Jumat, 18 Mei 2018

Hukum Orang Membayar fidyah dikerenakan tidak puasa



ada dalam kitab almajmu syarah almuhazzab oleh imam nawawi,
patut disampaikan untuk umum ini,
penggalan dari episode 24 fiqh almuhazzab matan almajmu,
.
ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺇﺫا ﺃﻓﻄﺮ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ اﻟﺠﻤﺎﻉ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﺬﺭ ﻋﺎﻣﺪا ﻣﺨﺘﺎﺭا ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺑﺎﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﺑﺄﻥ ﺃﻛﻞ ﺃﻭ ﺷﺮﺏ ﺃﻭ اﺳﺘﻌﻂ ﺃﻭ ﺑﺎﺷﺮ ﻓﻴﻤﺎ ﺩﻭﻥ اﻟﻔﺮﺝ ﻓﺄﻧزﻝ ﺃﻭ اﺳﺘﻤﻨﻰ ﻓﺄﻧﺰﻝ ﺃﺛﻢ ﻭﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻘﻀﺎء ﻭاﻣﺴﺎﻙ ﺑﻘﻴﺔ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ اﻟﻜﻔﺎﺭﺓ اﻟﻌﻈﻤﻰ ﻭﻫﻲ ﻋﺘﻖ ﺭﻗﺒﺔ
.
berkata para ashabul wujuh : jika orangyang puasa membatalkan puasanya disiang ramadan dengan pembatalan yang bukan jima,
dan tanpa ada ke'uzuran apapun,dia bersengaja,tanpa ada paksaan,dia tau hukumnya haram kalau dia batalkan puasanya tanpa uzur,
misalnya dia makan,minum,begurah lewat hidung,main-main sama istri pada area bukan kemaluan lalu keluar mani,atau mengocok lalu keluar mani,maka dia berdosa,
dan wajib atasnya mengqodla,dan dia wajib tetap imsak (berpuasa) disisa waktu hari itu sampai magrib,dan dia tidak terkena kewajiban kifarat besar,yaitu memerdekakan budak,puasa 2 bulan berturut-turut dan memberi makan 60 fakir miskin,

ﻭﻫﻞ ﺗﻠﺰﻣﻪ اﻟﻔﺪﻳﺔ ﻭﻫﻲ ﻣﺪ ﻣﻦ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﻃﺮﻳﻘﺎﻥ
apakah orang yang batal puasa tanpa uzur ini dikenakan wajib bayar fidyah? yaitu 1 mud dari makanan pokok yang diserahkan kpd orang fakir miskin? pada menjawab ini ada dua thoriq
(thoriq ini kalau gak salah ya,karena kitabnya ada dirumah saya dipingaran,sdangkan saya ada dibrunai, jadi thoriq ini maksudnya adalah perbadaan pendapat yang timbul dari para ashab syafi'i generasi kedua dst.. dalam periwayatan pendapat imam syafi'i dan ashab generasi pertama,tentang yang mana yg dikukuhkan dan kuat,yang mana yg gak)



(ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﻭﺑﻪ ﻗﻄﻊ اﻟﻌﺮاﻗﻴﻮﻥ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ اﻟﻤﺼﻨﻒ
pendapat ter-ashoh: dan pendapat ini disepakati fuqaha iraqi: tidak wajib bayar fidyah,

(ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﺣﻜﺎﻩ اﻟﺨﺮاﺳﺎﻧﻴﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻭﺟﻬﺎﻥ (ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﻋﻨﺪ ﺟﻤﻬﻮﺭﻫﻢ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ
pendapat kedua: meriwayatkan fuqaha khurasan bahwa pada hal ini ada dua versi ashab,
pendapat terkuat disisi mayoritas ashab: tidak wajib fidyah,
.
(ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻷﻧﻬﺎ ﺇﺫا ﻟﺰﻣﺖ اﻟﻤﺮﺿﻊ ﻭاﻟﺤﺎﻣﻞ ﻭﻫﻤﺎ ﻣﻌﺬﻭﺭﺗﺎﻥ ﻓﻬﺬا ﺃﻭﻟﻰ ﻭﻫﺬا اﻟﻮﺟﻪ ﺣﻜﺎﻩ اﻟﺒﻨﺪﻧﻴﺠﻰ ﻋﻦ ﺃﺑﻰ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮيرة
.
pendapat kedua: wajib fidyah,
karena orang hamil dan menyusui aja dikenakan wajib fidyah (bila takut bayinya kenapa2) dan keduanya ini sedang uzur,maka lebih aula lagi orang yang tanpa uzur apa2 membatalkan puasanya,
pendapat ini diriwayatkan oleh imam bandaniji dari abu ali bin abu hurairah
(dan untuk zaman sekarang saya awi mahmud memilih pendapat ini,karena zaman skrg puasa ramadan sdh mulai dianggap remeh oleh orang-orang yang pemahaman agamanya minim,sehingga terang2n makan minum merokok ditengah umum)
.
ﺫﻛﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ اﻟﺨﺮاﺳﺎﻧﻴﻮﻥ
* ﻗﺎﻟﻮا ﻟﻮ ﺭﺃﻯ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﺸﺮﻓﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻐﺮﻕ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﻤﻜﻨﻪ ﺗﺨﻠﻴﺼﻪ اﻻ ﺑﺎﻟﻔﻈﺮ ﻟﻴﺘﻘﻮﻯ ﻓﺄﻓﻄﺮ ﻟﺬﻟﻚ ﺟﺎﺯ ﺑﻞ ﻫﻮ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻳﻠﺰﻣﻪ اﻟﻘﻀﺎء
telah berfatwa ashabus syafi'i dari khurasan:
jika orang yg puasa ramadan melihat seseorang yang sedang dalam musibah misalnya tenggelam disungai dan semisalnya (ukurannya disini adalah orang yg tenggelam ini pantas diselamatkan,dan juga dalam hal ini tidak terbatas hanya pada manusia saja,binatang pun kalau dia pantas diselamatkan,maka wajib jg menyelamatkannya) dan tidak mungkin bisa menyelamatkannya kecuali dengan membatalkan puasanya agar kuat berenang,lalu iya berbuka disiang hari karena untuk penyelamatan itu,maka boleh membatalkan puasanya,bahkan wajib atasnya bebatal itu,dan wajib pula mengqodla,
.
ﻭﻓﻲ اﻟﻔﺪﻳﺔ ﻭﺟﻬﺎﻥ ﻣﺸﻬﻮﺭاﻥ (ﺃﺻﺤﻬﻤﺎ) ﺑﺎﺗﻔﺎﻗﻬﻢ ﻟﺰﻭﻣﻬﺎ ﻛﺎﻟﻤﺮﺿﻊ (ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ) ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻛﺎﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻭاﻟﻤﺮﻳﺾ ﻭاﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ
.
pada membayar fidyah,ada dua versi ashab yang masyhur,
pendapat terkuat yang dikonsensus para ashab adalah wajib bayar fidyah seperti kasus ibu menyusui,(dan pendapat inilah yang difatwakan imam algozali),karena dia membatalkan puasanya demi keselamatan orang lain yg ditolongnya itu,seperti halnya ibu menyusui membatalkan puasanya demi anaknya,(tdk ada unsur embel-embel demi dirinya,aplg demi nangka dan demi tiwadak)
pendapat kedua: tidak wajib,disamakan dgn kasus orang musafir dan sakit (pendapat ini lemah,tdk mu'tamad) tdk layak dikunsomsi umum,

oleh Ustad Awi Mahmud

sumber : https://www.facebook.com/ala.haal/posts/2389682754390694

Rabu, 16 Mei 2018

Pengertian Haibah Dan Uns



Rasa takut disertai rasa hormat luar biasa (haibah) dan sukacita jiwa (uns) merupakan tahap dari derajat-derajat dalam al-qabdh dan al-basth. Kalau qabdh berada di atas tingkatan khauf, dan basth di atas tingkatan raja’, maka haibah lebih tinggi dariapda qabdh, kemudian uns lebih sempurna daripada basth. (Maksudnya, Uns lebih tinggi tahapannya. Sebab haibah muncul dari Qabdh, yang bermula dari Khauf. Sedang Uns muncul dari Raja’. Karena orang yang takut kepada Allah SWT, melihat kekurangan dirinya di hadapan Allah, hatinya akan terganggu oleh-Nya, dan yang tersisa hanyalah sibuk dengan Allah, sehingga muncullah Haibah. Siapa yang wushul-nya terus menerus, hatinya akan lapang dan mendapatkan uns).

Hak haibah adalah kegaiban. Setiap pelaku haibah senantiasa lebur dalam kegaiban. Orang-orang yang berada dalam gaib frekuensinya berbeda dalam haibah menurut penjelasan mereka dalam kegaiban.



Sedangkan hak uns adalah pencerahan dalam kebenaran. Orang yang melakukan uns, berarti cerah jiwanya. Kemudian frekuensinya berbeda menurut penjelasannya dalam bagian “minuman jiwa”.

Mereka berkata : “Tempat terendah dalam al-uns adalah jika seseorang dilempar ke dalam neraka Jahanam, sama sekali sukacitanya tidak terpengaruh .”

Al-Junayd berkata : “Aku mendengar batinku berkata : “Seorang hamba bisa sampai pada suatu batas seandainya wajahnya tertebas pedang, sama sekali tidak merasakannya.”  Sedangkan dalam hatiku ada sesuatu, hingga tampak jelas bahwa persoalannya sampai sedemikian itu.”

Diriwayatkan dari Ahmad bin Maqatil al-Ikky, ia berkata :
“Aku memasuki tempat asy-Syibly, sedangkan beliau tengah mencabut helai bulu alisnya dengan sebuah penjepit. Aku katakan kepadanya; “Wahai tuanku, Anda berbuat demikian pada diri sendiri, sementara rasa pedihnya kembali pada hatiku.’

Ia menjawab : “Celaka Anda! Hakikat itu tampak padaku, dan aku tidak kuat memikulnya. Maka
beginilah, aku memasuki kepedihan atas diriku, siapa tahu aku merasakannya, lalu tertutup dariku. Aku tak menemukan kepedihan itu. Dan tidak tertutup dariku,
sedangkan kepedihan itu membuatku tidak
tahan.”

Hadits Bab Ilmu Dari Kitab Thariqah Alawiyah



1. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dunia itu terlaknat. Terlaknat segala yang berada di dalamnya, kecuali berzikir kepada Allah dan yang terkait dengannya, orang alim, serta orang yang mempelajari ilmu.” (Di-Takhrij-kan oleh At-Tirmidzi (2322) dan Ibnu Majah (4112) dari hadits Abu Hurairah ra. At-Tirmidzi mengatakan , ‘Hadits ini Hasan gharib.’)

2. Mu’awiyah mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan maka dia dijadikan-Nya paham tentang agama.’” (Di-Takhrij-kan oleh Al-Bukhari (71), Muslim (1037), dan lain-lain.)

3. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang lebih utama untuk digunakan dalam beribadah daripada memahami agama.” (Di-Takhrij-kan oleh Al-Baihaqi dalam syu’ab al-iman (1583) dengan sanad dhaif dan beliau mengatakan, “Pendapat yang lebih terjaga mengatakan bahwa ucapan ini berasal dari perkataan Az-Zuhri yang berasal dari Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 3:365)

4. Rasulullah SAW bersabda: “Satu orang faqih lebih ditakuti oleh setan daripada seribu orang abid (Ahli ibadah). (Di-Takhrij-kan oleh At-Tirmidzi (2681), Ibnu Majah (222), dan lain-lain dari hadits Ibnu ‘Abbas.)

5. Abu Darda mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda ‘Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat menghamparkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu karena senang dengan yang dilakukannya. Dan sesungguhnya mahluk yang berada di langit dan di bumi, bahkan sampai ikan-ikan di air, memintakan ampun bagi seorang alim. Dan keutamaan seorang alim di banding seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan planet-planet lain. Dan sesungguhnya para ulama pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, melainkan hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti dia telah mengambil keuntungan yang besar.” (Di-Takhrij-kan oleh Abu Daud (3641), at-Tirdmidzi, Ibnu Majah (223), semuanya dari hadits Abu ad-Darda. Bagian awal dari hadits ini di-Takhrij-kan oleh Muslim (2699) dari hadits Abu Hurairah.)



6. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Para ulama adalah warisan para Nabi. Mereka dicintai mahkhluk yang berada di langit dan dimintakan ampunan oleh ikan-ikan di laut sampai hari kiamat.” (Di-Takhrij-kan oleh Abu Nu’aim, ad-Dailami, Ibn an-Najjar, dan lain-lain. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini memiliki beberapa jalur dan bukti yang dapat diketahui dengannya baha hadits ini ada asalnya. Demikian keterangan dalam al-Faidh al-Qadir karya al-Manawi 4:385.)

7. Dari Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pelajarilah ilmu karena mempelajarinya karena Allah dapat menimbulkan ketundukan, mencarinya adalah ibadah, mengulang-ulangnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, pengorbanan untuk ahlinya merupakan pendekatan kepada Allah, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah. Karena ilmu merupakan rambu-rambu halal dan haram, penerang jalan para ahli surga, penghibur dalam kemurungan, sahabat dalam keterasingan, teman bicara daam kesendirian, petunjuk dalam kelapangan dan kesempitan, senjata menghadapi lawan, dan kebaikan di sisi sahabat. Dengannya Allah mengangkat derajat beberapa kaum, sehingga menjadikan mereka para pemimpin dalam kebaikan dan imam-imam yang diikuti jejaknya, diteladani perbuatannya, dan dijadikan rujukan pendapatnya. Para malaikat ingin bersahabat dengan mereka. Setiap yang basah dan yang kering, ikan dan hewan-hewan kecil (plankton) di laut, serta binatang buas dan hewan-hewan ternak di darat memintakan ampun bagi mereka. Karena ilmu merupakan kehidupan bagi hati dari kejahilan dan pelita bagi pandangan dalam kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan orang-orang baik dan derajat yang sangat tinggi di dunia dan akhirat. Memikirkan ilmu setara dengan puasa, mengajinya seimbang dengan bangun malam. Dengannya terjalin silaturahmi, dan dengannya pula diketahui yang halal dari yang haram. Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal mengikutinya. Orang-orang bahagia (su’ada) diilhami dengannya, sedangkan orang-orang celaka diharamkan atasnya.” (Di-Takhrij-kan oleh Ibnu Abdil-Barr dalam Jami’ Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih (1:54) dan beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan tetapi tidak memiliki sanad yang kuat. Hadits ini juga diriwayatkan dari banyak jalur yang mauquf. Di-Takhrij-kan sebagai hadits yang mauquf pada Mu’adz oleh Abu Nu’aim juga dalam Hilyah al-Awliya 1:239.)

8. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang baik di masa jahiliyah adalah orang yang baik di masa Islam bila mereka memiliki pemahaman.” (Di-Takhrij-kan oleh al-Bukhari (3353), Muslim (2378), dan sebagainya)

9. Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang memberikan syafaat di hari Kiamat, yaitu para Nabi, kemudian para ulama, kemudian para syuhada.” (Di-Takhrij-kan oleh Ibnu Majah)

Kalam Habib Umar bin Hafidz



قال الحبيب عمر بن حفيظ :
Habib Umar bin Hafidz berkata:

١- أعلى معاني الحياة لم توهٓب لأحد من الخلق كما وُهِبت للنبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم ، ولا يزال يرتقي فيها عليه الصلاة والسلام.
1. Paling tingginya makna-makna kehidupan tidaklah diberikan pada seseorang dari makhluk sebagaimana diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sampai sekarang ini terangkat didalam makna-makna hidupnya beliau, atasnya sholawat dan salam.

وحياته في البرزخ لا تماثلها حياة
Dan kehidupan beliau di barzakh yang tidak ada kehidupan (apapun) yang menyamainya

٢- من الخطأ حصر المحبة في الاتباع فقط، بل هي أيضا شوق ووجدان وذوق يأخذ الشعور والأحاسيس كلها
2. Dari bentuk kesalahan pembatasan arti kecintaan didalam pengikutan saja. Tetapi yang namanya kecintaan juga adalah kerinduan dan kekuatan bathin dan rasa yang mengambil seluruh perasaan secara keseluruhan.



٣- من المهم الاعتناء بدوام الحضور مع الله، ويثمر ضبط الأحوال والأقوال والأفعال، وتحري طلب رضوان الله عز وجل
3. Dari sesuatu yang penting, perhatian dengan terus menerus perasaan hadir bersama ALLAH dan membuahkan penstabilan keadaan-keadaan, ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan (perhatian) didalam pencarian keridhoan ALLAH yang maha mulia dan maha agung.

٤- أساس التصوف قائم على العلم والعمل والاتباع والذوق، وصفاء القلب عما سوى الله
4. Asas tasawwuf pelaksanaan atas ilmu, amal, pengikutan, perasaan, dan suci hati dari apa-apa selain ALLAH.

مع خشية وورع وإخلاص العمل لوجه الله الكريم
Bersama perasaan takut, penjagaan diri, dan ikhlas amal perbuatan karena Dzat-Nya ALLAH yang maha mulia.

٥- من تواضع لله رفعه الله، ومن رأى لنفسه قدراً فلا قدر له
5. Barangsiapa yang merendahkan diri karena ALLAH, maka ALLAH akan mengangkat (derajat)nya. Dan barangsiapa yang melihat kepada dirinya memiliki kemuliaan, maka (hakekatnya) tidak ada kemuliaan untuknya.

Jumat, 04 Mei 2018

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Di Hadapan Ibunya



Salah satu yang membuat al-Habib Ali menjadi besar maqom beliau
adalah kuatnya kebaktian Serta hormat beliau kepada sang ibu,
bahkan beliau tidak meresa memiliki harta ataupun barang yang berharga
selagi ibu beliau masih hidup padahal al-Habib Ali memiliki harta
yang barokah dan melimpah, semua yang beliau miliki di manfaatkan
untuk membuat sang ibu ridha dan gembira

‎قال الحبيب علي الحبشي : ما أحسب انا معي شيئ او أملك شيئ وأمي في قيد الحياه فما املك كله حقها

Al-Habib Ali al-Habsyi berkata: "Aku tidak merasa memiliki sesuatu atau merasa mempunyai hak atas diriku selagi ibu masih hidup, karena yang aku miliki semuanya adalah milik ibuku."

Sebuah pelajaran yang berharga,
di zaman ini banyak anak-anak yang sangat pelit terhadap orang tuanya dan merasa berat jika ingin memberikan sebagian uangnya atau sesuatu,
tapi jika ia memberi teman dekat atau istrinya ia tanpa perhitungan.

Ketahuilah bahwa apa yang kita berikan kepada orang tua adalah hutang
yang akan Allah Ta'ala bayar berlipat ganda apalagi
ketika orang tua kita telah tiada..

Bahkan Allah Ta'ala akan mempersiapkan anak-anak kita yang
akan berbakti pada kita



Berbakti itu adalah laksana hutang, sebagai mana engkau mengutangi maka dengan hal itu engkau akan di bayar.

Jika memberi hutang kebaikan maka akan di bayar kebaikan yang lebih.
Jika kau meberikan kejelekan pada orang tua maka hutang kejelekan dan
rasa pelit itu akan di bayarkan padamu oleh anak-anakmu.

Apakah kita tidak takut di masa kita tua & lemah serta tidak mampu
melakukan apa apa,
kemudian datang anak anak kita dengan sifat yang jelek
dan mencemoohkan kita,
tidak mau meleyani kita,
tidak mau memberikan sedikit uang nya pada kita yang lemah dan
sangat perlu bantuan, atau
tidak kah kita takut jika anak anak kita memberi kita uang yang sangat sedikit dengan lisan yang selalu mencelah kita dan mengatakan kepada kita.

Yakinlah. Kebahagian anda dunia akherat atas kadar memasrahkannya
semua yang kita miliki pada orang tua maka atas kadar itu juga
derajat kita di sisi Allah Ta'ala.

Al-Habib Ali al-Habsyi memasrahkan jiwa dan raganya untuk sang ibu,
beliau berkata : "Jika ibuku membawaku kepasar dan berkata ini adalah budak ku dan aku akan menjualnya.. maka aku ( kata habib Ali ) tidak akan memungkiri di depan orang kalau aku adalah budaknya.."

Jumat, 06 April 2018

Pengalaman Seorang Santri Dengan abah Guru Sekumpul Sewaktu Mondok Di Darussalam Martapura




Oh ya, ada satu yang mengganjal dalam fikiran saya.
Saat nyantri di Darussalam, Abah Guru Sekumpul sudah jarang aktif ngajar di Pesantren,
beliau lebih fokus di Majelis.
Angkatan sebelum saya, tidak ada satu hari pun Abah Guru Sekumpul masuk mengajar.
Padahal, kepingin sekali saya merasakan bagaimana rasanya belajar dengan Abah Guru di Darussalam.
Apakah cara mengajar dan bahasa yang disampaikan sama dengan di Majelis atau berbeda..??

Waktu berlalu, saya pun duduk di kelas III Ulya (Tingkat Atas),
kelas terakhir di Darussalam. Di kelas III Ulya, saya ditempatkan di lokal B.
Guru-guru yang mengajar di tingkat ini adalah para kyai senior,
di antaranya Syaikh Muhammad Rosyad
(mufassir... masih ingat dibenak saat test baca tafsir Marah al-Labid
karya Syaikh Nawawi Banten beliau bilang “Ikam bagus baca kitab”.
Narsis banget ya... hehe yg jelas saya berusaha jujur)
dan Syaikh Muhammad Syukeri Unus
(Ahli Ilmu Alat dan Tashawwuf, pengasuh Majelis Ta’lim Sabilul Anwar).
Nah, sebagai pengajar akhlak (kitab Minhajul Abidin Imam al-Ghazali)
di kelas III Ulya dijadwalkan Abah Guru Sekumpul.

Apakah tahun ini Abah Guru yang jadwalnya begitu padat
dan terkadang sakit punya waktu untuk mengajar di Darussalam,
sedangkan angkatan sebelumnya beliau tidak ada satu hari pun masuk..?
Wallahu A’lam, kami hanya bisa berharap dan berdo’a.
Lagipula Abah Guru tidak terikat dengan Darussalam,
beliau tidak mau menerima gaji dari Darussalam.
Belum lagi kalau mengingat jadwal yang ditetapkan untuk Abah Guru adalah hari Rabu jam terakhir.
Artinya setelah selesai di Darussalam beliau mesti bersiap untuk memimpin
Sholat Zhuhur, kemudian memberi pengajian di Majelis ar-Raudhah dan
malamnya Ba’da Maghrib memimpin Majelis Menaqib dan Tarekat.
Kapan beliau istirahat..?



Allah Maha Tahu apa yang ada dibenak kami
dan inilah Keajaiban Sekumpul lagi-lagi saya rasakan.
Hari Rabu pertama di tahun ajaran waktu itu, kami harap-harap cemas.
Lonceng tanda jam pelajaran sudah berbunyi.
Sebagian kawan-kawan yang merasa tidak mungkin Abah Guru punya waktu untuk mengajar di Darussalam
(sebagaimana angkatan sebelum kami) memilih untuk tidak masuk kelas,
karena ditahun-tahun sebelumnya tidak ada kyai yang berani menggantikan
posisi (mewakili) Abah Guru dalam mengajar akhlak.
Tidak berapa lama, ada becak berhenti di depan Darussalam
dan seorang laki-laki dengan baju koko dan sarung plus peci putih turun dari becak.
Apakah itu Abah Guru Sekumpul..?? Memang mirip...
Namun, meragukan. Karena biasanya dalam majelis ta’lim beliau mengenakan gamis dan jubah,
juga serban melilit di kepala. Pula jarak antara rumah beliau di Komplek ar-Raudhah
dengan Darussalam lumayan jauh. Kalau memang itu Abah Guru Sekumpul,
kenapa tidak menggunakan Mercedes Benz keluaran terbaru yang ada di garasi beliau..?
Hai... Ternyata beliau memang benar Abah Guru Sekumpul, dengan tampilan yang sederhana.
Kebahagiaan yang tidak terperi menyelimuti hati kami.
Kami punya kesempatan belajar di kelas, yang tentu suasananya berbeda dengan di majelis.

Apakah ini sebuah keajaiban..?? Entah menurut anda,
menurut saya sih iya dan ini tidak perlu kita persoalkan.

Kenapa Abah Guru naik becak..??
entahlah, mungkin beliau lama ga naik becak.. hehhe.. untuk menghemat bensin..??
Ga juga, karena abang penarik becak menurut kabar
yang saya dengar waktu itu beliau kasih Rp.50.000,-
(pecahan terbesar waktu itu dan nilainya sangat besar.
Ingat, kejadian ini sebelum krismon, dimana nilai USD hanya sekitar RP.2.500,-).
Apa Mungkin beliau bermaksud menjaga hati kami,
yang sebagai santri dan belum memiliki penghasilan
tentu akan terbelalak bahkan mungkin menetes air liur melihat Baby Benz,
karena jangankan untuk beli, mengkhayalkan numpang saja ga berani.
Entahlah.. Hanya beliau yang tahu.

Yang jelas, beliau mampu menciptakan kharisma diri dan menebarkan kesejukan bagi kami.
Bandingkan dengan para pejabat atau wakil rakyat
(entah rakyat mana yang diwakilinya)
yang dengan seenaknya menggunakan mobil mewah (parahnya lagi, mobil dinas)
dan dengan pongahnya melewati kerumunan rakyat jelata.
Wajar (menurut saya) bila Abah Guru sukses membuat manusia lain mencintainya
dan para pejabat atau wakil rakyat tersebut sukses membuat manusia muak.
Apakah ini karomah..?? Entahlah.

Sumber :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1188540721230684&set=t.100005668984538&type=3&theater

Rabu, 28 Maret 2018

Benci Menjadi Cinta Berkah Abah Guru Sekumpul



Kisah Ini Nyata Dan Langsung aLfaqir Saksinya.
Kemarin Ada Seorang Jama'ah Haul Yang Datang Dari Sulawesi Tepatnya Dimakassar.
Beliau Datang ke Martapura Bersama Anak Dan Isteri Beliau.

Dulunya Beliau Adalah Pegawai Disalah Satu Bank Dimakassar Tapi Sekarang Beliau Menjadi Orang Yang Berada.Beliau Mempunyai Rumah Makan Dan Mempunyai 3 Cabang Dimakassar.
Kata Beliau,,"Ditahun 2014 Saat Itu Aku Sering Buka Facebook.Saat Itu Aku Masih Sendiri Belum Punya Isteri.Dan Saat Itu Juga Aku Masih Menjadi Seorang Pegawai Bank.

Setiap Hari Aku Buka Facebook Namun Diberandaku Selalu Ada Postingan Tentang Guru Sekumpul.Aku Sering Membaca Tentang Postingan Foto Dan Video Guru Sekumpul Di Fb.Saat Itu Hatiku Tidak Percaya Bahwa Guru Sekumpul Itu Adalah Wali.Bahkan Hatiku Sering Berbicara Guru Sekumpul Itu Adalah Ulama Palsu Dan Ajarannya Menyesatkan.

Ditahun 2015 Aku Dipecat Dari Pekerjaanku Karena Ada Suatu Kesalahan Yang Ku Perbuat.
Kemudian Aku Nganggur Dirumah Beberapa Bulan.

Setiap Hari Aku Buka FB Yang Selalu Ada Diberandaku Adalah Guru Sekumpul.
Aku Berusaha Mencari Pekerjaan Namun Tidak Ada Yang Menerima Aku.

Kemudian Hati Kecilku Merasa Aku Ada Salah Sama Allah Dan Dosaku Sangat Amat Banyak.
Akhirnya Aku Ingin Shalat Tahajjud Minta Kepada Allah Agar Jalan Hidupku Bermanfaat.

Kemudian Sesudah Shalat Tahajjud Aku Ketiduran Diatas Sajadah.Tapi Aku Bermimpi Ada Seorang Ulama Yang Bergamis Putih Dan Berbolang Persis Seperti Guru Sekumpul Yang Aku Lihat Diberanda Fbku.

Didalam Mimpiku Itu Guru Sekumpul Mendo'akan Aku Agar Aku Menjadi Orang yang Sholeh Dan Mendapatkan Isteri dan Dzurriyat Yang Sholeh Sholehah.

Tak Lama Kemudian Aku Terbangun Dan Terkejut Kalau Aku Bermimpi Orang Yang Persis Dengan Guru Sekumpul.



Akhirnya Hatiku Percaya Dan Sangat Membenarkan Kalau Guru Sekumpul Itu Adalah Wali.
Dan Aku Bernadzar Kalau Do'a Beliau Didalam Mimpi Itu Terkabul Maka Aku Akan Ziaroh Kesekumpul.

Tak Lama Kemudian Cuma Beberapa Hari Aku Mendapatkan Isteri Yang Sholehah Dan Isteriku Itu Adalah Salah Seorang Pecinta Guru Sekumpul.

Dia mengajarkan Aku Tentang Guru Sekumpul.
Diakhir Tahun 2015 Aku Menikah Dengan Dia.

Alhamdulillah Hatiku Menjadi Cinta Dengan Guru Sekumpul.Semenjak Hatiku Percaya Kalau Guru Sekumpul Itu Wali Sejak Itulah Rezekiku Lancar Sehingga Aku Bisa Buka Usaha Rumah Makan Dan Mendapatkan Isteri Dan Anak Yang Sholeh Dan Sholehah.

Sekarang Aku Punya 1 Orang Anak Dan Saat Ini Isteriku Mengandung 2 Bulan.
Itulah Kisah Beliau Yang Pada Awalnya Beliau Sangat Benci Kepada Guru Sekumpul Tapi Akhirnya Benci Itu Menjadi Cinta.

Kata Beliau,Semua Ini Berkah Dari Guru Sekumpul Dan Aku Selalu Bertawasshul Kepada Guru Sekumpul Kalau Aku Ada Masalah.

Dan Lagi Kata Beliau,Aku Selalu Berdo'a Dan Sangat Berharap Aku Terkumpul Bersama Guru Sekumpul Diakhirat Berkat Aku Cinta Kepada Beliau

Kisah Ini Adalah Bukti Allah Kepada Hambanya Bahwa Allah Mampu Dan Kuasa Membolak Balikkan Hati Hambanya.Dan Juga Kisah Ini Membuktikan Kalau Alhm.Guru Disekumpul Memang Betul2 Walinya Allah Ta'ala.Serta Kisah Ini Menambah Nambah Cinta Kita Kepada Alhm.Guru Disekumpul.

Mudah2an Berkat Kita Cinta Kepada Beliau Kita Selalu Mendapatkan Keberkahan Dari Beliau.
Mudah2an Berkat Beliau Segala Dosa2 Kita Diampuni Allah Ta'ala.
Dan Mudah2an Berkat Beliau,Qobul Segala Hajat Selamat Dunia Akhirat,Dan Terkumpul Didalam Surga Bighoiri Hisaab,,Aamiin...!!!

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul