Jumat, 15 November 2013

karamah Abah Guru 12 : Batu krikil jadi intan

Bismillahirrahmanirrahiim

Ada Seorang Habib dari luar pulau berkata : 'urang banjar ne sedikit-sedikit Guru ijay yang di omongin [dipanderkan]'

Tidak berapa lama Habib ini Datang Kesekumpul untuk bertamu kerumah Abah Guru Sekumpul.


Pas kebetulan dirumah Abah Guru ada juga Tamu ,kira-kira 20 orangan.
termasuk yang ampun kisah ini,saat itu ada duduk disitu jua.
Pintu diketok oleh sang tamu ini [habib]..Silahkan masuk Bib ujar Abah Guru ,pada hal yang dipanggil Habib ini pakaiannya biasa aja tidak memakai atribut kaya seorang Habib.
Abah Guru sudah tahu yang datang ini seorang Habib walaupun dengan pakaian biasa2 ja tamu yang datang ini.

Sambil bercanda dengan tamu2 yang lainnya .Beliau Memanggil tamu yg baru datang tadi..sini bib...tolong jar Abah Guru..pian Ambil Batu sebiji yang ada dimuka mushola Arr-raudah atau dimuka rumah ulun ne,taserah pian ja maambilnya.[waktu itu banyak kerikil batu sebelum disemen].

kalu sudah pian ambil bawa kesini ,ujar abah guru.
tamu tadi keluar dari rumah abah guru tuk mencari batu kerikil yg ada diluar rumah.diambil lah 1 biji batu kerikil yg kecil dan diserahkannya batu tersebut ketangan Abah Guru.

kemudian batu tersebut beliau usap2/geliming didalam genggaman tangan beliau,sambil berbicara dengan tamu yg lain [diselingi beliau]
kemudian Abah Guru menyuruh tangan tamu yg habib tersebut menerima kembali batu kerikil dan sambil menggenggam tangannya.
ujar Abah Guru buka Bib Tangan pian...
SubhanaAllah....
bukan batu kerikil lagi tapi Intan seukuran batu kerikil yg diambil habib tadi.
jar Abah Guru ambil untuk Pian.


[kalau tahu kaya ini ,aku ambibatu kerikil yg ganal tadi...ujar tamu tadi ]

itulah salah satu keromah Abah Guru...

ampun maaf ,ini kisah didapat dari salah satu Anak Angkat beliau.
dalam perjalanan ulun bersama habaib ke margasari naik speedboot.
minta rela ulun. ( jali boss facebook)

sumber :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=636932869683497&set=gm.534366069989089&type=1&relevant_count=1&ref=nf

Senin, 14 Oktober 2013

Kisah Seorang Pemuda Dan Abah Guru Sekumpul


 
pernah ada seorang pemuda , dan pemuda ini terkenal dengan kenakalan,bertato, seorang alkoholic, pecandu, pemakai dan titel buruk yang lainnya.
dan entah kenapa di siang hari minggu dia ingin sekali pergi kesekumpul untuk menghadiri pengajian abah guru.
" aku harus berangkat , walau tanpa ada uang sepeserpun,aku yakin berkah beliau mampu mengatasi masalah keuangan ini "

maka berangkat lah pemuda itu, tanpa sarung, hanya pakai celana levis lusuh, baju kaos, dan kopyah butut,karena pakaian muslimin satu pun dia tidak punya.

sampai di depan gang, baru saja sekitar 5 menit kurang, tiba-tiba sebuah sedan stop persis didepan dia, dan orang didalam sedan itu membuka pintu mobilnya sambil berkata
" mau kesekumpul ya , ya udah naik aja temanin saya "

maka pemuda itu pun naik dengan sedikit bingung, bingung dan heran karena baru pertama kali dia naik sedan mewah, bingung dan heran kenapa orang ini tau bahwa dia mau kesekumpul , padahal dia berpakaian layaknya seorang preman.
dan didalam mobil tersebut hanya dia dan bapak itu,

singkat cerita
sampai lah pemuda itu ke sekumpul tepat didepan mesjid pancasila, baru saja pemuda turun dan ingin mengucapkan kata terima kasih , secara tiba-tiba mobil tersebut menghilang, belum selesai kebingungannya, tiba-tiba ada suara yang yang menegur ;
" nak, mau pengaji guru sekumpul ya, ya udah naik aja ke becak bapak " kata bapak tersebut

maka pemuda itu naik, dengan pikiran yang bingung, apa yang sebenarnya terjadi, sesampai di muka gang hijrah pemuda itu diturunkan oleh bapak tersebut, dan kejadian yang seperti tadi terulang kembali, bapak tukang becak itu pun menghilang, entah kemana perginya.

" mungkin ini semua berkah abah guru untuk aku " kata pemuda itu berucap dalam hatinya.

maka pemuda itu pun masuk kedalam , ada kedamaian dalam hatinya, ada kesejukan , kedamaian batin yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.

maka ia pun duduk diantara para jamaah yang lain, tertunduk, setiap kata yang abah guru sekumpul sampaikan dia resapi dan dengan sendirinya air mata pemuda itu jatuh membasahi pipinya.
" semua harus ku akhiri dunia hitam ini " ucap pemuda itu didalam hati...

secara tiba-tiba ada seorang bapak-bapak menepuk pundaknya, dan memberi sebuah amplop putih lantas bapak itu berkata :
" ini dari abah guru , terima lah "

dan pemuda itu menangis terharu sambil memeluk bapak-bapak tersebut
" terima kasih banyak pak "

" berterima kasih lah sama abah guru."

tertulis diamplop itu nama pemuda tersebut dengan jelas dan benar beserta bin nya, padahal si pemuda tersebut baru pertama kali ke tempat abah guru , terus kenapa abah guru jadi tahu,....itu lah wali ....

dan pemuda itu pun membuka isi amplop tersebut, dan ternyata isinya uang sebesar 2 juta, dan didalam amplop itu ada secarik kertas yang berbunyi
" jadikan uang ini untuk modal berdagang, jangan salah gunakan, karena allah maha tahu "

akhir cerita
pemuda itu pun sekarang menjadi seorang pedagang yang sukses dan banyak membuka cabang toko dimana-mana.
dan salah satu toko beliau berada di pasar sudi mampir..



Minggu, 06 Oktober 2013

Sejarah Sekumpul


 Foto Abah Guru Sekumpul pada saat membuka komplek perumahan Sekumpul

Kelurahan Sekumpul merupakan pemekaran dari kelurahan induk, yakni Jawa. Secara geografis, Sekumpul berlokasi di pertigaan Jalan Ahmad Yani Km 38 samping Masjid Syi’aarush Shaalihiin, masuk sekitar 800 meter, lantas belok kanan (jika dari arah Banjarmasin), di sanalah Mushalla Ar Raudhah berdiri megah.
Berbentuk kotak-kotak paduan semen dan keramik kombinasi hitam, putih, hijau dan biru, menjadikan kubah serta menara mushalla ini sebagai model bangunan pertama di Kalsel. Sepintas, menara dan kubah mushalla mirip masjid terbesar di Jawa Timur, Masjid Agung Al Akbar, Surabaya. Di samping mushalla, terdapat kediaman Guru Sekumpul yang diapit dua rumah berarsitektur sejenis yang ditempati ibu, saudara dan keponakan. Belakangan, rumah di samping kiri Guru direnovasi total.

Pada Agustus 2004, rampunglah rumah megah berlantai dua bergaya Spanyol dengan aksen Mediterania. Sungguh membuat kagum dan nyaman mata memandang. Rumah itu kini menjadi kediaman dua putera Guru, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Angka 17 menjadi hitungan tersendiri dalam Kompleks Ar Raudhah atau biasa disebut dalam regol. Di samping mushalla berderet tujuh rumah dan di seberangnya juga tujuh unit rumah. Ditambah rumah Guru Sekumpul dan dua yang mengapit, jumlahnya klop dengan angka keramat: 17. Menariknya, rumah itu memiliki ciri khas yang relatif tidak berubah sampai detik ini; beratap genteng hijau tua dan teras ukuran persegi panjang dengan atap cor beton bercat putih.

Di sekeliling kompleks mushalla, nyaris tidak ada lahan kosong. Ratusan rumah menyemut hingga menjadikan Kompleks Sekumpul perkampungan perkotaan yang elit, mewah namun memancarkan kedamaian. Ini sangat berbeda jauh dengan kondisi pada tahun 1980-an. Kawasan itu ibarat hutan belantara yang penuh semak belukar pohon karamunting. Hanya satu-dua rumah yang tampak. Barangkali tidak seorang pun menyangka kondisi itu berubah 180 derajat.

Sekitar tahun 1987, di sekitar kawasan tersebut, hanya ada satu-dua rumah yang berdiri. Sedang sisanya cuma hutan belantara dan lahan melompong bertebaran tanah merah.
Pada dekade 1980-an, pengajian masih digelar di Mushalla Darul Aman, Jalan Sasaran, Kelurahan Keraton, Martapura. Baru pada awal 1989, pengajian pindah ke lokasi baru sekaligus menandai era baru dunia syiar Islam di Martapura.
Perubahan terjadi dalam penyebutan kawasan itu. Semula, sekitar hutan karamunting masyhur dengan sebutan Sungai Kacang. Ketika pengajian hijrah, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani memopulerkan nama baru: Sekumpul.

Memang, sejak pertengahan 1970-an, kawasan itu sebagian ada yang menamakan Sekumpul. Namun, panggilan tersebut tidak populer dan banyak orang yang justru tidak kenal serta masih menyebutnya Sungai Kacang. Lebih dari itu, hingga 1980-an, di ujung jalan yang bermuara di Jalan A Yani, terpampang plang nama Jalan Sungai Kacang. Ketika Guru pindah, terminologi Sekumpul mulai dikenal orang.
Perubahan nama juga menjadi awal dari pergantian sapaan akrab ulama kelahiran 11 Februari 1942/27 Muharram 1361 H ini. Di tempat lama, panggilan sang kiai cenderung beragam. Ada yang menyapa Guru Zaini, Guru Izai, hingga Guru Keraton. Ketika hijrah ke Sungai Kacang itulah dia populer dengan nama baru: Guru Sekumpul.

Cuma, tak semua warga memberi sapaan senada. Ada yang masih memanggil dengan sebutan lama. Tapi, bagi sebagian warga Martapura, terutama warga asli, sapaan Guru Izai terasa agak “kasar”. Karenanya, mereka relatif memakai sapaan Guru Sekumpul atau Abah Guru. Konon, tinggallah kini warga bukan asli Martapura yang masih menggunakan sapaan semisal Guru Izai.

Penyebutan nama Guru Sekumpul ikut menghiasi pemberitaan koran lokal. Sebelumnya, jika tema Sekumpul dimuat di koran, nama yang ditulis pasti Guru Izai atau Guru Zaini. Tapi, sejak akhir 1999, ketika memuat berita di Kalimantan Post, saya selalu menulis sebutan Guru Sekumpul.

Alhasil, sejak saat itu setiap pemberitaan di Kalimantan Post, selalu ditulis sebutan Guru Sekumpul. Tidak lagi Guru Zaini apalagi Guru Izai. Koran lain pun sebagian besar mulai menulis sapaan itu. Ini semua demi penghormatan, meski Guru sendiri tidak mempersoalkan. Setidaknya, Kalimantan Post ikut andil memopulerkan penulisan nama baru tadi dan berupaya menyamakan penyeragaman sebutan untuk pemberitaan media massa lokal lainnya.

Perkembangan kawasan Sekumpul juga diiringi meroketnya harga tanah. Dahulu, harga per meter persegi hanya berkisar puluhan ribu rupiah. Tapi sekarang, puluhan juta per meter, itu pun lahannya nyaris tidak ada lagi. Harga tertinggi dipegang lahan sekitar Kompleks Ar Raudhah, dekat kediaman Guru. Banyak orang kaya mendadak dari bisnis jual beli tanah di sekitar Sekumpul.

Lahan kosong yang semula untuk tempat parkir di sekitar Kompleks, banyak yang berganti hutan beton. Kalau terus dibiarkan dan ditata seadanya, tidak mustahil rimbunnya hutan karamunting hanya tinggal kenangan. Rimbunnya belantara beton setidaknya turut menguatkan argumen bahwa Sekumpul mencatat inflasi tertinggi di Kabupaten Banjar.

Minggu, 08 September 2013

SANAD DAN IJAZAH MUSHAFAHAH, MUSYABAKAH, MU'ANAQAH, MUNAWALATUSSUBHAH SERTA ILBASUTTHAQIAH

Masih Dari Kutipan Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAZAH"
Oleh K.H. M. ZAINI BIN ABDUL GHANI.

Ini sesuatu yang sangat mencengangkan sekaligus mengaggumkan dan membanggakan.

SANAD DAN IJAZAH MUSHAFAHAH, MUSYABAKAH, MU'ANAQAH,
MUNAWALATUSSUBHAH SERTA ILBASUTTHAQIAH (Bersalaman, Berasuk tangan /
panca, Cipika Cipiki, Memberikan Tasbih, serta Memakaikan Surban).

1. Abah Guru Sekumpul
2. Syeikh Yasin Al-Fadany
3. Syeikh Ahmad bin Abu Bakr Al-Fasy
4. Syeikh Sayyid Muhammad bin Ja'far bin Idris Al-Kattany Al-Fasy
5. Syeikh Sayyid Ahmad bin Hasan Al-'Atthas "YAQAZHATAN WA MANAMA" kepada
6. Nabi MUHAMMAD Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Alhamdulillah atas segala Ni'matnya.
Jika terdapat kesalahan, mohon koreksi.
 
Sumber : Ka bayu >  https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

SANAD DAN IJAZAH MAULID HABSYI

 
SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN AL-HABIB 'ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSY.

1. Abah Guru
2. Habib Muhammad Anis bin 'Alwy Al-Habsy
3. Habib 'Alwy bin 'Ali Al-Habsy
4. Habib 'Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsy

Mohon Koreksi Apabila Ada Terdapat Kesalahan.
 

SANAD DAN IJAZAH MAULID ADDAIBA'I.


Kutipan Dari Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAAZAH" Oleh KH MUHAMMAD ZAINI BIN ABDUL GHANI.

SANAD DAN IJAZAH MAULID ADDAIBA'I.

1. Abah Guru Sekumpul
2. Guru Anang Sya'rani 'Arif
3. Abdul Baqy
4. Shalih bin Abdullah Asshunnary
5. Muhammad bin Nashir
6. Muhammad 'Abid Azzabidy Al-Yamany
7. Ahmad Hajjam Al-Yamany
8. Abdul Khaliq Al-Mazjaji
9. Yahya bin 'Umar Al-Ahdal
10. Abu Bakr bin 'Ali Al-Batthah
11. Sayyid Yusuf bin Muhammad
12. Al-Hafiz Atthahir bin Husein
13. Wajihuddin 'Abdurrahaman bin 'Ali Addaiba'
14. 'Ali bin Daiba'
 

SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN IMAM ABDULLAH AL-HADDAD.


SANAD DAN IJAZAH SELURUH KARANGAN IMAM ABDULLAH AL-HADDAD.

1. Abah Guru
2. Sayyid Muhammad Amin Al-Kutby
3. Sayyid Husein 'Aidid
4. Sayyid 'Aidrus bin 'Umar
5. Sayyid 'Abdullah bin Husein bin Thahir
6. Sayyid Thahir bin Husein
7. Sayyid 'Umar bin Saggaf
8. Sayyid Husein bin 'Abdullah Al-Haddad
9. Al-Imam Assayyid 'Abdullah Al-Haddad
Sumber : Ka bayu >  https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

SANAD IJAZAH BURDATUL MUKHTAR.



Kutipan Dari Kitab "MAJMUU'U BA'DHIL ASAANIIDI MA'AL IJAAZAH" Oleh KH MUHAMMAD ZAINI BIN ABDUL GHANI.

C. SANAD IJAZAH BURDATUL MUKHTAR.

1. Abah Guru Sekumpul
2. Guru Semman
3. Guru Kasyful Anwar
4. Syeikh Muhammad Yahya bin Abi Sulaiman
5. Sayyid Muhammad bin Ahmad Arrasyidi
6. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Banna
7. Al-Allamah Muhammad Al-Amirul Kabir
8. Syekh Ali bin Ahmad Asha'idi
9. Muhammad bin 'Uqailah
10. Al-Hasan Al-'Ujaimy
11. Muhammad Al-Babily
12. Salim Assanhury
13. Syamsyuddin Al-'Alqamy
14. Imam Jalaluddin Assayuthi
15. Al-'Allamah Assyamny
16. Ali bin Abdullah Al-Hambaly
17. Syaikhul Islam 'Izzuddin Abdul 'Aziz ibnu Jama'at Annabulsy
18. Muallif Muhammad bin Sa'id Al-Bushiry
Sumber : ka Bayu > https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

Sanad DALAILUL KHAIRAT DAN TALQIN ZIKIR

 
A. Sanad DALAILUL KHAIRAT yg mana DARI NO 2 Perawinya berada diMasjid Nabawi sewaktu mengambil Ijazah.

1. KH. M ZAINI (Abah Guru Sekumpul)
2. GURU SEMMAN MULYA
3. SAYYID AHMAD
4. SAYYID ABBAS RIDWAN
5. SAYYID MUHAMMAD ALMADANI
6. SYEIKH ALI BIN YUSUF ALMADANI
7. SAYYID MUHAMMAD BIN AHMAD ALMADGHARI
8. SYEIKH MUHAMMAD BIN AHMAD ALMUTSANNNA
9. SYEIKH AHMAD BIN ALHAJ
10. SYEIKH ABDUL QADIR ALFASI
11. SYEIKH AHMAD ALMUQRI
12. SYEIKH AHMAD BIN ABIL ABBAS ASSHUMMA'I
13. SYEIKH AHMAD BIN MUSA ASSAMLALI
14. SYEIKH ABDUL AZIZ ATTUBA'
15. SAYYID MUHAMMAD SULAIMAN ALJAZULI.

B. Sanad DALAILUL KHAIRAT DAN TALQIN ZIKIR yang semua perawinya WALI QUTUB.

1. KH. M ZAINI (Abah Guru Sekumpul)
2. SAYYID MUHAMMAD AMIN AL-KUTBI
3. SAYYID ABDUL HAYY AL-KATTANI
4. SYEIKH HUSEIN
5. SAYYID MUHAMMAD AL-KUTBI
6. ALQUTHB MUHAMMAD AL-AMIRUL KABIR
7. ALQUTHB AHMAD BIN AL-HASAN AL-JAUHARY
8. ALQUTHB MUHAMMAD ATTHAYYIB
9. AQUTHB AHMAD ATTIHAMI
10. ALQUTHB ABDULLAH (Pemegang Wali Quthb 32 tahun)
11. ALQUTHB ALI BIN AHMAD AL-ANJURY
12. ALQUTHB ISA BIN HASAN AL-MISHBAHI
13. ALQUTHB MUHAMMAD ATTHALIB
14. ALQUTHB ABDULLAH AL-GAZWANI
15. ALQUTHB ABDUL 'AZIZ ATTUBBA'
16. ALQUTHB MUHAMMAD BIN SULAIMAN AL-JAZULI

17. ALQUTHB MUHAMMAD AMFAR
18. ALQUTHB SA'ID AL-HARNASANI
19. ALQUTHB ABDURRAHMAN ARRAJRAJI
20. ALQUTHB ABIL FATH AL-HINDY
21. ALQUTHB UNUS ALBADAWY
22. ALQUTHB ALQIRAFI
23. ALQUTHB ABI ABDILLAH ALMAGRIBI
24. ABIL AQTHAB AL-IMAM ASSYAZILI
25. ALQUTHB ABDUSSALAM AL-MASYIS
26. ALQUTHB ABDURRAHMAN AL-MADANI
27. ALQUTHB ABDULLAH ATTANAYIRI
28. AL-IMAM ASSYIBLY
29. AL-IMAM JUNAIDI ALBAGDADI
30. AL-IMAM ASSIRRI
31. MA'RUF AL-KURKHI
32. DAUD ATTHA'I
33. HABIB AL-AJAMI
34. AL-IMAM HASAN AL-BASHRY
35. SAYYINA HASAN ASSIBTH
36. SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB
37. SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM.

Mohon koreksi kalau terdapat kesalahan
Sumber : Ka Bayu >> https://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/doc/207946639354944/

Jumat, 24 Mei 2013

Syair buat Abah Guru Sekumpul


Dengan Bismillah kami mulakan..
Alhamdulillah kami sertakan

Sholawat salam kami haturkan
kepada Nabi,Keluarga,Shohabat ikutkan..

Sekumpul komplek Raudhoh namanya..
kitab dan dzikir,sholawat dibaca..
Terang cahyanya nyinari majlisnya..
tercurah banyak Rahmat Tuhannya..

Sekumpul mengumpul banyak 'Ulama..
kumpul bersama dimajlisnya..
Seorang Guru lautan 'ilmunya..
Syaikhona Zaini mimpin ta'limnya..

Berbagai 'ilmu diajarkannya..
segala 'ilmu fardhu 'ainnya..
Tauhid dan fiqih juga tasawwufnya..
semoga ALLAH balas jasanya..

Duhai Guru AYAH kami..
engkau mendidik bimbing ruh kami..
Engakau lah pewaris Nabi-Nabi..
nyebar luaskan sunnahnya Nabi..

Cahya sekumpul ALLAH masyhurkan..
berbagai 'ilmu Habaib datangan..
Berbagai penjuru dunia datangan..
Mekkah Hadromaut tak ketinggalan..

Seorang 'ulama ALLAH komplitkan..
suaranya merdu wajahnya tampan..
Tinggi badannya indah menawan..
siapa ketemu tunduk dan sopan..

Musholla Raudhoh tempat ajarnya..
bermacam 'ilmu serta wiridnya..
Sebagai 'ulama ikutkan Nabinya..
yang islam padanya amat banyaknya..

Beliau terkenal murah hatinya..
murah hartanya sosial hatinya..
Setiap tamu dan yang muallafnya
diberinya duit dengan kasihnya..

Mesjid Martapura dan pesantrennya..
ikut menaruh celengan 'amalnya..
Hasilnya puas banyak dapatnya..
berkah 'ilmunya berkah Gurunya..

Sekumpul masyhur banyak muridnya..
lebih sepuluh ribu orangnya..
Terlebih-lebih waktu maulidnya..
komplek sekumpul tak memuatnya..

Beliau keturunan Syekh Arsyadnya
Datu kelampayan itu masyhurnya..
Betapa senang hati Datunya..
lihat cucunya dengan suksesnya..

Pengajian sekumpul membawa berkah..
akhirat berkah dunia pun berkah..
Ojek dan taksi beca pun berkah..
inilah majlis pembawa Rahmat..

Beliau 'Ulama bukan 'Umaro..
bahkan 'Umaro datang padanya..
Duduk bersimpuh dengan ta'limnya..
bersih politik melulu agama..

Beliau terkenal kharismatiknya..
pejabat negara bahkan presidennya..
Semuanya datang minta do'anya..
ngambil berkahnya dengar nasehatnya..

Tugas 'Ulama amat beratnya..
bermacami rintangan dihadapinya..
Segala fitnahan dengkian padanya
diterima dengan lapang dadanya..

Hidup didunia jangan herannya..
negrinya bala negrinya fana..
Setiap org cinta padanya..
ada juga org benci padanya..

Rosulullah pun yg paling mulia..
ada yg beriman ada yg kafirnya..
Dari Nabi Adam hingga kiamatnya..
ada yg suka ada yg bencinya..

Sebelum tiba waktu wafatnya..
komplikasi penyakit ALLAH ngujinya..
Hatinya sobar terus berobatnya..
sakit menambah tinggi pangkatnya..

Didalam sakit terus ngajarnya..
seolah penyakit tak dirasanya..
Inilah hamba ALLAH mencintainya..
Tanda ALLAH cinta disakitkannya..

Kini tibalah waktu wafatnya..
rabu malamnya subuh waktunya..
Tanggal 5 bulan Rojabnya..
samping musholla raudhoh makamnya..

Orang yg sholeh banyak tandanya..
terlebih-lebih waktu wafatnya..
Manusia bnyk datang melawatnya..
ALLAH yg gerakkan geretek hatinya..

Guru sekumpul lebih dahsyatnya..
jalanan macet dgn totalnya..
Jalanan penuh dgn manusia..
hadir mensholatkan sampai pemakamannya..

Semua musuh yg dengki padanya..
dihari itu terbelalak matanya..
Lihat manusia begitu banyaknya..
karna ALLAH lah yg Maha Tahunya..

Dipagi rabu hari wafatnya...
seperti kilat masyhur khobarnya..
Langitpun mendung sedih berduka..
hujan gerimis nangis padanya..

Didalam hadits Nabi sabdakan..
munafiklah orang Nabi sifatkan..
Jika tak sedih 'Ulama wafatan..
sejahat manusia Ya ALLAH jauhkan..

Wahai muslimin dan muslimatnya..
paling besar musibah pada agama..
Wafatnya Nabi penutup Rosulnya..
dan wafat 'Ulama penggantinya..

Duhai AYAH Guru Sekumpul..
sungguh do'amu ALLAH qobul..
Engkaulah sebab kami berkumpul..
disini berkumpul di syurga berkumpul..

Kini Engkau telah tiada..
pandanglah kami senantiasa..
Dulu Engkau pernah berkata..
pandangan Guru yang wafat lebih tajamnya..

Namamu terus dikenang-kenang..
semua org cinta dan sayang..
Seorang Guru lucu periang..
pikiran yg kusut menjadi hilang..

Engkau figur yg Nabi gambarkan..
berikan 'ilmu berikan 'amalan..
Pastilah Engkau dikubur nyaman..
terima balasan jaza'ul ihsan..

Sebelum wafat engkau sempatkan..
berikan kami terbaik 'amalan..
Paket 'Al Qur'an yg kau pilihkan..
semoga kami di istiqomahkan..

Ya ALLAH lapangkan Beliau didalam kuburnya..
Turunkan rahmat MUya Robb banyak banyak padanya..
Ciumkan Beliau bau surganya..
Semua dosanya hilang dan sirna..

Ya ALLAH kami pun mohon ampunan..
Dunia akhirat mohon diselamatkan..
Sekeluargaan jiran dan teman..
Husnul khotimah mohon sudahkan..

Panyusun Syair : Guru Hakim Sekumpul Martapura.
Sumber :  http://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/permalink/200490180100590/

Kamis, 02 Mei 2013

Karomah Abah Guru Sekumpul 11



Perampok yang taubat ditangannya.

Dalam usia 10 tahun beliau didatangi oleh seorang bekas perampok yang sangat ditakuti masyarakat akan kejahatan dan kekejamannya . Kedatangan orang tersebut tentunya sangat mengejutkan keluarga di rumah beliau. Namun apa yang terjadi , laki-laki tersebut ternyata ketika melihat guru sekumpul langsung sungkem dan minta ampun agar ilmunya yang selama ini ia amalkan, jika salah atau sesat minta dibetulkan dan iapun minta agar dibimbing untuk bertaubat

mendengar hal itu, beliau lalu masuk serta memberitahukan masalah orang tersebut kepada ayah dan keluarga beliau yang berada didalam rumah, setelah beliau masuk kedalam, ternyata tamu tersebut tertidur. Setelah ia terjaga dari tidurnya, kemudian ia pun diberi makan. Saat tamu itu makan, maka guru sekumpul kecil menemui ayahnya dan menerangkan maksud dan tujuan kedatangan tamu tersebut. Maka kata ayahnya, tanyakan kepadanya apa saja ilmu yang dikajinya.

Setelah selesai makan lalu beliau pun menanyakan kepada tamu tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh ayah beliau dan jawabannya langsung beliau sampaikan kepada ayahnya. Kemudian ayah guru sekumpul kecil pun menyuruh guru sekumpul kecil untuk bertanya tentang yang lainnya. Dan jawaban tamu itu pun disampaikan kepada ayahnya pula. Hingga tamu ditanya dengan beberapa pertanyaan.

Maka pada akhirnya ketika guru sekumpul kecil hendak menyampaikan kepada tamu tersebut, , maka tamu tersebut mendekat kepada beliau, sambil badannya gemetaran ia menangis seraya minta tolong untuk di bimbing bertaubat dengan harapan allah swt akan mengampuni dosa-dosanya.

Sumber : Habib Ahmad bin Faqih basyaiban


Dikutip dari buku : 12 ULAMA KHARISMATIK INDONESIA
Halaman : 275-276

Selasa, 30 April 2013

Karomah Abah Guru Sekumpul 10


Kisah karomah abah guru

Waktu kami lagi dihalaman rumah banjar abah cempaka , dihalaman itu hamparan halamannya penuh batu dari pendulangan.

Abah keluar dari rumah yg biasa abah istirahat lalu beliau berjalan perlahan dihalaman rumah banjar kami yang hadir mengikuti , tiba2 abah menunjuk batu dekat kami.

kata beliau" dibatu itu ada tulisan Allah , tolong  ambilkan ? Lalu org yg dekat yg ditunjuk tadi mencari batu itu , sulit tuk mencarinya tidak ketemu ketemu , lalu dibantu yg lainnya tidak ketemu juga , kemudian kata Abah " ngalih jua amun tajajak , ( sulit juga klaunya terinjak) terus abah sendiri mengambil batu itu padahal dilokasi itu juga ,
terus abah lihatkan kepada yg hadir , betul juga urat batu yg warna putih ada tulisan Allah , batunya kata seseorang sdh pecah , dlm pecahan itu terlihat ke emasan tulisan emas , lalu ada salah satu yg hadir barucap " bah ulun mintanya lah batu ini ? Jwb " eh ambil ha "

Subhanallah pandangan abah guru tidak terhijab sampai batu yg ada tulisan Allah nmpak dilihat dihamparan ribuan batu yg terhampar

Moga kita mengisahkan ini dan mmbacanya dapat rahmat Allah dan berkah abah guru .. Aamiin
 Sumber : Ahmad Ya habiby http://www.facebook.com/groups/191179884364953/

Senin, 29 April 2013

Diantara Sifat Ketawadduan Abah Guru Sekumpul


Diceritakan kembali Oleh Hamid Sekumpul

Diantara sifat ketawadhuan/ rendah hatinya Abah Guru Sekumpul QS,yang ulun dengar langsung dari yang punya riwayat bahwa suatu malam Senin sekitar jam 11 malam, Pa Haji yang rumahnya berdekatan atau sekomplek dengan Abah Guru dalam regol Ar raudah  Sekumpul menelpon Abah Guru.

kata beliau' lagi dimana Bah
kata Abah Guru” Aku dibelakang Langgar,!( saya Dimbelakang Mushalla)
Begitu didatangi Pa Haji itu,
ternyata Abah Guru Sekumpul ada di sekitar WC umum Musholla Arraudhah.
 
sendirian membersihkan WC yang banyak itu, tanpa ada orang yg membantu, Saat itu,terkejutlah pa Haji tersebut ketika melihat Abah Guru membersihkan WC yg banyak itu sendirian.
kemudian pa Haji tersebut mendangi Abah Guru dan lekas-lekas memberikan sabun untuk Abah Guru untuk membersihkan tangan Abah Guru dengan rasa malu sekaligus takjub.melihat ulama besar membersihkan WC-wc sendirian saja.

Sesudah itu pa Haji tersebut bertanya bertanya "kenapa Pian Bah menggawi ini?"(mengapa sampeyan kerjakan ini Bah)
Kata Abah Guru..ini semua saya lakukan hanya ingin membantu membersihkan bekas yang  dipakai oleh anak dan cucu yang hadir pengajian dan maulidan disini.

Sejak itulah maka dibentuk dan ditugaskan panitia yang lain untuk membersihkan WC musholla secara teratur.

kisah ini asli ulun mendengar dari yang menceritakannnya, salah seorang Anak Murid Abah Guru Sekumpul yg bertempat tinggal didalam komplek/regol Arraudhah Sekumpul.inilah ketawadhuaan Sidin sebagai Wali dan Ulama Besar yang patut kita tiru dan kita teladani beliau tidak menghiraukan kedudukan atau derajat beliau apapun yang beliau kerjakan beiau lakukan dengan sendiri .. wassalam
 
Sumber : Jali bos & Hamid Sekumpul para pencinta Abah Guru Sekumpul

Minggu, 28 April 2013

karomah Abah Guru Sekumpul 9

" Ada Seorang Sayyid setiap Hari duduk duduk Di Tempat Perjudian,Sampai suatu Saat Ajal Datang menjemputnya,Orang-Orang Kampung Tidak ada yang Tahu Siapa Dia sebenarnya,di Saat wafatnya,Hanya Istri Dan Anaknya Yang Menghadapi Jenazahnya,Tidak ada Satu Tetangga pun Datang,Tidak ada satu pun tetangga Yang Mau Memandikan ,Mengkafani 'Mensholatkan Jenazahnya,Sang Istri Menangis Melihat Keadaan Suaminya.
Sang Istri Berdo'a : Yaa Allah.....Bagaimana Dengan Jenazah Suamiku,Apakah Aku Buang Ke sungai Mahakam ini,Atau Aku Biarkan Sampai Membusuk......!!! Engkau Yang Maha Luas Rohmat-Mu,Berilah Petunjuk.....!!!

Tiba-tiba,Masuk Seorang Tampan Tinggi Rupawan "Assalamu'alaikum Yaa Syarifah......!!!
Tampak Puluhan Orang Berjubah Dan Bersorban Mengiringi Dibelakangnya.....!!!

Wa'alaikumsalam Warohmatullah ......!!!
Saat Melihat Sang Guru,Si Syarifah Tersentak Kaget Bukan Main,Yang Datang Adalah Al Imam Al Quthubul Akwan Assyeikh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni Sekumpul

Syarifah Bertanya;Kapan Pian Kesini Guru,....Kal-tim Dan Kal-sel sangatlah jauh,apalagi kami di daerah Hulu Mahakam Kembang Janggut ini

Jawab guru Sekumpul: Allah Yang Memudahkan,...
Tiba-tiba Dari Luar Banyak Orang kampung datang,Dan Terperanjat Seketika tahu yang datang Guru sekumpul,Maka mereka keheranan dan Salah satu dari penduduk berkata:Wahai guru,ini adalah orang yang senang berjudi,tiap hari Duduk duduk Di tempat perjudian...

Guru sekumpul tersenyum dan berkata: apakah kamu belihat beliau sendiri main judi,atau beliau cuma duduk duduk saja disitu tanpa main judi
Sang penduduk terdiam,Kata Abah guru sekumpul "beliau ini yang tiap hari kalian lihat di tempat perjudian adalah seorang dzuriat rasulullah SAW beliau ini Yang jadi Penyandang Bala di kampung sini,beliau ini yang setiap malam pada saat kalian tidur beliau bangun dan sholat tahajud mendo'a kan kalian ,beliau juga yang rela setiap hari duduk di tempat perjudian berdzikir dan memohon ampun untuk para penjudi agar mereka sadar.tapi kalian tidak tahu kalian cuma melihat dengan pandangan dzohir saja,beliau tidak terkenal dalam pandangan masyarakat bumi tapi sangat terkenal di langit.

Maka Para penduduk menjerit dan menangis,yang biasa berjudi langsung Sujud dan memohon ampun kepada Allah ,Lalu Jenazah beliau Dimandikan dikafani dan disholatkan Lalu diantar ke pemakaman.

Hujan pun Turun dgn Derasnya usai pemakaman .
Jangan Lagi kalian berkelakuan seperti itu,biar bagaimanapun dhuhirnya kalau sudah wafat Bila Wafat Sama Sangka Baik dengan Makhluqnya Allah SWT,Dan Hati-Hati kata beliau...........Kalau itu Dzurriyah Sayyidil Wujud SAW,kalau tadi tetap di biarkan seperti itu, Sampai Syarifah itu Sakit Hati......Tenggelam nanti desa kalian ini......Murka Rasulullah SAW,Murka Juga Allah SWT....

setelah itu Abah Guru Sekumpul beserta rombongan pamit pulang naik kapal ,Tapi ada yang aneh.....Kapal yang di tumpangi Abah guru Sekumpul beserta rombongan itu tidak ada di kaltim,sepertinya itu Kapal Alam Jabbarut kata Habib Husein Alaydrus Singa Mahakam .

(Habib Abdillah al aydrus عبدالله العيدروس )
sumber  : Yuliansyah Riffai

Sabtu, 27 April 2013

sehari sebelum wafat nya Guru Semman Mulya


Bismillahirrohmanirrohim..

Kisah Abah Guru.
sehari sebelum wafat nya Guru Semman Mulya, Abah Guru Sekumpul sendirian yang membersihkan kuku-kuku Beliau, dari tangan sampai kaki. abah guru bertanya kepada Guru Semman,
Abah:"Besok pulang kan?"
Guru semman: "InsyaAllah"
Abah:"siapa yg mandikan?"
Guru semman:"kamu"
abah:"siapa yg meimami?"
Guru Semman:"kamu"
Abah:"siapa yg talqin?"
Guru Semman:"kamu"
Abah:"siapa yg memasukkan dlm kubur?"
Guru Semman:"teserah"
Abah:"siapa yg baca tahlil?"
Guru Semman:"teserah"
Abah:"siapa yg baca doa arwah?"
Guru Semman:"teserah"
Abah:"gimana kalo di sholatkan dirumah?"
Guru Semman:"bagus"
Abah:"dibawa kesekumpul dan disholatkan di musholla Ar-Raudhah?"
Guru Semman:"bagus"
Abah:"bagaimana umpama dibawa pakai mobil ambulance?"
lalu Guru Semman tediam. ujar Abah:"mobil ambulance punya kita juga"
Guru Semman:"bagus"
Abah:"bagaimana kalo dijaga polisi?"
Guru Semman:"Bagus"
setelah itu Abah Guru Btakun soal jemaah/murid sidin.
Abah:"bagaimana murid-murid sampeyan hari sabtu perempuan?"
Guru Semman: (dengan isyarat menunjuk ke arah sekumpul).
kemudian Guru Semman minta ambilkan kertas. lalu Abah Guru ambilkan kertas wan pulpen. wktu itu Guru Semman mulai pina sesak bhinak, sambil bapadah, "tulis, WASIAT HAJI SEMMAN, KALAU MENINGGAL DUNIA, TANAM DISEKUMPUL".
pas baucap kaitu, nangis Guru Semman. wasiat selanjutnya, "Uang yg ada di lemari besi, sepertiga utk Khoirot (kebaikan2), termasuk bearwah" wasiat ke-3, "Siti (Adik Beliau) bawa kesekumpul". pas mndngar itu, adik beliau kehimungan bnr, soalnya beliau sudah lws menantikan hndk satu rumah lwn kaka beliau, yaitu Hj. Masliah. selanjutnya, "Muhammad dan Maisaroh (dua Anak Beliau), (sambil mnunjuk keatas) artinya diserahkan kepada Allah. dan terakhir, Guru Semman mbari isyarat minta talqin akan lwn Abah Guru wktu itu juga. setelah itu Abah Guru mndekat ke telinga beliau, lalu Guru Semman mmejamkan kedua mata. selesai betalqin, Abah Guru dan Guru Semman bersalaman, berasuk tangan dan berpelukan. setelah itu kdd satu kata2 lagi.
waktu berjalan, sampai wktu subuh, Guru Semman mandi, berwudhu sorangan. kemudian Abah Guru mnyiapkan pakaian utk beliau sholat, sarung putih, kupiah putih.
setelah bepakaian, Guru Semman duduk di sajadah. setelah itu beliau besiap sholat subuh, membaca niat Sholat subuh, Takbiratul ihram, ruku' , I,tidal, pas sujud pertama kd bebangun-bangun lagi. INNALILLAHI WA INNAILAHI ROJI'UN.
Telah berpulang ke Rahmatulloh, Syekh Semman Mulya, tepat pada hari selasa akhir bulan jumadil akhir, sesudah waktu subuh, tepat pada sujud yg pertama di raka'at yg pertama...

(Kisah Abah Guru Sekumpul ketika acara Haul Almarhumah Hj. Masliyah)

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad...
sumber :  http://www.facebook.com/groups/191179884364953/

Kamis, 25 April 2013

Gelar Abah Guru Sekumpul waktu kecil


suatu malam, abah guru mendapatkan mimpi, merasakan seolah-olah berada disebuah padang pasir, sejauh mata memandang hanya sahara yang membentang, dari kejauhan tampak fatamorgana seperti genangan air, meski sebenarnya hanyalah biasan cahaya matahari.

Tegak di samudera pasir yang luas, seperti sebuah keajaiban yang muncul di tengah-tengah misteri ketidakpastian. Tidak mungkin rasanya bangunan tersebut milik salah satu suku Arab, lantas, kenapa hanya ada satu, di mana yang lainnya?, bila ternyata bangunan itu milik seorang musafir, lalu kenapa terlihat berdiri kokoh, menyiratkan bahwa ia adalah sebuah tempat tinggal untuk jangka waktu yang tidak sebentar?.

Langkah kaki Abah Guru terhenti manakala jarak yang tersisa antara dia dan bangunan itu hanya tinggal beberapa langkah, siapa pemilik bangunan, apakah dia sedang berada didalam, sebuah pertanyaan menyelimuti benaknya. Tiba-tiba di tingkat atas muncul seorang wanita Arab, yang meskipun busananya tertutup namun kecantikannya memancar menembus sekat-sekat bernama kain, melemparkan sesuatu kepada Abah Guru , Abah Guru memungut benda itu sambil hatinya bertanya-tanya. Namun keheranannya itu tidak membuatnya surut untuk terus melangkah. Ditengah semesta diamnya, yang mengitari pikirannya. Abah guru tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah goncangan, bumi yang dipijak terasa bergetar.. Abah Guru tersentak, apa yang terjadi, suara apa itu, dari mana asalnya?, berbagai pertanyaan muncul tanpa rekayasa.

Abah Guru yang keheranan terus melangkahkan kakinya, sampai tidak jauh dari bangunan itu dia bertemu dengan dua orang pemuda, tegap, tampan, bahkan sangat tampan. Pemuda pertama yang lebih tua, terlihat penuh kharisma sekaligus menunjukkan kesantunan yang menyentuh relung hati setiap orang yang memandangnya, sementara yang lebih muda, nampak kekar bagai seorang mujahid, yang setiap saat siap menghadapi berbagai tantangan, sosok pria pemberani tergambar jelas dari raut mukanya.

Abah gurupun akhirnya terlibat dialog dengan kedua orang tersebut, sampai akhirnya..
“Kamu, kami berikan gelar Zainal Abidin”.

Abah Guru terdiam, Zainal Abidin …. sebuah gelar yang pernah mengukir sejarah, yang bahkan kebakaran di rumahnya sendiri tidak sanggup mengusiknya dari ibadah, dialah Sayyidina Ali Zainal Abidin, satu-satunya putera Sayyidina Husein sang Syahid Agung, yang selamat dari pembantaian di medan Karbala, putera Sayyidatina Fathimah az-Zahra; puteri Rasulullah SAW. Dialah orang pertama yang menyandang gelar Zainal Abidin; perhiasan cantik para ahli ibadah, karena ‘abid yang manapun, dari belahan bumi manapun, akan tertunduk malu bila berhadapan dengan catatan sejarah hidupnya, hanya dengan kisah tentang ibadahnya… apalagi kalau bertemu dan melihat langsung bagaimana asyiknya dia bersama Rabb-nya.

Abah Guru mungkin merasa malu, bagaimana tidak? Karena gelar tersebut bukan sembarang gelar, gelar adalah gambaran dari orang yang menyandangnya dibahunya, arti hakiki dari gelar tersebut, pertanda apa sehingga dia mendapatkan anugerah sebesar ini.

Saat ia merenung, ia melihat tanah yang berada di samping bangunan tersebut tiba-tiba bergerak laksana gelombang air laut. Kemudian Abah Guru bertanya kepada keduanya :

“Kenapa bumi tadi bergetar?” ucapnya.
“Itu adalah makam ayahanda, Ali Ibn Abi Tholib”

Abah Guru bertanya lagi kepada mereka berdua tentang perempuan yang melempar sesuatu kepadanya tadi :

“Kalau perempuan yang diatas bangunan tadi?”,
“Ibunda Fathimah” jawab mereka berdua.

Jawaban itu menjadi tafsir yang menguak tabir misteri ketiga orang ini. Yah, karena ketiga manusia yang mengundang kekaguman itu adalah al-Bathul; Sayyidatina Fathimah, sang pemuka para wanita surga, al-Hasan dan al-Husein, dua pemuda penghulu sorga, cucu dan pendingin mata Baginda Rasulullah SAW. Mereka adalah tiga orang ahlul kisaa , yang mengiringi turunnya ayat Tathir dalam surah al-Ahzab :

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ البَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
mereka adalah ahlu bait-nya Musthofa SAW.

Sebuah mimpi yang teramat indah, yang mungkin didambakan semua muhibbin ahli bait-nya Rasulullah SAW. Mimpi yang merupakan sebuah pertanda baik atau bisyarah untuk seorang hamba Allah yang sedang meniti jalan hidupnya menuju sebuah “kehambaan” yang sebenarnya, kedudukan yang paling tinggi di hadapan Sang Penguasa Semesta, Pencipta jagat raya, Allah SWT.

Meski Abah Guru mendapat bisyarah, mimpi bertemu dengan orang-orang mulia itu, namun dia tidak pernah menceritakan mimpi itu kepada siapapun, semua tetap mengendap dalam otaknya. Hingga suatu saat diceritakan oleh Guru Marzuki saat bertemu dengan Zaini di sebuah acara. Guru Zuki, begitu panggilan beliau, melemparkan pertanyaan yang membuat Zaini terkejut.

“Ikam wayah ini bangaran Zainal Abidin kah?” (Kamu sekarang ini bernama Zainal Abidin kan?) tanya Guru Zuki.
Zaini hanya diam, pertanyaan ini mengingatkannya pada mimpi yang dialaminya itu.
“Ada kalu ikam tamimpi?” (Bukankah kamu ada bermimpi?) sambung Guru Zuki. Zaini hanya menunduk, ternyata ulama yang satu ini tahu perihal mimpinya, padahal sebelumnya dia tidak pernah bercerita kepada siapapun tentang mimpi itu.

Notes : Kubah Guru Zuki dibelakang Kubah Guru Kasyful Anwar di Kampung
Melayu Martapura

Moga menambah kecintaan kita pada abah guru dan mendapatkan Rahmat Allah mengisahkan para Kekasih-Nya ( Aulia Allah ) … aamiinn

Fitnah Yang Membawa Hikmah


Ketika di Darussalam Abah membicarakan tentang kedudukan niat diterangkan Imam Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin bahwa hakikat niat itu adalah inbi’ats atau motivator penggerak di dalam hati, jadi apa yang menjadi motivasi kita itu adalah niat kita, kalau motivasi kita keridhaan Allah, berarti niat kita karena Allah

Ada orang tidak suka dgn Abah melaporkan ke kantor Dewan Guru, sehingga dari diskusi dewan guru . Abah Guru dikeluarkan saja dari jajaran staf pengajar Darussalam.

Akibat fitnah itu, Abah Guru tidak mau diam dirumah , karena beliau tidak mau keluarga di rumah ikut mendapat fitnah jua . Beliau berdiam Musholla Darul Aman, dengan perbekalaan seadanya . Beliau fokus beribadah hingga beberapa bulan lamanya. Semua itu tidak membuat beliau berkecil hati dengan anugerah Allah, beliau tetap merasa bersyukur atas apapun yang menimpa dan memang harus dijalani.

Bagi Abah Guru hal ini menimbulkan hikmah tersendiri, karena dengan adanya kejadian ini beliau lebih konsentrasi kepada hapalan al-Qur’an, beliau menjadi akrab dengan ayat-ayat kitab Allah tersebut, tanpa harus selalu membuka lembaran-lembarannya, karena pada akhirnya beliau hapal diluar kepala 30 juz wahyu Allah tersebut hanya dalam waktu tidak lebih dari  7 bulan lamanya.

Waktu-waktu berada di Musholla Darul Aman beliau lewati dengan penuh semangat, sehari-harinya hanyalah berada di Musholla. Ia tidak ingin pulang sebelum selesai Khatam menghafalkan Al-Qur'an. Adapun masalah makan ia dapatkan dari sepiring nasi setiap hari yang diberikan oleh keluarganya. Nasi tersebut kemudian beliau bagi menjadi tiga bagian, satu bagian untuk sarapan pagi, sebagian lagi untuk makan siang, dan sisanya untuk makan malam walaupun nasinya sudah agak keras dan terkadang bersemut.

Menyebarnya kabar sesatnya Abah guru , sebagian ulama tak percaya , bagaimana bisa terjerumus kepada hal yang demikian pada beliau orang ‘alim , apalagi beliau adalah kemenakan al-‘Alimul Fadhil Tuan Guru Semman Mulya, rasanya tidak mungkin tuan guru itu akan mendiamkan kemenakannya, jikalau memang ilmu yang diyakini kemenakannya ternyata berbeda dengan faham ahlu sunnah wal jama’ah.

Suatu hari, saat berada dalam Musholla Darul Aman , Guru Darussalam bertanya masalahnya . Abah Guru mengatakan bahwa jawaban  ada di dalam kitab yang dibawa ulama itu, ternyata kebetulan ulama tersebut membawa kitab Ihya ‘Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali.

Jelaslah sudah permasalahannya, kalau demikian ini semua adalah fitnah” katanya. Namun Guru Zaini tidak ingin memperpanjang permasalahan ini, bagi beliau cukup Allah SWT saja yang menjadi saksi kebenaran beliau.

Guru Zaini sudah memutuskan untuk tidak kembali lagi mengajar di Darussalam, beliau lebih memilih menyendiri, mendalami ilmu dengan muthola’ah dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Beliau merasakan hikmah dibalik semua kejadian itu sangatlah positif, menjadi lebih dekat dan makrifat dengan Allah SWT. Beliau sering pergi ke makam Syeikh Abdussamad Bugis di Tungkaran, disana beliau banyak beribadah dan memuthala’ah kitab-kitab ilmu agama.

Hikmah kejadian ini melahirkan berkah tersendiri bagi umat muslim di bumi Kalimantan. Dengan keluarnya beliau dari jajaran staf pengajar Pondok Pesantren Darussalam malah membuat beliau menjadi milik semua umat, karena ilmu titipan Allah pada beliau bisa dikaji oleh berbagai kalangan di Majlis Ta’limnya.

Dan akhirnya Abah Guru dapat izin Rasulullah membuka majlis di keraton yang menurut cerita awal muridnya Cuma 7 orang ( salah satu alhmarhum Guru Zaini Mursyid di sekumpul bisa jadi imam di mushalla Ar-raudhah ) . Dan cerita Sofwan, salah seorang santri yang ikut belajar di majelis ta’lim Guru Zaini ketika itu menceritakan, bahwa sekitar penghujung tahun 1966, ia dan teman-temannya yaitu Mahmud dan Fathullah yang menjadi murid Guru Zaini sejak tahun 62-an, mereka disewakan oleh Guru Zaini sebuah rumah untuk tempat tinggal selama mengaji ditempat beliau . Sofwan menceritakan pula bahwa selama berdiam di rumah itu selain mendapatkan bimbingan ilmu dan amal, mereka juga mendapatkan bantuan secara materi dari Guru Zaini yang membelikan kebutuhan hidup mereka sehari-hari; dari beras, lauk maupun kebutuhan lainnya. Malah terkadang Guru Zaini sendiri yang memasakkan makan siang mereka. Sofwan dan teman-temannya pun seusai pulang sekolah di Pesantren Darussalam tinggal makan saja. Di masa itu menurut cerita Sofwan lagi, ia sering mengalami sakit, sehingga Guru Zaini selalu memanggil seorang mantri yang bernama Umar, langganannya, untuk mengobati dirinya.

Menurut cerita sahabatku Ustadz Fauzi di Balikpapan yg bulan2 ini bailing kerumah orang yang menjagakan ketika Abah guru mengafal di Darul Aman itu masih hidup . Beliau asalnya orang martapura asli karena usaha terdiam di balikpapan dan hafal al-qur’an . Inipun beberapa kali asalnya menutupi diri dan akhirnya beliau kasih tahu jua namun beliau tidak mau dikenal orang banyak .

Moga dengan kisah ini kita sabarataan dapat berkah Abah guru … aamiin

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul