Jumat, 06 Juli 2018

Siksa Kubur Jadi Hilang Hikmat Dari Dibacakannya Maulid Nabi



Kejadian ini di zaman Al Alim Al Allamah Al Habib Abu Bakar Attas Al Habsyi beliau punya murid yang sudah meninggal, murid itu punya anak yang nakal, setiap minggu anak itu mengajak teman-temannya melihat film porno dirumah peninggalan ayahnya.

Suatu malam anak itu bermimpikan hendak ziarah ke makam ayahnya, sebelum ia sampai di makam ayahnya ia mencium bau busuk lagi menyakitkan, dan anak itu melihat bentuk ayahnya sangat mengerikan. "Sungguh anak durhaka, aku ditidurkan dalam keadaan tenang tapi setiap hari minggu kau berkumpul menonton film porno, datang dua malaikat menumpahkan api dan air berbau busuk pada tubuhku, aku dibangunkan untuk itu sampai kau selesai berbuat itu"

Maka ia bangun dari tidurnya dan langsung menemui guru ayahnya ( Habib Abu Bakar Attas Al-Habsyi) dengan menangis seraya berkata "bagaimana aku menyelamatkan ayahku? Ayahku dalam siksa kubur"

Jawab Habib Attas Al Habsyi
"Dikamar biasa kau menonton film porno dan segala kehinaan itu, dikamar itu bacalah
maulid Shallallahu alaihi wa sallam, ajak teman-temanmu baca maulid ditempat itu"



Setelah baca maulid, anak itu bermimpikan hendak ziarah makam ayahnya, namun belum sampai dimakam ayahnya ia sudah mencium bau yang sangat harum dan ia berjumpa dengan ayahnya

Ayahnya berkata;
"Allah melimpahkan berkah padamu wahai anakku"

Ayahnya memakai jubah dari emas dan perak, dilehernya (kerah baju) bertuliskan
"MUHAMMAD RASULULLAH" "Ayah apa yang terjadi?" tanya anak itu "Saat kau baca maulid, aku dibangunkan, aku mengira aku akan disiksa lagi, namun kulihat kuburku meluas, kulihat iringan ribuan malaikat dengan membawa kereta kencana bertuliskan "MUHAMMAD RASULULLAH", dan keluarlah Rasulullah dari kereta itu dengan wajah yang terang benderang, maka ia memelukku dan memberikan jubahnya padaku"

Ayah tadi bertanya "Ya rasul kenapa ini?" Rasulullah menjawab "TIAP KALI RUMAHMU DIBACAKAN MAULID AKU AKAN DATANG MENEMANIMU"

Selasa, 03 Juli 2018

Hanya Mengharap Ridho Allah SWT



Abul Qasim Junaid bin Muhammad, seorang ulama sufi yang tinggal di Baghdad, karena itu lebih dikenal dengan nama Imam Junaid al Baghdadi, suatu ketika mengalami sakit mata yang cukup parah.

Suatu malam seorang dokter mata dipanggil & setelah melakukan pemeriksaan & pengobatan, sang dokter berkata, “Jika engkau ingin matamu selamat, jangan sampai kena air!!” Salah satu amalan istiqomah yang tidak pernah ditinggalkan Imam Junaid adalah shalat 2 rakaat sebelum tidur.

Baginya, ancaman kerusakan mata bila terkena air, tidaklah seberapa beratnya jika dibandingkan kehilangan 2 rakaatnya tersebut. Begitu dokter itu pergi, ia segera mengambil air untuk berwudhu & shalat 2 rakaat. Imam Junaid tidak memperdulikan lagi rasa sakit & resiko yang terjadi dengan matanya, yang terpenting ia tidak meninggalkan amalan istiqomahnya demi untuk memperoleh keridhoan Allah.

Setelah itu ia tidur, Menjelang waktu subuh, Imam Junaid bangun dari tidurnya, & ia keheranan karena rasa sakit di matanya telah hilang. Bahkan penglihatannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum sakit. Dalam keheranannya itu, tiba-tiba ia mendengar suara tanpa wujud (hatif), “Junaid telah berani mengorbankan matanya untuk ridho-Ku. Seandainya para ahli neraka jahanam (yakni orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah) meminta (ampunan) kepada-Ku dengan semangat yang dimiliki Junaid, pastilah Aku akan memenuhi permintaan mereka!!” Keesokan harinya, dokter mata itu datang lagi untuk memeriksa keadaan Imam Junaid & ia ter-heran-heran karena matanya telah sembuh total. Sang dokter berkata, “Apa yang telah engkau lakukan dengan matamu itu?” Aku berwudhu & shalat 2 rakaat!!” Kata Junaid. Dokter itu terkesima dengan jawaban Imam Junaid, berwudhu berarti terkena air, tetapi ternyata matanya malah sembuh.

Segera saja ia berkata, “Itu adalah obat dari Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan obat dari mahluk. Sesungguhnya akulah yang selama ini sakit mata (hati) & engkau, wahai Junaid sebagai dokter Kemudian dokter mata yang beragama Nashrani itu mengucap syahadat, menyatan masuk Islam dihadapan Junaid.

Mabuk Cinta Kepada Allah SWT



Nabi Isa Ruhullah 'Alaihissalam pernah berjumpa dengan seorang pemuda yang meminta doa kepada beliau agar di hatinya tertanam cinta kepada Allah meski seberat biji zarrah. Nabi Isa berkata; Engkau tidak akan kuat. Pemuda itu memohon lagi; Doakanlah separuh biji zarrah. Maka Nabi Isa mendoakannya.

Setelah lama berlalu, Nabi Isa bermaksud menemui pemuda tadi. Namun orang-orang berkata bahwa ia telah gila dan tinggal di puncak gunung. Ketika Nabi Isa menemuinya, Nabi Isa berkata; Aku adalah Isa. Namun pemuda tersebut tidak mengenal Nabi Isa bahkan tidak menjawab salamnya.

Allah kemudian berfirman; Wahai Isa, seseorang yang di dalam hatinya telah tertanam cinta kepada-Ku meski seberat separuh biji zarrah, takkan mungkin mendengar lagi manusia. Demi Keagungan dan Kebesaran-Ku, seandainya engkau potong tubuhnya dengan gergaji, maka ia takkan merasakannya saking nikmatnya merasan cinta kepada-Ku.

Kitab Mukasyafatul Qulub bab X hal. 81
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali



Foto : Habib Syeikhon bin Mustafa Al-Bahar (depan) dan Habib Abu Bakar bin Seggaf Assegaf. Keduanya termasuk Wali Jadzab yang sepanjang waktu dimabuk cinta kepada Allah, sehingga tak ada lagi tempat untuk manusia dan dunia di hatinya. Sedikit uraiain Habib Abu Bakar, beliau adalah putra Habib Seggaf yang juga seorang Jadzab dan senang bermain gambus, bahkan gitar gambus beliau sering memetikan senarnya sendiri. Habib Seggaf ini putra dari Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Quthub Akbar di wilayah timur pada masanya.

Bagi yang tidak memiliki wawasan tentang Kewalian, jangan sekali-kali mencibir keadaan mereka, karena hakikat para Wali Jadzab serendah-rendahnya hanya bisa ditakar dengan prasangka baik.

Senin, 28 Mei 2018

Ahli Alqur'an



orang yang ahli alquran adalah keluarga Allah,
amun sudah bekulawarga lawan Allah,kemana aja hidupnya akan nyaman,akan enak,tak akan kelaparan,
karena pada umumnya keluarga pasti memikirkan dgn keluarganya yg kesusahan,apalagi ni Allah yang jadi keluarganya,tuhan pemilik semesta alam,yang maha kaya,pasti lah orang ahli quran ni hidupnya hatinya lebih nyaman,lebih tenang,lebih tentram daripada orang terkaya didunia saat ini,
bahkan sampai hari kiamat nanti dalam sorga,orang ahli alquran ini dia menjadi perdana mentri,gubernur,bupati di setiap daerah daerah sorga,yang mana nanti dalam sorga itu yg menjadi raja sulthannya untuk ahli sorga adalah para nabi,
.
siapa orang ahli alquran itu?
kata imam almunawi dalam kitabnya faidhul qodir:
(ﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ) ﺃﻱ ﺣﻔﻈﺘﻪ اﻟﻤﻼﺯﻣﻮﻥ ﻟﺘﻼﻭﺗﻪ اﻟﻌﺎﻣﻠﻮﻥ ﺑﺄﺣﻜﺎﻣﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻗﻴﻞ ﺃﻫﻠﻪ ﻣﻦ ﺑﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺮاﺭﻩ ﻭﻣﻌﺎﻧﻴﻪ (ﻋﺮﻓﺎء ﺃﻫﻞ اﻟﺠﻨﺔ) ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺃﺋﻤﺔ ﻭﻋﺮﻓﺎء ﻓﺎﻷﺋﻤﺔ اﻷﻧﺒﻴﺎء ﻓﻬﻢ ﺇﻣﺎﻡ اﻟﻘﻮﻡ ﻭﻋﺮﻓﺎءﻫﻢ اﻟﻘﺮاء ﻭاﻟﻌﺮﻳﻒ ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﻳﺪ اﻹﻣﺎﻡ ﻓﻠﻪ ﺷﻌﺒﺔ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﺎﻟﻌﺮاﻓﺔ ﻫﻨﺎﻙ ﻟﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ اﻟﺬﻳﻦ ﻋﺮﻓﻮا ﺑﺘﻼﻭﺗﻪ ﻭﻋﻤﻠﻮا ﺑﻪ
.
yang namanya ahlul quran adalah: orangyang terus-menerus istiqamah membacanya (dengan baik dan benar meskipun tidak hafal)
dan faham dgn isinya serta mengamalkan hukum-hukumnya didunia,
ada pendapat lain mengatakan: orangyg ahli alquran adalah orangyang ahli tafsir yang dapat meneliti rahasia-rahasia makna setiap kalimat alquran bhkan huruf alquran




kata imam mubarakfuri dalam tuhfatul ahwadzi:
ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻭﺣﻔﻆ ﻭﻋﻠﻢ ﻭﻋﻤﻞ ﻭﻣﺮاﻋﺎﺓ ﺣﺪﻭﺩﻩ ﻭﺃﺣﻜﺎﻣﻪ
ahlul quran adalah: orangyang membaca alquran,dan menghapalnya,dan mempelajari isinya,dan mengamalkan isinya,selalu membacanya dan melaksanakan hukum-hukumnya,
.
kata imam mulla 'ali dalam syarah misykatul mashabih:
(ﻭﻋﻦ اﻟﻨﻮاﺱ) ﺑﻔﺘﺢ اﻟﻨﻮﻥ ﻭﺗﺸﺪﻳﺪ اﻟﻮاﻭ (ﺑﻦ ﺳﻤﻌﺎﻥ) ﺑﻜﺴﺮ اﻟﺴﻴﻦ ﻭﻓﺘﺤﻬﺎ (ﻳﺆﺗﻲ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ) ﺃﻱ ﻣﺘﺼﻮﺭا ﺃﻭ ﺑﺜﻮاﺑﻪ، ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻳﺄﺗﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ (ﻭﺃﻫﻠﻪ) ﻋﻄﻒ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺮﺁﻥ (اﻟﺬﻳﻦ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﻪ) ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻭﻟﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺷﻔﻴﻌﺎ ﻟﻬﻢ ﺑﻞ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺠﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ.
.
ahlul quran adalah: orang yang faham semua makna-makna alquran dan mengamalkan isinya,
dari ini: maka difahami lah bahwa orangyang membaca alquran saja,tapi (tidak faham dgn makna-maknanya,hukumnya,yg menjadikan dia) tidak bisa mengamalkan isinya,maka orang seperti bukanlah ahlul quran,dan alquran tidak bisa memberinya syafaat,bhkan alquran melaknatnya nanti di hari kiamat
.
wallahu a'lam

Cara Bayar Kifarat puasa Bagi Orang Yang Berhubungan Suami Istri Di siang Hari Bulan Ramadhan


kajian fikih puasa kitab almuhazzab abi ishaq as syairazi:
.
ﻓﺼﻞ: ﻭﺇﻥ ﺟﺎﻣﻊ ﻓﻲ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻟﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻛﻔﺎﺭﺓ

fashal berikutnya: (ini yang ditanyakan oleh banyak orang kemarin)
jika suami istri berjima di dua hari berbeda disiang ramadan,atau di beberapa hari berbeda,misalnya hari ke 5,ke 8,ke 12,

maka di setiap hari berbeda itu masing-masing punya pembayaran kifarat tersendiri,
(kalau dia melakukannya di dua hari,maka kifaratnya memerdekakan dua budak,atau puasa 60 hari berturut2 dikali dua jadinya 120 hari,atau memberi makan sebanyak 120 mud,jika 3 hari berbeda maka dikali 3 lg,jika 4 hari,maka dikali 4 dan seterusnya)
.
ﻷﻥ ﺻﻮﻡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﻨﻔﺮﺩﺓ ﻓﻠﻢ ﺗﺘﺪاﺧﻞ ﻛﻔﺎﺭاﺗﻬﺎ ﻛﺎﻟﻌﻤﺮﺗﻴﻦ ﻭﺇﻥ ﺟﺎﻣﻊ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﻟﻢ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻟﻠﺜﺎﻧﻲ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻷﻥ اﻟﺠﻤﺎﻉ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻟﻢ ﻳﺼﺎﺩﻑ ﺻﻮﻣﺎ

karena disetiap masing-masing hari puasa yang dilalui adalah ibadah yang tersendiri,tidak saling menyatu,maka kifaratnya pun masing-masing juga,tidak bisa dimasukkan 1 sama lainnya,seperti dua umrah,

jika suami istri berjima pada 1 hari ramadan dua kali,maka jima yang kedua tidak di kenakan kifarat,karena jima yang kedua sudah tidak sedang puasa lagi,
begitu juga kalau 3x 4x 5x jima dalam 1 hari puasa.
.
karena fashal di episode 28 ini sangat panjang,dan para pembaca diberanda kebanyakannya tidak suka yg panjang2,maka untuk sambungan episode 28 yg lengkapnya,akan di posting di group khusus,

oleh ustad : Awi Mahmud
sumber : https://www.facebook.com/awi.alminhaji/posts/399563500524452

5 Amalan DI Bulan Ramadhan



Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan. Sampai-sampai dikatakan oleh para ulama, kalau tidak di bulan Ramadhan mendapatkan ampunan lantas di bulan mana lagi?

Berikut disebutkan beberapa amalan yang bisa melebur dosa di bulan Ramadhan.

1- Shalat lima waktu, bertemu dengan hari Jumat dan bertemu dengan Ramadhan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

2- Amalan puasa Ramadhan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari no. 3586 dan Muslim no. 144)

3- Qiyam Ramadhan (shalat Tarawih)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

4- Menghidupkan shalat malam pada Lailatul Qadar
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menerangkan bahwa pengampunan dosa pada lailatul qadar adalah apabila seseorang mendapatkan malam tersebut, sedangkan pengampunan dosa pada puasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) adalah apabila bulan Ramadhan telah usai. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 365-366)



5- Zakat fitrah
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Zakat fitrah di penghujung Ramadhan, itu juga adalah sebab mendapatkan ampunan Allah. Karena zakat fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia. Ulama-ulama terdahulu mengatakan bahwa zakat fitrah adalah bagaikan sujud sahwi (sujud yang dilakukan ketika lupa, pen.) dalam shalat, yaitu untuk menutupi kekurangan yang ada. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 377)

Kalau banyak ampunan seperti itu di bulan Ramadhan, seharusnya setiap yang keluar dari bulan Ramadhan keadaannya sebagaimana disebutkan oleh Muwarriq Al-‘Ijliy,

يَرْجِعُ هَذَا اليَوْمَ قَوْمٌ كَمَا وَلدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ

“Hari ini kembali suatu kaum sebagaimana mereka baru dilahirkan oleh ibu-ibu mereka.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 366). Artinya, mereka kembali bersih dari dosa.

Sungguh sangat disayangkan jika keluar dari bulan Ramadhan tidak membawa ampunan apa-apa.

Qatadah rahimahullah mengatakan,

مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ

“Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 371)

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan,

فَلَمَّا كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ

“Tatkala semakin banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah bernasib buruk.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 371)

Semoga bermanfaat sebelum mengawali bulan Ramadhan.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.



Selesai disusun @ Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul, menjelang Isya, 26 Sya’ban 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : https://rumaysho.com/11211-5-amalan-pelebur-dosa-di-bulan-ramadhan.html

Jumat, 18 Mei 2018

Hukum Orang Membayar fidyah dikerenakan tidak puasa



ada dalam kitab almajmu syarah almuhazzab oleh imam nawawi,
patut disampaikan untuk umum ini,
penggalan dari episode 24 fiqh almuhazzab matan almajmu,
.
ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺇﺫا ﺃﻓﻄﺮ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ اﻟﺠﻤﺎﻉ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﺬﺭ ﻋﺎﻣﺪا ﻣﺨﺘﺎﺭا ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺑﺎﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﺑﺄﻥ ﺃﻛﻞ ﺃﻭ ﺷﺮﺏ ﺃﻭ اﺳﺘﻌﻂ ﺃﻭ ﺑﺎﺷﺮ ﻓﻴﻤﺎ ﺩﻭﻥ اﻟﻔﺮﺝ ﻓﺄﻧزﻝ ﺃﻭ اﺳﺘﻤﻨﻰ ﻓﺄﻧﺰﻝ ﺃﺛﻢ ﻭﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻘﻀﺎء ﻭاﻣﺴﺎﻙ ﺑﻘﻴﺔ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ اﻟﻜﻔﺎﺭﺓ اﻟﻌﻈﻤﻰ ﻭﻫﻲ ﻋﺘﻖ ﺭﻗﺒﺔ
.
berkata para ashabul wujuh : jika orangyang puasa membatalkan puasanya disiang ramadan dengan pembatalan yang bukan jima,
dan tanpa ada ke'uzuran apapun,dia bersengaja,tanpa ada paksaan,dia tau hukumnya haram kalau dia batalkan puasanya tanpa uzur,
misalnya dia makan,minum,begurah lewat hidung,main-main sama istri pada area bukan kemaluan lalu keluar mani,atau mengocok lalu keluar mani,maka dia berdosa,
dan wajib atasnya mengqodla,dan dia wajib tetap imsak (berpuasa) disisa waktu hari itu sampai magrib,dan dia tidak terkena kewajiban kifarat besar,yaitu memerdekakan budak,puasa 2 bulan berturut-turut dan memberi makan 60 fakir miskin,

ﻭﻫﻞ ﺗﻠﺰﻣﻪ اﻟﻔﺪﻳﺔ ﻭﻫﻲ ﻣﺪ ﻣﻦ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﻃﺮﻳﻘﺎﻥ
apakah orang yang batal puasa tanpa uzur ini dikenakan wajib bayar fidyah? yaitu 1 mud dari makanan pokok yang diserahkan kpd orang fakir miskin? pada menjawab ini ada dua thoriq
(thoriq ini kalau gak salah ya,karena kitabnya ada dirumah saya dipingaran,sdangkan saya ada dibrunai, jadi thoriq ini maksudnya adalah perbadaan pendapat yang timbul dari para ashab syafi'i generasi kedua dst.. dalam periwayatan pendapat imam syafi'i dan ashab generasi pertama,tentang yang mana yg dikukuhkan dan kuat,yang mana yg gak)



(ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﻭﺑﻪ ﻗﻄﻊ اﻟﻌﺮاﻗﻴﻮﻥ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ اﻟﻤﺼﻨﻒ
pendapat ter-ashoh: dan pendapat ini disepakati fuqaha iraqi: tidak wajib bayar fidyah,

(ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﺣﻜﺎﻩ اﻟﺨﺮاﺳﺎﻧﻴﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻭﺟﻬﺎﻥ (ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﻋﻨﺪ ﺟﻤﻬﻮﺭﻫﻢ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ
pendapat kedua: meriwayatkan fuqaha khurasan bahwa pada hal ini ada dua versi ashab,
pendapat terkuat disisi mayoritas ashab: tidak wajib fidyah,
.
(ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻷﻧﻬﺎ ﺇﺫا ﻟﺰﻣﺖ اﻟﻤﺮﺿﻊ ﻭاﻟﺤﺎﻣﻞ ﻭﻫﻤﺎ ﻣﻌﺬﻭﺭﺗﺎﻥ ﻓﻬﺬا ﺃﻭﻟﻰ ﻭﻫﺬا اﻟﻮﺟﻪ ﺣﻜﺎﻩ اﻟﺒﻨﺪﻧﻴﺠﻰ ﻋﻦ ﺃﺑﻰ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮيرة
.
pendapat kedua: wajib fidyah,
karena orang hamil dan menyusui aja dikenakan wajib fidyah (bila takut bayinya kenapa2) dan keduanya ini sedang uzur,maka lebih aula lagi orang yang tanpa uzur apa2 membatalkan puasanya,
pendapat ini diriwayatkan oleh imam bandaniji dari abu ali bin abu hurairah
(dan untuk zaman sekarang saya awi mahmud memilih pendapat ini,karena zaman skrg puasa ramadan sdh mulai dianggap remeh oleh orang-orang yang pemahaman agamanya minim,sehingga terang2n makan minum merokok ditengah umum)
.
ﺫﻛﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ اﻟﺨﺮاﺳﺎﻧﻴﻮﻥ
* ﻗﺎﻟﻮا ﻟﻮ ﺭﺃﻯ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﺸﺮﻓﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻐﺮﻕ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﻤﻜﻨﻪ ﺗﺨﻠﻴﺼﻪ اﻻ ﺑﺎﻟﻔﻈﺮ ﻟﻴﺘﻘﻮﻯ ﻓﺄﻓﻄﺮ ﻟﺬﻟﻚ ﺟﺎﺯ ﺑﻞ ﻫﻮ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻳﻠﺰﻣﻪ اﻟﻘﻀﺎء
telah berfatwa ashabus syafi'i dari khurasan:
jika orang yg puasa ramadan melihat seseorang yang sedang dalam musibah misalnya tenggelam disungai dan semisalnya (ukurannya disini adalah orang yg tenggelam ini pantas diselamatkan,dan juga dalam hal ini tidak terbatas hanya pada manusia saja,binatang pun kalau dia pantas diselamatkan,maka wajib jg menyelamatkannya) dan tidak mungkin bisa menyelamatkannya kecuali dengan membatalkan puasanya agar kuat berenang,lalu iya berbuka disiang hari karena untuk penyelamatan itu,maka boleh membatalkan puasanya,bahkan wajib atasnya bebatal itu,dan wajib pula mengqodla,
.
ﻭﻓﻲ اﻟﻔﺪﻳﺔ ﻭﺟﻬﺎﻥ ﻣﺸﻬﻮﺭاﻥ (ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﺑﺎﺗﻔﺎﻗﻬﻢ ﻟﺰﻭﻣﻬﺎ ﻛﺎﻟﻤﺮﺿﻊ (ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻛﺎﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻭاﻟﻤﺮﻳﺾ ﻭاﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ
.
pada membayar fidyah,ada dua versi ashab yang masyhur,
pendapat terkuat yang dikonsensus para ashab adalah wajib bayar fidyah seperti kasus ibu menyusui,(dan pendapat inilah yang difatwakan imam algozali),karena dia membatalkan puasanya demi keselamatan orang lain yg ditolongnya itu,seperti halnya ibu menyusui membatalkan puasanya demi anaknya,(tdk ada unsur embel-embel demi dirinya,aplg demi nangka dan demi tiwadak)
pendapat kedua: tidak wajib,disamakan dgn kasus orang musafir dan sakit (pendapat ini lemah,tdk mu'tamad) tdk layak dikunsomsi umum,

oleh Ustad Awi Mahmud

sumber : https://www.facebook.com/ala.haal/posts/2389682754390694

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul