Rabu, 13 September 2017

Hadis Larangan bernapas ketika minum



Sebuah riwayat dari Tsumamah bin Abdullah menyebutkan, "Dahulu Anas bin Malik RA pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi SAW pernah melakukan hal itu." (HR. Bukhari)

Riwayat lain dari Abu Qatadah dan bapanya mengatakan bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kamu minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas)."

"Dan jika salah seorang dari kamu buang air kecil maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya." (HR. Bukhari).

Sebahagian ulama mengatakan bahawa larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu boleh menyebabkan keluarnya ludah sehingga boleh menjejaskan kebersihan air minum tersebut. Keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain.

Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa.

Imam Ibn Hajar Al-Asqalani pernah berkata, "Dan yang lebih bagus adalah menguatkuasakan larangan hadis Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain."

Imam Al-Qurtubi menambah pula, makna larangan itu adalah supaya bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air liur atau pun bau yang tidak sedap. (Fathul Bari, 10/94).

Demikianlah penjelasan para ulama kita. Para pakar kontemporari pun telah berusaha mengorek hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam menyempurnakan akhlak. Sumber republika.co.id

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog