Senin, 18 September 2017

Syarat dan Perjanjian Dalam Jual Beli



اﻟﺸﺮﻭﻁ ﻓﻲ اﻟﺒﻴﻊ ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺿﺮﺏ:
syarat syarat dalam jual beli berdasarkan atas 4 perkara dibawah ini,
(namun pd zaman sekarang,yg faktual hanya dua perkara,yg 2 perkara sisanya itu masalah hamba dan ini sdh tdk faktual lg,gak perlu dibahas)

ﺣﺪﻫﺎ: ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻣﻘﺘﻀﻰ اﻟﻌﻘﺪ،
yg pertama: hal hal yg berkaitan dgn tujuan tuntutan akad dalam jual beli,

ﻣﺜﻞ: ﺃﻥ ﻳﺸﺮﻁ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺘﺴﻠﻴﻢ،
misalnya: antara penjual dan pembeli mensyaratkan adanya cash
.
ﺃﻭ ﺧﻴﺎﺭ اﻟﻤﺠﻠﺲ
atau antara keduanya mensyaratkan adanya khiyar majlis,selama masih dalam toko,duduk2 santai,msh periksa barangnya,boleh bejadian,boleh jw kd bejadian,
(ini tapakai bnr gasan bhn tokobagus olx,,inya msmsi dl: kayapa gan kita btamuan umpat mlht barang,mun cocok sorang tukari,mun kd cocok kdjd nukari,,)
aku pernah tatamui penjual hp yg kurang ajar,totok kd beadab,,
aku mendatangi ke kampung inya,jauh2 mulai pingaran ke pal 6,sakalinya ku liati barangnya mengecewakan,kdjd ku tukari,pas itu sdh bpisahan kami,sakalinya msk sms ke hp ku manyambati aku bangsat dan mcm2 ai,gara2 kdjd nukari hp inya,pdhl aku sdh bkalah dr martapura mendatangi ke banjarmasin supaya kd menyusahkan inya,harau msh ja disambatinya kyt ham,cuma barangnya dasar mengecewakan,kdkw ditukar,hehe... iya kasian kd fhm adab dan fiqh jual beli,ini namanya khiar majlis,boleh bejadian,boleh jw kdjd,,

، ﺃﻭ ﺭﺩﻩ ﺑﺎﻟﻌﻴﺐ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻌﻴﺒﺎ،
atau ada perjanjian amun ada kerusakan kena kawa kalo dibulikakan jar,

ﺃﻭ اﻟﺮﺟﻮﻉ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪﺓ ﺇﻥ اﺳﺘﺤﻖ،
atau ada perjanjian bahwa barangnya dibulikakan kepada penjual kalau2 nanti ada yg mengaku itu barang miliknya,
(biasanya ni mun tatukar hp kd bekotak,atau tatukar kendaraan yg kdd BPKBnya,ni kan mun manukarinya harus ada perjanjian hitam di atas putih,kalo tatukar barang curian,labar'am sorang ditangkap polisi,makanya adakan penjanjian dl agar barangnya aman,halal)

ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ.. ﻓﻬﺬا ﻻ ﻳﻔﺴﺪ اﻟﺒﻴﻊ؛
dan apa saja yg serupa dgn masalah diatas itu,,
maka kesemua masalah diatas itu,tidak merusak akad jual beli,
jd bila si pembeli meminta semua syarat di atas dipenuhi,maka si penjual harus menerimanya,jgn menolak,


ﻷﻥ ﺇﻃﻼﻕ اﻟﻌﻘﺪ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺛﺒﻮﺕ ﺫﻟﻚ، ﻓﻜﺎﻥ ﺷﺮﻃﻪ ﻟﺬﻟﻚ ﺗﺄﻛﻴﺪا ﻟﻤﺎ ﻳﻘﺘﻀﻴﻪ اﻟﻌﻘﺪ.
karena tujuan pemakaian akad memang ditujukan untuk hal yg demikian itu,
jadilah syarat2 itu penguat untuk apa saja yg memang di tuntut dalam transaksi

اﻟﺸﺮﻁ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﻣﺎ ﻻ ﻳﻘﺘﻀﻴﻪ اﻟﻌﻘﺪ، ﻭﻟﻜﻦ ﻓﻴﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ،

syarat kedua: tidak masuk dalam tuntutan transaksi jual beli siih,namun didalamnya ada kemaslahatan,

ﻛﺎﻷﺟﻞ ﻓﻲ اﻟﺜﻤﻦ،

contohnya: behutang dulu jar,,atau manyicil haja bayarnya jar,

ﻭﺧﻴﺎﺭ اﻟﺜﻼﺙ

ujar pembeli: kayapa mun sorang minta garansi 3 hari dr sito jar,bl ada kerusakan tanpa teledor pembeli maka dbulikakan barangnya jar

، ﻭاﻟﺮﻫﻦ،
begadaian,,gadai menggadai ni panjang pnk mun dibahas,,paling kena di group WA ja membahasnya,jd ku krm dalam bentuk rekaman ja,mun dalam bentuk tulisan kd katulisanan,bnyak bnr pnk,mun rekaman kan stmt ja,

ﻭاﻟﻀﻤﺎﻥ،
adanya ganti rugi

ﻭاﻟﺸﻬﺎﺩﺓ.
adanya saksi,kwitansi,notaris

ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ..
dan yg serupa diatas itu,

ﻓﻬﺬا ﺷﺮﻁ ﻻ ﻳﻔﺴﺪ اﻟﺒﻴﻊ، ﻭﻳﺜﺒﺖ اﻟﻤﺸﺮﻭﻁ؛ ﻷﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻟﻠﻌﻘﺪ.

ini juga tdk merusak sah jual beli,dan syaratnya legal,,
karena memang dalam hal itu ada maslahat untk transaksi,

(sama juga maslahat untuk zaman skrg di adakan tlsn di toko2: BARANG YANG SUDAH DIBELI TIDAK BISA DIKEMBALIKAN KECUALI ADA PERJANJIAN,ini bagus,krn zaman skrg bnyak sdh pembeli yg mambunguli,sm jw penjual bnyk jw yg membunguli,hehe...)

Sepuluh Cara Mendoakan Anak Agar Menjadi Anak Yng Sholeh dan Sholehah



1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat “Iyyakanakbudu waiyyakanastain” (“Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan.”), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan….”Ibu mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang…”
Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya)
dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.


5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabbah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita dimasa lalu.

7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.

8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan sholat.
(Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat,
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)

9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun…jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.

10. Saat mencuci beras niatkan… “Ya Allah…lembutkanlah hati anak-anakku, sebut nama anak kita…..untuk paham agamanya….. (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka)…. seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi “.
Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw.
Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu.

Jangan Pernah Remehkan Sunnah



JANGAN MEREMEHKAN SUNNAH…!

سلطان العارفين إبراهيم بن الأدهم قال:
أظلم قلبي ثلاثة أيام ولا ادري مما، بعد الدعاء والرجاء رأى ملكا في المنام قال له ما بك؟ قال ثلاثة أيام لا أجد خشوعا في الصلاة و لا لذة في الذكر ولا فهما للقرآن، قال له الملك أتدري لما؟ دخلت الحمام سهوا باليمين.

Berkata Ibrahim bin Adham, “Sudah tiga hari hatiku terasa gelap dan aku tudak bisa mengetahui apa penyebabnya…Setelah berdoa dan berharap kepada Allah Swt, aku tertidur dan aku bermimpi bertemu Malaikat dan berkata kepadaku, “Apa yang terjadi denganmu yaa Ibrahim?”.

“Aku (Ibrahim bin Adham) menjawab, ” sudah tiga hari ini, aku tidak lagi mendapati kekhusyu’an didalam shalat, kelezatan didalam berdzikir, juga susah memahami Al Qur’an…”


Kemudian Malaikat pun berkata kepadaku, “Tahukah kamu sebabnya? Ketahuilah, ketika engkau masuk kamar mandi, kamu mendahulukan kaki kanan, itu yang membuat engkau tidak bisa khusyu dalam beribadah kepada Allah Swt”.

Sunnahnya, masuk kamar mandi harus mendahulukan kaki kiri dan keluarnya harus kaki kanan…Sesuatu yang dianggap ringan, tapi begitu fatal akibatnya…

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Amalan Agar BAyi Terhindar Dari Zina



Menjadi orang tua bagi anak-anak sangat gampang. Ia boleh menunggu saja anak-anak keluar dari rahim istrinya atau memungut anak dari pangkuan panti asuhan dan rumah bersalin. Sedangkan menjadi orang tua yang berperan, susah-susah gampang. Dibilang gampang, kadang terkendala di tengah jalan. Dibilang susah, tetapi berjalan begitu saja.

Yang paling gampang, melantunkan lafal adzan di kuping kanan dan iqamah di telinga kiri bayi yang menjadi tugas orang tua pertama kali setelah anak lahir. Selain karena demikian perlakuan Rasulullah SAW terhadap Hasan dan Husein, tetapi juga lafal dua kalimat syahadat yang masuk ke lubang telinga bayi cukup melindunginya dari setan ibu-ibu yang suka ‘mengasuh’ bayi-bayi manusia. Ini jelas disabdakan Rasulullah SAW.

رَوَى أَبُو رَافِعٍ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ
“Abu Rafi meriwayatkan : Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim)

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
“Orang yang mendapatkan kelahiran bayi, lalu dia mengadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri, tidak akan celaka oleh Ummu Shibyan.” (HR. Abu Ya’la Al-Mushili)


Ummu shibyan adalah sebutan untuk sejenis jin yang mengganggu anak kecil.
Setelah itu, para orang tua juga selayaknya mengantisipasi masa depan bayi sejak dini. Mereka dianjurkan membaca surah Al-Qadar di telinga kanan si bayi. Amalan ini berkhasiat menjauhkan si anak dari dosa besar zina sepanjang usianya kelak. Anggaplah sebagai pembuktian kasih sayang orang tua demi kepentingan masa depan bayi. Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Baijuri dalam Hasyiyatus Syekh bin Ibrahim Al-Baijuri ala Syarhil Allamah ibni Qasim Al-Ghazzi menerangkan.

و نقل عن الشيخ الديربي أنه يسن أن يقرأ فى أذن المولود اليمنى سورة إنا أنزلناه لأن من فعل به ذلك لم يقدر الله عليه زنا طول عمره. قال هكذا أخذناه عن مشايخنا
“Dikutip dari Syekh Dairobi bahwa dianjurkan membaca surah Al-Qadar di lubang telinga kanan bayi. Karena, bayi mana saja yang diperlakukan demikian niscaya dilindungi Allah dari dosa zina seusia hidupnya. Kata Syekh Dairobi, ‘Demikianlah amalan yang kami terima dari para guru kami’.”

Adapun susahnya memainkan peran orang tua yang baik seperti dikeluhkan banyak orang tua, saking banyaknya tidak perlu dikatakan di sini. Salah satunya boleh disebut; yakni menanamkan nilai-nilai agama kepada si anak agar tidak terjerumus dalam segala bentuk dosa kecil atau besar, termasuk zina. Tetapi secara umum, orang tua perlu kesabaran lebih untuk terus mendampingi dan mendidik anak.

Minggu, 17 September 2017

Kisah iblis Membentang Sejadah



Siang menjelang Zohor. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jumaat, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk melalui lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk melalui telinga, ke dalam saraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", Panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik: "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", Jawab Iblis ketus. "Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mahu ganggu, kau boleh diluar nanti!", Kiai cuba mengusir. "Kiai, hari ini, adalah hari uji cuba sistem baru".

Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?" "Dengan sejadah!" "Apa yang boleh kau lakukan dengan sejadah, Blis?" "Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sejadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!" "Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Blis?" "Bukan itu sahaja Kiai ..." "Lalu?" "Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sejadah yang lebar-lebar" "Untuk apa?" "Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan solat. Dengan sejadah yang lebar maka barisan saf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya boleh ikut membentangkan sejadah ".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sejadah. Kedua-duanya berdampingan. Salah satunya, mempunyai sejadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sejadahnya lebih kecil. Orang yang punya sejadah lebar seenaknya saja membentangkan sejadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sejadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jemaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berfikir panjang, pemilik sejadah kecil membentangkan saja sejadahnya, sehingga sebahagian sejadah yang lebar tertutup sepertiganya.

Kedua-duanya masih melakukan solat sunat. "Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi. "Yang mana?" "Ada dua orang yang sedang solat sunat itu. Mereka punya sejadah yang berbeza ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka". Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan saf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan solat sunat. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sejadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sambil bangun dari sujud, dia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil. Hingga sejadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sejadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sejadahnya, kerana sejadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir solat. Bahkan, pada saat solat wajib juga,

kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, berbanding menerima di bawah. Di atas sejadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sejadah lebar, maka, ia akan meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembezaan kelas. Pemilik sejadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sejadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sejadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. "Astaghfirullahal adziiiim", ujar sang Kiai pelan.

Waspadalah Ini Yang Akan Menghapus Pahala Sedekahmu



Pertama.
Menyebut-nyebut pemberian sedekah. (المن) al mann: maksudnya adalah menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang diberi sedekah untuk menunjukkan kelebihan dirinya berbanding orang yang diberi sedekah tersebut.

Seperti misalnya si A memberi sedekah kepada si B. Dia selalu menyebt-nyebut sedekah pemberiannya tersebut di hadapan si B. Seperti ini adalah termasuk perbuatan (المن) al mann yang tercela seperti tersebut dalam ayat di atas. Perbuatan ini termasuk seluruh bentuk sedekah, baik itu sedekah terhadap teman, tetangga, kerabat, maupun isteri dan anak-anaknya.

Kedua.
Menyakiti orang yang diberi sedekah. (الذي) al adzaa: secara bahasa maknanya adalah setiap perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain, baik dalam hal agamanya, kehormatannya, badannya, mahupun hartanya. Adapun (الذي) al adzaa yang menghapus pahala sedekah iaitu bersikap sombong terhadap orang yang diberi sedekah dan menyakitinya dengan kalimat yang menyakitkannya, atau dengan sesuatu yang mencela kehormatannya dan merendahkan kemuliaan dan kedudukan orang tersebut.

Ketiga.
Perbuatan riya '. (الرياء) ar riyaa ': yakni perbuatan seorang hamba menampakkan amalnya kepada manusia kerana ingin mendapat pujian. Jika seseorang riya 'dalam amalan sedekahnya maka akan menghapuskan pahala sedekah tersebut. Bahkan perbutan riya 'tidah hanya dalam masalah sedekah saja. Riya 'boleh berlaku pada setiap amal dan menghapuskan pahala amal tersebut. [Lihat Nidaa-atu ar Rahman li Ahlil iman 21-22, Syaikh Abu Bakr Al Jazaairy]

Delapan Macam Rezeki Yang Tertulis Dalam Al Qur'an



*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*

_”Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya”_
(Q.S.11:6)

*2.Rezeki Karena Usaha.*

_”Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya”_ (Q.S.53:39)

*3.Rezeki Karena Bersyukur.*

_”Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu”_ (Q.S.14:7)

*4.Rezeki Tak Terduga.*

_”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”_
(QS. At Thalaq :2)

*5.Rezeki Karena Istighfar.*

_”Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”_ (QS. 71 : 10-11)

*6.Rezeki Karena Menikah.*

_”Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_(QS. an-Nur : 32)

*7.Rezeki Karena Anak.*

_”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”_(QS. al-Isra 31)

*8.Rezeki Karena Sedekah.*

_”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak”_ (QS. Al Baqarah 245)

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

Arsip Blog