Selasa, 24 Mei 2016

keutamaan Tawasul dan Ziarah Kepada Rasulullah dan Para Waliyullah dan Orang Sholeh


Para sahabat pecinta Abah Guru yang di rahmati Allah, seadanya menuliskan tentang masalah Tawassul dan Ziarah kemakam para Kekasih Allah, berhubung belum mendownload aplikasi bahasa arabnya, maka semua dalil berbahasa arab, ulun berikan terjemahannya saja, misal ayat Al Quran ada, gak ditulis ayatnya, hanya terjemah saja,,kalau mau mencari ayat dan surahnya, cari aja sampeyan sendiri.

Oke.. Sebelum mengulas lebih tajam tentang Tawassul secara konsepnya, Pertama-tama ketika seseorang hendak memasuki Agama Islam, ia harus meyakini terlebih dahulu bahwa Rasulullah itu adalah Wasilah, Apabila tidak memiliki kesediaan penuh untuk bertawassul kepada Rasulullah Saw, maka keislaman nya belum sah, Tepatnya ketika mengucap kalimah syahadat, dimana ia harus mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah pesuruh Allah.

Kata rasul ini menunjukkan bahwa Sayyidina Muhammad adalah perantara ( wasilah_) Allah dalam menyampaikan risalah, Ketika Allah menggunakan Rasulullah sebagai wasilah untuk menyampaikan risalah, maka hal itu sama sekali tidak menandakan kelemahan Allah hingga membutuhkan perantara, sebab Allah sendiri berfirman dalam surah As sajadah ayat 13 yang artinya " Kalau saja Kami menghendaki, maka Kami akan memberikan petunjuk (secara langsung) kepada tiap-tiap jiwa.

Rasulullah Saw pun menerima wahyu melalui Allah Saw melalui perantara Jibril, artinya ; Allah saja Yang Maha Kaya bertawassul dengan malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu Nya, Lantas mengapa kita yang maha miskin ini lagi sangat lemah, enggan bertawassul dan men syirikkan Tawassul, kan begitu? Tidak hanya syahadat saja menjadi Tawassul atau perantara, ke empat rukun Islam itu juga mengandung makna Tawassul, apabila menolak Tawassul sepenuhnya,maka sama merobohkan pondasi keislaman seutuhnya yang kemudian secara tidak langsung mengeluarkan penolaknya dari lingkaran agama Islam.

Pernah mendengar gak, sebuah hadits bahwa sholat itu tiang agama? Barangsiapa mendirikan sholat berarti ia telah mendirikan agama nya, artinya ; Shalat sebagai rukun Islam yang kedua adalah wasilah untuk tujuan mendirikan dan menegakkan tiang agama..Dalam hadits bahwa Rasulullah Saw memerintahkan ummat memelihara harta dan membersihkan harta dengan cara berzakat, bukan dengan bayar pajak,,Maka zakat sebagai rukun Islam yang ketiga adalah wasilah untuk membersihkan harta dan memelihara harta agar berkah..

Dan ada Hadits lain bahwa orang yang berpuasa,melaksanakan puasa akan memasuki pintu surga Ar Rayyan, Maka rukun Islam yang ke empat adalah wasilah untuk memasuki pintu surga yang bernama Ar Rayyan tersebut.. Dan " Haji yang Mabrur tidak mempunyai balasan kecuali surga " HR Bukhari Muslim..secara tak langsung mengatakan rukun Islam yang kelima adalah Wasilah meraih tujuan surga itu..

Sehingga orang muslim sejati,ingin memperoleh ketakwaan yang tinggi,hendaklah dia bertawassul. Firman Allah dalam Surah al- Maidah yang artinya " Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah Wasilah kepada Nya( . QS al Maidah 35). Pernahkah mendengar saat sholat istisqo, sholat minta hujan di saat kemarau panjang, kita di suruh minta hujan? Dan umat Islam dianjurkan bertawassul dengan membawa binatang, karena kambing-kambing yang juga kehausan turut dihadirkan sebagai wasilah untuk tujuan mensukseskan upara sholat berjamaah Istisqo.. Nabi Saw bersabda " Kalau bukan karena bayi-bayi yang menyusu,dan orang tua yang sudah bongkok dan hewan hewan yang sedang sakit, maka turunlah azab kepada kamu sekalian ( HR Baihaqi) .

Bertawassul dengan benda mati, tak terkecuali seorang Nabi dan Rasul Sayyidina Musa as.. bertawassul dengan tongkat ( benda mati) untuk membelah lautan dengan izin Allah sebagaimana ayat yang artinya " Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukul lah lautan itu dengan tongkatmu! Maka terbelah lah lautan itu dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar ( Q S Asy Syuara 63) .. Namun ketika seorang muslim meyakini ke wasilahan nabi dan wali,maka dia tidak boleh memungkiri bahwa status wasilah tersebut menandakan dengan jelas bahwa nabi dan wali sebetulnya tidak memiliki kekuatan apapun selain kekuatan Allah, ini secara hakikat, sama seperti pisau tak mampu membelah daging,mengupas bawang,dll ,kecuali di berdayakan pengguna,pemilik pisau itu,, Kalau orang sakit,siapa yang menyembuhkan? Dokter atau Allah, tentu Allah,, tapi kita tetap di suruh pergi ke dokter dan minum obat resep dokter..maka doker dan obat itu adalah wasilah..

Dan karena Allah menyalurkan kekuatan ganda kepada para Nabi dan Wali tidak berbeda semasa mereka masih hidup atau sudah wafatnya., Sebab Sang Pemberi tidak pernah mati dan pemberian Nya tidak pernah putus oleh kematian yang Ia cintai,, Sungguh fatal apabila menghukumkan Tawassul hanya bagi yang masih hidup,karena meyakini kekuatan Nabi dan wali berasal dari diri mereka sendiri,sehingga bisa hilang apabila sudah mereka meninggal dunia,, tetap mereka itu kaya waktu masih berjasad.

Para penentang Tawassul ber dalil dengan doa Sayyidina Umar " Ya Allah, dulu kami bertawassul dengan Nabi hingga Engkau turunkan hujan untuk kami, Kini kami bertwassul dengan paman Nabi, maka turunkan lah hujan untuk kami " ( HR Bukhari) Padahal doa diatas tidak menampik tawassul dengan yang telah meninggal dunia,akan tetapi Sayyyidina Umar hanya ingin memperluas makna lingkaran Tawassul tersebut..

Imam as Subki menfatwakan : Sesungguhnya Tawassul dengan Nabi Saw hukumnya boleh di setiap keadaan beliau,sebelum lahir,setelah lahir,semasa hidup, setelah wafat,di alam barzakh, di padang Mahsyar,disaat-saat menegang kan di akhirat maupun di dalam surga ". Syekh Husain bin Muhammad as Syafii dalam kitab beliau " Risalah Fii Itsbat Wujud an Nabi Fii Kulli Makaan " bahwa keberadaan Baginda Rasulullah saw itu sama sekali tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dan zaman, Beliau selalu ada dan kapanpun dan dimana pun untuk menjawab Salam salam manusia, dan untuk hadir dalam mimpi-mimpi para pecinta untuk membuktikan bahwa Allah Tuhan Maha segala-galanya.

Habib Ali A Jufri berkata ; Rasulullah Saw bukan lah petugas pos yang hanya mengantar surat/ risalah dari Tuhan kemudian pergi begitu saja,dan kita hanya menerima surat lalu membiarkannya pergi, Sesungguhnya inti pesan Ilahy tersebut adalah membina ikatan kuat dengan pembawa pesan itu sendiri yaitu Rasulullah Saw,, Dalam setiap shalat,ummat Islam di dunia mengucap salam untuk Rasulullah Saw dengan ucapan Assalamu 'Alaika ayyuhan Nabiyyu ( Salam sejahtera atas engkau wahai Nabi) kata engkau itu berarti berhadapan,tidak pantas di ucapkan kecuali orang kedua hadir, karena Rasulullah selalu eksis di setiap masa,ruang dan waktu..Jika tidak,ucapan salam hanya pantas di ucapkan oleh orang gila..

Terus ya,, jangan bosan membaca nya... Para penentang Tawassul ada juga berdalil hadits riwayat at Tirmidzi " Apabila kamu hendak bertanya,maka bertanyalah kepada Allah,dan apabila kamu hendak meminta pertolongan,mintalah kepada Allah,Dan ketahuilah,jikalau ummat berkumpul untuk memberi manfaat kepada mu,mereka tidak akan mampu memberi apapun apa yang telah di gariskan Allah untukmu, Dan jikalau mereka berkumpul untuk memberikan mudhorat atasmu,maka mereka tidak akan mampu berbuat apa pun kecuali yang di gariskan Allah atas mu, pena telah terangkat dan papan azali telah kering "..

Padahal obyek perintah dalam Hadits tsb di atas hanyalah Sayyidina Abbas, bukan untuk semua orang, berbeda dengan perintah dibawah ini untuk umum ke semua ummat Islam " Bertanyalah kepada ahli zikir, jika kamu tidak mengetahui,, " dan makna sisa hadits di atas bahwa menyatakan umat tidak mampu berbuat apa- apa melainkan apa yang di gariskan Allah,tidak tepat di simpulkan tergesa-gesa, simak Hadits Nabi Saw yang artinya " Sebaik-baik orang ialah yang paling berguna/ bermanfaat bagi yang lain ( HR ad Dhiya).

Ummat dapat berbuat kepada seseorang,memberi dampak baik dan buruknya,meskipun tidak lepas dari ketetapan Allah, dan takdir Allah itu pun juga bisa berubah sebagaimana dalam firman Nya yang artinya ; Allah menghapus ( yamhullah) apa yang Dia kehendaki dan menetapkan ( wayusbit) dan disisi Nya lah Lauhul Mahfuz ( Ar Ra'du 39).. Memohon kepada Nabi dan Wali Allah.. Para ulama Ahlussunnah menyebutkan tiga cara Tawassul ; Pertama Tawassul dengan amal Ibadah, kedua Tawassul dengan Asma_ul Husna" Walillaahil Asmaaul Husnaa Fad'uuu bihaaa" Dan Allah memiliki Asmaul Husna,maka berdoa lah dengan nya ( al A'raf 180) .. ketiga Tawassul dengan orang sholeh baik dengan cara memohon kepada Allah dengan menyebut kedudukannya, misalnya Yaa Qutub..

atau meminta kepada mereka agar bersedia mendoakan kita, atau memohon langsung kepada mereka, atau pun dengan sekedar mencintai mereka, sebab seseorang akan di bangkitkan bersama orang yang di cintainya. Yang paling berat adalah Tawassul dengan memohon langsung kepada orang shalih,baik Nabi atau Wali Allah, Syekh Muhammad Ibrahim, Muhammad Salim dalam kitab beliau " Maj muah Ar Rudud as Syamilah mengatakan bahwa " Memohon langsung kepada orang shalih adalah salah satu cara Tawassul yang di bolehkan dalam Islam.

Baginda Rasulullah Saw mengajarkan sebuah doa " Apabila seorang diantara kamu kehilangan sesuatu atau membutuhkan pertolongan di sebuah padang lapang yang menakutkan, maka hendaklah dia memanggil " Wahai hamba Allah, wahai hamba Allah, tolong lah aku.. Wahai hamba Allah,wahai hamba Allah.. tolonglah aku. Karena Allah memiliki hamba-hamba yang tidak di lihat kita ( HR Thabrani) .. " Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang memang tercipta untuk memenuhi hajat manusia, Hajat-hajat manusia akan terpenuhi di tangan mereka ( HR Ibnu Abi ad-dun_ya).

Coba simak kisah Nabi Ibrahim dengan ayah nya Azar dalam Al Quran " Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu,yang tidak datang kepadamu. Maka ikutilah aku,niscaya aku akan memberi petunjuk ke jalan yang lurus ( QS Maryam 43) Malaikat Jibril pun memberikan anak kepada Siti Maryam ibu nya Nabi Isa,tanpa menghamili ibunda Isa.. Dalam Al Quran " Jibril berkata " Sesungguhnya aku ini utusan Tuhanmu untuk mengarunia mu seorang anak laki-laki yang suci ( QS Maryam 19). Dan banyak lagi ayat dalam Surat Quran bahwa ayat semisal, orang yang diberi oleh Allah untuk sebagai wakil Nya untuk memberi sesuatu kepada umat..

Dan apabila umat memohon langsung kepada wali sama saja juga memohon hakikatnya kepada Allah Yang Maha Kuasa,, Dalam ruangan makam Baginda Nabi Saw bertuliskan " Wa Anta Haqqan Ghiyaatsul Khalqi 'Ajma'iiinaa,, Wa Anta Haadil Waroo Lillaahi Dziil Madadi.. Engkaulah Ya Rasulallah penolong sejati bagi setiap ciptaan, Engkau petunjuk umat kepada Yang Maha Penyayang.. Sedang mengambil berkah,, sudah seperti yang pernah ulun tulis di baranda al faqir, coba lihat tentang keterangan Hukum mengambil berkah,, yang intinya arti berkah " Segala kebaikan ada di tangan Allah,namun Allah meletakkan kebaikan itu dimana pun Dia kehendaki.

Kewajiban kita adalah mengambil kebaikan itu dimana Dia meletakkan nya ". Sedang meminta langsung d kubur Nabi atau Wali.. atau mengadu di makam mereka, Syekh Abdul Baqi al Hanafi dalam kitab nya As Suyuf as Siqal bahwa para wali memenuhi hajat manusia dari dalam alam barzakh nya dengan catatan bahwa ia meyakini wali itu masih hidup, segar bugar di alam nya ; Dalam Al- Quran bahwa para syuhada itu hidup disisi Tuhan nya kata Abah Guru, apalagi Rasulullah, mana hebatnya syuhada dengan Rasulullah,,, ?

Sedang Awliya itu mengikut lahir dan bathin dengan Rasulullah,mereka bulik, kada mati,, Syekh Ali al Khawwas menziarahi makam Imam Syafiii untuk menanyakan suatu permasalahan dan ternyata Imam Syafiii menjawabnya dari dalam kuburnya . Syekh Imam Sayyid Ahmad bin al Badawi dan Syekh Ibrahim Ad Dusuqi. Memenuhi hajat para muridnya disaat para murid meminta mereka dimana pun memanggil..

Syekh Abdul Wahhab Asy Sya'rani dalam Thabaqotul Kubra menyebutkan bahwa Syekh Syamsuddin Muhammad Hasan berwasiat di akhir hayatnya " Barangsiapa berhajat,maka datang saja ke makam ku untuk mengadukan hal nya kepadaku,niscaya aku penuhi hajatnya.. Makam Imam Al Ghazali senantiasa senantiasa ziarahi pengunjung dan ternyata doa pengunjung selalu di kabulkan, berkata Imam Imam Jazri dan Imam Saukani " aku telah membuktikan terkabul nya doa dimakam para wali ". Dalam kitab Risalah Qusyairiyah " Syekh Ma'ruf al Karkhi adalah ulama yang terkabul doa nya dan tercapai kesembuhan di makamnya ". Kubur Syekh Ma'ruf adalah penawar yang muijarrab " Dalam kitab Tarikh Baghdad " berkata Syekh Abu Abdillah al Mahammili ; Aku mengenal makam Syekh Ma'ruf al Karkhi sudah tujuh puluh tahun silam,Tidak ada orang susah datang kepadanya melainkan lepas dari kesusahannya".

Imam Syafii berkata " Sesungguhnya aku bertabarruk dengan Imam Abu Hanifah dan mendatangi makamnya setiap hari, dan ketika aku berhajat, aku melakukan shalat dua rakaat dan berdoa di makam nya,Tidak lama kemudian hajatku terpenuhi ( Kitab Ifham wal Ifham). Dan Syekh Hasan bin Ibrahim Al Khallal berkata " Tiap kali aku ditimpa keresahan, aku datangi makam al Imam Musa al Kazhim ( sepuh Habaib) untuk bertawassul dengannya, Maka Allah memudahkan segala yang ku inginkan ". Dan terakhir dalam kitab Tuhfatul Murid karya Syekh Ibrahim Al Bajuri disebutkan perkataan Syekh Abdul Wahhab As Sya'rani " Sebagian guru-guru berkata kepada ku bahwa sesungguhnya Allah Swt telah mewakilkan malaikat pada makam seorang wali untuk memenuhi hajat- hajat manusia, Terkadang pula wali itu sendiri yang keluar dar makamnya untuk memenuhi nya.. Sekian dulu, Moga ada manfaatnya bagi Umat Muslimin Muslimin Muslimat Ahlusunnah Wal jamaah golongan hak,semoga keyakinan kita dengan para Wali Allah dan Abah Guru semakin di tambah Allah, hingga kita semua mendapat barokah dari mereka, dunia dan Akhirat Aamiiin Allaahumma Aamiin

Sumber : Alfaqir Abu Hamid

Senin, 23 Mei 2016

Sebagian kalam Abah Guru Sekumpul Yang Tercatat Di Tahun 90an


Kalam Syaikhona " Barang siapa mencari dunia yang halal berlebih lebih,karena hendak menyombongi orang susah, dan hendak berbanyak banyak bini dan handak menyombongi papadaan nya dan handak be agak agak waktu mati Allah mencabut ruh nya dalam keadaan sarik.." Dalam sehari semalam harus ada kita membaca alqur'an kalo hendak beberkah.." adat orang saleh kada guring sebelum membaca alqur'an.." orang yang beriman pasti bertawassul.

Markas wali abdal di siriya(SURIAH) markas wali qutub di yaman.."
Di akhir jaman orang beribadah minta lihat di akhir jaman banyak timbul riya seperti orang membaca alqur'an bersaing berlomba baca alqur'an, maulid di adu dilombakan membaca maulid.." apabila qur'an di adu adu siapa yg bagus bacaan itu yg menang nang kaitu sama haja minta kepada Allah akan turun bala.."(Ahad sore 28 juni 1998)..

Kalam Syaikhona" tanda orang mati beriman,setiap 40 hari pasti ada garing " kitab Ihya Ullumuddin
( kamis sore 18 november 1999)

Kalam Syaikhona " Orang yang beriman kena musibah itulah hari raya bagi dirinya karena dosa nya di bersihkan allah".

Orang duduk sorangan yang dikerjakan nya menghitung dosa2nya lalu ja manggarung manangisi dosa maka orang itu masuk syurga kada bahisab dan sunnah banyu mata di sapuakan keseluruh badan.(kamis sore 5 maret 1998)

kalam Syaikhona "" Bismillahir rahmanir rahim > huruf Ba > adalah Makhluk..huruf Sin > itu pasti mati..huruf Mim > di dalam lubang yg terlihat..sambungan nya ALLAH > Allah yang nampak..Arrahman > adalah Rasulullah..Arrahim > adalah Makhluk kada bisa cinta dengan Allah kecuali melalui Rasulullah..(kamis sore 16 juli 1998)

Kalam Syaikhona " jangan tapi handak lagi batunggu tungguan dalam beribadah nafsi nafsi haja(sendiri sendiri) ranggang lawan Allah parak lawan makhluk jangan di cari yg kaya itu.."apabila ujar Guru ujar Rasulullah tu"
(kamis sore 27 maret 1997)

Kalam Syaikhona" qiblat badan baitullah (fiqih)..qiblat ruh allah ( tauhid )..qiblat hati sifat mahmudah ( tasawauf ).." amun wali majzub sudah asyik, pendernya jangan di taguk dan di anggapi ,pendernya kada sampai ke hati.."amun sudah tahu ja dunia dan seisinya ampun Allah kalau handak mencari, kemana mencarimun handak dapat datangi Allah.."
(kamis sore 17 juli 1997).

Kalam Syaikhona " Orang majzub waktu halus di tambah nya menuntut ilmu itu namanya majzub salik maka sah orang itu jadi syeikh murabbi mursyid.." 
(kamis sore 9 oktober 1997)

sumber : Yusrie Salman Alaydarus


Sabtu, 21 Mei 2016

Habib Lutfi : kemasyuran dan keterkenalan Merupakan Cobaan Dan Azab


Kepentingan thoriqoh itu ternyata sangat penting sekali karena yang di maksud thoriqoh bukan hanya sekedar berjalan di atas air,terus itu di sebut thoriqoh atau orang thoriqoh di tembak tidak mempan itu namanya toriqoh,keliru smuanya.lalu masuk toriqoh supaya mendapatkan pangkat atau rizki yang luar biasa atau masuk toriqoh untuk menjadi wali,supaya diangkat menjadi auliyaulloh sebab ada firman Alloh taala

الا ان اولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا و كانوا يتقون


Masuk toriqoh yang demikianpun salah malah bisa jadi sesat,kerena apa? Kerena semua niatnya begitu maka orang tersebut bermain dalam fitnah,sadar atau tidak sadar.fitnah untuk dirinya sendiri yang tidak akan membawa kemaslahatan malah justru membawa kemafsadatan dan bisa merendahkan dirinya disisi Alloh taala.

Lalu toriqoh itu bagaimana? Toriqoh adalah yang pertama untuk meningkatkan kesadaranya sebagai hamba dihadapan Alloh artinya di dalam pandangan Alloh swt bukan sisi bima'na istilahi,kita masuk toriqoh untuk meningkatkan kesadaran kita sebagai hamba,kesadaran kita dalam bertuhan, apa kewajiban kita kepada Alloh? lalu kalau kita sudah sadar sebagai hambanya Alloh kita akan mengetahui penyakit penyakit yang bisa menyebabkn fitnah untuk dirinya.

dalam dunia mutashowwifin orang yang berusaha untuk tasfiyatul qulub wa tazkiyatunnufus memang bahasa tashowwuf itu terlalu tinggi tapi kalo kita jabarkan sebenarnya tidak,mengaoa tadi saya sebutkan fitnah? Contohnya diri saya tidak usah jauh jauh orang seperti saya itu dikira senang,ingat bukan permenit lagi tapi per scond,scond ini luar biasa mungkin lebih cepat daripada detik scond itu perdetik 60 scond, klo kita bentengnya tidak kuat kita akan bobol,contohnya saya duduk diatas ini pakai jubah pakai kerudung di rubung banyak orang kalo pengajian kliwonan banyak orang yang liat wah luar biasa sekali habib lutfi,tapi bagi saya kalo ga kebetulan itu azab,fitnah.dimana letak azab dan fitnahnya?azab yang pertama klo berjalan kemanapun selalu diiringi siapa saja,mungkin ada yang salaman cium tangan adapula yang tidak,dalam hatinya berkata belum kenal lu siapa gue? Itu sudah fitnah begitu pengajianya tambah besar hatinya berkata habib lutfi yang ga knal siapa?
 Ini fitnah(cobaan) lagi,apalagi nanti klo habis pengajian amplop datang banyak sekali dalam hatinya berkata enak yaa jdi habib! Ini penyakit penyakit yang luar biasa yg mengotori setiap detik,klo ga kuat kita bobol,akhirnya apa? Kita tertipu oleh perasaan perasaan yang dmikian,itu termasuk azab.

Penyakit penyakit yg dmikian klo tdk dibentengi bagaimna caranya spaya menuju ikhlas supaya tidak ria supaya tidak sirik itu sulit sekali. disinilah peranan peranan thoriqoh untuk menepis segala macam bentuk penyakit hati,jangan sampai penyakit penyakit yang seperti itu menghinggapi dihati kita itupun terkadang msih kebobolan, gembar gembor sirik tapi terkadang tidak sadar bahwa mereka sendiri terjerumus dalam kesirikan,dan syirik itu ada yang namanya syirik hofi paling merasa bnar sendiri paling top sndiri,itu sudah penyakit hati,ini letaknya bukan di mulut,mulutkan hanya penyambung lidah.siapa sih orang yang tidak ingin bersih hatinya? Klo di dlm dunia ingin Ketenangan hati yg di peroleh dri buhnya berdzikir,utk mencapai di akhirat nanti

الا بذكر الله تطمئن القلوب
يوم لا ينفع مال ولا بنون الا من آتي الله بقلب سليم

Hari dimana tdk akn berguna harta dn anak laki laki kecuali org yang datang kepada Alloh dengan hati yg bersih.lalu bagaimna bsa mencapai قلب سليم  ( hati
yg bersih,klo di dunia saja tidak tdk meraihnya

Adab adalah bagian Pintu utama yang Niscaya di Masuki oleh 'Ilmu yang Barokah


dulu kala, pernah seorang Santri kampung yang masih baru dan cuman bisa baca hurup arab yang ada barisnya, di beri Nashehat oleh tuan Guru Nya, :

- Tiada mengapa engkau belum bisa membaca nya,
tapi
dengan membawa nya "Kitab Kuning" di peluk kan mu begitu, Sungguh se-akan engkau telah mendekap seluruh Ilmu nya Sang Muallip / pengarang dalam dada mu, walau pada zhahirnya hanyalah sebuah Kitab.

- Tiada mengapa engkau belum bisa Melihat,bermimpi, atau belum tahu bagaimana wajahnya beliau yang menyusun,mengarang Kitab yang engkau bawa,
Namun,
dengan engkau Melihat tulisan isi kitab, atau membaca setiap susunan kalimah kalimah nya, Sungguh se-akan engkau telah bercakap cakap, di beri Nashehat secara langsung oleh beliau, walau pada zhahirnya engkau sedang di beri Nashehat oleh Guru mu, dikelas mu.

- PUN nanti jika engkau telah menghapal nya, tetap lah selalu dengan membacanya, mencium tulisan Nama sang Mu'allip yang tertulis di sampul awalnya, Niscaya sungguh engkau adalah bagian dari orang Tawadldlu,tadlarru' yang se akan engaku telah ber Musafahah langsung dengan beliau dengan amat ta'zhimnya, sekalipun pada Zhahirnya hanyalah tulisan Nama sang Muallif kitab tersebut.

------------

ALLAHumma Rabbi Zid'Naa 'Ilman Nafi-'an ,wa Fahman shodiqan, wa 'amalan mutaqabbalan..
bi Jahi Habibi KA aaminnn Yaa Rabbal 'aalamiiinnn...


Rabu, 18 Mei 2016

Keistimewaan Bershalawat


Dawuh Syekh Ahmad Zaini Dahlan ( beliau adalah seorang mufti besar madzhab syafii sekaligus seorang sufi ketrurunan Syekh Abdul Qodir Aljaelani diantara murid" beliau adalah Syekh Yusuf Annabhani, Alhabib Usman bin Yahya (mufti betawi dan salah satu wali Qutbul Ghaust); dan Alhabib Ahmad Al attos sapuro)

Syeh Ahmad Dahlan mengatakan membaca sholawat kepada baginda Nabi adalah bermanfaat baik dengan sighot apapun dan sholawat adalah sesuatu yang paling bermanfaat untuk menerangi hati dan untuk mengantarkan seorang murid kehadirat Alloh azza wa jalla.kerena sesungguhnya orang yang membiasakan diri bersholawat kepada Nabi akan memperoleh berbagai macam cahaya dan dengan berkah sholawt seseorang bisa berjumpa dengan baginda Nabi atau berkumpul dengan orang yang bsia mengantarkan ke hadirat Nabi.

apalagi jika hal itu dilakukn secara istiqomah dan lebih" di akhir zaman seperti ini ketika para guru mursyid tarekat sudah mulai sedikit dan urusan manusia sudah tidak jelas. Barangsiapa yang hendak mengarahkan orang lain dan membimbing mereka maka suruhlah mereka baik orang awam maupun orang khusus dengan beristighfar dan bersholawat kepada baginda Nabi
demikianlah dawuh beliau yang diambil dari kitab afdholussholawat halaman 84
maka dengan hal ini mari kta bersholawat setiap hari walaupn hanya 100 kali perhari.


Mengapa Kita Bertawasul Kepada Para Auliya Allah


Dikisahkan ada seorang mursyid tarekat syadzaliyah namanya syeh Muhammad hanafi (yang dimaksud syeh hanafi disini adalah bukan imam hanafi /imam salah satu empat madzhab tapi bliau adalah salah satu wali besar yang sudah di ramal jauh2 hari oleh sulthonil aulia syeh Abil Hasan Assyadzili.

dimana telah di sebutkan dalam kitab jamiul usul fil aulia halaman 148 dan juga disebut dalam kitab mafakhirul aliyah halaman 17 bahwasanya Syeh Abil Hasan Assyadzili mengatakan akan lahir seorang lelaki dari kota mesir yang dikenal dengan nama Syekh Muhammad Syamsuddin Alhanafi yang akan menjadi kholifah kelima sesudahku dan akan menjadi terkenal di masanya dan juga memiliki kedudukan yg tinggi.

dikisahkan bahwa beliau membentangkan sejadahnya di atas lautan dan beliau berkta kepada muridnya wahai anakku ucapkanlah ya hanafi lalu berjalanlah maka sang muridpun berjalan diatas air dibelakang gurunya setelah beberapa waktu kemudian terlintas dihati si murid kenapa mesti q harus menyebut ya hanafi tidak skalian aja langsung menyebut Ya Alloh,maka setelah simurid menyebut ya Alloh dia langsung tenggelam dan dengan cepat sang guru langsung menolng dengan tanganya,dan sang gurupun langsung menjelaskan kepada mridnya mengenai ucapan yang diperintah oleh gurunya.

wahai anakku engkau dengan hanafi sudah mengenalnya tapi bagaimna dengan Alloh apa kamu sudah mengenalnya? dan apabila kamu sudah mengenalnya maka ucpkanlah ya Alloh.
kisah ini menunjukan btapa pentingnya tawassul kepada para Aulya.
Dinuqil dri ktab sawahidul khaq karangan syeh yusuf bin ismail annabhani halaman 447


Senin, 16 Mei 2016

Mimpi Pertemuan Abah Guru Sekumpul dengan Tuan Guru kh.A.Dahlan orang Tua KH.A. Riduan, Amuntai


Suatu malam Abah Guru Sekumpul bermimpi di datangi seorang laki-laki,,
laki-laki itu berkata ku serahkan/titipkan anak ku kepada mu,

lama waktu berjalan,,

tibalah sa'at itu, pertemuan pemuda ini dengan Guru Sekumpul,
tepatnya di sekolahan pndok pesantren darussalam martapura,

setelah beliau guru sekumpul yakin pemuda ini lah anak yang di serahkan oleh
ayah nya ke pada beliau guru sekumpul di dalam mimpi,
di didik lah pemuda ini secara khusus oleh beliau,

sehingga banyak lah ilmu yang di dapat pemuda ini dari guru2 di martapura
khususnya dari guru sekumpul,

serta banyaklah wirid dan amalan sanad ijazah yang pemuda ini terima langsung dari guru sekumpul,

kurang lebih 9thn mununtut ilmu di martapura,
pemuda ini pun pulang ke kampung halaman,

dengan ke sederhanaan pemuda ini mnjalani hidup nya, tanpa menonjolkan
ke aliman beliau,pemuda ini, hanya mnjadi seorang pedagang,
kurang lebih 12 tahun beliau hanya menjadi orang yang biasa,
tidak mengajar, tidak membuka majlis,
kerena tiada perintah oleh sang guru,

tibalah masa itu, kurang lebih 12 tahun, pemuda ini di panggil ke kediaman guru sekumpul,
dan dapat perintah untuk mngajar serta membuka majlis shalawat
maulid al-habsyi di kota amuntai,

seiring waktu berjalan, sangat nampak lah ilmu beliau, sehingga tiada mampu majlis beliau menampung jamaah, yang sa'at itu ribuan jamaah selalu hadir di acara pengajian beliau,

berkat guru sekumpul, timbulah sosok guru yang sangat kami cintai,
ya itu tuan guru KH.A.riduan bin KH.A.Dahlan Amuntai

semoga turun rahmat kepada kita, kerena menceritakan kisah Auliya Allah,
semoga dosa kita di ampuni, sanak saudara se'agama, wabil khusus
ke dua org tua kita, di matikan dalam ke adaan khusnul khatimah,, amin..

mimpi Guru Sekumpul di ceritakan oleh Guru Syukri,

oleh;Dayat Family's


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

ARTIKEL BARU

Recent Posts Widget