Rabu, 30 Agustus 2017

Ketika Lapar Melanda Sholat Dulu Apa Makan Dulu



Ketika adzan berkumandang, perut keroncongan sejak beberapa jam lalu, ketika itu pula makanan telah tersaji. Apa yang harus kita dahulukan? Sholat terlebih dahulu ataukah menyantap makanan agar kita sholatnya akan lebih khusyu’?

Adapun sebuah hadits yg menjelaskan tentang ini:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا وُضِعَ الْعَشَاءُ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاء.

رواه البخاري.

Artinya:

“Aku mendengar ‘Aisyah radliallahu ‘anha (w. 57 H) berkata,, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (w. 11 H) bersabda: “Apabila makan malam sudah dihidangkan sedangkan shalat jama’ah sudah dibacakan iqamatnya, maka dahulukanlah makan”. H.R. Bukhari (w. 256 H).


Jumhur ulama memaknai perintah mendahulukan makan di sini dengan hukum sunnah.

Tetapi ulama berbeda pendapat; ada yang membatasi mendahulukan makan di sini dengan:

Hanya untuk orang yang butuh makan saat itu. ( Pendapat masyhur ulama asy-Syafi’iyyah ).
Imam al-Ghazali menambahkan batasan dengan “apabila dikhawatirkan makanan itu akan rusak/hilang”.
Tetapi dari kalangan ulama juga ada yang tidak membatasi kesunnahan mendahulukan makan daripada sholat(artinya lebih baik mendahulukan makan daripada sholat dalam keadaan apapun), diantaranya; Imam ats-Tsauriy, Imam Ahmad, Imam Ishaq.

Adapun ulama lain yg berpendapat jika waktu shalat wajib sangat sempit, sebentar lagi waktu shalat akan berakhir dan seandainya seseorang mendahulukan shalat, waktu shalat akan habis. Untuk kondisi semacam ini hendaknya ia mendahulukan shalat agar shalat tetap dilakukan pada waktunya.

Kemudian para sahabat Imam Ibn al-Mundzir menjelaskan pendapat beliau dengan: mendahulukan sholat di sini apabila hati kita tidak terpaut kepada makanan tersebut, atau terpaut tapi tidak ketika sholat, jika hatinya terpaut kepada makanan itu ketika sholat, maka hendaknya mendahulukan makan baru kemudian sholat.

Adapun hikmah mendahulukan makan daripada sholat yakni:

Jika seseorang sangat lapar dan butuh makanan,  kondisi semacam ini akan membuat ia tidak konsentrasi dalam sholat, hatinya tidak tenang dan pikiran akan melayang kesana sini. Kondisi semacam ini mengakibatkan seseorang tidak khusyu’ dalam sholat,  sedangkan di dalam sholat seseorang perlu menghadirkan hati yang khusyu’. Oleh karna itu,  Nabi S.A.W memerintahkan untuk menyantap makanan sebelum menunaikan sholat agar hati bisa khusyu’ saat shalat.

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog