Selasa, 05 Desember 2017
Faedah-Faedah Khusus Pada Hari Jum'at
فوائد تختص بسيد الأيام يوم الجمعة
Faedah-faedah khusus yang diamalkan pada Rajanya Hari yaitu hari JUM'AT.
مستفاد من مجالس الحبيب زين بن سميط والحبيب سالم الشاطري نفع الله بهما.
Diambil dari majelis-majelis Al-Habib Zein bin Sumaith dan Al-Habib Salim Asy-Syathiri (Semoga dengan berkat mereka ALLAH berikan kita manfa'at).
١. من قال بعد غسل الجمعة مائة مرة "يامهيمن" رزقه الله المهابة والجلال
1. Barang siapa setelah mandi sunnah jumat mengucapkan "Yaa Muhaimin" 100kali maka ALLAH akan memberikan rezeki berupa haibah (kemuliaan) dan keluhuran.
٢. من قرأ بين أذاني الجمعة سورة القدر ٧ مرات قضى الله دينه
2. Barang siapa membaca surah Al-Qadr 7kali diantara 2 adzan jumat yaitu sesudah adzan yang pertama, maka ALLAH akan menunaikan/melunaskan hutangnya.
٣. من قال ساعة الدعاء للمؤمنين والمؤمنات في الخطبة "ياغني يامغني" أربعين مرة؛ يقول في رأس كل عشر منها : أغنني .. إلا وسع الله عليه رزقه.
3. Barang siapa yang saat khatib berdoa untuk kaum mu'minin, ia membaca "Yaa Ghoniyyu yaa mughniy" 40kali, setiap 10kalinya baca aghniniy.. 1 kali, maka ALLAH akan meluaskan rezekinya.
٤. من قال بعد صلاة الجمعة ٣٣ مرة "يا باطن" جعله الله من أهل الباطن
4. Barang siapa yang membaca "Yaa Baathin" 33kali setelah selesai sholat jum'at, maka ALLAH akan menjadikannya ahlil batin.
Sifat Para Waliyullah
Mereka tidak akan membedakan sikap di depan orang , baik saat mereka berada di depan pencuri, penjahat, politikus, pejabat negara, di depan si kaya, di depan si miskin, di depan si muda, atau di depan yang lebih tua, mereka para wali akan memperlakukan sama hormatnya, jika di depan pencuri, penjahat, ahli maksiat, para wali beranggapan bahwa mereka itu lah yang perlu di kasihi, di sayangi, di perhatikan.
Kasih sayang seorang wali persis seperti kasih sayang Nabi pada Umat nya.
Kasih sayang wali persis seperti kasih sayang Allah pada Umat manusia dan seluruh makhluq,
Walaupun manusia selalu berbuat dosa, lihatlah Allah masih memberi mereka makan, memberi kesehatan, itu manifestasi sifat Allah yang Rahman, Itu pula yang dimiliki oleh setiap para wali,
Sifat para wali adalah sifat Rabbani/ ketuhanan.
Allah memiliki sifat Rahman dan Rahim
Wali juga senantiasa bersifat pengasih dan penyayang kepada semua makhluq baik manusia, hewan atau tumbuhan. Allah memiliki sifat Lathif/lemah lembut.
Begitu juga para wali, mereka senantiasa berlemah lembut kepada semua makhluq. Allah memiliki sifat ghofuur/pemaaf.
Begitu juga para wali, senantiasa bersifat pemaaf kepada semua makhluq baik manusia ataupun hewan.
Allah memiliki sifat Ash-Shabur/penyabar.
Begitu juga para wali, senantiasa penyabar menghadapi hidup, ujian, menghadapi umat, melayani umat.
Allah memakaikan kepada para wali sifat-sifat Rabbani.
Jika ingin seperti mereka rubahlah sifat kebinatangan dalam diri kita, Jangan membedakan sifat dan sikap kepada orang lain, Itu standar ganda yang hanya melindungi kepentingan pribadi yang justru cenderung egois.
Mengenal Allah Melalui Tharikat dan Ma'rifat
Para Syeikh dari tharikat ini mengatakan soal tauhid. Sesungguhnya Al-Haq adalah Maujud, Qadim, Esa, Maha Kuasa, Maha Perkasa,Maha Kasih,Maha Menghendaki, Maha Mendengar, Maha Agung, Maha Luhur, Maha Bicara, Maha Melihat, Maha Besar, Maha Hidup, Maha Tinggi, Maha Abadi dan segalanya bergantung kepada-Nya.
Allah Maha Mengetahui dengan sifat Ilmu, Maha Kuasa dengan sifat Qudrat, Maha Menghendaki dengan sifat Iradat, Maha Mendengar dengan sifat Sama’, Maha Melihat dengan sifat Bashar, Maha Bicara dengan Kalam, dan Maha Hidup dengan Hayat, serta Maha Abadi dengan Baqa’.
Allah mempunyai Dua Hasta kekuasaan (Dua Yad) yang merupkan sifat-sifat yang dengannya menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Maha Suci Allah dari segala keharusan menentukan, & hanya bagi-Nya wajah yang bagus.
Sifat-sifat Dzat-Nya hanya khusus bagi Dzat-Nya, tidak bisa dikatakan bahwa sifat tersebut adalah Dia, dan bukan pula sifat-sifat tersebut sebagai bujukan bagi-Nya. Tetapi adalah sifat-Nya Yang Azali dan Abadi.
Allah adalah Tunggal Dzat-Nya. Yang tidak disamai oleh segala ciptaan, & tidak diserupai oleh semua makhluk.
Allah bukan jasad, materi, benda & bukan sifat baru, tidak tergambar oleh khayal, tak terjangkau akal, tidak berpenjuru & bertempat. Tiada waktu dan zaman yang berlaku bagi-Nya. Dan tidak ada
penambahan & pengurangan bagi sifat-sifat-Nya.
Allah tidak dikhususkan oleh bentuk, tidak dipotong oleh pangkal dan batas, tidak ditempati yang baru, tidak didorong ketika berbuat. Tiada warna & tempat bagi-Nya, & tidak ada pula pertolongan untuk menolong-Nya.
Dari kekuasaan-Nya tidak muncul yang terkira, & dari hukum-Nya tidak diragukan oleh penyimpangan. Dari Ilmu-Nya tidak tersembunyi oleh yang diketahui-Nya. Dan Dia tidak dicaci atas pekerjaan-Nya, bagaimana Dia mencipta dan apa yang dicipta. Tidak bisa dikatakan kepada-Nya Di mana Dia, dan bagaimana Dia? Dan wujud pun tidak akan berupaya membuka-Nya, sehingga muncul kata-kata Kapan ada? Keabadian-Nya tidak ada pangkalnya, sehingga didkatakan : “Melampaui kekinian dan zaman.” Tetapi Allah tidak bisa dikatakan : “Mengapa Dia berbuat terhadap sesuatu ?” Kenapa, tidak ada sebab langsung terhadap pekerjaan-Nya.”
Ajaklah Keluarga Kita Terlebih Dahulu Dalam Kebaikan Sebelum Mengajak Orang Lain
Dalam sebuah hadits yang pernah di utarakan Ustadzul Imam Alqutub Alhafidz Prof Dr Al Habib Abdullah Bilfaqih RA, yang menjelaskan anjuran bagi suami ataupun istri untuk menjadi hamba-hamba yang taat kepada agamanya dan saling membantu dalam kebaikan,yang bunyinya,,??
قال النبي صلى الله عليه وسلم"رحم الله رجلا ايقظ هله للتهجد ورحم الله امرأة ايقظت اهلها للتهجد يدخلان معا فى الجنة"الحديث او كما قال..
semoga Allah memberikan rahmatnya (ampunanya) kepada suami yang membangunkan istrinya untuk bertahajjud dan begitu pula seorang ISTRI yang membangunkan suaminya untuk tahajjud yang mana keduanya pasti masuk Surga bersama sama....
قال النبي صلى الله عليه وسلم"إن الرجل إذا لم يصل مع إمرأته بالليل فهو عدوي"الحديث او كما قال اخرجه شيخنا رضي الله عنه...
sesungguhnya suami yang tidak mau mengajak istrinya sholat pada waktu malam (Tahajjud) maka dia adalah musuhku.. MULAILAH MENGAJAK ANAK ISTRI ANDA SEBELUM ANDA MENGAJAK ORANG LAIN KARENA ITULAH YANG PERTAMA KALI DI WAJIBKAN UNTUK ANDA BUKAN ORANG LAIN.....!!!
Adab Seorang Salik
Para murid dalam perjalanan ruhaninya, diharuskan menyimpan rahasia ilmu, amal, hal, dan hasrat luhurnya. Jika ia mempublikasi pengalaman ruhaninya, membuat keikhlasannya semakin minim. Apalagi jika ia mengungkapkan keikhlasannya, itu menunjukkan betapa sedikitnya sikap benar bersama Tuhannya.
Banyak para penempuh bangga dengan pengalaman ruhaninya, lalu ia mandeg dalam kepuasan dirinya, dan ketakjubannya.
Banyak para penempuh yang mengungkapkan kedalaman batinnya, lalu ia kehilangan keikhlasannya.
Banyak para penempuh yang gembira dengan capaian hakikatnya, padahal ia baru tahap proses awal perjalanannya.
Karena itu, benarlah ungkapan Syeikh Abdul Jalil Mustaqim Qs, “Rahasiakan Allah dalam hatimu, sebagaimana engkau merahasiakan cacat-cacatmu.” Pengalaman Ilahiyah, biarlah menjadi rahasia diri anda, dan biar Allah Swt saja yang Tahu. Karena pengalaman itu datangnya memang dari Allah Swt, bukan dari dirimu, bukan dari amal dan maqommu.
Ibnu Atahaillah selanjutnya menegaskan:
“Janganlah engkau mengulurkan tanganmu untuk mengambil sesuatu dari makhluk, kecuali anda melihat bahwa sang pemberi adalah Tuhanmu. Jika anda mampu di posisi demikian, ambillah menurut batas keserasian (standar) ilmu.” Inilah etika sang penempuh, ketika menerima dan meminta tolong pada sesama, perihal soal harta benda. Sang penempuh (murid) mesti melihat bahwa sang pemberi adalah Allah Swt, bukan makhluk. Itu pun sebatas kewajaran yang dibutuhkan seketika itu, menurut standar pengetahuan agama.
Para sufi melarang meraih harta berlebih, apalagi disertai sikap rakus dan ambisi, penuh dengan cinta duniawi. Karena itu semua bisa melahirkan cobaan.
Jumat, 01 Desember 2017
Sholawat Dapat Menghapus 17 Keburukan Di Hati Manusia
Beliau Maulana Syaikh Hisyam Kabbani berkata bahwa untuk mencapai
"the Station of Tazkiyyat an-Nafs" atau maqam jiwa yang murni, Sebagai langkah pertama Seseorang harus menghapus 17 karakter buruk dari ego yang ada didalam hati,
17 karakter tersebut adalah :
- Anger / al-ghadab / amarah
- Love of the physical world / Hubbu 'd-Dunya / kecintaan terhadap dunia
- Malice, hatred / al-Hiqd / kedengkian, kebencian
- Jeauloisy, envy / al-Hassad / cemburu, iri hati
- Vanity, conceit / al-'Ujb / keangkuhan, sombong
- Stingginess, miserliness / al-Bukhl / kekikiran, pelit
- Avarice, greed / at-Tama' / tamak, serakah
- Cowardice / al-jubn / pengecut
- Indolence, idleness / al-Batalah / lamban, malas
- Arrogance, pride / al-Kibr / arogan, tinggi hati
- Ostentation, showiness / ar-Riya / sombong, pamer
- Attachment / al-Hiris / ketergantungan
- Superiority, self-importance / al - Azamah / merasa paling hebat, mementingkan diri sendiri
- Headlessness / al -Ghabawah / sifat acuh
- Anxiety / al-Hamm / kegelisahan
- Depression / al-Ghamm / depresi
- The 800 Forbidden Acts / Al-Manhiyat / 800 perilaku yang dilarang
Itu adalah 17 karakter buruk, yang dikenal juga dengan al-Akhlaqu'dh-Dhamimah,
Dengan membaca shalawat dengan konsisten, dan berkepanjangan insha Allah 17 karakter buruk itu akan hilang. Shalawat juga meningkatkan kemakmuran, menghilangkan kesusahan, menenangkan ketika kita menangis, melindungi anak, Melindungi kita dari api, tenggelam, bahaya lainnya, melindungi kita dari kejahatan, memberikan kebutuhan dunia dan membangun pikiran.
Itu adalah salah satu manfaat dari shalawat. Bahwa shalawat akan membantu kita menghilangkan 17 karakter buruk
Hendaklah seorang salik memperbanyak solawat agar hilang PENYAKIT HATI yang ia miliki..
Wafat Di Pangkuan Rasulullah SAW
Foto Abah Guru Sekumpul
Ketika salah seorang sahabat RA (dalam riawayat yang tsiqah) melihat aurat seorang wanita dengan tidak sengaja, maka ia merasa telah berbuat dosa yang sangat besar dan ia pun menyendiri ke atas gunung dan tidak mau lagi melihat wajah Rasulullah SAW karena dia merasa tidaklah pantas matanya melihat wajah beliau karena mata itu telah berbuat zina.
Dan setelah beberapa hari Rasulullah menanyakan orang itu karena beberapa hari Rasulullah tidak melihatnya, maka sayyidina Abu Bakar As Shiddiq Ra mendatanginya ke gunung dan berkata kepada orang itu: "engkau dipanggil oleh Rasulullah", orang itu menjawab:"aku tidak mau melihat wajah Rasulullah, mataku tidak lagi pantas memandang beliau karena telah berbuat dosa", maka sayyidina Abu Bakar berkata: "ini adalah perintah Rasulullah".
Maka ia pun datang kepada Rasulullah SAW dan ketika itu Rasulullah sedang melakukan shalat maghrib, dan ketika ia mendengar bacaan Rasulullah dari kejauhan, ia pun terjatuh dan roboh karena tidak mampu mendengarkan lantunan suara indah Rasulullah SAW, maka ia diberdirikan oleh sayyidina Abu Bakar As Shiddiq dan dibimbing untuk terus masuk ke shaf shalat dan setelah selesai shalat.
Ketika orang-orang mulai berdiri dan keluar dari shaf shalat, ia hanya tertunduk saja, maka Rasulullah memanggilnya dan berkata :"kemarilah mendekat kepadaku", ia mendekat hingga lututnya bersatu dengan lutut Nabi Muhammad SAW namun ia tetap menundukkan kepalanya dan berkata:"wahai Rasulullah, aku tidak mau lagi melihat wajahmu karena mataku sudah banyak berbuat dosa", maka Rasulullah berkata :"mohonlah ampunan kepada Allah", maka ia berkata: "aku meyakini bahwa Allah Maha Pengampun, namun mata yang sudah banyak berbuat dosa ini tidak lagi pantas melihat wajahmu wahai Rasulullah", ia masih terus menundukkkan kepalanya maka rasulullah berkata : "angkatlah kepalamu!!".
Maka ia pun mengangkat kepalanya perlahan lahan dan beradu pandang dengan Rasulullah, lalu ia kembali menundukkan kepalanya dan menangis di pangkuan Rasulullah kemudian wafat dipangkuan beliau SAW. Maka para sahabat pun kaget dan iri dengan orang itu karena walaupun mereka berjihad siang dan malam namun mereka tidak sempat mendapatkan kesempatan untuk wafat dipangkuan Rasulullah SAW, dan ketika itu air mata Rasulullah mengalir dan jatuh di atas wajah orang itu.
Sungguh mata kita penuh dengan dosa dan kesalahan, namun Sang Maha Pengampun tidak berhenti mengampuni, sebagaimana hadits Rasulullah SAW bahwa ada 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah dimana ketika itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah, diantara 7 kelompok itu adalah :
رَجُلٌ ذَكَرَ اللهُ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
" Seseorang yang ketika berdzikir (mengingat Allah) maka mengalirlah air matanya, maka orang itu akan mendapatkan naungan Allah kelak di hari kiamat. Dan saat di surga kelak masih ada orang-orang yang belum melihat keindahan dzat Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia mata mereka banyak berbuat dosa, dan malaikat tidak mau membuka tabir yang menghalangi dzat Allah dengan mereka. Maka Allah berkata kepada malaikat: "mengapa kalian masih menutupkan tabir untuk mereka, mereka adalah penduduk surga yang telah kuampuni dosa-dosa mereka"?.
Maka malaikat berkata: "wahai Allah, dahulu ketika mereka di dunia mata mereka banyak melakukan dosa, maka mereka tidak pantas memandang keindahan dzat-Mu".
Maka Allah SWT berfirman: "angkatlah tabir yang menghalangi-Ku dengan mereka, karena dahulu mata mereka pernah mengalirkan air mata rindu ingin berjumpa dengan-Ku”.
Langganan:
Postingan (Atom)






