWT, RasulNya SAW, gurunya dan dirinya sendiri.

"Bukanlah di namakan hidup bagi seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan."

"Sebarkanlah ajaran Agama Islam di manapun engkau berada dengan membawa bekal ilmu."

"Yang di perlukan manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia adalah ketenangan batin."

"Bagaimana sebagian kalian telah mencaci maki para sahabat Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah rela dan ridlo kepada mereka."



"Diantara ciri — ciri seseorang yang hatinya bersih adalah apabila ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka ia menangis."

"Islam merupakan agama yang sangat rasional dan sebagai agama perjuangan."

"Muslim sejati apabila di timpa sesuatu apapun maka ia tetap tenang dan ikhlas dan rela menerima segala keputusanNya."

"Cobaan dan ujian apabila di terima dengan ikhlas dan husnudzon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka akan mendekatkan seseorang tersebut kepada derajat kewalian."

"Bukan di katakan berilmu apabila tidak di sertai ketaqwaan dan bukanlah di namakan berakal apabila tidak di hiasi adab serta budi pekerti."

"Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada Baginda Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam tidak akan pernah merugi di dunia dan akhirat."

Jumlah Sunnah Shalat



Habib Salim Asy Syatiri berkata:

Sunah-sunah shalat itu sangat banyak. Sebagian dilakukan sebelum shalat, sebagian dilakukan di dalam shalat dan sebagian lagi dilakukan setelah shalat.

Jumlah sunah-sunah itu mencapai seribu sunah.

Al Habib Abdullah bin Umar bin Yahya bercerita,
“Suatu hari, ada jamaah mengundang kami ke Tarim dari Masileh al Syaikh. Kami dan sejumlah orang datang dengan berjalan kaki. Kami berkata kepada jamaah, “Kita aka sibukkan perjalanan ini dengan menyebutkan sunah-sunah shalat. Mereka menyebutkan dari Masileh ke Pemakaman Tarim 800 sunah, kemudian setelah selesai ziarah mereka menyebutkan dari pemakaman ke salah satu rumah Sadah (keturunan Rasulullah SAW) di Tarim 200 sunah. Jadi jumlahnya 1000 sunah.”

Ketika Al Habib Abdurahman bin Musthofa al Aidrus datang ke Mesir, Syaikh Jamik al Azhar berkata kepada Jamaah di sana, “Tidak boleh ada yang menjadi Imam kita di dalam Shalat Ashar kecuali orang yang mampu menyebutkan 400 sunah dalam Shalat Sunah Qabla Shubuh.” Maka para ulama dan syaikh saling berlomba menyebutkannya, ada yang menyebutkan seratus sunah, ada yang menyebutkan dua ratus dan ada pula yang menyebutkan 300 sunah. Kemudian al Habib Abdurahman bin Musthofa al Aidrus maju dengan penampilan bagaikan Darwis (pengembara), beliau menyebutkan lebih dari 400 sunah. Maka mereka pun menjadikan beliau menjadi Imam. Inilah sebab terkenalnya beliau di mesir Sampai kini makamnya pun terkenal.

Jiwa Yang Mengikuti Ruh



Siang itu beberapa orang sedang mengikuti Alhabib Umar bin Hafidz yang tengah berjalan kaki menuju maqam Sunan Ampel Surabaya.alfaqir yang sudah agak jauh cuma bisa mengikutinya dari belakang,YaAllah hamba baru tahu begitu cepat jalan beliau hingga banyak sandal mereka yang ikut dibelakangnya copot pula.. BAGAIMANA PARA WALI DAPAT BERJALAN CEPAT?? ( Dikisahkan oleh Al Habib Ali Habsyi /Shohibul Maulid Simtuddhuror ). Ahmad bin Thaha bertanya, "Bagaimana para wali dapat berjalan cepat, apakah itu bumi yang dilipat bagi mereka, atau
bagaimana?

Al Habib Ali Habsyi berkata, "Tidak, itu adalah jasad yang mengikuti ruh. Alam jasmani itu terikat oleh sebab-sebab. Jika kau ingin ke Mekah, kau harus menyiapkan kendaraan, bekal, atau perahu dan lain-lain. Kau tidak akan bisa sampai kesana kecuali dengan susah payah. Namun bila jasmani ringan (dari dosa) maka ia akan mengikuti ruh.

Jika terlintas keinginan di hatimu untuk pergi ke Mekkah, maka, saat itu juga kau akan sampai ke Mekkah: kau akan bertawaf, berziarah ke Nabi Saw dan kembali saat itu juga sebagaimana yang terjadi pada Syeikh Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saggaf.



Suatu hari teman-temannya mendengar suara-suara (aneh). Mereka bertanya: ”Apa itu?” Syekh Abu bakar berkata, “Shafra binti Khathlin datang dari India bersama 30 wali wanita ke kota ini.

Mereka hendak berziarah makam Nabi Hud As, Anaknya yang ditinggalkan di India menangis. Lalu ia menggoyangkan mainan anaknya yang gemerincing, untuk menenangkan anaknya”. Demikian pula yang terjadi dengan Sya’rani, ia berkata: “Datang kepadaku 7 orang dari India mereka berkata: “Kami berangkat semalam dari India. Kami umrah,menziarahi Nabi Saw
pergi ke Bait al-Maqdis dan pagi ini kami bersamamu”. 'Abdul Qadir bin Ahmad bin Thahir bercerita bahwa Habib
Abu Bakar berkata; ”Ketahuilah Nak. (dari Huraidhah) aku pergi ke Syibam ke tempat Habib Ahmad bin Umar bin Smith kemudian ke Masileh, ke rumah syeikh, lalu berziarah kepada Habib Thahir dan Habib Abdullah, kemudian aku kembali lagi ke Huraidhah.

Semua ini berlangsung selama bacaan Fatihah”., Subhanallah
Sholu Alan Nabi.....

Rabu, 25 Juli 2018

Jangan Terbujuk Dengan Godaan Dunia



Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad berkata:
“Sungguh mengherankan seseorang yang mencari kehidupan dunia padahal ia belum tentu memperolehnya. Bahkan, meski ia sudah meraihnya, belum tentu ia bisa memanfaatkannya. Yang pasti terjadi adalah, bahwa ia akan keluar meninggalkan dunia ini”.

Tidak ada fitnah yang paling membahayakan bagi umat Muhammad seperti halnya dunia, momok menakutkan yang mesti dipandang dan diposisikan dengan cerdas dan bijak.

Rasulullah bersabda : “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang kutakutkan atas diri kalian tapi ku takut dunia dibentangkan untuk kalian seperti kepada umat terdahulu. Sehingga, kalian berlomba-lomba dalam mengejar-ngejar dunia sebagaimana umat terdahulu melakukannya yang pada akhirnya mencelakakan kalian seperti mencelakan mereka dulunya.”

Kekhawatiran Rasul tidak berlebihan. Banyak di antara kita yang terbujuk oleh rayuan dunia hingga menghalalkan segala cara demi merengkuh kebahagiaan semu dan fana`.

Dalam sabda lainnya, Rasul berkata : “Setiap umat memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta (dunia).”



Fitnah yang bisa berarti cobaan, aib, atau bujuk rayu inilah yang banyak memperdaya manusia sehingga tidak sedikit di antara mereka yang keluar dari agama disebabkan harta dunia. Bila umat Nabi Musa as. keluar dari agama tauhid karena menyembah patung anak sapi, maka umat Rasul SAW banyak yang menyimpang dari agama sebab silau akan gemerincing uang,kemilau harta, tahta dan kedudukan.

“Setiap umat memiliki “anak sapi”, dan “anak sapi” umatku adalah Dinar dan Dirham”. Hadits Nabi tersebut menganalogikan keadaan umat Musa dengan umat beliau SAW. Sebagaimana umat Musa tertipu oleh patung anak sapi, seperti itulah umat masa sekarang yang tenggelam dalam lautan dunia dengan segala gelombang yang menghanyutkan.

Semoga Allah selamatkan kita semua dari fitnah dunia & akhirat...

Janganlah Menyakiti Umat Rasulullah SAW



Suatu hari di masa muda imam Ibnu A’rabi
pernah memukul mulut seseorang yang
menghina gurunya.

Kemudian di malam harinya beliau bermimpi
bertemu Rasulullah SAW.
Rasul pun Bertanya, "engkau telah menyakiti seorang dari umatku."
Ia(ibnu 'Arabi)menjawab: "karena dia menghina guruku."

kemudian tanya Rasul : "mulia manakah gurumu
atau aku ?, mulut yang menghina gurumu itu
juga telah membaca shalawat untukku, tidak kah
engkau memaafkan dia ?"

Sejak saat itu imam Ibnu A’rabi berjanji untuk
tidak menyakiti siapapun dari umat Rasulullah SAW Jangan menyakiti orang lain terlebih dia masih sesama muslim /ummat nabi Muhammad ..

Janganlah Meninggalkan Majelis Ilmu



Nikmatilah kebodohanmu dan kesengsaraanmu, jika engkau melupakan gurumu

Jangan terpedaya oleh tempat tinggi yang bisa kau capai dengan mudah, jika jalan yang harus kau lalui saat turun berbahaya

Dengan kita hadir dimajelis ilmu, beruntunglah kita karena kebaikan tersebut telah ada di diri kita, pertahankan sampai wafat usia, karena kebaikan, kemanfaatan, keberuntungan seperti awan, selagi masih tampak bergegaslah ada ditempat tersebut, agar selamat dalam hidup

Robbi Fanfa'na Bibarkatim. Wahdinal Husna Bihurmatihin, Wa amitna Fi Thoriqotihim, Wa Mu'afatin Minal Fitani

Marilah kamu semua duduk di Majelis Ilmu, Agar tidak Tertipu dalam Dunia Semu, Selagi masih Banyak nya Waktu, Wajiblah kamu Menuntut Agama-Mu sampai habis waktu-Mu "


Janganlah Menentang Para Ulama Sufi



Al-Allamah al-Hafidz al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami رحمة الله تعالى berkata :
“ Berhati-hatilah kamu dari menentang para ulama sufi. Dan sebaiknya bagi manusia sebisa mungkin untuk tidak menentang para ulama sufi, semoga Allah memberi manfaat kepada kita dengan ma’rifat-ma’rifat mereka dan melimpahkan apa yang Allah limpahkan kepada orang-orang khususnya dengan perantara kecintaan kami pada mereka, menetapkan kita pada jalan pengikut mereka dan mencurahkan kita curahan-curahan ilmu ma’rifat mereka. Hendaknya manusia menyerahkan apa yang mereka lihat dari keadaan para ulama sufi dengan kemungkinan-kemungkinan baik yang dapat mengeluarkan mereka dari melakukan perbuatan haram.



Kami sungguh telah menyaksikan orang yang sangat menentang ulama sufi, mereka para penentang itu mendapatkan ujian dari Allah dengan pencabutan derajatnya, dan Allah menghilangkan curahan kelembutan-Nya dan rahasia-rahasia kehadiran-Nya. Kemudian Allah menimpakan para penentang itu dengan kehinaan dan kerendahan dan mengembalikan mereka pada derajat terendah. Allah telah menguji mereka dengan semua penyakit dan cobaan. Maka kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari hantaman-hantaman yang kami tidak sanggup menahannya dan dari tuduhan-tuduhan yang membinasakan.

Dan kami memohon agar Engkau menetapi kami jalan mereka yang kuat, dan Engkau anugerahkan kami apa yang telah Engkau anugerahkan pada mereka sehingga kami menjadi orang yang mengenal Allah dan Imam yang mujtahid, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu dan Maha Layak untuk mengabulkan permohonan"

[ Al-Fatawa Al-Haditsiyyah : 113, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami رحمة الله تعالى ]

Jangan Khawatir Akan Perihal Rezeki



Sesungguhnya rezeki kita ini sudah diatur dan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Maka janganlah khawatir akan perihal rezeki, walaupun begitu hendaknya tetap kita berikhtiar.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
(HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al (Ash

Dalam hadits lainnya disebutkan,
"Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah 'arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, "Tulislah". Pena berkata, "Apa yang harus aku tulis". Allah berfirman, "Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya."
(HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Ibnul Qayyim berkata, "Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat...

Mutiara dari kota Tarim Alhabib Alwi bin Syahab ulama kota Tarim



Mutiara dari kota Tarim Alhabib Alwi bin Syahab ulama kota Tarim berkata :

"Jangan ada di antara kalian ada yang tertipu dengan merasa sombong mengatakan aku ada di kota Tarim."

"Coba kalian lihat Nabi Adam dulu ada di Surga akan tetapi bermaksiat sehingga Allah turunkan ke bumi."



"Jangan kalian merasa sombong dengan ilmu Coba kalian lihat Bal'am bin Ba'uroh dahulu orang yang sangat alim akan tetapi tidak memberikan manfaat ilmunya."

"Jangan kalian merasa sombong dengan garis keturunan Coba kalian lihat putera Nabi Nuh celaka sedangkan ia adalah anak seorang Nabi."

"Jangan juga engkau sombong karena pernah melihat orang sholeh Karena Abu Jahal dan Abu Lahab mereka melihat Nabi ﷺ akan tetapi tidak memberikan manfaat bagi mereka."

"Jangan sekali-kali kalian tertipu dengan banyaknya ibadah Karena iblis tidak pernah melewatkan sejengkal dari bumi kecuali pernah ia gunakan untuk bersujud, akan tetapi tidak memberikan manfaat atasnya."

Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita di golongkan dengan orang-orang sholeh..

Janganlah Berwatak Keras Dan Memperpanjang Urusan



Kita adalah orang-orang berwatak keras. Kita melakukan balas dendam hanya untuk masalah-masalah kecil.

Pergilah keluar dan jika kalian tidak menemukan sepatu kalian di tempatnya, kalian akan marah.
Mengapa harus marah? Ambil sepasang sepatu yang lain dan pergilah. Pecahkan masalah tanpa bertengkar. Mereka melakukan itu.

Mereka tidak mengatakan, “Ini pencurian, Saya tak mau melakukannya. Saya akan pulang dengan telanjang kaki.” Mereka tidak berpikir, “Jika orang itu tidak membutuhkan sepatu saya, Allah SWT tak akan mengirim dia untuk mengambilnya sebagai sedekah dari saya.” Dan semua orang akan tenang.



Ada kisah seorang murid mempunyai seorang guru dan mempunyai sebuah mesjid besar di London, di mana mereka mempunyai sebuah kotak amal. Letaknya di dinding, dan mereka tidak mengumpulkan sumbangan dengan berkeliling. Masjidnya besar dan mungkin ada 30-40 kotak amal di seluruh bagian masjid.

Suatu hari mereka datang dan melapor pada Syekh, ”Satu kotak amal rusak dan uangnya telah diambil.” Mereka marah. Beliau pun berkata, “Mengapa? Jika pencuri itu tidak membutuhkan uang itu, dia pun tidak akan datang dan mengambil uangnya, maka biarkan semua kotak amal terus terbuka dan siapa pun yang ingin mengambil bisa datang dan segera pergi.” Mulai saat itu, kotak-kotak itu dibiarkan terbuka. Mereka tertutup namun tidak terkunci. Sangat memungkinkan untuk mengambil semua uang di dalamnya dan lalu pergi. Inilah etika yang islami – agar bisa membuat pencuri merasa malu terhadap dirinya sendiri. Saya tahu kalian di sana, ambillah.

Janganlah Bersandar Pada Kehormatan



Suatu malam, Syaikh Jalaluddin Rumi mengundang Syaikh Syamsudin at-Tabrizi ke rumahnya.

Sang Mursyid Syaikh Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi:
Setelah semua hidangan makan malam siap, Syaikh Syamsudin berkata pada Rumi: “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?” (yang dimaksud: arak/khamr).

Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’

“Iya”, jawab Syams.

Rumi masih terkejut, ”maaf, saya tidak mengetahui hal ini.”

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah.”

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya.”

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.”

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman.”

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur.”

Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.
Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak.
Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.
Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman !!!”

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi.
Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi.
“Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang !!!” orang itu menambahi siarannya.
Orang-orang bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.



Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya.

Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syaikh Syamsudin at-Tabrizi: “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan."

Seseorang dari mereka masih mengelak. “Ini bukan cuka, ini arak.”

Syams mengambil botol dan membuka tutupnya.

Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka.

Tidak lama kemudian mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Rumi.

Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Rumi hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syamsudin, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini syekh ?”

“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi?.

Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu, dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat ???"
"Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman. Bersandarlah hanya kepada ALLAH SWT."

Minggu, 22 Juli 2018

Jangan Biarkan Waktu Berlalu Tanpa Ilmu



Imam Abdullah bin Husein bin Thohir Ba'alawi pengarang kitab Sullamut Taufiq yang merupakan pemuka Bani Alawi di masanya, adalah orang yang tidak pernah membiarkan waktunya berlalu sedikitpun tanpa ilmu. Beliau bersama kakaknya, Imam Thohir bin Husein bin Thohir Ba'alawi sama-sama cinta dan selalu haus akan ilmu.

Diantara kebiasaan yang menakjubkan dari keduanya, jika Imam Abdullah sedang makan, maka kakaknya akan membacakan kitab hingga adiknya selesai makan, begitu juga sebaliknya. Demikian jika Imam Thohir sedang mandi, maka adiknya akan membacakan kitab di luar sehingga kakaknya bisa mendengar. Begitulah keadaan mereka sehari-harinya hingga keduanya menjadi ulama yang masyhur

Foto : (dari kiri) Galbu Tarim Habib Hasan bin Abdullah Asy-Syathiri, Sayyid Yusuf Hasyim Ar-Rifai dari Kuwait, Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri dan Habib Umar bin Hafidz

Hubungan Sujud Dengan Otak Manusia



Hubungan Sholat dan Sujud Dengan Otak Manusia.

Dr Fidelma, seorang Dokter Neurologi di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat, telah terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia.

Yang membuat dia terpukau adalah terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama,  Dr Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. !



Dalam susunan otak manusia terdapat Prefrontal Cortex yang bertugas untuk merencanakan, mengorganisasi dan belajar dari kesalahan. Saat Manusia bersujud, maka aliran darah dari jantung akan masuk ke bagian ini karena letaknya yang lebih rendah dari jantung. .
.
Dari keterangan Dr Fidelma O’Leary yang merupakan seorang doktor di Amerika diketahui bahwa saat dalam kondisi normal, darah dari jantung tidak mampu masuk dalam urat syaraf di otak dan hanya bisa masuk ketika seseorang bersujud.

Dengan kata lain, semakin banyak darah yang masuk dalam otak, maka Prefrontal Cortex akan lebih optimal terkait pengambilan keputusan.
,
,
,  seperti Firman Allah swt..
.
.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut ayat 45

sumber : http://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2017/09/hubungan-sujud-dengan-otak-manusia.html

Jumat, 06 Juli 2018

Siksa Kubur Jadi Hilang Hikmat Dari Dibacakannya Maulid Nabi



Kejadian ini di zaman Al Alim Al Allamah Al Habib Abu Bakar Attas Al Habsyi beliau punya murid yang sudah meninggal, murid itu punya anak yang nakal, setiap minggu anak itu mengajak teman-temannya melihat film porno dirumah peninggalan ayahnya.

Suatu malam anak itu bermimpikan hendak ziarah ke makam ayahnya, sebelum ia sampai di makam ayahnya ia mencium bau busuk lagi menyakitkan, dan anak itu melihat bentuk ayahnya sangat mengerikan. "Sungguh anak durhaka, aku ditidurkan dalam keadaan tenang tapi setiap hari minggu kau berkumpul menonton film porno, datang dua malaikat menumpahkan api dan air berbau busuk pada tubuhku, aku dibangunkan untuk itu sampai kau selesai berbuat itu"

Maka ia bangun dari tidurnya dan langsung menemui guru ayahnya ( Habib Abu Bakar Attas Al-Habsyi) dengan menangis seraya berkata "bagaimana aku menyelamatkan ayahku? Ayahku dalam siksa kubur"

Jawab Habib Attas Al Habsyi
"Dikamar biasa kau menonton film porno dan segala kehinaan itu, dikamar itu bacalah
maulid Shallallahu alaihi wa sallam, ajak teman-temanmu baca maulid ditempat itu"



Setelah baca maulid, anak itu bermimpikan hendak ziarah makam ayahnya, namun belum sampai dimakam ayahnya ia sudah mencium bau yang sangat harum dan ia berjumpa dengan ayahnya

Ayahnya berkata;
"Allah melimpahkan berkah padamu wahai anakku"

Ayahnya memakai jubah dari emas dan perak, dilehernya (kerah baju) bertuliskan
"MUHAMMAD RASULULLAH" "Ayah apa yang terjadi?" tanya anak itu "Saat kau baca maulid, aku dibangunkan, aku mengira aku akan disiksa lagi, namun kulihat kuburku meluas, kulihat iringan ribuan malaikat dengan membawa kereta kencana bertuliskan "MUHAMMAD RASULULLAH", dan keluarlah Rasulullah dari kereta itu dengan wajah yang terang benderang, maka ia memelukku dan memberikan jubahnya padaku"

Ayah tadi bertanya "Ya rasul kenapa ini?" Rasulullah menjawab "TIAP KALI RUMAHMU DIBACAKAN MAULID AKU AKAN DATANG MENEMANIMU"

Senin, 28 Mei 2018

Ahli Alqur'an



orang yang ahli alquran adalah keluarga Allah,
amun sudah bekulawarga lawan Allah,kemana aja hidupnya akan nyaman,akan enak,tak akan kelaparan,
karena pada umumnya keluarga pasti memikirkan dgn keluarganya yg kesusahan,apalagi ni Allah yang jadi keluarganya,tuhan pemilik semesta alam,yang maha kaya,pasti lah orang ahli quran ni hidupnya hatinya lebih nyaman,lebih tenang,lebih tentram daripada orang terkaya didunia saat ini,
bahkan sampai hari kiamat nanti dalam sorga,orang ahli alquran ini dia menjadi perdana mentri,gubernur,bupati di setiap daerah daerah sorga,yang mana nanti dalam sorga itu yg menjadi raja sulthannya untuk ahli sorga adalah para nabi,
.
siapa orang ahli alquran itu?
kata imam almunawi dalam kitabnya faidhul qodir:
(ﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ) ﺃﻱ ﺣﻔﻈﺘﻪ اﻟﻤﻼﺯﻣﻮﻥ ﻟﺘﻼﻭﺗﻪ اﻟﻌﺎﻣﻠﻮﻥ ﺑﺄﺣﻜﺎﻣﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻗﻴﻞ ﺃﻫﻠﻪ ﻣﻦ ﺑﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺮاﺭﻩ ﻭﻣﻌﺎﻧﻴﻪ (ﻋﺮﻓﺎء ﺃﻫﻞ اﻟﺠﻨﺔ) ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺃﺋﻤﺔ ﻭﻋﺮﻓﺎء ﻓﺎﻷﺋﻤﺔ اﻷﻧﺒﻴﺎء ﻓﻬﻢ ﺇﻣﺎﻡ اﻟﻘﻮﻡ ﻭﻋﺮﻓﺎءﻫﻢ اﻟﻘﺮاء ﻭاﻟﻌﺮﻳﻒ ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﻳﺪ اﻹﻣﺎﻡ ﻓﻠﻪ ﺷﻌﺒﺔ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﺎﻟﻌﺮاﻓﺔ ﻫﻨﺎﻙ ﻟﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ اﻟﺬﻳﻦ ﻋﺮﻓﻮا ﺑﺘﻼﻭﺗﻪ ﻭﻋﻤﻠﻮا ﺑﻪ
.
yang namanya ahlul quran adalah: orangyang terus-menerus istiqamah membacanya (dengan baik dan benar meskipun tidak hafal)
dan faham dgn isinya serta mengamalkan hukum-hukumnya didunia,
ada pendapat lain mengatakan: orangyg ahli alquran adalah orangyang ahli tafsir yang dapat meneliti rahasia-rahasia makna setiap kalimat alquran bhkan huruf alquran




kata imam mubarakfuri dalam tuhfatul ahwadzi:
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻭﺣﻔﻆ ﻭﻋﻠﻢ ﻭﻋﻤﻞ ﻭﻣﺮاﻋﺎﺓ ﺣﺪﻭﺩﻩ ﻭﺃﺣﻜﺎﻣﻪ
ahlul quran adalah: orangyang membaca alquran,dan menghapalnya,dan mempelajari isinya,dan mengamalkan isinya,selalu membacanya dan melaksanakan hukum-hukumnya,
.
kata imam mulla 'ali dalam syarah misykatul mashabih:
(ﻭﻋﻦ اﻟﻨﻮاﺱ) ﺑﻔﺘﺢ اﻟﻨﻮﻥ ﻭﺗﺸﺪﻳﺪ اﻟﻮاﻭ (ﺑﻦ ﺳﻤﻌﺎﻥ) ﺑﻜﺴﺮ اﻟﺴﻴﻦ ﻭﻓﺘﺤﻬﺎ (ﻳﺆﺗﻲ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ) ﺃﻱ ﻣﺘﺼﻮﺭا ﺃﻭ ﺑﺜﻮاﺑﻪ، ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻳﺄﺗﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ (ﻭﺃﻫﻠﻪ) ﻋﻄﻒ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺮﺁﻥ (اﻟﺬﻳﻦ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﻪ) ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻭﻟﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺷﻔﻴﻌﺎ ﻟﻬﻢ ﺑﻞ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺠﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ.
.
ahlul quran adalah: orang yang faham semua makna-makna alquran dan mengamalkan isinya,
dari ini: maka difahami lah bahwa orangyang membaca alquran saja,tapi (tidak faham dgn makna-maknanya,hukumnya,yg menjadikan dia) tidak bisa mengamalkan isinya,maka orang seperti bukanlah ahlul quran,dan alquran tidak bisa memberinya syafaat,bhkan alquran melaknatnya nanti di hari kiamat
.
wallahu a'lam

Cara Bayar Kifarat puasa Bagi Orang Yang Berhubungan Suami Istri Di siang Hari Bulan Ramadhan


kajian fikih puasa kitab almuhazzab abi ishaq as syairazi:
.
ﻓﺼﻞ: ﻭﺇﻥ ﺟﺎﻣﻊ ﻓﻲ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻟﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻛﻔﺎﺭﺓ

fashal berikutnya: (ini yang ditanyakan oleh banyak orang kemarin)
jika suami istri berjima di dua hari berbeda disiang ramadan,atau di beberapa hari berbeda,misalnya hari ke 5,ke 8,ke 12,

maka di setiap hari berbeda itu masing-masing punya pembayaran kifarat tersendiri,
(kalau dia melakukannya di dua hari,maka kifaratnya memerdekakan dua budak,atau puasa 60 hari berturut2 dikali dua jadinya 120 hari,atau memberi makan sebanyak 120 mud,jika 3 hari berbeda maka dikali 3 lg,jika 4 hari,maka dikali 4 dan seterusnya)
.
ﻷﻥ ﺻﻮﻡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﻨﻔﺮﺩﺓ ﻓﻠﻢ ﺗﺘﺪاﺧﻞ ﻛﻔﺎﺭاﺗﻬﺎ ﻛﺎﻟﻌﻤﺮﺗﻴﻦ ﻭﺇﻥ ﺟﺎﻣﻊ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﻟﻢ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻟﻠﺜﺎﻧﻲ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻷﻥ اﻟﺠﻤﺎﻉ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻟﻢ ﻳﺼﺎﺩﻑ ﺻﻮﻣﺎ

karena disetiap masing-masing hari puasa yang dilalui adalah ibadah yang tersendiri,tidak saling menyatu,maka kifaratnya pun masing-masing juga,tidak bisa dimasukkan 1 sama lainnya,seperti dua umrah,

jika suami istri berjima pada 1 hari ramadan dua kali,maka jima yang kedua tidak di kenakan kifarat,karena jima yang kedua sudah tidak sedang puasa lagi,
begitu juga kalau 3x 4x 5x jima dalam 1 hari puasa.
.
karena fashal di episode 28 ini sangat panjang,dan para pembaca diberanda kebanyakannya tidak suka yg panjang2,maka untuk sambungan episode 28 yg lengkapnya,akan di posting di group khusus,

oleh ustad : Awi Mahmud
sumber : https://www.facebook.com/awi.alminhaji/posts/399563500524452