Senin, 30 Mei 2016

Kehalusan Budi Pekerti KH.M.Zaini Abd Ghani.(Abah Guru Sekumpul)


~ke Pondok Santri terutama ke "Pondokan Tunggal" Pondok pesantren Darusalam tidak seperti lazimnya pasantren2 lainnya yang manyediakan asrama sebagai tempat tinggal bagi para santri dan pengajarnya. Para santri yang berasal dari luar martapura biasanya menyewa (mondok) dirumah2 penduduk disekitarnya. Letak pondokan ini tersebar di Desa Antasan Senor Ilir,Pasayangan.Kampung Melayu, Murung Pakauman dan Kampung Keraton.

~Diantara rumah2 pondokan itu ada yang dikenal dengan nama "Pondokan Tunggal" yaitu sebuah tempat bersejarah, kerana banyak cerita yang terjadi disana. Pondokan tunggal terletak dibagian belakang Pasantren Darussalam, dan mulanya ditempati Anang Antung dan Antung Suria saat mereka berdua sekolah disanasekitar tahun 1957. Menariknya, justru dipondokan inilah biasanya Tuan Guru Semman Mulya melaksanakan shalat Dzuhur dan menyelesaikan mambaca kitab yang beliau ajarkan dan belum ditamatkan di Darussalam.

~Kebiasaan Guru Zaini adalah bersilaturrahmi dengan teman2nya terutama dipondokan. Hal ini sudah sejak lama ia lakukan. Guru Zaini berusaha akrab dengan teman2nya, mengajak teman-temannya mengunjungi orang-orang sholeh untuk belajar kitab bersama. Sepertinya Guru Zaini mengerti keadaan penghuni pondokan yang kebanyakan tidak memiliki uang. Kerana itu jika berkunjung kepondokan biasanya Guru Zaini membawa sedikit kue buatan ibundanya untuk dimakan bersama. Kebiasaan ini terus dilakukan Guru Zaini sampai dimasa ia sendiri sudah menjadi pengajar di Darussalam.

~Sewaktu pondokan tunggal itu ditempati oleh Guru Ahmad Riduan Lok Bangkai, Guru Zaini juga sering berkunjung kepondokan ini. Untuk bersilaturrahmi dan melajari Guru Ahmad Riduan sebagaimana pesan di mimpi Guru Zaini yang bertemu dengan KH.Ahmad Dahlan ( Ayah Guru Riduan). Diantara penghuni pondokan tunggal selain Guru Ahmad Riduan adalah Guru Mahyuddin Muara Tapus, Guru H.M.Syukri unus Amuntai serta Guru Ibrahim B, Pangaron, dan kadang-kadang bisa datang Guru Abu Aiman Sampit.

~Pondokan ini menjadi tempat bertemunya sahabat yang saling memberikan nasehat, tempat belajar dan saling bersilaturrahmi, mengambil berkat dari sesama murid dan Guru,menjalani hari~hari dalam menuntut ilmu, mencapai titian ilahi.

Ditulis ulang difb oleh : Jali Boss Banjary
Sumber:Manaqib Al Mukarram K.H.Ahmad Riduan Bin Al Mukarram K.H.Ahmad Dahlan. Lok Bangkai.AMuntai.


Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul