Senin, 14 Agustus 2017

Profil Ustadz Abdul Somad, Lc. MA



Profil Dan Biodata Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Lengkap - Beberapa tahun terakhir, nama ustadz ini sering menjadi perbincangan para netizen dan pegiat media sosial tanah air. Kajian-kajiannya tajam dan menarik sehingga membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Bahkan pengajiannya pun juga banyak yang menjadi viral di media sosial. Kajian mengenai hari kemerdekaan Indonesia beberapa waktu yang lalu misalnya, begitu viral dan dishare oleh banyak orang. Namanya adalah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Di tanah air, profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, Lc. MA mungkin belum begitu populer.

Nama Ustadz Abdul Somad, Lc. MA mungkin belum setenar Ustadz Maulana, Ustadz Zacky Mirza atau ustadz lainnya yang begitu populer dan banyak mengisi tausiah di TV. Namun meski belum populer dan setenar pendahulunya, namun profil dan biodata Ustadz Abdul Somad mulai banyak dikenal di kalangan netizen. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama. Dan bahkan bukan itu saja, ceramah Ustadz Abdul Somad juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah kekinian, nasionalisme dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

Demikian halnya selain di dunia nyata, ternyata di dunia maya pun nama Ustadz Abdul Somad ini juga mulai banyak dicari banyak orang. Banyak yang mencari informasi siapa sebenarnya profil dan biodata Ustadz Abdul Somad ini. Selain begitu banyak orang yang penasaran dengan nama Ustadz Abdul Somad, tak sedikit pula yang mencari berbagai kajian dan ceramah Ustadz Abdul Somad. Nah, maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan berusaha menyajikan info mengenai profil dan biodata Ustadz Abdul Somad secara lengkap. Semoga saja info terkait biodata Ustadz Abdul Somad ini bisa menambah pengetahuan Anda mengenai beliau. Untuk lebih jelasnya mengenai profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, bisa Anda perhatikan di bawah ini.

Profil Dan Biodata Ustadz Abdul Somad

Biodata Ustadz Abdul Somad
Nama Lengkap : H. Abdul Somad, Lc., MA.
Kelahiran : Rabu petang tanggal 30 Jamada al-Ula 1314 Hijrah
Bertepatan dengan 18 Mei 1977 M.

Pendidikan Ustadz Abdul Somad
SD al-Washliyah, tamat 1990
Mts Mu'allimin al-Washliyah Medan, tamat 1993
Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996
S1 Al-Azhar, Mesir.
S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko

Pengabdian Ustadz Abdul Somad

- Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
- Dosen Tafsir dan Hadits di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.
- Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.
- Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode : 2009 – 2014.
- Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode : 2009 – 2014.
- Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode : 2009 – 2014.

Karya Ilmiah Ustadz Abdul Somad

a. Thesis
رجال الموطأ والصحيحين الذين ضعفهم النسائي في كتاب الضعفاء والمتروكين: جمعا ودراسة

b. Terjemah (Arab – Indonesia)

- Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.

- 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.

- 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.

- 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
- 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004.

- Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.

- Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
- Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.


Nah teman-teman dan saudaraku semua, itulah profil lengkap Ustadz Abdul Somad yang sedang menjadi trending saat ini. Semoga saja beliau tetap dikaruniai kesehatan dan umur panjang agar bisa menjadi pembimbing bagi kita semua. Dan terkait profil dan biodata Ustadz Abdul Somad di atas, jika dirasa ada kekeliruan atau data yang kurang, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Jika Anda memiliki informasi akurat terkait kekurangan data pada profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, mohon bisa disampaikan kepada kami melalui kolom komentar. Oh iya, beliau juga ustadz yang mendukung tegaknya khilafah di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ceramah Ustadz Abdul Somad yang mendukung Khilafah. Selain itu, beliau kabarnya juga termasuk pendukung NU Garis Lurus yang dipelopori oleh Ustadz Idrus Ramli.

Sekian dulu dari kami, doakan agar kami selalu bisa mengupdate berbagai profil dan biodata Ustadz, Ulama atau Kyai untuk Anda semua. Atas masukan dan koreksinya kami ucapkan banyak terimakasih.

Sumber : https://profilbiodataustadz.blogspot.co.id/2016/09/profil-dan-biodata-ustadz-abdul-somad.html

Minggu, 13 Agustus 2017

Amalan Lepas Dari Siksa Kubur Dan Masuk Syurga Bi Ghairi Hisab

Abah Guru Sekumpul bersama Guru Salman Jalil

Ujar Abah Guru Sekumpul, di antara amalan yang menyebabkan lepas dari siksa kubur, tidak ditanya malaikat dalam kubur dan masuk surga tanpa dihisab adalah mati dalam menuntut ilmu, orang yang mati dalam menuntut ilmu itu syahid akhirat.

Bukan maksudnya matinya di majelis ilmu, tapi dia berniat seumur hidup menuntut ilmu, walau matinya tidak di majelis ilmu.

Abah Guru menceritakan tentang alm Guru HM Salman bin H Abdul Jalil Albanjari. Kata beliau Guru Salman ini padahal sudah lengkap, baik ilmu keduniaan, politik, ilmu agama dan lainnya, khususnya ilmu falaq. Khusus ilmu Falaq, ujar Guru Sakumpul, Guru Salman ini nomor duanya di Indonesia, yang nomor satunya ahli falaq di indonesia adalah seorang ulama di Kudus (Jawa Tengah) yaitu KH.Hanafiah Gobet.

Beliau (Guru Salman) ini dulu salah satu gurunya Abah Guru Sekumpul sewaktu tsanawiah di Ponpes Darussalam Martapura.

Tapi demi menuntut ilmu walaupun umurnya sudah tua dan sedang sakit yang menyebabkan badannya bengkak-bengkak, tetapi beliau tetap hadir menuntut ilmu kepada bekas murid yang diajarnya dulu , beliau sempatkan hadir di majelis pengajian Abah Guru Sekumpul, begitu ketawadhu'an dan himmah beliau dalam menuntut ilmu. Karena beliau berpedoman "menuntut ilmu dari buaian sampai ke liang lahat/ke mati."

Allah berikan beliau kemuliaan dunia akhirat, mendapat menantu seorang waliyullah yaitu tuan guru KH Semman Mulya (paman dari Abah Guru Sekumpul) dan beliau juga diberikan anak-anak yang sholeh lagi alim yang menjadi tokoh ulama di Martapura saat ini (Guru Hatim Salman, Guru Wildan dan Guru Sa'dudin).

Bahkan beliau dimakamkan satu kubah dengan Abah Guru Sekumpul di samping makam Abah Guru dan menantunya tuan guru KH Semman Mulya.

Guru Salman (HM Salman bin Abdul Jalil Al Banjari, Guru Bangil (Almukarram KH Syarwani Abdan), Abah Guru Sekumpul (asyaikh KH Muhammad Zani bin H Abdul Ghoni Albanjari) dan guru-guru kita Rodhiallohu Anhum yang lainnya pun hingga ke akhir hayat tetap dalam menuntut ilmu, walaupun sudah dalam keadaan sakit yang membawa kepada wafatnya.

Karena mengajarkan ilmu pun termasuk menuntut ilmu. Maka kita sebagai murid dan pecinta hendaklah mengikuti ahklak mereka.

Wasiat Abah Guru "Jangan ampih (berhenti) mengaji walau gurumu sudah mati/wafat."

Mudah-mudahan kita bisa mengikuti para awliya, para ulama dan guru-guru kita, ajaran2 mereka, ibadahnya, akhlaknya, serta tetap diberi niat menuntut ilmu sampai ke mati. biberkati Abah Guru Sekumpul. Aamiiin allahumma aamiiiin.... 🙏🙏🙏

___________________
sumber Riat Albascoty
link http://bit.ly/2u9FsNC


Jumat, 11 Agustus 2017

Cara Supaya Ibadah Kita Diterima Oleh Allah SWT


Berkata Al Mukarram Abah Haji Guru Zuhdi
(Majelis Ta’lim Malam Ahad, 5 Agt 2017)
“SAMBUNGAN pengajian kita, ketika sayyiduna Mu’adz bin Jabal radhiallahuanhu (salah satu sahabat Nabi sholalallhu alahi wassallam, Red) bertanya kpd Rasulullah SAW. Bagaimana jalan salamat, dan amal ibadah itu naik ditarima oleh Allah SWT. Setelah langit pertama dipariksa, langit yg kedua dipariksa, langit yg ketiga dipariksa, sampai pemeriksaan itu kpd langit yg ketujuh. Hingga sampai untuk menuju Allah SWT pun hrs diperiksa.”
“Katanya Muadz Ra, ya Rasulullah, sampiyan itu Rasulullah, pasti amal ibadah sampian ditarima oleh Allah. Sedangkan saya Mu’adz bin Jabal, bagaimana cara dan jalan agar amal ibadah ini ditarima, sampai kehadirah Allah SWT ?”
Nah sambungannya, katanya Sayyiduna Wahabibuna Muhammad SAW, setelah beliau, pertama menjelaskan.
“Untuk selamat, cintai aku, kata Rasulullah, turuti aku kata Rasululllah.
Kedua jaga mulutmu, jangan sampai suka menyebut2 ke’aiban urang lain, terutama keaiban orang2 yg mengamalkan akan Alquranul karim.
Tanggungkan kesalahanmu itu kpd dirimu. Jangan engkau tanggungkan kesalahan kpd orang lain. Yg salah kamu, bukan orang lain.
Jangan engkau mengangggap dirimu suci drpd orang lain.. sesungguhnya dirimulah yg paling kotor di antara semua yg ada.”
“Lalu Nabi SAW kemudian menyambung, jangan engkau masukkan amal dunia di dalam (amal) akhirat.”
Kita beramal beribadah, disuruh, artinya berbuat kebaikan, sesuai ayat quran, wama khalaktul jinna wal insa, ‘ila liya’budu.
“Modal untuk ibadah adalah ilmu, siapa aja beramal beribadat tanpa didasari ilmu, amalnya ditolak oleh Allah. Modal utama berilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Dari mukallaf sampai seterusnya. Dari yg fardhu a’in, fardhu kifayah, sunat yg harus, bahkan yg kada benar pun dikaji untuk tidak terjatuh kpd yg salah itu.”
“Tapi bertahap, yg fardhu a’in dulu, baru fardhu kifayah, baru sunat, baru harus.
Bahan ilmu2 sesat itu dikaji spy jangan sesat.”
Setelah berilmu, beramal. Nah supaya amal ini naik kpd Allah.
Pertama, jangan sampai, kita kita berbuat kebaikan itu untuk kesenangan dunia, untuk mendapatakan kesenangan dunia.


Bahasa urang Banjar, “kanapa pina rajin sembahyang?”, “handak nyaman hidup,” nyaman dalam artian baduit, punya harta, rumah mewah, itu jadi dia rajin shalat, dia rajin beribadat.
“Pina rajin mangaji wayahini napa garang ?”
“anu, kalo pina mau sugih bakajut.”
Jadi tujuannya sugih, tujuannya handak nyaman hidup di dunia.
“Orang yg beramal, handak nyaman, berarti kd handak sakit, bujur tu. Urang yg beramal, handak nyaman, berarti kd handak musibah. Sedangkan musibah pasti akan datang, nang kaya apa aja, pasti dapat musibah. Kalau dia beramal tujuannya dia, supaya dapat nikmat, jangan dapat musibah, tunggu kecewa, tunggu kecewa….”
“Rajin sembahyang, rajin beibadat, aur inyaaaa ja nang dapat bala. Di kampung tuh banyak manusia, nang panggaringan inya aja. Kecewa tu, sakit tu hati tu. Bahkan kadang2 sakit hatinya tu bapander inya.”
“Kanapa yu jar, unda nih panyambahyang pamuasa, tapi nyawa jar musibah beruntun, tasalah kirim bisa Tuhan jar… ini.” kecewa, sangkal, sakit hati, kada adil ne Tuhan jar. Sumalam unda kada sumbahnyang nyawa jar kadada dapat musibah, samalam unda waktu nang kada bapuasa harau kdd dapat musibah, pas sudah bapuasa neh maka racap musibah.
“Maka unda2 ja nang kena. Model kdd lagi di kampung selain unda mintu nah. Nang kana sakit gigi unda, nang kana sakit parut unda, nang kabakaran ya unda jua…… Kecewa. Kanapa jadi kecewa? Krn dia beramal dg tujuan maunya nyaman di dunia, senang di dunia. Jelaskah dulu tu….. “
“Adapun orang, yg beramal tujuannya ridha Allah, mau dikasih dunia, mau engga, engga masalah. Mau dikasih dunia ke dia engga masalah, mau engga, engga masalah … kenapa… krn ini bukan masalahnya dia, masalahnya dia, beramal beribadat, ridhanya Allah. Mau dikasih dunia, mau engga, engga masalah. Dan dia tidak terpancing ikut, berkecimpung, terbawa arus, ikut pikiran, memikirkan ttg itu.”
“Jar inya, unda kada perlu mamikirakan ini. Nang unda pikirakan, asal Allah ridha, nang penting Allah ridha.”
“Nah, urang yg beriman yg beramal sholeh, hidupnya pasti tenang. Kalau bujur handak ridha Allah, tenang. Kalau masih sakit hati, berarti mau dunia, itu aja kesimpulannya…. “ “Kalau masuk di hati ini sakit hati, sakit pikiran, itu disebabkan virus beramal beribadah tujuannnya adalah kenyamanan dunia.”
Jadi nang pina maungut di bawah puhun jambu, nang pina sedih menangis, menderita, manggulung-gulungakan awak di tangah rumah, itu pusang, sakit hati. “Urang sakit hati, urang pusang, dia engga nuju Allah, dia engga ingin dekat dg Alllah. Urang dekat dg Allah pasti senang…. “ Naaaahhhh……
Insya Allah bersambung………
________________________
Ditranskrip oleh : Admin JAGS
koreksi kalau ada nang salah. minta maaf minta ridha. silakan save & share tanpa izin.
______________________________
Mudahan sgala amal ibadah dan sgala kebaikan kita selama di dunia diterima Allah azza Wajalla, melewati tujuh lapis langit hingga kehadirah Allah....
qobul sgala hajat, selamat dunia akhirat... amiiin...

Kamis, 10 Agustus 2017

Ketika Abah Guru dan Kai Abbas Melihat Suatu Kecelakaan Yang Dialami Seorang Wanita


PADA suatu ketika Abah Guru Sekumpul berada di dalam mobil (ketika ingin menuju swatu tempat), bersama Kai Abbas (Ipar Guru Bangil). Saat di tengah perjalanan Mereka melihat seorang wanita (tidak menutup 'awrot) jatuh dari kendaraan/sepeda motor (terabah) dan lalu mengalami luka berdarah.

Maka melihat akan hal itu terjadilah percakapan nan sarat hikmah ini :

+ Abah Guru: "Abbas, ikam mlihatlah babinian tuh gugur luka, kasianlah?!"

+ Kai Abbas: "Inggih, kasian banar Guru'ai"

+ Abah Guru: "Pintangan mana ikam kasian lawan si bibini ngitu?"

+ Kai Abbas: "Naaaa…. amun pintangan kasian nang pas Pian pang nang labih tahu, karena Pian duduk di pamukaan (di samping supir), mun ulun duduk di balakang."
(Ini menyatakan kpd kita adab Kai Abbas kpd Abah Guru Sekumpul yg tidak mau "babisa2" menjawab mendahului Paguruan! sama spt adab Para Shohabat kpd Baginda Nabi SAW).

+ Abah Guru : "Aku kasian pintangan inya kaluar (pada rumah) kada batutup 'awrat!"

# Artinya orang2 sholeh, terhadap swatu musibah, mereka memandang kpd musibah akhirotnya (condong memandang pd syariat agama) daripada musibah duniyanya. Karena jika tidak tawbat maka swatu dosa akan senantiasa dibawa kekal di akhirot. Afwan katsier……

Sumber : Didin Banjarmasin
Via Pecinta Waliyullah 
(Yusrie Salman Alaydrus) 
Link : http://bit.ly/2eVZHY5


Berkat Abuya Maliki, Majelis Sekumpul Dikenal ke Seluruh Dunia


Sesungguhnya Majelis maulid di Sekumpul ini sdh sangat dikenal di seluruh dunia utamanya di negara negara di jazirah arab. Hal ini dikarenakan Kata Abah Guru Sekumpul, VCD Rekaman dari Majelis Maulid Sekumpul dan VCD Rekaman Majelis Haul Syekh Samman Al-Madani di Sekumpul telah dicopy sebanyak kurang lebih 1.000-2.000 keping oleh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki (Abuya Maliki) dgn uang beliau sendiri dan dibagikan serta diberikan kpd pemimpin dan Raja-raja di negara Timur Tengah.

Bahkan kata Abah Guru Sekumpul, setiap tamu yg akan bertemu dgn Sayyid Muhammad Alawi al maliki, diputarkan dahulu VCD dari Maulid Al habsy dr Sekumpul, setelah selesai barulah Sayyid Muhammad Alawi keluar menemui tamu itu dan menjelaskn Maulid Al habsy(sintu duror) beserta sarah nya.

Tidak akan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki menemui tamu itu apabila belum melihat dan mendengar Maulid sintu duror dr Abah Guru Sekumpul.

Tatkala salah satu guru Prof Dr al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah SWT. Dapat berjumpa dengan Rasulullah SAW.

Di belakang Nabi Muhammad SAW, sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh Guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”
Rasulullah SAW pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”

Dan di antara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu Guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”

Rasulullah SAW kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim ke rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama Indonesia yang bersilaturrahim tersebut.
_____________________
Sumber Pecinta Waliyullah
(Yusrie Salman Alaydrus)


Minggu, 06 Agustus 2017

Beruntung Kita Orang Banjar Memiliki Datu Kelampayan / Syekh Muhammad Arsyad



KENAPA GURU BELIAU BILANG, "INILAH ORANG NO 1 PALING ALIM DI ZAMAN INI

* Sedikit Kisah Abah Guru Sekumpul tentang Padatuan Sidin, Ulama Besar Kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan)
_________________
BERUNTUNG kita orang banjar dianugrahi dan memiliki ulama yang levelnya mendunia, beliau adalah Datu Kalampayan Maulana Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Sholaibiyyah bin Husein bin Abdullah bin Syaikh bin Alhabib Abdullah Al Aydrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aydrus) dan seterusnya nasabnya bersambung ke Rasulullah SAW.
(Sumber: Kitab Sajaratul Arsyadiyah karangan Al'Alimul Alamah Syekh Abdurrahman Siddiq bin Syekh H.M.Afif Albanjari)

Diceritakan oleh Abah Guru Sekumpul bahwa salah satu guru dari banyak guru dari Datu Kalampayan adalah Syaikhul Islam Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie ulama dari Mesir yang saat itu beliau adalah ulama nomor 1 dunia karena kealimannya.

Bahkan guru dari Datu Kalampayan di bidang tasawwuf As-Syaikh Samman Al-Madani juga murid dari Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie. Jadi Datu kalampayan seperguruan dengan Syaikh Samman Almadani mengaji kepada Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie.

Diceritakan suatu waktu Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie datang ke Madinah dan beliau sempat mengadakan majlis di sana. Pernah di satu majelis ada seseorang yang menanyakan suatu masalah, mungkin karena belum mengetahui jawabannya maka Syaikh menanyakan kepada semua muridnya siapa yang bisa membantu menjawab masalah itu.

Semua murid beliau tidak ada yang bisa menjawabnya, tetapi tiba-tiba murid yang paling depan menyerahkan selembar kertas dan di situ tertulis jawabannya. Lalu Syaikh menanyakan apakah dia yang menulis itu, dijawab oleh si murid bahwa dia mendapat kertas itu dari temannya yang di belakang, kemudian temannya yang di belakang juga mengatakan yang sama, hingga ke murid yang paling belakang.

Maka akhirnya diketahuilah bahwa yang menulis jawaban di kertas itu adalah Muhammad Arsyad (Datu Kalampayan). Ternyata beliau menyembunyikan dirinya dengan menjawab menulis di kertas itu. Maka dipanggillah beliau maju ke hadapan gurunya.

Dan sang guru memuji kealiman Datu Kalampayan serta beliau berkata, "Inilah orang yang nomor 1 alimnya di zaman ini." (padahal Syaikh Muhammad Sulaiman Al Kurdie yang paling alim di zaman itu, tetapi Datu Kalampayan yang bisa menjawabnya, red).

Setelah lama menuntut ilmu di dua kota suci (Makkah & Madinah), Datu Kalampayan (Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari) beserta 3 orang sahabatnya yaitu Syaikh Abdusshomad Al Palimbani (pengarang kitab yg kondanga di kalangan pesantren di Kalsel, Hidatus Salikin), Syaikh Abdurrahman Misrie Betawi, Syaikh Abdul Wahhab Bugis berniat meneruskan menuntut ilmu ke Mesir dan niat ini diutarakan kepada gurunya.

Mendengar hal itu Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie berkata, "Tiada ada di Mesir orang yang lebih ilmunya daripadaku dan ilmu kamu semuanya sudah cukup, kembalilah kamu ke Jawi (Indonesia) supaya kamu nyatakan (ajarkan) agama Muhammadiah (islam yang dibawa Nabi muhammad SAW) di sana." Maksud beliau bahwa tidak usahlah pergi ke mesir, karena menurut hemat beliau ilmu, kecerdasan dan kepandaian mereka sudah melebihi ulama'2 Mesir saat itu, tidak ada lagi guru'2 di mesir yang sanggup memberikan pelajaran kepada mereka. (karena yang paling alim saat itu saja adalah Syaikh Muhammad Sulaiman, kenapa menuntut ilmu kepada ulama di bawahnya. red)

Juga karena masyarakat sudah sangat menunggu dan mengharapkan bimbingan mereka. Maka dengan saran gurunya itu mereka memutuskan kembali ke Indonesia dan akhirnya menyebarkan, mengajarkan ilmu yang telah mereka dapat di sana.

Kealiman, ketinggian maqam kewalian, kesuksesan Datu Kalampayan terbukti dari berkembang pesatnya islam di Kalimantan dan Banjar khususnya, bukan saja bagi umat, bahkan bagi keluarga dan zuriatnya.

Ujar Abah Guru Sekumpul, dari anak, cucu hingga cicit Datu Kalampayan semuanya alim dan berpangkat wali, setelah gamit (turunan dibawah cicit) hanyar bapalih (baru sebagian saja yang wali) karena gamit tidak sempat bertemu dan belajar dengan Datu Kalampayan yang sudah wafat.
Begitu masyhurnya hingga kitab'2 karangan beliaupun tersebar dan diajarkan dibeberapa negeri (di antaranya Kitab Sabilal Muhtadin, Red). Teristimewa lagi rata-rata ulama penyebar islam dan yang berpangkat wali di kalimantan dulu dan kini adalah berasal dari dzuriat / garis keturunan Datu Kalampayan, di antaranya Abah Guru Sekumpul.

Mudah-mudahan kita mendapat faidah dan berkat dengan sebagian riwayat singkat kehidupan dan keistimewaan beliau. Aamiiin..


Selasa, 18 Juli 2017

Abah Guru Sekumpul Datang Berkat Tawasul



 Gr Saifudin juhri

Kisah ini langsung lun dengar dari Gr Saifudin juhri (Guru banjar indah).
Waktu itu sidin bulik dari Jakarta menuju banjarmasin menggunakan pesawat. Pas sekitar sepuluh menit lagi sampai dibandara samsyudin noor, pilot memberitahukan agar para penumpang menggunakan sabuk pengaman, selang beberapa menit pilot memberitahukan lagi bahwa roda pesawat tdk bisa keluar Dan mesin sebelah kanan mengeluarkan api. Sontak semua penumpang panik Dan ribut, semua penumpang masing masingnya berdoa sesuai agamanya masing2.

Aku gin bingung jua ujar sidin, lalu aku pindah Dan duduk kursi belakang karena keadaan yg semakin buruk Dan semua penumpang semakin panik, dalam hatiku aku bapikir kalu saandainya pasawat gugur nang dibalakang tadudi gugur ujar sidin.

Dalam panik ini aku tapikir untuk bakiyau lawan guru sakumpul. Lalu aku mangiyau sidin, kada lawas datang sidin, nang maolah aku heran sidin datang batapih baju kaos dalam wan kupiah haji.
Napa kula.. Ujar abah guru
Kaya apa ni nah pasawat handak gugur.. Jar gr saifudin.
Salamatan haja kula ae... Jar sidin.

Kada lawas limbah tu sidin permisi, nah mulai itu kaadaan pesawat mulai baik pilot memberitahukan bahwa roda sdh bisa kaluar Dan pipa bahan bakar yg mengalir kemesin yg terbakar tadi macet. Sehingga pesawat terbang normal Dan dapat mendarat dgn selamat.
Setelah pesawat mendarat salah seorang pramugari manakuni sidin.
Pa haji pian bulik kamana...

Aku bulik kabanjar, tapi aku kada langsung kabanjar aku handak ka martapura dulu handak kawadah guru ku. ..jar sidin.
Lalu pramugari tadi bapanderan lawan pilot, kada lawas limbah tu datang lagi.
Pian kami antar dan kami umpat pian kamartapura.
Singkat kisah sampai dirumah abah guru, sidin dan buhan pramugari tadi, lalu disambut oleh abah guru sambil baucap sidin.

Maaf kula lah tadi aku babaju saadanya, napa tadi aku paharatan bahira ikam bakiuau banar , lalu aku badadas mandatangi ikam. Jadi saadaanya haja....maaf, kula lah.
Alhamdulillah syukur banar pian mau mendatangi Alhamdulillah... Jar guru banjar Indah.
Semoga kisah ini semakin menambah kecintaan kita, wan abah guru.


500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul