Rabu, 27 Desember 2017

Dosa Yang Lebih Dasyat Daripada Zina



Sesungguhnya meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras, Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.

Ibnu Abbas r.a berkata: "Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, "Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah."



Dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah sebagai berikut:

1. Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan 60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan shalat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.

2. Meninggalkan satu kali shalat duhur, sama dosanya dengan dosa membunuh 1.000 umat islam.

3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan ka'bah.

4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)

5. Satu kali meninggalkan shalat isya', tidak akan di ridhai oleh  Allah untuk tinggal di bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.

Semoga kita menjadi orang-orangyang senantiasa mendirikan shalat, melaksanakannya tepat waktu, serta mampu mengajak keluarga lainnya untuk shalat tepat waktu.

Tanah Dapat Mensterilkan Kuman Liur Anjing



Saintis membuktikan jika virus anjing itu sangat halus dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil saiz mikroorganisma, ia akan semakin efektif untuk melekat dan melekat pada dinding sebuah bekas.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperanan sebagai penyerap virus yang melekat dengan lembut pada bekas.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya 7 x, salah satunya dengan menggunakan TANAH.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat bekas seseorang, maka kikislah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)



Tanah, menurut ilmu perubatan moden diketahui mengandungi dua bahan-bahan yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesis menjelaskan bahawa tanah merupakan unsur yang berkesan dalam membunuh kuman. Anda juga yang terkejut apabila mengetahui tanah kubur orang yang meninggal kerana sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman kerana penyakitnya itu, ternyata para penyelidik tidak termasuk bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahawa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga memudahkan dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandungi bahan-bahan yang boleh mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.

Para doktor mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar kerana perbezaan dalam daya tekan pada kawasan antara cecair (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir mengatakan anjing boleh menularkan virus tocks characins, virus ini boleh menyebabkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Senin, 25 Desember 2017

Foto Abah Guru Sekumpul Di Sudan

Foto Guru Sekumpul di Padang Pasir Sudan Bikin takjub

MARTAPURA - Foto Ulama kharismatik Sekumpul Martapura KH Zaini Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan Guru Sekumpul diserahkan seorang tentara pasukan perdamaian PBB kepada Rakyat Sudan, Afrika.

Momen itu jadi potret mengharukan dirasakan warga Banua khususnya pengguna instagram.
Hingga berita ini diturunkan foto yang diunggah akun instagram @instakalsel itu sudah disukai lebih dari 2.326 netizen.

Pada foto tampak seorang berpakaian militer dengan ciri khas baret biru. Memegang foto Guru sekumpul menghadap kamera.

Saat yang sama ulama setempat menerima foto Guru sekumpul, sosok ulama kharismatik yang asal Martapura, Kalimantan Selatan tersebut.

Keduanya duduk diantara personil militer setempat pada sebuah gubuk. Pasir gurun terlihat jelas pada foto itu.



Berikut kutipan yang tertulis pada unggahan foto itu :

"Dapat kiriman photo dari om tentara paling gagah eranni ganteng perkasa, Arie Ma'ruf'. Penyerahkan photo kenang-kenangan dari pecinta Abah Guru untuk rakyat Sudan, Afrika.
Diwakili syeikh disana bermazhab maliky, yang katanya sudah hafal Alquran sejak usia empat tahun.
Padahal kehidpan masyarakatnya jauh dibawah standar kita, dan sangat memprihatinkan.
Ditanya " siapa beliau yang diphoto ini" dijawab " beliau syeikh kami di Indonesia," maka makin kagum serta takjub lah syeikh itu terhadap Bangsa Indonesia.

Semoga Indonesia semakin harum namanya di Internasional dengan ulama-ulamanya.
Komentar takjub terus mengalir mengapresiasi momen tersebut.
"Terharu ulun membacanya muudahan semuua saudara disana selamat selalu dalam perlindungan Allah. Amin," tulis akun instagram @eza_navarin.

"Ya Allah ulun sayang Guru Sekumpul, walau ulun kada sempat bertemu beliau atau jadi murid sidin. Tapi ulun merasakan kegembiraan bila ulun melihat foto sidin," tulis akun erwintonyy.
Foto itupuun jadi viral, terus repost oleh banyak akun itu di Instagram maupun di Facebook. (*)

Sumber : BANJARMASINPOST.CO.ID

Minggu, 24 Desember 2017

Doa Agar Dihilangkannya Keluh Kesah



Diriwayatkan bahwa seorang Sahabat mengeluh kepada Rasulullah dan berkata : "Ya Rasulallah, kenapa dunia seolah-olah tidak menginginkanku, semua usahaku bangkrut, peternakan dan pertanianku pun selalu gagal panen.

Sambil tersenyum Nabi Muhammad mengajarkan tentang tasbihnya para Malaikat serta tasbihnya penghuni alam semesta yaitu kalimat :

SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAHIL 'AZHIM WASTAGHFIRULLAH.

Lalu Nabi bersabda : "Bacalah 100 kali sebelum terbit Fajar. Maka dunia akan memohon kepada Allah SWT agar engkau miliki, (mengejarmu tanpa kau mengejarnya)"

Selang beberapa bulan kemudian, sahabat tadi kembali lagi dan bercerita : Ya Rasulallah sekarang aku bingung dengan hartaku kemana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku karena banyaknya"

(Diriwayatkan oleh Alkhatib Al Baghdadi dari Imam Malik Rahimahullah)
Dikutip dari Kitab Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Rahimahullah).

Detik-Detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW,



Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepat tanggal 12 Rabi'uI-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad SAW) sedang bermunajat kepada Allaah SWT di sekitar Ka'bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang masing-masing sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan. Wanita pertama datang berkata : "Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad SAW. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam a.s, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Allah untuk menemanimu."

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira : "Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim a.s yang diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu."

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga : "Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah untuk menemanimu."

Datanglah wanita ke empat : "Aku adalah Maryam, ibunda Isa a.s datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah." Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.



Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

Detik berikutnya Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, menebarkan wangi-wangian surga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu-ribu bidadari-bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari-bidadari itu gembira.

Lalu Allah SWT memanggil : “Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu-pintu surga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad SAW.

Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad SAW telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu-ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya.

Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad SAW bersujud kepada Allah seraya mengucapkan : “Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallahi bukrotan wa ashila...” Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula.

“Yaa Nabi Salam Alaika … Yaa Rosul Salam Alaika … Yaa Habib Salam Alaika … Sholawatulloh Alaika ... ” (Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami A

Kamis, 21 Desember 2017

Berkat Sang Waliyullah



Dikisahkan Ada suatu kaum yang daerah tempat mereka tinggal tidak turun hujan hingga bertahun-tahun.

Karena begitu keringnya sampai banyak di antara penduduknya yang meninggal kehausan.

Shalat Istisqa’ dilakukan berkali-kali, tetapi hujan tidak kunjung datang.

Kemudian ada seorang yang dianggap awam, memasuki daerah tersebut dan berkata: “Wahai hadirin. Apa yang kalian lakukan?”

“kami melaksanakan shalat Istisqa’, minta hujan”, jawab mereka.

“Bolehkah saya membantu berdoa agar hujan turun?”

“kami ini orang sedesa sudah doa dan istisqa’ belum juga turun hujan, kok kamu aneh berani menawarkan diri untuk berdoa turun hujan?”



“Mungkin doa saya diterima oleh Allah SWT.”

“Ya sudah kalau begitu, silakan berdoa sesuka hatimu.” jawabnya.

Kemudian orang asing tersebut mengangkat tangan ke langit seraya berdoa:
“Ya Allah, berkat orang yang telah dilihat mataku ini, tolong turunkan untuk mereka hujan ya Allah.”

Tidak lebih dari 10 menit langit mendung. Tidak sampai setengah jam kemudian turunlah hujan.

Mereka bertanya: “Apa doa yang kau lakukan?”

“Saya hanya tawasul dengan amal saya.”

“Apa amalan yang kamu kerjakan ?”

“Saya hanya tawasul dengan mata saya yang pernah memandang seorang wali dan ulama, bernama Abu Yazid al-Busthami."

Subhanallah.

Begitu hebat barokah seorang wali - wali Allah SWT di dalam kepentingan hidup kita baik dalam urusan dunia maupun akherat.

Mudah - mudahan kita selalu mendapatkan sirr dan barokah daripada wali - wali Allah SWT.

Dan dikumpulkan nanti bersama mereka semua.

Semoga ALLAH سبحانه و تعالى melimpahkan keberkahan kepada kita semua dalam hidup dan mati dalam membawa iman serta termasuk di dalam fadhilah hadits ini, Rasulullah saw bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلىَ خَيْرٍفَلَهُ مِثْلُ أَجْرِفَاعِلِهِ

Artinya : Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya. (HR.Muslim).

Selasa, 19 Desember 2017

Fadhilat Mengucapkan Salam



Nabi saw bersabda:

والَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلىَ شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشوا السَّلاَم بَيْنَكُمْ – رواه مسلم

Maksudnya: ‘Demi Allah yang diriku berada dalam genggamanNya, kamu tidak masuk syurga selagi kamu tidak beriman, dan kamu tidak dianggap beriman selagi kamu tidak berkasih sayang, mahukah kamu aku ajarkan sesuatu yang apabila kamu melakukannya akan membawa kasih sayang di antara kamu ? Tebarkanlah salam sesama kamu’.

Dalam hadis yang lain nabi saw bersabda:

يا أيها الناس، أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا والناس نيام، تدخلوا الجنة بسلام – رواه ابن ماجه

Maksudnya: ‘Wahai manusia, tebarkanlah ucapan salam, berikanlah makan (kepada orang yang memerlukan), hubungkanlah silaturrahim, solatlah di waktu malam tatkala orang lain sedang tidur, kelak kamu akan masuk syurga dengan sejahtera’.



Marilah sama-sama kita renungkan betapa besarnya fadhilat mengucapkan salam. Mengucapkan salam merupakan di antara sebab yang memungkinkan seseorang itu memasuki syurga Allah yang diimpi-impikan. Akan tetapi, amat malang sekali apabila kita dapati dewasa ini ramai di antara umat Islam yang memandang remeh tentang ucapan salam ini lantas meringan-ringankannya, sedangkan pahala di sisi allah bagi orang yang mengucapkan salam amatlah besar. Justeru, janganlah kita tergolong dalam orang yang rugi, sebaliknya sama-samalah kita berusaha untuk merebut peluang yang disediakan oleh Allah ini dengan kita mengucapkan salam kepada sesiapa sahaja sama ada kepada orang yang kita kenali atau pun tidak, dan kepada orang kaya mahu pun miskin.

Ucapkanlah salam dengan penuh keikhlasan dan dengan ucapan yang betul agar kita benar-benar dapat mengambil manfaat daripada salam yang diucapkan. Janganlah kita menjadi seperti sesetengah orang yang juga mengucapkan salam, tetapi sekadar mengucapkannya ibarat melepaskan batuk ditangga iaitu dengan tiada kesungguhan, tiada keikhlasan dan ucapan salam yang tidak betul dan tepat mengikut makhrajnya. Oleh kerana ingin cepat, ada yang sekadar menyatakan ‘samaikum’, samakum’, ‘haikum’, hakum’ dan sebagainya. Apa ertinya ucapan-ucapan ini yang langsung tidak mengandungi ucapan salam sebagaimana yang dikehendaki oleh syara’. Bukannya susah untuk kita mengucapkannya dengan betul iaitu sekurang-kurangnya ‘assalamu ‘alaikum’. Oleh kerana ucapan salam yang telah diucapkan sebelum ini tidak bertepatan dengan kehendak syara’, maka kita dapati ucapan tersebut tidak membawa apa-apa makna, serta tidak dapat menjalinkan kasih sayang di antara sesama muslim.

- sumber dari ustazshauqi.com

9 Hal Syetan Berpesta Pora Kerena Kejayaannya Menggoda Manusia



Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuh.
Sahabatku, Imam Ghazali mengajak kita untuk mengenali sembilan keadaan umat manusia yang membuat syaitan "pesta pora" kerana kejayaan menggoda manusia

1. Terjadinya perceraian rumah tangga. Iblis sebagai pimpinan para syaitan selalu memuji semua kejayaan para syaitan, tetapi Iblis akan membanggakan kumpulan syaitan yang berjaya menceraikan suami isteri, "... syaitan menggoda untuk menceraikan suami dengan isterinya (QS 2:102)

2. Durhaka pada orang tua

3. Perkelahian sampai membunuh atau terbunuh

4. Penagih arak-Dadah (QS 5:90)

5. Tenggelam dalam dosa zina, terus menerus berzina



6. Ketagihan duit haram, seperti penipu, koruptor, perompak, rentenir dan sebagainya

7. "Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi" Angkuh dibarengi dengan sifat dengki, pemarah dan dendam kusumat (QS 31:18)

8. Menjadi dukun dan pengikut setia dukun

9. Puncak kegembiraan syaitan, manusia mati dalam keadaan ma'siyat sampai mati kafir kepada Allah, "Sesungguhnya orang-orag kafir, dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya" (QS 2:161).

"Ya Allah lindungi kami dari nafsu ma'siyat dan godaan syaitan yang terkutuk ... aamiin".

- sumber dari republika.co.id

Minggu, 17 Desember 2017

Amalan Laqad Ja'akum Yang Luar Biasa



Cerita dari Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdul Qodir Assegaf "ini cerita dari teman nya teman saya yang mempunyai seorang anak, Ada seorang anak ia setiap melakukan aktivitas atau bermain suka membaca surah qur'an:

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ
Laqod Jaakum Rosuluun Min Anfusiikum Aziizun Alaihi maa Aniitum Hariisun Alaykum Bilmuminina Rouufururrohiim

dan suatu saat pada ia bermain sedang mengejar layangan nya yang lepas ia tak sadar bahwa ada di jalan.



Mata ia terus menatap ke layangan, tanpa disadari oleh anak itu ada sebuah truk kontainer yang melaju kencang dan menabrak sang anak itu lalu warga sekitar mengkerubuti anak itu.

Sesaat kemudian, warga sekitar berteriak karna sang anak tidak meninggal dan tidak mengalami luka. Lalu, si anak kembali melanjutkan mengejar layangan itu.

Mendengar hal itu, sang ayah anak itupun cukup kaget dan warga menanyakan kepada si ayah anak tersebut, apa rahasia kenapa ia tidak meninggal saat tertabrak truk ? lalu sang ayah hanya menjawab 'Tidak ada, tapi anak itu sering mengucapkan bacaan 'Laqod Jaakum Rosuluun min Anfusiikum Aziizun Alaihi Maa Anittuum Harisum Alaykum Bilmumininaa Rofurrurohiim."

Pesan Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf ;

1. Amalkan ayat itu dalam aktivitas kita sehari-hari.
2. Allah swt memberi 141 khasiat dalam bacaan itu.
3. Baca 7X setiap ba'da sholat terutama Ba'da Ashar dan Ba'da Maghrib.

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢ

Artinya: Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan & keselamatan) bagimu, peyantun dan penyayang orang-orang yang beriman.ٌ اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه

Thariqah Ba Alawi



AI-Allaamah Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya memberi penjelasan mengenai Thariqah Ba Alawi, beliau berkata "Thariqah Ba Alawi adalah:

* Membagi waktu-waktunya agar penuh dengan beragam amal sholeh disertai kesempurnaan mengikuti Nabi Muhammad Saw dalam setiap amalnya.

*Memperbagus amal dengan ikhlas serta membersihkannya dari kotoran perusak amal,

* Senantiasa berusaha membersihkan hati dari perangai buruk,

* Menghiasi diri dengan perangai baik

* Rahmat dan bersikap lemah lembut terhadap hamba Allah SWT,

* Mengerahkan segenap kemampuannya untuk mengajarkan ilmu dan membimbing hamba-hamba Allah SWT menuju keselamatan,

*Waro' dari syubhat lebih-lebih terhadap hal yang haram,

* Meminimalisir hal-hal mubah,

* Memanfaatkan waktu-waktunya dengan menyendiri beribadah kepada Allah SWT, tidak banyak bergaul kecuali untuk belajar dan mengajar,



*Selalu menghadiri sholat jum'at dan shalat berjamaah,

* Berkunjung kepada teman dekatnya dan memakmurkan waktu berkunjungnya dengan pembahasan ilmu,

* Mempererat silaturrahim

* Gemar membantu orang serta berlaku baik

* Melaksanakan Amar ma'ruf nahi munkar

* Menjaga harga diri,

*Tawadhu',

* Menepati janji

* Selalu merasa diawasi Allah SWT di dalam segala keadaannya,

* Zuhud dan berserah diri kepada Allah SWT

Adapun yang bertentangan dari ciri-ciri di atas seperti halnya meninggalkan sholat jum'at, mencaci hamba Allah SWT lebih-lebih para sahabat dan istri Rasulullah SAW maka itu jelas BUKAN termasuk Thariqah Ba Alawi.

Kenali Ciri Istidraj



Ciri-Ciri seseorang terkena ISTIDRAJ :
.
1. Keimamanan dan ibadah semakin menurun
namun kesenangan dan kekayaan makin
melimpah, rasa takut kepada Allah semakin
berkurang, tidak takut berbuat dosa
.
2. Orang itu Terus saja Melakukan Dosa itu,
Tidak mau menerima kebenaran dan nasehat
yang datang untuknya, dan Allahpun semakin
membuka Kesuksesan untuknya bahkan Semakin Melimpah
.
3. Semakin Kikir Justru Harta Semakin Melimpah
.
4. Jarang Sakit. Imam Syafi’i pernah mengatakan :
setiap orang pasti pernah mengalami sakit
suatu ketika dalam hidupnya, jika engkau tidak
pernah sakit maka tengoklah ke belakang
mungkin ada yang salah dengan dirimu



5. Semakin Sombong Namun Harta Semakin
Melimpah.
Orang yang mengalami istidraj cirinya
semakiin ia sombong maka semakin kaya dan
terbuka dunia bagi dirinya. (Sombong adalah tidk mau menerima kebenaran dan meremehkan
orang lain)
.
Rasululah bersabda : “Di antara
tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang
beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu
kesenangan dunia serta orang yang terus-
menerus melakukan perbuatan dosa”. (HR. Al
Hakim)
.
6. Akhir dari seseorang yang terkena istidraj
adalah mendapatkan Siksa Sekonyong konyongnya di akhir hayatnya, atau harta nya dimusnahkan secara tiba -tiba tanpa dia menduganya (seperti Qorun yang hartanya ditelan bumi)
.
Siksa dan laknat yang diturunkan Allah Azzawajalla untuk orang yang mendapat istidraj bisa dalam
berbagai macam bentuk, bisa jadi Keberkahan
Umurnya dicabut sehingga Tidak ada Ketenangan hidup, selalu dirundung kegelisahan dan
kesedihan padahal hartanya banyak, bisa jadi
dengan Sakit Parah, Kehilangan anggota
keluarga , Matinya hati sehingga tidak bisa
menerima petunjuk Agama sehingga berbuat
dosa terus menerus (susah tobat), Itu bentuk2
siksaan di dunia, JIKA TIDAK DIBALAS DIDUNIA,
MAKA DI ALAM KUBUR DIA AKAN
MENDAPATKAN SIKSAAN YANG DAHSYAT,
SEBELUM SIKSAAN AKHIRAT.
Semoga kita sekeluarga di Lindungi dari
Istidraj...Aamiin

Cintanya Sahabat Kepada Rasulullah SAW



Disebutkan oleh Syekh Muhammad abduh alyamani dalam kitabnya

" علموا أولادكم محبة رسول الله "

hal 64 : Suatu hari orang kafir qurays mengutus mata-mata ketika Nabi Muhammad SAW berada di hudaibiyah, mata-mata tersebut menyaksikan bagaimana Rasulullah SAW sedang berwudhu' & menyaksikan para sahabat berebut air bekas wudhu'nya Nabi Muhammad SAW untuk diusapkan ke salah satu anggota badannya, ketika mata-mata tersebut pulang ke makkah, dia kabarkan kepada orang kafir qurays : "Wahai penduduk makkah, bagaimana akan ditumpahkan darah Muhammad beserta sahabat-sahabatnya, sedangkan mereka para sahabat tidak membiarkan setetespun air wudhu'nya jatuh ke atas tanah, bahkan mereka hampir saling menumpahkan darah untuk berebut air tersebut, dan jika ada yang tidak mendapatkannya, maka mereka mengambil tangan temannya dan diusapkan wajahnya . . . .

Beginilah cinta para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW, kalau air setetes aja mereka perebutkan, apalagi untuk melindungi Nabi Muhammad SAW, mereka rela menjadi tameng asal Nabi Muhammad SAW selamat. ❤ . .


Kemuliaan Dan Cinta Nabi Muhammad Kepada Sayyidah Aisyah



Didalam sebuah riwayat di ceritakan...

suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dalam sebuah ruangan bersama Sayyidatuna Aisyah Ra. sambil memperbaiki sepatunya.  Dan sayyidah Aisyah memandangi wajah Rasul yang bercahaya, penuh keberkahan, dan dilihatnya air peluh nampak keluar dari dahinya.

Maka sayyidah Aisyah merasa takjub dengan keagungan beliau sehingga dia pun menatapnya begitu lama hingga akhirnya Rasul menyadari akan hal itu.

Sehingga beliau bertanya pada sayyidah Aisyah, “Ada apa ya aisyah?”
Maka Sayyidah aisyah menjawab, “ ya Rasulallah, sungguh Jika Abu Bukair Al-Huthali sang penyair melihatmu maka niscaya dia akan segera tahu bahwa puisi yang ditulisnya itu pasti untukmu”

Rasulullah SAW bertanya “Apa yang dia katakan?”
Sayyidah Aisyah pun menjawab, “Abu Bukair mengatakan bahwa jika kamu melihat keindahan rembulan, ia terang benderang dan menerangi dunia bagi semua orang yang melihatnya”.

Kemudian Rasulullah SAW bangkit dan berjalan menuju sayyidah Aisyah dan mengecup dahinya dan berkata, “Demi Allah yaa Aisyah, demikian juga kamu, seperti itu bagiku dan bahkan lebih…. ”

(Diriwayatkan dalam Al-Dala’el Nubuwa oleh Imam Abu Nu’aim dengan sanad dari Imam Bukhari dan Imam Ibnu Khuzaina).

Rasulullah juga memberikan nama kesayangan pada Sayyidatuna Aisyah, Ra. Hummaira (yang kemerah-merahan), dan selain itu beliau juga memiliki julukan yang tak kalah bagusnya yaitu habibah habibAllah (yang terkasih dari kekasih Allah) ataupun Siddiqah bint Ash-Shiddiq, gelar yang diturunkan dari Ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dari Ibnu ‘Assakir meriwayatkan Sayyidatuna Aisyah Ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengatakan kepadanya. “Aku tidak takut untuk mati, (karena) tahu bahwa kamulah isteriku di surga”.
Maka Bayangkan kebahagiaan sayyidah Aisyah saat itu, setelah mendengar kata-kata yang menjamin keamanan, cinta dan kedamaiannya dalam kehidupan ini dan di akhirat kelak.

Suatu ketika Sayyidatuna Aisyah Ra. bertanya pada Rasulullah SAW, “Seperti apa cintamu untukku?” "Seperti simpul tali”, jawabnya yang berarti bahwa cinta beliau pada sayyidah Aisyah kuat dan aman.

Dalam banyak kesempatan setelah itu, sayyidah Aisyah bertanya lagi pada Rasulullah, “Bagaimana simpul talinya? ” dan Rasulullah SAW pun selalu menjawab, “Ala haaliha, yang artinya masih sama seperti biasanya!”

Di beberapa negara Muslim, bahkan sampai saat ini, sepasang kekasih membuat simpul tali sebagai simbol dari cinta dan kesetiaan manakala mereka harus terpisah jarak dan waktu.

Ini sedikit dari kemuliaan beliau sayyidah Aisyah, dan sedikit gambaran dari cinta Nabi kepada istrinya, Maka siapa lagi jika bukan Rasulullah SAW sebaik-baik contoh dàn tauladan dàlam cinta bagi kita umat Beliau.

Imam Syafi'i Ra, pernah ditanya oleh isterinya



"Suamiku, apakah engkau mencintaiku?"

Beliau menjawab, "Ya tentu saja, dirimu adalah sebahagian dalam hidupku."

Mendengar itu, isterinya bertanya lagi, "Apakah engkau juga mencintai Allah? Bagaimana mungkin dua cinta menyatu dalam HATI seorang mukmin. Cinta kepada Allah dan juga mencintaiku?"

Beliau tersenyum dan mengatakan kepada isterinya dengan pandangan mata yang lembut penuh kasih sayang,

"Karena cintaku kepada Allah, maka aku mencintai makhlukNYA, memperlakukan dengan hormat dan penuh kasih sayang terhadap isteriku, anak-anakku dan sesama insan. Aku MENCINTAIMU karena CINTAKU kepada ALLAH."

Rebutlah cinta yang hakiki karena DIALAH yang akan membuatkan kita saling mencintai"

Sabtu, 16 Desember 2017

KIsah Sahabat Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy RA


           Zainab binti Jahsy masih kerabat Nabi SAW, ia terhitung masih keponakan beliau, dan telah memeluk Islam pada masa-masa awal Islam didakwahkan di Makkah. Pada mulanya ia menikah dengan bekas budak dan anak angkat Rasulullah SAW, Zaid bin Haritsah. Zaid adalah kesayangan Nabi SAW, sehingga ia pernah menjadi anak angkat beliau, namanyapun sempat dinisbahkan kepada beliau, Zaid bin Muhammad, sampai kemudian turun larangan untuk menjadikan anak angkat seperti anak kandung.

Pernikahan Zainab dengan Zaid tidak bisa terus berlangsung karena berbagai permasalahan, dan berakhir dengan perceraian.

Adat jahiliah untuk menjadikan anak angkat seperti anak kandung begitu mengakar, sehingga tidaklah mudah untuk menghapuskannya begitu saja. Karena itu Allah menurunkan perintah kepada Nabi SAW untuk menikahi Zainab binti Jahsy, janda bekas anak angkatnya tersebut (QS Al Ahzab 37). Dengan pernikahan ini, adat yang mengakar tersebut akhirnya bisa terkikis habis. Zainab merasa bangga dan istimewa dengan pernikahannya ini, sebab istri-istri Nabi SAW yang lain dinikahkan oleh wali-walinya, sedangkan ia dinikahkan langsung oleh Allah SWT dan diabadikan dalam al Qur'an.

Zainab lahir sekitar 17 tahun sebelum kenabian, dinikahi Nabi SAW pada bulan Dzulhijjah tahun 5 hijriah, yakni ketika berusia 35 tahun, dan wafat pada tahun 20 hijriah ketika berusia 50 tahun, pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab. Ia adalah istri Nabi SAW yang pertama kali meninggal setelah kewafatan beliau. Umar bin Khaththab sendiri yang menjadi imam shalat jenazahnya.



Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah SAW yang biasa bekerja dan menghasilkan uang dengan tangannya sendiri, bahkan hal itu telah dilakukannya sejak sebelum pernikahannya. Tetapi hasil kerjanya ini hanya digunakannya untuk bersedekah di jalan Allah, yakni membantu orang-orang miskin yang sangat membutuhkan dana dan kesulitan keuangan. Dalam kesehariannya ia tetap memilih hidup sederhana seperti dicontohkan Nabi SAW.

Ketika Rasulullah SAW akan wafat, para istri beliau ini bertanya tentang siapa di antara mereka yang paling dahulu menyusul beliau kembali ke hadirat Ilahy SWT, Nabi SAW bersabda, "Dia yang paling panjang tangannya."

Mereka pun saling mengukur tangan mereka dengan kayu. Tetapi ternyata yang wafat terlebih dahulu di antara mereka adalah Zainab binti Jahsy, padahal bukan dirinya yang tangannya paling panjang ketika diukur dengan kayu saat itu. Istri-istri Nabi SAW yang lainpun sadar bahwa yang dimaksud Nabi SAW dengan 'paling panjang tangannya' adalah yang paling banyak sedekahnya.

Semasa Umar bin Khaththab menjadi khalifah, kekayaan melimpah ruah memenuhi baitul mal, sehingga semua istri Nabi SAW diberi tunjangan sebesar 12.000 dirham setiap tahunnya. Ketika Zainab menerima tunjangan ini, ia menolaknya dan minta agar diberikan kepada istri-istri Nabi SAW lainnya saja. Ketika dijelaskan bahwa mereka juga memperoleh jumlah yang sama, ia begitu heran, sambil menutup mulutnya dengan ujung kain, ia hanya berkata, "Subhanallah!!"

Ia memerintahkan utusan khalifah itu meletakkan uang di pojok kamar, dan menutupinya dengan kain tanpa sedikitpun menoleh pada tumpukan uang tersebut. Kemudian ia memerintahkan pembantunya, Barzah, untuk membagikan uang tersebut pada beberapa orang fakir miskin, janda dan anak yatim dengan menyebutkan jumlahnya masing-masing. Ketika uang tersebut tinggal sedikit, Barzah menyatakan keinginannya untuk memilikinya, dan Zainab berkata, "Ambillah sisa uang di bawah kain itu."

Barzah mengambil dan menghitungnya, ternyata jumlahnya 84 dirham. Setelah habis dibagikan, Zainab kemudian berdoa, "Ya Allah, tahun depan, janganlah harta sebanyak itu akan datang kepada saya, yang kedatangannya bisa menyebabkan fitnah bagi saya."

Allah mengabulkan doanya. Sebelum pembagian tahun berikutnya, ia telah wafat, dan tidak meninggalkan sedikitpun harta dan uang di dalam rumahnya. 

Kisah Sahabat Shafwan bin Umayyah RA



         Kekalahan kaum kafir Quraisy di Perang Badr, juga menewaskan Umayyah bin Khalaf, salah satu tokohnya yang melakukan penyiksaan dengan semena-mena terhadap Bilal bin Rabah. Hal ini membuat anaknya, Shafwan bin Umayyah begitu dendam pada Nabi SAW yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian bapaknya tersebut. Ia menghasud Umair bin Wahb untuk membunuh Nabi SAW. Kesulitan ekonomi keluarga dan hutang-hutangnya akan ditanggungnya jika ia mau membalaskan dendamnya, dan Umair bersedia. Dibuatlah kesepakatan di tempat tersembunyi di dekat batu besar. Tetapi Allah SWT mengabarkan kesepakatan tersebut kepada Nabi SAW lewat malaikat Jibril, sehingga akhirnya Umair bin Wahb masuk Islam. Keadaan tersebut makin membuatnya membenci Nabi SAW.

Setelah perjanjian Hudaibiyah berlangsung, Khalid bin Walid pernah mengajaknya ke Madinah menghadap Nabi SAW untuk memeluk Islam, Khalid memang salah seorang sahabatnya. Tetapi Shafwan menolak dengan keras ajakan Khalid ini, bahkan ia berkata, "Jika tiada siapapun lagi yang tersisa kecuali aku, pasti aku tidak akan mengikutinya selama-lamanya."

Saat Penaklukan (Fathul) Mekkah, Shafwan melarikan diri dari Mekkah karena takut akan pembalasan kaum muslimin akibat perlawanan kerasnya selama ini kepada Nabi SAW. Umair bin Wahb merasa bahwa keislamannya tak lepas dari peran Shafwan ketika menyuruhnya untuk membunuh Nabi SAW, berinisiatif meminta jaminan perlindungan keamanan Rasulullah SAW bagi Shafwan dan beliau menyetujuinya, bahkan memberikan surban beliau sebagai jaminan.



Shafwan yang saat itu bersiap-siap naik kapal di Jiddah untuk lari ke Yaman, berhasil disusul Umair dan dibujuk untuk kembali dengan jaminan Rasulullah SAW dan masuk Islam. Ia bersedia kembali bersama Umair menemui Rasulullah SAW. Di hadapan beliau Shafwan meminta tangguh dua bulan untuk berfikir, tapi Nabi SAW justru memberinya waktu empat bulan untuk menentukan sikapnya.         
Dalam keadaan masih musyrik, Shafwan mengikuti Nabi SAW dalam Perang Hunain, beliau juga meminjam seratus baju besi dan perlengkapannya dari dirinya. Setelah kemenangan di Perang Hunain, Nabi memberikan ratusan unta yang memenuhi bukit kepadanya, sebagai ghanimah sekaligus pengganti sebagian baju besi dan perlengkapan yang rusak dalam peperangan tersebut. Shafwan berlama-lama memandangi unta-unta yang begitu banyaknya, yang diberikan kepadanya, seakan tak percaya kalau semua itu miliknya. Ia berkata, "Tidak ada kepribadian yang sebaik ini kecuali seorang nabi, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

            Keislaman Shafwan ini disambut gembira istrinya, Al Baghum binti Mua'ddal dari Bani Kinanah, yang telah memeluk Islam sejak sebelum penaklukan kota Makkah.

Jumat, 15 Desember 2017

Cara Adab Mengangkat Tangan Ketika Berdoa


و كان رضي الله عنه ينهى من رآه مفرقا بين كفيه عند رفعهما للدعاء و يأمر بجمعهما و إلصاق كل منهما بالآخر كأنه يتناول شيئا يخاف عليه أن يسقط من بين كفيه و ينزل العطاء الإلهي المعنوي.
‎(مجموع الكلام للحبيب عيدروس بن عمر الحبشي ص ٤٣٧)

Al-Habib Al-Imam Idrus bin Umar Al-Habsyi melarang seseorang yang dilihat beliau saat berdoa dia memisahkan kedua telapak tangannya saat diangkat untuk berdo'a dan beliau memerintahkan untuk mendempetkan kedua telapak tangan dan menempelkannya satu sama lain sehingga seakan-akan dia menadah sesuatu dan takut sesuatu tersebut jatuh dari kedua telapak tangan, dan jatuh pula demikian pemberian Allah yang maknawi.

Dari kitab : Majmu' kalam Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi Hal. 437.


Bau nya Seorang Pengunjing



Barangsiapa yang mengunjing saudara atau saudarinya, siapapun yang saling menggunjing… bau dari gunjingan itu sangat berbahaya. Oleh sebab itu Rasulullah SAW melarang keras bergunjing.

Suatu waktu, Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS memberi gambaran tentang gunjingan. Beliau berkata bahwa ketika seseorang meninggal dan ia dimasukkan ke liang kuburnya, apapun gunjingan yang telah diperbuat selama hidupnya, berapa banyak ia menggunjing, Allah SWT membawa gunjingan itu kembali padanya dalam wujud bau busuk. Bila selama hidupnya ia telah menggunjing sebanyak 100 kali, ia akan membawa 100 bau, bila 200, 200 bau dan bila sejuta gunjingan ia akan membawa sejuta bau ke dalam kuburnya.

Allah SWT membawa bau itu kembali ke kuburnya dan Grandsyekh berkata bahwa jika Allah SWT melepaskan satu bau dari bau-bau ini keluar dari kuburan itu, tak satu pun makhluk yang dapat bertahan di bumi ini, manusia dan semua makhluk akan mati bagai terkena reaksi bom atom.

Dan Allah SWT menciptakan binatang buas dari bau itu yang akan menyerang mayat yang terbaring di sana. Bagaimana kalian membayangkan keadaan orang itu jika satu bau saja yang bila dilepaskan ke dunia, semua makhluk akan tewas. Bagaimana dengan jutaan bau yang dikirimkan Allah SWT kepada mayat di kuburnya. Bagaimana efek yang terjadi kepada orang yang jiwanya dikembalikan ke tubuhnya selama ia berada dikuburnya. Ia akan berada dalam hukuman dan siksaan dalam kubur dari bau itu dan dari binatang yang diciptakan Allah SWT dari bau itu.

Apakah Bunga Bank Itu Riba ?



Dalam Al-Quran Allah menceritakan, bahwa setan membisikkan kalimat indah, namun menipu. Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

“Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. al-An’am: 112)

Dalam al-Quran Allah bercerita, ketika Iblis diusir oleh Allah dari surga karena tidak mau sujud kepada Adam, Iblis dendam dan dia berjanji dengan bersumpah atas nama Allah, akan mengajak semua keturunan Adam ke Neraka. Namun anehnya, sewaktu Iblis menggoda Adam agar juga diusir dari Surga, Iblis datang tidak dengan wajah garang, tidak menampakkan wajah permusuhan. Tapi dia datang dengan wajah pertemanan, bahkan dia sebut dirinya pemberi nasehat bagi Adam dan Hawa.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآَتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ  وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

“Syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.” (QS. al-A’raf: 20 – 21)

Seperti itu pula yang dilakukan oang munafik. Mereka membagun prinsip besar, yaitu prinsip serba boleh (permisif) di tengah kaum Muslimin. Mereka memberikan sejuta alasan agar sesuatu yang dilarang dalam al-Quran, menjadi boleh. Allah Ta’ala befirman,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ

“Orang munafik lelaki dan orang munafik perempuan, satu sama lain saling memerintahkan yang munkar dan mencegah yang makruf.” (QS. At-Taubah: 67).




Bunga Bank Bukan Riba?

Semua utang yang menuntut adanya kelebihan adalah riba.
Ibnu Qudamah mengatakan,

كل قرض شرط به أن يزيده فهو حرام بغير خلاف

Semua utang yang mempersyaratkan harus dilebihkan (pelunasannya) hukumnya haram tanpa ada perbedaan (sepakat ulama). (al-Mughni, 4/390).

Keterangan lain disampaikan Ibnul Mundzir,

أجمعوا على أن المسلف إذا شرط على المستسلف زيادة أو هدية فاسلف على ذلك أن أخذ الزيادة على ذلك ربا

Ulama sepakat bahwa apabila orang yang memberi utang mempersyaratkan pihak yang dihutangi harus memberi tambahan atau hadiah, kemudian dilakukan transaksi utang piutang dengan kesepakatan itu, maka mengambil tambahan tadi statusnya riba. (al-Ijma’ , hlm. 90).

Semua pengajuan kredit di bank, ada ketentuan harus membayar bunga sekian persen perbulan. Dan sangat jelas ini riba, berdasar sepakat ulama. Bunga atas pinjaman ini adalah manfaat yang didapatkan pihak bank karena memberikan dana utangan ke nasabah.

Kita memang tidak bisa mendapatkan keterangan tentang bunga bank di buku-buku klasik. Karena ketika itu belum ada bank. Tapi bisa kita dapatkan dari pernyataan ulama kontemporer yang menjumpai bank. Salah satu kesepakatan mereka dinyatakan dalam kitab Ahkam al-Mal al-Haram,

“Muktamar Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah di Kairo, tahun 1965, hingga muktamar tertinggi di Mekah, yang dihadiri lebih dari 300 ulama besar, menetapkan bahwa semua bunga bank adalah haram.” (Ahkam al-Mal al-Haram, hlm. 168).

Subhanallah Inilah Wanita Yang Pertama Masuk Surga Setelah Istri Istri Nabi



Suatu hari puteri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki syurga setelah Ummahatul Mukminin setelah isteri-isteri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu kewujudan siapa Mutiah itu dan di mana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari maklumat yang diambil ilmunya, Fatimah mengetahui kewujudan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas izin suaminya Ali bin Abi Talib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan puteranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar akan mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

"Assalaamu'alaikum ya ahlil bait." Dari dalam rumah terdengar jawapan seorang wanita, "Wa'alaikassalaam ... siapakah diluar?" Lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, "Saya Fatimah putri Muhammad SAW." Mutiah menjawab, "Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta."


Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.

"Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengizinkan aku untuk melawat dan bersilaturahim kepadamu? "

Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, "Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mahu menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membenarkan seorang isteri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa izin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta izin kepada suami dan suami saat ini tidak berada di rumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta izin terlebih dahulu kepada suamiku. "

Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengar kata-kata wanita mulia ini, bahawa hujah Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merancang akan kembali esok hari.

Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mahu ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua-dua anak lelakinya Hasan dan Husein. Dengan berfikir bahawa Mutiah sudah meminta izin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk permit yang diberikan kepada Hasan kerana Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.



Namun ketika berada di depan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama berulang kembali. Mutiah mengatakan bahawa keizinan yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta izin suaminya.

Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu 'kepada suaminya.

Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua-dua anaknya datang ke rumah Mutiah pada petang hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang menakjubkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah kelihatan sangat mempesona.

Dalam keadaan seperti itu, Mutiah berkata kepada Fatimah bahawa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan isteri yang demikian. Iaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan keadaan sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah isteri-isteri kami seperti Mutiah.

Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih petang dan berharap bahawa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

Fatimah dan kedua-dua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan berbanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke bilik mandi. Mutiah kelihatan mula melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik bilik mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah ... Tsumma Subhanallah.

Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah memimpin suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan berkata.

"Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku. "

Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni syurga setelah para isteri Nabi iaitu Mutiah.

Fatimah pulang menangis haru dan bahagia kerana sudah mendapat jawapan bagaimana isteri yang solehah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu masuk syurga Allah SWT.

Sumber islampos.com

Selasa, 12 Desember 2017

Kisah Sahabat Salamah bin Akwa RA



             Salamah bin Amr bin Akwa al Aslami RA, atau lebih dikenal dengan nama Salamah bin Akwa, nama kunyahnya Abu Iyas, berba'iat kepada Nabi SAW bersama-sama kaumnya dari Bani Aslam. Setelah selesai berba'iat, ia berteduh di bawah bayang-bayang sebuah pohon. Setelah orang-orang semakin sedikit, tiba-tiba Nabi SAW memanggilnya, "Hai Ibnul Akwa, maukah kamu berba'iat!"

"Aku telah berba'iat, Ya Rasulullah!" Jawab Salamah.
"Berba'iatlah sekali lagi…" Kata Nabi SAW.

Salamah menghampiri Nabi SAW, kemudian beliau menjabat tangan Salamah untuk berba’at dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam. Kemudian beliau memba'iat Salamah lagi, tetapi kali ini ba'iat atas maut, yakni bersedia berkorban nyawa dalam membela dan mempertahankan Islam.

            Salamah bin Akwa RA, seorang anak berusia 12 atau 13 tahun yang mempunyai kemampuan berlari sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan kuda yang berlari. Ia juga mempunyai ketrampilan memanah yang sangat baik.

Suatu ketika ia berjalan-jalan melewati Ghabah, suatu tempat di luar kota Madinah, dimana unta-unta Nabi SAW dan beberapa penduduk Madinah digembalakan. Ia melihat sekelompok orang kafir yang dipimpin oleh Abdurrahman Fazari merampok unta-unta gembalaan itu dan membunuh para gembalanya.

Salamah berlari ke suatu bukit dan berteriak sekuat tenaga ke arah Madinah untuk memberitahukan perampokan ini.  Setelah itu ia berlari mengejar para perampok yang mulai kabur. Setelah agak dekat, ia juga memanah para perampok beberapa kali dengan berpindah-pindah tempat, sambil bersembunyi di balik pohon. Karena panah yang menyerang mereka dari berbagai tempat, para perampok ini sama sekali tidak menyangka kalau penyerang mereka hanya satu orang, mereka berlari ketakutan, beberapa ekor kuda yang ditungganginya roboh terkena panah.



Tak lama berselang datang kelompok perampok lain yang dipimpin Uyainah bin Hishin, yang membantu kelompok Abdurrahman, hingga mereka mengetahui bahwa penyerangnya hanya satu orang, merekapun mengejar Salamah. Salamah lari ke arah Madinah dan menaiki sebuah bukit, dan mereka terus mengejar, tetapi tidak mudah menangkap Salamah karena kemampuan larinya yang amat luar biasa.

Ketika Salamah melihat sekelompok orang datang dengan menunggang kuda dari Madinah, seketika ia berhenti dan menghadap ke arah para perampok itu, ia bekata, "Tunggulah kalian di sana! Tahukah kalian siapa aku?"

 "Siapakah engkau?" Tanya para perampok itu.

        "Aku adalah Ibnu Akwa, demi Allah yang menguasai jiwa Rasulullah SAW, jika kalian ingin menangkapku, kalian tidak akan berhasil. Tetapi jika aku ingin menangkap salah satu dari kalian, pasti dia tak akan lolos dariku."

             Ketika itu, orang pertama dari Madinah telah sampai, yaitu Akhram Asadi RA. Salamah memintanya menunggu teman-teman lainnya sebelum menyerang perampok itu, tetapi Akhram berkata, "Biarlah aku mati syahid karenanya…!"

 Setelah itu, ia menghambur dengan kudanya ke arah para perampok. Abdurrahman menyambut serangannya dan ia berhasil menyabet kaki kuda Akhram hingga terjatuh, dan segera menyerangnya lagi sehingga Akhram menemui syahidnya. Tak lama kemudian datanglah Abu Qatadah RA yang langsung menyerang, tetapi sekali lagi Abdurrahman berhasil menyabet kaki kuda Abu Qatadah hingga terjatuh. Tetapi kali ini Abu Qatadah cukup sigap, sambil terjatuh ia masih bisa menyerang Abdurrahman dan pada akhirnya berhasil memenggal lehernya.

             Abu Qatadah, Salamah dan beberapa temannya menyerang para perampok kafir itu hingga banyak yang tewas, ketika makin banyak orang-orang Madinah yang datang, para perampok itu melarikan diri.

Kisah Sahabat Muhammad bin Maslamah RA



          Muhammad bin Maslamah RA adalah seorang Anshar dari Suku Aus. Ketika seorang pimpinan Yahudi bernama Ka'b bin Asyraf sering menghasut dan menyakiti kaum muslimin, Rasulullah SAW memutuskan agar ia dibunuh, beliau SAW bersabda, "Siapakah yang siap membunuh Ka'b bin Asyraf, sungguh ia telah menyakiti Allah dan RasulNya!!"

Muhammad bin Maslamah secara spontan bangkit dan berkata, "Aku, wahai Rasulullah, aku akan membunuhnya untukmu. Aku akan membunuhnya!"
"Lakukanlah, jika engkau sanggup melakukannya!!" Kata Nabi SAW.

Mungkin karena kecintaan dan ketaatannya kepada Nabi SAW, membuatnya begitu saja menyanggupi tanpa dipikirkan lebih dahulu. Mungkin juga ia khawatir kedahuluan orang lain dalam menyenangkan hati Rasulullah SAW. Setelah kembali ke rumah, barulah ia menyadari betapa berat tugas untuk membunuh Ka'b, apalagi ia kenal cukup baik dengan tokoh Yahudi itu. Tiga hari tiga malam ia tidak makan minum kecuali untuk sekedar bisa hidup.

Keadaannya ini dilaporkan kepada Nabi SAW, dan beliau memanggilnya untuk menghadap. Ketika beliau bertanya tentang apa yang dilakukannya, Ibnu Maslamah berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah mengucapkan suatu perkataan kepadamu (untuk membunub Ka'b bin Asyraf), sedangkan aku tidak tahu, apakah aku dapat melakukannya atau tidak!!"

Nabi SAW hanya tersenyum mendengar perkataannya, kemudian bersabda, "Kewajibanmu tidak lain adalah berusaha dengan sungguh-sungguh!!"

Ucapan Nabi SAW yang singkat ini telah membangkitkan semangatnya. Muncul suatu siasat di benaknya, ia berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, Izinkanlah aku mengatakan sesuatu kepadanya (yakni Ka'b bin Asyraf)."



Nabi SAW memberikan ijin. Hal itu ia perlukan karena muslihat yang akan ia lakukan, walau sedikit tetapi mengandung unsur kebohongan, bahkan bagi orang yang tidak tahu, bisa jadi ia dianggap murtad. Ia segera melangkahkan kakinya ke kediaman tokoh Yahudi tersebut.

Ketika telah bertemu dengan Ka'b, ia menceritakan kesusahannya dalam mengikuti Nabi SAW karena beban zakat, dan ia menemuinya untuk meminjam gandum. Ka'b meminta jaminan pinjamannya tersebut, yakni istri Ibnu Maslamah, tetapi ia menolaknya. Ia juga menolak ketika Ka'b meminta anaknya sebagai jaminan. Tetapi Ibnu Maslamah menjanjikan senjatanya sebagai jaminan dan Ka'b setuju, dan mereka sepakat untuk bertemu pada suatu malam.

Pada malam yang ditentukan, Muhammad bin Maslamah bersama dua atau tiga temannya berangkat menemui Ka'b di bentengnya, salah satunya adalah Ibnu Na'ilah, saudara sepersusuan Ka'b. Ia berkata kepada teman-temannya, bahwa nanti ia akan mencium dan memegang kepada Ka'b, dan saat itu hendaklah mereka menyabetkan pedangnya ke leher Ka'b. Setelah sepakat merekapun berangkat.
Nabi SAW sempat menyertai mereka sampai di Baqi al Gharqad, dan beliau melepas kepergiannya dengan ucapan, "Pergilah kalian dengan nama Allah!!"

Dan beliau mengiringi dengan doa, "Ya Allah, bantulah mereka!!"
Ketika sampai di benteng kaum Yahudi tersebut, mereka dipersilahkan masuk. Ka'b sempat diperingatkan istrinya ketika akan menemui tamu-tamunya, bahwa ia merasa ada seseorang yang akan berbuat jahat. Tetapi Ka'b berkata dengan tenangnya, "Sesungguhnya hanya saudaraku Muhammad bin Maslamah dan saudara sepersusuanku, Ibnu Na'ilah yang akan datang. Sesungguhnya seorang yang mulia, jika diajak berkelahi pada malam hari, ia pasti akan menyambutnya!"

Setelah beberapa perbincangan, Ibnu Maslamah meminta ijin untuk mencium kepada Ka'b sebagai suatu bentuk penghormatan di kalangan orang-orang Arab kepada orang yang dimuliakan. Ka'b mengijinkannya. Begitulah, saat mencium kepala Ka'b, Ibnu Maslamah segera memegangnya dengan erat dan dengan cepat teman-temannya menyabetkan pedangnya sehingga Ka'bpun terbunuh.

Begitu pimpinannya terbunuh, orang-orang Yahudi di benteng tersebut begitu ketakutannya dan tidak bisa berbicara apa-apa, sehingga Ibnu Maslamah dan teman-temannya bisa keluar dengan selamat dari benteng tersebut. Tentu ini tidak lepas dari doa Nabi SAW ketika melepas kepergian mereka.
Tiba di Baqi al Gharqad, merekapun bertakbir, dan takbir ini didengar oleh Nabi SAW yang sedang shalat malam. Ketika sampai di hadapan Nabi SAW, beliau memuji Allah, menyambutnya dengan ucapan gembira, "Wajah-wajah ini telah mendapat kemenangan!"

"Juga wajah engkau, ya Rasulullah!!" Kata Muhammad bin Maslamah dan teman-temannya.
Ketika orang-orang yahudi dari Bani Nadhir mengkhianati perjanjian damai dengan Nabi SAW, dan bermaksud membunuh beliau, Nabi SAW mengerahkan pasukan mengepung perkampungan Yahudi tersebut. Muhammad bin Maslamah ditunjuk Nabi SAW menemui orang-orang yahudi tersebut untuk menyampaikan pesan kepada mereka, "Keluarlah kalian dari negeri Madinah ini, dan jangan kalian tinggal bersama kami setelah kalian merusak perjanjian antara kita. Kuberi kalian waktu selama tiga hari!"

            Ketika terjadinya Perang Tabuk, ia ditunjuk Nabi SAW sebagai pimpinan di Madinah, tetapi menurut riwayat lain, yang ditunjuk Nabi SAW adalah Siba' bin Urfuthah al Ghifary RA

Betapa Besar Pengorbanan Rasulullah Terhadap Umatnya



الحبيب عمر بن حفيظ - Habib Omar:

يا أهل الذكرى لمولد حبيب الله:
Wahai sekalian yang berkumpul untuk meng-ingat untuk kelahiran sang kekasih ALLAH

تذكروا عظمةَ جهاده،
Ingat-lah kamu sekalian besarnya usaha beliau

وتذكروا قويم اجتهاده،
Dan....ingat-lah kamu sekalian terus-menerusnya usaha beliau

فقد بكى لكم كثيرا،
Beliau sering menangis untuk kamu sekalian

وتضرَّع إلى المولى وضجَّ في شأنكم كثيرا،
Beliau sering bermunajah,berkeluh kesah kepada-Nya demi kamu sekalian

وقام ليلاً طويلاً حتى تورمت قدماه.
Beliau ibadah dimalam hari dalam jangka waktu yang lama sampai-sampai kedua kaki beliau bengkak



فكنتم به خير أمة عند الواحد الأحد،
Maka kamu sekalian,karena sebab beliau menjadi sebaik-baik umat disisi Dzat yang Maha Esa

فاعرفوا قدرَ النبي محمد، وارتبطوا بالنبي محمد،
Maka kenailah kamu sekalian tinggi derajat Nabi Muhammad & sambunglah kamu sekalian ikatan batinmu dengan Nabi Muhammad

وعظِّموا شريعةَ النبي محمد،
Agungkan-lah kamu sekalian syariat Nabi Muhammad

وقوموا بتحقيق حسن أدائها وتطبيقها على المستويات كلها،
Laksanakan kamu sekalian dengan benar-benar pelaksanaan syariat beliau dengan sebaik-baiknya & mem-praktek-kan sebagaiaman mestinya dari syariat beliau

فلن ينجح الفرد منكم،
Maka tidak akan ada yang selamanya dari satu-pun diantara kamu sekalian

ولن تكرم أسرة من أسركم إلا بتقويمِ هديِه وشرعه فيها،
Dan selamanya tidak akan mulia satu-pun dari keluarga kamu sekalian kecuali....dengan pelaksanaan petunjuk,serta syariat beliau di tengah keluarga kamu sekalian

وإقامة منهاجه وسننه وإحيائها.
Pelaksanaan koridor syariat beliau yang telah jelas tanpa keraguan sedikit-pun,serta penghidupan/pengamalan sunnah-sunnah Beliau Saw.

Senin, 11 Desember 2017

Cara Memandang Orang Lain



قال الإمام الغزالي رحمه الله
Al-Imam Ghozali r.a berkata :

: ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻻ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻭﺗﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻚ ﻭﺃﻥ اﻟﻔﻀﻞ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﻓﺈﻥ رأيت ﺻﻐﻴﺮا ﻗﻠﺖ
Sepatutnya jangan-lah engkau melihat kepada seseorang-pun kecuali engkau melihat kepadanya bahwasan-nya dia lebih baik darimu, dan sesungguhnya dia lebih mulai darimu, maka jika engkau melihat kepada anak kecil, engkau katakan didalam hatimu;

ﻫﺬا ﻟﻢ ﻳﻌﺺ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ
"Anak kecil ini tidak bermaksiat kepada Allah SWT, sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya, maka sudah pasti dia lebih baik daripada diriku"

ﻭﺇﻥ رأيت ﻛﺒﻴﺮا ﻗﻠﺖ : ﻫﺬا ﻗﺪ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ قبلي ، ﻓﻼ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ
Dan jika engkau melihat kepada yang lebih tua, engkau katakan, "orang ini telah beribadah kepada Allah SWT sebelum diriku, maka sudah pasti dia lebih baik dariku"



ﻭﺇﻥ رأيت ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻗﻠﺖ
Jika engkau melihat orang yang berilmu,engkau mengatakan;

ﻫﺬا ﻗﺪ أعطي ﻣﺎ ﻟﻢ ﺃﻋﻂ ﻭﺑﻠﻎ ﻣﺎ ﻟﻢ ﺃﺑﻠﻎ ﻭﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﺟﻬﻠﺖ ﻓﻜﻴﻒ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﺜﻠﻪ
"Orang ini telah diberikan sesuatu yang aku tidak diberikan (tidak mendapatkannya), dan dia telah sampai kepada kemulyaan yang aku tidak sampai pada kemulyaan tersebut, dan dia mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui, maka bagaimana mungkin aku menjadi seperti dia ?"

: ﻭﺇﻥ رأيت ﺟﺎﻫﻼ ﻗﻠﺖ
Dan jika engkau melihat orang yang bodoh, engkau berkata;

ﻫﺬا ﻗﺪ ﻋﺼﻰ اﻟﻠﻪ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺃﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﺑﻌﻠﻢ
"Orang ini telah bermaksiat kepada Allah SWT, karena kebodohan sedangkan aku bermaksiat kepada Allah SWT dengan pengetahuanku tentang Allah SWT."

ﻓﺤﺠﺔ اﻟﻠﻪ علي ﺁﻛﺪ ﻭﻣﺎ ﺃﺩﺭﻱ ﺑﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻲ ﻭﺑﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ؟
Maka bukti kejelekanku dihadapan Allah SWT lebih kuat, dan akupun tidak mengetahui dengan apa usiaku ditutup, dan dengan apa usianya ditutup?

: ﻭﺇﻥ رأيت ﻛﺎﻓﺮا ﻗﻠﺖ
Dan jika engkau melihat orang kafir, engkau berkata;

ﻻ ﺃﺩﺭﻱ ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﺴﻠﻢ ﻭﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ﺑﺨﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ، ﻭﻳﻨﺴﻞ ﺑﺈﺳﻼﻣﻪ ﻣﻦ اﻟﺬﻧﻮﺏ، ﻛﻤﺎ ﺗﻨﺴﻞ اﻟﺸﻌﺮﺓ ﻣﻦ اﻟﻌﺠﻴﻦ
"Aku tidak tahu bagaimana akhir hidupnya, semoga dia masuk Islam, dan akhir hayatnya ditutup dengan sebaik-baik amal perbuatan (husnul khotimah). Dan dia terpisahkan dari dosa-dosa karena sebab Islamnya, sebagaimana terpisahkannya rambut dari tepung."

ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻭاﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻓﻌﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻀﻠﻨﻲ اﻟﻠﻪ ﻓﺄﻛﻔﺮ
"Sedangkan diriku, semoga ada perlidungan Allah SWT, bisa saja Allah menyesatkanku sehingga aku menjadi kafir"

ﻓﻴﺨﺘﻢ ﻟﻲ ﺑﺸﺮ اﻟﻌﻤﻞ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻏﺪا ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﻤﻘﺮﺑﻴﻦ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻤﺒﻌﺪين
"Dan akhir hayatku ditutup dengan paling jeleknya amal (su'ul khotimah), dan kelak dia termasuk kelompok orang-orang yang dekat dari-Nya dihari kiamat, sedangkan aku termasuk dari kelompok orang-orang yang jauh dari-Nya (na'udzubillah)"

Bermimpi Rasulullah SAW



Ibn as`ad bin abi matharaf adalah seorang yang baik dan shaleh, ia selalu merindukan sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.

Suatu ketika ia telah berkata :”Aku telah menetapkan diriku untuk bersholawat setiap malam sebelum tidur dengan jumlah tertentu, yang terkadang juga pada beberapa malam aku sempurnakan jumlah itu hingga aku tertidur .

Aku menempati suatu kamar, dan tiba-tiba terlihat Sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam masuk ke ruanganku melalui pintu kamar, maka terang-benderanglah ruangan itu dengan cahaya (Nur) Sayyidina Muhammad SAW.



Kemudian beliau bangkit dan mencium pipiku, karena banyaknya shalawatku kepada beliau SAW.
Lalu akupun segera bangun, dan aku bangunkan pula istriku yang ada disampingku, tiba-tiba rumahku itu semerbak bau harum (lebih harum dari minyak wangi termahal didunia yaitu misk) Rasulullah SAW.

Harum itu melekat dipipiku selama 8 hari karena ciuman Rasulullah SAW, dan istriku pun mendapatkan bau harum itu di pipiku setiap hari.

Oooh..alangkah beruntungnya aku..Alhamdulillah Semoga aku dan kalian senantiasa bersholawat dan selalu merindukan Sayyidina Muhammad
Aamiin ya rabb Shalallahu alaihi wasallamAllahumma Shalli waalihi washahbihi wasallam

Minggu, 10 Desember 2017

Keturunan Rasulullah SAW tidak terputus



Prof.Dr. Syaikh Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan Buya Hamka, menjelaskan didalam kitab tafsir karya beliau, kitab Tafsir al-Azhar mengenai tafsir
Surat Al-Kausar, Ayat :3


"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (QS. Al-Kausar: Ayat 3)

Dikisahkan mengenai sebab-sebab turunya ayat ini bahwasanya kaum kafir Quraisy di antara-nya Abu Lahab, Al-Ash bin Wail, Uqbah bin Abi Mu'ith dan orang-orang musyrikin lainya gembira ria dan meghina serta mencemooh Nabi Muhammad SAW sebab semua anak laki-laki Nabi meninggal di waktu kecil, mereka beranggapan bahwa habislah dan telah putus keturanan Nabi Muhammad SAW dan tidak akan ada sebutannya lagi.



Maka turunlah Surat Al-Kausar: Ayat: 3 "Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus."

Prof.Dr Buya Hamka juga menjelaskan di akhir tafsir ayat ini : "Abul Fadhl Al-Arudhiy mentafsirkan pula bahwa Al-Kautsar, pemberian yang sangat banyak itu dianugerahkan Allah juga bagi Nabi Muhammad SAW dengan keturunan dari pihak anak perempuan, yaitu keturunan Fatimah, yang sampai sekarang sudah 14 abad masih saja bertebaran dimuka bumi ini, ada yang menjadi raja-raja besar di negeri-negeri besar, ada yang menjadi ulama dan berpolitik, sedang orang yang membencinya itu maka putuslah berita mereka, tidak ada kabarnya lagi. Marilah kita camkan kebenaran firman Tuhan"

Berbaktilah Kepada Ibu Bapak



Seseorang datang kepada Rasulallah SAW lalu berkata : "Yaa Rasulallah aku memiliki kedua orang tua yang sudah tua sekali dari semenjak lama sudah sakit-sakitan dan kukira aku merawatnya dengan baik dan mengeluarkan banyak hartaku untuknya, bahkan jika kuhitung jasa yang mereka berikan kepadaku dan apa yang kuberikan kepada mereka, aku kira itu sudah terbalas bahkan lebih, bagaimana ya Rasulallah? "

Rasulallah SAW menjawab : "Jasa mereka tidak akan pernah terbalas , mereka merawatmu dan menangis berharap engkau hidup, sementara di hatimu ketika engkau mengasuh mereka pernah ada terlintas : kapan mereka akan meninggal..?, (mereka menunggu kehidupanmu dan engkau menunggu kematian mereka , jasa mereka tidak akan terbalas)"



" ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﻛﺎﻟﻐﺮﻳﻖ ، ﻳﻨﺘﻈﺮ ﺩﻋﻮﺓ ﺗﻠﺤﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﺑﻨﻪ ﺃﻭ ﺃﺧﻴﻪ ﺃﻭ ﺻﺪﻳﻘﻪ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻟﺤﻘﺘﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ "

sesungguhnya mayit di kuburnya seperti orang yang tenggelam di lautan, dia selalu menunggu dan berharap ada anak, saudara bahkan temannya yang mendoakannya, jika mereka sudah menziarahi sang mayit ataupun mendoakannya maka dia akan lebih senang dibanding memiliki dunia dan seisinya.

Jangan khawatir bagi yang orang tuanya sudah wafat, masih banyak cara untuk berbakti melalui do'a dan shodaqoh.

Bagi yang orang tuanya masih hidup jagalah baik-baik kedua orangtuamu, bersungguhlah berbakti kepadanya sebab nyawamu pun tak akan mampu menebus penyesalan akibat durhaka terhadap orang tua.

Semoga orang tua kita ditempat paling terbaik di sisi Allah swt dan Rasulullah saw..Aamiin...

Amalan Sunnah Shalat Jum'at



FAIDAH-FAIDAH yang dikhususkan dibaca pada pemimpin semua hari yaitu hari Jum'at :
Ini faidah-faidah diambil dari Majelis Al-Habib zain bin Ibrahim bin Smith, dan Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Assyathiri....

semoga ALLAH SWT memberi kemanfatan karena beliau berdua...
amiin :

Barang siapa yang membaca setelah mandi sunnah dihari jum'at "yaa muhaiimin" sebanyak 100x, maka Allah SWT akan menghadiakan untuknya kewibawaan dihadapan makhluk-mahkhlukNya.

Barang siapa yang membaca diantara dua adzan diwaktu hendak melaksanakan sholat jum'at "surat alqodr" sebanyak 7x,
maka Allah SWT akan melunasi semua hutang-hutangnya.

Barang siapa yang membaca ketika khotib membaca do'a lilmu'miinina wal mu'minaat "yaa ghoni yaa mughni"sebanyak 40x dan membaca disetiap kelipatan yang ke 10 "aghnini", Maka Allah SWT akan melapangkan rizqinya.



Barang siapa yang membaca setelah sholat jum'at "yaa baathin" sebanyak 33x, maka Allah SWT akan menjadikannya termasuk dalam golongan ahli bathin.

Lalu Diriwayatkan barang siapa yang membaca Surat Al-Fatihah,
Al-Ikhlas, Al-Mu'awwidzatain (Al Falaq & An Naas) masing-masing 7x setelah salam dari shalat jum'at dan sebelum melipat kakinya
(merubah posisi duduk stlh salam) serta belum berbicara apapun, maka Allah akan mengampuni
segala dosa yang telah berlalu dan diberi pahala sebanyak pahala orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam riwayat lain dijaga dari keburukan hingga jum'at yang
akan datang serta akan dilindungi perkara agamanya, dunianya, istri dan anak-anaknya.

Imam Asy-Syarqowi berkata : Barangsiapa yang senantiasa
melanggengkan doa tersebut dan surat-surat yang telah
disebutkan tadi, Allah akan mencukupinya dan Memberikan
kepadanya rizqi yang tak disangka-sangka,mengampuni
segala dosanya dan melindungi urusan agama,dunianya serta
istri dan anak-anaknya..

Hendaklah Berdoa Dengan Menyebut Nama Nama Allah SWT



حكي عن الليث بن سعد أنه قال :
Diceritakan dari Lays bin Sa'ad sesungguhnya beliau berkata;

رأيت عقبة بن نافع ضريراً، ثم رأيته بعدها بصيراً،
Aku melihat 'Uqbah bin Naafi' adalah seseorang yang buta, setelah selang beberapa waktu aku meilhatnya dapat melihat

فقلت له: بم رد عليك بصرك؟
Maka aku Lays berkata;dengan cara apa engkau mengembalikan pandangan matamu?

فقال: أتيت في منامي، فقيل قل:
'Uqbah berkata;aku telah didatangi seseorang didalam mimpiku dan dia berkata kepadaku, ucapkanlah do'a;
(يا قريب، يا مجيب، يا سميع الدعاء، يا لطيفاً لما يشاء، رد علي بصري)
Yaa Qoriibu,Yaa Mujiibu,Yaa Samiiad du'aai,Yaa Latiifal limaa yashaa,rodda 'alayya basorii



فقلتها، فرد الله عزَّ وجل علي بصري
Aku-pun mengucapkan do'a tersebut, ALLAH SWT mengembalikan pandangan mataku

قال أحدهم : إنه دعا وتوسل باسمائه المطهره ..
Berkata salah-satu dari para 'ulama;beliau 'Uqbah berdo'a dengan menjadikan nama-nama ALLAH SWT yang tersucikan sebagai perantara

إنه كنز مبارك لمن له حاجة أن يدعو به ويسمي حاجته بعد الحمد والثناء لله تعالى
Maka sesungguhnya nama-nama ALLAH SWT adalah sesuatu yang berharga yang penuh keberkahan bagi seseorang yang memiliki hajat...berdo'a dengan menyebut nama ALLAH SWT, membaca pujian kepadaNya dan menyebutkan hajatnya.

ثم ....الدعاء ....وختمه بالحمد والصلاة والسلام على نبيه الكريم ‏صلى الله عليه وسلم ..
Lalu berdo'a dan menutup do'a dengan pujian, sholawat dan salam atas Nabi yang Mulia, Nabi Muhammad SAW

Baik Sangka Kepada Allah SWT



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya.

Inilah bentuk husnuzhon atau berprasangka baik pada Allah yang diajarkan pada seorang muslim. Jabir berkata bahwa ia pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat tiga hari sebelum wafatnya beliau,


لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhon pada Allah” (HR. Muslim no. 2877). Husnuzhon pada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam do’a. Ketika kita berdo’a pada Allah kita harus yakin bahwa do’a kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya do’a dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya do’a. Karena ingatlah bahwasanya do’a itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhon pada Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60) “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Jumat, 08 Desember 2017

Mengharap Ridha Allah

harap 


Abul Qasim Junaid bin Muhammad, seorang ulama sufi yang tinggal di Baghdad, karena itu lebih dikenal dengan nama Imam Junaid al Baghdadi, suatu ketika mengalami sakit mata yang cukup parah.

Suatu malam seorang dokter mata dipanggil & setelah melakukan pemeriksaan & pengobatan, sang dokter berkata, “Jika engkau ingin matamu selamat, jangan sampai kena air!!” Salah satu amalan istiqomah yang tidak pernah ditinggalkan Imam Junaid adalah shalat 2 rakaat sebelum tidur.

Baginya, ancaman kerusakan mata bila terkena air, tidaklah seberapa beratnya jika dibandingkan kehilangan 2 rakaatnya tersebut. Begitu dokter itu pergi, ia segera mengambil air untuk berwudhu & shalat 2 rakaat. Imam Junaid tidak memperdulikan lagi rasa sakit & resiko yang terjadi dengan matanya, yang terpenting ia tidak meninggalkan amalan istiqomahnya demi untuk memperoleh keridhoan Allah.



Setelah itu ia tidur, Menjelang waktu subuh, Imam Junaid bangun dari tidurnya, & ia keheranan karena rasa sakit di matanya telah hilang. Bahkan penglihatannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum sakit. Dalam keheranannya itu, tiba-tiba ia mendengar suara tanpa wujud (hatif), “Junaid telah berani mengorbankan matanya untuk ridho-Ku. Seandainya para ahli neraka jahanam (yakni orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah) meminta (ampunan) kepada-Ku dengan semangat yang dimiliki Junaid, pastilah Aku akan memenuhi permintaan mereka!!” Keesokan harinya, dokter mata itu datang lagi untuk memeriksa keadaan Imam Junaid & ia ter-heran-heran karena matanya telah sembuh total. Sang dokter berkata, “Apa yang telah engkau lakukan dengan matamu itu?” Aku berwudhu & shalat 2 rakaat!!” Kata Junaid. Dokter itu terkesima dengan jawaban Imam Junaid, berwudhu berarti terkena air, tetapi ternyata matanya malah sembuh.

Segera saja ia berkata, “Itu adalah obat dari Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan obat dari mahluk. Sesungguhnya akulah yang selama ini sakit mata (hati) & engkau, wahai Junaid sebagai dokter Kemudian dokter mata yang beragama Nashrani itu mengucap syahadat, menyatan masuk Islam dihadapan Junaid.

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

Arsip Blog