Minggu, 10 Desember 2017

Amalan Sunnah Shalat Jum'at



FAIDAH-FAIDAH yang dikhususkan dibaca pada pemimpin semua hari yaitu hari Jum'at :
Ini faidah-faidah diambil dari Majelis Al-Habib zain bin Ibrahim bin Smith, dan Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Assyathiri....

semoga ALLAH SWT memberi kemanfatan karena beliau berdua...
amiin :

Barang siapa yang membaca setelah mandi sunnah dihari jum'at "yaa muhaiimin" sebanyak 100x, maka Allah SWT akan menghadiakan untuknya kewibawaan dihadapan makhluk-mahkhlukNya.

Barang siapa yang membaca diantara dua adzan diwaktu hendak melaksanakan sholat jum'at "surat alqodr" sebanyak 7x,
maka Allah SWT akan melunasi semua hutang-hutangnya.

Barang siapa yang membaca ketika khotib membaca do'a lilmu'miinina wal mu'minaat "yaa ghoni yaa mughni"sebanyak 40x dan membaca disetiap kelipatan yang ke 10 "aghnini", Maka Allah SWT akan melapangkan rizqinya.



Barang siapa yang membaca setelah sholat jum'at "yaa baathin" sebanyak 33x, maka Allah SWT akan menjadikannya termasuk dalam golongan ahli bathin.

Lalu Diriwayatkan barang siapa yang membaca Surat Al-Fatihah,
Al-Ikhlas, Al-Mu'awwidzatain (Al Falaq & An Naas) masing-masing 7x setelah salam dari shalat jum'at dan sebelum melipat kakinya
(merubah posisi duduk stlh salam) serta belum berbicara apapun, maka Allah akan mengampuni
segala dosa yang telah berlalu dan diberi pahala sebanyak pahala orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam riwayat lain dijaga dari keburukan hingga jum'at yang
akan datang serta akan dilindungi perkara agamanya, dunianya, istri dan anak-anaknya.

Imam Asy-Syarqowi berkata : Barangsiapa yang senantiasa
melanggengkan doa tersebut dan surat-surat yang telah
disebutkan tadi, Allah akan mencukupinya dan Memberikan
kepadanya rizqi yang tak disangka-sangka,mengampuni
segala dosanya dan melindungi urusan agama,dunianya serta
istri dan anak-anaknya..

Hendaklah Berdoa Dengan Menyebut Nama Nama Allah SWT



حكي عن الليث بن سعد أنه قال :
Diceritakan dari Lays bin Sa'ad sesungguhnya beliau berkata;

رأيت عقبة بن نافع ضريراً، ثم رأيته بعدها بصيراً،
Aku melihat 'Uqbah bin Naafi' adalah seseorang yang buta, setelah selang beberapa waktu aku meilhatnya dapat melihat

فقلت له: بم رد عليك بصرك؟
Maka aku Lays berkata;dengan cara apa engkau mengembalikan pandangan matamu?

فقال: أتيت في منامي، فقيل قل:
'Uqbah berkata;aku telah didatangi seseorang didalam mimpiku dan dia berkata kepadaku, ucapkanlah do'a;
(يا قريب، يا مجيب، يا سميع الدعاء، يا لطيفاً لما يشاء، رد علي بصري)
Yaa Qoriibu,Yaa Mujiibu,Yaa Samiiad du'aai,Yaa Latiifal limaa yashaa,rodda 'alayya basorii



فقلتها، فرد الله عزَّ وجل علي بصري
Aku-pun mengucapkan do'a tersebut, ALLAH SWT mengembalikan pandangan mataku

قال أحدهم : إنه دعا وتوسل باسمائه المطهره ..
Berkata salah-satu dari para 'ulama;beliau 'Uqbah berdo'a dengan menjadikan nama-nama ALLAH SWT yang tersucikan sebagai perantara

إنه كنز مبارك لمن له حاجة أن يدعو به ويسمي حاجته بعد الحمد والثناء لله تعالى
Maka sesungguhnya nama-nama ALLAH SWT adalah sesuatu yang berharga yang penuh keberkahan bagi seseorang yang memiliki hajat...berdo'a dengan menyebut nama ALLAH SWT, membaca pujian kepadaNya dan menyebutkan hajatnya.

ثم ....الدعاء ....وختمه بالحمد والصلاة والسلام على نبيه الكريم ‏صلى الله عليه وسلم ..
Lalu berdo'a dan menutup do'a dengan pujian, sholawat dan salam atas Nabi yang Mulia, Nabi Muhammad SAW

Baik Sangka Kepada Allah SWT



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya.

Inilah bentuk husnuzhon atau berprasangka baik pada Allah yang diajarkan pada seorang muslim. Jabir berkata bahwa ia pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat tiga hari sebelum wafatnya beliau,


لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhon pada Allah” (HR. Muslim no. 2877). Husnuzhon pada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam do’a. Ketika kita berdo’a pada Allah kita harus yakin bahwa do’a kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya do’a dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya do’a. Karena ingatlah bahwasanya do’a itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhon pada Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60) “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Jumat, 08 Desember 2017

Mengharap Ridha Allah

harap 


Abul Qasim Junaid bin Muhammad, seorang ulama sufi yang tinggal di Baghdad, karena itu lebih dikenal dengan nama Imam Junaid al Baghdadi, suatu ketika mengalami sakit mata yang cukup parah.

Suatu malam seorang dokter mata dipanggil & setelah melakukan pemeriksaan & pengobatan, sang dokter berkata, “Jika engkau ingin matamu selamat, jangan sampai kena air!!” Salah satu amalan istiqomah yang tidak pernah ditinggalkan Imam Junaid adalah shalat 2 rakaat sebelum tidur.

Baginya, ancaman kerusakan mata bila terkena air, tidaklah seberapa beratnya jika dibandingkan kehilangan 2 rakaatnya tersebut. Begitu dokter itu pergi, ia segera mengambil air untuk berwudhu & shalat 2 rakaat. Imam Junaid tidak memperdulikan lagi rasa sakit & resiko yang terjadi dengan matanya, yang terpenting ia tidak meninggalkan amalan istiqomahnya demi untuk memperoleh keridhoan Allah.



Setelah itu ia tidur, Menjelang waktu subuh, Imam Junaid bangun dari tidurnya, & ia keheranan karena rasa sakit di matanya telah hilang. Bahkan penglihatannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum sakit. Dalam keheranannya itu, tiba-tiba ia mendengar suara tanpa wujud (hatif), “Junaid telah berani mengorbankan matanya untuk ridho-Ku. Seandainya para ahli neraka jahanam (yakni orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah) meminta (ampunan) kepada-Ku dengan semangat yang dimiliki Junaid, pastilah Aku akan memenuhi permintaan mereka!!” Keesokan harinya, dokter mata itu datang lagi untuk memeriksa keadaan Imam Junaid & ia ter-heran-heran karena matanya telah sembuh total. Sang dokter berkata, “Apa yang telah engkau lakukan dengan matamu itu?” Aku berwudhu & shalat 2 rakaat!!” Kata Junaid. Dokter itu terkesima dengan jawaban Imam Junaid, berwudhu berarti terkena air, tetapi ternyata matanya malah sembuh.

Segera saja ia berkata, “Itu adalah obat dari Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan obat dari mahluk. Sesungguhnya akulah yang selama ini sakit mata (hati) & engkau, wahai Junaid sebagai dokter Kemudian dokter mata yang beragama Nashrani itu mengucap syahadat, menyatan masuk Islam dihadapan Junaid.

Apa Itu Maqam



Maqam adalah tahapan adab (etika) seorang hamba dalam wushul kepada-Nya dengan macam upaya, di-wujud-kan dengan suatu tujuan pencarian dan ukuran tugas.

Masing-masing berada dalam tahapannya sendiri ketika dalam kondisi tersebut, serta tingkah laku riyadhah menuju ke pada-Nya. Syaratnya, seorang hamba tidak akan menaiki dari satu maqam ke maqam lainnya sebelum terpenuhi hukum-hukum maqam tersebut.

Barangsiapa yang belum sepeuhnya qana’ah, belum bisa mencapai tahap tawakkal. Dan siapa yang belum bisa tawakal tidak sah bertaslim. Siapa yang tidak bertobat, tidak sah pula ber inabat, dan barang siapa tidak wara’ tidak sah untuk ber zuhud.



Al-Maqam berarti iqamah, sebagaimana kata al-wadkhal berarti idkhaal, dan al-makhraj berarti al-ikhraaj. Tidak seorang pun sah menahapi suatu maqam, kecuali dengan penyaksian terhadap kedudukan Allah SWT. terhadap dirinya dengan maqam tersebut, yang dengannya struktur bangunan ruhaninya benar menurut pondasi yang shahih.

Saya mendangar Abu ali- al-Daqqaq r.a. berkata :
“Ketika al-Wasithy masuk ke Naisabur, bertanyalah ia kepada santri Abu Utsman, : “Apa yang diperintahkan Syeikh kalian kepada kalian? Mereka menjawab :
“Kami diperintah untuk menetapi taat serta melihat dan meneliti penyimpangan di dalamnya.”

Maka al-Wasithy berkata, “Syeikh kalian memerintah dengan cara Majusi murni? Apakah Syeikh kalian tidak memerintah diri kalian dengan hal yang gaib dengan memandang ke pada Yang Memunculkan dan Menjalankan yang gaib? Maksud al- Wasithy dengan kata-kata itu, agar mereka menjaga diri dari posisi takjub. Bukannya menaiki ke arah wilayah penyimpangan atau keteledoran
(taqshir), karena yang demikian bisa merusakkan adanya cacat dalam adab

Selasa, 05 Desember 2017

Imam Bukhori Kecil Hafal 10.000 Hadis



Dikutipkan dalam catatan Al Habib Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-atthos, Habib Ali bin muhammad Al Habsyi menceritakan bahwa ada 2 orang yang sedang berjalan di kampung yang ditempati oleh Imam Bukhari, yang ketika itu Imam Bukhari masih sangat muda.

Ketika mereka berjalan sambil berbincang-bincang, mereka melihat Imam Bukhari yang sedang bermain, dan salah satu dari 2 orang ini mengenal Imam Bukhari kemudian dia berkata pada sahabatnya : "lihatlah anak yang di tepi jalan sana yang sedang bermain?, dia anak yang luar biasa, anak kecil itu sudah menghafal 1000 hadist beserta sanad" dan Imam Bukhari mendengar perbincangan mereka berdua kemudian Imam Bukhari menghampiri mereka dan berkata: "kalian mengatakan aku anak kecil yang baru menghafal 1000 hadist, dan kalian kagum? kalian salah, aku tidak menghafal 1000 hadist tetapi lebih dari 10.000 hadist Nabi Muhammad SAW.

Subhanallah beliau usia sekitar 7-11 tahun telah mencapai kedudukan yang sangat tinggi, beliau habiskan seluruh hidupnya untuk merangkum dan mengumpulkan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW beserta sanadnya, usia semuda itu beliau telah menghafal ribuan hadist beserta sanadnya,maka bagaimana ketika beliau telah mencapai usia tua.

Amalan Penguat Ingatan



Seorang Ulama, Wali besar, dan Guru para wali-wali besar Al-Imam Al-'Allamah Al-Quthb Al-Arifbillah, Salah seorang keturunan Rasulullah SAW yang senantiasa mengikuti jejak leluhurnya, A1Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Mu'allif Simtud Durrar) telah berkata :

"Surat Al-A'la mengandung rahasia besar dan serba mencakup. Setiap orang yang mengeluh kepadaku tentang kelemahan daya ingat, maka aku akan menganjurkan kepadanya untuk membaca surat ini, dan ketika sampai pada ayat : "Sanuq-ri-uka falaa tansaa" "Kami akan membacakan kepadamu (Rasulullah) maka kamu tidak akan lupa" (QS. Al-Ala, 87;6)

Hendaknya ia mengulang ayat itu paling sedikit 7 kali, lalu menyelesaikan surat tersebut"
Manaqib Al Imam Al-Quthbil Wujud Asy-Syahir Al Habib Ali bin muhammad Al-Habsyi Shabibul Maulid Simtud Durrar)