Jumat, 09 September 2016

Pengajian Guru Zuhdi :Sifat Allah Yang Kita Yakini


Majelis ilmu Mesjid Sabilal Muhtadin Kitab Al ‘Ilmunnibros. (Ilmu Nibras; Habib Abdullah bin Alwi bin Hasan Al atthos)
Malam Jum'at Tanggal 8 September 2016.
Berkata Al_alimul Al_allamah Abah Haji Guru Zuhdi..........
Sifat Allah yg kita yakini
1.Allah meadakan dan meniadakan.
2. Perbuatan Allah tdk tergantung pd apapun dan tdk tergantung pd siapapun
3. Allah yg menghendaki memperlihatkan kisah diri Nya dgn makhluk jua.
Allah tetap mukholafatuhu lil hawadist tdk serupa dgn makhluk,yg mengetahui akan Allah adalah Allah sendiri akan tetapi Allah tampak kan cerita Nya di makhluk.
Bukan berati Allah bertempat di makhluk. Seperti Artis kita lihat di tv tp tdk lah artis itu msk ke dalam tv atau tv itu adalah artis. Tapi tampak cerita artis melewat tv itu.
Saat melihat lampu mk bukan lampu yg menerangi tp menceritakan kisah Allah yg menerangi melalui lampu.
Dulu kita bodoh krn menganggap lampu yg menerangi tp sesudah belajar makrifat ternyata bukan lampu yg menerangi tetapi yg sebenar benarnya menerangi dan sehakikat menerangi adalah kisah Allah di lampu itu. Bukan Allah belukup di lampu atau Allah adalah lampu bukan,tp nampak jelas kisah Allah dilampu.
Orang mulai memahami mk saat melihat pisau di ucap nya Allah,melihat lampu yg menerangi di ucapnya Allah shg terucap sll zikir wlw dlm hati.
Hati sdh mengenal kisah yg sebenarnya. Dulu wkt bodoh perasa pisau yg memotong,lampu yg menerangi dan saat belajar tauhid mulai paham dan mengerti akan hakikat sebenarnya.
Kita yakin hanya Allah yg bisa menghanguskan kertas tetapi kenapa kita memerlukan api utk membakar kertas mk jawaban nya krn di suruh oleh Allah titik. Kita mengambil api krn kisah api lah yg bisa membakar kertas dan Allah yg menyuruh apabila membakar kertas atau pun memasak gunakan api. Maka kita measi dgn Allah.Allah memang kuasa tp Allah menceritakan diri Nya bisa mematangkan makanan lewat api.
Kita belajar sifat 20 bersifat Harus artinya boleh terjadi boleh tidak mk yg kita tunggu hanya Allah.Dan apabila kabul hajat mk kita bersyukur. Dan apabila Allah tdk membolehkan terjadi tdk kabul hajat,mk Allah yg menahani nya sprt saat memasak nasi ternyata tdk masak masak nasi dan ini cerita Allah yg menahan nasi itu tdk masak dgn sebab yg lain dan sebab itu hanya cerita Allah yg menahan nya.
Kita tetap beranggapan tdk bisa berbuat apa apa itu akidah kita.
Kita tdk takut dgn api tp takut kpd Allah yg bisa membakar lewat api shg kita menghindar. Itu lah takut nya org yg bertauhid. Sedang org yg tdk bertauhid mehindari api krn takut dgn api nya.
Orang yg bertauhid mehindar/lari karena Allah yg menyuruh.
Apapun yg kita lakukan krn disuruh Allah. Kenapa mengambil pisau utk memotong krn di suruh Allah,kenapa minum obat saat sakit karena di suruh Allah. Dan logika masuk akal saat keseleo ke tukang urut.
Saat sakit kita perlu obat karena semata mata di suruh bkn mau sehat tp krn measi(menurut) suruhan Allah. Yang di harap measi(menurut) kpd Allah bkn mengharap sehat krn meanggap(beranggapan) sakit itu nikmat krn hal itu menghapus dosa. Dan bala itu kita anggap menghapus dosa. Sehingga apabila sembuh alhamdulilah dan apabila tdk sembuh mk ridho dgn sakit ini shg syariat jalan dan ridho pun jalan.
Yang salah syariat jalan dan ridho tdk jalan mk pusang(sedih). Seperti kenapa berobat krn di suruh Allah supaya sehat krn bagus sehat daripada sakit. Maka itu yg salah. Karena sehat malah bisa membuat sombong.
Seperti memandang lebih bagus sugih drpd miskin mk itu salah. Seperti yg dialami Sa'labah. Saat miskin rajin sholat di belakang Rasulallah saat sugih tdk lagi sholat.
Yang paling bagus yg di julung(dikasih) Allah dan syariat jalan.
Orang yg berpikiran lbh baik sugih drpd miskin lebih baik beduit drpd tdk punya duit mk sulit di kasih ilmu makrifat.
Buka toko tetap berusaha,syariat tetap jalan krn itu di suruh Allah bkn krn ingin sugih dan Allah punya aturan.
Tidak berani meanggap apabila rejeki sedikit tdk bagus. Tidak akan di bukakan hijab apabila tdk merubah
pandangan nikmat atau bala itu bagus. Sakit atau sehat itu bagus. Punya duit atau tdk mk bagus. Apabila punya ilmu yg mengatakan lbh bagus sugih drpd miskin,lbh bagus sehat drpd sakit mk ilmu itu tdk bermanfaat bagi dirinya malah jadi mudarat dan menyakitkan hati nya. Seberapa bahagia hati kalo msh ada yg di takut kan mk tdk penuh bahagia. Saat sugih mk takut miskin.
Jalan kan Syariat dgn benar,tetap bekerja dan yg di ubah pandangan kita yaitu sugih dan miskin sama,sehat dan sakit sama. Jangan saat punya duit senang saat tdk punya duit sedih.
Orang orang soleh saat sakit meanggap hari raya bagi mereka bhkn mereka yg sakit yg mehibur yg menjenguk nya krn bagi mereka sehat dan sakit sama bagus nya tdk di permasalahkan. Sedang kita saat sehat saja takut akan sakit pdhl belum sakit.
Kita hrs memandang semua ini nikmat tdk ada bala,walau dpt bala mk yg di pandang ada nikmat di bala itu.
Setelah paham bhw apapun yg kita pandang hanya Allah Allah. Maka kita menyamakan pandangan bahwa nikmat dan bala itu sama. Dulu kita memandang nikmat lbh bagus drpd bala mk sungguh jahat kita kpd Allah pdhl semua dr Allah itu sama wlw dlm bentuk yg berbeda. Antara madu dan empedu sama karena kedua nya sehat.
Apabila menghadapi sesuatu yg tdk sesuai dgn hati kita maka belajar menerima walau itu berat dan susah tp kita lakukan dgn Khusnuzon(baik sangka) kpd Allah.
Kita ingin dekat dgn Allah dan tdk ingin tehual(bermasalah)dgn Allah. Apabila mengatakan bala itu tdk baik mk kita seakan ingin jauh dr Allah.
Kita melakukan sesuatu krn di suruh oleh Allah bkn krn menuhan kan sesuatu itu. Minum obat krn di suruh Allah bkn krn menuhan kan obat dan bkn krn obat menyembuhkan tp krn ada cerita Allah menyembuhkan pd obat.Api di pakai memasak krn di suruh Allah bkn krn api yg memasakan sesuatu. Kita pakai pisau krn Allah yg menyuruh bkn krn pisau bisa memotong. Seperti Allah menyuruh menyembelih binatang dgn pisau mk pakai lah pisau.


Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul