Senin, 11 Desember 2017

Bermimpi Rasulullah SAW



Ibn as`ad bin abi matharaf adalah seorang yang baik dan shaleh, ia selalu merindukan sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.

Suatu ketika ia telah berkata :”Aku telah menetapkan diriku untuk bersholawat setiap malam sebelum tidur dengan jumlah tertentu, yang terkadang juga pada beberapa malam aku sempurnakan jumlah itu hingga aku tertidur .

Aku menempati suatu kamar, dan tiba-tiba terlihat Sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam masuk ke ruanganku melalui pintu kamar, maka terang-benderanglah ruangan itu dengan cahaya (Nur) Sayyidina Muhammad SAW.



Kemudian beliau bangkit dan mencium pipiku, karena banyaknya shalawatku kepada beliau SAW.
Lalu akupun segera bangun, dan aku bangunkan pula istriku yang ada disampingku, tiba-tiba rumahku itu semerbak bau harum (lebih harum dari minyak wangi termahal didunia yaitu misk) Rasulullah SAW.

Harum itu melekat dipipiku selama 8 hari karena ciuman Rasulullah SAW, dan istriku pun mendapatkan bau harum itu di pipiku setiap hari.

Oooh..alangkah beruntungnya aku..Alhamdulillah Semoga aku dan kalian senantiasa bersholawat dan selalu merindukan Sayyidina Muhammad
Aamiin ya rabb Shalallahu alaihi wasallamAllahumma Shalli waalihi washahbihi wasallam

Minggu, 10 Desember 2017

Keturunan Rasulullah SAW tidak terputus



Prof.Dr. Syaikh Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan Buya Hamka, menjelaskan didalam kitab tafsir karya beliau, kitab Tafsir al-Azhar mengenai tafsir
Surat Al-Kausar, Ayat :3


"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (QS. Al-Kausar: Ayat 3)

Dikisahkan mengenai sebab-sebab turunya ayat ini bahwasanya kaum kafir Quraisy di antara-nya Abu Lahab, Al-Ash bin Wail, Uqbah bin Abi Mu'ith dan orang-orang musyrikin lainya gembira ria dan meghina serta mencemooh Nabi Muhammad SAW sebab semua anak laki-laki Nabi meninggal di waktu kecil, mereka beranggapan bahwa habislah dan telah putus keturanan Nabi Muhammad SAW dan tidak akan ada sebutannya lagi.



Maka turunlah Surat Al-Kausar: Ayat: 3 "Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus."

Prof.Dr Buya Hamka juga menjelaskan di akhir tafsir ayat ini : "Abul Fadhl Al-Arudhiy mentafsirkan pula bahwa Al-Kautsar, pemberian yang sangat banyak itu dianugerahkan Allah juga bagi Nabi Muhammad SAW dengan keturunan dari pihak anak perempuan, yaitu keturunan Fatimah, yang sampai sekarang sudah 14 abad masih saja bertebaran dimuka bumi ini, ada yang menjadi raja-raja besar di negeri-negeri besar, ada yang menjadi ulama dan berpolitik, sedang orang yang membencinya itu maka putuslah berita mereka, tidak ada kabarnya lagi. Marilah kita camkan kebenaran firman Tuhan"

Berbaktilah Kepada Ibu Bapak



Seseorang datang kepada Rasulallah SAW lalu berkata : "Yaa Rasulallah aku memiliki kedua orang tua yang sudah tua sekali dari semenjak lama sudah sakit-sakitan dan kukira aku merawatnya dengan baik dan mengeluarkan banyak hartaku untuknya, bahkan jika kuhitung jasa yang mereka berikan kepadaku dan apa yang kuberikan kepada mereka, aku kira itu sudah terbalas bahkan lebih, bagaimana ya Rasulallah? "

Rasulallah SAW menjawab : "Jasa mereka tidak akan pernah terbalas , mereka merawatmu dan menangis berharap engkau hidup, sementara di hatimu ketika engkau mengasuh mereka pernah ada terlintas : kapan mereka akan meninggal..?, (mereka menunggu kehidupanmu dan engkau menunggu kematian mereka , jasa mereka tidak akan terbalas)"



" ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﻛﺎﻟﻐﺮﻳﻖ ، ﻳﻨﺘﻈﺮ ﺩﻋﻮﺓ ﺗﻠﺤﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﺑﻨﻪ ﺃﻭ ﺃﺧﻴﻪ ﺃﻭ ﺻﺪﻳﻘﻪ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻟﺤﻘﺘﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ "

sesungguhnya mayit di kuburnya seperti orang yang tenggelam di lautan, dia selalu menunggu dan berharap ada anak, saudara bahkan temannya yang mendoakannya, jika mereka sudah menziarahi sang mayit ataupun mendoakannya maka dia akan lebih senang dibanding memiliki dunia dan seisinya.

Jangan khawatir bagi yang orang tuanya sudah wafat, masih banyak cara untuk berbakti melalui do'a dan shodaqoh.

Bagi yang orang tuanya masih hidup jagalah baik-baik kedua orangtuamu, bersungguhlah berbakti kepadanya sebab nyawamu pun tak akan mampu menebus penyesalan akibat durhaka terhadap orang tua.

Semoga orang tua kita ditempat paling terbaik di sisi Allah swt dan Rasulullah saw..Aamiin...

Amalan Sunnah Shalat Jum'at



FAIDAH-FAIDAH yang dikhususkan dibaca pada pemimpin semua hari yaitu hari Jum'at :
Ini faidah-faidah diambil dari Majelis Al-Habib zain bin Ibrahim bin Smith, dan Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Assyathiri....

semoga ALLAH SWT memberi kemanfatan karena beliau berdua...
amiin :

Barang siapa yang membaca setelah mandi sunnah dihari jum'at "yaa muhaiimin" sebanyak 100x, maka Allah SWT akan menghadiakan untuknya kewibawaan dihadapan makhluk-mahkhlukNya.

Barang siapa yang membaca diantara dua adzan diwaktu hendak melaksanakan sholat jum'at "surat alqodr" sebanyak 7x,
maka Allah SWT akan melunasi semua hutang-hutangnya.

Barang siapa yang membaca ketika khotib membaca do'a lilmu'miinina wal mu'minaat "yaa ghoni yaa mughni"sebanyak 40x dan membaca disetiap kelipatan yang ke 10 "aghnini", Maka Allah SWT akan melapangkan rizqinya.



Barang siapa yang membaca setelah sholat jum'at "yaa baathin" sebanyak 33x, maka Allah SWT akan menjadikannya termasuk dalam golongan ahli bathin.

Lalu Diriwayatkan barang siapa yang membaca Surat Al-Fatihah,
Al-Ikhlas, Al-Mu'awwidzatain (Al Falaq & An Naas) masing-masing 7x setelah salam dari shalat jum'at dan sebelum melipat kakinya
(merubah posisi duduk stlh salam) serta belum berbicara apapun, maka Allah akan mengampuni
segala dosa yang telah berlalu dan diberi pahala sebanyak pahala orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam riwayat lain dijaga dari keburukan hingga jum'at yang
akan datang serta akan dilindungi perkara agamanya, dunianya, istri dan anak-anaknya.

Imam Asy-Syarqowi berkata : Barangsiapa yang senantiasa
melanggengkan doa tersebut dan surat-surat yang telah
disebutkan tadi, Allah akan mencukupinya dan Memberikan
kepadanya rizqi yang tak disangka-sangka,mengampuni
segala dosanya dan melindungi urusan agama,dunianya serta
istri dan anak-anaknya..

Hendaklah Berdoa Dengan Menyebut Nama Nama Allah SWT



حكي عن الليث بن سعد أنه قال :
Diceritakan dari Lays bin Sa'ad sesungguhnya beliau berkata;

رأيت عقبة بن نافع ضريراً، ثم رأيته بعدها بصيراً،
Aku melihat 'Uqbah bin Naafi' adalah seseorang yang buta, setelah selang beberapa waktu aku meilhatnya dapat melihat

فقلت له: بم رد عليك بصرك؟
Maka aku Lays berkata;dengan cara apa engkau mengembalikan pandangan matamu?

فقال: أتيت في منامي، فقيل قل:
'Uqbah berkata;aku telah didatangi seseorang didalam mimpiku dan dia berkata kepadaku, ucapkanlah do'a;
(يا قريب، يا مجيب، يا سميع الدعاء، يا لطيفاً لما يشاء، رد علي بصري)
Yaa Qoriibu,Yaa Mujiibu,Yaa Samiiad du'aai,Yaa Latiifal limaa yashaa,rodda 'alayya basorii



فقلتها، فرد الله عزَّ وجل علي بصري
Aku-pun mengucapkan do'a tersebut, ALLAH SWT mengembalikan pandangan mataku

قال أحدهم : إنه دعا وتوسل باسمائه المطهره ..
Berkata salah-satu dari para 'ulama;beliau 'Uqbah berdo'a dengan menjadikan nama-nama ALLAH SWT yang tersucikan sebagai perantara

إنه كنز مبارك لمن له حاجة أن يدعو به ويسمي حاجته بعد الحمد والثناء لله تعالى
Maka sesungguhnya nama-nama ALLAH SWT adalah sesuatu yang berharga yang penuh keberkahan bagi seseorang yang memiliki hajat...berdo'a dengan menyebut nama ALLAH SWT, membaca pujian kepadaNya dan menyebutkan hajatnya.

ثم ....الدعاء ....وختمه بالحمد والصلاة والسلام على نبيه الكريم ‏صلى الله عليه وسلم ..
Lalu berdo'a dan menutup do'a dengan pujian, sholawat dan salam atas Nabi yang Mulia, Nabi Muhammad SAW

Baik Sangka Kepada Allah SWT



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya.

Inilah bentuk husnuzhon atau berprasangka baik pada Allah yang diajarkan pada seorang muslim. Jabir berkata bahwa ia pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat tiga hari sebelum wafatnya beliau,


لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhon pada Allah” (HR. Muslim no. 2877). Husnuzhon pada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam do’a. Ketika kita berdo’a pada Allah kita harus yakin bahwa do’a kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya do’a dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya do’a. Karena ingatlah bahwasanya do’a itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhon pada Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60) “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Jumat, 08 Desember 2017

Mengharap Ridha Allah

harap 


Abul Qasim Junaid bin Muhammad, seorang ulama sufi yang tinggal di Baghdad, karena itu lebih dikenal dengan nama Imam Junaid al Baghdadi, suatu ketika mengalami sakit mata yang cukup parah.

Suatu malam seorang dokter mata dipanggil & setelah melakukan pemeriksaan & pengobatan, sang dokter berkata, “Jika engkau ingin matamu selamat, jangan sampai kena air!!” Salah satu amalan istiqomah yang tidak pernah ditinggalkan Imam Junaid adalah shalat 2 rakaat sebelum tidur.

Baginya, ancaman kerusakan mata bila terkena air, tidaklah seberapa beratnya jika dibandingkan kehilangan 2 rakaatnya tersebut. Begitu dokter itu pergi, ia segera mengambil air untuk berwudhu & shalat 2 rakaat. Imam Junaid tidak memperdulikan lagi rasa sakit & resiko yang terjadi dengan matanya, yang terpenting ia tidak meninggalkan amalan istiqomahnya demi untuk memperoleh keridhoan Allah.



Setelah itu ia tidur, Menjelang waktu subuh, Imam Junaid bangun dari tidurnya, & ia keheranan karena rasa sakit di matanya telah hilang. Bahkan penglihatannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum sakit. Dalam keheranannya itu, tiba-tiba ia mendengar suara tanpa wujud (hatif), “Junaid telah berani mengorbankan matanya untuk ridho-Ku. Seandainya para ahli neraka jahanam (yakni orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah) meminta (ampunan) kepada-Ku dengan semangat yang dimiliki Junaid, pastilah Aku akan memenuhi permintaan mereka!!” Keesokan harinya, dokter mata itu datang lagi untuk memeriksa keadaan Imam Junaid & ia ter-heran-heran karena matanya telah sembuh total. Sang dokter berkata, “Apa yang telah engkau lakukan dengan matamu itu?” Aku berwudhu & shalat 2 rakaat!!” Kata Junaid. Dokter itu terkesima dengan jawaban Imam Junaid, berwudhu berarti terkena air, tetapi ternyata matanya malah sembuh.

Segera saja ia berkata, “Itu adalah obat dari Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan obat dari mahluk. Sesungguhnya akulah yang selama ini sakit mata (hati) & engkau, wahai Junaid sebagai dokter Kemudian dokter mata yang beragama Nashrani itu mengucap syahadat, menyatan masuk Islam dihadapan Junaid.

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul