Kamis, 06 Oktober 2016

Sunah Sunnah Dalam Berwudhu FIQIH BAFADHAL



Sunah sunah dalam berwudu antara lain :
ثم ﻣﺴﺢ اﻷﺫﻧﻴﻦ ﻇﺎﻫﺮﻫﻤﺎ ﻭﺑﺎﻃﻨﻬﻤﺎ ﺑﻤﺎء ﺟﺪﻳﺪ ﻭﺻﻤﺎﺧﻴﻪ ﺑﻤﺎء ﺟﺪﻳﺪ
kemudian sunnah dalam wudhu yg berikutnya:
menyapu dua telinga diluarnya dan didalamnya dan dua lubangnya serta dua lembingnya dengan memakai air yang baru,
.
ﻭﺗﺨﻠﻴﻞ ﺃﺻﺎﺑﻊ اﻟﻴﺪﻳﻦ ﺑﺎﻟﺘﺸﺒﻴﻚ ﻭﺃﺻﺎﺑﻊ اﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﺑﺨﻨﺼﺮ اﻟﻴﺪ اﻟﻴﺴﺮﻯ ﻣﻦ ﺃﺳﻔﻞ ﺧﻨﺼﺮ اﻟﻴﻤﻨﻰ ﺇﻟﻰ ﺧﻨﺼﺮ اﻟﻴﺴﺮﻯ
menyalat-nyalati jari-jari dua tangan dengan cara tasybik (kalau guruku mengajarkan tasybik ini dgn gaya memasukkan semua jari-jari tangan kiri ke jari2 tangan kanan lewat belakang ketika menyalati jari2 kanan,begitu juga sebaliknya ketika menyalati jari2 tangan kiri,jari2 kanan yg dimasukkan lewat belakang tangan kirinya)
dan juga menyalati jari-jari dua kaki dengan memakai kelingking tangan kiri dimulai dari bawah kelingking kaki kanan dulu terus sampai ke jari kelingking kaki kiri,
.
ﻭاﻟﺘﺘﺎﺑﻊ ﻭاﻟﺘﻴﺎﻣﻦ ﻭﺇﻃﺎﻟﺔ ﻏﺮﺗﻪ ﻭﺗﺤﺠﻴﻠﻪ
dan sunnah berikutnya: haruslah dalam wudhu itu bersambung2 jangan putus2, dalam arti pada cuaca normal basuhan wajah masih basah lalu langsung dia membasuh tangannya,terus smpy akhir rukunnya,(jangan sampai anggota yg awal dibasuh menjadi kering,lalu baru lanjut ke basuhan berikutnya,ini makruh)
dan mendahulukan anggota yg kanan,meng'akhirkan yg kiri,melebihkan basuhan melewati batas yg wajib disuruh,
spt membasuh muka,membasuh dua tangan dan dua kaki,sunnat dipanjangkan basuhannya melewati suruhan yg wajib dibasuh,agama kan menyuruh membasuh tangan cuma sampai dua siku,naah sunah kita membasuh smpy ke otot,,
.
ﻭﺗﺮﻙ اﻻﺳﺘﻌﺎﻧﺔ ﺑﺎﻟﺼﺐ ﺇﻻ ﻟﻌﺬﺭ ﻭاﻟﻨﻔﺾ ﻭاﻟﺘﻨﺸﻴﻒ ﺑﺜﻮﺏ ﺇﻻ ﻟﺤﺮ ﺃﻭ ﺑﺮﺩ ﺃﻭ ﺧﻮﻑ ﻧﺠﺎﺳﺔ
sunat berikutnya: dalam wudhunya,dia jangan meminta tolong kpd orang lain untuk menuangi air wudhu,kecuali ada uzur,
dan jangan mengibaskan bekas air wudhunya,
dan jangan melap air wudhunya dgn memakai kain,pokoknya biarkan saja bekas air wudhu kering dgn sendirinya,
kecuali karena kepanasan,atau kedinginan atau takut kalo2 ada najis yang kering lalu nempel di badannya basah td,
.
ﻭﺗﺤﺮﻳﻚ اﻟﺨﺎﺗﻢ ﻭاﻟﺒﺪاءﺓ ﺑﺄﻋﻠﻰ اﻟﻮﺟﻪ ﻭاﻟﺒﺪاءﺓ ﻓﻲ اﻟﻴﺪ ﻭاﻟﺮﺟﻞ ﺑﺎﻷﺻﺎﺑﻊ
.
dan bagi orangyg pakai cincin walhal dia tak mau melepaskan cincinnya itu,sunat dia menggerak2n cincin itu sewaktu membasuh jari2 tangannya,
dan sunat juga cara basuhannya untuk wajah,dia mulai dari atas wajah,
untuk tangan dan kaki dia mulai dari jari-jari
.
ﻓﺈﻥ ﺻﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﺪﺃ ﺑﺎﻟﻤﺮﻓﻖ ﻭاﻟﻜﻌﺐ ﻭﺩﻟﻚ اﻟﻌﻀﻮ ﻭﻣﺴﺢ اﻟساقين ﻭاﻻﺳﺘﻘﺒﺎﻝ
.
jika dalam wudhunya dia dibantu orang lain menuangi airnya (atau wudhu lewat kran air) sunat memulai dari siku dan buku lali,agar air meluncur dari atas sehingga bisa lebih hemat,ini yg mu'tamad dalam ktb raudhah,tp dalam kitab majmu yg mu'tamadnya adalah spt diatas,dimulai dari jari-jari,,
dan sunat juga menggosok setiap anggota wudhu yg dibasuh,
dan sunat menyapu dua tulan betisnya,dan menghadap qiblat
.
ﻭﻭﺿﻊ اﻹﻧﺎء ﻋﻦ ﻳﻤﻴﻨﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻭاﺳﻌﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﺎﺅﻩ ﻋﻦ ﻣﺪ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﻭﺿﻮﺋﻪ ﺇﻻ ﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻠﻄﻢ ﻭﺟﻬﻪ ﺑﺎﻟﻤﺎء ﻭﻻ ﻳﻤﺴﺢ اﻟﺮﻗﺒﺔ
.
dan bila wudhunya memakai baskom besar,maka sunat diletakkan disebelah kanan,dan jangan sampai airnya kurang dari 1 mud,
dan jangan berbicara dari awal wudhu smpy akhir,kecuali ada kepentingan,
dan jangan menghantamkan air dgn keras kewajahnya,
dan jangan menyapu lehernya
.
ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻌﺪﻩ
dan sunat berdoa setelah selesai wudhu,ini doanya:
ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪا ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ اﻟﻠﻬﻢ اﺟﻌﻠﻨﻲ ﻣﻦ اﻟﺘﻮاﺑﻴﻦ ﻭاﺟﻌﻠﻨﻲ ﻣﻦ اﻟﻤﺘﻄﻬﺮﻳﻦ ﻭاﺟﻌﻠﻨﻲ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻙ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ اﻟﻠﻬﻢ ﻭﺑﺤﻤﺪﻙ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻭﺃﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻚ
.
ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎء ﻋﻨﺪ اﻷﻋﻀﺎء
dan tidak mengapa kalau waktu dia membasuh tiap2 anggota memakai doa doa yg telah di tls imam rofi'i dalam syarah kabir,meskipun hadistnya dho'if tdk ada asalnya,,
wallahu a'lam

sumber : Facebook Awi Mahmud


Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

500 lebih Foto Abah Guru Sekumpul

Arsip Blog