Jumat, 18 Agustus 2017

Inilah Amalan Nike Ardilla Anak Angkat Abah Guru Sekumpul Yang Selalu Di Ziarahi Banyak Orang


Kisah Nike Ardilla (anak angkat KH Muhammad Zaini bin AbduL Ghoni).
Alhmh.Nike Ardila adalah seorang penyanyi pop di era 90an.dia kelahiran 27 Desember 1975.dia meninggal dalam usia 19 tahun pada tanggal 19 Maret 1995. Banyak orang mengatakan bahwa dia mati menimbulkan karomat. hampir tiap hari makamnya diziarahi banyak orang.

Pernah dulu tahun 2009 alfaqir ziaroh kequbur Nike Ardila dan silaturrahmi ke rumah ibu beliau (ibu Nining Ningsihrat). alfaqir menanyakan kepada ibu beliau apa amalan Nike Ardila selama hidup sampai dikatakan banyak orang mati dalam menimbulkan karomat.

Jawab ibu Nining, "dia tidak punya apa2, sholat sering bolong. tapi dia ga bisa mengejek orang sekalipun dan ga bisa menggaduh masalah orang lain. serta dia punya ayah angkat yang ada di banjar di sekumpuL yang disebut orang "Abah Guru SekumpuL".nah ayah angkatnya itu yang mengajarkan Nike untuk shalat dan wirid."Wirid yang dibaca cuma shalawat 100x sehari dan Istighfar 100x sehari itu saja amalan yang ayah angkat Nike beri ke Nike.

Dan satu lagi Nike bilang ke saya bahwa ayah angkatnya itu seorang wali. karna orang banjar menyebutkan bahwa ayah angkatnya itu wali dan Nike percaya bahwa ayah angkatnya itu wali.
Setelah Nike meninggal,saya sering mimpi Nike bahwa Nike sangat bahagia di sana. Dan pada tahun 2009 saya mimpi Nike tapi Nike bersama banyak orang yang pakaian semuanya putih2. Kata Nike ke saya, "ibu.... aku di sini bersama ayah angkatku," kata Nike kepada ibunya. Dan orang sekitar maqom Nike pun sering melihat maqom Nike selalu mengeluarkan cahaya.

Itulah kata ibu Nining (ibunda Nike Ardila).
Nike Ardila cuma penyanyi biasa yang tidak menuntut ilmu sama sekali bahkan shalatpun sering bolong kata ibundanya. Cuma dia percaya dengan wali. Cuma modal percaya sama wali dan tidak mengejek keburukan orang lain udah dikasih Allah karomat.
Jauh bedanya dengan kita, namun kita cuma bisa minta ampun dan mengharap mati dalam keadaan husnul khatimah Aamiin..

Semoga kita juga bisa menuruti akan hal yang demikian itu,Aamiin... dimatikan dalam husnul khatimah, mampu mengucap kalimat syahadat wan dihadiri Rasulullah..... aamiiin....
___________________
sumber ahbab muhammad
https://web.facebook.com/jamaah.abah.guru.sekumpul/photos/pcb.1577091888968633/1576980108979811/?type=3&theater


Kisah Guru Zuhdi Mancing Tapi Tidak Di Kenali Orang

foto Abah Guru Zuhdi berpakaian biasa

Kisah lucu dari Abah Haji (Guru Zuhdi) yang alfaqir dangar langsung dari sidin malam rabu pas pangajian di rumah sidin tahun 2009.

Waktu Abah Haji maunjun lawan kakawanan sidin,ada urang tuha, tapi kada tuha banar pang. Sekitar umur 50an lah lakian. Imbah itu lakian tadi mamaraki sidin. Waktu itu Abah Haji maunjun pakai baju kaos biru tangan handap pakai selawar kain warna hirang, kada pakai kupiah.

Imbah diparaki lakian tadi lalu baucap lawan abah Haji si lakian tadi.jer lakian tadi "ikam asa mirip lawan H.Zuhdi yang pangajian malam rabu disungai jingah.asa iya asa kada pang jer lakian tadi madahi abah Haji.abah Haji kadada bapander cuma senyum ja sidin. Lalu lakian tadi manakuni pulang lawan abah Haji, "Ikam parnah lah ka pangajian H Zuhdi? dijawab abah Haji pernah ae.

Jer lakian tadi, "Aku hanyar sakali ke pangajian di situ meantar cucuku pas tabalujur hujan harinya, paksa'ae kuumpat jua duduk, tapi basalawar ja pang mandangarakan," jer lakian tadi pulang. Lucu jua lah H.Zuhdi tuh bacaramah, lucut ku tatawa kaya pelawak."

Abah Haji badiam haja cuma senyum ja. Si lakian tadi maunjun jua pas bahigaan lawan Abah Haji Cuma lakian ne dasar kada tahu muha abah Haji, hanyar sakali ka pengajian Abah Haji malam rabu, itu pun tabalujur jua meantar cucu sidin pas hujan harinya.

Kada lawas lakian tadi handak bulik karna cucu sidin meambili. Cucu sidin rupanya pinandu lawan Abah Haji karna rancak turun majlis sidin pang jadi pinandu. Dipadahi si cucu lakian tadi, "Kai, tu Guru Zuhdi di higa pian, kenal kah pian jadi patuh banar."

Dikira si cucu tadi bapanderan kaya kakawanan akrab sakalinya lakian tadi kada pinandu lawan abah Haji. Kada jadi naik kandaraan, lakian tadi langsung basalaman lawan Abah Haji. Jer lakian tadi, "Kada pinandu pada pian Guru Zuhdi. Minta rela gurulah ," jer lakian tadi. Jawab Abah Haji, inggih sama2 puun. Jaka kada cucu ulun madahe pian Guru Zuhdi kada tahu ulun jer lakian tadi madahe abah Haji. Imbah tu lakian tadi bulek imbah basalaman lawan Abah Haji.

Dahulu pangajian Abah Haji mun di rumah sidin tiap malam rabu lawan di pondok indah malam selasa, di mesjid raya sabilal sama ja kaya dulu malam jum'at lawan di mesjid jami' malam minggu.
Kita do'akan mudahan abah Haji dan keluarga panjang umur, disehatkan badan dan dimudahkan urusan. Barkat kita mamuji paguruan kita jua mamuji Rasulullah SAW. Barkat kita mahimungi paguruan kita jua mahimungi Rasulullah SAW.

________________________________
sumber akun FB Ahbab Muhammad


Rabu, 16 Agustus 2017

Download Ceramah Cerdas Ustadz Abdul Somad Lc. MA


Setelah mengetahui profil dan biodata Ustads Abdul Somad Lc.MA ada baiknya kita mendengarkan tausiah dan ceramah ustad Abdul Somad lc.ma disini anda bisa mendengarkannya secara langsung atau bisa mendownload ceramahnya.



silahkan klik link dibawah ini.

  1. Tanya Jawab (Kutacane-Aceh)
  2. Tanya Jawab Syarah Hadits (27.5.2017)
  3. Tanya Jawab Syarah Hadits (17.6.2017)
  4. Tanya Jawab Syarah Hadits (15.7.2017)
  5. Tanya Jawab Syarah Hadits (10.6.2017)
  6. Tanya Jawab Syarah Hadits (3.6.2017)
  7. Tanya Jawab Syarah Hadits (1.7.2017)
  8. Tanya Jawab (Masjid Nurul Islam)
  9. Tanya Jawab (Masjid Al-Asy-ari)
  10. Tanya Jawab (Masjid Al Muhajirin)
  11. Mengapa Allah Sisakan Kaum Yahudi
  12. 3 Golongan yang Shalatnya Tidak Diangkat Allah
  13. 7 Ciri Kelompok Ummat Nabi Muhammad
  14. Bid'ah & Maulid Nabi (1)
  15. Bid'ah & Maulid Nabi (2)
  16. Membongkar Kesesatan Syiah (Dari Kitab Mereka)
  17. 10 Keutamaan Perempuan
  18. Bersedekahlah
  19. Fiqih Seputar Imam dan Ma'mum #1
  20. Fiqih Seputar Imam dan Ma'mum #2
  21. Sejarah Salafus Shaleh
  22. Sempurna Iman dengan 4 Syarat
  23. Kisah & Hikmah Isra Mi'raj
  24. 4 Hal yang Lebih Berharga Daripada Dunia
  25. Fiqih Shalat Lengkap
  26. Hati-hati, Umat Islam Masuk ke Lubang Biawak
  27. Istiqomah Hingga Husnul Khotimah (1)
  28. Istiqomah Hingga Husnul Khotimah (2)
  29. Memahami Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (1)
  30. Memahami Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (2)
  31. Syarat Maksiat
  32. Syiah & LGBT
  33. Ulama Suu (Ulama yang Jahat)
Semoga postingan ini bermanfaat untuk kita semua ....

Sumber : https://m-murjani.blogspot.co.id/2017/05/download-kumpulan-mp3-ceramah-ust-abdul.html

Senin, 14 Agustus 2017

Profil Ustadz Abdul Somad, Lc. MA



Profil Dan Biodata Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Lengkap - Beberapa tahun terakhir, nama ustadz ini sering menjadi perbincangan para netizen dan pegiat media sosial tanah air. Kajian-kajiannya tajam dan menarik sehingga membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Bahkan pengajiannya pun juga banyak yang menjadi viral di media sosial. Kajian mengenai hari kemerdekaan Indonesia beberapa waktu yang lalu misalnya, begitu viral dan dishare oleh banyak orang. Namanya adalah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Di tanah air, profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, Lc. MA mungkin belum begitu populer.

Nama Ustadz Abdul Somad, Lc. MA mungkin belum setenar Ustadz Maulana, Ustadz Zacky Mirza atau ustadz lainnya yang begitu populer dan banyak mengisi tausiah di TV. Namun meski belum populer dan setenar pendahulunya, namun profil dan biodata Ustadz Abdul Somad mulai banyak dikenal di kalangan netizen. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama. Dan bahkan bukan itu saja, ceramah Ustadz Abdul Somad juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah kekinian, nasionalisme dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

Demikian halnya selain di dunia nyata, ternyata di dunia maya pun nama Ustadz Abdul Somad ini juga mulai banyak dicari banyak orang. Banyak yang mencari informasi siapa sebenarnya profil dan biodata Ustadz Abdul Somad ini. Selain begitu banyak orang yang penasaran dengan nama Ustadz Abdul Somad, tak sedikit pula yang mencari berbagai kajian dan ceramah Ustadz Abdul Somad. Nah, maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan berusaha menyajikan info mengenai profil dan biodata Ustadz Abdul Somad secara lengkap. Semoga saja info terkait biodata Ustadz Abdul Somad ini bisa menambah pengetahuan Anda mengenai beliau. Untuk lebih jelasnya mengenai profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, bisa Anda perhatikan di bawah ini.

Profil Dan Biodata Ustadz Abdul Somad

Biodata Ustadz Abdul Somad
Nama Lengkap : H. Abdul Somad, Lc., MA.
Kelahiran : Rabu petang tanggal 30 Jamada al-Ula 1314 Hijrah
Bertepatan dengan 18 Mei 1977 M.

Pendidikan Ustadz Abdul Somad
SD al-Washliyah, tamat 1990
Mts Mu'allimin al-Washliyah Medan, tamat 1993
Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996
S1 Al-Azhar, Mesir.
S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko

Pengabdian Ustadz Abdul Somad

- Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
- Dosen Tafsir dan Hadits di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.
- Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.
- Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode : 2009 – 2014.
- Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode : 2009 – 2014.
- Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode : 2009 – 2014.

Karya Ilmiah Ustadz Abdul Somad

a. Thesis
رجال الموطأ والصحيحين الذين ضعفهم النسائي في كتاب الضعفاء والمتروكين: جمعا ودراسة

b. Terjemah (Arab – Indonesia)

- Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.

- 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.

- 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.

- 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
- 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004.

- Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.

- Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
- Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.


Nah teman-teman dan saudaraku semua, itulah profil lengkap Ustadz Abdul Somad yang sedang menjadi trending saat ini. Semoga saja beliau tetap dikaruniai kesehatan dan umur panjang agar bisa menjadi pembimbing bagi kita semua. Dan terkait profil dan biodata Ustadz Abdul Somad di atas, jika dirasa ada kekeliruan atau data yang kurang, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Jika Anda memiliki informasi akurat terkait kekurangan data pada profil dan biodata Ustadz Abdul Somad, mohon bisa disampaikan kepada kami melalui kolom komentar. Oh iya, beliau juga ustadz yang mendukung tegaknya khilafah di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ceramah Ustadz Abdul Somad yang mendukung Khilafah. Selain itu, beliau kabarnya juga termasuk pendukung NU Garis Lurus yang dipelopori oleh Ustadz Idrus Ramli.

Sekian dulu dari kami, doakan agar kami selalu bisa mengupdate berbagai profil dan biodata Ustadz, Ulama atau Kyai untuk Anda semua. Atas masukan dan koreksinya kami ucapkan banyak terimakasih.

untuk mendengarkan ceramah dan tausiah beliau silahkan kunjungi dibawah ini :

Download Ceramah Cerdas Ustadz Abdul Somad Lc. MA

Sumber : https://profilbiodataustadz.blogspot.co.id/2016/09/profil-dan-biodata-ustadz-abdul-somad.html

Minggu, 13 Agustus 2017

Amalan Lepas Dari Siksa Kubur Dan Masuk Syurga Bi Ghairi Hisab

Abah Guru Sekumpul bersama Guru Salman Jalil

Ujar Abah Guru Sekumpul, di antara amalan yang menyebabkan lepas dari siksa kubur, tidak ditanya malaikat dalam kubur dan masuk surga tanpa dihisab adalah mati dalam menuntut ilmu, orang yang mati dalam menuntut ilmu itu syahid akhirat.

Bukan maksudnya matinya di majelis ilmu, tapi dia berniat seumur hidup menuntut ilmu, walau matinya tidak di majelis ilmu.

Abah Guru menceritakan tentang alm Guru HM Salman bin H Abdul Jalil Albanjari. Kata beliau Guru Salman ini padahal sudah lengkap, baik ilmu keduniaan, politik, ilmu agama dan lainnya, khususnya ilmu falaq. Khusus ilmu Falaq, ujar Guru Sakumpul, Guru Salman ini nomor duanya di Indonesia, yang nomor satunya ahli falaq di indonesia adalah seorang ulama di Kudus (Jawa Tengah) yaitu KH.Hanafiah Gobet.

Beliau (Guru Salman) ini dulu salah satu gurunya Abah Guru Sekumpul sewaktu tsanawiah di Ponpes Darussalam Martapura.

Tapi demi menuntut ilmu walaupun umurnya sudah tua dan sedang sakit yang menyebabkan badannya bengkak-bengkak, tetapi beliau tetap hadir menuntut ilmu kepada bekas murid yang diajarnya dulu , beliau sempatkan hadir di majelis pengajian Abah Guru Sekumpul, begitu ketawadhu'an dan himmah beliau dalam menuntut ilmu. Karena beliau berpedoman "menuntut ilmu dari buaian sampai ke liang lahat/ke mati."

Allah berikan beliau kemuliaan dunia akhirat, mendapat menantu seorang waliyullah yaitu tuan guru KH Semman Mulya (paman dari Abah Guru Sekumpul) dan beliau juga diberikan anak-anak yang sholeh lagi alim yang menjadi tokoh ulama di Martapura saat ini (Guru Hatim Salman, Guru Wildan dan Guru Sa'dudin).

Bahkan beliau dimakamkan satu kubah dengan Abah Guru Sekumpul di samping makam Abah Guru dan menantunya tuan guru KH Semman Mulya.

Guru Salman (HM Salman bin Abdul Jalil Al Banjari, Guru Bangil (Almukarram KH Syarwani Abdan), Abah Guru Sekumpul (asyaikh KH Muhammad Zani bin H Abdul Ghoni Albanjari) dan guru-guru kita Rodhiallohu Anhum yang lainnya pun hingga ke akhir hayat tetap dalam menuntut ilmu, walaupun sudah dalam keadaan sakit yang membawa kepada wafatnya.

Karena mengajarkan ilmu pun termasuk menuntut ilmu. Maka kita sebagai murid dan pecinta hendaklah mengikuti ahklak mereka.

Wasiat Abah Guru "Jangan ampih (berhenti) mengaji walau gurumu sudah mati/wafat."

Mudah-mudahan kita bisa mengikuti para awliya, para ulama dan guru-guru kita, ajaran2 mereka, ibadahnya, akhlaknya, serta tetap diberi niat menuntut ilmu sampai ke mati. biberkati Abah Guru Sekumpul. Aamiiin allahumma aamiiiin.... 🙏🙏🙏

___________________
sumber Riat Albascoty
link http://bit.ly/2u9FsNC


Jumat, 11 Agustus 2017

Cara Supaya Ibadah Kita Diterima Oleh Allah SWT


Berkata Al Mukarram Abah Haji Guru Zuhdi
(Majelis Ta’lim Malam Ahad, 5 Agt 2017)
“SAMBUNGAN pengajian kita, ketika sayyiduna Mu’adz bin Jabal radhiallahuanhu (salah satu sahabat Nabi sholalallhu alahi wassallam, Red) bertanya kpd Rasulullah SAW. Bagaimana jalan salamat, dan amal ibadah itu naik ditarima oleh Allah SWT. Setelah langit pertama dipariksa, langit yg kedua dipariksa, langit yg ketiga dipariksa, sampai pemeriksaan itu kpd langit yg ketujuh. Hingga sampai untuk menuju Allah SWT pun hrs diperiksa.”
“Katanya Muadz Ra, ya Rasulullah, sampiyan itu Rasulullah, pasti amal ibadah sampian ditarima oleh Allah. Sedangkan saya Mu’adz bin Jabal, bagaimana cara dan jalan agar amal ibadah ini ditarima, sampai kehadirah Allah SWT ?”
Nah sambungannya, katanya Sayyiduna Wahabibuna Muhammad SAW, setelah beliau, pertama menjelaskan.
“Untuk selamat, cintai aku, kata Rasulullah, turuti aku kata Rasululllah.
Kedua jaga mulutmu, jangan sampai suka menyebut2 ke’aiban urang lain, terutama keaiban orang2 yg mengamalkan akan Alquranul karim.
Tanggungkan kesalahanmu itu kpd dirimu. Jangan engkau tanggungkan kesalahan kpd orang lain. Yg salah kamu, bukan orang lain.
Jangan engkau mengangggap dirimu suci drpd orang lain.. sesungguhnya dirimulah yg paling kotor di antara semua yg ada.”
“Lalu Nabi SAW kemudian menyambung, jangan engkau masukkan amal dunia di dalam (amal) akhirat.”
Kita beramal beribadah, disuruh, artinya berbuat kebaikan, sesuai ayat quran, wama khalaktul jinna wal insa, ‘ila liya’budu.
“Modal untuk ibadah adalah ilmu, siapa aja beramal beribadat tanpa didasari ilmu, amalnya ditolak oleh Allah. Modal utama berilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Dari mukallaf sampai seterusnya. Dari yg fardhu a’in, fardhu kifayah, sunat yg harus, bahkan yg kada benar pun dikaji untuk tidak terjatuh kpd yg salah itu.”
“Tapi bertahap, yg fardhu a’in dulu, baru fardhu kifayah, baru sunat, baru harus.
Bahan ilmu2 sesat itu dikaji spy jangan sesat.”
Setelah berilmu, beramal. Nah supaya amal ini naik kpd Allah.
Pertama, jangan sampai, kita kita berbuat kebaikan itu untuk kesenangan dunia, untuk mendapatakan kesenangan dunia.


Bahasa urang Banjar, “kanapa pina rajin sembahyang?”, “handak nyaman hidup,” nyaman dalam artian baduit, punya harta, rumah mewah, itu jadi dia rajin shalat, dia rajin beribadat.
“Pina rajin mangaji wayahini napa garang ?”
“anu, kalo pina mau sugih bakajut.”
Jadi tujuannya sugih, tujuannya handak nyaman hidup di dunia.
“Orang yg beramal, handak nyaman, berarti kd handak sakit, bujur tu. Urang yg beramal, handak nyaman, berarti kd handak musibah. Sedangkan musibah pasti akan datang, nang kaya apa aja, pasti dapat musibah. Kalau dia beramal tujuannya dia, supaya dapat nikmat, jangan dapat musibah, tunggu kecewa, tunggu kecewa….”
“Rajin sembahyang, rajin beibadat, aur inyaaaa ja nang dapat bala. Di kampung tuh banyak manusia, nang panggaringan inya aja. Kecewa tu, sakit tu hati tu. Bahkan kadang2 sakit hatinya tu bapander inya.”
“Kanapa yu jar, unda nih panyambahyang pamuasa, tapi nyawa jar musibah beruntun, tasalah kirim bisa Tuhan jar… ini.” kecewa, sangkal, sakit hati, kada adil ne Tuhan jar. Sumalam unda kada sumbahnyang nyawa jar kadada dapat musibah, samalam unda waktu nang kada bapuasa harau kdd dapat musibah, pas sudah bapuasa neh maka racap musibah.
“Maka unda2 ja nang kena. Model kdd lagi di kampung selain unda mintu nah. Nang kana sakit gigi unda, nang kana sakit parut unda, nang kabakaran ya unda jua…… Kecewa. Kanapa jadi kecewa? Krn dia beramal dg tujuan maunya nyaman di dunia, senang di dunia. Jelaskah dulu tu….. “
“Adapun orang, yg beramal tujuannya ridha Allah, mau dikasih dunia, mau engga, engga masalah. Mau dikasih dunia ke dia engga masalah, mau engga, engga masalah … kenapa… krn ini bukan masalahnya dia, masalahnya dia, beramal beribadat, ridhanya Allah. Mau dikasih dunia, mau engga, engga masalah. Dan dia tidak terpancing ikut, berkecimpung, terbawa arus, ikut pikiran, memikirkan ttg itu.”
“Jar inya, unda kada perlu mamikirakan ini. Nang unda pikirakan, asal Allah ridha, nang penting Allah ridha.”
“Nah, urang yg beriman yg beramal sholeh, hidupnya pasti tenang. Kalau bujur handak ridha Allah, tenang. Kalau masih sakit hati, berarti mau dunia, itu aja kesimpulannya…. “ “Kalau masuk di hati ini sakit hati, sakit pikiran, itu disebabkan virus beramal beribadah tujuannnya adalah kenyamanan dunia.”
Jadi nang pina maungut di bawah puhun jambu, nang pina sedih menangis, menderita, manggulung-gulungakan awak di tangah rumah, itu pusang, sakit hati. “Urang sakit hati, urang pusang, dia engga nuju Allah, dia engga ingin dekat dg Alllah. Urang dekat dg Allah pasti senang…. “ Naaaahhhh……
Insya Allah bersambung………
________________________
Ditranskrip oleh : Admin JAGS
koreksi kalau ada nang salah. minta maaf minta ridha. silakan save & share tanpa izin.
______________________________
Mudahan sgala amal ibadah dan sgala kebaikan kita selama di dunia diterima Allah azza Wajalla, melewati tujuh lapis langit hingga kehadirah Allah....
qobul sgala hajat, selamat dunia akhirat... amiiin...

Kamis, 10 Agustus 2017

Ketika Abah Guru dan Kai Abbas Melihat Suatu Kecelakaan Yang Dialami Seorang Wanita


PADA suatu ketika Abah Guru Sekumpul berada di dalam mobil (ketika ingin menuju swatu tempat), bersama Kai Abbas (Ipar Guru Bangil). Saat di tengah perjalanan Mereka melihat seorang wanita (tidak menutup 'awrot) jatuh dari kendaraan/sepeda motor (terabah) dan lalu mengalami luka berdarah.

Maka melihat akan hal itu terjadilah percakapan nan sarat hikmah ini :

+ Abah Guru: "Abbas, ikam mlihatlah babinian tuh gugur luka, kasianlah?!"

+ Kai Abbas: "Inggih, kasian banar Guru'ai"

+ Abah Guru: "Pintangan mana ikam kasian lawan si bibini ngitu?"

+ Kai Abbas: "Naaaa…. amun pintangan kasian nang pas Pian pang nang labih tahu, karena Pian duduk di pamukaan (di samping supir), mun ulun duduk di balakang."
(Ini menyatakan kpd kita adab Kai Abbas kpd Abah Guru Sekumpul yg tidak mau "babisa2" menjawab mendahului Paguruan! sama spt adab Para Shohabat kpd Baginda Nabi SAW).

+ Abah Guru : "Aku kasian pintangan inya kaluar (pada rumah) kada batutup 'awrat!"

# Artinya orang2 sholeh, terhadap swatu musibah, mereka memandang kpd musibah akhirotnya (condong memandang pd syariat agama) daripada musibah duniyanya. Karena jika tidak tawbat maka swatu dosa akan senantiasa dibawa kekal di akhirot. Afwan katsier……

Sumber : Didin Banjarmasin
Via Pecinta Waliyullah 
(Yusrie Salman Alaydrus) 
Link : http://bit.ly/2eVZHY5


Berkat Abuya Maliki, Majelis Sekumpul Dikenal ke Seluruh Dunia


Sesungguhnya Majelis maulid di Sekumpul ini sdh sangat dikenal di seluruh dunia utamanya di negara negara di jazirah arab. Hal ini dikarenakan Kata Abah Guru Sekumpul, VCD Rekaman dari Majelis Maulid Sekumpul dan VCD Rekaman Majelis Haul Syekh Samman Al-Madani di Sekumpul telah dicopy sebanyak kurang lebih 1.000-2.000 keping oleh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki (Abuya Maliki) dgn uang beliau sendiri dan dibagikan serta diberikan kpd pemimpin dan Raja-raja di negara Timur Tengah.

Bahkan kata Abah Guru Sekumpul, setiap tamu yg akan bertemu dgn Sayyid Muhammad Alawi al maliki, diputarkan dahulu VCD dari Maulid Al habsy dr Sekumpul, setelah selesai barulah Sayyid Muhammad Alawi keluar menemui tamu itu dan menjelaskn Maulid Al habsy(sintu duror) beserta sarah nya.

Tidak akan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki menemui tamu itu apabila belum melihat dan mendengar Maulid sintu duror dr Abah Guru Sekumpul.

Tatkala salah satu guru Prof Dr al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah SWT. Dapat berjumpa dengan Rasulullah SAW.

Di belakang Nabi Muhammad SAW, sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh Guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”
Rasulullah SAW pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”

Dan di antara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu Guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”

Rasulullah SAW kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim ke rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama Indonesia yang bersilaturrahim tersebut.
_____________________
Sumber Pecinta Waliyullah
(Yusrie Salman Alaydrus)


Minggu, 06 Agustus 2017

Beruntung Kita Orang Banjar Memiliki Datu Kelampayan / Syekh Muhammad Arsyad



KENAPA GURU BELIAU BILANG, "INILAH ORANG NO 1 PALING ALIM DI ZAMAN INI

* Sedikit Kisah Abah Guru Sekumpul tentang Padatuan Sidin, Ulama Besar Kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan)
_________________
BERUNTUNG kita orang banjar dianugrahi dan memiliki ulama yang levelnya mendunia, beliau adalah Datu Kalampayan Maulana Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Sholaibiyyah bin Husein bin Abdullah bin Syaikh bin Alhabib Abdullah Al Aydrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aydrus) dan seterusnya nasabnya bersambung ke Rasulullah SAW.
(Sumber: Kitab Sajaratul Arsyadiyah karangan Al'Alimul Alamah Syekh Abdurrahman Siddiq bin Syekh H.M.Afif Albanjari)

Diceritakan oleh Abah Guru Sekumpul bahwa salah satu guru dari banyak guru dari Datu Kalampayan adalah Syaikhul Islam Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie ulama dari Mesir yang saat itu beliau adalah ulama nomor 1 dunia karena kealimannya.

Bahkan guru dari Datu Kalampayan di bidang tasawwuf As-Syaikh Samman Al-Madani juga murid dari Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie. Jadi Datu kalampayan seperguruan dengan Syaikh Samman Almadani mengaji kepada Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie.

Diceritakan suatu waktu Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie datang ke Madinah dan beliau sempat mengadakan majlis di sana. Pernah di satu majelis ada seseorang yang menanyakan suatu masalah, mungkin karena belum mengetahui jawabannya maka Syaikh menanyakan kepada semua muridnya siapa yang bisa membantu menjawab masalah itu.

Semua murid beliau tidak ada yang bisa menjawabnya, tetapi tiba-tiba murid yang paling depan menyerahkan selembar kertas dan di situ tertulis jawabannya. Lalu Syaikh menanyakan apakah dia yang menulis itu, dijawab oleh si murid bahwa dia mendapat kertas itu dari temannya yang di belakang, kemudian temannya yang di belakang juga mengatakan yang sama, hingga ke murid yang paling belakang.

Maka akhirnya diketahuilah bahwa yang menulis jawaban di kertas itu adalah Muhammad Arsyad (Datu Kalampayan). Ternyata beliau menyembunyikan dirinya dengan menjawab menulis di kertas itu. Maka dipanggillah beliau maju ke hadapan gurunya.

Dan sang guru memuji kealiman Datu Kalampayan serta beliau berkata, "Inilah orang yang nomor 1 alimnya di zaman ini." (padahal Syaikh Muhammad Sulaiman Al Kurdie yang paling alim di zaman itu, tetapi Datu Kalampayan yang bisa menjawabnya, red).

Setelah lama menuntut ilmu di dua kota suci (Makkah & Madinah), Datu Kalampayan (Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari) beserta 3 orang sahabatnya yaitu Syaikh Abdusshomad Al Palimbani (pengarang kitab yg kondanga di kalangan pesantren di Kalsel, Hidatus Salikin), Syaikh Abdurrahman Misrie Betawi, Syaikh Abdul Wahhab Bugis berniat meneruskan menuntut ilmu ke Mesir dan niat ini diutarakan kepada gurunya.

Mendengar hal itu Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Kurdie berkata, "Tiada ada di Mesir orang yang lebih ilmunya daripadaku dan ilmu kamu semuanya sudah cukup, kembalilah kamu ke Jawi (Indonesia) supaya kamu nyatakan (ajarkan) agama Muhammadiah (islam yang dibawa Nabi muhammad SAW) di sana." Maksud beliau bahwa tidak usahlah pergi ke mesir, karena menurut hemat beliau ilmu, kecerdasan dan kepandaian mereka sudah melebihi ulama'2 Mesir saat itu, tidak ada lagi guru'2 di mesir yang sanggup memberikan pelajaran kepada mereka. (karena yang paling alim saat itu saja adalah Syaikh Muhammad Sulaiman, kenapa menuntut ilmu kepada ulama di bawahnya. red)

Juga karena masyarakat sudah sangat menunggu dan mengharapkan bimbingan mereka. Maka dengan saran gurunya itu mereka memutuskan kembali ke Indonesia dan akhirnya menyebarkan, mengajarkan ilmu yang telah mereka dapat di sana.

Kealiman, ketinggian maqam kewalian, kesuksesan Datu Kalampayan terbukti dari berkembang pesatnya islam di Kalimantan dan Banjar khususnya, bukan saja bagi umat, bahkan bagi keluarga dan zuriatnya.

Ujar Abah Guru Sekumpul, dari anak, cucu hingga cicit Datu Kalampayan semuanya alim dan berpangkat wali, setelah gamit (turunan dibawah cicit) hanyar bapalih (baru sebagian saja yang wali) karena gamit tidak sempat bertemu dan belajar dengan Datu Kalampayan yang sudah wafat.
Begitu masyhurnya hingga kitab'2 karangan beliaupun tersebar dan diajarkan dibeberapa negeri (di antaranya Kitab Sabilal Muhtadin, Red). Teristimewa lagi rata-rata ulama penyebar islam dan yang berpangkat wali di kalimantan dulu dan kini adalah berasal dari dzuriat / garis keturunan Datu Kalampayan, di antaranya Abah Guru Sekumpul.

Mudah-mudahan kita mendapat faidah dan berkat dengan sebagian riwayat singkat kehidupan dan keistimewaan beliau. Aamiiin..


Selasa, 18 Juli 2017

Abah Guru Sekumpul Datang Berkat Tawasul



 Gr Saifudin juhri

Kisah ini langsung lun dengar dari Gr Saifudin juhri (Guru banjar indah).
Waktu itu sidin bulik dari Jakarta menuju banjarmasin menggunakan pesawat. Pas sekitar sepuluh menit lagi sampai dibandara samsyudin noor, pilot memberitahukan agar para penumpang menggunakan sabuk pengaman, selang beberapa menit pilot memberitahukan lagi bahwa roda pesawat tdk bisa keluar Dan mesin sebelah kanan mengeluarkan api. Sontak semua penumpang panik Dan ribut, semua penumpang masing masingnya berdoa sesuai agamanya masing2.

Aku gin bingung jua ujar sidin, lalu aku pindah Dan duduk kursi belakang karena keadaan yg semakin buruk Dan semua penumpang semakin panik, dalam hatiku aku bapikir kalu saandainya pasawat gugur nang dibalakang tadudi gugur ujar sidin.

Dalam panik ini aku tapikir untuk bakiyau lawan guru sakumpul. Lalu aku mangiyau sidin, kada lawas datang sidin, nang maolah aku heran sidin datang batapih baju kaos dalam wan kupiah haji.
Napa kula.. Ujar abah guru
Kaya apa ni nah pasawat handak gugur.. Jar gr saifudin.
Salamatan haja kula ae... Jar sidin.

Kada lawas limbah tu sidin permisi, nah mulai itu kaadaan pesawat mulai baik pilot memberitahukan bahwa roda sdh bisa kaluar Dan pipa bahan bakar yg mengalir kemesin yg terbakar tadi macet. Sehingga pesawat terbang normal Dan dapat mendarat dgn selamat.
Setelah pesawat mendarat salah seorang pramugari manakuni sidin.
Pa haji pian bulik kamana...

Aku bulik kabanjar, tapi aku kada langsung kabanjar aku handak ka martapura dulu handak kawadah guru ku. ..jar sidin.
Lalu pramugari tadi bapanderan lawan pilot, kada lawas limbah tu datang lagi.
Pian kami antar dan kami umpat pian kamartapura.
Singkat kisah sampai dirumah abah guru, sidin dan buhan pramugari tadi, lalu disambut oleh abah guru sambil baucap sidin.

Maaf kula lah tadi aku babaju saadanya, napa tadi aku paharatan bahira ikam bakiuau banar , lalu aku badadas mandatangi ikam. Jadi saadaanya haja....maaf, kula lah.
Alhamdulillah syukur banar pian mau mendatangi Alhamdulillah... Jar guru banjar Indah.
Semoga kisah ini semakin menambah kecintaan kita, wan abah guru.


Minggu, 02 Juli 2017

Biografi Lengkap Syekh Ali Jaber



Profil dan biodata Syekh Ali Jaber meski bisa dikatakan masih belum terlalu lama di Indonesia, beliau sudah memiliki banyak sekali jamaah. Keilmuan beliau juga sudah tidak diragukan lagi. Ceramah-ceramah dan kajian Syekh Ali Jaber yang ilmiah dan kritis menjadi salah satu daya tarik bagi para ummat. Profil Syekh Ali Jaber termasuk pendakwah yang jadwal dakwahnya sangat padat sekali. Selain sibuk mengisi kajian-kajian secara offair, profil dan biodata Syekh Ali Jaber juga banyak mengisi acara di televisi.

Dalam menuntut ilmu Agama, Syekh Ali Jaber tidak hanya menuntut ilmu kepada satu guru saja. Beliau memiliki banyak guru dan banyak ulama yang dijadikan sebagai tempatnya mencari ilmu. Yang luar biasa dari Syekh Ali Jaber adalah beliau sudah menghatamkan hafalan Al Quran nya pada usia 10 tahun dan kemudian sudah diamanahkan untuk menjadi imam masjid di Madinah sejak usia 13 tahun. Mungkin bagi sebagian dari kita belum begitu memaham latar belakang serta profil dan biodata Syekh Ali Jaber karena memang beliau termasuk dai pendatang baru, ya meski tidak baru sekali.

Riwayat Pendidikan Syekh Ali Jaber

Untuk riwayat pendidikan, Syekh Ali Jaber memiliki riwayat pendidikan yang panjang. Beliau menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah dan menamatkannya pada tahun 1410 Hijriah atau pada tahun 1989. Kemudian dilanjutkan meneruskan pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah yang kemudian lulus pada tahun 1992 Masehi. Setelah lulus Madrasah Tsanawiyah, Syekh Ali Jaber kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah yang ia selesaikan pada tahun 1995. Lalu beliau memutuskan untuk belajar agama Islam lebih dalam pada tahun 1997.

Memang kultur pendidikan di keluarga Syekh Ali Jaber sangat keras. Syekh Ali Jaber bercerita bahwa ayahnya adalah seorang yang sangat keras dalam urusan ilmu agama dan terutama pada sholat. Ayah Syekh Ali Jaber selalu memotivasi kepada Syekh Ali untuk senantias mempelajari AL Qur'an, karena menurut Ayah Syekh Ali, di dalam Al Qur'an terkandung banyak ilmu baik ilmu agama maupun ilmu yang lainnya.

Bagi teman-teman yang belum memahami selengkapnya mengenai baik biodata, biografi maupun profil Syekh Ali Jaber, di bawah ini akan kami sampaikan kesemuanya itu. Kami harap info yang kami sampaikan mengenai biodata, biografi dan profil Syekh Ali Jaber bisa berguna bagi Anda semua. Simak di bawah ini untuk informasi lebih detailnya tentang Syekh Ali Jaber.


Profil dan Biodata Syekh Ali Jaber

Nama : Ali Saleh Mohammed Ali Jaber
Nama Panggilan : Syekh Ali Jaber
Kewarganegaraan: Indonesia
Tanggal Lahir: 3 Februari 1976 / 3 Shafar 1396 H
Tempat Lahir : Madinah, Arab Saudi,


Guru-guru Yang Pernah Mengajar Syekh Ali Jaber

Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi, sebelumnya Imam Masjidil Haram),
Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Al Qur’an di Madinah dan Ahli Qiraat),
Syeikh Prof. Dr. Abdul Azis Al Qari’ (Ketua Majelis Ulama Percetakan Al-Qur’an Madinah dan Imam Masjid Quba),
Syeikh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah SAW dan Pemegang Kunci makam Rasulullah SAW),
Syeikh Muhammad Ramadhan (Ketua Majelis Tahfidzul Qur’an di Masjid Nabawi),
Syeikh Muhammad Husein Al Qari’ (Ketua Ulama Qira’at di Pakistan).


Aktifitas Syekh Ali Jaber Di Indonesia

Guru Tahfidz Al-Qur’an di Islamic Centre / Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok NTB,
Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok NTB,
Imam Sholat Tarawih, Qiyamul Lail dan pembimbing Tadarus Al- Qur’an selama Ramadhan 1429 H serta Imam Sholat Idul Fitri 1429 H di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat,
Pengajar di Pesantren Tahfidz Al- Qur’an Al- Asykar Puncak Jawa Barat,
Muballigh Majelis Taklim di Jakarta dan sekitarnya (Nikmatnya sedekah TPI, Indonesia Menghafal TPI, dan mengajar di majelis taqlim di pancoran)

Rabu, 28 Juni 2017

Benda Benda yang Tidak Tergolong Najis



Kita telah membahas sebelum ini satu kaidah bahwa hukum asal segala benda itu adalah tidak najis kecuali bila ada keterangan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits bahwa benda itu najis, barulah kita menganggapnya najis. Tetapi dalam pembahasan ini perlu pembaca sekalian memahami bahwa ada beberapa benda yang sesungguhnya tidak najis, tetapi oleh banyak orang dianggap najis. Benda-benda yang tidak tergolong najis itu ialah:

1). Air mani manusia Muslim. Air mani merupakan pengecualian dari ketentuan tentang najisnya segala perkara yang keluar dari dua jalan, walaupun keluarnya mani menyebabkan batalnya wudlu. Yang demikian ini karena adanya beberapa riwayat Aisyah Ummul Mukminin radliyallahu `anha tentang tidak najisnya air mani seorang Muslim. Aisyah menyatakan:

“Sungguh aku pernah melihat mani kering di baju Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan aku mengeriknya dalam keadaan kering itu dengan kukuku.” (HR. Muslim dalam Shahih nya Kitabut Thaharah bab Hukmul Mani hadits ke 290 dari Abdillah bin Syihab Al-Khaulani).
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan: “Dan banyak dari para ulama berpendapat bahwa mani itu adalah suci. Telah diriwayatkan yang demikian ini adalah pendapatnya Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqqas, Ibnu Umar, Aisyah, Daud (yakni Adl-Dlahiri), Ahmad (yakni: bin Hanbal) dalam riwayat yang shahih dari dua riwayat tentang pendapat beliau, dan yang demikian ini pula merupakan pendapat Imam Asy-Syafi’i dan juga pendapat para Ahli Hadits.” ( Syarah Shahih Muslim lin Nawawi juz 3 hal. 530).

2). Kotoran dan air kencing hewan yang dagingnya halal dimakan. Seperti kotoran dan kencing kambing, sapi, unta dan lain-lainnya. Karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang-orang Uraniyyin (yakni orang-orang dari suku Urainah) untuk berobat dari penyakit perut yang dideritanya dengan minum air kencing unta dan air susunya. Demikian diriwayatkan oleh Anas bin Malik dalam Shahih Bukhari Kitabul Wudlu’ bab Abwabil Ibil wad Dawab hadits ke 233. Juga Anas meriwayatkan sebagaimana dalam Shahih Bukhari hadits ke 234 bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam shalat di tempat tambatan kambing sebelum dibangunnya masjid beliau di Madinah. Maka dua riwayat tersebut menunjukkan bahwa kencing unta bukanlah benda najis, sebab kalau ia adalah benda najis, tidak mungkin dijadikan obat oleh beliau, karena beliau tidak akan menjadikan sesuatu yang najis atau haram untuk dijadikan obat. Demikian pula tentang air kencing dan kotoran kambing, bila dianggap najis maka tidak mungkin beliau shalat di tempat tambatan kambing. Cukuplah alasan menunjukkan tidak najisnya kotoran dan air kencing kambing. Sehingga dipahami dari dua riwayat tersebut bahwa hewan yang oleh Allah Ta`ala dagingnya halal dimakan, maka air kencing dan kotorannya tidaklah najis.” (Lihat Majmu’ Fatawa , Ibnu Taimiyah jilid 21 hal. 534 – 587).

3). Bekas air mandi dan air wudlu seorang Muslim pria maupun wanita tidaklah najis. Demikian pula bersalaman dengan seorang Muslim yang sedang dalam keadaan junub, tidak pula najis. Karena adanya penegasan yang demikian dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam :
“Hanyalah seorang Muslim itu tidaklah najis.” (HR. Muslim dalam Shahih nya Kitabul Haidl bab Ad-Dalil `ala `Annal Muslima la Yanjus dari Hudzaifah hadits ke 372)
Dari Ibni Abbas radliyallahu `anhuma , dia berkata: Bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mandi dengan air bekas mandinya Maimunah.” (HR. Muslim dalam Shahih nya Kitabul Haidl hadits ke 323).

4). Darah atau nanah yang keluar dari tubuh seorang Muslim dan darah itu bukan keluar dari qubul ataupun dubur , maka darah ini juga tidak teranggap najis. Karena telah diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan nya bahwa seorang shahabat Nabi dari kalangan Anshar ketika sedang menjaga suatu lembah dari serangan musuh, dia menyibukkan diri dengan shalat. Ketika itu dia terkena panah musuh dalam keadaan shalat dan mengalirlah darah dari luka yang dideritanya. Shahabi tersebut tidak membatalkan shalatnya, yang berarti menunjukkan bahwa darah yang keluar dari selain dua jalan, tidaklah dianggap najis dan tidak membatalkan wudlu. (Lihat Sunan Abi Dawud Kitabut Thaharah bab Wudlu’ minad Dam hadits ke 198 dari Jabir radliyallahu `anhu . Juga lihat Syarhus Sunnah Al-Baghawi Kitabul Haidl bab Man Shalatahu Addam riwayat ke 330 jilid 1 hal. 425 – 426).

5). Sesuatu yang keluar dari mulut karena muntah atau pun ingus atau ludah seorang Muslim juga tidak dianggap najis. Al-Imam Ibnu Hazmin rahimahullah menerangkan: “Alasan bagi kami bahwa tidak ada kewajiban wudlu ketika terkena perkara-perkara tersebut ialah karena tidak ada keterangan dalam Al-Qur’an dan tidak pula dalam hadits. Bahkan tidak ada dalam ijma’ (kesepakatan para shahabat Nabi) yang mewajibkan orang untuk berwudlu karenanya.” ( Al-Muhalla , Ibnu Hazm, jilid 1 hal. 236 masalah ke 169)


Pengertian Dan Keutamaan Thaharah


Secara bahasa, ath-thaharah maknanya ialah kesucian dan kebersihan dari segala yang tercela, baik dhahir maupun batin (Lihat Syarah Shahih Muslim lin Nawawi juz 3 hal. 455 dan Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan At-Tirmidzi , Al-Mubarakfuri jilid 1 hal. 18). Sedangkan makna ath-thaharah dalam istilah fiqh ialah hilangnya perkara yang menghalangi sahnya shalat. Dan perkara yang menghalangi sahnya shalat itu ialah hadats atau najis. Sedangkan menghilangkan hadats atau najis itu dengan air atau debu. (Lihat Al-Mughni fi Fiqhil Imam Ahmad bin Hanbal , Ibnu Qudamah, jilid 1 hal. 21).

Hadats itu ialah kondisi seorang Muslim yang sedang batal wudlunya karena keluarnya sesuatu dari dua jalan (yaitu jalan kemaluan depan yang diistilahkan dengan qubul dan jalan kemaluan belakang yang diistilahkan dengan dubur ), atau batalnya wudlu karena berhubungan badan antara suami dengan istri, yaitu ketika kemaluan pria telah masuk ke kemaluan wanita walaupun tidak keluar mani, maka batal pula wudlunya. Sehingga bila seseorang itu dikatakan ber hadats , maknanya ialah bila dia telah batal wudlunya karena sebab-sebab tersebut.

Jadi ath-thaharah itu menurut istilah fiqh maknanya ialah bila seorang Muslim telah bersih dari hadats dan najis sehingga secara dhahir dapat menunaikan shalat sebagaimana mestinya.



BEBERAPA KETENTUAN DI SEPUTAR HADATS

Istilah hadats telah dikenal para ahli fiqh yang diambil dari antara lain sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sebagaimana berikut ini:

Dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu , beliau berkata: Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Tidak diterima shalatnya orang yang ber hadats sehingga dia berwudlu.” Berkata seseorang dari Hadramaut: “Apakah yang dimaksud hadats itu wahai Abu Hurairah?” Beliau menjawab: “Ialah keluar angin atau kentut.” (HR. Bukhari dalam Kitab Shahih nya, Kitabul Wudlu’ bab La Tuqbalus Shalatu bi Ghairi Thahur hadits ke 135)

Ibnu Hajar Al-Aqalani rahimahullah menerangkan: “Yang dimaukan dengan hadats ini ialah apa saja yang keluar dari dua jalan ( qubul dan dubur ). Abu Hurairah menafsirkan dengan secara khusus demikian adalah karena ingin memberikan peringatan tentang terjadinya hadats yang paling ringan, karena keluar angin atau ketut itu adalah hadats yang paling sering terjadi ketika dalam shalat. Dan adapun jenis hadtas yang lainnya telah diterangkan oleh para ulama, seperti menyentuh kemaluan, menyentuh perempuan, muntah sepenuh mulut, berbekam. Bisa jadi Abu Hurairah menerangkan demikian karena beliau tidak memandang hadats itu kecuali karena sesuatu yang keluar dari dua jalan sehingga hal-hal yang diterangkan para ulama tersebut tidak termasuk dalam perkara hadats . Demikian pula Al-Bukhari sependapat dengan Abu Hurairah.” ( Fathul Bari , Ibnu Hajar al-Asqalani, jilid 1 hal. 235)

Para ulama menerangkan bahwa hadats itu ada dua:

1). Al-Hadatsul Asghar , yakni hadats kecil yang meliputi segenap pembatal wudlu, yang hanya dihilangkan dengan berwudlu saja.

2). Al-Hadatsul Akbar , yakni hadats besar yang meliputi segenap pembatal wudlu yang harus dihilangkan dengan mandi yang disertai wudlu padanya dan mandi yang demikian ini dinamakan mandi junub.

Tetapi kemudian yang masyhur, hadats itu ialah pembatal-pembatal wudlu yang hanya dihilangkan dengan berwudlu saja atau yang dinamakan al-hadatsul ashgar ( hadats kecil). Sedangkan al-hadatsul akbar sering disebut junub, haidl atau nifas. (Lihat Mushannaf , Al-Imam Abdurrazaq bi Hammam As-Shan`ani, jilid 1 hal. 138 bab Al-Wudlu’ minal Hadats ).

KEUTAMAAN THAHARAH

Setelah kita mengerti perkara najis dalam pembahasan yang lalu dan perkara hadats , maka perlu juga kita mengerti keutamaan ath-thaharah di sisi Allah Ta`ala terutama dalam kaitannya dengan ibadah kepada Allah Ta`ala. Kita dapati antara lain firman Allah di dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan orang-orang yang melakukan amalan thaharah (bersuci).” ( Al-Baqarah : 222)

Juga Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Berthaharah itu (yakni bersuci itu) adalah separoh dari iman.” (HR. Muslim dalam Shahih nya, Kitabut Thaharah hadits ke 223 dari Abi Malik Al-Asy’ari radliyallahu `anhu ).

Dan beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Kuncinya shalat itu ialah ber thaharah , dan pengharamannya (yakni mulai diharamkan berbicara dalam shalat) ialah takbir (yaitu takbir permulaan shalat atau dinamakan takbiratul ihram), dan penghalalannya ialah salam (yakni halal kembali berbicara setelah berakhirnya shalat dengan mengucapkan salam).” (HR. Tirmidzi dalam Sunan nya dari Ali. Abu Isa (yakni At-Tirmidzi) berkata: “Hadits ini paling shahih dan paling baik dalam bab ini.”).

Tata Cara Kaifiat Mandi Junub


Para ulama menyebutkan bahwa kaifiat mandi junub ada 2 cara:
1. Cara yang sempurna, yaitu mengerjakan semua rukun, wajib dan sunnah dalam mandi junub.
2. Cara yang mujzi’ (yang mencukupi), yaitu hanya melakukan yang merupakan rukun dalam mandi junub.

(Lihat Al-Mughni: 1/287, Al-Majmu’: 2/209 dan Al-Muhalla: 2/28)
Kaifiat mandi yang mujzi’:

1. Niat.
2. Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
3. Menyiram kepala sampai ke dasar rambut dan seluruh anggota badan dengan air.

Ada beberapa dalil yang menunjukkan cara ini, diantaranya:

1. Firman Allah Ta’ala, “Dan kalau kalian junub maka bersucilah.” (QS. Al-Maidah: 6)
Imam Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (2/28), “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan padanya.”

2. Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah -shalllallahu alaihi wasallam-, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah wanita yang mempunyai guungan rambut yang tebal, apakah saya harus membukanya saat mandi junub?” beliau menjawab, “Tidak perlu, yang wajib atas kamu hanyalah menuangkan air di atas kepalamu sebanyak tiga kali tuangan kemudian kamu menuangkan air ke seluruh tubuhmu. Maka dengan itu kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 742 dan selainnya)
3. Hadits Imran bin Hushain yang panjang dalam Ash-Shahihain, dia berkata, “Dan yang terakhir adalah diberikannya satu bejana air kepada yang orang yang terkena janabah lalu beliau (Nabi) bersabda: Pergilah dan tuangkan air itu ke seluruh tubuhmu.”.(Lihat Asy-Syarh Al-Mumti’: 1/424).
Kami katakan: Bagi mereka yang kekurangan air atau yang tidak punya banyak waktu untuk mandi -karena harus segera shalat atau selainnya-, maka hendaknya mereka cukup mengerjakan kaifiat ini karena ini adalah ukuran minimal syahnya mandi.

Kaifiat mandi sempurna:

Sifat mandi yang sempurna ada dua cara, disebutkan dalam hadits Aisyah dan Maimunah yang keduanya diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Berikut penyebutannya:
A. Cara mandi junub yang pertama:

Aisyah berkata, “Sesungguhnya kebiasaan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kalau beliau mandi junub adalah: Beliau mulai dengan mencuci kedua (telapak) tangannya, kemudian beliau berwudhu (sempurna) seperti wudhu beliau kalau mau shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jemarinya ke dasar-dasar rambutnya, sampai tatkala beliau merasa air sudah membasahi semua bagian kulit kepalanya, beliau menyiram kepalanya dengan air sebanyak tiga kali tuangan, kemudian beliau menyiram seluruh bagian tubuh yang lainnya..” (HR. Al-Bukhari no. 248, 272 dan Muslim no. 316)

Kesimpulan cara yang pertama adalah:

1. Mencuci kedua telapak tangan tanpa ada pembatasan jumlah.
2. Berwudhu sempurna, dari mencuci telapak tangan sampai mencuci kaki. Jadi telapak tangannya kembali dicuci, berdasarkan lahiriah hadits.
3. Setelah berwudhu sempurna, beliau mengambil air dengan kedua telapak tangan beliau lalu menyiramkannya ke kepala seraya memasukkan jari jemari beliau ke bagian dalam rambut agar seluruh bagian rambut dan kulit kepala terkena air.
4. Setelah yakin seluruh bagian kulit kepala telah terkena air, beliau menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali tuangan.
5. Kemudian yang terakhir beliau menyiram seluruh tubuhnya yang belum terkena air.

B. Cara mandi junub yang kedua:

Ini disebutkan dalam hadits Maimunah, istri Nabi -shallallahu alaihi wasallam-. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 259, 265, 266, 274, 276, 281 dan berikut lafazh gabungan seluruh riwayatnya:
Maimunah berkata, “Saya meletakkan air yang akan digunakan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- untuk mandi lalu menghijabi beliau dengan kain. Maka beliau menuangkan air ke kedua (telapak) tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua kali atau tiga kali, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya dan bagian yang terkena kotoran, kemudian beliau menggosokkan tangannya ke lantai atau ke dinding sebanyak dua kali atau tiga kali. Kemudian beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian beliau mencuci wajahnya dan kedua lengannya (tangannya sampai siku), kemudian beliau menyiram kepalanya sebanyak tiga kali kemudian menuangkan air ke seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya lalu mencuci kedua kakinya.” Maimunah berkata, “Lalu saya membawakan sepotong kain kepada beliau (sebagai handuk) tapi beliau tidak menghendakinya lalu beliau mengusap air dari badannya dengan tangannya.” (Diriwayatkan juga yang semisalnya oleh Muslim no. 723)




Kesimpulan cara yang kedua:

1. Menuangkan air ke kedua telapak tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua atau tiga kali.
2. Mengambil air dengan tangan kanannya lalu menuangkannya ke tangan kirinya, lalu beliau mencuci kemaluannya dengan tangan kirinya dan juga mencuci bagian tubuh yang terkena kotoran (madzi atau mani).
3. Menggosokkan tangan kirinya itu ke lantai atau dinding atau tanah untuk membersihkannya, sebanyak dua atau tiga kali.
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya.
5. Mencuci wajah lalu mencuci kedua tangan sampai ke siku.
6. Lalu menyiram kepala sebanyak tiga kali siraman.
7. Menyiram seluruh bagian tubuh yang belum terkena air.
8. Bergeser dari tempatnya berdiri lalu mencuci kedua kaki.

Inilah dua kaifiat mandi junub sempurna yang setiap muslim hendaknya mengerjakan keduanya secara bergantian pada waktu yang berbeda, terkadang mandi junub dengan kaifiat Aisyah dan pada kesempatan lain dengan kaifiat Maimunah, wallahu a’lam.

Berikut beberapa permasalahan dalam mandi junub yang tidak tersebut pada kedua hadits di atas:

1. Wajibnya niat dan tempatnya didalam hati.
Karena niat adalah syarat sahnya seluruh ibadah, sebagaimana dalam hadits Umar bin Al-Khaththab yang masyhur, “Sesungguhnya setiap amalan -syah atau tidaknya- tergantung dengan niatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan 54 dan Muslim no. 1907)

2. Hukum membaca basmalah.
Tidak disebutkan dalam satu nash pun adanya bacaan basamalah dalam mandi junub, karenanya kami berpendapat tidak adanya bacaan basmalah di awal mandi junub. Kecuali kalau dia membaca bismillah untuk gerakan wudhu yang ada di tengah-tengah kaifiat mandi, maka itu kembalinya kepada hukum membaca basmalah di awal wudhu. Dan telah kami bahas pada beberapa edisi yang telah berlalu bahwa hukumnya adalah sunnah.

3. Diharamkan seorang yang mandi junub untuk menceburkan dirinya ke dalam air yang diam seperti kolam dan sejenisnya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah secara marfu, “Janganlah salah seorang di antara kalian mandi di dalam air yang diam sementara dia junub.” (HR. Muslim no. 283)

4. Disunnahkan untuk memulai dengan anggota tubuh bagian kanan. Aisyah berkata, “Kami (istri-istri Nabi) jika salah seorang di antara kami junub, maka dia mengambil air dengan kedua tangannya lalu meletakkannya di atas kepalanya. Salah satu tangannya menuangkan air ke bagian kepalanya yang kanan dan tangannya yang lainnya di atas bagian kepalanya yang kiri. Dia melakukan itu sebanyak tiga kali.” (HR. Al-Bukhari no. 277)

5. Bagi yang mengikat rambutnya, apakah dia wajib melepaskan ikatannya?
Imam Al-Baghawi berkata -tentang hadits Ummu Salamah yang telah berlalu di awal pembahasan- dalam kitab Syarh Sunnah (2/18), “Hadits inilah yang diamalkan di kalangan semua ahli ilmi, bahwasanya membuka kepang rambut tidak wajib pada mandi junub selama air bisa masuk ke dasar rambutnya.”Kami katakan: Kalau tidak bisa masuk maka wajib membukan ikatan rambutnya.

6. Bolehkah memakai handuk setelah mandi junub?
Wallahu a’lam, lahiriah hadits Maimunah di atas dimana Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menolak handuk yang diberikan oleh Maimunah, menunjukkan disunnahkannya untuk tidak membasuh badan dengan kain akan tetapi dengan tangan. Walaupun hukum asalnya adalah boleh membasuh tubuh dengan kain setelah mandi, hanya saja yang kita bicarakan adalah mana yang lebih utama.

7. Setelah mandi junub, seseorang boleh langsung shalat tanpa berwudhu kembali karena mandi junub sudah mencukupi dari wudhu. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah, “Adalah Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu lagi setelah mandi.” (HR. Abu Daud no. 172)

Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughny 1/289, “Mandi (junub) dijadikan sebagai akhir dari larangan untuk shalat, karenanya jika dia telah mandi, maka wajib untuk tidak terlarang dari sholat. Sesungguhnya keduanya yaitu mandi dan wudhu, dua ibadah yang sejenis, maka yang kecil di antara keduanya (wudhu) masuk (terwakili) ke dalam yang besar sebagaiamana halnya umrah di dalam haji.”

8. Tidak boleh menggabungkan antara mandi junub dengan mandi haid, karena kedua jenis mandi ini telah tegak dalil yang menerangkan wajibnya untuk mengerjakan masing-masing darinya secara tersendiri, karenanya tidak boleh disatukan pada satu mandi. Lihat pembasan masalah ini dalam Tamamul Minnah hal. 126, Al-Muhalla (2/42-47)
Adapun mandi junub dengan mandi jumat, maka boleh digabungkan. Berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Barangsiapa yang mandi pada hari jumat maka hendaknya dia mandi dengan cara mandi junub.” (HR. Ahmad)

Para ulama menerangkan bahwa pengamalan hadits di atas bisa dengan dua cara:

a. Apakah dia sengaja membuat dirinya junub yaitu dengan berhubungan dengan istrinya pada hari jumat, agar dia bisa mandi junub pada hari itu.
b. Ataukah dia mandi jumat dengan kaifiat mandi junub, walaupun dia tidak dalam keadaan junub, wallahu a’lam.

9. Dimakruhkan untuk berlebih-lebihan (boros) dalam menggunakan air, baik dalam wudhu maupun dalam mandi junub. Ini berdasarkan dalil umum yang melarang untuk tabdzir (boros) dan berlebih-lebihan dalam segala sesuatu.

10. Cara mandi bersih dari haid/nifas sama dengan mandi junub kecuali dalam dua hal:
a. Disunnahkan setelah mandi untuk menggosok kemaluan dan yang bagian terkena darah dengan kapas atau yang semacamnya yang telah diolesi dengan minyak wangi. Ini untuk membersihkan dan mensucikan dari bau yang kurang sedap.

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haid) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (HR. Muslim no. 332 dari Aisyah)

b. Disunnahkan mandi dengan air dan daun bidara sebagaimana dalam hadits di atas.


Selasa, 27 Juni 2017

Zakat Fitrah Menurut Imam Syafi'i


dan ini nasehat buat para petugas pengumpul zakat yang berada di masjid,langgar,madrasah maupun pos desa.

kata imam syafi'i:

ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻚ ﺇﺫا ﻛﺎﻧﺖ اﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﺮﺿﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﻳﻌﻮﺩ ﺇﻟﻴﻚ ﻣﻨﻬﺎ ﺷﻲء،

bila zakat itu sebuah zakat kefardhuan yang wajib engkau keluarkan (untuk dirimu dan tanggunganmu),maka zakat yang sudah kamu keluarkan tadi,tidak boleh kembali lagi kepada kamu sedikit pun, walaupun sebutir beras andainya itu zakat fitrah, (naah praktik ini sering dpraktikkan para amil gadungan yang sering nongkrong dimasjid2,mushalla2 yang juga ikut bayar zakat dsana,lalu setelah selesai pengumpulan zakat,dia ikut ngambil bagian zakat itu lagi,yang mana itu dianggapnya upah amil,padahal tidak,naah mungkin saja kan bagian yang di ambilnya itu adalah miliknya sendiri yang dia bayarkan zakat sebelumnya ditempat itu juga,karena tadi sudah terkumpul tertumpuk2 disana,kalau dia terambil bagian miliknya sendiri,maka zakatnya gak sah donk)
.
ﻓﺈﻥ ﺃﺩﻳﺖ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﺆﺩﻳﻪ ﻭﺇﻻ ﻛﻨﺖ ﻋﺎﺻﻴﺎ ﻟﻮ ﻣﻨﻌﺘﻪ
.
jika kamu sudah wajib membayar zakat yang wajib atas kamu untuk membayarkan zakatnya itu,maka zakat itu jangan ditahan2 (untuk disimpan menjadi bagianmu nanti sebagai petugas amil misalnya,dikarenakan misalnya kamu membayarkan zakat itu dengan beras kualitas tinggi,lalu kamu takut beras ini jatuh ke tangan orang lain,akhirnya kamu tahan dulu gak dikeluarin,supaya kamu bisa memilikinya lagi nanti setelah selesai pembagian zakat kepada yang berhak)
tapi itu harus kamu keluarkan,jangan ditahan2,kalau kamu tetap menahanx untuk disimpan,maka kamu menjadi orang maksiat,




(ﻗﺎﻝ) : ﻭﻻ ﺃﺣﺐ ﻷﺣﺪ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻟﻲ ﺯﻛﺎﺓ ﻣﺎﻟﻪ ﻏﻴﺮﻩ؛

dan aku tidak menyukai bagi seseorang dari manusia menyerahkan urusan penyerahan zakatnya diwakilkan kepada orang lain,
(misalnya di serahkan kepada pengumpul zakat yang berada dimasjid,langgar,pos pos desa,dll)
.
ﻷﻥ اﻟﻤﺤﺎﺳﺐ ﺑﻬﺎ اﻟﻤﺴﺌﻮﻝ ﻋﻨﻬﺎ ﻫﻮ، ﻓﻬﻮ ﺃﻭﻟﻰ ﺑﺎﻻﺟﺘﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﻭﺿﻌﻬﺎ ﻣﻮاﺿﻌﻬﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺃﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﻳﻘﻴﻦ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ ﺃﺩاﺋﻬﺎ،

karena orang yang di bebani tanggung jawab dan yang akan ditanya nanti (apakah benar atau salah dalam membayar zakat) dalam pelaksana'an pembayaran zakatnya itu dia (pemilik harta).
maka dari itu jangan diwakilkan kpeda yang lain,dan dia lebih aula dari orang lain dengan berijtihad menempatkan zakat itu kepada yang berhak dan dia bisa meyakini dengan seyakin2nya bahwa zakatnya sudah tersalurkan kepada yang benar

ﻭﻓﻲ ﺷﻚ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﺃﺩاﻫﺎ ﻋﻨﻪ، ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺆﺩﻫﺎ،

kalau diwakilkan kepada yang lain,itu bisa menimbulkan keraguan,apakah sudaah dserahkannya zakat kita ataukah belum..?
.
ﻓﺈﻥ ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺎﻑ ﺣﺒﺎﺋﻲ، ﻓﻬﻮ ﻳﺨﺎﻑ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻳﺨﺎﻑ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻳﺴﺘﻴﻘﻦ ﻓﻌﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ اﻷﺩاء ﻭﻳﺸﻚ ﻓﻲ ﻓﻌﻞ ﻏﻴﺮﻩ.
.
jika dia berkata: aku takut kalau aku langsung menyerahkan zakatnya,nanti dkatain orang pilih kasih,,maka sm saja,sama ada dirinya sendri atau orang lain yang membaginya,itu sama2 takut dkatain pilih kasih,lebih baik diri kita sendri aja yang langsung membaginya agar lebih yakin,daripada diwakilkan kepada orang lain yang masih diragukan apakah dia benar melaksanakanx atau tidak
.
walhasil: zakat fitrah itu harus kita sendiri yang nyerahin kepada yang berhak,jangan di wakil wakilkan kepada petugas pengumpul zakat yang ada di langgar,masjid,madrasah maupun pos pos,kerena ini meragukan,apalagi kalau zakatnya tertumpuk di gudang madrasah,gudang masjid,gak dibagikan langsung,ini kan menjadi masalah baru lagi,kasian kitanya kan,dikira zakat fitrahnya udah terbayarkan,eih... ternyata belum,,disebabkan petugasnya lalai,
apalagi kalau petugasnya menjadikan zakat itu sebagai pembangunan masjid itu misalnya,wah ini tmbah gak sah sama skali,,kasian kitanya kan,dikira sah ternyata gak,,
makanya lagsung saja serahkan kepada fakir miskin dan asnaf sisanya..

Sumber : Ustadz Awi Mahmud
                https://www.facebook.com/mahmud.awi.1/posts/1837555899896405




Senin, 26 Juni 2017

Mandi Wajib Menurut Ahlusunnah Waljama'ah


Mandi junub  itu ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukalaf dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dan menurut aturan Syari’at Islamiyah, mandi junub itu dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh.  Mandi junub ini adalah termasuk dari perkara syarat sahnya shalat kita, sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadats besar. Akibatnya shalat kita dianggap tidak sah bila kita menunaikannya dalam keadaan belum bersih dari hadats besar dan kecil. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan car-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.

Beberapa keadaan yang diwajibkan untuk mandi junub :

Ada beberapa keadaan yang menyebabkan dia dianggap dalam keadaan berhadat besar sehingga diwajibkan dia untuk melepaskan diri darinya dengan mandi junub. Beberapa keadaan itu adalah sebagai berikut :

1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :

(tulis haditsnya di Syarah Shahih Muslim An Nawawi juz 4 hal. 30 hadits ke 81)
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. HR. Muslim dalam Shahihnya.

Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan Ma’nanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani”.

2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
(tulis haditsnya di Fathul Bari Ibni Hajar jilid 1 hal. 395 hadits ke 291)

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya.

3. Berhentinya haid dan nifas (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam rubrik kewanitaan).
4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam topik pembahasan “cara memandikan jenazah”).
Cara menunaikan mandi junub :

Karena menunaikan mandi junub itu adalah termasuk ibadah kepada Allah Ta’ala, maka disamping harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, juga harus pula dilaksanakan dengan cara dituntunkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang memberitakan beberapa cara mandi junub tersebut. Riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut :

1. (tulis hadisnya dalam Sunan Abi Dawud jilid 1 hal. 63 hadits ke 249)
“Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda : Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadadanya demikian dan demikian dari api neraka”. HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249.

Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata.

2. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 429 hadits ke 248)

“Dari A’isyah radhiyallahu anha beliau menyatakan : Kebiasaannya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. HR. Al Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadl berbunyi demikian : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”.

Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.

3. (tulis haditsnya di Shahih Muslim Syarh An Nawawi juz 3 hal 556 hadits ke 317)

“Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : Aku dekatkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudlu’ dengan cara wudlu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas.

Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.

4. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 372 hadits ke 260)

“Dari Maimun (istri Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudlu’ seperti cara wudlu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuk kedua telapak kakinya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260.

Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudlu’.

Penutup Dan Kesimpulan :

Dari berbagai riwayat tersebut di atas kita dapat simpulkan, bahwa cara mandi junub itu adalah sebagai berikut :

1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.

2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit
yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.

3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.

4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.

5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.

6. Setelah itu berwudlu’ sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.

7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.

8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.

10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.

Demikianlah cara mandi junub yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan juga telah dicontohkan oleh beliau. Semoga dengan kita menunaikan ilmu ini, amalan ibadah shalat kita akan diterima oleh Allah Ta’aala karena kita telah suci dari junub atau hadats besar. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

1. Tentang pengertian orang yang mukalaf , artinya orang yang telah baligh dari sisi usianya dan telah mumayyiz dari sisi kemampuan berfikirnya. Mumayyiz itu sendiri artinya ialah kemampuan membedakan mana yang bermanfaat baginya dan mana pula yang bermudarat.

2. Tentang pengertian hadatas besar , telah diterangkan dalam Salafi ed. 1 th. V hal. ?
3. Ar Raudhatun Nadiyah, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan, hal. 35.
4. Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi, jilid 2 hal. 153, Darul Fiker Beirut Libanon, cet. Th. 1417 H / 1996 M.
Kaifiat Mandi Junub



Kamis, 22 Juni 2017

Kumpulan Download Ceramah KH. Jujun Junaedi


Sedikit tentang profil KH. Jujun Junaedi

KH. Jujun Junaedi adalah seorang da’i kondang asal Sukawening - Garut, Jawa Barat. Sejak usianya baru empat tahun, Jujun telah mulai menapaki karirnya sebagai seorang ‘Ajengan Cilik’. Bahkan cerita tentang lahirnya mubalig cilik, sempat menggegerkan tatar Pasundan. Sekitar tahun 1970-an, nama Jujun telah menarik perhatian umat Islam. Gebrakannya cukup berhasil. Sehingga pada waktu itu, banyak masyarakat yang membicarakan Jujun sebagai ‘anak ajaib’. Dakwah-dakwah KH. Jujun Junaedi yang unik sangat digemari masyarakat, terutama orang Sunda. Ciri khas-nya tidak banyak dimiliki oleh kebanyakan mubalig lainnya. Selain ceramahnya yang selalu menggunakan media bahasa Sunda, Jujun pun sangat pandai membuat guyonan yang menyegarkan.

Silahkan download Ceramah Beliau di bawah ini.

Demikianlah Ceramah Lucu Kh Jujun Junaedi Mp3 semoga bermanfat. Jangan lupa share kepada teman - teaman dan saudara kita. Sekian Ceramah Lucu Kh Jujun Junaedi Mp3.

Sumber : http://downloadmp3islami.blogspot.co.id/search/label/Jujun%20Junaedi


Rabu, 14 Juni 2017

Kelebihan Dan Tanda Tanda Lailatul Qadar



‘Lailatul Qadar (Arab: لیلة القدر‎) adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Ayat al-Qur’an yang pertama dipercayai diturunkan pada malam ini. Malam ini disebut di dalam al-Qur’an dalam surah Al-Qadr, dan diceritakan lebih baik daripada seribu bulan.

Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa hadis, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Malah ada sebahagian ulama yang menganggap ia berlaku pada malam genap seperti malam 24 Ramadan. Walau bagaimanapun, antara hikmah malam ini dirahsiakan agar umat Islam rajin beribadat di sepanjang malam khususnya di sepuluh malam yang terakhir. Sebahagian Muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri agar berjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sambil beribadah sepanjang malam.


 LAILATULQADAR MALAM YANG DINANTI OLEH MUKMIN

10 akhir Ramadhan adalah merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Malam-malam ini adalah merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh orang mukmin. Bulan Ramadhan, Al Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan yang rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan hadis Rasulullah s.a.w. di antaranya firman Allah s.w.t.

Maksudnya: “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar”.

Sebab turun surah al-Qadr

Lailatulqadar mempunyai kelebihan yang begitu besar. Ianya lebih baik dari 1000 bulan yang lain. Sebab diturunkan ayat tersebut diriwayatkan daripada Mujahid dikatakan sebab turun ayat tersebut ialah Nabi s.a.w. telah menyebut tentang seorang lelaki daripada Bani Israel yang telah menggunakan alat senjatanya untuk berperang pada jalan Allah maka orang Islam pun kagum di atas perbuatan itu lalu Allah menurunkan ayat di atas.

Riwayat yang lain pula dari Ali bin Aurah pada satu hari Rasulullah telah menyebut 4 orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Jibril datang memberitahu kepada Rasulullah bahawa Allah w.s.t. menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca surah Al Qadar dan Jibril berkata kepada Rasulullah ayat ini lebih baik daripada apa yang engkau kagumkan ini menjadikan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat amat gembira.

Daripada ayat di atas dapatlah kita ketahui bagaimana besar kelebihan orang yang beribadah pada malam lailatulqadar. Ianya satu malam menyamai beramal 1000 bulan.

Dalam hadis Rasulullah s.a.w. menyebut

Maksudnya: “Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya”

Rasulullah s.a.w. melakukan ibadah pada malam itu bukan hanya setakat baginda sahaja tetapi baginda menyuruh ahli keluarga bangun bersama beribadah. Kata Aisyah r.a.

Maksudnya: “Nabi s.a.w. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah.”

Kelebihan Menghayati Malam Lailatulqadar

Kerana mulianya Lailatulqadar, Rasulullah s.a.w. menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat itu dengan pelbagai jenis amalan dan ibadah yang diterangkan di antaranya hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.

Maksudnya: “Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadat yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah taala nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.

Rasulullah s.a.w. sendiri menjadi contoh yang baik yang menghayati malam lailatulqadar terutama 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan dengan beriktikaf di Masjid mengerjakan pelbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia.

Ini diterangkan di dalam satu hadis diriwayatkan daripada Aishah r.a. Katanya:

Maksudnya: “Biasanya Rasulullah s.a.w. berusaha dengan bersungguh-sungguh memperbanyakan amal ibadah pada 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan berbanding dengan masa yang lain.”

Dalam hadis yang lain Aishah juga meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda bersedialah dengan bersungguh-sungguh untuk menemui malam Lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil dalam 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan.

Malam-malam yang ganjil yang tersebut ialah malam 21, 23, 25, 27 & 29 dari bulan Ramadhan. Dalam pada itu terdapat juga beberapa hadis yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar itu pernah ditemui dalam zaman Rasulullah s.a.w. pada malam 21 Ramadhan. Pernah juga ditemui pada malam 23 Ramadhan.

Terdapat juga hadis yang mengatakan bahawa baginda Rasulullah s.a.w. menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya mengenai masa Lailatulqadar supaya ianya bersedia dan menghayatinya. Baginda menjelaskan malam Lailatulqadar itu adalah malam 27 Ramadhan. Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa malam Lailatulqadar itu berpindah dari satu tahun ke satu tahun yang lain di dalam lingkungan 10 malam yang akhir dari bulan Ramadhan.

Yang pastinya bahawa masa berlakunya malam Lailatulqadar itu tetap dirahsiakan oleh Allah s.w.t. supaya setiap umat Islam menghayati 10 malam yang akhir daripada Ramadhan dengan amal ibadat. Kerana dengan cara itulah sahaja mudah-mudahan akan dapat menemuinya dan dapat pula rahmat yang diharapkan yang akan menjadikan seseorang itu hidup bahagia di dunia mahupun di akhirat.

Doa-malam-lailatul-Qodar-


Doa khusus di Malam Lailatulqadar

Doa tersebut diterangkan di dalam hadis berikut

1. Hadis yang diriwayatkan daripada Aishah r.a.

Maksudnya: “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. bagimana kiranya saya mengetahui malam Lailatulqadar dengan tepat. Apa yang saya akan doakan pada saat itu. Baginda menjawab berdoalah dengan doa yang berikut”

Maksudnya: “Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya engkau sentiasa memaafkan salah silaf hamba lagi suka memaafkan oleh itu maafkanlah salah silafku. Terdapat juga beberapa doa yang disar ankan oleh para alim ulamak kita melakukannya seperti membaca doa

Orang yang beribadah pada 10 malam yang tersebut akan mendapat rahmat yang dijanjikan dan telah sabit di dalam hadis-hadis yang sahih bahawa malam Lailatulqadar ujud pada salah satu malam yang 10 itu terutama pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Orang-orang yang tekun beribadah di dalam masa tersebut untuk menemui malam Lailatulqadar akan mendapat rahmat yang dijanjikan itu samada ia dapat menemui atau tidak dan tidak melihat apa-apa kerana yang penting yang tersebut di dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ialah:

1. Menghayati malam tersebut dengan beribadah.
2. Beriman dengan yakin bahawa malam Lailatulqadar itu adalah benar dan dituntut menghayatinya dengan amal ibadah.
3. Amal ibadah itu dikerjakan kerana Allah semata-mata dengan mengharapkan rahmatnya dan keredaannya.

Adalah diharapkan sebelum daripada kita beramal ibadat di malam Lailatulqadar hendaklah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya iaitu taubat nasuha dan terus beristiqamah tetap teguh mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya.



Tanda Malam Lailatulqadar

Para alim ulamak r.h. menyebutkan beberapa tanda atau alamat berhubung dengan malam Lailatulqadar :

– Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatulqadar ia melihat nur yang terang benderang di segenap tempat hingga di segala cerok yang gelap gelita.

– Ada pula yang berkata ia mendengar ucapan salam dan kata-kata yang lain dari Malaikat.

– Ada juga yang berkata ia melihat segala benda termasuk pohon-pohon kayu rebah sujud.

– Ada pula yang berkata doa permohonannya makbul.

Imam Tabari r.h. memilih kaul yang menegaskan bahawa semuanya itu tidak lazim dan tidak semestinya ia dapat melihatnya kerana tidak disyaratkan melihat sesuatu atau mendengarnya untuk menemui malam Lailatulqadar.

MALAM LAILATUL-QADAR

Malam Lailatul-Qadar sunat dicari, kerana malam ini merupakan suatu malam yang diberkati serta mempunyai kelebihan dan diperkenankan doa oleh Allah S.W.T. Malam Lailatul-Qadar adalah sebaik- baik malam mengatasi semua malam termasuk malam Jumaat. Allah S.W.T. berfirman dalam Surah Al-Qadr 97: Ayat 3.

Maksudnya:

” Malam Lailatul – Qadar lebih baik daripada seribu malam “

Ertinya menghidupkan malam Lailatul-Qadar dengan mengerjakan ibadah adalah lebih baik daripada  beribadah pada seribu bulan yang tidak ada Lailatul-Qadar seperti sabda Nabi s.a.w.:

Maksudnya:

” Sesiapa menghidupkan malam Lailatul-Qadar kerana beriman serta mencari pahala yang dijanjikan akan mendapat pengampunan daripada dosa-dosa yang telah lalu “

Diriwayatkan daripada Saiyidatina Aisyah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. apabila tiba 10 hari  terakhir bulan ramadhan, Baginda menghidupkan malam-malamnya dengan membangunkan isi rumah dan  menjauhi daripada isteri-isterinya. Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan:

Maksudnya:

” Rasulullah s.a.w. berusaha sedaya upaya dalam malam-malam sepuluh akhir Ramadhan melebihi usahanya daripada malam-malam lain. “

Malam Lailatul-Qadar berlaku pada 10 akhir daripada malam ganjil bulan Ramadhan. Rasulullah  s.a.w. bersabda:

Maksudnya:

” Carilah malam Lailatul-Qadar pada sepuluh akhir bulan Ramadhan dalam malam ganjil. “

Pendapat yang terkuat mengikut para ulama’ bahawa malam Lailatul Qadar terkena pada malam 27  Ramadhan. Menurut Abu Ka’ab katanya, “Demi Allah sesungguhnya ibn Mas’ud telah meyakinkan bahawa  malam Lailatul-Qadar jatuh dalam bulan Ramadhan manakala Lailatul-Qadar pula terjatuh pada malam  27, akan tetapi dia enggan memberitahu kepada kami (malam yang tepat) kerana bimbangkan kamu  tidak lagi berusaha mencarinya.”

Jana pendapatan dengan memandu kereta sendiri - join now!!
Daripada Riwayat Mu’awiyah:

Maksudnya:

” Bahawa Nabi Muhammad s.a.w telah bersabda dalam malam lailatul-qadar iaitu malam ke-27. “

Riwayat ini disokong oleh pendapat Ibn Abbas yang mengatakan bahawa surah Al-Qadr mempunyai 30  perkataan. Perkataan yang ke-27 bagi surah itu terjatuh kepada dhamir(hia) yang kembalinya  kepada Lailatul-Qadar.

Imam Ahmad telah meriwayatkan sebuah Hadith daripada Ibn Umar r.a yang berbunyi:
Maksudnya:

” Sesiapa yang mencari Lailatul-Qadar , dia hendaklah mencarinya pada malam yang ke-27, carilah kamu malam Lailatul-Qadar pada malam yang ke-27. “

Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah, katanya, “Ya Rasulullah s.a.w. andainya aku mendapati malam Lailatul-Qadar, apakah doa yang patut aku bacakan? Rasulullah s.a.w. berdoa dengan doa:

Maksudnya:

” Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, oleh itu berilah keampunan-Mu untukku. “


mencari-malam-lailatul-qadar

ANTARA TANDA-TANDA LAILATUL QADAR

Lailatul Qadar merupakan satu malam yang mempunyai kelebihan lebih seribu bulan yang lain. Ini dapat kita lihat daripada apa yang telah dinukilkan oleh Allah di dalam al-Quran dalam surah al-Qadar. Begitu juga dengan apa yang telah diberitahukan oleh Rasulullah S.A.W dalam beberapa hadis yang sohih.

Kita disuruh untuk menghidupkan malam lailatul qadar dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Rasulullah S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq ‘alaih daripada Abu Hurairah yang artinya : Sesiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar penuh keimanan dan keikhlasan akan diampun baginya dosa yang telah lalu.

Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadat itu.

Begitu juga Dia menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya kerana dosa kecil jika terus dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya.

Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa.

Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumaat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitulah juga Allah menyembunyikan penerimaan taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam bertaubat.

Demikianlah juga dengan penyembunyian malam lailatul qadar agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu qadar sahaja untuk beribadat dan berdoa.

Tetapi inilah penyakit besar yang menimpa umat Islam yang menyebabkan malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar sahaja untuk beribadat. Kerana mengejar kelebihan lailatul qadar yang mana kita tidak mengetahui masanya yang tertentu menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.

Antara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah :

1. Abi Ibnu Ka’ab telah meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya : Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). – Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa –

2. Telah diriwayatkan daripada Nabi S.A.W bahawa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. – Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid daripada Ibadah bin As-Somit –

3. Dalam Mu’jam At-Tobarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa’ daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).

4. Telah meriwayat Al-Barraz dalam musnadnya daripada Ibn Abbas bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul Qadar bersih tidak panas dan tidak pula sejuk.

Qadhi ‘Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya iaitu:

1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahawa kerana terlalu banyak para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh  mereka yang halus  menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.

Daripada hadis-hadis di atas bolehlah kita buat kesimpulan bahawa antara tanda-tanda lailatul qadar ialah :

a. Pada malamnya keadaan bersih dengan cuaca tidak sejuk dan tidak pula panas.

b. Malamnya tenang yang mana terang dan angin tidak bertiup sebagaimana biasa dan awan agak nipis.

c. Malamnya tidak turun hujan dan bintang pula tidak bercahaya seolah-olah tidak timbul.

d. Pada siangnya pula matahari terbit dalam keadaan suram.

faktor-mencari-lailatul-qadar

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurafat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah masin, anjing-anjing tidak menyalak, dan beberapa tanda yang jelas batil dan rosak.

Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebatilannya kerana tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadis yang menjelaskannya. Maka bagaimanakah tanda-tanda yang sebenar berkenaan dengan malam yang mulia ini ?

Nabi sollallahu’alaihi wa sallam pernah menggambarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, iaitu:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah sollahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang suria terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah sollahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar terang” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi

Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairah radliyallahu’anhu pernah berkata: Kami pernah berbincang tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah solallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”(HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang .

Sebagaimana sebuah hadit, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi syaitan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lazatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Wallahua’lam

Sumber : http://cahayapurnama.com/fadhilat-malam-lailatul-qadar-kelebihan-dan-tanda-tandanya/

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul