Rabu, 29 Agustus 2012

Al-Alamah Tuan Guru Ahmad Syarwani Zuhri balikpapan Samarinda

Abah Guru Sekumpul bersama Ahmad Syarwani Zuhri

KH. Ahmad Syarwani Zuhri dilahirkan di desa Sungai Gampa Marabahan Kecamatan Rantau Badauh,Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. kurang lebih 40 km dari kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 08 Agustus 1950, dari pasangan Haji Zuhri bin Haji Acil dan Hajah Marwiyah binti Haji Khalil, Haji Zuhri adalah seorang petani biasa yang bersih dan Wara' billah. Ia lahir dalam lingkungan adat keluarga yang sangat fanatik.
Bermula KH. Ahmad Syarwani kecil dimasukkan ke sekolah agama Islam tingkat Ibtidaiyah dan kemudian Tsanawiyah di Madrasah Sulam 'Ulum di desa Sungai Gampa ( tahun 1959 1961) dan telah berhasil menamatkannya, dibawah asuhan dan bimbingan yang mulia KH. Muhammad Marzuki Musthafa.Kemudian ia melanjutkan ketingkat 'Aliyah di Pondok Pesantren Darussalam di Martapura Kalimantan Selatan (tahun 1962 1970) juga telah berhasil menyelesaikannya, pada masa itu dibawah asuhan Guru Tuha yaitu yang mulia KH. Abdul Qadir Hasan dan KH. Ahmad Sya'rani Arif ( Muhaditsin Kalimantan )

Disinilah ilmu agama yang dalam dan mulia digali sehingga dahaga akan ilmu sangat dirasakan, begitu pula atas dorongan orang tua dan para guru-guru agama maka dengan izin Allah SWT, ia melanjutkan pula menimba ilmu ke pulau Jawa tepatnya ke kota Bangil Pasuruan Jawa Timur pada sebuah Pondok Pesantren DATU KELAMPAIAN" (setingkat Perguruan Tinggi Islam) selama tiga tahun (1970-1973), dipondok ini ilmu digali dan ditempa, banyaklah kitab-kitab yang ditamatkan yang langsung dibawah pimpinan dan bimbingan yang mulia KH. Muhammad Syarwani Abdan Hafidz Jahullah, Pimpinan dan pendiri Pondok Pesantren tersebut.KH. Syarwani Abdan adalah orang yang lama bermuqim di kota Mekkah Al-Mukarramah, juga beliau orang Indonesia yang pernah mengajar di Masjidil Haram, Mekkah, maka atas pengarahan dan dorongan serta do'a restu beliau, maka KH.A. Syarwani Zuhri melanjutkan pula ke luar negeri (Saudi Arabia) dan langsung bermuqim / tinggal di sana selama lebih kurang 12 tahun di Mekkah Al-Mukarramah.Dengan perjalanan yang jauh dan waktu yang lama. Selama di Mekkah Al-Mukarramah ia sempat menimba ilmu dari tokoh tokoh Islam dunia, Ulama ulama, guru guru besar Al-Haramain (Mekkah dan Medinah). 


Sebagian dari mereka bisa kita sebutkan antara lain, yang mulia : Syeikhuna Sayyid Muhammad Amin Quthbi, As-Syekh Muhadditsul Al-Haramain Hasan bin Muhammad Al Masysyat (Mufti Mekkah Al-Mukarramah), As-Syekh Al-'Allamah Muhammad Yasin bin 'Isa Al Fadani Al-Makki (direktur Madrasah Ad-Diniyah Darul 'Ulum Mekkah Al Mukarramah), As-Syeikh Muhammad Nursayif Rahimahullah, Al-Habib Al-'Alim Al-Alamah Abdul Qadir bin Ahmad As-Seggaf (Wali Qutb, Jeddah), As-Syeikh Al-'Arif billah Al Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Habsy, As-Syeikh Al-Muhaditsul Al-Haramain Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, As-Syeikh Isma'il bin Zein al Yamani Al-Makki, Al-Habib Al- Muhadditsul Syu'aib Abu Madyan, As-Syeikh Al-Faqih Al-'Allamah Zakariyya bin Abdullah Billa, As-Syeikh Al-Muahdits Umar Hamdan At-Tunisi.Dikota Medinah Al-Munawarrah ia sempat pula belajar dan memperdalam ilmu kepada : As-Syeikh al Hafidz Zakariyya Kandahlawi Al-Madani, As-Syeikh Al 'Arif Billah Muhammad Afahmi Al-Madani, As-Syeikh Sayyid Muhammad Al MuntasirAl Kattani (Mufassir).

Guru Syarwani Abdan (Bangil) bersama Guru Ahmad Syarwani Zuhri

Setelah memakan waktu yang cukup lama di Mekkah dan Medinah, rupanya haus dan dahaga akan ilmu tidak puas puasnya maka berangkatlah ia mengunjungi negeri Syam (Syria, sekarang ini) untuk belajar dan berkenalan dan mengambil ijazah ilmu ilmu Tafsir dan ilmu ilmu Hadits kepada para ulama-ulama di negeri Syam (Syria), antara lain Al-Hafidhz Al-'Alim Allamah Al-Muhaddits Sayyid Muhammad Badaruddin Al-Husaini Ad-Damsyiqi, As-Syekh Al-Allamah Al Arif Billah Izzuddin Al-Ghaznawi, As-Syekh Al-Allamah Al-Mufassir Muhammad As-Syami, As-Syekh Al-'Alim Al-Allamah Muhammad An-Na bhani (pengasuh Madrasah Diniyah An-Nahdlatul Ulum Al-Halabi), As-Syekh Al-'Alim Al-Allamah Rasyid Rasyad Ad-Damsyiqi.Dari Syam (Syiria) ia lalu pergi pula menuju Iraq dan sempat lagi memperdalam Ilmu dengan beberapa Ulama Besar di Negeri Iraq, antara lain kepada : Al-'Allamah Al-Muhaddits Al Faqir Abdul Hay An-Naisyabur, Al-Allamah Mahmud bin Ahmad Al-Bagdhadi, As-Syekh Al-Arif Billah Muhammad Bisa Ahmad As-Sayad Ar-Rifa'i, As-Syekh Al-'Allamah Al Quthbi Al-Qausil Akbar Muhammad Al-Fasi, Sayyid Ahmad bin Muhammad Mahyuddin Al Husaini.

Setelah Iraq dikunjungi, rupanya berpetualang untuk memperdalam ilmu agama Islam belum cukup di sana dan berangkat lagi menuju Magribi (Marokko, sekarang ini) dan sempat lagi menghirup ilmu dengan ulama ulama di Marokko seperti kepada: Al-Hafidhz Al-Muhaddits Sayyid Ahmad bin Siddiq Al-Ghumary, Al'Alim Al-Allamah Syekh Abdul Aziz Siddiq Al-Ghumary, As-Syekh Al-'Allamah As-Syarif Muhammad Bisa Abbas Al-Fasi Al-Hasani.Sebelum ke Marokko ia sempat pula belajar di negeri piramida Mesir yang cukup terkenal gudangnya ilmu dan para ulama ulama, dan sempat pula berkenalan dan memperdalam ilmu dengan para ulama ulama Mesir yaitu : As-Syekh Al Imam Al 'Arif Billah Sayyid Muhammad bin Shaleh Al-Ja'fari (Imam Mufthi Al-Azhar Syarif, Mesir), As-Syekh Al-Alim Al-Allamah Hasanain Muhammad Makhluf (Mufti Mesir), As-Syekh Prof. Dr. Al-Imam Abdul Halim Mahmud (Rektor Al-Azhar University, Mesir), Al-'Alim Al-Allamah Syekh Muhammad Sulaiman bin Muhammad An-Namiri At-Thanthawi (Rektor University Jami'ah Muhammiyah As-Syafa Thantha).

Dan terakhir hijrah lagi ke Negeri Yaman untuk memperdalam ilmu dengan Ulama-ulama di Negeri Yaman, seperti : As-Syekh Al-Allamah Al-Faqih Yahya Al-Ahdal, Al-Arif Billah Sayyid Abu Madyan Hafidzahullah, As-Syekh Al 'Allamah Al-Faqih Abdullah bin Al-Lahidji, Al-Allamah As-Syekh Al-Muhaddits Al-Yamani Ahmad bin Yahya bin Abdul Wasyi.Selain itu ia juga pernah mengambil ijazah dari ulama-ulama besar Negeri Sudan, yaitu : Syekh Ibrahim Ar-Rasyidi As-Sudani, Syekh Al-'Allamah Ahmad Jabarti Hafidz Jahullah.Selain itu, ia juga pernah melalang buana kenegara-negara Isalam untuk berziarah dan mengambil ijazah ilmu, diantarany a :ke Turki, Yunan Karbala (Maqam Tubuh Sayyidina Husein RA), Tus (Maqam Imam Al-Ghazali RA), Baghdad (Maqam Nabiyullah Yunus AS dan Maqam Imam Hanafi RA), Damaskus (Maqam Nabiyullah Zakaria AS Dan Maqam Nabiyullah Yahya AS). Nawa (Maqam Imam Nawawi RA), Syam (Maqam Sitti Masyithah RA), Qaryatul Khalil (Maqam Nabiyullah Ibrahim AS), Mesir (Maqam Imam As-Syafi'i RA), Madinah (Maqam Imam Malik RA), dan juga maqam Rasulullah SAW, yang lebih utama. China ( Maqam Sayyidina Sa’ad bin Abu Waqash RA ), Bukhara Tajakistan ( Maqam Imam Bukhari RA ) dan Lain-lain.Setelah melawat berziarah ke berbagai negara maka ia kembali lagi ke kota Mekkah Al-Mukarramah, karena kerinduan dengan Baitil Atiq (Ka'bah), dan suasana belajar, rindunya hati dengan Rasulullah SAW Di Medinah Al Munawarrah, dan pula atas panggilan murid murid di Mekkah yang mereka mengharapkan kembali aktif mengajar mereka mereka seperti biasa(Para Pelajar Islam Indonesia yang mengaji belajar di Makkah).Begitulah waktu terus berjalan dan tidak terasa, akhirnya pada tahun 1986 ia kembali ke Indonesia, langsung menuju kampung halaman di Sungai Gampa Marabahan Barito Kuala, Kalimantan Selatan dan orang tuanya selalu menanti kedatangan anaknya yang tercinta yang sudah dua belas tahun menetap di Makkah Saudi Arabia..



Sebelah kanan KH A. Syarwani balikpapan,ditengah Guru khudori ,sebelah kiri Habib Ali .
foto ini di ambil pada waktu Haul datu kelampayan yang
Ke-206 di desa Dalam Pagar Martapura

Atas inisiatif keluarga, ia kemudian membeli rumah di Martapura, yaitu di Jalan Pesayangan Gang Kurnia RT I / No. 1. Setelah beberapa saat menempati rumah yang baru dibeli, sambil merasakan nikmatnya baraqahnya berkumpul dengan guru guru dan ulama ulama di Martapura, pada masa ini seperti : KH. Samman Mulia Hafidz Jahullah, KH. Muhammad Zaini Ghani Hafidz Jahullah, KH. Husin Dahlan Hafidz Jahahullah, KH.M. Ramli Radhi Hafidz Jahullah, KH. Badaruddin Hafidz Jahullah, KH. M. Royani Hafidz Jahullah, Dan lain-lain.Dalam sedang lezatnya tinggal di Martapura, maka beberapa keluarga, kawan seperguruan sekaligus gurunya KH. Muhammad Shafwan ( Guru Handil ) Handil 6 Muara Jawa sangat mengharapkan supaya ia bisa mengajar di Balikpapan khususnya, Kalimantan Timur umumnya.

Maka setelah melalui istikharah dan sambil menanti saran saran serta pertimbangan dari guru yang mulia KH. M. Syarwani Abdan Bangil. Kiranya Qadar Allah SWT berlaku jua, dengan penuh rasa ikhlas pindah dari Martapura dan menetap di Balikpapan. Dengan bantuan dan dorongan istri yang setia maka dapat membeli rumah /tempat tinggal sendiri yang sederhana, di Balikpapan Timur, Balikpapan.Pada pertengahan tahun 1987 mulai diadakan kegiatan untuk mendirkan Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren "Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari" Balikpapan. yang luasnya kurang 30 Ha. Yang sebelumnya terletak di Km 30, dan 6 Ha. Kemudian sebelum rampung lokasi pondok pesantren dipindahkan ke Km 19,5 Jalan Raya Balikpapan – Samarinda hingga sekarang.(fy)

Sumber : http://www.facebook.com/Kisah.Para.DatudanUlama.Kalimantan


Senin, 27 Agustus 2012

Video Abah Guru Sekumpul waktu sholat isya berjamaah

     
       Alhamdulillah saya dapat video ini dari teman, dan langsung saya upload ke youtube agar semua pencinta Abah Guru Sekumpul dapat menyaksikan dan mendengarkan merdunya suara Abah Guru pada waktu beliau membaca surat Alfatihah dan juga surah yang lain agar kita dapat memperhatikan bacaan fatihah yang benar dan bertajuwid...
silahkan disaksikan mudah-mudahan video ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah kecintaan kita kepada beliau.. Amin

selamat menyaksikan


Rabu, 22 Agustus 2012

KH. Muhammad Syukri Unus.


Ahli Nahwu dari Antasan Senor

Dia ulama yang memiliki ribuan Jama'ah. Ilmu tata bahasa (nahwu)yang dimilikinya menjadikan tuan guru majelis taklim di bawah jembatan Antasan Senor ini sebagai seorang penulis manaqib,khususnya tokoh Tasawuf terkenal.

BISINGNYA deru kendaraan di j alan raya yang menghubungkan Martapura dan Hulu Sungai tidak mempengaruhi minat jamaah hadir ke pengajian Sabilal Anwar yang terletak di samping kiri Jembatan Antasan Senor. Dari majelis itulah lahir beberapa nama ulama yang tersebar di berbagai pelosok. Tapi sosok guru bersahaja dan cerdas itu kini banyak melakukan kegiatan di rumah setelah sempat sakit. Ia juga dipandang sebagai ahli tata bahasa (Gramatika Nahwu) yang banyak menyusun berbagai kitab.K.H. M. Syukeri di lahirkan pada hari Senin tanggal 05 Oktober 1948 M bertepatan dengan 1 Zulhijjah 1367 H di desa Harus, Sungai Malang, Amuntai Tengah (HSU) dari seorang Bapak yang bernama Unus Bin Ali Bin Abd Rasyid dan ibu yang bernama Hj. Mascinta Bin Sa'ad Bin Abd Rasyid.Beliau di lahirkan di kalangan keluarga yang taat beragama, sehingga sejak kecil beliau sudah di didik secara Agamis dan mencintai pada Ilmu Pengetahuan Agama, dan mencintai Ulama. Karena kecintaan orang tuanya ( Unus ) kepada ulama maka KH.M Syukeri Unus selalu di bawa oleh bapaknya untuk berkenalan dan silaturrahmi dengan ulama sehingga pada suatu ketika ada diantara ulama yang mengatakan kepada orang tuanya, anak ini kelak akan menjadi orang yang bermanfaal dan babarakat di kemudian hari berkat kecintaan orang tuanya kepada ulama, dan do'a ibunya yang mendambakan anaknya menjadi ulama dan anak yang shaleh serta berguna bagi Agama Bangsa dan Negara. Akhirnya anak yang tercinta ini pun lahir sebagai ulama seperti yang di kenal saat ini. Berlakulah Sabda Nabi SAW : yang Artinya: "Seseorang atas siapa yang ia cintai " siapa yang mencintai ulama pastilah anaknya atau cucunya kelak di jadikan ALLAH SWT menjadi ulama.Ulama sederhana ini menghabiskan masa kecilnya di Amuntai di bawah bimbingan orang tuanya Unus dan Mascinta. Beliau bersekolah di SD (1954 1960) dan SMP (1960 1963). Sejak kecil ia belajar membaca Al-Qur'an kepada Pamannya sendiri yaitu M. Qadri bin Ali bin Abdurrasyid. Ia juga belajar Ilmu Tauhid kepada Tuan Guru H.M. Mansyur, serta selalu membaca kitab-kitab Agama Islam secara otodidak dengan langsung menghapalkannya.Wafatnya sang ayah Unus merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi beliau. Dan setelah itu tahun 1963 M beliau memutuskan untuk merantau ke Kota Intan Martapura guna mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Darussalam." Saya memutuskan mendalami ilmu Agama setelah ayah saya meninggal " Cerita Guru Syukri.Sebagai pemuda beliau tergolong cerdas dibuktikan dengan selalu Juara satu dikelas sejak SD, SMP, hingga beliau meneruskan sekolah di Pondok Pesantren Darussalam.


Ketika ia masih tinggal di Amuntai yaitu dari tahun 1958 – 1963 ia banyak menghadiri Majelis ta'lim yang diasuh oleh beberapa ulama terkenal disana diantaranya, KH. Abdul Hamid ( Guru Tuha Haji Tarus ), KH.M. Suberi, K. Umar Baki, KH. Abd. Muthalib, KH. Mansur, KH. Asy'ari, KH. Hasan, KH. Abdul Wahab Sya'rani, KH. M. Imberan ( Bung Tomo ).Sebelum ia nyantri di Pondok Pesantren Darussalam ia belajar dengan temannya yaitu Saudara Umar Hamdan secara Privat ( Khusus Sendiri ).Tahun 1963 -1964 ia belajar kepada K.Gusti Imansyah ( Guru Murad ) beliau adalah guru pertamanya sejak nyantri di Pondok Pesantren Darussalam. Tahun 1964 – 1965 ia berguru kepada KH.M. Rofi'I Ahmad, beliau adalah guru yang disiplin dan ahli dalam ilmu Nahwu dan Shoraf. Tahun 1965-1976 ia juga berguru kepada KH.M. Husein Dahlan. Tahun 1966 -1967 ia berguru kepada muhaditsin Kalimantan yakni KH. Anang Sya'rani Arief . tahun 1967 – 1968 ia berguru kepada KH.M. Ramli. Tahun 1967 -1968 ia berguru kepada KH. Husein Qadri. Tahun 1968 -1969 ia berguru kepada KH.Abd. Syukur.Selain berguru kepada para Ulama yang mengajar dipondok Pesantren Darussalam ia juga selalu menghadiri majelis ta'lim dikampung-kampung. Tercatat ia juga berguru kepada KH. Abd. Qadir Hasan, KH. M. Zaini Abd. Ghani, KH. Badruddin, KH. Salim Ma'ruf, KH. A. Royani, KH. Nasrun Thahir, KH. Syarwani Abdan.Ia belajar kepada KH.Syarwani Abdan atas restu dan perintah dari KH. M. Zaini Abd. Ghani. Kh.M. Syukri pergi ke kpta Bangil yang pertama kali tahun 1981 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1401. kemudian tahun 1984 M atau 1404 pada akhir Sya'ban ia kembali lagi ke kota Bangil untuk mengambil berbagai ijazah berbagai ilmu pengetahuan.KH. M.Syukri adalah seorang yang senang berkunjung kepada para Ulama guna mengambil berkah dan ijazah ilmu, diantaranya ia pernah bersilaturrahmi kepada K. Abdullah Katum ( Wali Katum ) di Tebu Darat Pantai Hambawang Hulu Sungai Tengah, KH. Ahmad Mugeni ( Ayah Negara ) yang berdomisili di Kota Barabai HST, KH. Abd. Rahman di kampung Kopi Barabai, KH. Luqman Kampung Tanta Kelua, KH. M. Ramli Bitin Danau Panggang, KH. Abdul Wahab bin H. Abdurrahaman bin Tuan Lusuk di Anjir Kapuas, KH. Mahfudz Amin Pamangkih, KH. M. Tarmudzi Badruddin Lombok, NTB, KH. Abdullah Faqih Langitan Tuban Jawa Timur, KH. Drs. A. Wahid Zaini SH.KH.M. Syukri juga mengunjungi dan mengambil Ijazah Sanad Ilmu dan berkah kepada para Masyayikh dan para Habaib, diantaranya Kepada Syikhul Ulama Syeikh Muhammad Hasan Masyath, Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadani, Syeikh Ismail Zein Al-Yamani, Syeikh Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, Habib Hamid Al-Kaff, Syeikh Zein Baweaan al-Hafiz, Syeikh Abd. Karim Al-Banjari Makkah, Syeikh Habib Salim bin Abdullah Asy-Syatiri, Habib Muhammad bin Ibrahim Al-Ahdal, Makkah, Habib Abu Bakar bin Salim Al-Habsyie ( Basirih ), Habi Ja'far Basirih, Habib Zein bin Muhammad Al-Habsyie ( Martapura ), Habib Husein Al-Hamid ( Berani Kulon ), Habib Anis bin Ali Al-Habsyie ( Solo ), Habib Muhammad Al-Ba'bud ( Lawang Malang ), Habib Umar Al-Athas ( Jakarta ), Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Attas, Habib Idrus Al-Habsyie ( Ampel, Surabaya ), Habib Muhammad bin Husein Al-Hamid ( Seiwun Hadramaut ), Habib Ali bin Muhsin Al-Hamid ( Seiwon Hadramau t ), Habib Muhammad bin Salim bin Aqil ( Surabaya ), Habib Ali Bahsyiem ( Air Putih Samarinda ), Habib Husein bib Hasan Alaydrus ( Solo ) , Habib Muhammad Zein Al-Kaff ( Gresik ), Habib Syeikh As-Seggaf ( Surabaya ) dan Habib Abdullah bin Ja'far Al-Jufri ( paiton , Jawa Timur ).

 Guru Syukri Unus pada waktu pernikahan beliau di dampingi oleh Abah Guru Sekumpul

Senin tanggal 10 7 1978 KH.M. Syukeri menikahi Hj Ramlah sepupu dari Tuan Guru KH.M.Zaini Ghani putri dari pasangan H. Asy'ari dan Hj. Siti Zaleha(saudara Kandung Ayah Guri Ijai red). Pernikahan tersebut berlangsung di rumah mertuanya di Gg. Kurnia Pasayangan Martapura dihadiri pula oleh KH Badruddin dan KH.M. Zaini Ghani. Setelah menikah iapun pindah ke rumah mertuanya.Bersama istrinya ia dikaruniai tiga anak yaitu M. Noor, Habibah, dan Laila Badriyyah, la menghidupi keluarganya dari hasil sewa asrama milik saudaranya dan penjualan kitab kitab karangannya yang banyak dijadikan panduan berbagai pesantren di Kalsel.Dalam bidang Da'wah beliau memilika prinsip yang berpegang pada hadist Rasulullah SAW, yang artinya "Sebaik baik kamu adalah orang yang belajar AI Qur'an dan yang mengajarkannya".Walaupun beliau sekarang bermukim dan mengajar serta membuka majelis Talim di Martapura. Sebagai putra kelahiran Amuntai beliau tak pernah melupakan tanah kelahirannya, selain banyak akrab dengan ulama di Amuntai beliau juga kerap mengadakan pengajian di Amuntai. Sambutan jama'ah yang ada di Amuntai pun sangat luar biasa kepada beliau.KH.M. Syukri juga adalah seorang Ulama yang selalu berkarya dianatara Karya tulisnya adalah, Is'afut Thalibin ( Nahwu ), Is'aful Haid ( Faraid ), Miftahul Ilmi ( Mantiq ), Is'aful Murid ( Balaghah ), Dalilul Wadihah ( Balaghah ), Dalilul Murid ( Tauhid ), Ta'liqu Isyaratil Maqal ( Saraf ) Dalilut Thalibin ( Ushul Hadist ), Taudihul Masalik ( Nahwu ), Asrarus Saum ( Masalah Puasa ), Risalah Rahasia Haji dan umrah , Irsyadul Aulad ( Akhlaq ).Ia juga menulis buku-buku Manaqib diantaranya, Manaqib Syyidatina Khadijah, Nubzah Karamat Siti Khadijah, Terjemah Imam Syafi'I, Nubzah Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, Manaqib Imam Rabbani Sayyid Ahmad Al-Badawi, Manaqib Imam Rabbani Sayyid Ahmad Rifai'I, Manaqib Imam Abul Hasan Asy-Syadzili, Manaqib Ahmad bin Idris Al-Idrisi, Manaqib Imam Rabbani Syeikh Ibrahim ad-Dasuqi,Terjemah syeikh Muhammad bin Said Al-busyari, Terjemah Syeikh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli Dan lain sebagainya.Keberhasilan seorang Ulama bukan saja di pandang dari sudut ilmu pengetahuan yang dimilikinya, akan tetapi juga sangat ditentukan pula pada kemampuan Ulam itu sendiri untuk melahirkan figure generasi pengganti dikemudian hari.Diantara para kader yang sempat menimba ilmu kepadanya yang sekarang ini telah menjadi ulama besar dan mempunyai pondok pesantren dan Majelis ta'lim yang tersebar diman-mana adalah :, KH. Ahmad Bakri ( Gambut ), KH. Hafidz Anshari ( Banjarmasin ), KH. Ahmad Fahmi Zam-zam ( Kedah , Malaysia ), KH. Suriani. Lc. ( Amuntai ), KH. Ibrahim Aini ( Rantau ), Alm. KH. M. Sya'rani Zuhri (Jakarta ),KH. Bahran Jamil ( Barabai ), KH.M. bakhit ( Barabai ), KH. M. Sya'rani ( Samarinda ), dan lain-lain.Dalam bidang Pendidikan Agama KH.M. Syukri Unus banyak menekuni ilmu alat atau ilmu tata bahasa ( Nahwu / Gramatika ) yang menurutnya sangat berguna untuk mempelajari kitab cabang pelajaran lain.Demikianlah sekelumit Propil dari KH. M. Syukri Unus yang kami sadur dari buku " Biografi Singkat KH.M. Syukri Unus yang disusun oleh Ustadz Gusti Wardiansyah "(Abu Najla A.Muslim Safwan). 


Kamis, 16 Agustus 2012

karomah abah Guru Sekumpul 7


kisah murid abah guru waktu bpanderan dan bkisahan wan sidin.
pas masuk waktu sholat.., si murid masih za tetap mamanderi sidin..,
mungkin niat si murid mnunggui hdk sholat bjamaah wan sidin.., atau asa ngalih meninggalkan sidin mun sholat badahulu.., sampai waktu sholat habis dan sdh masuk waktu sholat yg lain sdin masih za kd kmana-mana...,
lalu ba ucap ae sidin..." ayuha nang ae mun km hdk sholat dahulu "
lalu masuk ae murid sidin ke kamar.., skali nya ada abah guru lagi sholat dgn posisi ruku..., masuk pulang kamar sebalah nya..,ada pulang abah guru lagi baca wirid..,
kluar ae pulang si murid td pd kamar itu.., dan di liat si murid masih ada jua abah guru di luar kamar..,
bingung si murid td..., lalu batakun ae si murid td wan abah guru.. " yang mna jua pean nieh yg asli nya bah..??? "
jd di jawab oleh abah guru " Asli za barataan tu nang ae "
ulun di kisah kan murid sidin..., nang wahini sidin jd seorang guru jua...,

ada seorang jemaah membaca IMDAD di Masjidil haram..., sekali nya ketahuan bagian Askar.., sangit banar Askar.., napa itu yg di baca.., lain Qur'an jar..,
membuka IMDAD ada gambar Abah Guru tambah sarik Askar.., langsung hdk mancarik IMDAD nang tebal tuh.. (nyata ae kd kwa... ). kd putus asa Askar nya napa hdk mancarik tunggal lambaran ..( skali nya kd kwa jua... ) rupa nya putus asa klo sdh Askar nya.. napa langsung menjulung IMDAD ke wadah jemaah td dan langsung bejauh kd sing bunyian lg...,
hehehehe Belum Tau dia... :)
kisah oleh Haitami habibi Ahmad
sumber : http://www.facebook.com/groups/parapencinta.abahguru/permalink/215788391882500/

Kamis, 09 Agustus 2012

Tiga serangkai saudara dunia akhirat









Pada saat Guru Seman Mulya mendekati skaratulmaut Guru Seman sempat berwasiat kapada Abah Guru Sekumpul “kata Guru Seman kepada abah Guru Sekumpul “ kalau aku meninggal dunia tanam disekumpul”Guru seman nangis setengah mati terisak2 setelah mengatakan itu kerna beliau teringat pada waktu dulu bersama sama berjabat tangan bertiga dan berjanji bersaudara dunia akhirat ketiganya itu adalah Alalamah alArifbillah Guru Zaini Abdul Ghani dan alarifbillaha guru Seman Muliya serta al Arifbillah alFadil assyekh Muhammad syarwani Abdan berjanji bersaudara dunia akhirat..
pada waktu itu AlArifbillah syech syarwani abdan berkata “saya sendirian dimakamkan dibangil,”dan kalian berdua berdampingan makamnya di sekumpul”rupa rupanya Guru Semman mulia teringat akan hal itu beliau mencucurkan air mata yang tak tertahankan lagi pada waktu sesudah menuturkan minta tanamkan disekumpul.
dan bahagialah warga sekumpul dan sekitarnya ada wali yullah di tanam disekumpul sebagai memberi safaat kepada semua orang yang cinta kepada nya dan jelaslah musuh musuh Allah adalah orang orang yang memusuhi waliyulah ….

 Kisah diambil dari ceramah pengenang 100 hari wafatnya Ibu Hj.Masliah binti H.Mulya ibunya Guru Sekumpul
untuk lebih jelasnya silahkan download ceramah beliau disini

Senin, 06 Agustus 2012

Download Ceramah Manaqib Abah Guru Sekumpul


 Assalamualaikum wr.wb . . . 
Allahamdulillah dari postingan grup jamaah Abah Guru Sekumpul ulun temui postingan tentang ceramah Manaqib Abah Guru Sekumpul setelah itu lalu lun download ceramah mp3nya ternyata lun mendengarkannya merinding bulu awak dan menangis lun mendengarkan ceramah oleh Guru H.Tajuddin Noor (Guru Bandang) kerena isi ceramah beliau luar biasa,yaitu tentang karomah karomah Abah Guru Sekumpul yang mana beberapa karomah sidin yang belum ulun ketahui,sperti kata beliau Abah Guru Sekumpul bisa mengandakan diri menjadi tujuh bagian dan lagi karomah beliau yang luar biasa adalah wali allah yang dikarunia kekayaan yang luar biasa ...

Subhanallahh hanya itu yang terucap dari bibir ulun dan rasa rawan hati mendengar ceramah beliau betapa senangnya kita semua mempunyai peguruan seperti Abah Guru Sekumpul yang luar biasa di zaman sekarang ini... dan disni ulun pun berharap agar pyan berataan bisa mendengarkan ceramah Manaqib Abah Guru Sekumpul yang bagi ulun luar biasa isi ceramah beliau sehingga menimbulkan kecintaan yang lebih dalam lagi kepada Abah Guru Sekumpul..
akhir kata ulun terima kasih kepada Grup jamaah Abah Guru Sekumpul terlebihnya kepada saudara Rusdiannoor yang telah memposting ceramah tersebut...


dan juga untuk mengenang kembali Guru Bandang yang telah dulu berpulang kerahmatullah pada hari sabtu (malam minggu),tanngal 21 januari 2012.dan dimakamkan pada hari minggu sesudah ba'da ashar
yang dihadiri para habaib dan ribuan jamaah di samarinda kalimantan timur..
semoga Allah mengampuni segala dosa beliau dan diterima segala kebaikan beliau serta di tinggikan derajat beliau dan juga disediakan tempat yang layak yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan...Amiinnnn..
inilah ceramah beliau dibawah ini :


dan untuk melengkapi ceramah Manaqib Abah Guru Sekumpul disini ulun lun sediakan juga ceramah yang disampaikan oleh Guru H. Ridwan Kapuh silahkan download dibawah ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

para pencita dan perindu