Minggu, 25 September 2016

Karamah Abah Guru Sekumpul : Bangsa Jin Juga Hadir Di Majlis Pengajian Abah Guru Sekumpul



Seorang ulama yang memiliki murid bangsa jin, bukan merupakan hal yang salah, bahkan itu merupakan hal yang special tersendiri, berarti dakwahnya menjangkau ke alam sana. sejak masa Rasulullah banyak bangsa jin yang menyatakan keimanan dan keislamannya dihadapan Rasulullah SAW. Bahkan menurut Rasulullah, sambutan mereka dalam menerima islam justru lebih semarak daripada bangsa manusia.

Banyaknya jemaah majlis pengajian Mushallah Arraudah yang hadir, ternyata tidak menyurutkan keinginan beberapa jamaah bangsa jin juga untuk turut hadir di majelis itu.
Menurut Abah Guru Sekumpul Sendiri sewaktu di pengajian beliau menceritakan bangsa jin yang hadir di majelis ini kebanyakan adalah zuriat atau anak cucu datu bedok, Jin dari timur tengah yang dulu berbai'at dan berjanji setia untuk berkhadam kepada Syekh Muhammad Arsyad Albanjari dan seluruh Zuriatnya.

Datu Bedok menurunkan dua zuriat, zuriat laki laki yaitu Abdul Qahhar dan Abdul Qahhir, dua jin inilah yang selalu hadir di mejelis Sekumpul serta merta membantu keamanan dalam pelaksanaan pengajian di sekumpul dan bersama anak cucunya. mereka siap selalu mengabdi  dan berkhadam kepada ulama zuriat keturunan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau Datu Kelampayan.

Sumber : 100 Karamah Dan Kemulian Abah Guru Sekumpul.


Jumat, 23 September 2016

Karamah Abah Guru Sekumpul : Guru Bakeri Dan Habib Abu Bakar Al-Habsyi Mekkah



Kisah ini barangkali sudah banyak diketahui oleh masyarakat umum, dituturkan oleh KH.Ahmad Bakeri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Musyidul Amin Gambut, kata beliau mengawali kisahnya :
"kisah ini merupakan kisah nyata pengalaman pribadi Saya, dan jika saya berdusta, maka bisa disebut saya sebagai seorang munafik. suatu saat menjelang saya berangkat haji, saya datang menemui Abah Guru Sekumpul,kesempatan itu saya pergunakan untuk bertanya kepada beliau.: "Abah Guru, siapa Wali Qhutub saat ini yang berada di Mekkah ? Abah Guru Sekumpul menjawab sambil tersenyum :
"Bakri...Bakrii............Ngaran sidin ( nama beliau ) tue Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Habsy. :
Saya bertanya lagi : " dimana kira kira ulun bisa ketemu lawan sidin ( dimana gerangan saya bisa ketemu dengan beliau )..? Abah Guru Sekumpul menjawab : kena ikam ketemuan aja lawan sidin ( nanti kamu ketemu saja dengan beliau ).

Dan tiba lah pada saatnya saya pun berangkat haji, namun hingga seminggu sebelum pulang ketanah air, saya masih belum berjumpa dengan Wali yang dimaksud. Akhirnya saya mencoba mencari informasi kepada mereka yang sudah lama bermukim di Mekkah. walhasil bahwa saya mendapatkan keterangan  bahwa beliau tinggal di jabal Nur. sayapun mendatangi tempat yang sudah diberitahukan tersebut, sesampai disana, persis tiba waktu shoalat Ashar dan saya ikut shalat. Namun selesai sholat, saya heran, kerena wirid yang dibaca disana sama persis dengan dibaca di Sekumpul.

Usai sholat kemudian di gelar majlis taklim dengan membaca kitab syarah ainiyah, saya tambah terkejut, kerena seingat saya saat itu di Sekumpul juga membaca kitab syarah ainiyah juga. Setelah mejelis selesai, saya meminta ijn untuk ketemu sama Habib Abu Bakar Al habsyi, tidak lama kemudian beliau keluar. beliau kelihatan sudah terlihat sepuh, tapi masih nampak gagah, belum sempat saya ucapkan salam. beliau sudah berkata : " Marhaban ya Alimul kabiir  Syekh Muhammad Zaini Ghani Martapura".( selamat datang  wahai seorang Alim besar Syekh Muhammad Zaini Ghani Martapura )". nampaknya beliau sudah tau apa yang sebenarnya, yang beliau lihat bukan saya, tapi Abah Guru Sekumpul, berarti Abah Guru Sekumpul sudah memberitahukan beliau, kalau saya akan sowan ketempat beliau, entah bagaimana caranya, sesuai pesan Abah Guru Sekumpul yang mewanti wanti saya untuk tidak banyak bicara,cukup minta doa dan minta diakui sebagai murid saja.

Sepulangnya saya ke Banjarmasin, saya pun sowan ke Sekumpul untuk bertemu Abah Guru Sekumpul, untuk menceritakan apa yang terjadi. sekaligus untuk menggembirakan beliau. malam itu tepat malam kamis, usai pengajian, saya iringi dibelakang beliau. sesampai dipintu rumah , beliau menengok kebelakang dan bilang : " Masuk Bakeri " saya diajak masuk kekamar beliau. dan Abah Guru pun mematikan lampu, sesat beliau membacakan doa yang cukup panjang. usai itu Abah Guru Sekumpul bilang " sudah bakeri ae kada usah dikisahkan aku tahu ae. ( sudah ngga usah di ceritakan lagi aku sudah tau ) saya pun mafhum, kerena bagi seorang wali  itu hal yang lumrah. sesudah itu saya pamit untuk pulang",

Cerita KH.Ahmad Bakeri tersebut menunjukan karamah dan kemuliaan yang besar dari Maulana Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani Albanjari.

Sumber : buku 100 Karamah dan Kemulian Abah Guru Sekumpul


Rabu, 21 September 2016

10 Kisah Cinta Paling Indah Dalam Islam




1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra

Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.
Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.
Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”


2. Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"
Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"



3. Abdurrahman ibn Abu Bakar

Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.
Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:
Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya
Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.



Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid

Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.
Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."
Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.
Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.


5. Rasulullah Saw. dan Aisyah

Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.
Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.
Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”
Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami istri




6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah
Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn ‘Ubaidillah.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”
Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.
Subhanallah.



7. Kisah cinta yang membawa surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.
Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.
Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.'
Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"
Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."
Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar.



8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah

Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,
"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"
"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah.
"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.
"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" tanya Abu Thalhah.
"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.
Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."
Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.


9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel

Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Dictengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata "Astagfirullah"
Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".
Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam wr.wb.". Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.
Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.
"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.
Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"
Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan."Baiklah pak, saya mau."
Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.
"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"
Pak tua itu diam sejenak. "Belum."
Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu."
"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi."
"Apa itu pak tua?"
"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"
"Ya, aku mau." jawab pemuda itu.
Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"
Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak...dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diap un ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.
"Baiklah pak, aku mau."
Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.
"Ayahanda...siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"
Pak tua itu tersenyum dan menjawab. "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."
Pemuda itu tampak bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?
Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"
Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. "Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."
Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: "Subhanallah....."
Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.



10. Zulaikha dan Yusuf As.
Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka
Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.
Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.
Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”
Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.
Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.
Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: "Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."
Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita se¬karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”
Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”
Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Demikianlah kisah-kisah cinta yang menggugah hati saya baru-baru ini. Semoga kisah cinta kita sekalian –saya dan anda, wahai para pembaca- seindah cinta mereka. Wallahu wa Rasulullahu bisshowab.


Selasa, 13 September 2016

Kalam Al alimul Al allamah Abah Haji Guru Zuhdi


1.Amalan yang bagus apabila melihat sesuatu yang tidak baik dengan berdoa dengan doanya Syech Semman
Allahummaghfir li-ummati sayyidina Muhammad. Allahummarham li-ummati sayyidinina Muhammad. Allahummastur li-ummati sayyidina Muhammad. Allahummajbur li-ummati sayyidina Muhammad Saw. (Ihya ullumuddin 3 November 2015)

2.Amalan terbuka hijab jgn menggibah (membuka aib) orang lain. Dan semua kebaikan kebaikan itu milik Allah lalu terbuka hati selalu melihat kebaikan Allah shg habis semua yg di lihat adalah kebaikan Allah dan timbul rasa semua yg ada di dunia ini kebaikan Allah tdk ada kebaikan diri. Dan saat bala musibah datang mk yakin hati ini kebaikan Allah,dimana kebaikan nya yaitu bala ini pasti ada hikmah nya utk diri yaitu kebaikan utk diri.(Ihya ullumuddin 3 november 2015)

3.Orang yg perbuatannya tdk baik lalu menasehati kpd kita agar jgn sprt dirinya maka itu nasehat yg ikhlas agar kita tdk terjerumus sprti orang itu karena dia membuka aib sendiri supaya selamat org lain tdk seperti org itu.(Ihya ullumuddin 3 November 2015)

4.Yakin hati dengan sebab cinta dan sayang kepada Rasulallah di haramkan jasad kita di makan api neraka. Beruntungnya kita krn kita tdk meminta tp Allah yg melahirkn kita sbg umat Rasulallah. Di zaman nabi Adam dan Nabi Nuh mengenal dgn umat Rasulallah dan ingin menjadi umat nya Rasulallah. (Ihya ullumuddin 3 November 2015)

5.Letakan Rasulallah di hati di pikiran jgn pernah terlupakan shg tdk lg diri kita menggaduhi(memperhatikan)org lain lg tp menggaduhi (memperhatikan)Rasulallah dan menggaduhi(memperhatikan) org soleh karena disitulah hati kita bersih. Menggaduhi Rasulallah dan menggaduhi org soleh dgn cara membaca manakib Rasulallah bersholawat kpd Rasulallah dan membaca manakib org soleh sehingga timbulah perasaan cinta ,mata ini menangis dan air mata cinta ini jd saksi di akhirat sbg tanda cinta kita shg krn air mata cinta ini di haramkan jasad kita di jilat api neraka.(Ihya ullumuddin 3 November 2015)

6.Sungguh keberuntungan kita belajar dgn kitab ihya krn kita tdk sezaman dgn imam Gazali tp kita belajar dgn imam Gazali melalui bukti hitam diatas putih adanya imam Gazali yaitu dgn kitab nya Ihya Ullumudin ini.(Ihya ullumuddin 3 November 2015)

7.Ada seorang ulama yg menghina Imam Gazali dan menghinakan karangan Imam Gazali mk ulama itu bermimpi ada satu perkumpulan dimana disitu Abu bakar membaca kitab ihya ullumudin,umar bin khatab membaca kitab ihya ullumudin dan Rasulallah tdk menghiraukan ulama itu.(Ilmunibros 5 November 2015)

8.Hadist hadist yg tercantum dlm kitab karangan imam Gazali selalu di mulai dgn ucapan qola Rasulallah(berkata Rasulallah) ,artinya imam Gazali lngsng mendapatkn hadist itu dr Rasulallah secara khozotan(nyata) itulah istimewanya imam Gazali.
Apabila ingin mengaji ilmu ibadah maka cukup belajar dari kitab imam Gazali yaitu Bidayatul bidayah atau kitab melayunya Hidayatul salikin.(Ilmunibros 5 November 2015)

9.Dalam kitab karangan imam Gazali lengkap semua amal ibadah,dari masalah sehari hari smp masalah jodoh di jelaskn imam Gazali.
Bila mahar murah maka berkah hidup,bila mahar mahal tdk berkah hidup.(Ilmunibros 5 November 2015)

10.Org dulu hny dgn kitab bidayatul bidayah dan ihya ullumudin mereka menjadi waliyullah krn mrk benar benar mengamalkn kitab itu.
Isi karangan imam gazali berisi tuntunan dalam beramal dan bagaimana mengamalkn amalan itu.(Ilmumibros 5 November 2015)

11.Masalah makrifat mk kaji ilmu al hikam ibnu athoillah.Rasa itu tdk bisa di ceritakan. Hanya bisa di kasih jalan utk mendapatkan rasa itu. Orang yg makrifat org yg sdh berkawan dgn Allah.
(Ilmunibros 5 November 2015)

12.Ilmu makrifat itu pun di simpan mereka,dan mereka hny memberitahukan jalan nya utk mendapatkan rasa itu.Tidak akan bisa menceritakan bagaimana rasa akan kawin sebelum kawin dulu baru tahu rasa akan kawin.(Ilmunibros 5 November 2015)

13.Mencari rasa(makrifat) itu pun harus berguru. Seperti org berkhalwat tnp guru lalu datang jin mengaku sbg wali padahal jin,dan di kira sdh makrifat padahal tidak.
Beli buku tentang makrifat lalu di pelajari dan dikira sdh makrifat padahal tidak krn tnp guru.
(Ilmunibros 5 November 2015)

14.Tanpa guru kita tdk ada apa apa,melajari tauhid ada gurunya,melajari fiqih ada gurunya,melajari tasawuf ada gurunya.Dan walau guru itu berupa sholawat yg sll kita ucapkan.
(Ilmunibros 5 November 2015)

15.Kebanyakan org awam apabila melakukan dosa malunya kpd makhluk bkn malu kpd Allah. Sedang org soleh malunya kpd Allah shg Malu itu bagian dari iman. Orang awam malu dan takutnya kpd makhluk shg doanya minta tutupi maksiat nya bkn takut dan malu kpd Allah.
(Al hikam 6 November 2015)

16.Beda org makrifat dgn org awam,org makrifat malunya kpd Allah,org awam malunya kpd makhluk.Tujuan org awam menyembunyikan maksiat agar tdk ketahuan makhluk karena akan hilang lah martabatnya di pandangan makhluk tp tdk malu kpd Allah. (Al hikam 6 November 2015)

17.Jangan berbantah dan bersoal masalah ilmu dgn dalil ilmu yg tujuannya menjelekan martabat seseorang. Suka membantah/menyalahkn perkataan org.(Hidayatul salikin 7 November 2015)

18.Kita jaga adab dgn menghormati org yg lebih tua wlw ucapannya salah maka kita berdiam diri.
Menegur ada tata caranya jgn smp menghinakan dan mempermalukan. Orang yg memuji diri sendiri menimbulkan diri tdk akan sampai kpd Allah,kecuali orang yg menenggelamkan diri baru dpt makrifat.(Hidayatul Salikin 7 November 2015).

19..Sehina hina orang tetap tdk boleh di hinakan.Orang miskin hina menurut makhluk tp belum tentu menurut Allah. Orang maksiat belum tentu hina karena bs jd dpt safaat dr orang soleh dan dari Rasulallah. Rasulallah berkata Safaat yg ku pegang ini akan ku berikan kpd orang yg pendosa besar.
(Hidayatul salikin 7 November 2015)

20.Jangan menimbulkan diri,muliakan orang lain mk Allah bukakan futuh krn akan tampak saydul wujud Rasulallah krn selalu melihat dan memuliakan org lain shg tampak lah Rasulallah yg mulia.
(Hidayatul salikin 7 November 2015)

21.Hafal jurumiah lalu sombong mk tdk akan sampai kpd Allah krn merendahkn org lain,semua alam harus di muliakan krn memandang rahasia alam semesta.
Cukuplah ikan gabus sbg pelajaran agar jgn menimbulkan diri. Ikan gabus jd di pancing atau di setrum krn ikan gabus menimbulkan diri kesungai jadi ketahuan org ada ikan gabus disitu
(Hidayatul salikin 7 November 2015)

22.Semua orang baik sedang diri sendiri tdk baik itulah pandangan diri
(Hidayatul salikin 7 November  2015)

23.Orang yg salah belum tentu hina dan orang berdosa belum tentu masuk neraka jd jgn di hinakan. Jangan takut mati,karena diri kita sudah mati,diri kita tdk dpt bergerak tnp pertolongan Allah yg menggerakan.Mati lah engkau sebelum mati. (Hidayatul salikin 7 November 2015)

24.Sayyid Muhammad alawi al maliki mengatakan org soleh dan orang wali saat menyampaikan makrifat dgn lelucon. Mereka tdk menyampaikan makrifat secara langsung jadi dengari lelucon mereka dan cerna krn itu mengandung ilmu makrifat. Seperti Abu Nawas semua lelucon nya mengandung pelajaran makrifat kpd Allah (Hidayatul Salikin 7 November 2015)

25.Jangan memuji diri dan jgn menghina org wlw org itu secara zahir hina tetap tdk boleh di hinakan krn itu larangan Rasulallah (Hidayatul salikin 7 November 2015)

Sumber : Pecinta Waliyullah


Senin, 12 September 2016

Download Gratis Hadist Bukhari dan Muslim


Imam Bukhari dan Imam Muslim adalah dua orang ulama yang pertama kali menyusun hadits, hadits-hadits yang mereka susun hanyalah hadits-hadits shahih sesuuai dengan syarat yang sangat ketat, diantara syarat itu adalah :
Periwayat hadits harus memliki sanad yang bersambung sampai kepada Rasulullah saw.
Periwayat hadits adalah orang yang bertaqwa.
Periwayat hadits bukanlah seorang pelupa.
Periwayat hadits adalah seorang yang memiliki hafalan yang kuat.
Kemudian isi dari hadits tersebut tidak menyelisihi hadits shahih yang lebih kuat.
dan masih banyak syarat-syarat lain.



Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim adalah kitab hadits paling shahih bila dibandingkan dengan kitab-kitab hadits lain, dua kitab shahih ini dikenal juga dengan sebutan As-Shahihain (kalau diartikan ke bahasa indonesia kira-kira artinya "dua kitab shahih'), akan tetapi tidak semua hadits shahih terdapat dalam kitab As-Shahihain tersebut. kita bisa mencari hadits-hadits shahih yang tidak terdapat dalam As-Shahihain dalam kitab ulama hadits yang lain seperti Shahih Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Hibban, Kitab-kitab sunan yang empat, Mustadrak Al-Hakim, Sunan Al-Baihaqi, Sunan Ad-Daruquthni, dan lainnya. akan tetapi selain As-Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) beberapa haditsnya masih memerlukan penelitian ulama sesudahnya akan keshahihannya.

Dibawah ini adalah kumpulan Ebook dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dalam bahasa indonesia, bahasa arab dan bahasa inggris yang saya himpun dari berbagai sumber :

Shahih Bukhori bahasa Inggris (CHM) >> DOWNLOAD
Shahih Bukhori bahasa Arab (ZIP) >> DOWNLOAD

Shahih Muslim bahasa Indonesia (CHM) >> DOWNLOAD
Shahih Muslim bahasa Inggris (CHM) >> DOWNLOAD
Shahih Muslim bahasa Arab (ZIP) >> DOWNLOAD

Shahih Bukhori (PDF)
Juz 1 >> DOWNLOAD
Juz 2 >> DOWNLOAD
Juz 3 >> DOWNLOAD
Juz 4 >> DOWNLOAD


Thoriqat Sammaniyah Yang Terbentuk Dari 5 Thoriqat Ahli Sufi


yang pertama Thoriqat Naqsyabandiah yang dibangun oleh Syekh Baha-uddin Annaqsyabandi Albukhari wafat tahun 791 hijriah (ketika beliau wafat,saat itu tepat kelahiran imam Jalaluddin Almahalli)

yang kedua Thoriqat Qodiriyah yang dibangun oleh Syekh Abdul Qodir Al Jilani wafat tahun 561 hijriah,

yang ketiga Thoriqat Khalwatiyah Junaidiyah,yang dibangun oleh Syekh Muhammad Al Khalwati wafat tahun 986 hijriah

yang ke 4 adalah Thoriqat Anfasiah,thoriqat yang di hubungkan dengan nafas nafas manusia,dinamakan thoriqat ini dengan nama anfasiah karena thoriqat ini cara pengamalannya dengan nafas keluar masuk,dan thoriqat ini awal2 dibangun oleh sahabat nabi Sayyiduna Abu Bakar Shiddiq yang mana langsung beliau ambil dari Rasulullah tata caranya

yang ke 5 adalah Thoriqat Ismiyah atau dinamakan juga Thoriqat Khidriyah,karena thoriqat ini cara pengamalannya berhubungan erat dgn nama nama tuhan yg 99 (asma'ul husna),
dan thoriqat ini dibangun oleh nabi Khidir,
ada jg yg mengatakan thariqat Ismiyah ini adalah Thariqat Syadziliyah yg dibangun oleh Imam Abul Hasan Syadzilli wafat 653 hijriah,karena rata2 pengamalaman hizib hizib karangan Imam Syadzilli diambil dari Asma Allah,

terkumpul lah 5 thariqat besar ini dalam 1 wadah,yaitu Thariqat Sammaniyah,yang mana setiap thoriqatnya Syekh Semman Almadani langsung mengambil dengan pendirinya secara bangun,meskipun beliau tidak sezaman dengan para pendirinya itu,
dan juga beliau bertemu dgn roh jasad para rantai rantai sanad setiap thariqat hingga menuju langsung kepada Rasulullah SAW.


Minggu, 11 September 2016

Kemuliaan Abah Guru Sekumpul


Ini cerita dari kenalan saya, beliau seorang dosen agama yang juga seorang ustadz di Banjarbaru. Beliau mendapat cerita ini langsung dari seorang pegawai PLN Banjarbaru yang berangkat haji (tidak disebut tahunnya, tapi sewaktu Guru Sekumpul masih hidup).
Ketika di Madinah bertemu dengan orang Hadhramaut, dan berbincang:
Orang Hadhramaut: "Antum dari mana?".
Pegawai PLN: "Banjar".
Orang Hadhramaut: "Dekat Martapura?".
Pegawai PLN: "Iya".
Orang Hadhramaut: "Kenal Syekh Zaini?".
Pegawai PLN: "Iya".
Orang Hadhramaut: "Pernah ke majelis beliau?".
Pegawai PLN: "Tidak pernah".
Orang Hadhramaut: "Wah, rugi antum, kami yang di Hadhramaut saja pergi ke sana. Apalagi kalau haul Syekh Samman, kami membawa ulama besar kami".
Terus kata bapak itu, sepulang haji, beliau tidak menuju rumah, tapi langsung ke Sekumpul, dan Guru Sekumpul langsung yang membukakan pintu dan menyambut beliau.
======
Benar-benar beruntung beliau ini.
Mudah-mudahan kita mendapatkan keberuntungan sebagaimana beliau, yakni mendapat madad Syekh Sekumpul.
Mudah-mudahan ada manfaat dan berkahnya.
Afwan.

Sumber: Syaipullah Idrus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

ARTIKEL BARU